Vol. No. Mei 2024, hal, 6-20 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS) sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat di Bidang Pendidikan Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : FAS Kuliah Kerja Nyata Pendidikan Agama Islam Bahasa Arab Email Koresponden : 73@gmail. jaydhafirdze33@gmail. zakiun@stai-ali. ABSTRAK Pendidikan keagamaan yang di jalankan dalam ruang lingkup sekolah berbasis Islam Terpadu tidak lepas dari penilaian kemampuan pelajar dalam memahaminya, dan hal itu perlu diukur dalam bentuk sebuah kompetisi, sebagai contoh sebuah ajang perlombaan yang bernama Festival Anak Sholeh (FAS). Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan semangat dan motivasi generasi muda dalam menuntut ilmu Agama Islam. Tujuan pengabdian adalah mengukur kemampuan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dalam beberapa petunjukkan bakat, kemampuan, dan pemahaman mereka dalam mempelajari bidang-bidang keilmuan Agama Islam seperti kemampuan Adzan. Tilawah, dan Cerdas Cermat. Pengabdian ini menggunakan pendekatan (ABCD) Asset Based Community Development, yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat di Kalurahan Planjan. Hasil pengabdian adalah bahwa para murid masih memiliki minat dan kemampuan dalam mempelajari serta menguasai pendidikan Islam sejak dini, demikian juga bahasa Arab, walau sedikitnya tenaga pengajaran di bidang tersebut, baik dalam maupun luar sekolah dasar. PENDAHULUAN Pendidikan ialah suatu alur pembelajaran, keterampilan, dan kebiasaan beberapa orang yang diberikan dari satu generasi ke generasi yang biasanya dilakukan melalui proses pengajaran. Pada dasarnya pendidikan juga suatu cara yang bermaksud menumbuhkan semua potensi dalam mempersiapkan karakter dan moral seseorang supaya dapat menyikapi banyak hal yang akan dihadapi dalam kehidupannya(Zalsabella P dkk. , 2023, hlm. 43Ae. Bidang pendidikan yang paling berperan dalam pembentukan anak-anak sejak usia dini, terutama yang lahir dalam ruang lingkup masyarakat muslim adalah Pendidikan Agama Islam. Islam memberikan pandangan bahwa pendidikan anak bermula dari keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik, mengarahkan, dan mengajari anak. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu AoAlaihi Wa Sallam bersabda AuSetiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi. Nasrani, atau Majusi. Ay(Bangsawan dkk. , 2. Dalam mengajari pendidikan dibutuhkan sebuah agenda yang dapat meningkatkan minat anak dalam mempelajari agama Islam tanpa mereka sadari, baik dari keluarga maupun para guru di Menyampaikan materi pendidikan Agama Islam saja tidak cukup untuk meningkatkan semangat mereka. Anak-anak akan bersaing dalam hal kebaikan, memahami tata cara mengamalkan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha spiritual keagamaannya, dan kemampuan dalam memahami pendidikan agamanya yang bermanfaat untuk diwariskan kepada generasi yang mendatang. Maka diadakanlah sebuah perlombaan yang kami namakan sebagai Festival Anak Soleh atau disingkat sebagai FAS. Kegiatan FAS kami laksanakan sebagai pengabdian masyarakat desa dalam bidang pendidikan agama Islam untuk generasi muda. Perlombaan tersebut melibatkan para peserta yang masih menduduki jenjang pendidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu, dari kelas 1 hingga kelas 6. Alasan kami memilih subyek pengabdian ini adalah kebanyakan dari generasi muda suatu desa yang duduk di jenjang Sekolah Dasar Islam Terpadu, masih memiliki kekurangan dalam menguasai pendidikan agama Islam secara umum. Beberapa juga memiliki bakat yang terpendam dalam suatu Dengan diadakan perlombaan, anak-anak akan diukur kemampuannya dalam beragama, dan yang belum ikut menjadi peserta akan menumbuhkan dalam benaknya sebuah motivasi sehingga ikut bersemangat dalam menguasai pendidikan agama Islam. Namun bakat tersebut kami harapkan tidak hanya bermanfaat dalam perlombaan saja, tetapi juga dalam kehidupannya hingga dewasa. Halhal besar dicapai karena adanya kumpulan-kumpulan hal kecil didalamnya. Demikian juga dengan kehidupan seseorang. Pembiasaan-pembiasaan baik yang telah dibiasakan saat ia kecil akan membentuk ia menjadi seorang yang baik dan positif(Nugroho, 2. Berdasarkan permasalahan yang di atas dalam pengabdian masyarakat untuk penyelenggaraan lomba FAS, kami memilih SDIT Al-IAotisham Klepu. Desa Planjan. Kecamatan Saptosari. Kabupaten Gunung Kidul. DI Yogyakarta sebagai obyek pelaksanaan kegiatan. Pengabdian ini kami laksanakan berdasarkan program Kuliah Kerja Nyata atau KUKERTA oleh grup Al-Munawwir Kelompok 5 dari STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya pada bulan Januari 2024. Kondisi dan minat siswa pada sekolah tersebut sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini METODE PENGABDIAN Pengabdian atau Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) ini menggunakan pendekatan (ABCD) Asset Based Community Development, yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada di sekitar dan dimiliki oleh pemuda atau komunitas masyarakat di Padukuhan Klepu. Kalurahan Planjan. Kapanewonan Saptosari. Kabupaten Gunung Kidul. Provinsi DIY. Salah satu modal utama dalam program pengabdian masyarakat berbasis aset adalah mengubah cara pandang komunitas terhadap dirinya. Tidak hanya terpaku pada kekurangan dan masalah yang dimiliki, tetapi memberikan perhatian kepada apa yang dipunyai dan apa yang dapat dilakukan(Supriyanto dkk. Dalam metode ABCD terdapat lima langkah kunci untuk melakukan riset pendampingan diantaranya adalah discovery . , dream . , design . , define Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI ABIN ABI THALIB SURABAYA Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS) sebagaiA . dan destiny . Strategi dalam pendekatan ini diawali dengan observasi tempat dan aset yang ada untuk menemukan kebutuhan, kemudian melihat secara kolektif harapan dan impian masyarakat terhadap aset yang ada, setelah itu merancang sebuah kegiatan untuk mewujudkan harapan masyarakat, kemudian menentukan perubahan melalui pembentukan program, setelah itu melakukan tindakan atau pelaksanaan program yang sudah disusun(Swasono dkk. , 2. Pendampingan ini menggunakan teori Asset Based Community Development (ABCD), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada di sekitar da dimilik oleh masyarakat. Untuk kemudian digunakan sebagai bahan yang memberdayakan masyarakat itu sendiri. Diagram ABCD kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat pada gambar. DISCOVERY DESTINY DREAM DEFINE DESIGN Gambar 1 Diagram Asset Based Community Development Pelaksanaan program ini berada di SDIT Al-IAotisham Padukuhan Klepu. Kalurahan Planjan. Kapanewonan Saptosari. Kabupaten Gunung Kidul. Dan lama pendampingan adalah mulai tanggal 1 Januari sampai 26 Januari 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memiliki hasil sebagai berikut: Discovery (Menemukan Kebutuhan yang Ada di SDIT Al-IAotisha. Pendampingan yang dilakukan di Padukuhan Klepu. Kalurahan Planjan. Kapanewonan Saptosari. Kabupaten Gunung Kidul terutama di SDIT Al-IAotisham dimulai dengan observasi kepada pihak yang mengelola sekolahan yaitu Bapak Kepala Sekolah. Ustadz Syuaib. Koordinasi pun dilakukan dengan Bapak Kepala Sekolah bersama 5 mahasiswa KKN Desa Planjan. Observasi Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha tersebut mendapatkan data bahwasanya SDIT Al-IAotisham merupakan sekolah dasar yang berdiri pada Sekolah ini memiliki Visi dan Misi yaitu AuTerwujudnya Generasi Yang Ceria (Cerdas. Islami, dan Muli. Sekolah ini hampir saja mati dan dibubarkan karena jumlah murid yang selalu mengalami penurunan setiap tahunnya bahkan satu kelasnya ada yang berjumlah 6 orang saja. Alhamdulillah berkat usaha keras Pak Teguh selaku kepala dukuh Klepu dan Pak Syuaib, sekolah ini mampu bangkit dari keterpurukannya dengan izin Allah. Mereka selalu mengupayakan setiap peluang-peluang bantuan yang bisa disalurkan ke sekolah baik yang bersumber dari pemerintah maupun swasta berupa dana, buku, gedung, maupun peralatan-peralatan lainnya seperti komputer. Akhirnya jumlah murid di SD tersebut mencapai 93 siswa sampai tahun ajaran 2023/2024 ini. Total guru yang mengajar tetap untuk saat ini berjumlah 6 orang termasuk di dalamnya Pak Syuaib sebagai kepala sekolah dan 5 orang guru perempuan lainnya dibantu dengan 2 santri pengabdian dari MaAohad Al-IAotisham Wonosari. Dan dari 6 guru tersebut hanya Ustadz Syuaib yang memiliki basic agama dan bahasa Arab. Tentu jumlah ini tidak mencukupi kata Pak Syuaib. Gambar 2 Wawancara dengan Bapak Kepala Sekolah Ustadz Syuaib Dream . elihat impian secara kolektif dari SDIT AL-IAotisha. Hasil dari observasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa SDIT Al-IAotisham masih kekurangan tenaga pengajar, khususnya di bidang agama dan bahasa Arab. Bahkan siswaAisiswa di sekolah ini merasa asing dengan kosakata bahasa arab dasar dan kurangnya pengetahuan agama serta wawasan Islam. Oleh karena itu penulis dan beberapa rekan mahasiswa KKN kelompok 5 di Desa Planjan berkeinginan untuk sedikit menyalurkan beberapa ilmu yang sudah dipelajari selama ini dengan mengajukan beberapa program yang sekiranya bermanfaat. Kami berharap dengan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS) sebagaiA diadakannya beberapa program sekolah ini dapat meningkatkan semangat belajar dan wawasan siswa tentang agama Islam dan bahasa Arab. Gambar 3 Pembukaan KUKERTA di SDIT Al-I'tisham Design . erancang program-program yang akan dilaksanakan di SDIT Al-IAotisha. Ada beberapa program yang akan dilaksanakan di SDIT Al-I. tisham Saptosari, diantaranya adalah pendampingan dan bimbingan kepada siswa-siswi kelas 2 sampai kelas 6 yang dilakukan secara tatap muka dengan frekuensi 4 kali dalam seminggu, setiap Hari Senin sampai Kamis pada 10 WIB untuk membaca Al-Quran dan 12. 50 Ae 14. 35 WIB untuk kegiatan seperti menghafal doAoa, belajar bahasa Arab dan Pendidikan Agama Islam. Dimulai pada tanggal 8 Januari sampai 25 Januari 2024. Bimbingan ini diadakan karena salah satu program KUKERTA Divisi Pendidikan adalah mengadakan Festival Anak Sholeh (FAS ) yang berlangsung pada hari Jumat tanggal 26 Januari 2024. Hal ini sesuai dengan pernyataan kepala sekolah Ustadz SyuAoaib. Pd. Beliau berharap dengan diadakannya Festival Anak Sholeh (FAS) dari kakak-kakak KKN ini dapat meningkatkan jiwa kompetitif dan motivasi siswa dalam mengikuti lomba-lomba di dalam maupun luar sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Ada 5 pembimbing utama dalam persiapan Festival Anak Sholeh (FAS) di SDIT Al-IAotisham Saptosari yaitu Faishal Hanif. Arif Miftahul Akbar. Abdul Aziz. Ismail Abdurrohim dan Fadhilah yang secara intens memberikan materi secara langsung. Pemberian materi diberikan di kelas berdasarkan kisi-kisi yang akan menjadi bahan soal dalam Lomba Cerdas Cermat di Festival Anak Sholeh (FAS) nantinya. Ketua Divisi Pendidikan KUKERTA kelompok 5. Faishal Hanif juga membuat materi sebagai bahan kisi-kisi yang akan diajarkan dan juga digunakan sebagai bahan untuk Lomba Cerdas Cermat. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha Ada beberapa perlombaan yang diadakan pada Festival Anak Sholeh (FAS), sebagian diselenggarakan oleh mahasiswa Kukerta Al-Munawwir Divisi Pendidikan dan beberapa diadakan dari pihak SDIT Al-IAotisham sendiri. Diantara lomba yang diadakan oleh mahasiswa Kukerta AlMunawwir adalah: Lomba Azan, bagi kelas 2 sampai 6 SD Lomba Tilawah, bagi kelas 2 sampai 6 SD Lomba Cerdas Cermat, bagi kelas 4 sampai 6 SD Dan lomba yang diadakan oleh pihak sekolah diantaranya adalah: Lomba Menyusun Huruf Hijaiah Lomba Mewarnai Kategori A Lomba Mewarnai Kategori B Adanya beberapa tambahan perlombaan dari pihak sekolah disebabkan karena pendampingan materi Festival Anak Sholeh (FAS) hanya mencakup kelas 2 sampai 6 SD dan masih kurangnya wawasan dan kemampuan beberapa kelas tingkat bawah. Oleh karena itu pihak sekolah mengadakan perlombaan yang sesuai dengan kemampuan kelas tingkat bawah dari kelas 1 sampai 3 SD dan mahasiswa Kukerta pun juga berusaha memasukkan kelas 2 dan 3 SD dalam perlombaan yang sekiranya bisa diikuti. Hal ini dilakukan agar semua kelas bisa ikut berpartisipasi dalam Festival Anak Sholeh (FAS) dan tidak adanya kecemburuan maupun rasa pesimis akan ketidakmampuannya dalam bersaing dengan kelas tingkat atas lainya. Define . enentuan perubahan melalui progra. Diantara materi yang diajarkan di kelas 2 sampai 6 SD dan akan dilombakan dalam Lomba Cerdas Cermat di Festival Anak Sholeh (FAS) adalah DoAoa sehari-hari dari kitab Hisnul Muslim. Kosakata Bahasa Arab dasar dan Pendidikan Agama Islam. Doa-doa yang diajarkan di kelas antara lain adalah:. Keterbatasan waktu. Tabel 1 Jadwal Materi Hafalan Do'a yang diajarkan di kelas DoAoa Hari/Tanggal Senin, 15 Januari 2024 DoAoa Sebelum Tidur Selasa, 16 Januari 2024 DoAoa Bangun Tidur Rabu, 17 Januari 2024 DoAoa Masuk dan Keluar Kamar Mandi. Kamis, 18 Januari 2024 DoAoa Memakai dan Melepas Pakaian Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS) sebagaiA Senin, 22 Januari 2024 DoAoa Meminta Hujan Selasa, 23 Januari 2024 DoAoa ketika Hujan Turun Rabu, 24 Januari 2024 DoAoa ketika Hujan Reda Kamis, 25 Januari 2024 DoAoa ketika Keluar Rumah Kisi-kisi materi hafalan doAoa sehari-hari seringkali membuat siswa harus ekstra menghafal secara utuh lafaz dan maknanya untuk dapat menjawab pertanyaan yang nantinya akan diuji. Sehingga pembina selain memberikan catatan materi perlu juga memberikan instruksi siswa agar menghafal materi yang ada dengan metode mendengar dan menirukan. Selain itu pembina juga memberikan reward/nilai bagi siswa yang sudah menulis lafaz doAoa dan menyetorkan hafalannya. Karena pemberian reward dalam pembelajaran memiliki implikasi yaitu siswa diakui sebagai individu yang memiliki kemampuan tertentu dan karakteristik yang dapat dihargai. Seorang siswa yang mendapat reward dari guru menandakan bahwa kemampuan yang dimiliki tentu berbeda dengan yang lain dan memiliki karakter yang positif(Amiruddin dkk. , 2. Pengajaran bahasa Arab di SDIT Al-IAotisham terbilang cukup kurang karena tidak adanya mata pelajaran khusus untuk bahasa arab. Saat pembimbing menyebutkan beberapa kosakata bahasa arab sekitar kelas, para siswa masih merasa asing dengan kosakata tersebut. Oleh karena itu Divisi Pendidikan KKN menyisipkan beberapa kosakata bahasa arab yang umum dan dasar. Tabel 2 Kosakata Bahasa Arab Dasar Pertemuan ke1 Materi Menghafal kosakata sekitar kelas: Buku Pena Pintu Meja Kursi Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha Menghafal kosakata angka 1-10 Menghafal kosakata anggota tubuh: Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Wajah Tangan Kaki Perut Leher Rambut Jari Ibu jari Telunjuk Jari tengah Jari manis Kelingking Dan materi yang diajarkan lainnya adalah Pendidikan Agama Islam yang seharusnya menjadi mata pelajaran khusus di jam tersebut. Materi-materi yang diajarkan antara lain adalah: Tabel 1 Materi Pendidikan Agama Islam Pertemuan ke1 Kelas 2,3 dan 4 Mengenal Allah Kelas 5 dan 6 Mengenali Asmaul Husna Man Rabbuka? As-Samad Allahu Rabbi Al-Muqtadir Man Nabiyyuka? Al-Muqaddim Muhammad AA Maa Dinuka? Dinii Al-islam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh (FAS) sebagaiA Adab dan Akhlak Memahami zakat Adab pada orang tua Pengertian zakat mendoakan orang tua Macam-macam Bersalaman ketika berpisah dan Taat pada orang tua Tidak boleh melawan orang tua Allah Maha Esa dan Maha Pencipta Mengenal nama-nama Nabi Menjelaskan tentang ke Esa an Menghafal Allah nama Nabi Menjelaskan tentang Allah yang menciptakan segalanya Perilaku yang terpuji Meneladani Nabi Muhammad AA Sikap rendah hati Sikap tanggung Jawab Kelahiran Nabi Muhammad Sifat-sifat Nabi Muhammad Perubahan yang diharapkan setelah adanya program bimbingan 4 kali dalam sepekan ini, siswasiswi di SDIT Al-IAotisham Saptosari bisa mengamalkan apa yang telah dipelajari di kelas berupa doAoa sehari-hari dan menambah wawasan mereka tentang Islam dan bahasa Arab. Penulis dan tim pun juga sudah memberikan kitab doa dan wirid Hisnul Muslim per kelas dengan harapan agar nantinya bisa dimanfaatkan lagi setelah selesainya KUKERTA. Destiny (Pelaksanaan Progra. Pelaksanaan program Festival Anak Sholeh (FAS) ini diselenggarakan pada Hari JumAoat, 26 Januari 2024. Dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Sekolah. Ketua KUKERTA kelompok 5 dan Ketua Divisi Pendidikan. Kemudian pembagian ruang kelas berdasarkan lomba yang telah ditentukan dan pembacaan petunjuk pelaksanaan setiap cabang lomba di ruang masing-masing. Berikut Petunjuk Umum Pelaksanaan: Peserta merupakan siswa dari sekolah . ama sekola. Peserta wajib datang sebelum acara lomba dimulai Para peserta mengenakan seragam yang telah ditentukan Peserta tidak diperkenankan membawa alat tulis atau semacamnya Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha Peserta yang kedapatan curang akan didiskualifikasi Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat keikut-sertaan Lomba Cerdas Cermat Agama Islam Petunjuk Pelaksanaan: Peserta lomba adalah kelas 4 sampai 6 Setiap pendaftar wajib membentuk kelompok yang terdiri dari 3 peserta A Materi lomba meliputi pelajaran agama islam dan wawasan agama islam Perlombaan terdiri atas 2 babak yaitu : penyisihan dan final Pemenang terdiri dari juara 1, juara 2 dan juara 3. Petunjuk Teknis: Babak Penyisihan (Tes Tertuli. A Setiap kelompok menjawab kumpulan soal yang telah diberikan oleh panitia Hasil babak penyisihan akan langsung diumumkan setelah tes tulis dilaksanakan A 5 kelompok peraih nilai tertinggi berhak maju ke babak final Babak Final Lomba dilaksanakan dengan tertib Berdoa sebelum memulai lomba Tidak boleh berbuat kecurangan dan apabila ada tim yang berbuat kecurangan maka tim tersebut akan didiskualifikasi A Setiap ketua kelompok mengambil lot yang sudah disediakan panitia untuk menentukan meja/tempat duduk Lomba akan dilaksanakan dengan dua tahap, tahap 1 untuk soal wajib dan tahap 2 untuk soal A Setiap kelompok akan mendapatkan 6 butir soal dari soal wajib A Waktu menjawab soal adalah 2 menit sejak soal selesai dibacakan A Tim harus kompak dan diskusi ketika hendak menjawab soal . oal wajib maupun rebuta. A Apabila tim tidak bisa menjawab maka soal akan dilempar ke tim setelahnya . oal wajib maupun rebuta. A Setiap jawaban yang benar akan diberikan 100 poin . oal wajib maupun rebuta. A Apabila tim salah dalam menjawab soal rebutan maka akan dikurangi 50 poin Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha Gambar 1 Suasana Lomba Cerdas Cermat yang berlangsung dengan antusias Lomba Tilawah Al-QurAoan Petunjuk Pelaksanaan A Peserta lomba tilawah terdiri dari kelas 2 sampai 6 SD Maksimal peserta dari masing-masing kelas adalah 4 siswa. Setiap peserta wajib berkumpul di tempat yang telah ditentukan sebelum lomba dimulai. Peserta bebas menggunakan nada / irama / lagu bacaan apapun. Peserta mengenakan pakaian muslim atau muslimah. Petunjuk Teknis A Peserta akan dipanggil berdasarkan nomor urut yang diberikan oleh panitia. Peserta disediakan 2 surat pilihan secara acak yaitu Surat Az-Zumar Ayat 71-75 atau Surat Al-Baqoroh Ayat 183-186. Peserta yang berhalangan tampil harus melapor 30 menit sebelum lomba dimulai. Peserta yang tidak dapat tampil pada gilirannya karena alasan yang dibenarkan, akan diberi kesempatan tampil pada waktu yang akan ditentukan oleh panitia. Peserta yang nomor urutnya terkena roling kebelakang karena telat tanpa A keterangan, akan mendapat pengurangan poin sebesar 5 poin. Peserta memulai bacaan dengan TaAoawudz. Kriteria penilaian adalah berdasarkan Tajwid. Irama dan Kelancaran. Lomba Adzan Petunjuk Pelaksanaan A Peserta lomba adalah siswa laki-laki A Maksimal waktu tampil masing-masing peserta 7 menit A Kuota peserta adalah 4 orang setiap kelas dari kelas 2-6 SD Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Ismail Abdurrohim. Muhammad Khafis Aminullah Ernanda Syahputra. Zaki Ulien Nuha Peserta akan mendapatkan nomor urut pada saat technical meeting A Peserta akan dipanggil secara acak Peserta yang tidak hadir saat dipanggil maka akan dilewat, dan apabila dipanggil kedua kalinya lalu tidak hadir juga maka dinyatakan gugur. Peserta lomba dilarang meninggalkan tempat lomba tanpa seizin panitia. Petunjuk Teknis A Peserta diperbolehkan memperkenalkan diri dan mengucap salam Nada yang digunakan bebas sesuai dengan keinginan peserta A Apabila salah maka tidak ada pengulangan. Kriteria penilaian berupa Tajwid. Nada dan Kelancaran Diskusi