JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (STUDI PADA PT. KUKUH TANGGUH SANDANG MILLS) Oleh: Mega Silvia Ningrum Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana. Jl. karapitan No. 116 Bandung 40261 e-mail :megasilvianingrum61@gmail. ABSTRAK Budaya organisasi merupakan sekumpulan nilai yang diakui dan dianut oleh seluruh pihak dalam perusahaan. Ketidakpastian lingkungan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sebuah organisasi atau perusahaan melakukan penyesuaian terhadap kondisi sebuah organisasi atau perusahaan terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan di PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji besar pengaruh budaya organisasi dan ketidakpastian lingkungan tehadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang disebar secara langsung ke seluruh kepala bagian yang ada di PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Penerapan budaya organisasi, ketidakpastian lingkungan dan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen di PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills sudah dalam kriteria baik. Hasil penelitian ini menunjukkan . Adanya pengaruh yang signifikan budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. ketidakpastian lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen Kata Kunci :Budaya Organisasi. Ketidakpastian Lingkungan, dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. ABSTRACT Organizational culture is a set of values recognized and embraced by all parties within the company. Environmental uncertainty is one factor that causes an organization or company to make adjustments to the condition of an organization or company to the This research was conducted at PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills. The purpose of this study is to examine the large influence of organizational culture and environmental uncertainty tehadap quality management accounting information The method used in this study is descriptive method with quantitative approach through data collection techniques with questionnaires that are distributed directly to all the head of the existing section at PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills. Statistical tool used in this research is Structural Equation Model (SEM) with Partial Least Square (PLS) estimation. Application of organizational culture, environmental uncertainty and quality of management accounting information system at PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills is already in good criteria. The results of this study indicate . The existence of significant influence of organizational culture on the quality of management accounting information system. environmental uncertainty has a significant effect on the quality of management accounting information system. Keyword : organizational culture, uncertainty environment and quality of management accounting information system JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENDAHULUAN Buchari Alma . mengatakan bahwa berakar dari kata budaya yang berarti hasil interaksi antara akal budi manusia sebagai mahluk sosial dengan alam sekelilingnya, dalam upaya mencapai kesejahteraannya. Interaksi manusia di dalam organisasi akan membentuk budaya organisasi, yang akan mencerminkan tingkah laku dan tindakan organisasi dalam menghadapi persoalan baik internal dan eksternal. Ketidakpastian mengacu kepada situasi dimana terdapat lebih dari satu hasil yang mungkin dari suatu keputusan dan probabilitas dari kemunculan masing-masing tersebut tidak diketahui apalagi dapat di tafsirkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang memadainya informasi masa lalu atau dari ketidakstabilan dalam struktur Dalam bentuk-bentuk ketidakpastian yang ekstrim, hasilnya sendiri bahkan tidak diketahui. (Salvatore yang dialih bahasakan oleh Ichsan Setyo Budi 2003:. Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan saat ini mengalami perubahan dengan cepat dan terus menerus. Hal ini disebabkan karena,saat ini dunia telah mamasuki era globalisasi ekonomi, politik, era teknologi informasi, dan era revolusi Lingkungan bisnis telah dan akan berubah secara pesat, radikal, serentak, dan pervasif dengan semakin meningkatnya proses globalisasi, semakin ekstensifnya pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis, semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi strategi quality management, dan semakin meluasnya revolusi manajemen di seluruh penjuru dunia. Perubahan lingkungan yang pesat mengakibatkan perusahaan-perusahaan melakukan penyesuaian terhadap kondisi yang ada dengan melakukan perubahan strategi serta pengendalian manajemen yang (Mulyadi dan Setiawan 2001:. Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Proses dapat dideskripsikan melalui berbagai kegiatan seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Keluaran mencakup laporan khusus, harga pokok produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, dan komunikasi personal (Salman dan Farid, 2016:. Berdasarkan latar belakang penelitian yang diuraikan diatas, maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut : Berapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Berapa besar pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat disajikan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 : Adanya pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. H2 : Adanya pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi Akuntansi manajemen. TINJAUAN PUSTAKA Budaya Organisasi Pearce II dan Robinson, jr . yang menyatakan bahwa budaya organisasi . rganizational cultur. adalah sekelompok asumsi penting yang sering kali tidak dinyatakan jelas yang dipegang bersama oleh anggota-anggota suatu Setiap organisasi memiliki budayanya sendiri, budaya suatu organisasi mirip dengan kepribadian seseorang sebuah tema yang tak berwujud, namun dapat hadir, menyertakan arti arahan serta dasar atas tindakan. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Menurut Robbins dan Coulter . budaya itu adalah: Sistem makna dan keyakinan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan sebagian besar cara mereka bertindak satu terhadap yang lain dan terhadap orang luar. Di setiap organisasi, ada nilai, simbol, ritual, mitos, dan praktik-praktik yang berkembang sejak lama sekali. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya organisasi merupakan sebuah nilai-nilai keyakinan, dan norma yang dianut bersama oleh para anggota kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka Robbins dan Coulter . mengemukakan terdapat tujuh dimensi pada budaya organsasi : Inovasi dan pengembalian resiko. Kadar seberapa karyawan didorong untuk inovatif dan mengambil resiko. Perhatian pada detail. Kadar seberapa karyawan diharapkan mampu menunjukan ketepatan, analisis, dan perhatian pada detil. Orientasi hasil. Kadar seberapa manajer berfokus pada hasil atau keluaran bukannya pada cara mencapai hasil itu. Orientasi orang. Kadar seberapa keputusan manajemen turut mempengaruhi orang-orang yang ada dalam organisasi. Orientasi tim. Kadar seberapa pekerjaan disususn berdasar tim bukannya Keagresifan. Kadar seberapa karyawan agresif dan bersaing bukannya dari pada kerjasama. Stabilitas. Kadar seberapa putusan dan tindakan organisasi menekankan usaha untuk mempertahankan status quo. Dimensi budaya organisasi diatas menyatakan dimensi dalam penelitian ini. Setiap dimensi memiliki tingkatan yang berbeda, dimana tingkatan dimensi yang satu bisa lebih tinggi dari tingkatan dimensi yang lainnya. Dimensi akan memberikan gambaran mengenai unsur-unsur yang akan menunjukkan pembentuk budaya organisasi. Ketidakpastian lingkungan lainnya dikemukakan oleh Dadang Supriyatna dan Andi Sylvana . : Ketidakpastian lingkungan menunjukan suatu kondisi dimana pimpinan perusahaan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kondisi lingkungannya, kondisi ini dapat menimbulakan kesulitan bagi manajemen dalam memperkirakan perubahan-perubahan yang akan terjadi. Dilanjutkan oleh Robbins dan Coulter . berpendapat bahwa: Lingkungan yang stabil dan sederhana adalah dengan ketidakpastian yang rendah sementara organisasi lainnya menghadapi lingkungan yang dinamis dan kompleks dengan banyak ketidakpastian. Dalam lingkungan yang stabil dan sederhana desain mekanistik bisa lebih efektif di sisi lain, dengan semakin tingginya ketidakpastian yang ada, suatu organisasi semakin membutuhkan fleksibilitas dari desain organik. Sehingga dapat disintesakan bahwa ketidakpastian lingkungan adalah ukuran intangible dari apa yang kita tidak tahu pasti serta keadaan dimana manajer tidak mempunyai informasi yang cukup sehingga tidak dapat memprediksi perubahan lingkungan dan menjadi ancaman bagi perusahaan dan tugas manajer untuk meminimalkannya. Menurut Robbins dan Coulter . 0:84-. terdapat dua faktor yang mempengaruhi ketidakpastian lingkungan yaitu : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Laju perubahan. Bila komponen sebuah lingkungan . sering kali berubah, kita menyebutnya lingkungan dinamis, bila lingkungan tersebut hampir tidak pernah berubah atau hanya mengalami perubahan yang minimal saja, maka kita menyebutnya lingkungan stabil. Kompleksitas lingkungan. Tingkat kompleksitas lingkungan merujuk pada banyaknya komponen dalam lingkungan sebuah organisasi dan hingga sejauh mana organisasi memahami komponen-komponen tersebut. Sedangkan definisi lain di ungkapkan oleh Atkinson et all . : Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi, baik keuangan maupun non keuangan, kepada manajer dan karyawan organisasi. Informasi akuntansi manajemen disusun untuk keperluan spesifik para pembuat keputusan dan jarang disebarkan ke pihak luar organisasi. Senada dengan pendapat diatas Hansen dan Mowen . mendefinisikan sistem informasi akuntansi manajemen sebagai berikut : Sistem informasi akuntansi akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitasaktivitas, seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Jadi dapat disintesakan dari definisi mengenai SIAM (Sistem Informasi Akuntansi Manajeme. bahwa sistem informasi akuntansi manajemen adalah suatu sistem yang mengatur kegiatan di suatu organisasi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para manajemen mengenai aktivitas-aktivtas organisasi dalam sebuah perusahaan seperti: input, proses, dan output. Menurut Heidmann . sistem akuntansi manajemen dapat dikatakan mempunyai kualitas berdasarkan sembilan karakteristik, yaitu sebagai berikut: Ruang Lingkup . Secara keseluruhan tampaknya bahwa informasi akuntansi manajemen lingkup yang luas membantu manajer untuk mengganti dan mendiskusikan isu-isu strategis dan informasi akuntansi manajemen lingkup luas akan memberikan kontribusi positif untuk observasi, interpretasi, dan komunikasi dalam pengambilan keputusan. Ketepatan waktu (Timelines. Dimensi Ketepatan waktu informasi akuntansi manajemen, merupakan suatu tingkatan untuk informasi yang up-to-date, atau sejauh mana informasi yang tepat mencerminkan keadaan saat ini Format Format menyatakan informasi yang diwakili dengan cara yang dimengerti dan ditafsirkan untuk pengguna dan dengan demikian membantu dalam penyelesaian tugas. Akurasi (Accurac. Akurasi mengukur sejauh mana kebenaran informasi, tidak ambigu, bermakna, dipercaya dan konsisten. Integrasi (Integratio. Integrasi mengukur "tingkat dimana suatu sistem memfasilitasi kombinasi informasi dari berbagai sumber untuk mendukung keputusan bisnis. Fleksibilitas (Flexibilit. Fleksibilitas mengunkur "sejauh mana sistem dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pengguna dan perubahan kondisi". Aksesibilitas (Accessibilit. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Aksesibilitas mengukur "sejauh mana sistem dan informasi yang dikandungnya dapat diakses dengan usaha yang relatif rendah. Akses informasi dapat dilihat sebagai kondisi yang diperlukan untuk kualitas sistem". Formalisasi (Formalizatio. Formalisasi mengukur sejauh mana suatu sistem berisi aturan atau prosedur. Dalam rangka untuk mengkoordinasikan kegiatan, organisasi menetapkan prosedur tentang bagaimana bereaksi terhadap rangsangan dari sistem akuntansi manajemen. Kekayaan media (Media Richnes. Kekayaan media mengukur sejauh mana sistem menggunakan saluran yang memungkinkan interaksi pribadi tingkat tinggi. isu-isu strategis yang sulit untuk dihitung dan memerlukan sudut pandang yang berbeda dalam rangka menciptakan interpretasi. KERANGKA PEMIKIRAN Budaya Organisasi (X. Laudon dan Laudon . Stairs dan Reynolds . Karsiati dan Marsudi . Ivancevich et all . Pearce II dan Robinson. Jr . Wibowo . Veithzal Rivai Zainal et all . Ernie dan Kurniawan . Robbins dan Coulter . Irham Fahmi . Chatab . 7:15-. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Y) Baldric Siregar et all . Atkinson et all . Kautsar Rizai Salman et all . Hansen dan Mowen . Achmad dan Ira . Ketidakpastian Lingkungan (X. Andi Kartika . Salvatore . Robbins dan Coulter . Dadang dan Andi . Ulber Silalahi . Lambok . Dona dan Provita . Ifah . Djaslim Salaladin . Fuad et all . Dwita Sulistiowati . Lisa Khairina Putri . JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 HIPOTESIS Sesuai dengan kerangka pikir yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis-hipotesis penelitian adalah sebagai berikut : H1 : Budaya Organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. H2 : Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. METODE PENELITIAN Desain penelitian pada dasarnya merupakan gambaran berkaitan dengan bagaimana penelitian itu akan dilaksanakan pada tahap awal terdapat banyak pertanyaan pokok perlu dijawab seperti substansi masalah yang akan diteliti, langkah serta prosedur yang akan dilaksanakan dalam penelitian, waktu pelaksanaan, biaya yang diperlukan dan sebagainya, semua pertanyaan/masalah tersebut akan berkaitan dengan bagaimana desain penelitian yang akan disusun (Uhar Suharsaputra, 2012: Kemudian Husein Umar . mengatakan desain riset tidak dilihat dari ilmiah atau tidak ilmiah, tetapi dilihat dari segi baik atau tidak baik saja yang di dalamnya terdapat trade-off, misalnya terdapat kontrol atau bebas dan subjektif atau Desain riset merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Moh. Nazir . mengemukakan bahwa desain penelitian mencakup proses-proses berikut : Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubunganhubungan dengan penelitian sebelumnya. Memformulasikan masalah penelitian untuk membuat spesifikasi dari tujuan, luas jangkau . dan hipotesa untuk diuji. Membangun penyelidikan atau percobaan. Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data. Membuat coding, serta mengadakan editing dan processing data. Menganalisa data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja penelitian yang akan Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini ditetapkan desain penelitian yang mencakup proses-proses sebagai berikut : Merumusakan masalah penelitian yang diteliti yaitu budaya organisasi . ariabel X. sebagai variabel bebas, ketidakpastian lingkungan . ariabel X. sebagai variabel bebas, dan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen . ariabel Y) sebagai variabel terikat. Memilih serta memberi pengukuran variabel. Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan skala ordinal karena data yang diukur berbentuk peringkat. Memilih prosedur dan teknik yang digunakan, teknik yang digunakan untuk mengubah data-data kualitatif yang diperoleh menjadi suatu urutan data JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Menyusun alat serta teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket atau kuesioner. Kuesioner yang digunakan nantinya akan disebarluaskan kepada responden yang pemyataan di dalamnya berhubungan dengan variabel yang diteliti. Kuesioner yang digunakan dalam mendukung penelitian ini, nantinya akan dihitung dengan menggunakan statistik hitung. Ukuran yang digunakan untuk menilai jawaban yang diberikan dalam menguji variabel yang diteliti yaitu 5 . tingkat, berawal dari 5 sampai dengan 1 untuk setiap pemyataan positif dan 1 sampai dengan 5 untuk pernyataan Untuk menguji layak tidaknya kuesioner, maka dilakukan pengujian validitas dan uji reliabilitas. Uji statistik menggunakan rumus statistik uji t dengan membandingkan t hitung dan t tabel. Pelaporan hasil penelitian termasuk proses penelitian dan interpretasi data. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Suharsimi Arikunto . menyatakan bahwa penelitian deskriptif berasal dari istilah bahasa inggris yaitu to describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan sesuatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain. Selain penelitian deskriptif, penelitian ini juga menggunakan metode penelitian Sugiyono . menjelaskan metode kuantitatif sebagai berikut : AuMetode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Tabel 1 Operasionalisasi Variabel Variabel Budaya Organisasi Dimensi Inovasi Ivancevich et Robbins dan all . Coulter Pearce II dan . Robinson. Jr . Wibowo Perhatian . pada detail Veithzal Rivai Robbins dan Zainal et all Coulter . Ernie Kurniawan . Robbins dan Coulter . Irham Fahmi . Indikator Skala Kuisioner Ordinal 1 - Karyawan didorong untuk - Karyawan Ordinal 2 resiko dalam - Karyawan Ordinal 3 ketepatan dan - Karyawan Ordinal 4 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Chatab 7:15-. Orientasi hasil Robbins dan Coulter Orientasi orang Robbins Coulter Orientasi tim Robbins dan Coulter Keagresifan Robbins dan Coulter Stabilitas Robbins dan Couter Ketidakpastian Laju Lingkungan Robbins dan Andi Kartika Coulter . Salvatore . Robbins dan Coulter . Dadang dan Andi . Ulber Silalahi . Karyawan Keputusan i orang orang Pekerja Karyawan bukannya dari Putusan dan usaha untuk kan status quo Munculnya teknologi yang Ketidakpastian Globalisasi Adanya Ordinal 5 Ordinal 6 Ordinal 7 Ordinal 8 Ordinal 9 Ordinal 10 Ordinal 11 Ordinal 12 Ordinal 13 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Kompleksitas Robbins dan Coulter Variabel Dimensi Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Y) Baldric Siregar et all . Atkinson et all . Kautsar Rizai Salman et all . Hansen dan Mowen . Achmad dan Ira . Ruang Lingkup . (Heidmann, 2008:. Ketepatan . ime (Heidman, 2008:. Format (Heidman, 2008:. Akurasi (Accurac. (Heidman, 2008: . Bersaing ketat Pemasok Keputusan Keinginan bertambah dan berubah-ubah Indikator Ordinal 14 Ordinal 15 Ordinal 16 Ordinal 17 Skala Kuisioner - Times horizon Ordinal 18 masa lalu dan - Informasi Ordinal 19 disajikan tepat - Menyatakan Ordinal 20 dengan cara dimengerti dan pengguna dan - Sejauh mana Ordinal 21 informasi, tidak JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Integrasi (Integratio. (Heidman, 2008:. Aksesibilitas (Accessibilit. (Heidman, 2008:. Formalisasi (Formalizatio. (Heidman 2008: . Fleksibilitas (Flexibilit. (Heidman 2008:88 ) Kekayaan media (Media Richnes. (Heidma 2008: dipercaya dan Menungkur tingkat dimana suatu sistem informasi dari sumber untuk Mengukur sejauh mana informasi yang dapat diakses dengan usaha Mengukur sejauh mana sistem berisi Mengukur sejauh mana sistem dapat dan perubahan Mengukur sejauh mana saluran yang pribadi tingkat Ordinal 22 Ordinal 23 Ordinal 24 Ordinal 25 Ordinal 26 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam structural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbentuk, yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran menjelaskan proporsi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 varians masing-masing variabel manifest . yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam pembentukan variabel laten. Setelah model pengukuran masingmasing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijabarkan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masing-masing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terhadap variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masing-masing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang dari 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh tvalue lebih besar untuk masing-masing variabel manifest. Dimana apabila t-value lebih besar dari 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifes merefleksikan dengan baik variabel latennya. Untuk discriminant validity akan diketahui average variance extracted (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifest yang mampu merefleksikan variabel latennya. Composite reliability yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR>0,. sedangkan average variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE > 0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kasualitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software Smart-PLS. analisis data dimulai dengan mengguanakan nilai-nilai variabelvariabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimasi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smartPLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai Tabel 1 Hasil Perhitungan Nilai-nilai Loading Factor Dimensi Inovasi dan Pengambilan Resiko Perhatian pada Detail Orientasi Hasil Orientasi Orang Orientasi Tim Keagresifan Stabilitas Laju Perubahan Kompleksitas Lingkungan Ruang Lingkup Ketepatan Waktu Variabel Budaya Organisasi Ketidakpastian Kualitas Sistem Lingkungan Informasi Akuntansi Manajemen 0,905 0,956 0,918 0,878 0,884 0,897 0,598 0,930 0,924 0,840 0,814 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Format Akurasi Integritas Aksebilitas Formalisasi Fleksibilitas Kekayaan Media 0,878 0,815 0,736 0,792 0,792 0,873 0,884 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas, terlihat semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0,4 (> 0,. oleh karena itu tidak ada yang di eliminasi dari model pengukuran atau semua indikator digunakan dalam model pengukuran. Penelitian ini pada PLS-SEM algorithm mempunyai maximum number iteration adalah 300 dan the stop criterion adalah 10 . ,00. serta skema pembobotan menggunakan path dengan initial weight adalah 1,00. Gambar 4. 4 Koefisien-koefisien standardized model struktural Tabel 2 Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis O0 Koefisien p-value Keterangan 0,591 4,779 0,000 0,366 2,881 0,000 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KUALITAS SISTEM Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat nilai variabel budaya organisasi . lebih besar dari . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ditolak, maka kesimpulan statistik adalah budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,591. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan budaya organisasi sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,591 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh niali sebesar 0,446 . karena nilai diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. PENGARUH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat nilai variabel ketidakpastian lingkungan . lebih besar dari . yang berarti hasil uji hipotesis 1 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah ketidakpastian lingkungan memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi Besar pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,366. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,366 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh niali sebesar 0,171. diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah rendah. Ukuran lain yang digunakan untuk mengevaluasi model struktural adalah koefisien determinasi ( ). Terdapat satu sub model dalam model struktural untuk penelitian ini yaitu merepresentasikan hubungan antara variabel-variabel budaya organisasi dan ketidakpastian lingkungan sebagai prediktor dan variabel laten endogen kualitas sistem informasi akuntansi manajemen memberikan hasil =0,880. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 88% varians dalam variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen dijelaskan oleh variabel budaya organisasi dan ketidakpastian lingkungan, sisanya dijelaskan oleh faktor KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Pada beberapa divisi di PT. Kukuh Tangguh Sandang Mills Budaya organisasi mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Sehingga pada implementasinya kualitas informasi akuntansi manajemen belum sepenuhnya sempurna karena dilihat JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 dari dimensi budaya organisasi yang masih belum sepenuhnya mengalami signifikansi yang belum dapat dikatakan sempurna. Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Namun Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen belum sepenuhnya dikatakan sudah baik dan berkualitas karena masing-masing dimensi dari ketidakpastian lingkungan yaitu laju perubahan dan kompleksitas lingkungan walaupun dikatakan sudah baik tapi dalam implementasinya belum berjalan secara sempurna. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, beberapa saran yang diharapkan dapat memberi manfaat yang berguna baik bagi kemajuan pihak perusahaan maupun bagi peneliti selanjutnya dimasa yang akan datang. Adapun saran dari peneliti sebagai berikut: Perlu adanya pemahaman dan penyuluhan atau sosialisasi jika terdapat perubahan budaya. Selain itu, perlu adanya peningkatan sumber daya yang berkualitas untuk menunjang kegiatan kerja karyawan dan perlunya pemahaman dan update mengenai peraturan pemerintah agar karyawan dapat bekerja sesuai dengan arahan perusahaan dan tetap menaati peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. Perusahaan sebaiknya mampu menyediakan ruang untuk berinovasi dan menyuluhkan kepada karyawan untuk berinovasi sehingga perusahaan terus Perusahaan sebaiknya dapat mengembangkan setiap potensial yang ada pada setiap karyawan. DAFTAR PUSTAKA