455 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat Ae Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Bank Dengan COBIT 2019 DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Laurentius Widi Kristiawan1*. Christ Rudianto2 Teknologi Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Indonesia *e-mail Corresponding Author: 682021128@student. Abstract This study analyzes the IT governance audit of KB BankAos Talent Acquisition team using the COBIT 2019 framework, supported by SWOT and RACI-Chart analyses to evaluate the effectiveness and efficiency of IT systems in the recruitment process. The findings reveal several key challenges, including limited storage capacity, unscheduled internal audits, inconsistent data entry, dependency on HRIS vendors, and the absence of an Applicant Tracking System (ATS) to optimize candidate management. These challenges hinder operational efficiency, increase the risk of input errors, and slow down the selection process. To address these issues, the study recommends implementing an ATS to enhance automation and data accuracy, scheduling regular audits to ensure optimal IT governance, and expanding the capacity and security of cloud-based storage to improve system integration and accessibility. By adopting a COBIT 2019-based strategy, these measures are expected to enhance IT governance efficiency, support recruitment effectiveness, and strengthen KB BankAos competitiveness in the industry. Keywords: IT Governance. COBIT 2019. SWOT. RACI-Chart. IT Audit Abstrak Penelitian ini menganalisis audit tata kelola teknologi informasi pada tim Talent Acquisition KB Bank menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan dukungan analisis SWOT dan RACIChart untuk menilai efektivitas dan efisiensi sistem TI pada proses rekrutmen. Hasil penelitian mengidentifikasi berbagai kendala utama, seperti keterbatasan kapasitas penyimpanan, audit internal yang tidak terjadwal dengan baik, pengisian data yang belum konsisten, ketergantungan pada vendor HRIS, serta tidak menggunakan sistem Applicant Tracking System (ATS) yang dapat mengoptimalkan pengelolaan kandidat. Kendala ini menghambat efisiensi operasional, meningkatkan potensi kesalahan input, serta memperlambat proses seleksi. Untuk mengatasinya, penelitian merekomendasikan implementasi ATS guna meningkatkan otomatisasi dan akurasi pengolahan data, penjadwalan audit rutin untuk memastikan tata kelola TI yang optimal, serta peningkatan kapasitas dan keamanan penyimpanan berbasis cloud agar sistem lebih terintegrasi dan mudah diakses. Dengan menerapkan strategi berbasis COBIT 2019, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan TI, mendukung efektivitas rekrutmen, dan memperkuat daya saing KB Bank dalam industri yang kompetitif. Kata kunci: Tata Kelola TI. COBIT 2019. SWOT. RACI-Chart. Audit TI Pendahuluan Teknologi dan sistem informasi saat ini telah berkembang secara pesat dan dapat mendukung penyediaan informasi secara efisien dan efektif, dengan cara menggabungkan teknik komputasi dan berkecepatan tinggi untuk mengolah data, suara, dan video. Pemanfaatan teknologi dapat dijadikan sebagai sebuah peluang untuk memperoleh keunggulan. Salah satu perusahaan yang telah menggunakan teknologi dan sistem informasi ialah KB Bank. Sebelumnya. KB Bank bernama PT Bank Bukopin Tbk, kemudian diakuisisi oleh bank dari Korea, yaitu Kookmin Bank (KB Ban. , sebuah perusahaan perbankan yang berpusat di Jakarta Selatan. Tim Talent Acquisition berada di bawah divisi Human Capital dalam departemen President Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 456 e-ISSN: 2685-0877 Director, yang merupakan bagian dari sembilan departemen utama di KB Bank, yaitu President Director. Vice President Director. Retail Business. SME & Wholesale Business. Credit. Compliance & Risk. Finance. Strategy, dan IT & Digital. Pemanfaatan teknologi informasi oleh tim Talent Acquisition KB Bank dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari seperti Microsoft Excel. Google Drive. Google Spreadsheet. Microsoft OneDrive. LinkedIn. Kalibrr. Dealls, dan Jobstreet. Namun, optimalisasi Microsoft Excel sebagai dashboard utama belum maksimal akibat redundansi data dan kesalahan input. Tim Talent Acquisition memiliki tanggung jawab utama dalam mengelola proses rekrutmen, mulai dari pencarian kandidat, pengelolaan data lamaran, pengelolaan data kandidat, pengumpulan berkas, hingga pemantauan status seleksi. Namun, ditemukan sejumlah kendala yang mempengaruhi efisiensi kerja. Salah satu permasalahannya yaitu belum adanya prosedur khusus untuk mengatasi duplikasi data, sehingga identifikasi hanya dilakukan dengan penandaan warna merah. Selain itu, sering terjadi perubahan nama kandidat pada dashboard utama dengan menambahkan nama posisi yang ditawarkan sebagai upaya untuk menghindari penandaan warna merah, meskipun kandidat tersebut sebenarnya sudah pernah diproses sebelumnya. Praktik ini justru menyulitkan pencarian dan validasi data, sehingga memerlukan alokasi waktu lebih untuk mengoreksi data. Penggunaan berbagai dashboard seperti Man Powered Planning. BI Checking, pencatatan harian, pemasukan data sourcing, dan pemantauan berkas kandidat secara bersamaan menurunkan efisiensi kerja serta meningkatkan risiko kesalahan. Kapasitas penyimpanan terbatas, dengan Google Drive hanya 200 GB dan Microsoft OneDrive 100 GB, menjadi kendala karena data bersifat rahasia dan tidak dapat dihapus. Hal ini sering memunculkan notifikasi penyimpanan penuh yang menghambat operasional. Selain itu, keterbatasan spesifikasi perangkat keras, kapasitas penyimpanan terbatas, serta jumlah komputer yang tersedia bagi tim Talent Acquisition menghambat akses dan produktivitas kerja, terutama dalam mengelola dashboard dan data secara efisien. Untuk mengatasi permasalahan dalam audit tata kelola teknologi informasi, penerapan kerangka kerja COBIT 2019 merupakan salah satu pendekatan yang efektif. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kerangka kerja ini mampu mengelola dan mengawasi TI secara sistematis dan terukur. COBIT 2019 menyediakan prinsip, sasaran, dan model tata kelola yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan audit serta evaluasi dan perbaikan sistem TI. Berdasarkan penelitian Ufan Alfianto, dkk yang dilakukan pada tahun 2022 menunjukkan bahwa COBIT 2019 berperan penting dalam memberikan rekomendasi berbasis evaluasi yang dapat meningkatkan kualitas terhadap penggunaan teknologi informasi. Selain itu, penelitian Ridho Arif, dkk yang dilakukan pada tahun 2024 juga menyatakan hal yang sama. Bahwa penggunaan kerangka kerja COBIT 2019 dalam melakukan audit tata kelola TI sangat cocok dalam mengevaluasi dan memberikan perbaikan terhadap TI yang digunakan oleh perusahaan . Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola TI terhadap sistem operasional dan teknologi informasi dalam tim Talent Acquisition KB Bank, guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 untuk menilai pengelolaan data, pemanfaatan sumber daya TI, dan integrasi sistem. Dalam pelaksanaannya, digunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari faktor internal, serta melihat peluang dan ancaman dari faktor eksternal. Selain itu. RACI-Chart diterapkan untuk memetakan peran dan tanggung jawab seluruh pihak dalam tim Talent Acquisition. Kajian Pustaka Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Muhammad Faisal, mengenai audit tata kelola TI pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam menggunakan kerangka kerja COBIT 2019. Penelitian tersebut menggunakan tiga domain objektif sebagai kunci untuk melakukan analisa, seperti APO07 (Managed Human Resourc. APO08 (Managed Relationshi. , dan APO12 (Managed Ris. Hasil penelitian tersebut memberikan analisis serta rekomendasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola sistem dan teknologi informasi, agar selaras dengan proses bisnis perusahaan dan mendukung operasionalnya. Selain itu, penelitian ini menyarankan agar organisasi merancang skenario risiko TI yang jelas, guna mengantisipasi potensi risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Penelitian yang dilakukan oleh Berliana Angel, dkk mengenai audit tata kelola TI pada Val dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019. Penelitian tersebut menggunakan dua domain objektif utama, yaitu APO04 (Managed Innovatio. dan DSS05 (Managed Security Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Service. Hasil penelitian merekomendasikan optimalisasi APO04 melalui pendekatan proof-ofconcept untuk memastikan bahwa inovasi yang diterapkan oleh perusahaan harus berjalan sesuai dengan harapan dan memberikan nilai tambah bagi operasional bisnis. Selain itu, domain DSS05 disoroti sebagai aspek penting dalam menjaga keamanan sistem dan data, di mana solusi seperti pemblokiran situs berbahaya diimplementasikan untuk melindungi perangkat keras maupun lunak perusahaan dari potensi ancaman siber. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Hilda Bernika dan I Kadek Dwi mengenai tata kelola TI pada LPP RRI Madiun dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 2019. Penelitian tersebut berfokus pada satu domain objektif BAI05 (Managed Organizational Chang. dan didukung oleh analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal organisasi. Hasil penelitian merekomendasikan pelatihan sumber daya manusia guna meningkatkan keterampilan dan sikap terhadap perubahan, memperkuat komunikasi visi dan misi kepada staf serta pemangku kepentingan, dan merancang strategi operasional yang mampu mendukung implementasi perubahan secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam proses bisnis organisasi. Berdasarkan tinjauan terhadap penelitian sebelumnya, penelitian ini menawarkan kontribusi kebaruan dalam audit tata kelola TI, khususnya pada konteks perusahaan sektor keuangan. Tidak seperti penelitian terdahulu yang cenderung berfokus pada analisis domain-domain tertentu dalam COBIT 2019, penelitian ini menekankan pendekatan dengan mengintegrasikan Enterprise Goals. Alignment Goals, serta seluruh Governance and Management Objectives (GaMO). Pendekatan ini dirancang untuk memastikan keselarasan strategis antara arah bisnis perusahaan dan pengelolaan TI yang diterapkan. Selain itu, penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam hal metodologi, yaitu dengan menggabungkan analisis SWOT untuk menilai kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi operasional, serta RACI-Chart untuk memetakan secara jelas peran dan tanggung jawab seluruh pihak tim Talent Acquisition. Fokus penelitian diarahkan pada penguatan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi guna mendorong peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja. Dengan kerangka kerja ini, hasil yang diperoleh berupa rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap sistem serta aplikasi tim Talent Acquisition KB Bank. Wawancara mencakup 25 pertanyaan, sementara observasi berfokus pada aplikasi dan perangkat yang mendukung operasional harian. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas Penelitian didasarkan pada kerangka kerja COBIT 2019, dengan analisis SWOT dan RACI-Chart. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara, sementara data sekunder berasal dari studi literatur terkait audit tata kelola TI berbasis COBIT 2019. Tahapan-tahapan dalam analisis audit tata kelola TI untuk aplikasi dan sistem yang digunakan, sebagai berikut: Studi Literatur Studi literatur dalam penelitian ini mencakup pengumpulan, pembacaan, pencatatan, serta pengelolaan data secara objektif, sistematis, dan analitis. Jurnal-jurnal digunakan sebagai referensi untuk memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan. Analisis ini didukung oleh SWOT. RACI-Chart, serta perencanaan dan evaluasi audit tata kelola TI berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019. Melalui studi literatur ini, diharapkan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan, serta dasar teori untuk mendukung analisis dan evaluasi tata kelola TI. Pengumpulan Data Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan tim Talent Acquisition, tim IT, serta beberapa pihak terkait di KB Bank. Informasi yang dikumpulkan mencakup pemanfaatan sistem atau aplikasi dalam proses rekrutmen, kendala teknis dan non teknis yang dihadapi, serta pembagian tanggung jawab dalam Keputusan setiap proses operasional. Data ini digunakan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam tata kelola TI serta memberikan rekomendasi perbaikan berbasis kerangka kerja COBIT 2019. Pertanyaan wawancara disusun berdasarkan domain relevan dari COBIT 2019 yang dikembangkan menjadi beberapa Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 458 e-ISSN: 2685-0877 pertanyaan seperti kontribusi terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi, pengalaman pengguna sistem maupun aplikasi, dan permasalahan integrasi sistem maupun aplikasi. Selain data primer, penelitian ini juga menggunakan data sekunder berupa literatur terkait COBIT 2019. Analisis SWOT Data yang diperoleh melalui wawancara akan dianalisis menggunakan metode SWOT untuk mengevaluasi kekuatan . dan kelemahan . serta peluang . dan ancaman . eksternal tim Talent Acquisition KB Bank. Analisis ini membantu mengidentifikasi aspek yang dapat dimanfaatkan atau diperbaiki guna meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, metode ini juga berperan dalam merumuskan strategi yang lebih optimal dalam pengelolaan teknologi informasi dan proses rekrutmen. Melalui tahap ini, diharapkan memperoleh identifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan serta rekomendasi strategi untuk meningkatkan efisiensi kerja dan tata kelola TI. Analisis RACI-Chart Setelah melakukan analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah menyusun matriks RACI untuk mendefinisikan peran dalam organisasi, meningkatkan komunikasi, serta mempercepat proses pengambilan keputusan. Matriks ini terdiri dari empat elemen utama, yaitu Responsible (R). Accountable (A). Consulted (C), dan Informed (I). Melalui tahap ini, diharapkan matriks RACI dapat membantu mendefinisikan setiap peran serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas setiap proses dan kegiatan dalam tim Talent Acquisition. Elemen Tabel 1. Analisis RACI-Chart Deskripsi Responsible (R) Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pengambilan keputusan. utama dalam proses Accountable (A) Memiliki tanggung jawab penuh terhadap keseluruhan proses dan hasilnya. Consulted (C) Berperan dalam memberikan masukan terhadap informasi yang diperlukan dalam mengambil keputusan. Informed (I) Menerima informasi terkait pencapaian atau hasil dari suatu proses. Analisis COBIT 2019 Setelah analisis SWOT dan RACI-Chart untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan eksternal serta internal, langkah berikutnya adalah menyusun rencana strategis dengan COBIT Gambar 1. Enterprise Goals dan Alignment Goals Proses ini dimulai dengan menentukan Enterprise Goals dan Alignment Goals yang kemudian dihubungkan untuk menghasilkan Governance and Management Objectives (GaMO). GaMO mencakup lima aspek utama: EDM (Evaluate. Direct, and Monito. APO (Align. Plan, and Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Organiz. BAI (Build. Acquire, and Implemen. DSS (Deliver. Service, and Suppor. , dan MEA (Monitor. Evaluate, and Asses. Gambar 1 menunjukkan hubungan antara Enterprise Goals (EG01-EG. dan Alignment Goals (AG01-AG. dalam COBIT 2019. Kolom bagian atas mencerminkan tujuan perusahaan seperti manajemen risiko, kepatuhan, dan kualitas informasi, sementara baris di sebelah kiri menunjukkan tujuan penyelarasan TI yang mendukung pencapaian bisnis. Simbol AuPAy (Primar. menandakan pengaruh utama, sedangkan AuSAy (Secondar. menunjukkan pengaruh sekunder. Gambar 2 menunjukkan hubungan antara Alignment Goals (AG01-AG. dan Governance and Management Objectives (EDM. APO. BAI. DSS. MEA) dalam COBIT 2019. Kolom bagian atas mewakili tujuan penyelarasan TI, sementara baris di sebelah kiri menunjukkan tujuan tata kelola dan manajemen TI. Simbol AuPAy (Primar. menunjukkan pengaruh utama, sedangkan AuSAy (Secondar. menunjukkan pengaruh sekunder. Gambar 2. Governance and Management Objectives Hasil dan Pembahasan 1 Analisis SWOT Hasil dari wawancara dengan tim Talent Acquisition KB Bank akan dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk memahami kondisi tata kelola teknologi informasi serta faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019. Berikut adalah tabel analisis SWOT merangkum hasil analisis dari data yang terkumpul. Tabel 2. Analisis SWOT Strengths (Kekuata. Weaknesses (Kelemaha. Tim Talent Acquisition memiliki 1. Data pada dashboard utama proses terstruktur dan alur masih sering terjadi duplikasi yang tertata. dan perlu dikoreksi secara Sistem HCIS (Human Capital Information Syste. berfungsi Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 460 e-ISSN: 2685-0877 dokumentasi dan pengelolaan Penyimpanan dalam bentuk fisik maupun digital. Perusahaan ketenagakerjaan dan standar OJK. Evaluasi KPI (Key Performance Indicator. dilakukan melalui laporan Akses Talent Acquisition terbatas dan hanya dapat menggunakan email perusahaan untuk mengakses. Strengths Opportunities Standarisasi pengisian data masih kurang baik, sehingga Belum tersedia fasilitas resmi berupa laptop. Penanganan keamanan siber, bergantung pada tim IT. Audit internal terhadap TI belum terjadwal secara baik. Kapasitas penyimpanan sangat Implementasi ATS (Applicant Tracking Syste. guna efisiensi pengelolaan data kandidat. Automasi pelaporan dan validasi data guna mempercepat proses. Pelatihan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelengkapan data. Tersedianya teknologi cloud digunakan sebagai peningkatan keamanan dan pengelolaan Penyediaan perangkat keras meningkatkan produktivitas. Threats (Ancama. Mengintegrasikan ATS HCIS Memanfaatkan meningkatkan keamanan dan pengelolaan data. Mengembangkan analisis data otomatis untuk evaluasi efektivitas rekrutmen dan KPI. Optimalisasi ATS mempercepat rekrutmen. Validasi dashboard untuk mengurangi duplikasi data. Memberikan pelatihan guna pengisian data. Pemanfaatan cloud computing untuk meningkatkan kapasitas Menyediakan perangkat kerja seperti komputer dan laptop. Strengths Threats Weaknesses Threats Serangan membocorkan data sensitif. Perubahan mendadak dalam OJK Ketergantungan pada vendor HRIS Kurangnya pengisian data berdampak pada akurasi KPI dan evaluasi tim. Persaingan gaji dan fasilitas yang menyulitkan rekrutmen Meningkatkan HCIS dan aplikasi dengan koordinasi tim IT. Menyesuaikan sesuai regulasi OJK dan kebijakan ketenagakerjaan. Menyediakan HRIS mengalami gangguan. Memanfaatkan laporan KPI untuk evaluasi rekrutmen. Menganalisis data sumber rekrutmen guna menyusun kandidat berkualitas. Mengoptimalkan pengisian data menjadi lebih efektif dan akurat. Mengadakan pelatihan bagi tim dalam menangani gangguan sistem HRIS. Memberikan pelatihan terhadap rekrutmen perbankan agar mendapatkan kandidat yang Mengembangkan otomatis dalam meningkatkan akurasi data rekrutmen. Opportunities (Kesempata. Weaknesses Opportunities 2 Analisis RACI-Chart Tahap ini menjelaskan peran dan tanggung jawab dalam proses rekrutmen serta aktivitas lain di tim Talent Acquisition. Melalui RACI-Chart, dapat mengetahui dan menentukan pihak yang menjadi narasumber kunci dalam pengumpulan data melalui wawancara, dengan memetakan siapa saja yang memiliki tanggung jawab langsung, kewenangan utama, serta pihak yang dikonsultasikan dan diinformasikan dalam setiap aktivitas maupun proses yang dilaksanakan. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Tabel 3. Analisis RACI-Chart RACI Activity Person Pengelolaan HCIS Persetujuan pengeluaran biaya Sourcing dan wawancara kandidat Background checking Offering gaji kandidat Proses onboarding kandidat Pembuatan kontrak Mengelola data rekrutmen Menangani keamanan sistem dan data Evaluasi sumber dan hasil rekrutmen berdasarkan KPI Audit dan evaluasi pengelolaan data dan Menerapkan regulasi ketenagakerjaan, ketentuan OJK, dan kebijakan penyimpanan data Keterangan: Department Head . Division Head . Manager TA . Staff HR . Data Support . Vendor HRIS . Budgeting Team . IT & Audit Team . Industrial Relations Team . Direktur Perusahaan 3 Analisis COBIT 2019 Tahap ini membahas penerapan COBIT 2019 dalam tata kelola TI setelah analisis SWOT dan RACI-Chart. Evaluasi dilakukan melalui Governance and Management Objectives (GaMO) untuk menilai perencanaan, implementasi, serta pengelolaan risiko terhadap sumber daya TI. Pemetaan Enterprise Goals dan Alignment Goals memastikan strategi TI sejalan dengan tujuan bisnis KB Bank. Analisis ini didukung oleh pembuatan tabel dan Design Tool Kit melalui Microsoft Excel guna menyajikan data secara lebih terstruktur dan visual, sehingga mempermudah penyusunan rekomendasi. Dengan pendekatan ini, efisiensi operasional meningkat, pengendalian internal diperkuat, dan pemanfaatan teknologi dalam rekrutmen menjadi lebih . Identifikasi Enterprise Goals Tahap ini mengidentifikasi tujuan bisnis dan sasaran KB Bank. Dalam kerangka kerja COBIT 2019, terdapat 13 kategori tujuan bisnis. Berdasarkan analisis visi, misi, dan tujuan organisasi. KB Bank menetapkan dua tujuan utama, yaitu EG01 (Portfolio of competitive products and service. dan EG05 (Customer-oriented service cultur. , yang mencerminkan komitmen dalam menyediakan layanan berkualitas dan berorientasi pada pelanggan. Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 462 e-ISSN: 2685-0877 VISI & MISI VISI = Menjadi lembaga keuangan pilihan utama di Indonesia. MISI = Memahami dan memberi solusi kepada nasabah. Tabel 4. Identifikasi Enterprise Goals Enterprise Goals Analysis EG01 (Portfolio of A KB Bank berkomitmen menjadi competitive products and lembaga keuangan utama di Indonesia dengan menghadirkan produk inovatif dan solusi finansial bagi nasabah. EG05(Customer-oriented A KB Bank berfokus pada layanan service cultur. pelanggan dengan menghadirkan solusi tepat, pelayanan prima, dan kepuasan optimal. Identifikasi Alignment Goals Tahap ini dilakukan untuk menghubungkan Enterprise Goals (EG) dengan Governance and Management Objectives (GaMO). Setelah menganalisis EG berdasarkan visi dan misi perusahaan, langkah berikutnya adalah menentukan keterkaitannya dengan Alignment Goals (AG) berdasarkan kerangka kerja COBIT 2019. Proses ini didukung melalui wawancara dengan tim IT guna memahami aktivitas dan tujuan terhadap pengelolaan TI yang ada di KB Bank. Hubungan antara EG dan AG dapat diidentifikasi melalui tabel di bawah ini, dengan mencocokkan kedua tujuan melalui simbol AuPAy yang menunjukkan pengaruh utama atau AuSAy sebagai pengaruh Gambar 3. Enterprise Goals dan Alignment Goals Berikut adalah langkah-langkah untuk mengidentifikasi Alignment Goals: Menentukan Enterprise Goals (EG) yang relevan berdasarkan hasil analisis pada tahap Menggunakan baris atas tabel untuk menemukan kode EG yang telah diidentifikasi Mengidentifikasi kotak yang mengandung simbol AuPAy (Primar. atau AuSAy (Secondar. pada baris EG yang telah ditentukan. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Menelusuri baris Alignment Goals (AG) untuk menemukan kotak yang mengandung simbol AuPAy atau AuSAy. Menentukan kode AG pada sisi kiri tabel dan menghubungkannya dengan kode EG pada sisi atas tabel berdasarkan simbol AuPAy atau AuSAy, yang menunjukkan tingkat keterkaitan antara kedua tujuan dengan memberikan garis berwarna merah. Berdasarkan hasil identifikasi melalui hasil wawancara dengan tim IT dan gambar di atas, menunjukkan bahwa EG01 memiliki keterkaitan dengan AG05 (Delivery of I&T services in line with business requirement. AG06 (Agility to turn business requirements into operational solution. AG08 (Enabling and supporting business process by integrating applications and technolog. AG09 (Delivering program on time, on budget and meeting requirements and quality standard. AG13 (Knowledge, expertise and initiatives for business innovation. , ditandai dengan simbol AuPAy. Sementara itu. EG05 berhubungan dengan AG08 (Enabling and supporting business process by integrating applications and technolog. , ditandai dengan simbol AuPAy. Hubungan ini berperan dalam menjembatani implementasi strategi bisnis dan operasional. Hasil analisis keterkaitan ini akan disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5. Identifikasi Alignment Goals Enterprise Goals Alignment Goals EG01 (Portfolio of products and AG05 (Delivery of I&T services in line with business A KB Bank menyediakan pelayanan berbasis TI yang selaras dengan kebutuhan bisnis, guna mendorong peningkatan kualitas produk dan pelayanan yang lebih kompetitif. AG06 (Agility to turn business requirements into operational solution. A AG08 (Enabling and supporting business process by integrating applications and technolog. A KB Bank menekankan inovasi berkelanjutan dan kecepatan dengan mengembangkan pelayanan digital, guna menghasilkan produk dan pelayanan yang kompetitif di industri KB Bank meningkatkan proses bisnis dengan mengintegrasikan aplikasi dan teknologi guna memperkuat daya saing portofolio produk dan pelayanan yang ditawarkan. AG09 (Delivering program on time, on budget and meeting requirements and quality standard. A AG13 (Knowledge, expertise and initiatives for business A AG08 (Enabling and supporting business process by integrating applications and technolog. A EG05 (Customeroriented service Analysis KB Bank menekankan pentingnya penyampaian portofolio produk yang kompetitif dan pelayanan secara tepat memenuhi standar kualitas guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Bank pengetahuan, keahlian, dan inisiatif terhadap inovasi bisnis melalui meningkatkan portofolio produk dan pelayanan yang kompetitif. KB Bank membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada nasabah dengan mengintegrasikan mendukung proses bisnis. Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 464 e-ISSN: 2685-0877 Identifikasi Governance and Management Objectives (GaMO) Tahap ini dilakukan untuk menetapkan Governance and Management Objectives (GaMO) yang sesuai dengan Alignment Goals dalam COBIT 2019. Setelah mengidentifikasi AG berdasarkan tujuan bisnis, langkah berikutnya adalah menentukan keterkaitannya dengan GaMO, yang terbagi dalam dua domain utama, yaitu EDM (Evaluate. Direct, and Monito. serta beberapa kategori lainnya, seperti APO. BAI. DSS, dan MEA. Kedua domain ini berperan dalam memastikan tata kelola TI berjalan optimal guna mendukung tujuan bisnis perusahaan. Hubungan antara AG dan GaMO dapat diidentifikasi dengan mencocokkannya melalui simbol AuPAy (Primar. sebagai pengaruh utama atau AuSAy (Secondar. sebagai pengaruh sekunder. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengidentifikasi Governance and Management Objectives: Menentukan Alignment Goals (AG) yang telah dianalisis pada tahap sebelumnya. Mencari kode AG yang telah diidentifikasi sebelumnya dengan merujuk pada baris atas Mengidentifikasi kotak yang mengandung simbol AuPAy (Primar. atau AuSAy (Secondar. pada baris AG yang telah ditentukan. Menelusuri baris yang mencakup EDM. APO. BAI. DSS, dan MEA untuk menemukan sel dengan simbol AuPAy atau AuSAy. Menentukan kode EDM. APO. BAI. DSS, dan MEA pada sisi kiri tabel, lalu menghubungkannya dengan kode AG pada sisi atas tabel berdasarkan simbol AuPAy atau AuSAy, yang menunjukkan tingkat hubungan antara tujuan penyelarasan dengan pengelolaan teknologi informasi dengan memberikan garis berwarna merah. Gambar 4. Governance and Management Objectives Berdasarkan hasil identifikasi yang ditunjukkan gambar di atas, bahwa AG05. AG06. AG08. AG09, dan AG13 memiliki keterkaitan dengan beberapa kategori yang berbeda pada GaMO. Berikut adalah pemetaan GaMO berdasarkan hasil analisis Enterprise Goals dan Alignment Goals. Hasil analisis keterkaitan ini akan disajikan dalam tabel berikut. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Alignment Goals 465 Tabel 6. Identifikasi GaMO Governance and Management Objectives EG01 (Portfolio of competitive products and service. AG05 (Delivery of I&T services in A APO05 (Managed portfoli. line with business requirement. A APO08 (Managed relationship. A APO09 (Managed service agreement. A APO10 (Managed vendor. A BAI02 (Managed requirements definitio. A BAI03 (Managed solutions identification and buil. A BAI04 (Managed availability and capacit. A DSS01 (Managed operation. A DSS02 (Managed service requests and incident. A DSS03 (Managed problem. A DSS04 (Managed continuit. A MEA01 (Managed performance and conformance AG06 (Agility to turn business A APO03 (Managed enterprise architectur. requirements into operational A APO04 (Managed innovatio. A APO08 (Managed relationship. A BAI02 (Managed requirements definitio. A BAI03 (Managed solutions identification and buil. A BAI06 (Managed IT change. A BAI07 (Managed IT change acceptance and A BAI11 (Managed project. AG08 (Enabling and supporting A APO02 (Managed strateg. business process by integrating A APO03 (Managed enterprise architectur. applications and technolog. A BAI05 (Managed organizational chang. A DSS06 (Managed business process control. AG09 (Delivering program on A EDM04 (Ensured resource optimizatio. time, on budget and meeting A APO06 (Managed budget and cost. requirements and quality A APO11 (Managed qualit. A BAI01 (Managed program. A BAI02 (Managed requirements definitio. A BAI03 (Managed solutions identification and buil. A BAI05 (Managed organizational chang. A BAI11 (Managed project. AG13 (Knowledge, expertise and A APO04 (Managed innovation. initiatives for business A APO07 (Managed human resource. A APO08 (Managed relationship. A BAI08 (Managed knowledg. EG05 (Customer-oriented service cultur. AG08 (Enabling and supporting A APO02 (Managed strateg. business process by integrating A APO03 (Managed enterprise architectur. applications and technolog. A BAI05 (Managed organizational chang. A DSS06 (Managed business process control. Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 466 e-ISSN: 2685-0877 Gambar 5. Identifikasi GaMO dengan EG01 Berdasarkan hasil identifikasi, salah satu fokus utama adalah pencapaian Enterprise Goals (EG. AuPortfolio of competitive products and servicesAy. Tujuan tersebut menekankan pentingnya budaya layanan yang berorientasi pada kepuasan pengguna atau pelanggan. EG01 sendiri didukung oleh lima Alignment Goals (AG), yaitu AG05 AuDelivery of I&T services in line with business requirementsAy. AG06 AuAgility to turn business requirements into operational solutionsAy. AG08 AuEnabling and supporting business processes by integrating applications and technologyAy. AG09 AuDelivering programs on time, on budget and meeting requirements and quality standardsAy, dan AG13 AuKnowledge, expertise and initiatives for business innovationAy. AG05 menekankan kesesuaian antara layanan TI dan tujuan bisnis. Dalam tim Talent Acquisition. AG05 berfokus pada dukungan TI yang efektif dalam proses rekrutmen, seperti penyediaan ATS dan automasi pelaporan data. AG05 didukung oleh beberapa GaMO, seperti APO05. APO08. APO09. APO10. BAI02. BAI03. BAI04. DSS01. DSS02. DSS03. DSS04, dan MEA01. AG06 bertujuan untuk memastikan bahwa TI memiliki kemampuan untuk secara cepat mengubah kebutuhan bisnis menjadi solusi operasional yang efektif, seperti memanfaatkan layanan cloud computing untuk meningkatkan keamanan dan pengelolaan data. AG06 didukung oleh APO03. APO04. APO08. BAI02. BAI03. BAI06. BAI07, dan BAI11. Sedangkan AG08 bertujuan dalam memastikan bahwa integrasi teknologi dan aplikasi dapat mendukung dan memperkuat proses bisnis organisasi, seperti mengintegrasikan ATS dengan HCIS dan memberikan pelatihan terhadap cara penggunaan ATS agar dapat meningkatkan AG08 didukung dengan APO02. APO03. BAI05, dan DSS06. AG09 berfokus pada pelaksanaan program atau proyek TI yang dilakukan secara tepat waktu, sesuai anggaran, serta memenuhi spesifikasi dan standar kualitas yang dibutuhkan pengguna, seperti pengembangan sistem analisis data secara otomatis untuk mempermudah pelaporan rekrutmen dan KPI. AG09 didukung oleh EDM04. APO06. APO11. BAI01. BAI02. BAI03. BAI05, dan BAI11. AG13 bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan, keahlian, dan inisiatif dapat memotivasi dan mendukung pencapaian tujuan bisnis, seperti memberikan pelatihan terkait dengan pentingnya kelengkapan data, pelatihan mengenai pengaruh bagi perusahaan apabila melanggar OJK, dan beberapa pelatihan untuk mengatasi masalah TI. AG13 didukung oleh APO04. APO07. APO08, dan BAI08. Gambar 6. Identifikasi GaMO dengan EG05 Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Berdasarkan hasil identifikasi. Enterprise Goals (EG. AuCustomer-oriented service cultureAy menekankan pentingnya budaya layanan yang berorientasi pada kepuasan pengguna. EG05 didukung oleh satu Alignment Goals (AG), yaitu AG08 AuEnabling and supporting business processes by integrating applications and technologyAy. AG08 berfokus pada integrasi aplikasi dan teknologi untuk memperkuat proses bisnis seperti integrasi ATS AuApplicant Tracking SystemAy dengan sistem HCIS untuk meningkatkan efisiensi rekrutmen. AG08 didukung oleh beberapa GaMO yaitu APO02. APO03. BAI05, dan DSS06. Faktor Desain 1 Enterprise Strategy Tahap ini dilakukan untuk mengidentifikasi strategi bisnis KB Bank, yang meliputi growth/acquisition, innovation/differentiation, cost leadership, serta client service/stability. Strategi utama yang diterapkan adalah growth/acquisition dan client service/stability, dengan fokus pada pertumbuhan serta layanan yang stabil bagi nasabah. Gambar 7. Faktor Desain 1 Faktor Desain 2 Enterprise Goals Tahap ini menentukan tujuan bisnis dari KB Bank. Hasil identifikasi sudah dilakukan sebelumnya, hanya saja tahap ini menggunakan faktor desain untuk mengetahui Enterprise Goals yang mendapatkan nilai lima. Gambar 8. Faktor Desain 2 Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 468 e-ISSN: 2685-0877 Faktor Desain 3 Risk Profile Tahap ini dilakukan mengidentifikasi profil risiko tim Talent Acquisition KB Bank. Risiko utama yang memiliki nilai tertinggi yaitu IT expertise, skills & behavior terkait dengan keahlian, kemampuan, dan kebiasaan terhadap penggunaan maupun pengelolaan terhadap TI. Gambar 9. Faktor Desain 3 Faktor Desain 4 I&T Related Issues Tahap ini mengidentifikasi permasalahan TI tim Talent Acquisition KB Bank dalam pengelolaan dashboard dan aplikasi operasional. Masalah utama meliputi duplikasi inisiatif, pemborosan sumber daya, keterampilan staf yang kurang memadai, serta kepuasan kerja yang Gambar 10. Faktor Desain 4 Faktor Desain 5 Threat Landscape Tahap ini mengidentifikasi ancaman yang dihadapi oleh tim Talent Acquisition dalam pengelolaan dashboard ataupun aplikasi. Identifikasi tersebut diklasifikasikan ke dalam dua Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 kategori, yaitu High dan Normal. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ancaman yang dihadapi cenderung ke arah normal dengan nilai mencapai 60%. Faktor Desain 6 Compliance Requirements Tahap ini mengidentifikasi kepatuhan peraturan pada tim Talent Acquisition. Identifikasi tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu High. Normal, dan Low. Tim Talent Acquisition memiliki kepatuhan pada level tinggi mencapai 70%, karena kebijakan tim sudah diatur oleh peraturan ketenagakerjaan dan regulasi OJK. Faktor Desain 7 Role of IT Tahap ini mengidentifikasi peran TI dalam pengelolaan dashboard dan aplikasi untuk mendukung kegiatan operasional, dengan peran strategic memperoleh nilai tertinggi. Gambar 11. Faktor Desain 7 . Faktor Desain 8 Sourcing Model for IT Tahap ini mengidentifikasi sumber model TI pada tim Talent Acquisition. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penggunaan cloud sebagai media penyimpanan data sebesar 60%, sementara pemanfaatan outsourcing untuk pengelolaan data mencapai 30%, dan sisanya sebesar 10% dikelola secara insourced. Faktor Desain 9 Implementation Methods Tahap ini mengidentifikasi terhadap metode implementasi bagi tim Talent Acquisition guna mendukung operasional. Identifikasi tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu Agile. DevOps, dan Traditional. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pendekatan Agile digunakan secara penuh sebesar 100% guna memastikan proses berjalan dengan cepat dan efisien. Faktor Desain 10 Technology Adoption Strategy Tahap ini mengidentifikasi strategi adopsi TI tim Talent Acquisition sebagai penunjang kegiatan operasional. Identifikasi tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu First mover. Follower, dan Slow adopter. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa adopsi strategi First mover sebesar 30%. Follower sebesar 10%, dan Slow adopter sebesar 60%. Faktor Desain 11 Governance and Management Objectives Importance Tahap ini mengidentifikasi domain untuk merealisasikan hasil analisis Enterprise Goals dan Alignment Goals, yang kemudian menghasilkan tingkat kepentingan pada setiap GaMO. Untuk nilai yang mendapatkan diatas 50 yaitu APO07. BAI01. BAI02. BAI03. BAI05. BAI08. BAI07, dan BAI11. 4 Pembahasan Penerapan strategi audit tata kelola TI pada tim Talent Acquisition KB Bank melalui kerangka kerja COBIT 2019 berhasil mengidentifikasi dan mengatasi berbagai permasalahan utama, seperti duplikasi data kandidat, keterbatasan ruang penyimpanan, audit internal yang tidak terjadwal dengan baik, serta belum tersedianya sistem rekrutmen yang terintegrasi. Untuk menjawab masalah tersebut direkomendasikan implementasi Applicant Tracking System (ATS) sebagai solusi utama, karena mampu mengotomatiskan pelacakan kandidat dan pengelolaan data secara terpusat, sehingga mengurangi kesalahan input dan mempercepat proses pengambilan Keputusan. Integrasi ATS dengan Human Capital Information System (HCIS) juga Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan 470 e-ISSN: 2685-0877 disarankan untuk menghilangkan duplikasi data dan memastikan konsistensi informasi antar Selain itu, pelatihan pengisian data bagi tim rekrutmen bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengguna dalam memanfaatkan sistem baru secara optimal, sedangkan audit TI terjadwal mendukung pengendalian internal dengan memastikan sistem berjalan sesuai dengan kebijakan organisasi. Pemanfaatan cloud computing juga direkomendasikan untuk mengatasi keterbatasan penyimpanan dan meningkatkan aksesibilitas serta skalabilitas pengelolaan data Dibandingkan dengan penelitian terdahulu, strategi audit tata kelola TI yang diterapkan dalam studi ini memiliki keunggulan karena melibatkan lebih banyak domain COBIT 2019, tidak hanya berfokus pada aspek perubahan manajemen seperti pada penelitian . Pendekatan yang lebih komprehensif ini memungkinkan penyusunan rekomendasi yang mempertimbangkan efisiensi operasional, pengendalian internal, serta optimalisasi teknologi. Temuan pada penelitian ini juga menguatkan hasil studi sebelumnya, seperti penelitian . , yang menunjukkan bahwa penerapan COBIT 2019 secara efektif dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan teknologi dan sistem informasi serta keamanan data. Dengan demikian, strategi audit tata kelola TI yang disarankan dalam penelitian ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional tim Talent Acquisition KB Bank, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas proses rekrutmen, perlindungan data yang lebih baik, serta pengelolaan informasi yang lebih terstruktur. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa penerapan kerangka kerja COBIT 2019 pada audit tata kelola TI tim Talent Acquisition KB Bank mampu mengidentifikasi secara menyeluruh berbagai masalah utama yang menghambat efisiensi dan efektivitas proses rekrutmen, seperti duplikasi data kandidat, keterbatasan penyimpanan, inkonsistensi dalam pengisian data, ketidakjadwalan audit internal, serta belum adanya sistem rekrutmen yang Kendala-kendala ini berdampak pada menurunnya efisiensi operasional, meningkatnya potensi kesalahan, dan lambatnya proses rekrutmen. Melalui kerangka kerja COBIT 2019, ditemukan bahwa tujuan strategis KB Bank, yaitu menyediakan layanan kompetitif (EG. dan berorientasi pelanggan (EG. , belum sepenuhnya didukung oleh praktisi TI yang selaras, terutama dalam hal integrasi sistem dan perubahan manajemen. Analisis SWOT dan RACI-Chart juga memperkuat temuan tersebut dengan mengidentifikasi kelemahan internal dan potensi perbaikan melalui teknologi dan pelatihan SDM. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem ATS untuk mendukung otomatisasi dan akurasi data rekrutmen, penjadwalan audit TI secara berkala untuk memperkuat pengendalian internal, serta peningkatan kapasitas dan keamanan penyimpanan berbasis cloud computing. Selain itu, pelatihan bagi tim Talent Acquisition juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelengkapan data dan kepatuhan terhadap standar tata kelola TI. Strategi berbasis COBIT 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses rekrutmen, efisiensi pengelolaan teknologi informasi, dan memperkuat daya saing KB Bank dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompetitif Daftar Referensi . Wicaksana. AuPerencanaan Strategi Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi Kabupaten Buleleng Dengan Metode Ward and Peppard,Ay JST (Jurnal Sains dan Teknolog. , vol. 10, no. 1, pp. 40Ae50, 2021, doi: 10. 23887/jstundiksha. Nurul. Anggrainy, and S. Aprelyani. AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keamanan Sistem Informasi: Keamanan Informasi. Teknologi Informasi Dan Network (Literature Review Si. ,Ay Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, vol. 3, no. 5, pp. 564Ae573, 2022, doi: 31933/jemsi. Bayastura. Krisdina, and A. Widodo. AuAnalysis and Design of Information Technology Governance Using the Cobit 2019 At PT . Xyz,Ay Jiko, vol. 4, no. 1, pp. 68Ae75, 2021, doi: 10. 33387/jiko. Ufan. Irman. AuFramework cobit 2019,Ay Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 2019 Terhadap Pencapaian It Master Plan Lembaga Pelatihan Xyz, vol. 7, no. 11, pp. 16293-16307, 2022, [Onlin. Available: https://jurnal. id/index. php/syntax-literate/article/view/9932 Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 455-471 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Fandi. Jazman. Fronita, and E. Saputra. AuAudit Tata Kelola Teknologi Informasi pada BKKBN Provinsi Riau menggunakan Cobit 2019 Audit of Information Tecnology Governance at BKKBN Riau Province using the 2019 Cobit Framework,Ay vol. 13, pp. 2672Ae 2686, 2024, [Onlin. Available: https://sistemasi. org/index. php/stmsi/article/view/4699 Al Faraby. Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Agam Menggunakan Framework Cobit 2019 Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Agam Menggunakan Framework COBIT 2019. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, [Onlin. Available: https://repository. id/dspace/handle/123456789/71422 Angel M. Pangaribuan, and S. Fernandez. AuTata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 2019 Pada Val,Ay Jurnal Ilmiah Komputer Grafis, vol. 16, no. 1, pp. 196Ae208, 2023, [Onlin. Available: https://doi. org/10. 51903/pixel. Bernika and I. Nuryana. AuPerancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 2019 (Studi Kasus: LPP RRI Madiu. ,Ay Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer, vol. 2, no. 3, pp. 160Ae166, 2021, doi: 30591/smartcomp. Putri. Bramasta, and S. Hawanti. AuStudi literatur tentang peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran the power of two di SD,Ay Jurnal Educatio FKIP UNMA, vol. 6, no. 2, pp. 605Ae610, 2020, [Onlin. Available: https://doi. org/10. 31949/educatio. Mashuri and D. Nurjannah. AuAnalisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing,Ay JPS (Jurnal Perbankan Syaria. , vol. 1, no. 1, pp. 97Ae112, 2020, doi: 10. 46367/jps. Prasetyo and A. Wijaya. AuPerencanaan Strategis SI/TI menggunakan Framework Ward and Peppard (Studi Kasus: PO. Blue Sta. ,Ay Jurnal Telekomunikasi dan Komputer, vol. 10, no. 3, pp. 177-187, 2020, doi: 10. 22441/incomtech. Anastasia and L. Atrinawati. AuPerancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 2019 Pada BPS Provinsi Sumatera Selatan,Ay JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journa. , vol. 12, no. 2, pp. 1651Ae1656, 2020, doi: 36706/jsi. F and G. Nama. AuPenilaian Tata Kelola Teknologi Informasi (IT Governanc. Berdasarkan COBIT 5 Dengan Fokus Subdomain Deliver. Support and Service 01 (Studi Kasus : Bank XYZ),Ay Media Jurnal Informatika, vol. 14, no. 1, pp. 50-62, 2022, doi: 35194/mji. Sabtu. AuPenerapan Tata Kelola Teknologi Informasi dan Pengukuran Maturity Level Menggunakan Domain MEA (Monitor . Evaluate Dan Asses. Dengan Framework COBIT (Studi Kasus : Sistem Informasi Akademik AIKOM Ternat. ,Ay METIK JURNAL, vol. 5, no. 2021, doi: 10. 47002/metik. Ghufran Yuda. Takratama Savra. Rahmat Halim. Ripaldo Pratama, and N. Safiq Tama. AuAudit Tata Kelola Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Kuliah Kerja Nyata Sistem Menggunakan COBIT 2019,Ay Jurnal Testing dan Implementasi Sistem Informasi, vol. 2, no. 1, pp. 10Ae17, 2024, doi: https://doi. org/10. 55583/jtisi. Audit Tata Kelola TI Talent Acquisition KB Banka Laurentius Widi Kristiawan