87 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Optimalisasi Wisata Pantai TaulaAoa Berdasarkan Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dewi Indrayani Hamin1. Yayu Isyana Pongoliu2. Ramlan Amir isa3 Universitas Negeri Gorontalo E-mail: dewihamin@gmail. com1, yidp@ung. Article History: Received: 15 Januari 2023 Revised: 20 Januari 2023 Accepted: 20 Januari 2023 Keywords: optimalisasi, potensi local. Pantai Taulaa Abstract: Pola pengelolaan kawasan wisata di Pantai taulaa. Kecamatan Bilato kabupaten Gorontalo masih terbilang tradisional dan tidak memperhatikan estetika dan kelestarian lingkungan . Minimnya atraksi yang di tawarkan di pantai ditambah sampah yang dibuang sembarangan. Metode pendampingan dalam pencapaian tujuan optimalisasi wisata pantai Taulaa berdasarkan potensi lokal masyarakat yang di jabarkan dalam 4 unsur manajemen . Dengan adanya pembagunan atraksi wisata, penambahan spot foto, gazebo, ayunan, tempat sampah, akun media sosial dan penataan taman bunga vinca kunjungan wisatawan di pantai taulaa meningkat dan semakin ramai sehingga bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakandesa Taulaa. Tentunya untuk lebih mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat sangat diperlukan kerjasama antara pemerintah dan PENDAHULUAN Pariwisata memiliki peran yang besar dalam pembangunan nasional karena selain menghasilkan pendapatan daerah, juga sekaligus sebagai penghasil devisa Negara. Sektor pariwisata berkaitan erat dengan penanaman modal asing, termasuk mereka yang berhubungan bisnis dengan Indonesia (Rani, 2. Sumber daya dan potensi pesisir di Indonesia sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan menjadi objek daya tarik wisata. Hal tersebut menunjukan bahwa kawasan pantai Indonesia dapat menjadi sumber daya ekonomi dan pesona tersendiri (Kurniawan, et all. ,2. , seperti halnya di Kabupaten Gorontalo yang merupakan salah satu wilayah yang didominasi oleh bantanglahan pesisir. Daerah kabupaten Gorontalo memiliki asset pariwisata yang terdiri dari 8 buah objek wisata alam, 2 buah objek wisata sejarah budaya dan 2 buah objek wisata buatan. Salah satu objek wisata tersebut adalah pantai Bilato yang merupakan kawasan stategis pariwisata menurut peraturan daerah prvinsi Gorontalo No. 4 Tahun 2011. Letaknya di desa Taulaa Kecamatan Bilato yang dahulunya termasuk Kecamatan Boliyohuto. Desa Taulaa merupakan desa terbesar kedua di Kecamatan Bilato setelah Desa Bilato yaitu dengan luas 18. 27 km2. Desa Taulaa memilki morfologi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi yakni 11 km2 dan pegunungan 41 km2 (BPS Kab. Gorontalo, 2. Desa Taulaa Kecamatan Bilato merupakan salah satu desa yang ada di Provinsi Gorontalo. Khususnya di kabupaten gorontalo selain memiliki potensi wisata berbasis budaya, desa ini memiliki potensi alam dan biota laut yang bagus untuk dikembangkan. Pantai Taulaa memiliki a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 pantai dengan hamparan pasir putih yang disekitarnya ditumbuhi tanaman produksi tahunan yaitu kelapa dan bunga vinca putih yang tumbuh di sepanjang bibir pantai yang menambah keunikan dan keindahan pemandangan. Selain itu pantai ini memiliki ciri khas laut yang jernih yang tidak bergelombang sehingga cukup aman bagi pengunjung. Pola hidup masyarakat di desa Taulaa sudah memiliki pola hubungan masyarakat yang baik antar sesama baik dari segi sosial, kebudayaan, dan sebagainya. Minimnya konflik antar warga inilah yang membuat aktivitas pemerintahan Desa Taulaa kondusif dalam menjalankan programprogramnya. Namun yang menjadi hambatan dalam pengembangan wisata pantai Taulaa ini adalah minimnya pemahaman masyarakat mengenai sampah dan pemeliharaan hewan ternak berupa Sapi. Masyarakat Taulaa beranggapan bahwa sampah yang dibuang di Laut akan habis terurai, begitu juga dengan sapi yang dilepas liarkan masyarakat yang memiliki Sapi beranggapan bahwa Sapi yang dilepas liarkan akan memiliki bobot yang besar, namun hal tersebut yang menjadi penghambat berkembangnya wisata pantai Taulaa. Mulai dari sampah yang bertebaran di pesisir pantai Taulaa dan kotoran hewan ternak yang menggangu pemandangan karena bertebaran di sekitar Pantai. Selain itu terdapat beberapa kekurangan seperti dari segi fasilitas dan aksebilias yang belum memadai untuk menarik wisatawan. Jalan masuk lokasi wisata yang di penuhi ranting pohon, sisa-sisa batok kelapa dan sampah yang dibiarkan begitu saja di kawasan pantai. Pola pengelolaan kawasan wisata masih terbilang tradisional dan tidak memperhatikan estetika dan kelestarian lingkungan . Wisatawan lokal yang datang berkunjung hanya 1 hari dalam sepekan yakni pada hari minggu sekedar untuk menikmati pemandangan laut dan bermain air tanpa dipungut biaya parkir, atau karcis masuk. Tidak ada tempat duduk ataupun gazebo untuk bernaung, dan bersantai, tidak terdapat penjual makanan dan minuman, apalagi tanda masuk, petunjauk arah dan papan nama tempat wisata, kawasan wisata ini hanya di biarkan dan tidak dikelolah sama sekali. Berdasarkan berbagai uraian yang telah dijelaskan, poin permasalahan pada kawasan wisata pantai TaulaAoa. Kecamatan Bilato, kabupaten Gorontalo yang mendesak untuk di cari solusinya, sebagai berikut: Bagaimana menumbuh kembangkan partisipasi aktif masyarakat sekitar dan pemerintah setempat terhadap optimalisasi pengembangan Kawasan wisata pantai. Bagaimana melakukan penataan dan pengembangan kawasan wisata pantai Taulaa sehingga jumlah wisatawan bertambah. Bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah dan kelestarian Bagaimana memanfaatkan Sumberdaya lokal berupa sampah batok kelapa untuk bernilai ekonomis dalam upaya penataan kawasan Wisata. Bagaimana menambah pemahaman dan pengetahuan masyarakat serta keahlian dalam pengelolaan kawasan wisata pantai taulaa Bagaimana memperkenalkan dan mempromosikan kawasan wisata dengan pemanfaatan teknologi dan sosial media. Seperti yang diungkapkan oleh Kajdi : 2014 AdAoministrare. Vol. 2 No. 1, 2015 AuMasih kurangnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata. Belum adanya pementasan atau pagelaran tentang budaya di Kabupaten Gorontalo. Belum adanya pelatihan ketrampilan masyarakat untuk menambah daya tarik dan mempromosikan objek wisata sehingga di kenal luas serta sarana penunjang menunjang kepariwisataan. Rendahnya kualitas sumber daya manusia terutama di bidang kepariwisataan. Pegawai belum menguasai teknologi informasi, kurangnya sosialisasi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 pengurusan rekomendasi bagi para pengusaha jasa yang bergerak di bidang pariwisata, serta terbatasnya jumlah perangkat teknologi . Perlu menyediakan sarana dan prasarana sebagai pendukung kegiatan pariwisata. Lebih mendorong warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam mempromosikan pariwisata. Mengikutsertakan pegawai dalam mengikuti seminar maupun lokakarya atau pendidikan dan pelatihan terutama di bidang teknologi yang berkaitan dengan Perlu ada kerjasama dengan pihak swasta khususnya yang bergerak dibidang kepariwisataan untuk peningkatan serta optimalisasi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Gorontalo. Dengan berbagai kendala dan kekurangan tersebut kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kawasan wisata pantai Taulaa berdasarkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini sangat diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat sebagai ujung tombak terlaksananya pembangunan wisata (Muljadi, 2. METODE Perencanaan Didalam perencanaan akan dibuat tahapan pendampingan maupun kegiatan yang akan dilakukan secara bersama, yang dilengkapi dengan batasan waktu, tolak ukur keberhasilan kegiatan serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Hal ini sekaligus mecerminkan tingkat partisipasi dan Kemandirian kelompok masyarakat sejak awal. Dengan Perencanaan yang baik dan disepakati bersama, maka sejak semula sebenarnya telah diketahui akan adanya batasan dan pengalian dalam proses pendampingan. Dalam tahapan ini Tim KKN-T bersepakat dengan pemerintah desa dan unsur masyarakat untuk menetapkan pantai Taulaa sebagai Kawasan wisata Pantai yang akan di optimalkan melalui pemberdayaan potensi local. Dimana masyarakat akan mengelola, memiliki dan mengawasi Kawasan witasata sehingga hasilnya akan bisa dinikmati oleh masyarakat di lokasi itu. Langkah berikutnya dilakukan penguatan atraksi wisata menjadi Kawasan wisata Pantai yang Mengacu pada permasalahan yang ada di desa taulaa, kondisi dan potensi wilayah, serta solusi yang disusun berdasarkan kesepakatan bersama. Tim PPM KKN-T selanjutnya menyusun program yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu 45 hari, yakni sebagai berikut: Tabel 1. Program Kegiatan Optimalisasi Kawasan Wisata Pantai Taulaa Berdasarkan Potensi Local Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Program Kegiatan Aspek Yang diLaksanakan 1 Perencanaan dan . Pemaparan rencana pengembangan wisata edukasi penyusunan action plan . Melakukan pendampingan dalam penyusunan action Persiapan . Pembersihan kawasan pantai mulai dari jalan masuk sampai dengan pesisir pantai. memastikan status hukum lokasi Wisata Pantai. pengumpulan bahan baku lokal milik masyarakat yang bisa di berdayakan dalam proses selanjutnya. PembangunanAtraksi . Penataan area Pantai menjadi kawasan yang bersih wisata pantai dan indah . Pembangunan Spot foto, ayunan, papan nama Lokasi Wisata untuk memperkuat citra kawasan wisatapantai . Pembangunan Gazebo, tempat-tempat dan Ayunan, duduk bernuansa wisata a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 pembuatan tanda dan petunjuk kedalaman laut sebagai papan informasi dan tempat sampah. Membuat Akun di media sosial sebagai upaya promosi pada calon wisatawan , mengikut sertakan kawasan pantai Taulaa dalam Lomba Objek wisata pantai Sehat yang di adakan pemerintah Kabupaten gorontalo sebagai upaya promosi pada pihak Pemerintahan untuk menjaring mitra ataupun calon Memonitoring Realisasi dari kegiatan yang telah disusun dalam perencanaan hendaknya selalu dipantau ( di-monito. oleh kedua belah pihak (Pendamping dan Kelompok Masyaraka. dari waktu, sehingga bila terjadi atau adanya Penyimpangan dari yang direncanakan akan dapat diketahui sejak dini. Selanjutnya akan dapat diambil langkah-langkah perbaikan sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Jadi monitoring bukan hanya dilakukan oleh pendamping terhadap Pokmas . eperti yang selama ini terjad. , tetapi juga dilakukan sebaliknya. Sistem Informasi Hubungan antara Kelompok Masyarakat dengan Pendamping atau Lembaga Pendamping perlu dijaga kesinambungannya melalui proses Komunikasi diantara keduanya. Hal ini tentunya tidak akan memadai bila hanya dalam bentuk komunikasi verbal masih perlu didukung oleh sejumlah data atau bukti otentik berupa informasi tertulis, dengan demikian unsur kealpaan atau subyektivitas dapat terhindarkan. Bentuk-bentuk informasi baik lisan maupun tertulis inilah yang perlu disepakati dan dikembangkan menjadi suatu sistem. Bentuk informasi lisan yang telah menjadi suatu sistem ialah keharusan adanya pertemuan anggota secara rutin yang wajib dihadiri oleh segenap fungsionaris kelompok maupun pendamping, sehingga masing-masing pihak dapat menerima informasi secara langsung dan terbuka. Sedang bentuk informasi tertulis sebagai pendukung atas informasi lisan sebagai pendukung atas informasi lisan hendaknya tidak dilihat sebagai suatu kelompok bentuk pelaporan, karena bagaimanapun hubungan antaara Kelompok Masyarakat dengan Pendamping/Lembaga Pendamping bukanlah hubungan atasan-bawaahan. Untuk itu informasi tertulis yang dibuat lebih merupakan rekaman atas seluruh hasil kegiatan yang telah dilakukan dan umpan balik yang diberikan oleh kedua belah pihak. Dengan informasi yang operasional serta fungsional, maka perkembangan proses pendampingan yang telah berjalan dapat selalu dipantau dan akan menjadi sumber kajian untuk proses pendampingan selanjutnya. Evaluasi Walaupun pada saat pelaksanaan setiap kegiatan telah dilakukan monitoring yang kemudian diikuti oleh langkah-langkah perbaikannya, tetapi pada saat berakhirnya pelaksanaan suatu kegiatan tetap diperlukan adanya evaluasi. Sebab dengan evaluasi inilah akan dilihat hasil akhir dari suatu pelaksanaan kegiatan pendampingan dan sejauh mana efektivitas dan efisensi proses pendampingan telah dicapai. Kedua. Peserta Terlibat Keterlibatan pihak dalam pembangunan Kawasan wisata Pantai Taulaa. Kec. Bilato cukup a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 bervariasi, mengingat aktivitas ini idealnya merupakan kombinasi dari berbagai elemen Andilnya masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat dalam hal ini wisata, melalui pelibatan masyarakat atas perencanaan, penyusunan, dan implementasi program merupakan wujud kontribusi masyarakat terhadap pembangunan (Adisasmita, 2. Pihak-pihak yang terlibat dalam program ini adalah Pemerintah desa,Karang Taruna, masyarakat sekitar desa Taulaa, mahasiswa Universita Negeri Gorontalo, serta pelaksana pengabdian masyarakat KKNTematik sebagai tenaga inti. Hasil Yang Diharapkan Motivasi dilakukannya program pengabdian ini karena melihat Pantai Taulaa di salah satu sisi memiliki potensi wisata yang besar namun di sisi lain cukup banyak faktor penghambat. Oleh karena itu, upaya pengabdian dilakukan untuk mendukung terciptanya kawasan wisata pantai yang diharapkan mampu memberikan manfaat kepada alam dan masyarakat sekitar secara ekonomi dan pemahamannya . elalui edukas. dalam menjaga alam dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Hasil kongkrit yang diharapkan tercapai tepat setelah pengabdian dilakukan adalah: . Adanya kawasan wisata pantai yang di kelolah dengan optial . Dibentuknya sarana prasarana guna menunjang wisata Pantai . Keberlanjutan program optimalisasi kawasan pantai Taulaa yang bergantung pada bagaimana komitmen pemerintah kecamatan maupun kabupaten Gorontalo terutama Dinas Pariwisata terhadap wisata yang telah dirintis oleh mahasiswa KKN. Maka salah satu penguatan yang dilakukan adalah optimalisasi kawasan wisata pantai Taulaa di desa dapat menjadi bagian dari program dalam peningkatan ekonomi masyarakat oleh HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan KKN Pengabdian Tematik dengan tema optimalisasi kawasan wisata pantai berdasarkan potensi local untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bertempat di desa Taulaa. Kecamatan Bilato. Kabupaten Gorontalo telah dilaksanakan sejak tanggal 4 Oktober sampai dengan 19 November 2022. Kelompok mahasiswa peserta KKN Pengabdian adalah sebanyak 12 orang yang berasal dari gabungan mahasiswa Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Hukum, diantaranya berasal dari jurusan Akuntansi, jurusan Manajemen, dan jurusan Hukum. Uraian tabel dalam bentuk program dan jumlah mahasiswa pelaksananya adalah: Tabel 2. Uraian pekerjaan. Program dan Volumenya dalam 45 hari Nama Program Volume Ket Pekerjaan (JKEM) Sosialisasi awal Beberapa program yang pada tahapan 1512 12 orang ini adalah koordinasi dan sosialisasi yang melibatkan dosen, mahasiswa kawasan wisata KKN, pemerintah tingkat desa, dan pengembangan bjek wisata pantai kerja per Taulaa. Perencanaan Pada perencanaan ini membahas terkait 1512 12 orang bersama apa saja langkah kedepan untuk karang Taruna pengembangan wisata pantai Taulaa. Desa Taulaa. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Proses kawasan Pantai Taulaa Pengambilan dan Dalam pengambilan bahan baik kayu, 1512 pembelian bahan bamboo dan sebagainya dilakukan oleh karang taruna dan mahasiswa. Pembuatan penunjang yang Pemantauan dan Program ini merupakan hasil penilaian 1512 Evaluasi mahasiswa KKN terhadap hasil program bersama karang taruna serta rekomendasi bagaimana pengelolaan wisata kedepannya. Total Volume Kegiatan Kegiatan ini dilakukan oleh semua 1512 mahasiswa KKN bersama karang taruna, pembersihan dilakukan mulai dari jalan masuk pintu utama sampai pada pesisir pantai. Dalam kegiatan ini, karang taruna dan 1512 mahasiswa telah dibagi menjadi kelompok kerja sesuai dengan porsi yang telah dibuat. kerja per 12 orang kerja per 12 orang kerja per 12 orang kerja per 12 orang kerja per Orang Berdasarkan atas tahapan metode yang telah dilakukan dalam program pengabdian KKN-T ini, diperoleh hasil kegiatan yang diuraikan sebagai berikut: Tertatanya Kawasan melalui pembangunan Atraksi wisata pantai. Melalui observasi awal, mahasiswa KKN mendapati jalan menuju wisata pantai TaulaAoa banyak batok kelapa, serabut kelapa, serta ranting ranting kelapa berserakan di sepanjang jalan, dan rumput liar yang tumbuh menutupi beberapa bagian jalan masuk menuju wisata pantai TaulaAoa. terkesan kotor dan kumuh, untuk itu pembangunan dimulai dengan pembersihan jalan masuk a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 sampai dengan pesisir pantai sehinga nyaman untuk dilewati . Penetapan nama tempat wisata menjadi AuTaulaa BeachAy koordinasi dan sosialisasi yang melibatkan dosen, mahasiswa KKN, pemerintah tingkat desa, dan terutama masyarakat tentang pengembangan objek wisata pantai Taulaa. Serta pemasangan papan nama tempat wisata sehingga pengunjung bisa dengan mudah mengenali lokasi wisata. Selanjutnya dibangun beberapa atraksi wisata di lokasi pantai sehingga menambah daya Tarik pengunjung, beberapa atraksi yang berhasil dibangun adalah sebagai berikut: Gambar 1. FGD Penetapan Lokasi sebagai kawasan Wisata Gambar 2. pembersihan jalan masuk lokasi wisata Gambar 3. Pemasangan papan Nama di pintu masuk lokasi wisata Pembuatan Gazebo Gazebo adalah salah satu fasilitas dengan ruang-ruang terbuka sebagai alternatif tempat berkumpul dan melakukan kegiatan santai bersama anggota keluarga lainnya, banyak juga yang menyebut saung karena digunakan untuk tempat santai. Gazebo adalah bangunan kecil yang umumnya terdiri dari tiang penyangga dengan atap dan lantai. Gazebo merupakan sebuah struktur bangunan yang dirancang khusus untuk memberikan keteduhan dan tempat berlindung dari berbagai elemen seperti hujan dan terik matahari. Struktur bangunan memiliki desain minimalis, pohon bamboo di pilih sebagai bahan dasar bangunan pembuatan Gazebo ini alasnya karena di desa Taulaa banyak tumbuh pohon bamboo. Bambu mudah tumbuh, bambu dapat tumbuh sepanjang 5 cm per jam atau 120 cm per hari. Bambu memiliki ketahanan yang luar biasa. Rumpun bambu yang telah dibakar masih dapat tumbuh kembali. Sehingga ketersediaan bahan baku di Kawasan wisata terjamin, murah dan mudah di dapatkan. Bambu mempunyai kekuatan cukup tinggi, kuat tariknya dapat disejajarkan dengan baja. Bambu memiliki kelembapan yang tinggi. Oleh karena itu bambu baik untuk kelenturan. Bambu teksturnya elastis, struktur bambu mempunyai ketahan yang tinggi baik terhadap angin maupun gempa. Sehingga sangat cocok di letakkan di pinggiran pantai dengan cuaca panas atau dingin di luar rungan. Pembuatan cocopeat sendiri merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dengan observasi awal. Pembuatan Gazebo dilakukan oleh seluruh mahasiswa dan karang taruna. Gazebo dibuat dengan ukuran 3 meter x 3 meter dan terbuat dari bahan-bahan yang diambil dari alam seperti bambu, dan kayu. Lantai Gazebo terbuat dari bambu sedangkan atapnya terbuat dari rumbia. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Gambar 4. Kegiatan pembangunan kerangka gazebo bersama karang Taruna Gambar 5. Finish pembuatan Gazebo Pembangunana gazebo di pantai taulaa berhasil menambah daya Tarik wisatawan, baik penduduk desa taulaa maupun dari desa sekitar. Terlihat pengunjung tidak hanya datang di hari minggu saja, dengan di tambahkan atraksi wisata ini bahkan dihari lain juga mulai terlihat adanya pengunjung yang duduk santai menikmati angin pantai yang sepoi sepoi di sertai suara ombak. Intensitas kunjungan kelokasi meningkat dari yang hanya 1 kali sepekan menjadi setiap hari atau 7 kali dalam sepekan. Pembuatan Spot Photo Spot photo merupakan sebuah fasilitas dimana orang mengambil sebuah gambar/berfoto baik secara individu maupun kelompok dengan berbagai gaya dan posisi untuk dapat dipublikan atupun dapat disimpan sebagai foto kenangan. Spot foto juga merupakan fasilitas yang sederhana namun sangat estetik saat digunakan untuk berfoto Gambar 6. Kegiatan penbuatan spot foto Gambar 4. Spot foto 3 papan Pembagunan Spot foto di kawasan pantai diperlukan melihat perkembangan di era sekarang yang serba digital dan boomingnya penggunaan sosial media, demi menyadari potensi pengembangan wisata melalui Aodestinasi digitalAo. Tim Pengabdian pada masyarakat pun a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 mendorong pembangunan spot instagramable di kawasan obyek wisata pantai Taulaa dengan tujuan supaya bisa viral di media sosial. Pada setiap objek wisata biasanya memiliki spot-spot foto yang menarik untuk orang berswafoto . Spot foto yang pada awalnya merupakan hanya sebagai pemanis atau pelengkap pada suatu objek wisata saja. Namun seiring dengan perubahan sosial budaya masyarakat ke arah digitalisasi, maka sport selfie menjadi sarana bahkan dapat menjadi icon yang dapat membedakan karakteristik pada setiap objek wisata yang satu dengan objek wisata yang lain ,dan sangat di butuhkan untuk kelancaran dan perkembangan objek wisata tersebut. Gambar 7. Spot Foto Ayunan Gambar 8. Spot Foto Papan Nama Pantai Spot foto yang berhasil di bagun di jadikan latar belang pengambilan gambar oleh mahasiswa dan karang taruna kemudian di unggah pada aku sosial mereka, dengan maksud bisa dilihat oleh teman pada kontak media sosial sebagai pengenalan objek wisata dan mereka tertarik untuk berkunjung dan mengambil gambar di Pantai taulaa. Tujuan ini mulai membuahkan hasil. Hal ini di buktikan dengan mulai banyaknya postingan masyarakat, tentang foto kawasan wisata pantai Taulaa pada akun pribadi mereka setelah spot foto ini di bangun. Pengunjung sengaja mengambil banyak momen dengan foto di beberapa titik bahkan membuat vidio pendek menyangkut AuTaulaa beachAy hal ini bisa dijadikan peluang bagi perkembangan objek wisata. Membangun sarana penunjang kawasan wisata Papan informasi Destinasi wisata diharapkan dapat membantu para wisatawan dalam menunjukkan lokasi wisata yang ingin dituju dengan mudah dan jelas. Papan informasi destinasi wisata juga diharapkan dapat menjadi sarana penunjang di Desa Taulaa. Pembuatan papan informasi Papan informasi merupakan suatu media yang sangat penting, digunakan sebagai media komunikasi atau sarana penyampaian informasi kepada publik atau masyarakat. Papan informasi yang dibuat oleh mahasiswa KKN dan karang Taruna sebagai media peringatan untuk para pengunjung wisata pantai Taulaa. Papan informasi yang dibuat oleh mahasiswa KKN dan Karang Taruna, terbuat dari papan yang di setiap bagian sisinya dituliskan kalimat peringatan maupun informasi sesuai yang telah didiskusikan bersama. Tulisan tersebut dibuat dengan menggunakan cat maupun piloks. Berdasarkan informasi dari masyaraka setempat dan melalui pengamatan bahwa ada spot tertentu di pantai Tulaa mambentuk palung singga terdapat arus air dalam . Palung itu ciri-cirinya air cenderung tenang, tidak ada buih putih, cuma bergelombang. Tapi itu berbahaya karena ada a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 arus bawah yang bisa menarik orang. Dari cerita masyarakat sekitar bahwa di spot tersebut pernah terjadi kecelakaan dimana anak-anak yang berenang terbawa arus dalam dan tenggelam. Oleh karena itu tim pengabdian masyarakat membuat papan peringatan di spot yang ber bahaya untuk meminimalisis kecelakan laut. Sehingga bagi pengunjung mereka bisa mengenali dan berhati-hati ketika bermain air. Pembuatan ayunan dan tempat sampah Mahasiswa KKN dan karang taruna membuat ayunan dengan memanfaatkan 2 buah tiang kayu dan tali tambang berukuran besar serta menggunakan papan sebagai tempat duduknya. Mahasiswa KKN mengambil Kayu yang sudah diambil di hutan sebelumnya, menjadikannya sebagai tiang dari ayunan. Mahasiswa KKN menggunakan 2 kayu. 1 kayu dipatokkan di samping dan satunya lagi dipatokkan di atas sebagai penguat sekaligus sebagai tempat untuk mengikat tali Disamping itu mahasiswa KKN dan karang taruna juga membuat tampat sampah dari bambu, agar terkesan lebih alami. Tempat sampah yang dibuat sebanyak 2 buah. Gambar 12. Proses pembuatan Ayunan dan tempat Sampah Penempatan tempat sampah di kawasan pantai untuk mengedukasi masyarakat tentang kebiasaan buang sampah sembarangan yang mengakibatkan rusaknya keindahan alam dan daya tarik wisata. Dengan adanya tempat sampah pengunjung mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan tidak di biarkan berserakan di tepi pantai. Tempat wisata jadi tertata rapih dan bersih. Tidak ada lagi masyarakat yg membiarkan sapi berkeliaran di kawasan wisata dan mereka lebih memilih mengikat sapinya di kebun atau tempat lainya. Perkuat Citra Kawasan Wisata Pantai Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat KKN-T ini memberikan inisiatif untuk Optimasi Kawasan wisata pantai Taulaa. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian ini dimulai dengan observasi, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan beberapa atraksi, papan informasi, dan sarana sederhana berupa tempat duduk, ayunan dan tempat sampah. Langkah lain yang di buat adalah dengan : Sosialisai dan Penyebaran Kuesinoer Rapat pengembangan desa yang dirangkaikan oleh pengenalan mahasiswa KKN serta sosialisasi terkait prgram mahasiswa kepada masyarakat desa TaulaAoa. rapat ini dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Oktober 2022 dihadiri oleh kepala desa TaulaAoa, sekretaris camat Bilato, tim peninjau desa dari kabupaten, aparat desa, beserta masyarakat dusun 1 dan dusun 2. Dalam rapat ini. Tim pengabdian menyampaikan program utamanya. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Selain melakukan sosialisasi mahasiswa KKN juga melakukan penyebaran kuesinoer kepada masyarakat desa Taulaa terkait dengan pengembangan/optimalisasi kawasan wisata berdasarkan potensi local untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penyebaran kuesioner ini bertujuan umtuk mengetahui respon mastarakat dan untuk mendapatkan informasi serta beberapa masukan terkait dengan wisata pantai Taulaa. Pemanfaatan Internet Akun media sosial wisata pantai Taulaa dirancang oleh tim pengabdian dan dipilih sebagai media promosi, mengingat akun sosioal media lebih gampang , murah dan mudah untuk masyarakat desa terutama karang taruna yang nantinya akan mengelola akun Autaulaa beachAy. Dengan demikian segala informasi tentang pantai Taulaa bisa di unggah di time line akun sosial media dan dengan mudah untuk di sebarkan. Gambar 10. Akun Media Sosial Penetapan Taman Bunga Vinca Putih BungaBunga vinca yang berasa dari Madagascar ini adalah salah satu bunga Bunga ini dapat tumbuh hingga setinggi 1 meter. Dengan ranting dan daun yang lebat tanaman ini dapat membentuk batasan. Vinca Putih ini banyak di dapati di sepanjang pantai Taulaa , tumbuh subur dan menyebar luas sehinga menambah keunikan kawasan wisata, oleh karena ini Tim pengabdian melihat ini sebagai Nilai lebih yang bisa ditawarkan oleh Pantai Taulaa. Dan bisa menjadi Iconik bagi tempat wisata ini. Hamparan Vinca Putih akan sangat menarik dan indah untuk dijadikan latar belakan foto AuselfieAy ditambah dengan pemandangan laut biru. Oleh Tim pengabdian Hamparan vinca putih ini di tata kembali dan di pisahkan dengan sampah yang sebelumnya betebaran dan merusak pemandangan. Setelah di tata kelihatan jauh berbeda dan sangat menarik pandangan mata. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 Gambar 11. Taman Vinca putih Kegiatan Pengabdian masyarakat di desa Taulaa menunjukkan hasil yang positif sejalan dengan kerjasama antara pemerintah desa, karang taruna, masyarakat dan peserta KKN-T Universitas negeri gorontalo, beberapa hal yang menonjol antara lain : Di pilihnya desa Taulaa dengan Au TaulaAoa BeachAy mewakili kecamatan Bilato dalam lomba Kawasan wisata pantai sehat yang di selenggarakan oleh pemerintah kabupaten Gorontalo. Kawasan wisata pantai digunakan pemerintah kecamatan dan beberapa kantor kantor terdekat untuk lokasi kegiatan jumat sehat, berolahraga bersama sambil menikmati pemandangan pantai. Wisata pantai Taulaa digunakan untuk upacara hari sumpah pemuda tingkat kecamatan Bilato yang di hadiri oleh semua unsur apparat desa se-kecamatan. Dan kegiatan kantoran lainya yang memungkinkan untuk di lakukan di luar ruangan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat berupa optimasi kawasan wisata melalui pembangunan atraksi wisata mampu meningkatkan citra kawasan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan terlaksananya program pengabdian masyarakat untuk mengoptimalkan Kawasan wisata pantai diharapkan memberikan pengaruh yang besar terhadap ekonomi masyarakat setempat, dapat memeberikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan. Untuk itu sebaiknya pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pariwisata labih memberikan perhatian terhadap perkembangan Kawasan wisata di Pantai Taulaa Desa Taulaa Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Kegiatan pengabdian masyarakat berupa optimasi kawasan wisata melalui pembangunan atraksi wisata mampu meningkatkan citra kawasan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan terlaksananya program pengabdian masyarakat untuk mengoptimalkan Kawasan wisata pantai diharapkan memberikan pengaruh yang besar terhadap ekonomi masyarakat setempat, dapat memeberikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan. Untuk itu sebaiknya pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Pariwisata a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Januari 2023 labih memberikan perhatian terhadap perkembangan Kawasan wisata di Pantai Taulaa Desa Taulaa Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo. DAFTAR REFERENSI Banu Prasety, 2022. Branding dan Promosi Kawasan Wisata Pesisir Pesona Desa Gisik Cemandi Departemen Studi Pembangunan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bakti Budaya Vol. 5 No. Dani Syirojulmunir , 2019. Rancang Bangun Papan Informasi Destinasi Wisata sebagai Penunjuk Lokasi Wisatawan di Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur . Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA ,Vo. l2 No 1 Eka Dian Savitri ,2022 57 Strategi Perencanaan Pengembangan Desa Wisata Pesisir AuPesona BahariAy Gisik Cemandi . Abdi Massa 57: Jurnal Pengabdian Nasional Vol. No. Edi Suarto , 2022. Pengembangan Objek Wisata Berbasis Analisis Swot . Jurnal Pasial. No Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat. No 1. Fahri, 2022. Peran Dinas Pariwisata Kota Gorontalo Dalam pengembangan Pariwisata Dimasa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Pemerintah. Vol 1 No 1. Hidayat Marceilla, 2011. Strategi Perencanaan dan Pengembangan objek Wisata . tudi kasus pantai Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Bara. , vol. No. 2011:33. Hermawan Hary, 2017. Pengembangan Destinasi Wusata pada Tinggat Tapak Lahan Dengan Pendekatan Analisis Swot, vol IV. No. September 2017. LPPM UNG. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo. http://lppm. id/page/show/3/kkn-tematik Undang-Undang Kepariwisataan No. 10/2009. Wirya Wardaya,2022. Inovasi Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat Studi Kasus Pada Kelurahan Sukolilo Baru Dan Kelurahan Kandangan Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 1 2022: 152-156 Wahyu Prihanta , 2022. Konservasi Sumber Air Dan Wisata Edukasi Di Desa Ngenep. Kecamatan Karangploso. Kabupaten Malang Difusi Iptek: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol No 1. ISSN : 2828-5700 .