Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 402 Ae 410 PENGARUH FINANCIAL LITERACY TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI GENERASI MILENIAL DI KOTA PONTIANAK Oleh : Reni Helvira Ekonomi Syariah. IAIN Pontianak Email : reni. helvira@gmail. Resty Chairunnisa Hariyanti Ekonomi Syariah,IAIN Pontianak Email : restychariyanti@gmail. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract The purpose of this study was to determine the effect of literacy on investment decisions in the millennial generation in Pontianak City. Based on the results of the study indicate that the value of the regression equationis Y = 2. The value of the simple correlation coefficient . 633 which means the relationship/correlation between financial literacy on decisions Pontianak's millennial generation investment is strong. The value of the coefficient of determination (R. obtained is equal to 0. 400, meaning the influence of financial literacy on variations in the ups and downs of millennial generation investment decisions in the City Pontianak is 40. 00%, and the remaining 60. 00% is influenced by other variables outside of this study. The results of the Simultaneous Test (Test F) show the value of 65. 383 (F coun. > 3. 94 (F with a significance value of F which is 0. 000 which value is less than This means that a simple regression model can used to predict the investment decisions of the City's millennial generation Pontianak which is influenced by financial literacy. Partial Test Results . Tes. shows the value of t count > table . 086 > 1. , so Ho is rejected and Ha accepted which means that there is a positive and partially significant effect between financial literacy variables on millennial generation investment decisions Pontianak City. Keywords : Financial Literacy. Investment. Millennials 10 tahun (Budiati dkk. , 2. Karena populasi milenial yang sangat besar. Indonesia merupakan peluang besar untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi. Milenial merupakan generasi era produktif yang posisinya berbagai posisi strategis penting di Indonesia. Hal ini akan menjadikan mereka sebagai aktor vital bagi ekonomi di Indonesia dalam bonus tambahan demografi dari tahun 2025 hingga 2030 (Indonesia milenial Report 2. Milenial beradaptasi dengan teknologi, dan keterampilan mereka yang lebih tinggi daripada generasi sebelumnya juga dapat ditunjukkan oleh tingginya proporsi pengguna teknologi informasi seperti komputer, ponsel, dan internet. Keterampilan teknologi yang kuat ini berdampak pada kondisi ekonomi saat kaum milenial berpikir kritis, menyenangi perubahan. PENDAHULUAN Milenial adalah generasi modern yang hidup pada pergantian milenium. Pada saat yang sama, generasi milenial ini tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan internet, teknologi komunikasi dan virtualisasi pada tahun 2000-an. Milenial adalah kelompok demografis yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996 (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia . Januari 2. Generasi Milenial memiliki karakter yang jauh lebih informatif dan kreatif. Generasi ini juga memiliki persepsi yang berbeda dengan generasi sebelumnya (Budiati dkk, 2. Generasi milenial memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dari para pendahulunya, yang setara dengan tingkat melek huruf, hampir 100%, dan rata-rata masa kehadiran di sekolah mengomunikasikan keputusan mereka kepada orang luar, dan berpartisipasi dalam komunitas di mana aktivitas ini terkait erat dengan Selain itu, jejaring sosial dapat memengaruhi kebijakan pemerintah dan arah respons serta meningkatkan kinerja pemerintah. Artinya, generasi milenial bisa menjadi salah satu aset besar untuk mencapai kemapanan bangsa dalam segala aspek, terutama dalam bidang ekonomi (Budiati dkk. , 2. Meski begitu, kaum milenial biasanya lebih cenderung berinvestasi pada perusahaan dengan misi yang jelas, seperti produk dan layanan hedge fund. Oleh karena itu, kaum milenial lebih berpeluang untuk berpartisipasi di pasar saham (Mulyantini. Di era globalisasi seperti sekarang ini, generasi milenial dikaitkan dengan kualitas layanan, produk, dan investasi. Studi menunjukkan (Putri & Tasman, 2. bahwa generasi millennial adalah generasi yang berevolusi dan tumbuh dari perkembangan komputer dan internet. Hal ini memudahkan generasi milenial untuk mengakses dan belajar dari pendanaan atau keuangan dan membuat keputusan investasi yang lebih baik. Penting untuk mengedukasi kaum milenial tentang investasi agar mereka bisa mendapatkan pengelolaan keuangan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih baik. Apalagi, kaum milenial tidak boleh begitu saja dipercaya oleh influencer media sosial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa profil risiko setiap individu pada saat berinvestasi Apa yang mereka sampaikan mungkin tidak selalu sesuai dengan karakteristik risiko masing-masing individu, sehingga diperlukan sikap kritis untuk menilai setiap profil risiko. Terlihat juga bahwa kaum milenial lebih cenderung menghabiskan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, dengan tujuan untuk mendukung gaya hidup mereka dan memiliki kepribadian yang Namun pada kenyataannya, banyak investasi yang didominasi oleh kaum milenial. Di sisi lain, perilaku konsumsi mengarah pada perilaku ekonomi yang tidak bertanggung jawab seperti kurang menabung, ragu berinvestasi, perencanaan dana darurat dan penganggaran dana untuk masa mendatangnya. Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Pontianak. Taufan Febiola yakin bahwa akan ada peningkatan jumlah investor pasar modal mencapai 20. investor Kalbar hingga akhir 2021. Pada tahun 2020 ia menuturkan, secara umum, ada kenaikan investor di pasar modal 8. Bulan Januari-April 2021, ada 9. 565 investor yang Keyakinan hingga akhir penghujung tahun 2021 ini akan mengalami kenaikan jumlah investor dengan penambahan sekitar 000 investor. (Liputan 6 Com . Mei 2. Ia menambahkan, hingga April 2021. Investor Tabel 1 Penduduk Kota Pontianak Menurut Kelompok Umur (Jiw. Tahun 2018-2020 Berdasarkan pada tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Kota Pontianak menurut kelompok umur yakni generasi milenial sebesar 160. 672 jiwa penduduk pada tahun 2020, jumlah angka generasi milenial ini yakni mereka yang lahir pada kurun waktu 1981-1996 atau berusia diatas 24 sampai 39 Pada generasi milenial lebih suka menabung untuk tujuan jangka pendek, ragu untuk berinvestasi di masa pensiun, bisa melakukan banyak pekerjaan atau perjalanan yang menghasilkan uang. Generasi X sebelumnya bekerja untuk membangun kekayaan di masa depan, tetapi sebagian besar generasi milenial bekerja untuk mendapatkan Ini tidak berarti bahwa generasi millennial tidak membuat keputusan investasi sama sekali, tetapi generasi millennial memiliki metode investasi yang berbeda dari para di pasar modal Kalbar didominasi oleh kaum milenial yang mencapai 70% dari total jumlah Jumlah investor pasar modal Kalbar sudah mencapai 69. 215, tetapi saham. Investor di pasar modal hanya 35. Dari perdagangan, nilai perdagangan investor Kalbar di pasar modal mencapai Rp 22,05 triliun dari Januari hingga April 2021. Pihaknya menetapkan target dapat mencapai Rp 30 triliun pada 2021. Secara histori dalam tiga tahun terakhir meski ada gejolak ekonomi dunia dan pandemi COVID19. Kalbar tetap baik dan cenderung meningkat. Pada 2019 lalu dari sisi transaksi Rp 7,3 triliun, pada 2020 Rp 25,7 triliun dan sekarang ini sudah mencapai angka Rp 22,05 triliun, (Melani, 30 Mei 2. Dimasa pendemi covid seperti ini para generasi milenial adalah generasi mengalami fase kekurang beruntungan dalam masalah ekonomi karena dihadapkan pada masalah pengangguran dan susahnya mendapatkan pekerjaan, krisis ekonomi, ketidaksetaraan pendapatan, naiknya harga properti yang melambung tinggi. Sebab itu moment yang baik bagi para generasi milenial di Kota Pontianak ini melakukan berinvestasi di pasar modal dengan dibekali literasi keuangan yang cukup memadai dibantu analisa yang baik agar mendatang bisa mendapatkan profit dengan resiko yang terkendali demi meraih kehidupan yang diharapkan. Permasalahannya ternyata sebagian Milenial di Pontianak masih kurang pengetahuan dan pemahaman tentang literasi kesejahteraan finansial mereka. Kurangnya kepercayaan dan pengetahuan generasi milenial Pontianak mengenai produk atau jasa di pasar Kurangnya pengetahuan generasi Milenial Pontianak tentang literasi keuangan Indonesia itu sendiri atau kurangnya rencana edukasi terkait literasi keuangan untuk segera dilaksanakan, dan generasi Milenial Pontianak ini masih kurang berpikir kritis menyelesaikan dan memberi solusi pada pengelolaan keuangan yang ada. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara financial literacy terhadap keputusan investasi pada generasi milenial di Kota Pontianak. Penelitian ini masih terbatas terutama pada Generasi milineal Kota Pontianak. KAJIAN PUSTAKA