Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Evaluasi Efektivitas Penggunaan Media Papan Flanel dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tri Hariyati1. Felia Santika2. Zulpan3 STAI Ibnu Rusyd Kotabumi, 3Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing trihariyati94@gmail. com, feliasantika150@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media papan flanel dalam mengembangkan keterampilan bercerita siswa kelas V di SD 04 Kelapa Tujuh. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pretest-posttest group design, penelitian ini melibatkan 60 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan bercerita, lembar observasi, dan Analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ditemukan bahwa kelas kontrol hasil pretest adalah 68. 63, hasil posttest 73, dan normal gain adalah 0. Kelas eksperimen hasil pretest adalah 69. hasil posttest adalah 73. 37, dan normal gain adalah 0. Selisih normal gain sebesar 0. artinya terdapat pengaruh media papan flanel terhadap ketrampilan bercerita dalam pelajaran bahasa indonesia di SD 04 Kelapa Tujuh. Temuan ini mengindikasikan bahwa media papan flanel efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, memfasilitasi visualisasi cerita, dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, sehingga sangat direkomendasikan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kata Kunci: Media Papan Flanel. Keterampilan Bercerita. Pembelajaran Bahasa Indonesia PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan kegiatan interaksi antara para peserta didik, peserta didik dengan sumber belajar, serta peserta didik dengan pendidikan (Kusyairi et al. , 2. Proses pembelajaran cenderung lebih berkesan bagi siswa jika dilakukan di lingkungan belajar yang nyaman dan aman. Jika siswa memahami materi pelajaran yang telah diajarkan, mereka tentu akan jauh lebih siap menghadapi evaluasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan dengan tujuan agar bisa mengetahui sejauh mana program yang sedang dilaksanakan bisa membuahkan hasil yang sudah ditentukan sejak awal (Kamal & Nursikin, 2. Evaluasi dapat dijadikan sebagai dasar keputusan, menyusun kebijakan, membuat program, dan menentukan suatu keputusan apakah akan dilanjutkan, dihentikan, atau Kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari suatu program tertentu, misalnya program pembelajaran yang merupakan bagian dari program pendidikan(Rahmayanti et al. Tujuan evaluasi pembelajran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan, materi, metode,media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri (Hariyati, 2. Setiap evaluasi dalam pembelajaran tentunya berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai. Hal ini dikarenakan tanpa adanya tujuan yang jelas, maka evaluasi tidak dapat mengukur kemampuan peserta didik secara efektif. Dengan kata lain, tujuan pembelajaran menjadi dasar penentuan seberapa jauh pemahaman dan keterampilan yang telah dikuasai oleh Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Keterampilan bercerita merupakan salah satu aspek fundamental dalam penguasaan Bahasa Indonesia yang sangat penting untuk dikembangkan sejak dini. Bercerita tidak hanya melatih kemampuan berbahasa lisan, tetapi juga memperkuat aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, penguatan keterampilan ini mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, percaya diri dalam berkomunikasi, serta mampu mengekspresikan ide dan pengalaman secara jelas dan runtut. Penelitian (Bawamenewi et al. , 2024. Hutagalung et al. , 2025. Masruroh, 2. menunjukkan bahwa metode bercerita terbukti mampu meningkatkan motivasi, hasil belajar, serta kreativitas siswa dalam pembelajaran bahasa. Kondisi aktual di lapangan, termasuk di SD 04 Kelapa Tujuh, menunjukkan bahwa keterampilan bercerita siswa masih relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh minimnya variasi media dan metode pembelajaran yang digunakan guru, sehingga siswa mudah bosan, kurang tertarik, dan enggan berlatih bercerita di kelas. Padahal, berdasarkan observasi dan penelitian sebelumnya (Afdalipah et al. , 2020. Batubara & Davala, 2. keterampilan bercerita yang rendah dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi lisan siswa, yang pada akhirnya berdampak pada pencapaian akademik secara umum. Salah satu solusi yang kini mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan media papan flanel dalam pembelajaran. Media papan flanel menawarkan visualisasi konkret dari unsurunsur cerita melalui potongan kain flanel berwarna, sehingga mudah dipahami anak-anak usia sekolah dasar. Penggunaan media ini terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar, membuat pembelajaran terasa menyenangkan, dan menciptakan suasana interaktif antara guru serta siswa (Angkur & Bajung, 2023. Patria & Iriyanto, 2. Penelitian (Zulkifli & Prihandono, 2. juga membuktikan bahwa media papan flanel dapat membantu meningkatkan hasil belajar baik pada materi Bahasa Indonesia maupun pelajaran lainnya di tingkat sekolah dasar. Pemilihan media papan flanel sangat relevan dengan karakteristik siswa SD yang cenderung visual, aktif, dan membutuhkan pembelajaran konkret. Keunggulan papan flanel, seperti mudah digunakan, murah, bisa digunakan berkali-kali, serta dapat memvisualisasikan pesan pembelajaran secara menarik, membuatnya cocok dikembangkan pada pembelajaran tematik di SD (Marlina et al. , 2018. Surmaniati et al. , 2. Media papan flanel kata dapat digunakan oleh guru dalam upaya merangsang pikiran, perasaan, respon, keterampilan, dan rasa ingin tahu serta mengajak peserta didik lebih aktif saat kegiatan belajar mengajarnya agar suasana di kelas tersebut menjadi lebih menyenangkan (Handayani & Lutfi, 2. Selain itu, media ini mendukung terciptanya lingkungan belajar kolaboratif, mengakomodasi berbagai gaya belajar, dan memiliki efek positif dalam meningkatkan keterampilan ekspresif siswa, baik dalam aspek berbicara, mendengar, maupun memahami sebuah narasi (Syawalia & Fatayan, 2. Penelitian terkait efektivitas media papan flanel dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa menjadi sangat penting dibahas saat ini. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, sekaligus memberi manfaat praktis berupa alternatif media pembelajaran yang inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan siswa (Ningsih, 2014. Zulkifli & Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Prihandono, 2. Temuan penelitian juga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan program pembelajaran serta menjadi rujukan bagi penelitian-penelitian lanjutan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media papan flanel dalam mengembangkan keterampilan bercerita siswa di SD 04 Kelapa Tujuh, serta mendeskripsikan sejauh mana peningkatan keterampilan bercerita siswa setelah implementasi media tersebut. Oleh karena itu, rumusan masalah utama yang akan dijawab adalah apakah media papan flanel efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa dan bagaimana tingkat peningkatannya. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya terkait penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Secara praktis, hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi guru sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif, bagi siswa untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan bercerita, bagi sekolah sebagai masukan dalam pengembangan program pembelajaran, serta menjadi referensi berharga bagi peneliti lain untuk studi lanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen untuk menguji efektivitas penggunaan media papan flanel terhadap keterampilan bercerita siswa kelas V SD 04 Kelapa Tujuh. Quasi-eksperimen dipilih karena dalam konteks pendidikan seringkali sulit menerapkan pengelompokan sampel secara acak, sehingga peneliti menggunakan kelompok-kelompok yang sudah ada di sekolah sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Abraham & Supriyati, 2022. Anantasia & Rindrayani. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest group design, yaitu pengukuran keterampilan bercerita dilakukan sebelum . dan sesudah . perlakuan Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran menggunakan media papan flanel, sementara kelompok kontrol . ika ad. tetap menggunakan metode konvensional. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan populasi seluruh siswa kelas V, karena mereka dinilai paling relevan untuk penelitian ini. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas berupa penggunaan media papan flanel dan variabel terikat yaitu keterampilan bercerita siswa. Untuk memperoleh data yang valid, instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes keterampilan bercerita dengan rubrik penilaian komprehensif . erdiri dari aspek kelancaran, intonasi, ekspresi, isi, dan struktur cerit. , lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan guru, serta angket untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap penggunaan media papan flanel. Prosedur penelitian mencakup tahap persiapan . eperti survei awal, validasi instrumen, dan penentuan sampe. , pelaksanaan pretest, pemberian perlakuan serta posttest, hingga analisis data. Teknik analisis menggunakan statistik deskriptif . ata-rata, persentase, standar devias. dan inferensial, seperti uji normalitas, homogenitas, uji-t . aired sample t-tes. serta uji N-Gain untuk menilai peningkatan efektivitas perlakuan. Pendekatan quasi-eksperimen seperti ini telah banyak digunakan dalam penelitian pendidikan untuk menilai dampak intervensi pembelajaran karena menawarkan tingkat kontrol dan relevansi tinggi terhadap kondisi nyata di sekolah (Sugiyono, 2. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data yang dikumpulkan dari penelitian ini merupakan hasil kemampuan visual siswa terkait penerapan media papan flanel, yang dikumpulkan dari hasil pre-test dan post-test. Media papan flanel ini merupakan alat bantu belajar yang secara visual merepresentasikan kemampuan siswa secara konkret, disajikan dalam bentuk puzzle, menyusun jumlah kata kalimat yang ditempelkan pada papan flanel. Hal ini mempermudah siswa mengingat materi dalam menyusun kalimat dan sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa. Untuk mengetahui hasil dari penelitian penggunaan papan flanel, berikut ini akan diuraikan hasil dari penelitian. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengevaluasi apakah data yang digunakan dalam analisis berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan menggunakan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, yang menghasilkan nilai signifikansi sebagai dasar penilaian. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi melebihi 0,05. Penggunaan metode ini memberikan landasan kuantitatif yang objektif dalam menilai karakteristik distribusi data, sehingga meningkatkan validitas hasil analisis. Tabel 1. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Sig. Keterangan Pretest kontrol 200 Data berdistribusi normal Posttest kontrol 200 Data berdistribusi normal Pretest eksperiment 180 Data berdistribusi normal Posttest eksperiment . 200 Data berdistribusi normal Sumber: Data diolah, 2025. Hasil uji normalitas yang disajikan dalam tabel menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,200, yang berada di atas nilai ambang 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi secara normal. Dengan terpenuhinya asumsi normalitas tersebut, maka data dinyatakan memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan metode statistik parametrik, yang mensyaratkan distribusi data yang Uji Homogenitas Tabel 2. Uji Homogenitas Levene P Value Shapirostatistic Wilk Based on Mean 3,378 0,073 Sumber: Data diolah, 2025. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 6. 4 menunjukkan hasil uji homogenitas dengan metode Levene's Test. Nilai Levene ditunjukkan pada baris Nilai based on Mean. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 yaitu 3,378 dengan p value . sebesar 0,073 di mana > 0,05 yang berarti terdapat kesamaan varians antar kelompok atau yang berarti homogen. Sebelum melakukan uji hipotesis, data pretest dan posttest diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk dan homogenitas varians menggunakan uji Levene. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa distribusi data pada kedua kelompok . retest dan posttes. terdistribusi secara normal . > . , dan hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varians data antar kelompok adalah homogen . > . Kondisi ini memenuhi asumsi untuk penggunaan uji statistik parametrik seperti uji-t, sehingga analisis inferensial dapat dilanjutkan dengan valid (Sugiyono, 2. Uji Hipotesis Paired Sample T-tes Tabel 3. Uji hipotesis Sig. Keterangan Pair 1 pretest kontrol & posttest kontrol 000 Terdapat perbedaan Pair 2 pretest eksperimen & posttes teksperimen 004 Terdapat perbedaan Sumber: Data diolah, 2025. Berdasarkan output Pair 1 diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000<0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata rata hasil belajar siswa untuk pretest kelas eksperimen dan pre-test kelas kontrol dari penggunaan media papan flanel. Sedangkan berdasarkan output pair 2 diperoleh nilai sig. 0,004<0,05 maka dapat disimpulan terdapat perbedaan rata rata hasil belajar sisa untuk pre-test kelas kontrol dan pre-test kelas eksperimen dari penggunaan media papan flannel. Tabel 4. Paireed Samples Statistic mean Standar Deviasi Standar Eror Mean Pair 1 pretest kontrol posttest kontrol Pair 2 pretest eksperimen 69. posttest eksperimen 73. Sumber: Data diolah, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa data pair 1 ( pre-tes Ae pos-tes ) tidak diberikan perlakuan sedangkan data Pair 2 . re-tes dan pos-tes ) diberikan perlakuan. Data menunjukan rata rata yang diperoleh . re-tes ) yaitu 68. 63 dengan data responden 30 siswa yang digunakan, memiliki standar devision 2. 189 dan memiliki standar eror . sedangkan nilai rata rata setelah diberikan perlakuan berupa media papan flannel ( po-tes ) menunjukan nilai 73. 37 dengan standar deviasion 2. 748 dan standar eror . menunjukan bahwa nilai rata rata siswa terdapat peningkatan. Data ini secara jelas menggambarkan adanya peningkatan skor pada kedua kelompok, namun peningkatan yang lebih substansial terlihat pada kelompok eksperimen. Hal ini memberikan gambaran awal bahwa media papan flanel memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa secara lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Untuk mengukur efektivitas peningkatan, nilai N-Gain Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 dihitung untuk kedua kelompok. Kelompok eksperimen menunjukkan nilai N-Gain sebesar 50 . ategori sedan. , yang berarti terjadi peningkatan keterampilan bercerita yang substansial setelah penggunaan media papan flanel. Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0. ategori renda. Perbedaan nilai N-Gain ini secara kuantitatif menegaskan bahwa media papan flanel lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan bercerita siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional, mendukung temuan dari penelitian sebelumnya mengenai efektivitas media visual dalam pembelajaran (Sugiyono, 2. Pembahasan Hasil analisis data secara konsisten menunjukkan bahwa penggunaan media papan flanel efektif dalam mengembangkan keterampilan bercerita siswa di SD 04 Kelapa Tujuh. Peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen, baik secara internal . erbandingan pretest-posttes. maupun eksternal . erbandingan dengan kelompok kontro. , mengindikasikan bahwa media ini berperan penting dalam memfasilitasi proses pembelajaran bercerita. Efektivitas ini dapat dikaitkan dengan sifat media papan flanel yang konkret dan visual, memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan alur cerita dan karakter dengan lebih mudah, sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar (Marlina et al. , 2. Faktor-faktor pendukung efektivitas media papan flanel meliputi peningkatan motivasi belajar siswa dan terciptanya suasana pembelajaran yang interaktif dan Observasi menunjukkan bahwa siswa di kelompok eksperimen lebih antusias, aktif bertanya, dan berani untuk mencoba bercerita di depan kelas. Media papan flanel memfasilitasi interaksi dua arah antara guru dan siswa, serta antar siswa, yang mendorong praktik berbicara dan ekspresi diri (Angkur & Bajung, 2023. Patria & Iriyanto. Dengan demikian dapat diartikan bahawa media papan flanel merupakan media yang dapat membantu meningkatkan hasi belajar siswa dalam memahami suatu pembelajaran (Srifariyati & Prasasti, 2. Selain itu, kemampuan media ini untuk menyajikan materi secara menarik dan berulang kali tanpa kehilangan daya tarik juga menjadi kunci dalam memperkuat pemahaman dan keterampilan bercerita siswa (Syawalia & Fatayan, 2. Implikasi dari temuan penelitian ini sangat relevan bagi praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Media papan flanel dapat menjadi alternatif yang inovatif dan efektif bagi guru untuk mengatasi rendahnya keterampilan bercerita siswa. Penerapan media ini tidak hanya berpotensi meningkatkan kemampuan berbahasa lisan, tetapi juga aspek kreativitas dan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, sejalan dengan tujuan pendidikan karakter. Hasil penelitian ini juga memperkuat argumen bahwa penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar dan pengalaman belajar siswa secara keseluruhan (Zulkifli & Prihandono, 2. KESIMPULAN Penggunaan media papan flanel sangat efektif dalam mengembangkan keterampilan bercerita siswa kelas V di SD 04 Kelapa Tujuh. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 signifikan pada skor posttest kelompok eksperimen dibandingkan dengan pretest, serta perbedaan yang jelas antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Efektivitas ini didukung oleh kemampuan media papan flanel dalam meningkatkan motivasi belajar, memfasilitasi visualisasi cerita, dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan keterampilan ekspresif siswa. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar guru Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar mempertimbangkan penggunaan media papan flanel sebagai salah satu strategi pembelajaran utama untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa. Sekolah diharapkan dapat menyediakan fasilitas dan dukungan yang memadai bagi guru dalam mengimplementasikan media inovatif ini. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian serupa dengan melibatkan variabel lain seperti gaya belajar siswa, atau menguji efektivitas media papan flanel pada jenjang pendidikan yang berbeda atau untuk keterampilan berbahasa lainnya, guna memperkaya khazanah keilmuan di bidang DAFTAR PUSTAKA