BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA DIALOG FILM ANIMASI NUSSA EPISODE NUSSA: BELAJAR JUALAN Nurul Kamila Putri 1. Sinta Rosalina2 Universitas Singaperbangsa Karawang, 1910631080030@student. Universitas Singaperbangsa Karawang, sinta@fkip. ABSTRAK Tindak tutur ilokusi merupakan salah satu bagian dari jenis tindak tutur. Tindak tutur ilokusi berfungsi untuk mengungkapkan suatu hal yang hendak dicapai dengan cara mengkomunikasikan maksud/keinginan kepada lawan tutur untuk mencapai Tuturan tersebut dapat mempengaruhi sehingga lawan tutur melakukan sesuatu atau mengubah keadaan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui . bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi dalam dialog film serial animasi AuNussa episode NussaAy Belajar JualanAy. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog tuturan para tokoh film serial animasi AuNussa episode Nussa: Belajar JualanAy. Dalam setiap adegan terdapat kegiatan komunikasi antara karakter satu dengan karakter lainnya. Tuturan-tuturan yang terdapat pada setiap dialog didominasi oleh ajaran pendidikan islam. Maka, dalam setiap dialog yang dituturkan akan mengalami peristiwa tindak tutur pada setiap karakternya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu simak-catat dengan instrumen penelitian yakni peneliti sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjabarkan hasil analisis data yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada dialog film serial animasi Nussa : Belajar Jualan terdapat tiga bentuk tindak tutur ilokusi meliputi, tindak tutur asertif yaitu, tuturan mengeluh dan menyarankan, tindak tutur direktif yakni tuturan permintaan, ajakan, nasihat dan larangan, terakhir yaitu ekspresif yakni tuturan ucapan terima kasih. Kata Kunci: Tindak Tutur. Ilokusi. Film animasi Nussa. How to Cite: Putri. , & Sinta Rosalina. ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA DIALOG FILM ANIMASI NUSSA EPISODE NUSSA: BELAJAR JUALAN. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7. , 338Ae347. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. PENDAHULUAN Bahasa sistematis digunakan oleh manusia untuk menyampaikan ide, gagasan, dan perasaan kepada lawan tutur. Dalam kesehariannya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Gejala individu yang diungkapkan mengekspresikan apa yang sedang ia secara lisan dengan bahasa merupakan Melalui bahasa, manusia dapat tindak tutur. (Ariyanti dan Zulaeha, 2017: Jadi, tindak tutur adalah kegiatan menyampaikan maksud/perasaan yang ada Komunikasi yang baik adalah diujarkan oleh mitra tutur. Dalam bidang ketika mitra tutur mengerti dan memahami maksud dan tujuan dari ujaran yang komponen tindak tutur yang dapat dilakukan dimaksudkan oleh pembicara. Lawan bicara oleh seorang penutur, meliputi tindak tutur akan lebih mudah memahami maksud dan lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur tujuan ujaran pembicara, jika dibarengi Tindak tutur lokusi ialah tindakan dengan suatu tindakan atau acts yang sesuai dengan ujaran. informasi, berbicara, menanyakan, dan lain- Oleh karena itu, setiap komunikasi yang dilakukan oleh pembicara dan lawan bicara akan selalu menghasilkan tindak Aktivitas melakukan tuturan dengan disertai tindakan merupakan tindak ujar atau bisa disebut juga sebagai tindak tutur (Rustono, 1999: . Suatu tuturan/ujaran yang berisi perintah dan mempengaruhi lawan tutur dapat dikatakan sebagai tindak Menurut Yule . 6: . Ketika seseorang mengungkapkan sebuah tuturan, menghasilkan kata, kalimat atau struktur gramatikal saja namun terdapat tindakantindakan yang menyertai tuturan tersebut. Tindakan-tindakan dalam tuturan tersebut dapat kita sebut sebagai tindak ujar atau tindak tutur. Suatu ujaran atau tuturan yang berisi perintah dan mempengaruhi lawan tindakan-tindakan Mengatakan sesuatu atau menyatakan keadaan sesuatu dapat dikatakan melakukan tindak lokusi. Tindak ilokusi adalah suatu tindakan yang hendak dicapai dengan cara maksud/keinginan kepada lawan tutur untuk mencapai sesuatu. Tuturan sehingga lawan tutur melakukan sesuatu atau mengubah keadaan. Tindak perlokusi menurut Austin . adalah apa hasil yang kita dapatkan dari tuturan yang diujarkan. Tuturan tersebut seperti kalimat membujuk, meyakinkan, mengatakan, menghalangi, menyesatkan dan mengejutkan. Terakhir, tindak tutur perlokusi merupakan hasil dari tindak lokusi yang dalam mengandung maksud tertentu. Searle dalam (Rahardi, 2002: . membagi tindak tutur ilokusi kedalam fungsi komunikatif, yaitu: tutur dapat dikatakan sebagai tindak tutur. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia . asertif, . direktif, . komisif, . ekspresif, dan . disatukan menjadi runtutan gambar dengan Selaras dengan pendapat. Chaer dan ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. Agustina . 0: 29-. menggolongkan tontonan yang menarik dan menghibur. tindak tutur ilokusi ke dalam lima jenis. Salah satu film animasi yang sangat menarik yakni deklaratif, refresentatif, ekspresif, untuk ditonton yakni serial film animasi direktif dan komisif. Cabang ilmu linguistik AuNussaAy. Film serial animasi AuNussaAy yang mempelajari bahasa secara eksternal merupakan sebuah karya dari anak bangsa. disebut sebagai pragmatik. Yuliana . Film animasi tersebut dikemas dalam bentuk salah satu cabang ilmu linguistik yang 3D . yang diproduksi oleh dua mempelajari bahasa dari struktur eksternal perusahaan Indonesia, yaitu The Little Giant yakni pragmatik memiliki kaitan dengan dan 4Stripe Production. Film serial animasi penggunaan bahasa dalam komunikasi. ini pertama kali ditayangkan di layanan Dalam pragmatik, bahasa berwujud sebuah Youtube dalam chanel official Nussa pada tuturan atau dapat kita kenali sebagai tindak tanggal 20 November 2018. Meski belum Tindak tutur tidak hanya ditemukan lama tayang, film animasi ini sudah meraih pada aktivitas keseharian manusia, secara beberapa pengahargaan diantaranya, yaitu tidak sadar kita sering menjumpainya dalam AuAnugerah Penyiaran Ramah Anak 2019Ay sebuah dialog adegan film. Film sebagai dan AuAnugerah Syiar Ramadan 2019Ay. Film media komunikasi sering digunakan sebagai animasi bergenre pendidikan islam ini alat penyampaian pesan kepada penonton. Disamping memberikan pesan, film juga Wirasmono. Film animasi Nussa Rara berdurasi sekitar 3 sampai 7 menit pada tiap Dengan demikian, film menjadi Karakter utama di film tersebut kajian tindak tutur yang menarik untuk adalah seorang anak laki-laki bernama diteliti lebih jauh. Film merupakan hasil Nussa yang memiliki keterbatasan diri budaya yang dapat dijadikan sebagai alat . enyandang disabilita. namun memiliki ekspresi kesenian (Effendy, 1986:. Film Bony Nussa divisualisasikan dengan wujud seorang anak Dalam laki-laki memakai baju berwarna hijau, peci pembuatannya, film animasi menggunakan rajut berwarna putih dengan kaki palsu di teknik pembuatan yang bergantung pada kaki kirinya. Karakter pendukung lainnya Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terdiri atas adik Nussa yang bernama menguraikan suatu peristiwa, gejala, atau Rara. Umma yakni ibu dari Nussa dan Rara, kejadian yang terjadi saat sekarang. (Sujana dan seekor kucing bernama Anta. Dalam dan Ibrahim, 1989:. setiap adegan terdapat kegiatan komunikasi Penelitian antara karakter satu dengan karakter lainnya. digunakan untuk mendeskripsikan data Tuturan-tuturan yang terdapat pada setiap berupa dialog yang terdapat pada setiap dialog didominasi oleh ajaran pendidikan Maka, dalam setiap dialog yang dituturkan akan mengalami peristiwa tindak Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk tutur pada setiap karakternya. Dengan mendeksripsikan bentuk-bentuk tindak tutur demikian, film tersebut sangat menarik ilokusi yang terkandung dalam dialog film untuk diteliti dari sudut pandang tindak tutur animasi AuNussa episode Nussa: Belajar JualanAy. Penelitian ini menggunakan sumber Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk data berupa tuturan-tuturan dialog yang mengetahui apa saja bentuk-bentuk tindak diucapkan oleh tokoh-tokoh yang ada di tutur ilokusi yang ada dalam dialog film dalam film serial animasi AuNussa episode animasi serial AuNussaAy episode AuNussa: Nussa: Belajar JualanAy. Teknik yang Belajar JualanAy yang diproduksi oleh The digunakan dalam pengumpulan data pada Little Giant dan 4Stripe Production. Oleh penelitian ini yaitu, simak dan catat. karena itu, peneliti hanya akan berfokus Menurut Sudaryanto . 5: . kegiatan pada AuAnalisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Dialog Film Animasi Nussa Rara Episode tuturan disebut sebagai metode simak. Nussa: Belajar JualanAy. Pertama, mengunduh video film animasi Nussa dan Rara episode Nussa : Belajar Jualan di aplikasi Youtube. Kedua, penulis METODE PENELITIAN Pada menggunakan jenis penelitian kualitatif menyimak semua tuturan pada dialog para Ketiga, mencatat tuturan-tuturan kualitatif, yaitu deskripsi data tuturan dalam dialog untuk menidentifikasikan berupa penjabararan tindak tutur ilokusi tuturan-tuturan yang mengandung tindak yang ada dalam tuturan para tokoh film tutur iokusi berdasarkan pada definsi tindak serial animasi AuNussa episode Nussa: tutur ilokusi yakni suatu tindakan yang Belajar Jualan. Deksriptif kualitatif adalah jenis penelitian yang berupaya untuk Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tindak tutur ilokusi, yakni tindak tutur maksud/keinginan asertif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur kepada lawan tutur untuk mencapai sesuatu. Untuk lebih lanjut, peneliti Kemudian, data yang diperoleh dianalisis menjabarkan data tersebut sebagai berikut. untuk diketahui bentuk tindak tutur ilokusi Bentuk-Bentuk Tindak Tutur Asertif apa saja yang terkandung dalam dialog film animasi AuNussa episode Nussa : Belajar JualanAy. Instrumen dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Banyaknya kumpulan data yang diperoleh bergantung pada peneliti Dalam penelitian kualitatif, peneliti berkedudukan Tindak tutur asertif merupakan sebuah tuturan berupa pandangan yang dianggap benar oleh penutur. Misalnya mengklaim, menyatakan, dan membual. Hal ini dapat dibuktikan pada dialog sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsiran data dan pada . Menyarankan Rara : bu ini uangnya belum ada Selain itu, peneliti menggunakan alat Nussa : kalau ada uang pas 20 ribu aja bu bantu lain seperti gawai, kertas dan bolpoint untuk mencatat dialog tuturan para tokoh dan membuat tabel indikator berisi bentuk tindak turur ilokusi. Tujuan pembuatan tabel Konteks tuturan data 1 di atas. Rara dan Nussa sebagai penutur menyarankan memberikan uang pas sebesar dua puluh ribu karena Nussa tidak memiliki uang untuk kembalian. mengkategorikan setiap tindak tutur yang ada pada film animasi tersebut terkhusus . Abdul : wah saingannya berat nih. data, dan analisis data. Syifa:Dul, rezeki itu udah diatur jadi ngga usah khawatir. Lagian Nussa dan Rara-kan sahabat kita, jadi gak ada istilah saingan. HASIL PEMBAHASAN Abdul: Iya sih. ketika proses pengambilan data, pemilahan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilaksanakan pada film animasi AuNussa episode Nussa : Belajar JualanAy. Konteks menjelaskan keluhan penutur terhadap mitra tutur yakni Syifa terkait dagangan Maka diperoleh data temuan 3 jenis bentuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. yang mereka jual. Abdul sebagai ujaran dalam penelitian ini yakni sebagai berikut. Nussa : kue cubitnya bu Pembeli : mm, beli apa ya? Rara : Silakan dibeli bu, ini kue cubit terenak buatan Umma Pembeli : mm kue cubit ya, boleh deh dua bungkus. Konteks tutur: percakapan data 1 di dagangan mereka berat karena dagangan kue cubit Nussa dan Rara lebih laris dari dagangan kue cubit yang Abdul dan Syifa jual. Hal tersebut direspon dengan baik oleh mitra tutur yakni dengan tuturan yang sopan dan bijak. Bentuk-Bentuk Tindak Tutur Direktif Aktivitas melakukan tuturan dengan disertai tindakan merupakan tindak ujar atau bisa disebut juga sebagai tindak tutur (Rustono, 1999: . Tindak tutur tersebut berupa paksaan, menyarankan, aba-aba. Nussa penutur menawarkan dan meminta kepada ibu-ibu yang sedang lewat untuk membeli dagangan kue cubit yang Tuturan dituturkan dengan intonasi harapan agar si ibu membeli kue cubit yang ia jual. Tuturan permintaan tersebut dilakukan secara langsung dengan menggunakan subjek AuBuAy. yakni perintah, permintaan, ajakan, . Rara : Bu ini uangnya belum ada Nussa : Kalo ada uang pas dua puluh ribu aja bu Pembeli : mm buat kalian aja deh kembaliannya, saya lagi buruburu nih Rara : makasih ya bu Konteks tutur: percakapan data 2 di nasihat, kritikan, dan larangan. Dalam atas menjelaskan. Rara sebagai penutur penelitian ini, ditemukan empat tindak meminta kepada pembeli sebagai lawan tutur direktif yaitu, permintaan, ajakan, tutur untuk memberikan uang pas nasihat, dan larangan. Dapat dilihat karena ia tidak mempunyai uang sebagai berikut: Bentuk Permintaan Prayitno . 1: . menyatakan bahwa ada enam bentuk tindak tutur direktif. Perimintaan adalah bentuk ujaran Tuturan kalimat yang sopan Aukalo adaAy dan tidak yang disampaikan agar lawan tutur memenuhi keinginan penutur. Ujaran- memberikan uang pas. Namun karena sedang buru-buru, ibu-ibu tersebut Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyakiti dan menyinggung perasaan kembaliannya kepada Nussa dan Rara. Abdul dan Syifa. Syifa sebagai lawan Tuturan permintaan tersebut dilakukan secara langsung dengan menggunakan permintaan maaf dari Rara. Tuturan subjek AuBuAy. tersebut dilakukan secara langsung . Rara: Pak Ucok. Pak Ucok : aduh Rara, ada apa sih Rara : ini kue cubit buatan Umma enak loh. Pak Ucok harus nyobain Pak Ucok : haha, kebetulan aku lagi cari kue Nussa : Alhamdulillah, ini Pak Ucok kebetulan masih ada tiga bungkus Rara : nah pas banget itu Konteks tutur : percakapan data 3 di atas, menunjukan bahwa Rara sebagai penutur meminta lawan tuturnya yakni Pak Ucok agar membeli dagangan kue cubit yang penutur jual. Tuturan menggunakan kalimat rayuan agar lawan tutur tertarik untuk membeli kue cubit yang dijual. Rara: Kak Syifa maafin Rara ya tadi bikin kalian sebel Syifa : gapapa. Ra. Berdagang emang harus kreatif. Sesama pedagang kan emang harus saling bantu. Konteks tutur : percakapan data 4 di atas, setelah mendapatkan nasehat dari Nussa, kemudian Rara sebagai penutur meminta maaf karena kesalahan yang telah dia lakukan kepada Syifa sebagai lawan tutur. Rara menyadari bahwa kesalahan yang ia lakukan dapat dengan subjek AuKak SyifaAy Bentuk Ajakan Ajakan merupakan suatu bentuk ujaran yang disampaikan oleh penutur agar mitra tutur melakukan suatu bersama-sama Ujaran yang ada penelitian ini adalah sebagai berikut. Abdul : Ayo, bu pak ini agaragar jely kenyal, kue cubit coklat Cuma lima ratus. Ayo ayo ayo dibeli sini pak bu Rara : bapak, ibu, om, tante, ayo-ayo di sini ada kue cubit Umma dibuat dengan cinta Abdul : ayo kue cubit coklat meler, bisa melelehkan hatimu. Konteks tutur: data 1 percakapan di atas menjelaskan. Abdul dan Rara sebagai penutur berlomba-lomba untuk mengajak orang-orang untuk membeli kue cubit dagangan mereka. Abdul dan syifa berjualan agar-agar jely kenyal dan kue cubit coklat meler. Sedangkan. Rara dan Nussa berjualan kue cubit biasa yang dibuat oleh ibunya. Tuturan tersebut berupa ajakan kepada orangorang untuk membeli kue cubit yang mereka jual kepada orang-orang di sekitar tempat jualan yang mereka Tuturan menggunakan intonasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. tinggi dengan cara berteriak AuAyo bu, pakAy dan Aubapak, ibu, om, tante, dituturkan secara langsung dengan tuturan AuDulAy sebagai subjeknya. ayo-ayoAy. Tuturan dilakukan secara . Rara NuNusaini deh Nussa : APA sih. Ra? Rara : ko malah nawarin kue cubitnya Kak Abdul si? Kalo dibilang ga ada kembalian pasti Pak Ucok kasih sisanya ke kita, kan kita bisa untung banyak Nussa : hmm. Ra ingetkan pesan Umma Rara : ingetlah Umma : kita harus meneladani sifat berdagangnya Rasul, amanah, jujur, dan terpercaya Rara : iya sih, tapikan Umma. Umma: Payoh. Rara : hmm, iya deh Umma Konteks tutur : Pada data 2 langsung dengan menggunakan subjek Aubu,pak, om, tanteAy Bentuk Nasihat Nasihat merupakan suatu bentuk ujaran yang dimaksudkan penutur untuk dipetik nilai-nilai kebaikannya tersebut menjadi alasan mitra tutur Tindak nasihat dalam penelitian ini sebagai . Abdul : wahh saingannya berat Syifa : Dul, rezeki itu udah Jadi, ga usah khawatir, lagian Nussa dan Rara kan sahabat kita, jadi ga ada istilah Abdul: Iya sih Konteks tuturan : data 1 percakapan di atas menjelaskan. Syifa sebagai penutur memberikan nasihat kepada Abdul sebagai lawan tutur agar tidak merasa tersaingi perihal dagangan sama yang mereka Penutur Syifa rezeki itu sudah ada yang mengatur, dengan begitu lawan tutur Abdul tidak percakapan di atas. Nussa sebagai lawan tutur dan Rara sebagai penutur. Penutur merasa kecewa dan kesal karena penutur menawarkan dagangan Syifa dan Abdul kepada Pak Ucok. Rara sebagai penutur berharap agar sisa kembalian yang ada disimpan untuk mendapatkan untung lebih banyak. Namun, menurut Nussa sebagai lawan tutur, hal tersebut bertentangan dengan pesan yang diberikan oleh Ummanya. Nasehat tersebut dituturkan dengan kalimat pengingat seperti AuRa, ingetkan UmmaAy. Nasehat tekanan pada kalimatnya. terlebih Nussa dan Rara merupakan Nasihat Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN 2541-3252 Vol. No. 2 Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sesuatu, meminta maaf, dan ucapan Bentuk Larangan Tindak tutur ekspresif dapat Larangan merupakan sebuah ujaran dibuktikan dalam dialog di bawah yang disampaikan oleh penutur agar mitra tutur tidak melakukan tindakan . Pak ucok : kebetulan aku lagi cari kue Nussa : Alhamdulillah, ini pak Ucok kebetulan masih ada 3 bungkus lagi Pak ucok : eh sayang sekali kalo cuman tiga bungkus, ah tapi yasudahlah ini uangnya. Nussa : makasih pak Ucok yang diucapkan oleh mitra tutur. Ujaran yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Rara : Hah kue cubit juga, masa jualannya sama sih Nussa : shutt. Ra jangan gitu. Kuenya boleh sama tapikan rasanya beda, iya kan Konteks tutur : data 1 percakapan di Konteks tuturan 1 di atas. Pak Ucok atas menjelaskan. Rara sebagai penutur sebagai mitra tutur ingin membeli dan Nussa sebagai lawan tutur. Penutur kue yang kebetulan dijual oleh Rara merasa kesal karena dagangan penutur yakni Nussa. Dengan rasa Abdul dan Syifa sama dengan dagangan syukur. Nussa mengucapkan terima mereka sehingga berkata yang tidak kasih kepada lawan tutur karena Namun. Nussa sebagai lawan telah membeli dagangan yang dia tutur melarang Rara untuk bersikap seperi itu karena dapat menimbulkan SIMPULAN Larangan tersebut dituturkan secara langsung oleh lawan tutur. Bentuk-Bentuk Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan Tindak Tutur Ekspresif bahwa dalam dialog film animasi Nussa belajar jualan ditemukan tiga bentuk tindak tutur ilokusi meliputi, tindak tutur tindak sebuah tuturan yang berisi ungkapan tutur direktif yakni tuturan permintaan, ajakan, nasihat dan larangan, asertif yakni. Tindak sebuah reaksi terhadap perilaku terakhir yaitu ekspresif yakni tuturan ucapan seseorang berupa, ucapan terima terima kasih. kasih, rasa syukur, menyesalkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Sep. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia DAFTAR PUSTAKA