Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz Heriyanto Heriyanto . Abas Mansut Tamam. Imas Kania Rahman. Ahmad Sastra. Akhmad Alim. Email: 1heriyanto101@guru. 2abas@uika-bogor. id 3imas. kania@uika-bogor. 4Elfatih18@yahoo. id 5alim@uika-bogor. Ponpes AL BINAA. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia 2,3,4,. Universitas Ibn Khaldun Bogor. Jawa Barat. Indonesia Abstract The research is based on various moral and moral problems among children, such as drug abuse, brawls, moral decadence, dating and so on. Moral education for children is carried out from an early age, so that when adults grow up, they understand morals to practice in their daily lives. The role of parents, especially mothers, has a large role in directing and educating their children, because mothers are the first school for their children. Especially in the era of digitalization, modern technology, the issue of morals and guidance has become very important and urgent to study and think about, because the facts show that technological advances have a negative impact on children's morals, as well as positive impacts. A child is like white paper without the slightest stain, so the role of mothers in coloring children is very large. The good or bad of a child's morals really depends on the role of mothers in moral education. The research aims to explore appropriate moral education strategies, especially in the tamyiz phase, which is based on the Quran and alHadith. The method used by library research is an analytical approach to texts whose sources are the Koran and al-Hadith and other sources. The results of the research are that there are two strategies for moral education, namely direct education including example, motivation, training, and indirect education, namely punishment, prohibition, and supervision. Keywords: Moral Education. Strategy. Tamyiz Abstrak Penelitian dilatar belakangi permasalahan akhlak serta moral yang beragam dikalangan anak-anak, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dekadensi moral, pacaran dan lain-lain. Pendidikan akhlak pada anak dilakukan sejak dini, agar dewasa anak telah memiliki pemahaman akhlakul karimah untuk diamalkan dalam Peranan orang tua terutama ibu memiliki porsi besar dalam mengarahkan serta mendidik anak-anaknya, sebab ibu sebagai madrasah yang pertama bagi anak-anaknya. Apalagi di zaman digitalisasi, teknologi modern masalah akhlak serta pembinaan menjadi sangat penting dan mendesak untuk dikaji dan dipikirkan, karena fakta menunjukkan dengan adanya kemajuan teknologi membawa dampak negatif terhadap akhlak anak-anak, di samping ada pula dampak positifnya. Seorang anak diibaratkan seperti kertas putih tanpa ada noda sedikit pun, peranan ibu dalam mewarnai anak-anak sangat besar. Baik buruknya akhlak seorang anak sangat bergantung dari peranan ibu dalam pendidikan akhlak. Penelitian bertujuan untuk menggali tentang strategi pendidikan akhlak yang sesuai terutama dalam fase tamyiz yang landasannya alQurAoan serta al-Hadist. Metode yang dipakai library research yaitu pendekatan analisa terhadap nash-nash yang sumbernya al-QurAoan serta al-Hadist serta sumber lainnya. Hasil penelitian adalah strategi pendidikan akhlak ada dua yaitu pendidikan langsung di antaranya keteladanan, motivasi, latihan dan pendidikan tidak langsung adalah hukuman, larangan, serta pengawasan. Kata Kunci: Strategi. Pendidikan Akhlak. Tamyiz Cara Mensitasi Artikel: (APA . Heriyanto. Tamam. Rahman. Sastra. , & Alim. Strategi pendidikan akhlak pada fase tamyiz. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 8. , 185-199. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: Histori Artikel: heriyanto101@guru. Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 20/01/2023 : 16/12/2023 : 30/12/2023 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. This Work is Licensed under(CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz PENDAHULUAN Berdasarkan tema yang penulis munculkan, terlebih dahulu penulis paparkan penelitian relevan yang dilakukan peneliti lain sebelumnya. Penelitian yang ditulis oleh Aniisa Maila Rahayu. Endin Mujahidin, dan Imas Kania Rahman dengan judul Pendidikan Akhlak Anak Fase Tamyiz Usia 7-10 Tahun, adapun Hasil dari penelitiannya adalah . tujuan pendidikan akhlak untuk menanamkan kebaikan dan keadilan dalam diri sebagai hamba Allah SWT. makhluk sosial, . program pendidikan akhlak difokuskan tentang iman. Islam, dan ihsan . kidah, syariat, dan akhla. , . metode pendidikan akhlak disesuaikan dengan materi, meliputi proses peneladanan, pencontohan, keterlibatan, penguatan, kebersamaan, dan membicarakannya, dan . evaluasi pendidikan akhlak bisa menggunakan pengukuran dan penilaian yang memiliki banyak ragamnya, namun tolok ukurnya adalah bukan sekadar angka melainkan kedekatan anak dengan Allah SWT. (Annisa Maila Rahayu, 2023: ) Penelitian yang ditulis oleh Moh. Faishol Khusni dengan judul Fase Perkembangan Anak dan Pola Pembinaannya dalam Perspektif Islam, hasil penelitiannya menjelaskan ada perbedaan antara konsep anak dalam psikologi dan dalam Islam. Dalam psikologi, anak-anak adalah orang yang berusia di bawah 14 tahun yang hidupnya masih bergantung pada lingkungan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis mereka. Siapa pun yang lahir dari ibu, meskipun tidak sah di luar nikah, tidak menerima status hukum atau konsekuensi yang Sedangkan dalam Islam, seorang anak adalah seseorang yang dilahirkan dalam pernikahan yang sah antara suami dan istri, karena pernikahan adalah satusatunya cara untuk bertanggung jawab terhadap keturunan. (Moh. Faishol Khusni, 2018: . Hasil penelitian yang ditulis oleh Lailatul Mufarohah. Endin Mujahidin, dan Akhmad Alim yang berjudul Strategi Pendidikan Akhlak Untuk Anak Usia Dini, menyatakan tujuan akhlak untuk membentuk insan kamil, pendidikan akhlak harus ditanamkan nilai-nilai karakter diantaranya cinta Allah SWT dan kebenaran, disiplin, baik, tanggung jawab, mandiri, amanah, hormat, santun, peduli, kasih sayang, kerja sama, percaya diri, kreatif, pantang menyerah, berjiwa Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz kepemimpinan, adil, rendah hati, cinta damai dan toleran. Sedangkan strategi pendidikan akhlak yang digunakan inkulkasi nilai, pembinaan, keteladanan, pengembangan keterampilan akademik, sosial dan fasilitasi. Langkah penerapan pendidikan akhlak yaitu perencanaan, pelaksanaan dan tahap penilaian. (Lailatul Mufarohah dkk, 2018: . Menjadi suatu keniscayaan jika pokok pendidikan akhlak anak terpenuhi, maka akan terwujud manusia berakhlak mulia yang insya Allah akan mendapat ridho Allah SWT. kita harus memahami apa itu strategi? Apa itu pendidikan akhlak? Apa itu fase tamyiz? Setelah kita pahami secara detail barulah kita akan melanjutkan pembahasan terkait permasalahan-permasalahan tema ini. Tentang tujuan penulisan serta metode yang dipakai sudah uraikan oleh penulis di bagian Asal kata strategi dari bahasa Yunani, yaitu Strategi yang maknanya perencanaan pemusnahan musuh menggunakan cara atau sumber yang efektif. Adapun dalam lingkungan pendidikan, strategi dimaksudkan sebagai a plan method or series of activities designed a particular educational goal, maksudnya ialah sebuah perencanaan yang berisikan rangkaian kegiatan yang di desain guna tercapainya tujuan pendidikan. Allah menciptakan semua manusia dalam kondisi yang sempurna bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan di bumi. Allah SWT tidak membiarkan mereka menjalani hidup di dunia ini seperti binatang, tetapi Allah SWT mengirimkan pesan berupa wahyu yang datang kepada para rasul untuk membimbing kepada jalan shiraatul mustakim yang menuntun mereka menuju kebahagiaan sejati baik dunia ataupun akhirat. Sehingga disimpulkan pendidikan dapat didefinisikan bentuk usaha insan untuk membentuk pribadi yang memiliki nilai-nilai agama serta budaya. Pengertian pendidikan intinya ialah bimbingan secara sengaja oleh seseorang agar bisa dan dapat bertanggung jawab terhadap individu pribadi baik psikologis, biologis, sosiologis serta pedagogis. Secara umum konsep pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan kekuatan fisik, mental, yang sesuai pada nilai-nilai dalam masyarakat. Adapun pengertian pendidikan menurut Muhammad Haris. Pendidikan adalah upaya sengaja, pendidikan merupakan suatu rancangan dari proses suatu Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz kegiatan yang memiliki landasan dasar yang kokoh, dan arah yang jelas sebagai tujuan yang hendak dicapai. (Muhammad Haris, 2015: . Istilah pendidikan berasal dari kata dasar AudidikAy yang berarti mengasuh dan memberikan pelatihan dalam hal ini dapat berupa ajaran, tuntunan, serta pimpinan mengenai berbagai hal. Kata dasar didik ini kemudian mendapat imbuhan Aupe-anAy yang menyatakan perbuatan. Pendidikan semula berasal dari Bahasa Yunani, yaitu paedaogie yang berarti bimbingan yang kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu education yang memiliki arti pengembangan atau bimbingan. Dan kemudian dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tarbiyah yang memiliki arti (Ramayulis, 2015: . Secara istilah pendidikan dapat diartikan sebagai suatu upaya yang dilakukan oleh pendidik secara sadar untuk memberikan ajaran serta tuntunan kepada peserta didik guna mencapai tingkat kedewasaannya melalui pelatihan dan Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 pendidikan adalah usaha untuk mewujudkan proses pembelajaran didik secara aktif mengembangkan potensi potensi dirinya dirinya mengembangkan untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan Negara. (Anas Salahudin dan Irwanto serta kemampuan yang diperlukan Alkrienciehie, 2013: . Sedangkan menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anak yang mencakup beberapa komponen yaitu kesadaran, kepedulian, pemahaman, dan komitmen yang tinggi menjalankan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Allah SWT, lingkungan, serta masyarakat dan bangsa secara keseluruhan sehingga mampu mengemban tugas khilafah di bumi serta menjadi manusia utuh sesuai kodratnya. (Mulyasa, 2012: . Selain itu, berbagai peristiwa yang muncul di tengah masyarakat sebenarnya merupakan ekspresi atau gambaran dari kehidupan masyarakat itu sendiri. Akhir188 Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz akhir ini, di tengah masyarakat sering kali terjadi tawuran, konflik, permusuhan, perang antar desa, saling membidik, dan lain Dan setiap hari terjadi kasus-kasus perampasan, perampokan, copet, dan sejenisnya. (Imam Suprayogo, 2016: . Keluarga punya peranan yang urgen bagi pendidikan anak-anak, sebab kejadian dalam keluarga akan memberikan pengaruh, efek dalam kehidupan anakanak. Orang tua tidak bisa memberikan seluruhnya pendidikan yang baik dan sempurna terhadap anak-anaknya, untuk menumbuhkan potensi anak dibutuhkan lembaga formal atau sekolah untuk menutupi kekurangan pendidikan orang tua yang kurang selama berada di rumah. Fase tamyiz adalah fase perkembangan yang paling tepat bagi seorang pendidik untuk mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai akhlak serta prinsip-prinsip yang lurus ke dalam jiwa dan perilaku anak. Ini merupakan kesempatan yang sangat besar mengingat segala sarana dan prasarana pendukung pada fase tamyiz sangat mumpuni, yang mana anak-anak fase tamyiz memiliki jiwa yang bersih dan dianggap masa fase kecerdasan, kecemerlangan di antara masa-masa kehidupan (Ambaryani, 2. Seiring dengan perkembangan zaman maka tantangan dalam mendidik anak semakin berat, sehingga dibutuhkan strategi, langah yang tepat dalam mendidik akhlak anak-anak. di antara metode yang bisa di terapkan antara lain metode keteladanan, pembiasaan, arahan, motivasi tentang akhlakul karimah, sebab tanpa adanya sikap keteladanan serta pembiasaan akan sulit tercapai tujuan yang di Kewajiban orang tua serta pendidik untuk menampakkan sikap keteladanan agar menjadi qudwah bagi generasi khususnya fase tamyiz. Sebab penanaman pendidikan akhlak masa tamyiz memberikan pengaruh besar di kehidupan selanjutnya, sebelum watak dan kepribadiannya terkontaminasi, terpengaruhi lingkungan yang tidak sejalan dengan syariat Islam. dibutuhkan strategi dalam membina, mendidik anak-anak agar memiliki akhlakul karimah yang membuat orang tua bangga serta menjadi syafaat kelak di kehidupan akhirat. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz METODE Metode yang dipakai penelitian studi pustaka . ibrary researc. Referensireferensi yang diambil sesuai dengan pembahasan yang bersumber dari bukubuku, artikel, jurnal, makalah dan lain-lain. Sumber penelitian ada yang primer dan ada juga yang sekunder. Sumber primer merupakan sumber-sumber buku yang berhubungan dengan strategi pendidikan akhlak dan sumber-sumber buku yang menjelaskan tentang anak fase tamyiz. Sedangkan sumber sekunder adalah sebagai pelengkap dari fokus pembahasan primer. Sumber-sumber yang telah terkumpul kemudian di analisa sehingga didapatkan kesimpulan sesuai dengan tema yang dibahas. Sedangkan analisis data yang dipakai content analysis data HASIL DAN PEMBAHASAN Landasan Pendidikan Akhlak AE EEO aEC aOIA a cAOauIA Artinya: Dan sesungguhnya engkau berada pada akhlak yang agung (Al-Qolam: AIO u aIOI aINI aEaCA a AaEIaE IEaeIIA Artinya: Orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya (HR. At-Tirmidz. Allah Tabaraka wa TaAoala mensifati Nabi Muhammad Shallallahu AoAlaihi wa Sallam di dalam al-QurAoan dengan akhlak yang sempurna, akhlak yang agung dan akhlak yang baik. Dan Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling baik akhlaknya, paling sempurna adabnya, paling baik pergaulannya, paling indah muamalahnya, semoga shalawat dan salam senantiasa ter curahkan kepada beliau. Beliau adalah contoh bagi seluruh hamba dalam segala akhlak yang baik, segala adab yang indah dan segala muamalah yang baik. Definisi Pendidikan Akhlak Menurut Hasan Langgulung, pendidikan merupakan upaya penting dalam mewariskan Ilmu dan kebudayaan yang dilakukan oleh generasi terdahulu terhadap generasi-generasi muda sebagai pelanjut estafet kehidupan. Adapun sistem pendidikan nasional, pendidikan didefinisikan usaha sadar yang terencana Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz dalam menciptakan suasana belajar serta proses pembelajaran membuat murid aktif untuk pengembangan potensi diri guna menguatkan spiritual keagamaan, mampu mengendalikan diri, kecerdasan, kepribadian, akhlakul karimah, keterampilan, baik diperlukan diri, masyarakat serta bangsa dan Negara (UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional, 2. Adapun kata AuakhlakAy asal kata bahasa Arab, bentuk jamaAo AukhuluqunAy. Secara bahasa dapat diartikan sebagai budi pekerti, tingkah laku, perangai, tabiat, tata krama, kesopanan, tindakan. Kata akhlak juga asal kata dari AukhalaqaAy artinya kejadian yang memiliki hubungan kuat dengan AukhaliqAy menciptakan. Adapun secara istilah yang disebutkan oleh Ibn Maskawaih sebagai sifat yang tertanam pada jiwa yang mendorong agar melakukan tindakan tanpa berfikir ataupun pertimbangan (Hamid, 2. Adapun Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa akhlak ialah: A aaU aIN a EAE aaNOEs OOaac IaI a aO as uEaO AaE s oc AauIA a AEEC aaU aI NaOs AaO EIacAA AEIe NEaOa aOa aA a aIN EAE EaIOEa IEaIaO aCEU OaU aIOe aEE NEaOa aEC aI OuIA AEIaEAac aIN EAE ECaOa aIO NEaO EO NaO IEaAea aECUOcA Akhlak diibaratkan kemantapan jiwa untuk melakukan perbuatan yang mudah tanpa memerlukan pemikiran serta pertimbangan, sebuah kemantapan akan menghasilkan amalan baik yaitu amalan berdasarkan akal dan syara, itulah yang disebut akhlak baik. Adapun amal yang muncul dari kemantapan amal yang tercela maka dinamakan akhlak buruk . l-Ghazali, 1. Berdasarkan definisi-definisi yang telah mengambil kesimpulan tentang definisi akhlak adalah sikap dalam diri seseorang secara spontanitas yang direalisasikan pada tingkah laku serta perbuatan. Apabila tindakan spontan itu baik berdasarkan syariat, maka dinamakan akhlak alkarimah, kebalikannya tindakan spontan itulah yang disebut akhlak almadzmumah. Karena akhlak merupakan konsekuensi iman, apabila iman seseorang kuat, makin baik akhlaknya. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz Pendidikan Akhlak Pada Fase Tamyiz Tamyiz menurut Ar-Raghib Al-Ashfahani adalah sebuah kekuatan berpikir yang dengan itu seorang anak bisa menemukan makna. anak yang telah memasuki fase tamyiz akan mengalami banyak perubahan yang signifikan baik secara emosi maupun secara sosial dibandingkan dengan fase sebelumnya yaitu hadhanah. Terhitung fase ini dari usia 7 sampai 10 tahun sehingga secara akal sudah bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan, mampu menilai mana yang bermanfaat atau sebaliknya, sudah memiliki perasaan malu serta mampu membedakan kanan dan kiri, dalam istilah fiqh fase ini dinamakan fase tamyiz. Masa fase tamyiz merupakan masa yang paling potensial, kesempatan orang tua maupun pendidik untuk mengajarkan, menanamkan nilai akhlakul karimah ke dalam jiwa anak-anak. Kesempatan yang terbuka lebar bagi pendidik dengan semua potensi yang berlimpah pada fase tamyiz karena jiwa serta fitrah yang jernih, jiwa kelembutan, jasmani yang sehat, hati yang belum tercemari serta pikiran yang belum terkontaminasi. Apabila fase ini dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya serta semaksimal mungkin, harapan dan impian yang besar akan keberhasilan akan mudah diraih di masa mendatang, sehingga diharapkan di kemudian hari seorang anak tumbuh, berkembang menjadi generasi kuat mampu menghadapi tantangan, hambatan, rintangan dengan tetap memiliki akhlak yang Dalam Al-QurAoan Allah SWT menggambarkan serta menjelaskan bagaimana pendidikan akhlak untuk anak-anak sebagaimana disebutkan pada surah Luqman yang meliputi: Akhlak terhadap Allah Penghambaan manusia kepada Allah SWT diwujudkan dalam bentuk ibadah sholat, shoum, zakat, haji serta tidak berbuat syirik kepada Allah SWT. AOI Ea aea eE aEEcaN a cI EaceEa EaaEeIU aaOeIA c AA AIEaeIaN OaN aO OaN OA AOa e CaE EaCeIA Artinya: Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada putranya, ketika dia mengajarkan pelajaran kepadanya. Wahai anakku Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar kedzaliman yang besar. (Q. Luqman . Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Luqman ketika menasihati anaknya untuk mentauhidkan Allah SWT dan melarangnya berbuat kesyirikan karena itu merupakan perbuatan zhalim yang besar. Ini mengisyaratkan bahwa para orang tua hendaknya mendidik anaknya agar mentauhidkan Allah SWT serta menanamkan prinsip-prinsip ketauhidan dengan tidak berbuat syirik kepada pencipta-Nya. Akhlak pada Orang Tua Akhlak pada orang tua adalah sikap yang seharusnya dilakukan oleh anak terhadap orang tuanya. Karena itu merupakan ajaran Islam di samping berakhlak kepada Allah SWT. cAIO a aI Ee OE OEOEaaOEa aEaOA a AO OaN sI OcaEN OAe IA AOaOacOeIa EeaIea aI aOEONa aIEae aN aIacN ONeI aEA aAEeIAOA Artinya: Dan Kami perintahkan manusia agar berbuat baik terhadap kedua orang tuanya. Ibunya sudah mengandung dalam keadaan yang lemah bertambah-tambah serta menyapihnya pada dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan terhadap kedua orang tuamu, hanya kepada Aku kembalimu (QS Luqman . Dalam ajaran Dinul Islam mewajibkan berbuat baik kepada kedua orang tua apa pun keadaannya sebagai bentuk rasa syukur serta terima kasih yang telah merawat, mendidik, membesarkan dengan penuh kasih sayang tanpa sedikit pun minta imbalan serta balasan dari anaknya. Mendahulukan kepentingan orang tua dari pada kepentingan dirinya sendiri merupakan kewajiban anak. Jangan sampai anak membuat marah kedua orang tuanya, karena kemarahan Allah SWT berhubungan dengan kemarahan orang tua. Seyogyanya anak harus taat perintah orang tuanya selama tidak menyuruhnya bermaksiat kepada Allah SWT. Akhlak terhadap orang lain. Akhlak pada orang lain ialah bagaimana kita berhubungan dengan tetangga, masyarakat, ataupun dengan teman. Seperti kita memuliakan tamu, tidak merendahkan tetangga, menghormati hak-hak orang lain, bersikap lemah lembut serta tidak merendahkan martabat orang lain. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz A Ia a aI EEc aN Ea Oaac EEa IeE AaOeA a eA AO EeaA a AOEa Ace cEEaEIc OEa IA Artinya: Janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia karena sombong serta jangan berjalan di atas muka bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman . Ayat 18 surah Luqman menjelaskan agar senantiasa berbuat baik serta bersikap sopan santun dengan orang lain dengan tidak bersikap sombong dengan cara memalingkan muka sebagai bentuk sikap kesombongan. Akhlak pada diri sendiri Akhlak terhadap diri sendiri adalah bagaimana dia bersikap serta memperlakukan terhadap dirinya sendiri baik sifatnya jasmani ataupun rohani. Tidak memaksakan untuk melakukan suatu tindakan yang membahayakan dirinya sendiri atau tidak beribadah kepada Allah SWT. aA EeIaOA a eA EaAOA a aAE ua cI aIE a EeaAOA a aAOaCeAa AaO IeOaE Oaae IaI AOeA Artinya: Dan sederhanalah kalian dalam berjalan serta lembutkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. Setelah Allah SWT pada ayat sebelumnya melarang sikap sombong, kemudian pada ayat ini Allah SWT memerintahkan untuk berjalan dengan sederhana yang biasa-biasa saja. Juga perintah untuk merendahkan suara. Metodologi Pendidikan Akhlak Al-Qudwah (Sikap Keteladana. Sikap yang sangat terlihat pada Nabi SAW adalah pengamalan akhlak mulia dalam kehidupannya dan itu dilihat langsung oleh para Sahabat Nabi SAW. apabila Rasul SAW memerintahkan untuk melakukan syariat, beliau melakukannya dahulu sebelum orang lain. apabila ada Sahabat Nabi melakukan kesalahan. Rasul meluruskannya dengan menunjukkan akhlak yang mulia. Keteladanan adalah metode yang cocok untuk keberhasilan dalam membentuk kepribadian anak serta memiliki akhlakul karimah. Karena seorang pendidik menjadi teladan bagi anak-anak, disadari atau tidak baik dalam ucapan maupun perbuatan (Ulwan, 1. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz Al-Hiwar Wal MasAoalah Metode dengan dialog dan tanya jawab merupakan sebuah cara dalam mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai akhlak bagi seseorang. dialog dan tanya jawab mengarahkan seseorang untuk memiliki perhatian penuh terhadap nasihat, serta dapat mendorong untuk berfikir yang mendalam. Apabila dialog disampaikan secara arif dan bijaksana akan membuka cakrawala berfikir, yang dapat mengantarkan akan maksud dan tujuan, dengan tidak mencela serta merendahkan orang lain. Al-Tarbiyah bi Ihyain Nafs (Metode dengan Pembangkitan Jiw. Metode bi Ihyain Nafs merupakan metode yang dapat memberikan pengaruh yang menghunjam terhadap jiwa seseorang, karena dengan metode ini dapat mengintropeksi diri sehingga dapat menyadari akan kesalahannya. dengan metode ini dapat menumbuhkan keimanan yang tinggi serta menyadari bahwa Allah SWT selalu mengawasi dan melihat gerak gerik seseorang. Al-Targhib wa al-Tarhib. Metode al-Targhibwa al-Tarhib ialah metode yang memiliki hubungan erat dengan fitrah manusia. Syariat Islam memberikan motivasi kepada manusia untuk mencintai karena Allah SWT dan benci karena Allah SWT. Dan setiap manusia punya tabiat berbeda-beda kadang ada sesuatu yang dicinta dan ada sesuatu yang dibenci. Islam tidak mengekang yang merupakan fitrah manusia bahkan sebaliknya Islam mempertahankan, mendorong, menguatkan serta meluruskan fitrah manusia . n-Nahlawi, 1. Strategi Pendidikan Akhlak Fase Tamyiz Dalam kamus besar bahasa Indonesia strategi didefinisikan sebagai langkah perencanaan secara cermat tentang kegiatan dengan tujuan tercapainya sasaran yang tepat. Hamdani mengatakan strategi merupakan suatu proses yang di gunakan dalam menciptakan suasana kondusif pada peserta didik dalam rangka untuk tercapainya tujuan dalam pembelajaran (Hamdani, 2. Strategi pendidikan akhlak yang dapat dipraktekkan guna tercapainya tujuan yang maksimal diantaranya: Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz Pendidikan secara langsung Model pembelajaran langsung pada dasarnya merupakan turunan atau pengembangan dari teori pembiasan perilaku respons . perant conditionin. Frederic Skinner. Frederic Skinner pencetus teori pembiasaan perilaku respons merupakan penganut behavioris. Menurut Skinner bahwa tingkah laku itu terbentuk oleh konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan oleh tingkah laku itu sendiri (Muhibbin Syah, 2000: . Pendidikan secara langsung baik pribadi atau keluarga antara orang tua dengan anak atau guru dengan anak-anak baik dalam lingkungan keluarga atau Disebutkan oleh Buana Sari pendidikan secara langsung diantaranya ada tiga metode (Sari, 2. Pendidikan dengan pembiasaan Peranan pembiasaan dalam mendidik akan membentuk akhlak anakanak yang memiliki budi pekerti, spiritual dan etika yang lurus. Maka dalam membiasakan dan membekali akhlak bukan semata bagi orang tua tetapi semua anggota keluarga yang ada di rumah. Begitu juga di luar rumah misalnnya lingkungan tempat bermain, teman-temannya, guru serta siapa saja yang akan memberikan pengaruh pada adat kebiasaannya. Bahkan mencontohkan keteladanan terhadap orang lain merupakan keharusan bagi siapa saja. Pendidikan dengan nasihat Pendidikan yang efektif untuk membentuk akhlak anak dengan jalan nasihat, karena nasihat sangat berperan dalam menjelaskan sifat akhlakul karimah pada anak. Nasihat harus disampaikan oleh orang yang memiliki kompeten artinya yang memberikan nasihat haruslah menjaga apa yang disampaikan dan tidak boleh perbuatan yanng di lakukan dalam kesehariaannya tidak sesuai dengan apa yang di sampaikan pada anakanak. Karena hal itu akan mengakibatkan anak tidak percaya serta melecehkan terhadap orang yang memberi nasihat. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz Pendidikan dengan perhatian Pendidikan memberikan perhatian yaitu dengan mencurahkan segala perhatian secara penuh serta pengawasan akhlak dan memperhatikan mental di samping memperhatikan pendidikan jasmani dan rohani. Perhatian bisa membentuk jiwa anak-anak untuk menunaikan hak pada kehidupannya, termasuk memotivasi melaksanakan sebuah tanggung jawab dengan baik. Pendidikan tidak langsung Menurut Marimba pendidikan tidak langsung merupakan strategi pendidikan yang berbentuk larangan, hukuman serta pengawasan (Marimba. Metode Larangan Dalam al-QurAoan dijelaskan metode larangan diantaranya adalah: AO Ea aaE aEEcaN a cI EceE EaEeIU OeIA c aIA AOA Artinya: Wahai anakku Janganlah mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang (Q. Luqman . Metode Larangan sering digunakan oleh atasan kepada bawahan, seorang ayah terhadap anaknya. Larangan merupakan sebuah keharusan agar terhindar dari perbuatan yang bisa membuat rugi diri sendiri terlebih orang lain. Sebagai contoh larangan untuk berbohong, mencuri, mencela, berkelahi dan lainnya. Perbuatan seperti ini harus diingatkan sejak dini, agar ketika dewasa nanti tidak melanggar perbuatan yang dilarang dalam syariat. Metode Hukuman Metode hukuman termasuk bagian dari Islam, karena Islam mengatur syariat secara sempurna dan menjadi pembeda dengan agama yang lain. Menurut Said bin Ali Al-Qahtani berkata bahwa metode hukuman sesuai dengan porsinya serta tidak melampaui batasan syariat untuk meluruskan kesalahan-kesalahan. Hukuman harus sesuai dengan Batasan syariat tanpa memedulikan status sosial dan rasa iba serta belas kasihan. Tetapi dengan kelembutan, keramahan serta kasih Pendidikan dengan hikmah yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2023 Heriyanto, dkk Strategi Pendidikan Akhlak pada Fase Tamyiz dengan profesional dengan tanpa menambah dan mengurangi . l-Qahtani, 2020. Metode Pengawasan Metode Pengawasan merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas terlaksana sesuai dengan apa yang telah diagendakan. Adapun strategi pengawasan diterapkan agar tidak muncul kejadian-kejadian yang tidak Karena manusia tidak luput dari kesalahan maka pelanggaran, penyimpangan akan selalu ada. Pada saat itulah dibutuhkan pengawasan agar tidak terjadi kesalahan yang lebih jauh. Apalagi zaman terus mengalami perubahan yang sangat cepat yang mana anak-anak pandai menggunakan gadget, sehingga peran orang tua serta pendidik dalam pengawasan aktivitas anak harus lebih ketat. KESIMPULAN Pendidikan Akhlak pada anak-anak terutama fase tamyiz zaman modernisasi dan globalisasi sangatlah penting dan mendesak karena akhlakul karimah merupakan pijakan untuk kehidupan. Hendaknya pendidikan akhlak dapat dilakukan sedini mungkin sebelum watak serta kepribadiannya terpengaruh lingkungan yang buruk. Oleh sebab itu bagi orang tua dan pendidik perlu perhatian khusus tentang perilaku, akhlak, moral karena apabila anak memiliki akhlak yang baik maka semua perilaku dan ibadahnya akan baik. Maka dibutuhkan metode serta strategi khusus dalam mendidik anak-anak terutama fase Metode pendidikan akhlak yang sesuai untuk anak-anak adalah metode keteladanan, metode dialog dan tanya jawab, metode pembangkitan jiwa, metode Tarhib wa targhib. sedangkan strategi pendidikan akhlak ada strategi langsung dan tidak langsung. REFERENSI