ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT MAJEMUK MELALUI MODEL PROJECT-BASED LEARNING DI KELAS V SEKOLAH DASAR Natalia Mohamad1. Wiwy T. Pulukadang2. Fidyawati Monoarfa3. Rusmin Husain4. Sukri Katili5 PGSD FIP Universitas Negeri Gorontalo12345 e-mail: nataliamohamad26@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat majemuk melalui model pembelajaran project based laerning (PjBL) pada siswa kelas V SDN 3 Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah siswa 10 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil dari observasi awal yang mampu menulis kalimat majemuk 1 siswa atau 10%, tidak mampu 9 siswa atau 90%. Pada siklus I pertemuan I yang mampu menulis kalimat majemuk 2 siswa atau 20%, yang tidak mampu 8 siswa atau 80%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan yakni 75% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 75 keatas sehingga dilanjutkan pada siklus I pertemuan II. Pada siklus I pertemuan II siswa yang mampu menulis kalimat majemuk 5 siswa atau 50%, yang tidak mampu 5 siswa atau 50%, hal ini belum sesuai dengan indikator yang ditetapkan yakni 75% siswa yang dikenai tindakan memperoleh nilai 75 keatas sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan I. Pada siklus II pertemuan I siswa yang mampu menulis kalimat majemuk 9 siswa atau 90%, yang tidak mampu 1 siswa atau 10%, siswa yang belum mampu diberikan bimbingan sesuai dengan masalah yang Berdasarkan penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa dengan mneggunakan model pembelajaran project based learning kemampuan siswa menulis kalimat majemuk di kelas V SDN 3 Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolanggo meningkat. Kata Kunci: Menulis Kalimat Majemuk. Project Based Learning ABSTRACT This study aims to improve the ability to write compound sentences through the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model among fifth-grade students at SDN 3 Bulango Ulu. Bone Bolango Regency, consisting of 10 students. The research employed a classroom action research design. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. Initial observations showed that only 1 student . %) was able to write compound sentences, while 9 students . %) were not. In Cycle I. Meeting I, 2 students . %) demonstrated the ability to write compound sentences, while 8 students . %) had not met the competency As this did not meet the targeted indicator of 75% of students scoring 75 or above, the intervention continued to Cycle I. Meeting II. In this phase, 5 students . %) were able to write compound sentences, whereas 5 students . %) still struggled. The target was again unmet, leading to Cycle II. Meeting I. At this stage, 9 students . %) succeeded, and only 1 student . %) required additional support tailored to their challenges. Based on the findings, it can be concluded that the use of the Project-Based Learning model effectively enhances studentsAo ability to write compound sentences in Class V at SDN 3 Bulango Ulu. Bone Bolango Regency. Keywords: Compound Sentence Writing. Project-Based Learning Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action PENDAHULUAN Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam kehidupan akademik dan sosial. Kegiatan menulis tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan informasi, melainkan juga merupakan bentuk ekspresi diri dan alat untuk berpikir secara sistematis. Dengan menulis, seseorang dapat mengorganisasi ide-ide, membangun argumen, serta mengekspresikan pemikiran dan perasaannya dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang lain. Dalam konteks pendidikan, keterampilan menulis menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar karena berperan dalam membantu siswa menyerap, mengolah, dan menyampaikan informasi secara tertulis. Selain itu, kemampuan menulis juga berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi dalam berbagai mata pelajaran, karena hampir semua bidang studi menuntut siswa untuk mampu mengekspresikan hasil pemahamannya melalui tulisan. Oleh karena itu, menulis bukan hanya sekadar keterampilan teknis, melainkan juga sarana penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Di tingkat sekolah dasar, kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh siswa. Salah satu bentuk keterampilan menulis yang harus dipelajari dan dipahami dengan baik adalah kemampuan menyusun kalimat majemuk, khususnya kalimat majemuk setara. Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan sintaksis yang sama, dan biasanya dihubungkan oleh konjungsi seperti dan, tetapi, atau, dan sebagainya. Pemahaman terhadap jenis kalimat ini penting karena memungkinkan siswa untuk menyampaikan gagasan secara lebih lengkap, rinci, dan terstruktur. Dengan menguasai kalimat majemuk, siswa dapat menulis paragraf yang kohesif dan koheren, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas tulisan secara keseluruhan. Namun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa sekolah dasar yang masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan kalimat majemuk setara dalam penulisan, sehingga tulisan mereka cenderung pendek, tidak berkembang, dan kurang menunjukkan hubungan logis antaride. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SDN 3 Bulango Ulu, ditemukan bahwa kemampuan menulis kalimat majemuk setara siswa kelas V masih tergolong rendah. Dari 10 siswa yang diamati, hanya 1 siswa atau sekitar 10% yang mampu menulis kalimat majemuk dengan benar dan sesuai struktur kebahasaan. Kondisi ini mengindikasikan adanya permasalahan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam hal penguasaan struktur kalimat. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan ini adalah kurangnya perhatian guru dalam menyampaikan materi kalimat majemuk secara kontekstual dan Selain itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa dalam proses aktif-kreatif. Akibatnya, siswa tidak memperoleh kesempatan yang cukup untuk mengeksplorasi dan mempraktikkan penggunaan kalimat majemuk dalam berbagai konteks, termasuk dalam proyek-proyek menulis yang bermakna. Kondisi ini tentu menjadi hambatan dalam pencapaian kompetensi menulis siswa dan berpotensi berdampak pada kemampuan literasi secara umum. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar sekaligus memperkuat pemahaman konsep kebahasaan secara aplikatif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL). Model ini menekankan pada kegiatan pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa terlibat secara aktif dalam merancang, melaksanakan, dan menyelesaikan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. Dalam konteks pembelajaran menulis. PjBL memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi penggunaan kalimat majemuk melalui berbagai bentuk proyek kreatif, seperti membuat cerita, buku harian, artikel pendek, atau poster tematik. Selain menumbuhkan kreativitas, pendekatan Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action ini juga mendorong kolaborasi antarsiswa, meningkatkan motivasi belajar, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian Tinenti . menunjukkan bahwa PjBL efektif dalam membangun keterampilan proses siswa, karena menekankan pada pembelajaran bermakna dan kontekstual yang melibatkan pengalaman langsung. Meskipun berbagai penelitian telah membuktikan efektivitas PjBL dalam meningkatkan keterampilan menulis secara umum, namun masih sangat terbatas penelitian yang secara spesifik mengkaji penerapan model ini dalam pengembangan kemampuan menulis kalimat majemuk setara di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah Gorontalo. Gap ini menjadi celah yang penting untuk diteliti lebih lanjut guna memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran yang lebih efektif, khususnya dalam bidang keterampilan menulis. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh model PjBL terhadap kemampuan menulis siswa, tetapi juga mengeksplorasi sejauh mana keterlibatan aktif siswa dalam proyek dapat mendorong pemahaman mendalam terhadap struktur kalimat majemuk yang sebelumnya sulit mereka kuasai. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat majemuk setara siswa kelas V di SDN 3 Bulango Ulu melalui penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam penguasaan struktur kalimat majemuk, serta menjadi acuan bagi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 3 Bulango Ulu. SDN 3 bualango ulu adalah salah satu satuan pendidikan jenjang SD di Kec. Bulango Ulu Kabupaten Bone bolango. Gorontalo. Yang di pimpin oleh bapak Robinson Musa S. Pd. dengan jumlah guru 8, kepala sekolah 1, dan tenaga admin 1. Adapun jumlah keseluruhan siswa yaitu 54 orang. Dan sekolah ini memiliki 9 bangunan diantaranya 6 bangunan kelas, 1 bangunan dewan guru dan kepsek, 1 bangunan perpustakaan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindak Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam bentuk siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, analisis dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes dan non-tes yang diperoleh dari pelaksanaan Siklus I dan Siklus II. Data diperoleh melalui tes menulis kalimat majemuk setara yang dilakukan setelah pembelajaran dengan model Project-Based Learning (PjBL) di kelas V. Untuk melihat tingkat kemampuan menulis kalimat majemuk, maka dilakukan observasi awal kemudian dilakukan dengan tindakan. Pelaksanaan penelitian mengacu pada prosedur penelitian yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, analisis dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan menulis kalimat majemuk setara siswa kelas V SDN 3 Bulango Ulu masih sangat rendah, dengan hanya 1 dari 10 siswa . %) yang mampu menulis dengan benar. Hal ini menjadi dasar perlunya pengembangan Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action keterampilan menulis kalimat majemuk setara melalui penerapan model pembelajaran ProjectBased Learning (PjBL). Pada pelaksanaan Siklus I Pertemuan 1, kemampuan siswa dalam menulis kalimat majemuk setara masih tergolong rendah. Pada aspek penggunaan kata hubung, hanya 1 siswa . %) tergolong mampu, sementara 4 siswa . %) kurang mampu, dan 5 siswa . %) tidak Pada aspek diksi, 1 siswa . %) mampu, 1 siswa . %) kurang mampu, dan 8 siswa . %) tidak mampu. Pada aspek struktur SPOK, tidak ada siswa yang tergolong mampu, 6 siswa . %) kurang mampu, dan 4 siswa . %) tidak mampu. Secara keseluruhan, hanya 2 dari 10 siswa . %) yang mencapai kriteria kemampuan, sementara 8 siswa . %) belum mampu. Dengan demikian, hasil ini belum memenuhi KKM . %). Kemudian peneliti melanjutkan pertemuan selanjutnya yakni siklus I pertemuan 2. Hasilnya menunjukkan bahwa pada aspek penggunaan kata hubung, 2 siswa . %) tergolong mampu, 4 siswa . %) kurang mampu, dan 4 siswa . %) tidak mampu. Pada aspek diksi, 4 siswa . %) mampu, 5 siswa . %) kurang mampu, dan 1 siswa . %) tidak mampu. Sedangkan pada aspek struktur SPOK, 1 siswa . %) mampu, 7 siswa . %) kurang mampu, dan 2 siswa . %) tidak mampu. Selanjutnya, peneliti melaksanakan pembelajaran pada tahap berikutnya, yaitu Siklus II, pada pelaksanaan pertemuan ini sudah terjadi peningkatan yang signifikan dan hasil penilaian menunjukkan peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk setara. Pada aspek penggunaan kata hubung, 30% siswa tergolong mampu, dan 70% kurang mampu. Pada aspek diksi, 70% siswa tergolong mampu, dan 30% kurang mampu. Pada aspek struktur SPOK, 50% siswa tergolong mampu, 40% kurang mampu, dan 10% tidak mampu. Secara keseluruhan, 9 dari 10 siswa . %) mencapai kriteria kemampuan, sementara 1 siswa . %) belum mencapai. Meski rata-rata nilai mencapai 75, pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan namun masih memerlukan penguatan bagi siswa yang belum mencapai KKM. Grafik Siklus I dan Siklus II 50% 50% Kondisi Awal Siklus I Pertemuan I Siklus I Pertemuan Mampu Siklus II Tidak Mampu Gambar 1. Grafik Hasil Pencapaian Peningkatan Kemampuan Menulis Kalimat Majemuk Pada Siklus I dan Siklus II Gambar 1 menunjukkan grafik perkembangan hasil belajar menulis kalimat majemuk pada siklus I dan siklus II. Grafik ini memperlihatkan adanya peningkatan jumlah siswa yang berhasil mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setelah diterapkannya tindakan perbaikan pembelajaran. Pada siklus I, persentase ketuntasan siswa masih tergolong rendah, namun mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada siklus II. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan, seperti pemanfaatan media Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action atau metode tertentu, berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis kalimat Gambar 2. Proses pembelajaran kemampuan menulis Kalimat Majemuk Gambar 2 memperlihatkan suasana pembelajaran di kelas dalam kegiatan menulis kalimat majemuk. Terlihat siswa duduk dalam kelompok kecil yang terdiri dari lima orang, bekerja sama menyusun proyek menulis kalimat majemuk berdasarkan materi yang telah dijelaskan guru. Beberapa siswa tampak aktif berdiskusi, menulis pada lembar kerja kelompok, dan menggunakan kata hubung untuk membentuk kalimat majemuk setara. Di papan tulis, guru menuliskan contoh kalimat majemuk, sementara satu siswa berdiri di depan kelas menuliskan hasil kerja kelompok mereka. Pada bagian lain gambar, ditampilkan siswa sedang menyimak tayangan video dongeng berjudul "Buaya Kecil yang Baik Hati", yang dijadikan sumber inspirasi untuk menulis kalimat majemuk. Kegiatan diakhiri dengan presentasi kelompok dan diskusi kelas, yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur kalimat majemuk. Pembahasan Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang kompleks karena melibatkan kemampuan berpikir kritis, logika, serta keterampilan berbahasa yang baik. Menulis bukan sekadar menyusun kata demi kata, melainkan menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara sistematis, runtut, dan mudah dipahami oleh pembaca. Mega . menyatakan bahwa kemampuan menulis mencerminkan kecakapan seseorang dalam menuangkan ide, pemikiran, atau informasi secara jelas, tepat, dan efektif. Selain itu. Monoarfa et al. menegaskan bahwa menulis juga merupakan proses melukiskan lambang-lambang grafik yang mewakili bahasa yang dipahami penulis dan pembaca, sehingga terjadi komunikasi tertulis yang Dalam pembelajaran di sekolah dasar, keterampilan menulis sangat penting karena menjadi dasar dalam mengembangkan kemampuan literasi siswa secara umum, terutama kemampuan menyusun kalimat yang kompleks seperti kalimat majemuk. Peningkatan kemampuan menulis kalimat majemuk menjadi penting untuk membentuk fondasi keterampilan menulis yang lebih tinggi, seperti paragraf, teks naratif, atau eksposisi. Model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) merupakan salah satu pendekatan yang terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Dalam model ini, siswa Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran melalui pengerjaan proyek-proyek yang menuntut keterlibatan fisik, mental, dan sosial. Prasetyo et al. menyatakan bahwa penerapan PjBL secara efektif mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis, serta mengembangkan gagasan secara lebih terstruktur. Alparezi et al. juga mengungkapkan bahwa model PjBL yang diterapkan di SD Muhammadiyah 05 Curup Selatan berhasil meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan. Temuan ini sejalan dengan pendapat Cahyati et al. yang menyebut bahwa pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa untuk tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi juga aktif membangun pemahaman melalui aktivitas kolaboratif dan produktif seperti proyek. Oleh karena itu. PjBL menjadi sangat relevan untuk diterapkan dalam pengembangan keterampilan menulis, terutama di jenjang sekolah Penelitian-penelitian sebelumnya menguatkan temuan ini. Penelitian oleh Khotijah et . dan Vista Febrianika et al. menunjukkan bahwa model PjBL secara konsisten mampu meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa, khususnya dalam menyusun kalimat yang kompleks dan terstruktur. Sementara itu. Prasetyo et al. secara spesifik mengkaji efektivitas PjBL pada materi kalimat majemuk bertingkat dan menemukan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Penelitian dari Gobel . yang menggunakan kartu kalimat sebagai media pendukung juga membuktikan bahwa pendekatan berbasis aktivitas dapat mendorong siswa berpikir secara logis dan sistematis dalam menyusun Kesamaan hasil dari berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek memiliki pengaruh yang kuat dan positif terhadap keterampilan literasi siswa, khususnya kemampuan menulis. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilangsungkan di SDN 3 Bulango Ulu dengan melibatkan 10 siswa kelas V, terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa dalam menyusun kalimat majemuk masih rendah. Dari 10 siswa, hanya satu siswa . %) yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75, sedangkan sisanya . %) masih berada di bawah standar. Temuan ini mencerminkan adanya masalah mendasar dalam pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengembangkan struktur kalimat yang lebih kompleks. Sandyagraha et al. dalam penelitiannya juga menemukan bahwa banyak siswa masih menulis dalam bentuk kalimat tunggal karena belum mampu menambahkan klausa yang benar secara sintaksis. Ini menunjukkan perlunya intervensi model pembelajaran yang tepat dan kontekstual agar siswa dapat memahami konsep kalimat majemuk secara menyeluruh. Hasil analisis pada tiap siklus menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa secara bertahap. Pada siklus I pertemuan I, hanya 2 dari 10 siswa . %) yang berhasil mencapai kriteria kemampuan menulis kalimat majemuk, sedangkan 8 siswa lainnya . %) masih belum memenuhi kriteria. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan strategi pembelajaran pada siklus I pertemuan II, terjadi peningkatan yang cukup signifikan, yakni 5 siswa . %) berhasil mencapai kriteria dan sisanya masih mengalami kesulitan. Kemajuan lebih jelas terlihat pada siklus II, di mana 9 siswa . %) telah memenuhi KKM dan hanya 1 siswa . %) yang belum Peningkatan ini menandakan bahwa model PjBL mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada pemahaman siswa. Penerapan proyek yang menuntut kerja kolaboratif, diskusi, dan produksi karya tulis membantu siswa menginternalisasi konsep kalimat majemuk secara praktis dan menyenangkan. Refleksi dari hasil tindakan memperlihatkan bahwa Project-Based Learning memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan menulis kalimat majemuk. Selain meningkatkan nilai rata-rata kelas, pendekatan ini juga menumbuhkan motivasi dan rasa Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol 5. No 3. Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action percaya diri siswa dalam menulis. Sejalan dengan penelitian oleh Yusikah & Turdjai . , keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan proyek terbukti meningkatkan kualitas tulisan mereka karena adanya proses berpikir sistematis, eksploratif, dan interaktif. Meskipun sebagian siswa masih membutuhkan penguatan tambahan, hasil ini menunjukkan bahwa PjBL memiliki potensi besar dalam membentuk kompetensi literasi yang kokoh, terutama pada tahap pembelajaran dasar. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses berpikir siswa dari perencanaan proyek, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil akhir. Studi-studi lain juga memperkuat temuan ini. Penelitian oleh Jamilah Kumala Sari Dalimunthe . menekankan bahwa model PjBL yang dikaitkan dengan Kurikulum Merdeka dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan produktif dalam mengembangkan keterampilan menulis. Penelitian Nurhaedah et al. juga menunjukkan bahwa pendekatan ini membantu siswa untuk menuangkan ide secara kreatif dan Selain itu. Salsabilah et al. dan Trihastuti et al. masing-masing membuktikan bahwa kegiatan proyek yang terstruktur meningkatkan kemampuan menulis teks narasi dan kalimat kompleks di kalangan siswa sekolah dasar. Model PjBL memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi, memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki, dan mengembangkan produk nyata, yang pada akhirnya membentuk pengalaman belajar yang lebih otentik. Dengan demikian, penerapan Project-Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis kalimat majemuk siswa kelas V SDN 3 Bulango Ulu. Model ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif siswa, tetapi juga memberi kontribusi terhadap perkembangan karakter, kerja sama tim, dan sikap tanggung jawab dalam Pembelajaran berbasis proyek mendorong keterlibatan aktif siswa dan memungkinkan mereka mengeksplorasi pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Namun demikian, intervensi lanjutan tetap diperlukan untuk membantu siswa yang belum mencapai kompetensi, melalui pendekatan diferensiasi, pendampingan intensif, atau penggunaan media belajar tambahan yang sesuai dengan karakteristik siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project-Based Learning mampu meningkatkan kemampuan menulis kalimat majemuk setara pada siswa kelas V SDN 3 Bulango Ulu. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang mencapai kriteria kemampuan dari tahap awal hingga siklus II. Model ini terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur kalimat, serta membantu mereka menyusun kalimat secara lebih terstruktur dan bermakna. Demikian model pembelajaran Project-Based Learning layak digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis, khususnya untuk materi kalimat majemuk setara. Selain itu, temuan ini memberikan kontribusi bagi guru, siswa, sekolah, dan peneliti lain untuk terus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA