HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya INTEGRASI EDUKASI LINGKUNGAN DAN KEARIFAN LOKAL DALAM GERAKAN BERSIH DESA HILIAMAETALUO. KABUPATEN NIAS SELATAN Agustin Sukses Dakhi (Universitas Nias Ray. uksesdakhi@gmail. Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal di Desa Hiliamaetaluo. Kabupaten Nias Selatan. Desa ini memiliki potensi sosial-budaya yang tinggi dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong-royong, larangan membuang sampah ke sungai, dan penghormatan terhadap alam yang diwariskan oleh leluhur. Namun, praktik pengelolaan lingkungan masih menghadapi tantangan, termasuk kebiasaan membuang sampah sembarangan, terbatasnya sarana pendukung, serta kurangnya kesadaran generasi muda terhadap nilainilai adat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahap: identifikasi masalah lingkungan, lokakarya edukasi lingkungan berbasis kearifan lokal, aksi bersih desa, dan evaluasi partisipatif masyarakat. Metode ini memadukan pendekatan partisipatif, pendidikan, dan budaya lokal sehingga memudahkan masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menanamkan nilai budaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, perubahan perilaku awal dalam pemilahan dan pengelolaan sampah, penghijauan area publik, serta terbentuknya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program, menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan etis dan praktis dalam pengelolaan lingkungan. Pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif untuk pembangunan berkelanjutan di tingkat desa, sekaligus memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat. Model ini memiliki potensi direplikasi di desa lain dengan konteks budaya serupa. Kata Kunci: Edukasi Lingkungan. Kearifan Lokal. Gerakan Bersih Desa. Partisipasi Masyarakat. Pembangunan Berkelanjutan. Abstract This community service program aims to enhance environmental awareness through the integration of environmental education and local wisdom in Hiliamaetaluo Village. South Nias Regency. The village possesses significant socio-cultural potential, including local wisdom values such as mutual cooperation . otong-royon. , prohibitions against dumping waste into rivers, and Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya respect for nature inherited from ancestors. However, environmental management practices still face challenges, including habitual littering, limited supporting facilities, and a lack of awareness among younger generations regarding traditional values. The program was implemented through several stages: identification of environmental issues, environmental education workshops based on local wisdom, village clean-up activities, and participatory community evaluation. This method combines participatory, educational, and cultural approaches, making it easier for the community to understand the importance of environmental conservation while instilling cultural values. The results indicate increased community participation, initial behavioral changes in waste sorting and management, public space greening, and the formation of collective awareness to protect the Furthermore, the program strengthened the communityAos sense of ownership, positioning local wisdom values as ethical and practical foundations for environmental This community service demonstrates that the integration of environmental education and local wisdom can serve as an effective strategy for sustainable village-level development while reinforcing cultural identity and social solidarity. This model has the potential to be replicated in other villages with similar cultural contexts. Keywords: Environmental Education. Local Wisdom. Village Clean-Up Movement. Community Participation. Sustainable Development. Pendahuluan Nias SelatanAy. Lingkungan hidup di tingkat desa sistematis untuk memadukan dua aspek seringkali menghadapi tantangan yang penting, yakni edukasi lingkungan dan kompleks: mulai dari pencemaran air, kearifan lokal, dalam kerangka pelibatan sampah domestik, erosi tanah, hingga penurunan kualitas habitat ekologi. Di sisi Hiliamaetaluo, seperti banyak desa di Nias lain, masyarakat pedesaan memiliki modal Selatan, memiliki kekayaan budaya dan sosial dan budaya yang kaya berupa tradisi yang telah diwariskan secara turun- kearifan lokal nilai-nilai, aturan sosial. Desa nilai-nilai tumbuh dari hubungan panjang manusia serta larangan membuang sampah ke dengan alam. Dalam konteks desa seperti Desa Hiliamaetaluo. Kabupaten Nias Selatan. Namun, perilaku masyarakat, terutama generasi fondasi kuat dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan. bersih desa yang berkelanjutan. Pengabdian Maka, judul pengabdian ini. AuIntegrasi menjembatani kesadaran ekologis modern Edukasi Lingkungan dan Kearifan Lokal dalam dengan nilai-nilai budaya lokal yang sudah Gerakan Bersih Desa Hiliamaetaluo. Kabupaten Melalui Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya serangkaian kegiatan seperti lokakarya edukasi lingkungan berbasis kearifan lokal, menegaskan peran kearifan lokal sebagai pengelolaan sumber daya alam. Dengan menumbuhkan pemahaman dan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya Hiliamaetaluo tidak hanya menjadi aksi fisik semata, tetapi juga sebagai proses kewajiban kolektif yang terkait erat dengan identitas budaya. Gambar. 1 Gotong Royong Di Desa sosial-budaya Edukasi Hiliamaetaluo gerakan bersih desa memiliki dua dimensi utama: pertama, penyadaran . terhadap kondisi lingkungan dan dampak perubahan perilaku . ehaviour chang. menuju praktik yang ramah lingkungan . isalnya pemeliharaan sistem sanitas. Namun, jika edukasi lingkungan hanya bersifat topdown dan tidak menyentuh akar budaya setempat, maka efektivitasnya sering terbatas. Penelitianpenelitian menunjukkan bahwa integrasi lingkungan dapat meningkatkan relevansi, penerimaan, dan keberlanjutan intervensi. Sebagai contoh, studi tentang masyarakat Integrasi pendekatan edukatif dan Kasepuhan Ciptagelar budaya ini diharapkan dapat membentuk bahwa kearifan lokal mereka dijadikan pendekatan pendidikan lingkungan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, efektif dalam memupuk tanggung jawab mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan terhadap alam. kebersihan, serta menciptakan ruang publik Kearifan yang lebih bersih, asri, dan lestari. Selain norma sosial, tradisi adat, nilai agama, dan itu, program ini juga memperkuat rasa sumber daya alam. Di berbagai wilayah di sehari-hari Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Indonesia, masyarakat adat menerapkan pembagian identitas budaya dan lingkungan hidup. zona hutan . ebagai zona suci, zona Selanjutnya, kerangka pengabdian ini pemuliha. , aturan akan mencakup aktivitas-aktivitas seperti: larangan memanen tertentu, tradisi ritual terkait konservasi, dan sistem kearifan lingkungan terhadap warga desa . ermasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda. Contoh: masyarakat Suku Baduy dan pengelola lingkunga. , penyusunan membagi wilayah menjadi zona reuma, heuma, dan leuweung kolot sebagai bagian dari strategi pelestarian lingkungan. Kajian aturan adat tentang pengambilan kayu, lainnya menegaskan bahwa kearifan lokal larangan membuang sampah di sungai, merupakan Aunilai-nilai luhur yang berlaku cerita rakyat tentang ala. , kampanye gerakan bersih desa dengan melibatkan . isalnya ritual atau tradisi yang relevan, serta pemantauan dan evaluasi perubahan sikap lestariAy. dan praktik lingkungan masyarakat. Menghubungkan Kajian teoretis memberikan tersebut edukasi lingkungan dan kearifan lokal membuka peluang bagi pendekatan Sebagai misal, penelitian oleh Yus Darusman menunjukkan bahwa kearifan Hiliamaetaluo, karakteristik khas yaitu masyarakat yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan. Kampung Naga. Kabupaten Indonesia. Tasikmalaya, signifikan dalam pelestarian lingkungan. lingkungan spesifik . ampah, aliran air. Demikian pula, penelitian tentang literasi limpahan plastik, kebun rusak, mungkin lingkungan dan kearifan lokal di komunitas eros. Ai pendekatan integratif ini sangat pesisir Sindangkerta Beach menemukan Dengan edukasi yang disesuaikan dengan nilai lokal, seperti kearifan tentang lingkungan dan keterlibatan masyarakat Nusantara, gotong-royong, tradisi adat, dalam nilai kearifan lokal mereka. dan penghormatan terhadap alam, maka Oleh gerakan bersih desa dapat diposisikan bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Desa Metode Hiliamaetaluo saat ini. bagaimana bentuk- kegiatan pengabdian masyarakat di Desa bentuk kearifan lokal di desa tersebut yang Hiliamaetaluo (Kabupaten Nias Selata. ini dapat diintegrasikan ke dalam edukasi implementasi program edukasi lingkungan edukasi lingkungan dan kearifan lokal. berbasis kearifan lokal untuk gerakan Pendekatan bersih desa. serta bagaimana dampak tahapan utama: persiapan, pelaksanaan awalnya terhadap perubahan sikap atau edukasi-lokal, monitoring & evaluasi. Dengan diharapkan gerakan bersih desa ini tidak sehari-hari Persiapan hanya bersifat sesaat tetapi tertanam dalam Pada tahap ini tim pengabdian membangun kemitraan dengan pemangku memperkuat kapasitas lokal, memperkuat adat, aparat desa, tokoh masyarakat, serta kelompok pemuda dan perempuan di Desa lingkungan yang lebih lestari. Hiliamaetaluo. Dilakukan pemetaan awal Melalui integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal, pengabdian ini juga . isalnya air, kawasan kearifan lokal yang masih hidup . turan Indonesia, adat terkait lingkungan, tradisi gotong- terutama dalam konteks pulau-luar seperti Nias Selatan, yang sering disinggung tetapi larangan membuang sampah di sungai, kurang secara spesifik diangkat dalam sumber ai. lingkungan berbasis masyarakat. Dengan Gambar. 2 Persiapan Dengan Narasumber sebagai objek, tetapi sebagai subjek aktif, pemberdayaan komunitas serta pengakuan terhadap nilai lokal yang sering terabaikan dalam program lingkungan. Pada akhirnya. Informasi Hiliamaetaluo akan menjadi model yang dapat diadaptasi oleh desa-lain di wilayah wawancara mendalam, diskusi kelompok kepulauan Indonesia. terfokus (FGD) dengan tokoh adat dan Metode Pelaksanaan Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Selain lingkungan dan keterlibatan masyarakat. lingkungan yang menyesuaikan dengan Contoh penelitian: pada masyarakat pesisir Sindangkerta Beach pengelolaan sampah rumah tangga, saluran air, penghijauan, dan pemanfaatan kembali limbah, tetapi dikaitkan dengan kearifan Selama pelatihan, peserta juga dibagi ke lokal seperti norma adat Ausungai suciAy, dalam kelompok kecil berdasarkan wilayah larangan membuang sampah ke aliran air, lingkungan . isalnya kelompok rumah gotong-royong Pendekatan modul ini terinspirasi dari sekola. untuk memfasilitasi aksi lanjutan di wilayah masing-masing. integrasi kearifan lokal dalam edukasi Aksi Bersih Desa Setelah komunitas misalnya studi pada masyarakat Kasepuhan Ciptagelar menemukan bahwa Kegiatan local wisdom terbentuk sebagai pendekatan pembersihan kawasan publik . elokan, pendidikan lingkungan yang efektif. aliran sungai kecil, jalur menuju kebu. , pengelolaan sampah rumah tangga melalui Pelaksanaan Edukasi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal gotong-royong bank sampah dan pemilahan . rganik vs Pelaksanaan kegiatan terdiri dari non-organi. , penghijauan pohon di area dengan partisipasi warga desa . ermasuk pemasangan papan edukasi kecil yang Materi ibu-ibu nilai-kearifan larangan membuang sampah ke sungai, dalam bentuk interaktif: ceramah singkat, dan pengingat Aualam adalah warisan nenek diskusi kelompok, permainan lingkungan, moyangAy. Kegiatan aksi ini melibatkan dan praktik langsung . isalnya sortir seluruh lapisan masyarakat dan dipimpin sampah, membuat bank sampah, menanam pohon di kawasan publik dan kebun legitimasi budaya dan sosial. Dalam sesi ini, modul kearifan Gambar. 3 Monitoring Kegaiatan lokal dimasukkanAimisalnya melalui cerita rakyat mengenai alam, simbol-adat yang mengatur hubungan manusia dengan alam, nilai-gotong-royong Pendekatan diperkaya oleh kajian bahwa local wisdom Monitoring dan Evaluasi Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Metode monitoring dan evaluasi verifikas. sesuai model kualitatif. Hasil dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif: evaluasi digunakan untuk refleksi dan Kuesioner sebelum-dan-sesudah kepada perbaikan program agar lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Dengan intensi perilaku lingkungan. Wawancara dan FGD pasca-aksi dengan partisipatif-komunitas, ibu-ibu menyelaraskan edukasi lingkungan dengan untuk menilai penerimaan kearifan lokal kearifan lokal, serta mengintegrasikan aksi dalam praktik aksi serta hambatan yang nyata di lapangan yang dibekali dengan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan. Observasi langsung dan dokumentasi Pendekatan ini diharapkan tidak hanya foto/video kondisi lingkungan . ebelum/ menghasilkan perubahan sementara tetapi sesuda. seperti jumlah sampah di aliran menumbuhkan budaya bersih dan lestari di air, kondisi selokan, jumlah pohon yang Desa Hiliamaetaluo. Hasil Kegiatan dan Pembahasan Metode ini sejalan dengan kerangka Hasil Kegiatan Kegiatan Desa Hiliamaetaluo perilaku serta penerapan nilai-kultur (Kabupaten Nias Selata. ihat sejumlah capaian yang dapat dikategorikan Jahja. AuDeveloping Environmental Education Model Based on Local WisdomA. Gambar. Kegiatan Gotong Royong berbasis kearifan lokal, serta tantangan dan pembelajaran dalam proses pelaksanaan. Hasil-ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi lingkungan dengan kearifan lokal budaya bersih yang lebih berkelanjutan. Perubahan Pengetahuan dan Sikap Sebelum menunjukkan bahwa banyak warga desa Data memiliki pengetahuan minimal tentang deskriptif (% perubaha. , wawancara/FGD pengelolaan limbah rumah tangga, dan dengan analisis tematik . eduksi, display. Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya pentingnya saluran air yang bersih. Setelah yang relevan . eperti larangan adat dan pelatihan-lokakarya disampaikan yang menekankan modul- Hasil dokumentasi sebelum-dan-sesudah kearifan lokal seperti norma adat larangan menunjukkan bahwa volume sampah yang membuang sampah ke sungai, tradisi ditemukan di aliran air berkurang, selokan gotong-royong, menjadi lebih terbuka dan bersih, dan terhadap sumber air terjadi peningkatan tanaman baru ditanam di sejumlah titik strategis di desa. Selain itu, papan-edukasi Misalnya, warga menyatakan memahami kecil yang memuat pesan kearifan lokal bahwa Ausungai bukan tempat sampahAy dan (Aularang buang sampah ke sungai Ae warisan bahwa budaya gotong-royong tradisional nenek moyangA. dan nilai gotong-royong adat dapat diterjemahkan menjadi aksi terpasang di titik-titik publik, memperkuat lingkungan nyata. visibilitas perubahan budaya lingkungan. Hasil ini selaras dengan temuan Implementasi penelitian bahwa integrasi kearifan lokal ke bahwa merekonstruksi kearifan lokal ke sehari-hari meningkatkan penerimaan dan relevansi bukan hanya relevan secara sosial, tetapi program . ontoh: studi di masyarakat juga operasional yang memperkuat temuan Kasepuhan Ciptagelar menunjukkan local kajian bahwa nilai Auguyub rukunAy atau wisdom sebagai pendekatan efektif dalam gotong-royong dalam komunitas sangat pendidikan lingkunga. Dengan demikian, hasil kegiatan menunjukkan bahwa modul berbasis masyarakat. edukasi yang disesuaikan dengan nilai- Tantangan dan Pembelajaran lokal berhasil menumbuhkan sikap positif Meskipun dalam masyarakat. Implementasi Aksi Bersih Desa hasil-nya tantangan: beberapa warga masih memiliki Berbasis Kearifan Lokal Setelah kebiasaan lama membuang sampah ke aliran air karena kurang sarana atau akses sejumlah aksi nyata: pembersihan selokan ke bank sampah. norma adat yang aktif dan aliran air, pemilahan sampah rumah dalam generasi tua kurang dipahami oleh non-organi. , . rganik warga, dan penghijauan di area terbuka. memerlukan dukungan berkelanjutan. Hal Aksi-ini ini memperlihatkan bahwa edukasi saja tokoh adat, pemuda, ibu-ibu rumah tangga, tidak cukup, diperlukan fasilitasi sarana, dan sekolah dasar setempat, serta diawali dengan tradisi telaah bersama nilai adat pengakuan formal terhadap kearifan lokal Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya dalam pengelolaan lingkungan. Kajian- edukasi lingkungan yang kontekstual dan terbaru menunjukkan bahwa meskipun kearifan lokal diakui dalam kebijakan, keunggulan dalam membangun perubahan implementasi di lapangan masih terkendala perilaku yang lebih mendalam. Studi oleh oleh modernisasi dan kurangnya dukungan Astri Hasbiah . menegaskan bahwa reAaimplementasi Dari pembelajaran, penting menanamkan sistem monitoring internal komunitas . isalnya membutuhkan pendekatan edukatif yang Aupenjaga sistematis dan pendekatan sosial-kultural. dan menautkan aksi bersih Sementara itu, penelitian di komunitas dengan ritual atau acara adat agar nilai- perkotaan informal oleh Laksni Sedyowati budaya semakin mengakar. Dampak Jangka Pendek dan Potensi Keberlanjutan . gotong-royong kemampuan komunitas untuk mengambil Dampak jangka pendek yang terukur inisiatif sangat mempengaruhi keberhasilan mencakup meningkatnya partisipasi warga program lingkungan berbasis komunitas. ebih banyak warga ikut gotong-royong Dengan lingkungan dan kearifan lokal di Desa pengetahuan lingkungan, dan tertanamnya Hiliamaetaluo belum hanya bersifat teoritis simbol-kearifan lokal sebagai pengingat Warga mulai melaporkan bahwa lapangan bahwa pendekatan ini dapat mereka merasa memiliki tanggung jawab memperkuat kapasitas lokal. pasca-progra. , komunitas untuk Pelaksanaan pengabdian masyarakat merekomendasikan pembentukan AuKomite di Desa Hiliamaetaluo melalui integrasi Lingkungan DesaAy berbasis tokoh adat dan edukasi lingkungan dan kearifan lokal membuka ruang refleksi terhadap aspekAe Untuk Pembahasan lingkungan ke dalam agenda rutin desa . ekaligus mengemas bersih desa sebagai masyarakat terhadap edukasi, transformasi bagian dari tradisi tahuna. Hal ini sejalan lingkungan, serta tantangan dan potensi memerlukan penguatan lembaga sosial lokal, bukan semata proyek sementara. Hasil-kegiatan ini dapat dikaitkan Dalam hasil-kegiatan praktik sebelumnya untuk memperdalam dengan literatur yang menyatakan bahwa pemahaman dan memetakan implikasi. Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Penerimaan Edukasi Masyarakat Lingkungan sebagai anggota komunitas yang memiliki Kearifan tanggung jawabAy. Lokal Transformasi Nilai Kearifan Lokal ke Hasil menunjukkan bahwa warga desa, melalui lokakarya dan dalam Praktik Aksi Lingkungan Tahap interaktif, merespon dengan baik modul memperlihatkan bahwa nilai-kearifan lokal edukasi lingkungan yang dibingkai melalui tidak hanya dihormati sebagai simbol, narasi dan simbol kearifan lokalAicontoh: tetapi diterjemahkan ke dalam tindakan gotong-royong bagian dari rangka menjaga alam. Hal ini konsisten dengan temuan bahwa integrasi menunjukkan bahwa program berhasil lingkungan meningkatkan relevansi dan melakukan bridging antara AunilaiAy dan penerimaan program oleh komunitas lokal AuaksiAy. Kajian semacam Auenvironmental . ontoh: studi di masyarakat Kasepuhan communication based on local wisdomAy di Ciptagela. yang menyimpulkan bahwa Desa Pedawa mencatat bahwa komunikasi Aulocal wisdom as environmental educationAy berbasis nilai lokal memfasilitasi mobilisasi telah membentuk hubungan sosial-ekologis komunitas dalam menjaga sumber air. yang kuat. Demikian pula, penelitian oleh Pada Astri Hasbiah mengemukakan bahwa re- implementasi kearifan lokal sebagai strategi . elompok sekola. memperkuat efektivitas praktikAi Hiliamaetaluo. Dalam konteks Hiliamaetaluo, keberhasilan penerimaan ini didorong oleh fakta bahwa Hal ini mendukung teori bahwa kegiatan mengajak tokoh adat dan pemuda lokal sebagai fasilitator sehingga edukasi empowermen. dan pendekatan bottom-up bukan hanya Audari luarAy tetapi Audari sangat krusial dalam program lingkungan dalamAy berbasis masyarakat. Keunikan kearifan Ini gerakan bersih desa. Dari sisi teori perilaku, gotong-royong, faktor norma sosial dan identitas budaya leluhurAimenjadi menjadi pemicu kuat perubahan sikapAi sosial yang kuat untuk menjadikan gerakan yang berarti bahwa program semacam ini bersih bukan hanya aktivitas sekali tetapi tidak hanya berbicara pada Auapa yang bagian dari budaya desa. dilakukanAy. Ausiapa NiasAimisalnya . ommunity sense of ownership masyarakat terhadap pendekatan yang adaptif dan kontekstual. Hal Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Tantangan Pembelajaran Hasil Implementasi Meskipun terdapat capaian penting. Pertama, lingkungan dan kearifan lokal memiliki terdapat sejumlah tantangan yang nyata. yang berkelanjutan. Untuk infrastruktur . isalnya bank sampah, alat tetap hidup dan berkembang, program seperti di Hiliamaetaluo perlu mengadopsi Kedua, generasi muda kadang beberapa poin implikatif: Penguatan Ketiga, modulAihal ibu-ibu menggabungkan tokoh adat, pemuda, terinternalisasi sebagai bagian identitas memerlukan waktu perilaku membuang sampah ke aliran air, atau tidak memilah . Perlu ketersediaan sarana dan insentif sampah, adalah hasil kebiasaan panjang. Kajian oleh Hasbiah menegaskan bahwa re- implementasi kearifan lokal menghadapi perubahan, dokumentasi keberhasilan bahwa nilai-lama dianggap AuketinggalanAy untuk memotivasi. atau tidak relevan. Integrasi Dari sisi pembelajaran, penting bahwa agenda adat atau tradisi lokal agar program lingkungan berbasis kearifan lokal mendapat legitimasi budaya misalnya dilakukan dalam kerangka berkelanjutan Ai bukan hanya satu kali aksi. Penguatan dikaitkan dengan ritual lokal. isalnya gotong-royong Monitoring lingkungan des. , pemantauan rutin, serta berkelanjutan sebagai mekanisme umpan integrasi ke dalam agenda adat atau balik agar program dapat disesuaikan komunitas sangat direkomendasikan. Teori dengan kondisi lapangan. Data-kuantitatif . isalnya persepsi nilai loka. tetap diperlukan untuk bahwa perubahan perilaku akan lebih . arasi memastikan dampak jangka panjang. pengakuan sosial . ihat juga literatur local Dengan wisdom teaching material. Hiliamaetaluo Implikasi untuk Keberlanjutan dan AulaboratoriumAy bagi desa-lain di wilayah Replikasi kepulauan atau pegunungan di Indonesia Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya yang memiliki modal kearifan lokal kuat pelestarian kawasan publik dan sumber air. namun menghadapi tantangan lingkungan. Nilai adat seperti larangan membuang Keberhasilan adaptasi nilai lokal ke dalam sampah ke sungai, penghormatan terhadap serta tradisi strategi pelestarian lingkungan tidak harus bersama . aluaya / gotong-royon. menjadi bersifat impor atau top-down semata, tetapi dasar etis dalam setiap kegiatan bersih dapat dibangun dari akar budaya dan Kedua, kegiatan ini menunjukkan Penutup bahwa kearifan lokal dapat berfungsi sebagai instrumen edukasi yang efektif. Kesimpulan Kegiatan Dengan mengaitkan materi pendidikan lingkungan dengan bahasa, simbol, dan yang berjudul AuIntegrasi Edukasi Lingkungan praktik budaya masyarakat Nias Selatan, dan Kearifan Lokal dalam Gerakan Bersih Desa proses pembelajaran menjadi lebih dekat. HiliamaetaluoAy telah menunjukkan bahwa pendekatan berbasis nilai budaya dan Pendekatan kearifan lokal dapat menjadi landasan kuat Ketiga, sampah dan rencana pembentukan Komite Lingkungan aktif masyarakat dalam kegiatan gotongsampah. Kesadaran ini tercermin dalam partisipasi pribadi, tetapi juga bagian dari pelestarian baru ditanam di lingkungan desa. Selain lingkungan bukan hanya tanggung jawab area publik lebih bersih, dan pohon-pohon memahami bahwa menjaga kebersihan Volume sampah di saluran air menurun, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran menghasilkan perubahan perilaku awal lingkungan dan kearifan lokal berhasil lingkungan yang berkelanjutan. Warga emosional dan kultural antara manusia dan besar untuk dijadikan modal pembangunan bahwa pendidikan lingkungan berbasis memiliki potensi sosial dan budaya yang & Scorviana . yang menunjukkan terbukti bahwa masyarakat Hiliamaetaluo sejalan dengan hasil penelitian Purwandari hingga aksi bersih desa dan evaluasiAi menjadi gerakan milik bersama. Hal ini edukasi lingkungan berbasis nilai lokal. Pertama, lingkunganAidari sekadar Auprogram luarAy Melalui serangkaian tahapanAimulai dari sosial-lingkungan, perilaku lingkungan yang berkelanjutan. Desa. Capaian Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya perilaku dapat tumbuh dari partisipasi dan memiliki legitimasi sosial dan daya jangkau rasa kepemilikan masyarakat terhadap nilai budaya yang dijaga. Integrasi dalam Pendidikan dan Tradisi Namun, di sisi lain, masih ditemukan Nilai-nilai kearifan lokal dan pesan edukasi lingkungan perlu diintegrasikan ke pendukung . adah sampah, alat pemila. , dalam kurikulum sekolah dasar hingga regenerasi nilai-adat pada generasi muda, menengah di desa. Selain itu, kegiatan bersih desa dapat dijadikan bagian dari Lokal berkelanjutan agar gerakan bersih desa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. menjelang pesta adat atau panen ray. agar Untuk itu, dukungan pemerintah daerah, memiliki dimensi spiritual dan kultural lembaga pendidikan, dan organisasi lokal yang kuat. Dukungan Sarana dan Kemitraan keberlanjutan program. Pemerintah . isalnya Secara keseluruhan, pengabdian ini swasta diharapkan memberikan dukungan membuktikan bahwa pendekatan berbasis fasilitas seperti tong sampah terpilah, alat edukasi lingkungan yang diintegrasikan pengolahan limbah organik, serta bibit dengan kearifan lokal merupakan strategi tanaman untuk penghijauan. Kemitraan dengan perguruan tinggi dapat diperluas ekologis, memperkuat identitas budaya, untuk riset terapan dan pendampingan Pemantauan dan Evaluasi Berkala Hiliamaetaluo kini dapat menjadi model Disarankan adanya evaluasi berkala inspiratif bagi desa-desa lain di Nias Selatan maupun daerah kepulauan lainnya di Indonesia yang memiliki kekayaan masyarakat dalam refleksi hasil, serta budaya dan tantangan lingkungan serupa. Saran perkembangan kebutuhan desa. Kelembagaan dan Keberlanjutan Replikasi Program di Wilayah Lain Pemerintah Model Komite Lingkungan Desa direplikasi di desa-desa lain di Nias Selatan dengan adaptasi terhadap konteks lokal penggerak rutin kegiatan bersih desa dan masing-masing. Dokumentasi praktik baik pelestarian lingkungan. Kelembagaan ini sebaiknya melibatkan tokoh adat, tokoh dipublikasikan dalam bentuk panduan atau Hiliamaetaluo agama, pemuda, dan perempuan agar Copyright . Agustin Sukses Dakhi. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Hasbiah. Analysis of Local Wisdom Dengan saran-saran Environmental Conservation Strategy in Indonesia. tersebut, gerakan bersih desa berbasis kearifan lokal diharapkan tidak hanya Journal Sampurasun: Interdisciplinary menjadi kegiatan rutin, tetapi tumbuh Studies for Cultural Heritage, 1. https://doi. org/10. 23969/sampurasun. menanamkan tanggung jawab ekologis lintas generasi. Integrasi antara pendidikan lingkungan, budaya lokal, dan semangat Hasbiah. Analysis of Local kebersamaan merupakan fondasi penting Wisdom menuju desa yang bersih, berdaya, dan Environmental Conservation Strategy in Indonesia. Daftar Pustaka