Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 Jurnal Cakrawala Keperawatan e-ISSN: 3046-4536 http://ejurnal. id/index. php/jck https://doi. org/10. 35872/ /jck. ORIGINAL RESEARCH PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN DIRI ANAK SEKOLAH DASAR Jesica Dwi Saputri1. Titik Anggraeni2. Ahmad Syamsul Bahri3. Sutanta4. Sri Sayekti Heni SunaryantiAA 1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKES Estu Utomo. Indonesia 2,3,4,5 Program Studi Pendidikan Sarjana Keperawatan. STIKES Estu Utomo. Indonesia Article Info Abstract Article History: Received: 11 Agustus 2025 Accepted: 18 Agustus 2025 Online: 19 Agustus 2025 Background: Personal hygiene is an effort by an individual to maintain the health and cleanliness of the body to achieve optimal health conditions and prevent disease. At SDN Gedongrejo, no previous research has been conducted, although health counseling has been provided by the local health center. However, the students have not applied the information given. The purpose of this study is to determine the effect of health education using video media on the level of personal hygiene knowledge among elementary school Purpose: This study aims to understand the influence of health education using video media on the level of personal hygiene knowledge among elementary school children. Methods: This research is a quantitative study with a quasiexperimental design using a pretest-posttest design without a control The sampling technique used total sampling, with 72 Data were collected using a questionnaire and analyzed with the Wilcoxon Matched Pairs Test. Results: The level of knowledge among students at SDN Gedongrejo before receiving health education via video showed that 21 respondents . 2%) had moderate knowledge, 51 respondents . 8%) had good knowledge, and no respondents . %) had poor After receiving the health education on personal hygiene, all 72 respondents . %) had good knowledge, with no respondents in the moderate or poor knowledge categories . %). Conclusion: There is a significant effect of health education using video media on the level of personal hygiene knowledge among elementary school children at SDN Gedongrejo, with a p-value of It is expected that all students can learn to maintain personal hygiene to prevent illness. Keywords: Health Education. Level Of Knowledge Video Media. Personal Hygine Cooresponding Author: jesica Dwi Saputri Email: jesicadws@gmail. How to cite: Pendahuluan / Introduction Kebersihan diri merupakan upaya seseorang untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh demi mencapai kondisi kesehatan optimal serta mencegah penyakit. Kebiasaan menjaga kebersihan ini berkontribusi besar pada kesejahteraan hidup sehari-hari dengan meminimalkan risiko paparan mikroorganisme penyebab penyakit (Kosala dkk, 2. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 Menjaga kebersihan diri adalah Langkah penting untuk memastikan Kesehatan yang optimal dan mencegah berbagai penyakit, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari. Kesejahteraan baik secara fisik maupun mental, menjadi kebutuhan utama individu. Agar bisa menjalani hidup yang normal, seseorang memerlukan akses terhadap informasi Kesehatan (Amelia, 2. Kurangnya informasi tentang kebersihan diri serta minimnya kebiasaan menjaga kebersihan dapat menimbulkan kebiasaan menjaga kebersihan dapat menimbulkan masalah fisk, seperti gigi berlubang, kutu rambut, dan ketombe. Anak usia sekolah menjadi kelompok yang sering berinteraksi dengan lingkungan melalui berbagai aktivitas, sehingga cenderung mengabaikan kebersihan Mengingat risiko penularan penyakit dari lingkungan cukup tinggi, langkah preventif seperti penyuluhan dan pemberian informasi yang efektif sangat diperlukan (Lince Amelia I dan Hubei, 2. Salah satu cara memberikan edukasi kesehatan adalah melalui media interaktif seperti video animasi dan poster. Video animasi mampu menyampaikan pesan pembelajaran secara menarik, menyenangkan, dan sesuai untuk anak-anak sekolah dasar (Jerry dan Sudarma, 2. Kebersihan diri anak sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat pengetahuan yang dimiliki, kebiasaan yang diajarkan oleh keluarga, serta fasilitas kebersihan yang tersedia, dan dukungan dari sekolah. Pendidikan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak menjaga kebersihan diri, baik secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain, sekaligus mendorong pola hidup bersih dan sehat. (Silalahi & Putri, 2. Penggunaan media video dalam pendidikan kesehatan terbukti efektif mengubah kebiasaan kebersihan diri anak. Anak-anak usia sekolah cenderung menyukai media visual yang dilengkapi suara dan gerakan, sehingga dapat menjadi contoh perilaku baik yang mudah ditiru. (Listyarini, 2. Data tentang kebersihan diri anak usia sekolah menunjukkan bahwa di Indonesia, lebih dari 100. 000 anak mengalami diare setiap tahunnya, menurut laporan (WHO, 2. Selain itu, 40-60% anak mengalami cacingan, dan 20% menderita infeksi saluran pernapasan akut (Hidayah, 2. Berdasarkan Riskesdas 2019, 54% anak usia 5-9 tahun dan 41,4% anak usia 10-14 tahun memiliki masalah gigi, seperti gigi berlubang atau sakit (Kemenkes RI, 2019 dalam Sitanggang dkk, 2. Sementara itu. Profil Kesehatan Indonesia 2016 mencatat 6. 463 kasus diare, dengan 36,9% kasus berhasil ditangani. Di Jawa Tengah pada tahun yang sama, tercatat 911. 901 kasus diare, dengan 10,5% di antaranya ditangani (Kemenkes, 2017 ). Dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri. Didapatkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah Bapak Anom Bekti Wibowo,S. Pd menyebutkan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan di SDN Gedongrejo Kecamatan Giriwoyo tetapi sudah pernah diadakan penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh pihak puskesmas setempat. Bapak Anom Bekti Wibowo S. Pd juga menambahkan jika terdapat UKS (Usaha Kesehatan Sekola. yang sudah lama terbentuk, namun masih belum berjalan secara sempurna karna belum adanya penjaga di UKS tersebut, toilet sekolah yang masih kurang untuk total seluruh peserta didik yang ada di lingkungan sekolah, minimnya pendidikan kesehatan (Upaya membangun kesehatan siswa didik dengan menanamkan kebiasaan dan budaya sehat sejak din. , pelayanan kesehatan, dan pembinaan di lingkungan sekolah. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 Dari hasil tanya jawab yang dilakukan pada 10 siswa kelas 2 SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri didapatkan bahwa 7 dari 10 siswa itu paham dan mengerti bagaimana cara menggosok gigi dengan benar dan teratur, sedangkan 3 dari 10 siswa kelas 2 SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri tidak mengerti dan kurang paham tentang menggosok gigi yang benar, kemudian 5 dari 10 siswa kelas 2 mengerti cara mandi dan mencuci rambut dengan tepat, sedangkan dari 10 siswa yang diberikan pertanyaan 8 siswa saja yang sudah mengetahui pentingnya mencuci tangan agar kuman yang ada ditangan hilang, dari 10 siswa kelas 2 saat ditanya tentang kebersihan kuku dan pakaian hanya 7 dari 10 siswa yang tau cara menjaga kebersihan kuku dan pakaian, sedangkan 3 siswa lainnya belum mengetahui cara menjaga kebersihan kuku dan pakaian, dan saat di sekolahan masih banyak siswa keluar dari kelas dan bermain di lingkungan sekolah tidak mengenakan alas kaki. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap kebersihan diri pada anak sekolah dasar di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri. Metode / Methods Research design Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan Quasi esperimental yaitu dengan rancangan penelitian Pre and post without control . anpa kelompok Setting and samples Penelitian ini dilaksanakan SDN Gedongrejo yang terletak di Dusun Pakel Rt. 01/Rw. Desa Gedongrejo. Kecamatan Giriwoyo. Kabupaten Wonogiri. Provinsi Jawa Tengah. Dengan populasi sebanyak 72 siswa. Jumlah sampel sebanyak 72 responden. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sebanyak 72 sampel. Measurement and data collection Penelitian ini menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan kepatuhan remaja putri minum tablet Fe . ariabel independen. , dikaitkan dengan kejadian anemia pada remaja putri . ariabel dependen. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan kepatuhan minum tablet Fe, selanjutnya dilakukan pengecekan kadar Hb menggunakan alat GCHB untuk mengetahui status anemia pada remaja. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh langsung dari responden. Data analysis Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam penelitian mrnggunakan data tingkat pengetahuan kebersihan diri pada anak sekolah dasar sebelum dan sesudah diberikan pendidikan Kesehatan. Analisis data yang digunakan menguji perbedaan signifikan antara dua variable adalah Uji Wilcoxon. Etika Penelitian Autonomy Autonomy atau kebebasan adalah responden bebas menentukan untuk bersedia atau menolak menjadi responden. Peneliti memberikan lembar persetujuan menjadi responden kepada calon responden. Peneliti akan menjelaskan maksud dan tujuan penelitian. Jika calon responden bersedia menjadi responden harus menandatangani lembar persetujuan, namun apabila responden Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 menolak menjadi responden , maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati hak hak responden. Tanpa nama (Anonimit. Untuk menjaga kerahasiaan maka peneliti tidak mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data . embar kuesione. cukup dengan memberikan kode dalam masing masing lembar kuesioner tersebut. Kerahasiaan (Confidentialit. Kerahasiaan informasi dijamin oleh peneliti. Data akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil riset atau hasil dari penelitian. Keadilan (Justic. Justice adalah keadilan, peneliti akan memperlakukan semua responden dengan baik dan adil, semua responden akan mendapatkan perlakuan yang sama dari penelitian yang dilakukan peneliti. Hasil / Results Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden (Usia dan Jenis Kelami. Di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri Karakteristik Frekuensi. Persentase(%) Usia Anak 7-14 tahun Total Jenis Kelamin Laki-Laki 52,1% Perempuan 46,6% Total Sumber : Data Primer, 2025 Tabel 1 menunjukan 72 responden berdasarkan usia seluruhnya usia sekolah: 714 tahun sejumlah 72 responden . %). Berdasarkan jenis kelamin mayoritas jenis kelamin laki-laki sejumlah 38 responden . ,1%), kemudian jenis kelamin Perempuan sejumlah 34 responden . ,6%). Analisis Univariat Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Kebersihan Diri Tingkat Pengetahuan Sebelum Sesudah Kurang Cukup 29,2% Baik 70,8% Total Sumber : Data Primer, 2025 Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 Tabel 2 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak tentang kebersihan diri sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media video didapatkan dari 72 responden sejumlah 21 responden . ,2%) mempunyai tingkat pengetahuan cukup, kemudian responden yang memiliki pengetahuan baik sejumlah 51 responden . ,8%), dan tidak ada responden yang berpengetahuan kurang yaitu 0 responden . %). Sedangkan perubahan yang terjadi sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video didapatkan dari 72 responden . ,0%) semuanya memiliki tingkat pengetahuan baik, berpengetahuan cukup dan kurang tidak ditemukan, masing-masing 0 responden . %). Analisis Bivariat Tabel 3. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Kebersihan Diri Anak Sekolah Dasar Perubahan Tingkat Mean Pengetahuan Rank Sebelum Diberikan 1,00 Pendidikan Media Video Setelah Diberikan 0,00 Pendidkan Media Video Sumber : Data Primer diolah . P value 4,583A 0,000 0,05 Tabel 3 diatas menunjukkan perubahan terjadinya tingkat pengetahuan anak tentang kebersihan diri sebelum diberikan pendidikan kesehatan media video dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan media video dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai mean rank sebelum pendidikan kesehatan media video 11,00 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan media video 0,000 dengan nilai n sebesar -4,583A dan untuk nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan menerima Ha, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan tentang kebersihan diri pada anak sekolah dasar. Pembahasan / Discussion 1 Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Kebersihan Diri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri diperoleh dari 72 responden pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media video tentang kebersihan diri pada anak ditemukan pengetahuan cukup sejumlah 21 responden . ,2%), kemudian responden yang memiliki pengetahuan baik sejumlah 51 responden . ,8%), dan tidak ada responden yang berpengetahuan kurang yaitu 0 responden . %). Artinya masih terdapat 21 responden yang memiliki pengetahuan cukup sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan media video tentang kebersihan diri. Pengetahuan merupakan sebuah pemahaman seseorang terhadap sesuatu yang didapat melalui pengalaman apapun. Hasil penelitian pengetahuan responden tentang kebersihan diri pada responden karena belum pernah mendapatkan pendidikan Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 kesehatan kebersihan diri. Responden hanya memperoleh pengetahuan tentang kebersihan diri dari lingkungan keluarga yang pengetahuannya cukup juga. Dalam hal ini perlu diberi pendidikan kesehatan kebersihan diri kepada responden agar semakin baik pengetahuannya sehingga dapat melakukan praktik kebersihan diri seperti mencuci rambut, menggosok gigi, mencuci tangan dan kaki, mandi yang benar, menjaga kebersihan pakaian dan kebersihan kuku sehingga responden sehat dan terhindar dari penyakit (Notoatmodjo, 2. Begitu juga halnya dengan Nurjannah . dalam penelitiannya tentang kebersihan diri siswa sekolah dasar, diperoleh kebersihan diri secara keseluruhan sebanyak 3,2% responden termasuk kedalam kategori kurang bersih dan 96,8% tidak Menurut (Silalahi dan Putri, 2. yang dimana anak tidak dapat mengingat dan memahami tentang kebersihan diri akan menjadi pintu masuk . ortal of entr. bagi bibit penyakit karena tidak memahami dan mengingat tentang kebersihan diri begitu juga sebaliknya jika anak dapat memahami dan mengingat tentang kebersihan diri akan meminimalkan mikroorganisme masuk. 2 Tingkat pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Tentang Kebersihan Diri Berdasarkan hasil penelitian di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri 72 responden menunjukkan dari 72 responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan kebersihan diri seluruhnya mendapatkan pengetahuan baik sejumlah 72 responden . %), berpengetahuan cukup dan kurang tidak ditemukan, masing-masing 0 responden . %). Dari hasil temuan bahwa semua responden diberikan intervensi pendidikan kesehatan kebersihan diri memiliki tingkat pengetahuan baik. Pengetahuan yang baik pada responden dikarenakan mereka mengingat dan memahami kebersihan diri seperti mencuci rambut, menggosok, mencuci tangan dan kaki, menjaga kebersihan badan dan pakaian. Menurut penelitian sebelumnya didapatkan hasil pengetahuan kebersihan diri pada siswa baik sebanyak 49 orang . ,3%). Kondisi kebersihan diri pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah pengetahuan anak-anak terhadap kebersihan diri. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan responden yang baik mempengaruhi kebersihan diri responden (Prasetyo, 2. 3 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Kebersihan Diri Pada Anak Sekolah Dasar. Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap tingkat pengetahuan kebersihan diri pada anak sekolah dasar di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri berdasarkan hasil uji Wilcoxon sign rank test, diperoleh hasil dari 72 responden sebelum diberikan pendidikan Kesehatan ditemukan pengetahuan cukup sejumlah 21 responden . ,2%), kemudian responden yang memiliki pengetahuan baik sejumlah 51 responden . ,8%), dan tidak ada responden yang berpengetahuan kurang yaitu 0 responden . %) dan sebelum diberikan pendidikan kesehatan mendapatkan rata-rata 11,00. Adapun hasil dari 72 responden sesudah diberikan pendidikan kesehatan ditemukan pengetahuan baik sejumlah 72 responden . %), berpengetahuan cukup dan kurang tidak ditemukan masing-masing 0 responden . %). Sesudah diberikan pendidikan kesehatan mendapatkan rata-rata 11,00 serta didapatkan nilai p value = Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 0,00. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan kebersihan diri terhadap pengetahuan siswa SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri. Setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan pengetahuan dari 72 responden Kesimpulan/Conclusion Berdasarkan hasil penelitian dengan jumlah sampel 72 responden, mengenai pengaruh pendidikan kesehatan kebersihan diri terhadap tingkat pengetahuan siswa di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri maka disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri sebelum diberikan pendidikan kesehatan kebersihan diri lebih banyak pengetahuan cukup sebanyak 21 responden . ,2%), dari 72 responden. Tingkat pengetahuan siswa di SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri sesudah diberikan pendidikan kesehatan kebersihan diri responden semuanya pengetahuan baik sebanyak 72 responden . %) dari 72 Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan kebersihan diri dengan media video terhadap tingkat pengetahuan siswa SDN Gedongrejo Kabupaten Wonogiri . -value 0,000 dimana p<0,. Berdasarkan hasil penelitian memberikan masukkan untuk sekolah diharapkan berdampak positif terhadap sekolah terutama dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang kebersihan diri. Diharapkan video ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dalam kegiatan sekolah. Responden diharapkan sebagai bahan masukan dan informasi bagi responden tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. Institusi Pendidikan diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi serta bisa meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri bagi para mahasiswa agar tetap mengetahui bahwa pentingnya menjaga kebersihan diri. Hasil penelitian ini menyumbangkan kontribusi bagi pendidikan keperawatan yaitu sebuah video yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam memberikan pendidikan Hasil penelitian ini mendukung teori keperawatan Nola J. Pender yang menyatakan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap perubahan perilaku, dan peneliti selanjutnya diharapkan peneliti selanjutnya tidak hanya memakai desain pretest dan posttest tetapi bisa memakai desain with control karna akan lebih valid. Daftar Pustaka / Referens Agustari. Novitasari. , & Sembayang. Jurnal Peduli Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion, 4(Desembe. , 603Ae http://jurnal. com/index. php/JPM Amelia. Pendidikan Kesehatan Terhadap Personal Hygiene Santri. 3, 17Ae24. Aeni Q. Beniarti F. Warsito BE. Pegaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Pemutaran Video Tentang PHBS Cuci Tangan Metode Hidup Bersih dan Sehat dikelompokkan menjadi 5 tatanan yaitu PHBS di Sekolah . PHBS di Rumah Tangga . PHBS di Institusi Tempat Kerja Promosi kesehatan di 2015. :5Ae9. Bakri & Maris. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Perawatan Pasien Stroke Di Rumah Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Pendahuluan. Https://Doi. Org/10. 35816/Jiskh. V10i2. Daryanto. Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting dalam. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. Hidayah. Perubahan Perilaku Personal Hygiene Siswa. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journa. , 5. , 90Ae95. Jerry & Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 73 - 80 Sudarma. Pengembangan Media Video Animasi Pada Pembelajaran Siswa Kelas Iv Di Sekolah Dasar. 6, 9Ae19. Kosala. Profil Personal Hygiene Mahasiswa Tingkat I Dan Ii Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala Iyar Siswandi . Budi Kristanto . Warsini Overview Of Level I And Ii Students Ao Personal Hygiene. , 33Ae42. Kemenkes, . Pengaruh Edukasi Media Video Terhadap Pengetahuan Dan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Anak Usia SD KEMENKES. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Kusuma. Andiko Nugraha Kusuma, . Determinan Personal Hygiene Pada Anak Usia 9 Ae 12 Tahun Listyarini, . Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat. Lince Amelia I & Hubei. Peningkatan Keterampilan Personal Hyigiene Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Gemakes : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 69Ae74. Https://Doi. Org/10. 36082/Gemakes. V 2i2. Rexmawati. , & Santi. Pengaruh peran keluarga terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar usia 10 sampai 12 tahun di Kampung Baru Pondok Cabe Udik. Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ, 5. , 1Ae12. http://jurnal. id/index. php/semnaslit Rima Berlian Putri. Yanti. Salsabila. Mukminin. , & Sumanto. Pencegahan cacingan pada anak usia dini di TK Faidhul AoUlum Semarang Jurnal Pengabdian https://doi. org/10. 59837/jpmba. Suniarti. Nengsih. , &Amp. Didik. Faktor-Faktor Berhubungan Dengan Yang Personal Hygiene Pada Anak Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri 1 Cirendang Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. 1Ae11. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Bandung: Afabeta Bandung. 126 363 p. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 57 p. Nursalam & Effendi. , 2019. Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Silalahi. , & Putri. Keterkaitan Karakteristik Keluarga Dengan Personal Hygiene Anak Sekolah Dasar. Jurnal Care Vol. 5 No. WHO. Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Mempengaruhi Pengetahuan Dan Sikap Anak Dalam Pencegahan Penyakit Diare Program Studi D-i Kebidanan STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Vol. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536.