Jurnal Simki Economic. Volume 4 Issue 2, 2021. Pages 133-141 Available online at: https://jiped. org/index. php/JSE ISSN (Onlin. 2599-0748 Pengaruh Kedisiplinan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Ernawati1. Arif Rachman Putra2* ernawatismea27@gmail. com1, arifrachmanputra. caniago@gmail. Program Studi Manajemen Universitas Sunan Giri Surabaya Universitas Mayjen Sungkono Received: 29 10 2021. Revised: 13 11 2021. Accepted: 24 11 2021. Abstract : Employees as human resources have a role to determine the success of the company while the measure to determine the success of the company is determined by employee performance. This study aims to determine the simultaneous and partial effect of discipline and compensation variables on employee performance. The population in this study were employees in a travel and tours in the city of Surabaya, amounting to 29 people and used as a whole as respondents. The analysis tool is multiple linear regression. The research findings state that discipline has a significant influence on employee Compensation also has a significant effect on employee Both simultaneously affect the dependent variable. Keywords : Discipline. Compensation. Employee Performance Abstrak : Karyawan sebagai sumber daya manusia memiliki peran untuk menentukan keberhasilan perusahaan sedangkan ukuran untuk menentukan keberhasilan perusahaan ditentukan oleh kinerja karyawan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari variabel kedisiplinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Populasi di penelitian ini adalah karyawan di sebuah travel and tours yang ada di kota Surabaya yang berjumlah 29 orang dan digunakan keseluruhan sebagai responden. Alat analisis adalah regresi linier berganda. Temuan penelitian menyebutkan kedisiplinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Keduanya secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Kata Kunci : Kedisiplinan. Kompensasi. Kinerja Karyawan. PENDAHULUAN Setiap perusahaan untuk mencapai tujuan pasti berhubungan dengan kinerja karyawan. Karyawan sebagai sumber daya manusia memiliki peran untuk menjaga kelangsungan hidup Ukuran menentukan pencapaian perusahaan menuju sasaran dan tujuannya adalah Kualitas karyawan menentukan kinerja yang mengacu pada hasil pekerjaan yang dicapai karyawan berdasarkan persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang sesuai standar pekerjaan berarti karyawan telah menjalankan tugas dengan baik. Karyawan perlu selalu dibina dan dikembangkan untuk selalu memperoleh hasil kerja yang diharapkan perusahaan. How to cite: Ernawati. Putra. Pengaruh Kedisiplinan dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Simki Economic, 4 . , 133-141. Jurnal Simki Economic. Volume 4 Issue 2, 2021. Pages 133-141 Ernawati. Arif Rachman Putra Pembinaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan. Salah satu cara adalah pelaksanaan kedisiplinan di tempat kerja. Kedisiplinan dipandang sebagai sikap taat dan melaksanakan aturan dan ketentuan di tempat kerja disertai dengan pemahaman tentang konsekuensi dari sanksi bila terjadi pelanggaran. Kedisiplinan tidak hanya tentang kepatuhan terhadap peraturan namun, mengenai tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan. Dengan demikian, kedisiplinan harus selalu ditunjukkan dengan tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan. Hal ini dapat mendorong terciptanya entusiasme kerja serta mendukung tujuan perusahaan serta atas dasar itu diharapkan efektivitas karyawan akan meningkat melalui perilaku disiplin. Tindakan kedisiplinan berkaitan dengan sikap karyawan dan hasil kerja (Darmawan, 2015. Arifin et al. , 2017. Sinambela et al. , 2. Setiap pimpinan di perusahaan harus menjaga karyawan tetap tertib berperilaku dan menjalankan tugas. Standar disiplin berlaku bagi semua karyawan (Oetomo, 2. Bagi perusahaan, kedisiplinan menjaga ditegakkannya peraturan dan pelaksanaan tugas untuk memperoleh hasil yang maksimal (Woodruffe, 2. Selain dapat meminimalisasi gangguan di lingkungan kerja akibat perilaku karyawan, adanya kedisiplinan diharapkan dapat berperan terhadap kinerja karyawan. Alternatif menyeimbangkan hak dan kewajiban karyawan (Palembeta dan Arifin, 2. Ini mengarah kepada pemberian kompensasi yang sesuai. Untuk mendukung pencapaian kinerja yang diharapkan perusahaan, keberadaan sistem kompensasi yang efektif diperlukan untuk memotivasi karyawan agar memberikan hasil kerja yang baik (Putra et al. , 2. Kompensasi adalah hal yang penting bagi karyawan (Herpen et al. , 2. Bagi perusahaan juga penting karena sistem kompensasi merupakan wujud dari niat perusahaan memelihara ikatan dan mengembangkan sumber daya manusia. Dessler . menyatakan bahwa kompensasi adalah segala bentuk pembayaran kepada karyawan yang memilliki dampak positif berupa efisiensi dan hasil kerja, dorongan terhadap karyawan untuk lebih giat, membantu proses evaluasi jabatan, memberikan keseimbangan kerja, meningkatkan moral dan kesejahteraan karyawan, penyelesaian masalah, dan investasi penting bagi masa depan perusahaan. Beberapa studi menunjukkan peran kompensasi terhadap kinerja karyawan (Khan et al. , 2013. Osibanjo et al. , 2014. Mardikaningsih. Odunlami dan Matthew. Akhtaret et al. , 2015. dan Arifin et al. , 2. Berdasarkan uraian sebelumnya dinilai perlu meneliti tentang peranan kompensasi dan penegakan disiplin sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil kerja karyawan sehingga pekerjaan terselesaikan sesuai standar. Organisasi akan mengetahui bagaimana pendapat karyawan mengenai kebijakan kompensasi dan penerapan kedisiplinan di tempat kerja. https://jiped. org/index. php/JSE/ Vol 4 Issue 2 Tahun 2021 Jurnal Simki Economic. Volume 4 Issue 2, 2021. Pages 133-141 Ernawati. Arif Rachman Putra Dengan demikian, tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial dari variabel kedisiplinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. METODE PENELITIAN Populasi di penelitian ini adalah karyawan di sebuah biro perjalanan yang ada di kota Surabaya yang berjumlah 29 orang. Peneliti menggunakan metode sensus. Variabel di penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y), kedisiplinan (X. dan kompensasi (X. Semua variabel diukur melalui media kuisioner tertuju kepada responden. Berikut penjelasan masingmasing definisi operasional dan indikator variabel. Kedisiplinan adalah tingkat kesadaran dan perilaku karyawan untuk bersedia taat terhadap ketentuan dan atura perusahaan beserta norma sosial yang ada (Wahyudi et al. , 2. Menurut Gunawan . , indikator variabel ini adalah disiplin tanggung jawab, disiplin waktu, dan disiplin peraturan. Kompensasi kerja adalah setiap hal berkaitan manfaat yang diterima karyawan sebagai bentuk imbalan balas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Brown et al. , 2. Menurut Darmawan dan Mardikaningsih . , indikator pengukuran kompensasi terdiri dari kompensasi finansial dan kompensasi non finansial. Kinerja karyawan bermakna tentang pencapaian hasil kerja karyawan secara kuantitas dan kualitas terkait pelaksanaan tugas sesuai beban kerja dan tanggung jawab (Banker et al. , 2. Menurut Issalillah . , indikator variabel ini adalah ketepatan waktu, kualitas, dan kuantitas. Analisis data menggunakan regresi linier ganda. Analisis deskriptif digunakan untuk melakukan profil responden. Uji asumsi klasik untuk menguji kelayakan model regresi. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan di sebuah travel and tours yang ada di kota Surabaya berhasil memperoleh 29 karyawan sebagai responden yang terdiri dari 19 wanita dan 10 pria. Usia karyawan dengan rentang usia kurang dari 21 tahun sebanyak tiga orang, pada rentang usia 21-30 tahun sebanyak 21 orang, sisanya berada pada rentang usia 31 tahun ke atas. Berdasarkan masa kerja kurang dari satu tahun ada empat orang, 1-5 tahun ada 18 orang, dan sisanya antara 5-10 tahun. Uji validitas dari setiap indikator variabel dengan berdasarkan corrected item-total correlation . Berdasarkan output SPSS diperoleh hasil dari setiap butir pertanyaan variabel bebas kedisiplinan dan kompensasi lebih besar dari 0. Butir pertanyaan untuk variabel https://jiped. org/index. php/JSE/ Vol 4 Issue 2 Tahun 2021 Jurnal Simki Economic. Volume 4 Issue 2, 2021. Pages 133-141 Ernawati. Arif Rachman Putra kinerja karyawan juga begitu. Uji validitas terpenuhi dan butir pertanyaan tentang kedisiplinan, kompensasi, dan kinerja karyawan dinyatakan valid untuk dianalisis lebih lanjut. Uji reliabilitas menggunakan pedoman CronbachAos Alpha. Nilai yang dihasilkan untuk variabel kedisiplinan (X. adalah 0,751. variabel kompensasi (X. adalah 0,823. Nilai tersebut lebih besar dari 0,6. Variabel kinerja karyawan (Y) memperoleh hasil sebesar 0,679. Dengan demikian, hasil uji reliabilitas tersebut berada pada derajat keandalan yang baik. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui bagaimana sebaran data dan digunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Output SPSS ditunjukkan pada Tabel 1. KSZ Asymp. Sig. -taile. Tabel 1. Kolmogorov Smirnov Test Kedisiplinan Kompensasi Kinerja (X. (X. (Y) 0,319 0,295 1,064 0,197 0,088 0,327 Unstandardized Residual 1,187 0,176 Berdasarkan Tabel 1 diperoleh nilai sigifikansi pada unstandardized residual > 0,05, yaitu sebesar 0,176. Dengan demikian, data terdistribusi normal atau uji normalitas terpenuhi karena 0,176 > 0,05. Uji autokorelasi berpedoman pada nilai Durbin-Watson yang lebih rendah dari 2. Hasil menunjukkan nilai DW sebesar 1,677. Ini menunjukkan tidak ada autokorelasi. Uji heteroskedastisitas seperti pada Gambar 1 terlihat semua titik pada scatterplot Titik-titik itu berada di setiap bagian sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi Gambar 1. Uji Heteroskedastisitas Uji multikolinieritas diketahui melalui nilai Tolerance value > 0,10 dan VIF (Variance in Flating Facto. < 10. Output SPSS menunjukan nilai VIF adalah 1,445 . urang dari . dan tolerance adalah 0,692 . ebih besar dari 0,. maka semua variabel bebas tidak terkena masalah multikolinearitas atau tidak memiliki korelasi yang sangat kuat. https://jiped. org/index. php/JSE/ Vol 4 Issue 2 Tahun 2021 Jurnal Simki Economic. Volume 4 Issue 2, 2021. Pages 133-141 Ernawati. Arif Rachman Putra Analisis regresi dimulai dengan uji t agar mengetahui signifikan pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai probabilitas harus lebih kecil dari sebesar 0,05. Tabel 2 adalah hasilnya. Tabel 2. Uji t Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig Collinearity Statistics Tolerance VIF Dari Tabel 2 diketahui bahwa variabel kedisiplinan dan kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. Model regresi yang didapatkan adalah Y = 5,078 1,203 (X. 1,047 (X. Tabel 3. Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Tabel 3 menunjukkan hasil uji F dengan Fhitung sebesar 12,826. Nilai probabilitas adalahr 0,000. Secara simultan variabel kedisiplinan dan kompensasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi untuk melihat besaran pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini. Tabel 4. Koefesien Determinasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Tabel 4 menunjukan koefisien korelasi sebesar 0,705. Nilai koefisien determinasi adalah 0,497. Kesimpulan yang diperoleh adalah kontribusi kedisiplinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan sebesar 49,7%. Sisanya 50,3% variabel terikat dipengaruhi oleh faktor lain selain kedisiplinan dan kompensasi yang tidak dilibatkan di penelitian ini. Kedisiplinan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil ini sejalan dengan studi sebelumnya (Darmawan, 2015. Arifin et al. , 2017. Sinambela et al. , 2. Semakin baik penerapan kedisiplinan di tempat kerja maka semakin besar peluang untuk menghasilkan kinerja yang baik dari setiap karyawan. Penerapan kedisiplinan di tempat kerja harus terus dipantau agar tetap berjalan secara konsisten dan melekat pada diri setiap karyawan. https://jiped. org/index. php/JSE/ Vol 4 Issue 2 Tahun 2021 Jurnal Simki Economic. Volume 4 Issue 2, 2021. Pages 133-141 Ernawati. Arif Rachman Putra Kompensasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan dan hasil ini sejalan studi Khan et . Mardikaningsih . Akhtaret et al. dan Arifin et al. Dengan pemberian kompensasi yang baik dan layak akan memunculkan kesan bahwa perusahaan memang bermaksud untuk memberdayakan karyawan secara efektif dan efesien (Milkovich dan Newman, 2002. Mabaso dan Dlamini, 2. Kompensasi diharapkan memberikan peran terhadap pembentukan kinerja dari masing-masing karyawan (Herpen et al. , 2. Temuan lain menyebutkan bahwa kedisiplinan dan kompensasi memberikan kontribusi terhadap kinerja karyawan. Kinerja yang ditunjukan karyawan terbukti dipengaruhi kedisiplinan dan kompensasi, artinya harapan untuk mengembangkan hasil kerja harus didukung oleh perilaku disiplin karyawan dan sistem kompensasi yang layak dan tepat. SIMPULAN Temuan penelitian menyebutkan bahwa kedisiplinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kompensasi juga punya peran signifikan terhadap kinerja karyawan. Keduanya secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Saran di