PEMETAAN SEBARAN Invasive Alien Species (IAS) KONYAL (Passiflora suberosa L) DI RESORT PEMANGKUAN TAMAN NASIONAL MANDALAWANGI . TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Oleh: Diah Sinta Mustika. Poltak BP. Panjaitan. Iwan Setiawan. Diah Sinta Mustika. Poltak BP. Panjaitan. Iwan Setiawan. Mapping The Distribution Of Invasive Alien Species Konyal (Passiflora suberosa L) In RPTN Mandalawangi. Mount Gede Pangrango National Park Journal Nusa Sylva Volume 13 No. 2 Desember 2013: 1-8 ABSTRACT Konyal (Passiflora suberosa L) is one of the IAS species and itAos are very big influence on the growth of endemic species in RPTN Mandalawangi. Konyal spread very quickly and can kill their host trees pose a major threat to endemic plant species. In connection with the distribution konyal, it is necessary the existence of a preventive step to support konyal control is to map the distribution of konyal in RPTN Mandalawangi to determine priority areas that must be controlled immediately. Mapping the distribution of IAS konyal (Passiflora suberosa L) was conducted to determine and identify konyal (Passiflora suberosa L) and its distribution. Later this study is expected to be a reference for management to control the distribution of konyal (Passiflora suberosa L) Keywords: mapping. Konyal (Pasiflora suberosa L). Distribution ABSTRAK Konyal (Passiflora suberosa L) merupakan salah satu jenis IAS yang sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan jenis endemic di kawasan ini, sifat konyal yang sangat cepat penyebarannya dan bisa mematikan pohon inangnya menjadi ancaman besar terhadap jenis tumbuhan endemic. Berkaitan dengan sebaran konyal yang sangat cepat, maka diperlukan adanya suatu langkah prefentif guna mendukung pengendalian konyal yaitu dengan memetakan sebaran konyal di RPTN Mandalawangi untuk mengetahui kawasan prioritas yang harus segera dilakukan Pemetaan sebaran IAS konyal (Passiflora suberosa L) dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi konyal (Passiflora suberosa L) dan sebarannya. Nantinya penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan pengelola dalam melakukan pengendalian konyal (Passiflora suberosa L) Kata Kunci : Pemetaan. Konyal (Pasiflora suberosa L). Sebaran PENDAHULUAN Latar Belakang Kondisi vegetasi yang ada saat ini tidak hanya terdiri dari spesies asli TNGGP saja, akan tetapi beberapa spesies tumbuhan Keberadaan spesies yang diintroduksi ini tidak terlepas dari sejarah TNGGP yang sudah dijadikan kawasan dilindungi sejak jaman belanda. Namun. Spesies yang diintroduksi tersebut dapat berdampak Alumni Fakultas Kehutanan. Universitas Nusa Bangsa Dosen Fakultas Kehutanan. Universitas Nusa Bangsa Peneliti Pusdiklat Kehutanan Bogor negatif dalam bidang ekonomi dan ekologi, terutama yang bersifat invasive. Tumbuhan eksotik yang bersifat invasif atau lebih dikenal dengan invasive alien plant species (IAS) adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di luar hybitat alaminya yang berkembang pesat dan menimbulkan gangguan dan ancaman kerusakan bagi ekosistem, habitat dan jenis tumbuhan local serta berpotensi menghancurkan hybitat tersebut, oleh karena itu keberadaannya perlu di waspadai dan di kendalikan. Pemetaan Sebaran Invasive Alien Spesiesa. Konyal (Passiflora suberosa L) merupakan salah satu jenis IAS yang sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan jenis endemic di kawasan ini, sifat konyal yang sangat cepat penyebarannya dan bisa mematikan pohon inangnya menjadi ancaman besar terhadap jenis tumbuhan Akan tetapi konyal juga sangat disukai oleh primate yang ada di TNGGP dan memiliki nilai jual sehingga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk Perumusan Masalah Keberadaan spesies tumbuhan asing invasif di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango perlu mendapat perhatian khusus dan penanganan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai spesies tumbuhan asing invasif tersebut, sebagai salah satu upaya preventif dalam melindungi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tujuan yang diharapkan dapat dicapai dalam kegiatan penelitian antara lain: Memetakan sebaran konyal (Passiflora suberosa L) di RPTN Mandalawangi dengan menggunakan GIS. Melakukan analisis sebaran konyal (Passiflora suberosa L) di RPTN Mandalawangi untuk mengetahui sejauh mana konyal menginvasi Mengidentifikasi jenis flora IAS Konyal (Passiflora suberosa L) di menyebabkan terganggunya pertumbuhan jenis lokal di kawasan ini. Konyal di kawasan ini menjadi ancaman bagi jenisjenis tumbuhan lokal TNGGP dan keberadaannya di perlu diwaspadai dan Manfaat Manfaat yang diharapkan dapat dicapai dalam kegiatan Penelitian antara lain: Secara akademis, diharapkan dapat membantu memberi pengetahuan mengenai pemetaan sebaran konyal Secara praktis, diharapkan dapat digunakan sebagai media pengelola Eradikasi IAS yang sesuai bagi kawasan hutan Resort Cibodas TNGGP. Kerangka Pemikiran Konyal merupakan salah satu jenis tumbuhan eksotik yang bersifat invasive di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Konyal memiliki karakteristik yang menonjol, yaitu mudahnya pertumbuhan awal dari tumbuhan tersebut tidak hanya dari biji, melainkan dari batang dan akar. sifat konyal yang yang cepat memberi naungan pada tumbuhan yang dirambatinya menyebabkan kematian bagi tumbuhan selain itu konyal tumbuh dan Konyal merupakan spesies tumbuhan asing invasif yang sangat membahayakan kelestarian spesies endemik di TNGGP. Penyebarannya menyebabkan kerugian bagi tumbuhan jenis Belum adanya pemetaan sebaran konyal (Passiflora suberosa L) di RPTN Mandalawangi menyebabkan tidak dapat dilakukannya pengendalian konyal di area Tujuan Pemetaan sebaran konyal (Passiflora suberosa L) dapat menjadi salah satu upaya prefentif untuk menjadi acuan dalam melakukan pengendalian konyal di area Keberadaan konyal di RPTN Mandalawangi dapat diketahui melalui terestrial survey, yaitu dengan metode menggunakan GPS dan kompas serta identifikasi citra satelit. Untuk mengetahui kesesuaian habitat konyal maka dapat dilakukan dengan metode overlay peta klasifikasi jenis tanah, curah hujan, tutupan lahan, dan peta kelerangan dengan peta sebaran konyal. Dari keseluruhan data yang didapat kemudian di analisis menggunakan SIG yang kemudian menghasilkan output peta sebaran konyal (Passiflora suberosa L) yang diharapkan dapat menjadi acuan Jurnal Nusa Sylva. Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Volume 13 NO. Pemetaan Sebaran Invasive Alien Spesiesa. dalam melakukan kegiatan pengendalian konyal di area prioritas. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. PENGENDALIAN IAS Konyal C Peta klasifikasi jenis C Curah hujan C Kemiringan C Tutupan lahan Inventarisasi Terestrial survey C Marking Koordinat Identifikasi Citra satelit Studi literatur Pengolahan Data C Memproses data sebaran menjadi peta Analisa SIG PETA SEBARAN IAS (KONYAL) DI RPTN MANDALAWANGI TNGGP Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Nusa Sylva. Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Volume 13 NO. Pemetaan Sebaran Invasive Alien Spesiesa. METODE PENELITIAN Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Alat GPS Digital Camera Compass Software GPS Software GIS Software Spread Sheet. Bahan Peta-peta dasar TNGGP. Peta Sebaran jenis-jenis IAS yang telah teridentifikasi Peta citra Landsat ETM-7 wilayah TNGGP Klasifikasi Jenis tanah, kelerengan, tutupan lahan Tallysheet. METODE PENGUMPULAN DATA Studi literatur atau pustaka, berbagai literatur atau pustaka, baik berupa laporan penelitian, laporan tahunan, jurnal maupun berbagai literatur lainnya untuk memperoleh data dan informasi terkait kondisi fisik wilayah. Wawancara, langsung untuk memperoleh data dan informasi dari pengelola. Studi literatur atau pustaka, berbagai literatur atau pustaka, baik berupa laporan penelitian, laporan tahunan, jurnal maupun berbagai literatur lainnya untuk memperoleh data dan informasi terkait kondisi fisik wilayah. Studi literatur atau pustaka, berbagai literatur atau pustaka, baik berupa laporan penelitian, laporan tahunan, jurnal maupun berbagai literatur lainnya untuk memperoleh data dan informasi terkait kondisi fisik wilayah. Wawancara, langsung untuk memperoleh data dan informasi dari pengelola. Observasi lapangan, dilakukan dengan melihat dan mengamati secara langsung kondisi lapangan dan verifikasi data citra dengan kenampakan sebenarnya dibumi. Hasil observasi lapangan akan ditabulasi ke dalam bentuk tabel dan didokumentasikan ke dalam bentuk peta dan foto. Penentuan lokasi IAS dilakukan dengan cara marking koordinat menggunakan GPS dan kemudian di transformasi menjadi data titik koordinat. Data yang telah didapatkan, yaitu berupa titik koordinat dari konyal (Passiflora suberosa L) diolah dan dianalisis SIG (Sistem Informasi Geograf. mengetahui sebaran obyek tersebut. dan untuk mengetahui kesesuaian metode overlay dari beberapa peta ,seperti peta curah hujan, klasifikasi jenis tanah, kemiringan dan peta tutupan lahan dengan peta sebaran konyal menggunakan software SIG. Analisis Data Analisis data secara spasial dilakukan dengan memetakan lokasi sebaran IAS di resort Cibodas pada wilayah sub Montana sampai montana. Sedangkan analisis peta dilakukan secara spasial terhadap peta kawasan yang mencakup sebaran IAS dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Nusa Sylva. Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Volume 13 NO. Pemetaan Sebaran Invasive Alien Spesiesa. Proses Pembuatan Menggunakan SIG Peta dalam pengelolaan basis data: Membantu dalam mengatur fitur yang - Minimalkan jumlah atribut terkait dengan setiap fitur. Memfasilitasi pemeliharaan peta, biasanya tersedia sebagai sumber data yang berbeda untuk setiap lapisan. - Penyederhanaan peta, karena fitur yang berhubungan dengan mudah dijelaskan, label (ID) dan - Memfasilitasi proses analisis spasial. Digitasi yang dilakukan adalah digitasi on screen, yaitu digitasi menggunakan komputer. Digital Penentuan titik-titik sebaran konyal (Passiflora suberosa L) menggunakan GPS Pada dasarnya penentuan posisi menggunakan GPS adalah pengukuran jarak secara bersama-sama ke beberapa satelit yang koordinatnya telah diketahui sekaligus untuk menentukan koordinat suatu titik di bumi, receiver setidaknya membutuhkan 4 satelit yang dapat ditangkap sinyal dengan baik. Secara default posisi atau koordinat yang diperoleh bereferensi ke global datum, yaitu World Geodetic System 1984 atau disingkat dengan WGSAo84. Pada Penelitian pemetaan sebaran (Passiflora penentuan titik koordinat dilakukan menggunakan GPS pada lokasi yang telah ditentukan secara random sampling dengan jumlah 30 plot. Transfer Data dari GPS ke PC Setelah pengambilan titik dilakukan maka langkah selanjutnya adalah koordinat dari GPS ke PC menggunakan software penunjang. Data yang telah dimasukan ke PC lalu ditabulasi kedalam spreadsheet dan disimpan dalam format yang dapat dibaca oleh software penunjang. Digitasi Peta Digitasi adalah proses mengkonversi fitur pada peta spasial ke dalam format Untuk digitasi, peta harus melekat pada meja digitasi . Sebelum memasukkan data melalui mempertimbangkan informasi yang terkandung di peta dan untuk tujuan apa pembangunan data base yang akan disiapkan, untuk pemisahan berikutnya data dalam lapisan. Dengan konsep informasi pengelompokan atau cakupan dari lapisan ini memiliki arti besar Editing Setelah melakukan digitasi, maka peta harus diperbaiki dari kesalahan-kesalahan seperti undershoot . aris terputu. atau overshoot . aris melebihi bata. Editing dilakukan agar peta mendapatkan data koordinat yang akurat. Atributing Atributing merupakan tahapan memberi ID atau Label pada peta. Informasi yang dimasukan pada peta adalah informasi sebaran konyal (Passiflora suberosa L) . Transformasi Transformasi koordinat ialah penukaran daripada sebuah sistem kepada sebuah sistem yang lain untuk menghuraikan ruang yang sama. Transformasi dilakukan untuk mengubah koordinat peta dari koordinat layar komputer . menjadi koordinat titik sebenarnya di bumi . alam format Map Layout Map layout merupakan proses untuk menjadikan peta menarik serta memberikan informasi yang jelas bagi pembaca. Dalam proses ini peta dapat ditambahkan arah mata angin, skala, dan judul peta. Hasil dan Pembahasan Sebaran konyal yang telah teridentifikasi kemudian dipetakkan guna mengetahui Jurnal Nusa Sylva. Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Volume 13 NO. Pemetaan Sebaran Invasive Alien Spesiesa. sejauh mana jenis konyal ini menginvasi Peta sebaran tersebut dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Peta sebaran konyal (Passiflora suberosa L) Dapat dilihat pada gambar 2, bahwa sebaran konyal yang sangat rapat adalah berada di kawasan hutan jalur interpretasi ciwalen, yaitu pada titik koordinat Lat 6. 7459 Long 107. 0033 dengan ketinggian 463 mdpl dengan klasifikasi hutan sub montana . -1500 mdp. kawasan hutan pada jalur ini memiliki sebaran konyal (Passiflora suberosa L) yang paling padat. Hal ini dikarenakan lokasi ini merupakan lokasi bervegetasi jarang dan tutupan tajuk yang tidak terlalu rapat, sehingga konyal dapat tumbuh dan menyebar secara maksimal karena lokasi tersebut merupakan lokasi dengan intensitas sinar matahari yang cukup tinggi. Hasil observasi yang dilakukan pada lokasi ini, terdapat satwa yang mudah ditemui mengingat konyal (Passiflora suberosa L) merupakan salah satu pakan dari beberapa satwa di kawasan ini, hal ini dapat menjadi salah satu faktor konyal (Passiflora suberosa L) menyebar dengan sangat cepat. Jalur interpretasi ciwalen merupakan salah salah satu lokasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, hal ini sangat memungkinkan menjadi salah satu faktor menyebarnya konyal (Passiflora suberosa L). Lokasi kedua dengan sebaran konyal yang cukup rapat adalah kawasan hutan jalur kawasan ini memiliki koordinat Lat -6. 7482 Long 106. 9937 dengan 568 mdpl. titik koordinat tersebut termasuk pada klasifikasi hutan . Lokasi (Passiflora suberosa L) yang cukup rapat. Vegetasi pada lokasi ini merupakan kawasan bervegetasi jarang dengan tutupan tajuk yang tidak terlalu rapat, sehingga konyal (Passiflora suberosa L) dapat secara maksimal tumbuh dan menyebar di lokasi pada lokasi ini, konyal banyak tumbuh di area sekitar jalur. Hal ini merupakan lokasi yang cukup terbuka dan tutupan tajuk yang kurang rapat. Sama halnya dengan jalur interpretasi ciwalen, jalur air terjun cibeureum merupakan salah satu lokasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dan menjadi jalur untuk Hal ini menjadi salah satu faktor menyebarnya konyal di area tersebut. menjadi salah satu faktor dalam menyebarnya konyal (Passiflora suberosa L). Karena pada jalur tersebut banyak terdapat kotoran satwa yang masih berbentuk biji konyal (Passiflora suberosa L) . Dan lokasi ketiga adalah kawasan hutan bumi perkemahan . Sebaran konyal (Passiflora suberosa L) di Buper mandalawangi dapat ditemui di beberapa titik, salah satunya pada koordinat Lat -6. 7352 Long 107. 0026 dengan 337 mdpl. lokasi tersebut merupakan lokasi dengan sebaran konyal (Passiflora suberosa L) tidak rapat. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut merupakan lokasi dengan vegetasi yang rapat dan tutupan tajuk yang cukup padat. Dengan kondisi vegetasi rapat dan tutupan tajuk yang padat menyebabkan lokasi tersebut merupakan lokasi dengan intensitas (Passiflora suberosa L) tidak dapat tumbuh secara maksimal. Kawasan hutan buper mandalawangi merupakan lokasi yang jarang dikunjungi wisatawan, dan pada lokasi ini juga jarang ditemukan adanya Hal ini menjadi salah satu faktor konyal (Passiflora suberosa L) tidak dapat menyebar dengan maksimal. Dan pada ketinggian 2000 mdpl pada hm 24 tidak terlihat sebaran konyal. Hal ini dikarenakan Jurnal Nusa Sylva. Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Volume 13 NO. Pemetaan Sebaran Invasive Alien Spesiesa. pencegahan yang telah dilakukan, untuk mencapai tujuan dengan strategi yang efektif dan tepat sasaran, diantaranya adalah: KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Dengan memetakan sebaran konyal (Passiflora menggunakan GIS diketahui titiktitik koordinat sebaran konyal (Passiflora suberosa L), diantaranya pada koordinat Lat -6,74844 dan Long 106,99251 serta Lat -6,7485 Long 106,9938. Konyal (Passiflora suberosa L) Konyal (Passiflora suberosa L) di RPTN Mandalwangi tersebar pada klasifikasi jenis tanah Regosol. Andosol. Podsolik coklat. Latosol dengan curah hujan 3000-4000 mm/tahun. Konyal (Passiflora suberosa L) telah menginvasi sekitar 5,2 hektar dari luas seluruh kawasan RPTN Mandalawangi. Secara keseluruhan konyal telah menginvasi sebesar 0,2% dari luas kawasan 2. Konyal (Passiflora suberosa L) merupakan salah satu jenis flora eksotik yang bersifat invasive. TNGGP dipengaruhi oleh faktor alam dan Penyebaran biji oleh burung (Passiflora suberosa L) dengan SARAN Dalam mengatasi permasalahan IAS, pengelola TNGGP telah melakukan berbagai upaya untuk menekan IAS. Namun terselesaikan secara tuntas. Hal ini dapat terlihat dari sebaran konyal yang terus menginvasi kawasan ini. Terkait tersebut perlu dilakukannya beberapa metoda guna menunjang kegiatan Penempatan kawasan di setiap pintu masuk kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, agar dapat mencegah masuknya jenis eksotik yang dibawa secara sengaja atau tidak disengaja oleh pengunjung maupun masyarakat Mengadakan masyarakat tentang budidaya konyal di luar kawasan TNGGP dan memberikan fasilitas budidaya, seperti pemberian bibit, maupun penyediaan lahan untuk budidaya konyal, agar konyal dapat dimanfaatkan secara maksimal. Perlu dilakukannya Monitoring berkala dengan skala waktu per satu bulan untuk mencegah pertumbuhan konyal (Passiflora suberosa L) setelah dilakukannya eradikasi. Membuat peta sebaran IAS dari setiap jenisnya, agar dapat efektif dan efisien dalam melakukan pengendalian IAS di area prioritas. DAFTAR PUSTAKA