Jurnal Humaniora Vol. No. 521 - 534 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Analisis Pemasaran Ikan Lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Nasrul Voorwanto1 . Nasir Ismail1. Teuku Fadhla1 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia nasirmaya_fp@abulyatama. https://doi. org/10. 30601/humaniora. v%vi%i. Published by Universitas Abulyatama Abstract Artikel Info Submitted: 07-10-2024 Revised: 07-10-2024 Accepted: 21-10-2024 Online first : 23-10-2024 Catfish is a freshwater fish that has economic value. One of the African catfish cultivation centers is in Gampong Lamdingin. Kuta Alam District. Banda Aceh City. This research aims to find out what kinds of catfish marketing channel patterns exist, the duties and functions of the marketing institutions involved, and analyze the efficiency of catfish marketing. This research method is a descriptive and survey method with a location chosen deliberately, namely Gampong Lamdingin. Kuta Alam District. Banda Aceh City. Sampling was carried out using the Random Sampling method, marketing institution respondents were determined using the Snowball sampling method. Data collection techniques use interview techniques. Data analysis uses marketing margin analysis and farmer's share. The results of the research are: there are 2 marketing channel patterns for African catfish in Gampong Lamdingin. Kuta Alam District. Banda Aceh City, showing marketing channel 1 . armer - retailer - consume. , marketing channel 2 . armer - collector retailer - consume. , efficiency The highest marketing of fish in Gampong Lamdingin. Kuta Alam District. Banda City is in the 1 level marketing channel with a margin value of IDR 7,119 per kg and the highest Farmer's share, namely 71. The margin value for marketing channel 2 is IDR 8,476 per kg with a Farmer's share value of 64. Marketing of catfish in Gampong Lamdingin. Kuta Alam District. Banda Aceh City is efficient, because the marketing efficiency value of marketing channel 1 level, marketing channel 2 farmer's share value is more than 60% Keywords: Marketing Channels. Marketing Margin. Marketing Efficiency. Farmer's Share Abstrak Ikan lele merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis. Salah satu sentra budidaya ikan lele dumbo adalah di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui berapa macam pola saluran pemasaran ikan lele, tugas dan fungsi lembaga pemasaran yang terlibat, menganalisis efisiensi pemasaran ikan lele. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dan survey dengan lokasi dipilih secara sengaja, yaitu Gampong Lamdingin. Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode Random Sampling, responden lembaga pemasaran ditentukan dengan metode Snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dan farmerAos share. Hasil penelitian yaitu: terdapat 2 pola saluran pemasaran ikan lele dumbo di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh menunjukkan saluran pemasaran 1 . etani - pedagang Pengecer konsume. , saluran pemasaran 2 . etani - pedagang pengumpul - pedagang pengecer - konsume. , efisiensi pemasaran tertinggi ikan di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda terdapat pada saluran pemasaran 1 tingkat dengan nilai margin sebesar Rp 7. 119 per kg dan FarmerAos share tertinggi yaitu 71. Nilai margin saluran pemasaran 2 sebesar Rp 8. 476 per kg dengan nilai FarmerAos share sebesar 64. Pemasaran ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh sudah efisien, karena nilai efisiensi pemasaran dari saluran pemasaran 1 tingkat, saluran pemasaran 2 nilai farmerAos share lebih dari 60%. Kata Kunci: Saluran Pemasaran. Margin Pemasaran. Efisiensi Pemasaran. FarmerAos Share This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla PENDAHULUAN Konsep efisiensi pemasaran pada dasarnya adalah suatu ukuran relative (Pranata et al. Efisiensi pemasaran adalah bentuk awal dari bekerjanya pasar persaingan sempurna, yang artinya sistem tersebut dapat memberikan AukepuasanAy bagi lembaga-lembaga pemasaran yang Efisiensi pemasaran dapat dibedakan atas efisien teksis dan efisiensi ekonomi (Pakaya et al. Usaha perbaikan dibidang pemasaran memegang peranan penting karena usaha peningkatan produksi saja tidak akan meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan lele bila tidak didukung dan dihubungkan dengan situasi pasar. Situasi demikian sangat menentukan keefisiensian suatu usaha. Pemasaran dianggap efisien apabila mampu menyampaikan hasil dari produsen ke konsumen dengan biaya semurah- murahnya dan mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayarkan konsumen akhir kepada semua pihak yang terlibat dalam produksi dan pemasaran barang tersebut. (Pane et al. Apabila bagian yang diterima pembudidaya ikan lele menguntungkan, hal ini akan merangsang pembudidaya ikan lele lainnya untuk meningkatkan produksinya (Deli 2. Dalam penyampaian komoditas dari produsen ke konsumen terdapat beberapa kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh lembaga perantara seperti pengangkutan jarak antara pembudidaya dan konsumen akan mencerminkan panjang pendeknya saluran pemasaran. Adanya biaya pada setiap lembaga pemasaran akan mengambil keuntungan atas segala jasa atau peran aktif sebagai penghubung antara produsen dan konsumen. Hal ini akan mendorong terjadinya perbedaan harga pada masing-masing lembaga pemasaran (Osak 2. Produksi perikanan budidaya tahun 2023 berdasarkan komoditas utama menunjukkan komoditas udang yang merupakan produksi tertinggi mencapai 54. 446,48 ton, kemudian diikuti oleh ikan lele mencapai 24. 049,94 ton, bandeng mencapai 22. 54 ton, nila mencapai 16. 677,26 ton, kerapu mencapai 2. 964,19 ton, dan ikan lainnya mencapai 2. 028,82 ton. Pertumbuhan Pertumbuhan perikanan budidaya berdasarkan komoditas utama dalam kurun waktu 2019-2023 menunjukkan bahwa produksi perikanan budidaya di Aceh secara total mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 27,00%. Adapun kebijakan pemerintah dalam menangani wabah covid Renja DKP Aceh Tahun 2023 dalam bentuk stimulus ekonomi mampu menggairahkan petani kolam atau tambak untuk mengelola kembali usaha budidayanya, yang ditopang dengan meningkatnya permintaan pasar dari jenis komoditi unggulan budidaya. Peningkatan volume produksi perikanan budidaya tahun 2023 secara keseluruhan untuk semua komoditas utama didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut: Industrialisasi perikanan A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla budidaya, dengan fokus pada komoditas udang, bandeng dan ikan lele. Kegiatan utama dalam industrialisasi, khususnya untuk usaha udang dan lele adalah bantuan sarana dan prasarana . enih unggul, pakan dan penerapan teknologi sistem bioflo. dan pendampingan teknis Pengembangan sistem produksi melalui. Untuk lebih jelasnya produksi perikanan budidaya tahun 2019-2023 menurut komoditi dapat di lihat pada Table 1 berikut: Tabel 1. Rincian Produksi Perikanan Budidaya Tahun 2019-2023 Menurut Komoditas Utama (To. Rincian Tahun Rata-rata/tahun (%) Bandeng Lele Udang Nila Kerapu Ikan Sumber: Aplikasi Satu Data KKP,2023. iolah DKP Ace. Margin pemasaran merupakan konsep penting dalam kajian efisiensi yang kemudian dapat menentukan apakah pemasaran efisien atau tidak (Mandak et al. Margin pemasaran terdiri dari dua bagian yaitu, bagian pertama merupakan perbedaan antara harga yang dibayar konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen dalam hal ini pembudidaya ikan lele. Bagian yang kedua margin pemasaran merupakan biaya dari jasa-jasa pemasaran yang dibutuhkan sebagai akibat permintaan, penawaran dan jasa-jasa pemasaran tersebut. Komponen margin pemasaran ini terdiri dari: . biaya-biaya yang diperlukan lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran yang disebut biaya pemasaran atau biaya fungsional . unctional cos. lembaga pemasaran(Prastio. Soetoro, and Hardiyanto 2. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu penelitian dilakukan dengan cara mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok, serta mendatangi langsung lokasi penelitian untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penelitian (Firmansyah and Dede 2. Penelitian ini dilakukan di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penentuan lokasi secara sengaja . urposive Sampin. dengan pertimbangan bahwa di Gampong A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki Budidaya Ikan lele. Populasi dalam penelitian ini adalah petani budidaya ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini menggunakan metode Survey. Metode survey merupakan metode yang sengaja digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan menggunakan pertanyaan lisan serta tulisan. Metode survey ini memerlukan interaksi maupun hubungan antara peneliti dan subjek penelitian untuk mendapatkan data yang diperlukan (Gunawan. Suroto, and Nugroho 2. METODE PENELITIAN Data Primer Menurut Sugiyono (Firmansyah. Masrun, and Yudha S 2. yang dimaksud data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Artinya sumber data penelitian diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok . maupun hasil obersvasi dari suatu objek, kejadian atau hasil pengujuan . Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara menjawab pertanyaan riset . etode surve. atau penelitin benda . etode observas. (Fadli 2. Data Sekunder Data sekunder menurut Sugiyono (Pane et al. adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Artinya sumber data penelitian diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung yang berupa buku catatan, bukti yang telah ada atau arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umum. Dengan kata lain, peneliti membutuhkan pengumpulan data dengan cara berkunjung ke Perpustakaan Pusat Kajian, pusat arsip atau membaca banyak buku yang berhubungan dengan penelitiannya(Gita Srihidayati and Suhaeni 2. Metode Analisi Data Menurut Sudiyono (Adlini et al. , untuk mengetahui efisiensi pemasaran dilakukan dengan 2 analisis yaitu presentase margin dan FarmerAos share, dengan rumus sebagai berikut: Margin Pemasaran Margin pemasaran secara sistematis dapat diketahui rumus sebagain berikut: ycAycE = ycEyc Oe ycEyce ycaycycayc ycAycE = OcyaAycn Ocyaycn Keterangan: A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla : Margin Pemasaran (RP/K. : Harga di tingkat konsumen (Rp/K. : Harga ditingkat produsen / petani (Rp/K. OcBi : Jumlah biaya yang dikeluarkan lembaga-lembaga pemasaran (B1. B2. B3. AB. OcKi : Jumlah biaya yang diperoleh lembaga-lembaga pemasaran (K1. K2. K3. AK. Marjin pemasaran menunjukan perbedaan harga diantara tingkat lembaga dalam sistem pemasaran ini juga dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara apa yang dibayar pertaniannya,(Koesmara. Nurtini, and Budisatria 2. Kriteria pengambilan Keputusan . Margin pemasaran dikatakan efisiensi apabila angkanya mendekati 0 . Semakin kecil nilai margin pemasaran maka semakin efisien suatu pemasaran. Selain itu, pemasaran dapat dikatakan efisien apabila nilai harga yang diterima petani lebih besar dan pada margin pemasaran keseluruhan. Farmer share Menurut (B 2. , menjelaskan farmer share sebagai persentase harga yang diterima oleh petani dengan harga yang dibayarkan konsumen dalam bentuk persentase. Bagian yang diterima petani . armer shar. diperoleh dengan membandingkan antara harga yang diterima petani dengan harga yang dibayarkan konsumen dikalikan 100%. Secara sistematis bagian yang diterima petani . armer shar. dapat ditulis sebagai berikut: yayc = ycEyce ycU100% ycEyc Keterangan: Fs : Bagian yang diterima petani Pr : Harga di tingkat produsen/petani (Rp/K. Pr : Harga di tingkat konsumen (Rp/K. Kriteria pengambilan keputusan: Kriteria peniliaian efisensi pemasaran diadopsi dari (Pay and Nubatonis 2. Jika farmerAos share >60%, maka pemasaran efisien. Jika farmerAos share < 60%, maka pemasaran tidak efisien. Semakin kecil margin pemasaran maka semakin efisien saluran pemasaran. Semakin besar FarmerAos Share maka semakin efisien saluran pemasaran. A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan Sumber Daya Manusia Guru Di SMA Al Washliyah 3 Medan Analisis Saluran Pemasaran Tugas lembaga pemasaran adalah menjalankan fungsi pemasaran serta memenuhi kebutuhan konsumen (Saptarini. Badriah, and Istiqomah 2. Berdasarkan hasil penelitian, maka tugas dan fungsi dari lembaga pemasaran yang ada di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam adalah sebagai berikut: Bagan 1. Saluran Pemasaran Ikan Lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Petani Pengepul Pengecer Konsumen Keterangan: : Saluran Pemasaran 1 : Saluran Pemasaran 2 Berdasarkan bagan saluran pemasaran ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, pemasaran ikan lele melalui dua pola saluran yaitu: Pola Saluran Pemasaran 1 Pada Pola saluran pemasaran ini merupakan saluran pemasaran yang hanya melibatkan 1 lembaga pemasaran saja. Petani menjual ikan lele kepada pedagang pengecer yang ada di pasar Al-Mahirah di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh dengan harga Rp20. 000 akan tetapi jumlah ikan lele yang di ambil oleh pedagang pengecer relatif tidak semuanya atau 30% Ae 50% saja dikarenakan daya tampung di lapak pedagang hanya bekisar 300500 Kilogram dan pembelian yang di lakukan oleh pedagang pengecer tidak tunai. Pola Saluran Pemasaran 2 A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Pada Pola saluran pemasaran 2 merupakan saluran pemasaran yang melibatkan 2 lembaga Petani menjual ikan lele kepada pedagang pengumpul dengan harga Rp18. kemudian dijual lagi ke pedagang Pengecer dengan harga Rp 22. 000 dan kemudian pedagang pengecer menjual ke konsumen akhir dengan harga Rp 28. Pendapatan Petani Ikan Lele Pendapatan petani ikan lele dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor kunci. Luas lahan yang dimiliki pemdudidaya dan produktivitas faktor utama yang memengaruhi hasil Semakin besar lahan dan semakin tinggi produktivitasnya (Gaffar. Rasyid, and Suryaningsih 2. potensi pendapatan petani bisa meningkat secara signifikan. Pendapatan juga dipengaruhi oleh harga jual ikan lele di pasar. Adapun rata-rata pendapatan Petani ikan lele di Gampong Lamdigin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh dapat dilihat pada Tabel 4 berikut ini. Tabel 2. Rata-rata Produksi. Nilai Produksi. Biaya Produksi Dan Pendapatan Petani Ikan Lele Di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2024 Uraian Produksi Nilai Produksi Biaya Produksi Pendapatan Sumber: Data Primer diolah 2024 Satuan Jumlah Berdasarkan Tabel 4 diatas produksi ikan lele menunjukkan bahwa dalam satu kali panen, rata-rata produksi ikan lele mencapai 1. 130 Kilogram dengan nilai hasil penjualan mencapai Rp 000 Namun, biaya produksi yang dibutuhkan untuk mencapai angka tersebut mencapai Rp 11. 000 hasil penjualan tersebut, pendapatan bersih yang diperoleh petani setelah mengurangi biaya produksi adalah sebesar Rp 11. Meskipun biaya produksi cukup signifikan, pendapatan bersih yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil penjualan ikan lele memberikan keuntungan yang cukup memadai bagi petani dalam periode tersebut, memperlihatkan potensi ekonomi yang baik dari usaha Budidaya ikan lele. Jadi dapat disimpulkan bahwa besar dan kecil pendapatan Petani ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh tergantung pada luas lahan dan jumlah produksi yang A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Analisis Biaya. Keuntungan. Margin Pemasaran dan FarmerAos share Pemasaran Ikan lele dari petani hingga konsumen, maka akan semakin besar perbedaan harga ikan lele tersebut. Saluran pemasaran pertama melibatkan satu lembaga pemasaran dalam menyalurkan ikan lele hingga sampai ke pasar Al-mahirah di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pengangkutan yang dilakukan pedagang pengumpul menggunakan becak yang berkapasitas 300 kg untuk satu kali pengangkutan. Adapun besarnya biaya, keuntungan, margin pemasaran dan FarmerAos share ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamata Kuta Alam Kota Banda Aceh dapat di lihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Biaya. Margin Pemasaran Dan FarmerAos Share Ikan Lele Di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh di Pola Pemasaran 1 Tahun 2024 Uraian Harga jual Petani Harga jual Pedagang Transportasi Bongkar Muat Sewa Lapak Kantong packing Biaya lain-lainya Margin Pemasaran Profit Margin 3 Konsumen Akhir Sumber: Data Primer diolah 2024 Saluran pemasaran 1 Harga (Rp/K. Biaya (Rp/K. Share % 71,43 0,45 0,90 1,34 0,36 0,21 Berdasarkan Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa saluran pemasaran 1, lembaga yang terkait hanya pedagang pengecer. Nilai margin pemasaran ikan lele pada saluran pemasaran 1 sebesar Rp 8. 000 per kg. Nilai margin pemasaran ini didapat dari selisih antara harga yang dibayarkan oleh Konsumen akhir sebesar Rp 28. 000 per kg dengan harga yang dibayarkan oleh Nilai untuk FarmerAos share pada saluran ini sebanyak 71,43%. Pada saluran pemasaran 1 jumlah keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer sebesar Rp 7. 119 per kg. Selain saluran pemasaran 1 terdapat terdapat pula saluran pemasaran 2. Saluran pemasaran 2 pada pola saluran pemasaran ikan lele ini melibatkan dua lembaga saluran pemasaran yaitu pedagang pengepul dan pedagang pengecer hingga sampai pada kosumen Berikut ini tentang biaya, keuntungan, margin pemasaran dan farmerAos share ikan lele dumbo pada saluran pemasaran 2 dapat dilihat pada Tabel 4 berikut: A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Tabel 4. Biaya. Margin Pemasaran dan FarmerAos Share Ikan Lele Di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Di Pola Pemasaran 2 Tahun 2024 Uraian Harga jual Petani Harga Jual Pengepul Transportasi Bongkar Muat Tempat Penampungan Margin Pemasaran Profit Margin Harga jual Pengecer Transportasi Bongkar Muat Sewa Lapak Kantong Packing Biaya lain-lainnya Margin Pemasaran Profit margin Konsumen akhir Sumber: Data Primer diolah 2024 Harga (Rp/Kg Saluran Pemasaran II Biaya (Rp/K. Share % 64,29 78,57 0,98 0,37 0,93 0,44 1,33 1,36 0,36 0,22 Berdasarkan Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa Profit margin pemasaran ikan lele pada saluran pemasaran 2 ini sebesar Rp 8. 476 per kg. Nilai margin pemasaran didapat dari selisih antara harga yang dibayarkan oleh Konsumen akhir sebesar Rp 28. 000 per kg dengan harga ditingkat petani sebesar Rp 18. 000 per kg, sedangkan untuk nilai FarmerAos share sebanyak 64,28%. Pada saluran pemasaran 2 jumlah keuntungan yang diperoleh pedagang pengepul sebesar Rp 4000 per kg sedangkan pedagang pengecer memperoleh keuntungan sebesar Rp 6000 per kg. Total keuntungan pada saluran pemasaran 2 sebesar Rp 10. 000 per kg. Saluran pemasaran 2 melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul, pedagang Pengecer. Jumlah pembelian ikan lele oleh rumah makan berkisar antara 250-300 kg. Keuntungan Lembaga Pemasaran Di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Keuntungan pemasaran merupakan penjumlahan dari keuntungan yang diterima oleh setiap lembaga pemasaran,(Kusuma 2. keuntungan pemasaran pada setiap lembaga pemasaran telah tersaji pada Tabel 5 berikut: A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Tabel 5. Keuntungan Lembaga Pemasaran Di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh tahun 2024 Pelaku Saluran Pemasaran 1 Pedagang pengecer Total Keuntungan Saluran Pemasaran 2 Pedagang Pengepul Pedagang Pengecer Total Keuntungan Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2024. Keuntungan (Rp/K. 39,61 60,39 Pada Tabel 5 diatas dapat dilihat bahwa pada saluran pemasaran 1 tingkat lembaga pemasaran yang terkait hanya pedagang pengecer sehingga keuntungan yang didapat yaitu 100% diterima oleh pedagang pengecer, dengan besar keuntungan yaitu Rp 7. 119 per kg. Pedagang pengecer menjual ikan lele kepada konsumen akhir. Saluran pemasaran 2 terdiri dari 2 lembaga pemasaran yaitu pedagang pengepul dan pedagang pengecer. Keuntungan yang didapat oleh pedagang pengepul yaitu 39,61% sebesar Rp 3. 357 per kg. Pedagang pengumpul menjual ikan lele kepada pedagang pengecer. Ditingkat pedagang Pengecer didapatkan keuntungan yaitu 60,39 % sebesar Rp 5. 119 per kg. Pedagang Pengecer menjual ikan lele kepada rumah makan sebagai konsumen akhir. Dari Tabel 5 diketahui bahwa pedagang pengecer merupakan lembaga pemasaran yang paling Besar memperoleh keuntungan yaitu 100 % pada saluran pemasaran 1 dan 60,39 % pada saluran pemasaran 2. Efisiensi Pemasaran Ikan Lele Di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Sistem pemasaran dianggap efisien apabila dianggap mampu menyampaikan hasil-hasil dari produsen kepada konsumen dengan biaya wajar serta mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayarkan konsumen(Faisal 2. Untuk mengetahui efisiensi pemasaran ikan lele secara ekonomis adalah dengan melihat margin dan bagian yang diterima petani . armerAos shar. pada setiap saluran pemasaran yang ada (Annisa. Asmarantaka, and Nurmalina 2. , dapat dilihat pada Tabel 6 berikut. A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Tabel 6. Nilai Margin dan FarmerAos Share Petani Ikan Lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2024 Kriteria Saluran Pemasaran 1 Satuan Nilai Keterangan FamerAos share Margin Pemasaran 71,42 Efisien Saluran Pemasaran 2 FamerAos share 64,28 Margin Pemasaran Sumber: Olah Data Primer 2024(Tabel . Efisien Bagian yang diterima petani atau perbandingan antara harga yang diterima petani atau produsen dengan harga yang diterima konsumen. Kriteria pengambilan keputusan suatu pemasaran dikatakan efisien jika nilai farmerAos share atau bagian yang diterima produsen < 60% berarti pemasaran belum efisien dan bila bagian yang diterima produsen > 60% maka pemasaran dikatakan efisien. Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa saluran pemasaran 2 memiliki margin pemasaran yang paling tinggi dibandingkan saluran pemasaran 1. Hal ini disebabkan karena pada saluran pemasaran 2 lembaga pemasaran yang berperan lebih dari satu sehingga biaya pemasaran yang dikeluarkan juga semakin tinggi. Sedangkan nilai farmerAos share pada saluran pemasaran 2 adalah paling rendah yaitu 64,28%. Pada saluran pemasaran 1 margin pemasarannya adalah Rp 7. 119 per kg yang lebih rendah dari saluran pemasaran 2 yaitu Rp 8. per kg. Sedangkan nilai farmerAos share pada saluran pemasaran 1 adalah 71,42% lebih tinggi dari saluran pemasaran 2 yaitu 64,28%. Berdasarkan tinggi rendahnya margin pemasaran dan farmerAos share maka saluran pemasaran 1 merupakan saluran pemasaran yang paling efisien secara ekonomis di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Hal ini dikarenakan nilai farmerAos share dari saluran pemasaran 1 lebih tinggi dibandingkan dengan saluran pemasaran 2. Saluran pemasaran 1 di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh merupakan saluran pemasaran yang paling efisien secara ekonomis, dilihat dari nilai farmerAos share lebih dari 60% yaitu 71,42% dan nilai margin pemasaran yang sebesar Rp 7. 119 per kg. Saluran pemasaran 2 juga merupakan saluran pemasaran efisien secara ekonomis, dilihat dari nilai farmerAos share lebih dari 60 % yaitu 64,28% dan nilai margin pemasaran sebesar Rp 8. per kg. A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Berdasarkan hasil penelitian, kedua saluran pemasaran tersebut efisien secara ekonomi. Tetapi saluran pemasaran 1 paling efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran 2. Hal ini disebabkan karena semakin rendah marjin pemasaran maka semakin tinggi bagian yang diterima petani. Semakin pendek saluran pemasaran maka saluran pemasaran tersebut semakin Hal ini disebabkan karena pada saluran pemasaran 1 biaya yang dikeluarkan dalam proses pemasaran rendah, sehingga marjin pemasarannya rendah dan nilai farmerAos share nya Sedangkan pada saluran pemasaran 2 melibatkan lembaga pemasaran lebih dari satu yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Berdasarkan hasil penelitian, maka hipotesis dapat diterima karena terbukti pada saluran pemasaran ikan lele di Gampong Lamdingin Kuta Alam Kota Banda Aceh secara ekonomi lebih efisien yaitu terbukti pada saluran pemasaran 1dan saluran pemasaran 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan mengenai analisis pemasaran ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh dapat diambil kesimpulan. Terdapat dua pola saluran pemasaran ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, yaitu: saluran pemasaran 1 . etani - pedagang pengecer Ae Konsumen akhi. , saluran pemasaran 2 . etani - pedagang pengepul - pedagang pengecer - konsume. Efisiensi pemasaran tertinggi ikan lele di Gampong Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh terdapat pada saluran pemasaran 1 tingkat dengan nilai margin sebesar Rp 7. per kg dan FarmerAos share tertinggi yaitu 71,42%. , sedangkan efisiensi pemasaran terendah terdapat pada saluran pemasaran 2 dengan nilai margin tertinggi yaitu Rp 8. 476 per kg dan FarmerAos share terendah sebesar 64,28%. SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan adalah: Bagi petani hendaknya mengoptimalkan hasil produksi budidaya ikan lele dan memilih saluran pemasaran yang pendek sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Perlu dilakukan pembinaan yang terus menerus kepada petani mengenai Teknik pemasaran agar dapat mempertahankan dan menigkatkan keuntungan dalam pemasaran ikan lele. A Nasrul Voorwanto. Nasir Ismail. Teuku Fadhla DAFTAR PUSTAKA