JIGE 5 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang Muhamad Yudistira Nugraha1*. Abu Mansur1. Deri Wanto1 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia *Corresponding author email: myudistiranugraha_24052160018@radenfatah. Article Info Article history: Received September 05, 2024 Approved December 07, 2024 Keywords: Islamic Education. The Essence of the Creation of the Universe. Generation Cares for the Environment ABSTRACT This research aims to find out the Concept of Islamic Education Based on the Essence of the Creation of the Universe in Forming a Generation of Environmental Care at SD Negeri 136 Palembang. The type of research used in this study is field research. The data sources are verses of the Quran, documents and books, and websites referring to literature that are in line with the discussion of the research. The data collection technique is through analysis and construction of observation guidelines, interviews and documentation. The data analysis technique is flow data analysis . low mode. by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the study show that the concept of Islamic education is based on the essence of nature creation in forming a generation that cares for the environment at SD Negeri 136 Palembang through a comprehensive and sustainable approach in learning that combines emphasis through Al Quran verses so as to trigger the birth of concern from students. His impression shows the harmony of the Islamic education program that is carried out by combining the emphasis on caring for the environment as proof of gratitude for the grace that Allah has given in the form of the creation of the universe. The program is in the form of greening the school environment, using water as needed and collecting and sorting waste according to its type so that students as a generation can contribute to society as a generation that cares about the environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang. Jenis Penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian lapangan . ield researc. Sumber datanya yakni ayat Al Quran, dokumen dan buku serta website merujuk literatur yang selaras dengan pembahasan Teknik pengumpulan datanya yakni melalui analisis serta mekontruksi pedoman observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis datanya yakni analisis data mengalir . low mode. dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Konsep pendidikan Islam berbasis hakikat penciptaan alam dalam membentuk generasi peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang melalui pendekatan yang tentunya komprehensif serta berkesinambungan dalam pembelajaran yang memadukan penekanan melalui ayat Al Quran sehingga memicu lahirnya kepedulian dari peserta didik. Impelemtasinya menunjukkan keselarasan program pendidikan Islam yang dijalankan memadukan penekanan pentinya sikap peduli terhadap lingkungan sebagai bukti rasa syukur atas anugrah yang telah Allah berikan berupa penciptaan alam semesta. Program tersebut Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1970 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . berupa penghijaun lingkungan sekolah, pemakaian air sesuai kebutuhan serta mengumpulkan juga memilah sampah sesuai jenisnya sehingga pelajar sebagai generasi bisa berkontribusi di masyarakat sebagai generasi peduli lingkungan. Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Nugraha. Mansur. , & Wanto. Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang. Jurnal Ilmiah Global Education, 5. , 1970Ae1979. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Lingkungan dalam kehidupan merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT yang mesti dilestarikan serta dijaga, dengan tujuannya sebagai tempat keberlangsungan kehidupan insan manusia serta makhluk lainnya. Kendati demikian saat ini lingkungan mulai terancam akibat dampak yang ditimbulkan manusia tentunya kondisi tersebut mengharuskan adanya beragam tindakan yang serius, menyeluruh serta berkesinambungan untuk menangulangi problem krisis lingkungan (Azkiah, 2. Pendidikan Agama memegang andil vital saat krisis lingkungan yang terjadi belakangan ini, karena pendidikan agama menuntun manusia memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan karena agama merupakan pondasi awal yang mengajarkan nilai positif serta menjadi sumber utama dalam hubungan manusia dengan alam semesta. Terlebih lagi agama membentuk pribadi yang secara sadar mampu melestarikan lingkungan serta menghargai juga mensyukuri beragam jenis keteraturan yang telah Allah Ta`ala ciptakan terkhusus di muka bumi (Ahmad Habin Sagala dkk, 2. Islam sebagai agama yang mengusung konsep Khalifah yang bermakna sebagai pemimpin di muka bumi. Konsep tersebut menekankan pentingnya kesadaran akan tanggung jawab bagi umat manusia sebagai pengemban tugas dalam kepeduliannya serta melestarikan lingkungan di alam semesta. Ajaran berdasar Al Quran serta Hadits jika ditelaah lebih spesifik tentu manusia akan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang kepedulian generasi ke generasi dalam menjaga lingkungan. Selain itu terdapat larangan untuk berbuat kerusakan di muka bumi, anjuran untuk bercocok tanam seta larangan dalam ambisi mengeruk sumber daya alam yang berakibat fatal. Tentunya konsep tersebut menunjukkan betapa mulianya ajaran Islam untuk generasi mendatang agar mempunyai sikap kepedulian terhadap lingkungan serta memiliki andil besar terhadap pelestarian lingkungan disekitar dimana mereka hidup (Nadilla Rica Italiana dkk, 2. Islam berpandangan bahwa tujuan penciptaan alam semesta merupakan jalan yang mengarahkan manusia pada wawasan serta pembuktian hakikat keberadaan serta kekuasaan Allah Ta`ala serta menunjukkan kehadiran zat yang menciptakannya (Nugraha. Zuhdiyah. , & Handayani, 2. Menurut Al Wahidi tujuan utama penciptaan alam semesta yakni memberikan kemaslahatan bagi kehidupan aktivitas duniawi insan manusia dalam Dari keterangan tersebut bisa dianalisis jika hakikat penciptaan alam semesta merupakan ciptaan Allah yang mesti dijaga melalui kesadaran kepedulian dalam melestarikan lingkungannya (Fadya Safitri Rahman, 2. Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1971 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Pentingnya penanaman kepedulian terhadap lingkungan bagi generasi penerus perlu dilakukan tidak hanya bualan semata. Terlebih lagi di lembaga pendidikan yakni sekolah memegang andil vital dalam memberikan pembelajaran serta pembiasaan nilai kepedulian lingkungan yang dilandasi pemahaman agama. Mereka bisa memberikan pehaman tersebut melalui perpaduan antara pendidikan lingkungan dengan ajaran agama dalam lingkup kurikulum yang berlaku. Seperti contoh mempertunjukkan kebiasaan positif dalam upaya menerapkan tindakan kepedulian lingkungan sekala kecil menempatkan sampah pada tempatnya, memelihara tanaman, menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya dan lainnya (Santy Afriana, 2. Kepedulian lingkungan sangat urgen untuk terus dibahas, terlebih lagi bagi generasi yang tumbuh kembang di lembaga pendidikan SD Negeri 136 Palembang, para generasi telah dibiasakan untuk mencintai lingkungan dimana mereka berada. Terlebih lagi para pendidik Islam di sekolah tersebut melalui kolaborasi bersama guru kelas mengkoordinir peserta didik untuk memperdulikan lingkungan sekolahnya dengan penghijauan lingkungan, pembersihan sisa bungkus makanan, membiasakan kebersihan diri ketika hendak atau sebelum melaksanakan Maka dari aktivitas tersebut peserta didik secara tidak langsung mulai terbentuk jiwa-jiwa kepeduliannya terhadap lingkungan mereka akan merasa tanggung jawab ketika sekolah mereka kurang sedap bila dipandangan hal ini selaras dengan pendidikan Islam yang menganjurkan manusia untuk senantiasa menjaga segenap anugrah yang telah tuhan berikan. Penelitian ini melanjutkan riset yang telah diupayakan bagi para peneliti sebelumnya, dimana mereka hanya terpusat pada pengaruh pendidikan agama terhadap karakter peduli lingkungan siswa. Sedangkan celah penelitian ini ditinjau dari temuan gap dalam peninjauan pandangan filsafat hakikat penciptaan alam semesta yang berimplikasi terhadap timbulnya kesadaran kepedulian terhadap lingkungan bagi generasi selanjutnya berdasar pendidikan Islam. Harapannya penelitian ini bisa berkontribusi dalam pengembangan penelitian terkait upaya melahirkan serta membentuk generasi selanjutnya berdasar pandangan penciptaan alam menurut pendidikan Islam. Dan penelitian ini sangat penting karena dapat menjadi acuan bagi pencetus gagasan serta penyelenggara konsep pendidikan Islam dalam menginisiasi kepedulian lingkungan bagi generasi mendatang terkhusus di SD Negeri 136 Palembang. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui implementasi konsep Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang karena pendidikan Islam tidak sekedar membahas hubungan manusia sesamanya atau manusia dengan sang pencipta namun lebih dari itu membahas tentang sikap manusia dalam melestarikan anugrah tuhan berupa lingkungan. METODE Penelitian yang dilakukan mengenakan jenis penelitian lapangan . ield researc. Yakni pengkajian mendalam serta sistematis melalui beragam prosedur penelitian yang dijalankan di lapangan terfokus pada Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang. Teknik penghimpunan data yang dikenakan bagi riset yang dijalankan adalah melalui analisis serta mekontruksi observasi, wawancara dan pedoman seperti Jurnal. Artikel. Buku, serta dari penelitian yang sudah dilaksanakan serta dokumen dari program sekolah SD Negeri 136 Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1972 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Palembang. Penelitian ini tentunya mengenakan data deskriptif kualitatif, yakni penelitian dengan tujuannya untuk mendiskripsikan atau menyajikan hasil fenomena atau isu terkini yang urgen untuk dibahas, baik beragam fenomena sifatnya alamiah maupun rekayasa manusia (Umar Sidiq, 2. Adapun teknik analisis data yang kenakan bagi penelitian ini yakni analisis data mengalir . low Tahapan dalam melaksanakan analisis data tersebut melingkupi penghimpunan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan terkait hasil perolehan penelitian melalui observasi, wawancara maupun pengeumpulan dokumen (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pendidikan Islam Ditinjau menurut hakikat dasarnya konsep pendidikan Islam melingkupi beragam faktor tujuan pendidikan yang di era kontemporer dicanangkan orang barat terlebih lagi di banyak negara belahan dunia. Namun sebenarnya konsep pendidikan Islam memiliki maksud yang amat mulia yakni mewujudkan gagasan serta tujuan pendidikan yang luas sehingga bisa mengarahkan manusia kepada visi yang tepat tujuannya agar manusia terhindar dari kemerosotan serta Jelas jika pendidikan dilandasi nilai Islam mampu mewujudkan kebahagiaan yang selama ini di dambakan oleh personal atau kelompok barat (Nahlawi, 1. Tujuan pendidikan Islam secara mendasar berfokus pada pembinaan akhlak, menurut Muhammad Athiyyah Al Abrasyi . , mengatakan bahwa pendidikan Islam merupakan upaya sadar dalam mewujudkan nilai-nilai ajaran Islam yang ditanamkan kepada peserta didik melalui proses pendidikan oleh para pendidiknya sehingga mencapai hasil berupa perkembangan peserta didik yang taat kepada Tuhan Yang Esa, beretika, sehat, berwawasan, mandiri serta menjadi rahmat bagi sekitarnya. Tentunya pendidikan Islam bertujuan memberikan kebahagiaan dunia akhirat yang tidak pernah diduga oleh manusia sebelumnya. Secara universal pendidikan Islam di dasari nilai-nilai Islam yang seyogianya bisa terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh manusia dengan menjajaki pendidikan. Pendidikan Islam ditilik berdasarkan tujuannya sangat sarat akan konsepsi ketuhanan, sosial, pengembangan diri serta aktualisasi personal. Lebih dari itu konsepsi pendidikan Islam mencangkup hakikat ketuhanan tentang alam semesta yang menguatkan tugas manusia yakni menghambakan diri serta menjadi wakil Allah di muka bumi. Tentu berdasarkan penjelasan tersebut bisa dipahami bahwa konsep pendidikan Islam menjauhkan manusia dari sikap tamak juga merusak lingkungan alam, dan sudah seharusnya juga manusia bersikap peduli terhadap lingkungannya dengan konsep rahmatan lil alamin (Muhamad Yudistira Nugraha dkk, 2. Ditinjau berdasar beberapa penjelasan sebelumnya bisa dianalsis yakni konsep pendidikan Islam melingkup beragam aspek secara universal serta aktual juga dinamis, pendidikan Islam jauh lebih dulu mempunyai konsep yang selama ini diharap-harap oleh dunia barat. Dan jelas jika pendidikan Islam sebenarnya mampu mewujudkan keseimbangan urusan dunia serta akhirat, melalui konsep pengembangan diri berupa akal serta jasmani, aktualisasi personal, dan pengembangan sosialnya. Pendidikan Islam juga bertjuan mewujudkan pendidikan yang Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1973 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . melahirkan generasi rahmat yang cerdas, berkarakter terlebih lagi memiliki kesadaran sebagai khalifah di bumi yakni memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Definisi dan Proses Terbentuknya Alam Semesta Kata `alamAo secara literatur arab dikaitkan dengan makna segenap alam semesta namun jika menilik kata AokaunyAo serta Aoal-alamyAo berdefinisi melingkupi segenap penjuru dunia. Jelas jika menarik kata AoilmAo terdapat maksud yakni Aoilmu pengetahuanAo serta AoalamatAo bermakna Aotanda atau posisiAo. Dari beberapa kata tersebut bisa dipahami jika alam semesta merupakan pertanda adanya yang menciptakannya yakni Allah SWT. Tentu sebagai makhluk yang berakal manusis harus mampu mendalami makna tersebut sampai mendapat pelajaran dari penciptaan alam yakni hidup dengan keharmonisan, ketertiban saling memiliki kepedulian dan tidak berbuat Ditinjau berdasar bahasa Yunani, alam semesta lazim disebut kosmos yang bermakna serasi atau harmonis (Bahreisy, 2. Abu Al Ainain mengungkapkan pendapatnya mengenai definisi alam yang berakar kata alkaun yang bermaksud segenap sesuatu yang telah Allah ciptakan, melingkupi jenis makhluknya, baik yang bisa dihimpun atau mungkin sekedar dideskripsikan semata. Al Kaun merupakan makhluk Allah yang bisa dikenali berupa bumi serta seisinya dan langit yang membenatang atau lazim disebut alam al-syahadah, dan alam al-ghaib yang bisa dipahami melalui sumber Islam yakni quran dan hadits terkait alam malaikat serta jin (Al-Ahwani, 1. Sedangkan menurut sains secara umum alam semesta merupakan ruang yang melingkupi atau mewadahi beragam kehidupan serta aktivitas biotik ataupun abiotik berupa fenomena atau gelaja alam yang terjadi maka manusia mempelajarinya sehingga bisa dideskripsikan atau belum bisa dideskripsikan manusia (Gusti Afifah dkk, 2. Penciptaan alam semesta tidaklah terjadi secara kebetulan namun diciptakan karena adanya unsur kesengajaan. Dengan demikian karena awalnya diciptakan maka sifatnya tidak kekal. Penciptaan alam melalui proses beberapa waktu. Seperti penjelasan teori big bang yang menyatakan bahwa alam semesta terus mengalami perkembangan dalam beberapa mikrodetik pertama jika dijelaskan maka diawali kabut hidrogen yang berkeliling di alam semesta yang berisikan proton, elektron maupun neutron dengan tekanan suhu yang sangat tinggi. Maka dari proses tersebut suhu materinya drastis turun hingga membentuk helium, deutrium dan unsur Melalui gerakan asap yang memicu awan serta membentuk wadah gumpalan gas. Maka terbentuklah bintang, melalui proses yang berlangsung memicu terbentuknya galaksi yang berisi planet yang mengelilingi bumi yang berisikan makhluk hidup dengan matahari sebagai pusatnya. Tentu lazim dikatakan sebagai gerak transuptansial merupakan gerak alam yang tidak horizontal (Sahroni, 2. Ditinjau menurut Al Quran surah Hud ke-7 yang mengungkap fakta bahwa alam semesta diciptakan Allah melalui enam masa. Menurut Thabary yang menyampaikan hadits Abu Hurairah berdasar eksplisit bisa dianalisis yakni enam masa dikaitkan dengan enam hari yang lazim digunakan diseluruh penjuru dunia. Namun berbeda dengan Rahman yang mengatakan yakni proses enam masa tersebut mengarah pada esensi serta hakikat Allah SWT dalam penekanan suatu proses yang dilakukan-Nya secara bertahap dalam konteks dimensi ruang serta waktu berbeda (Jamarudin, 2. Enam Masa penciptaan alam semesta meliputi penciptaan Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1974 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . langit dan bumi melalui proses kedua tahap, yang ditekankan oleh surah Fusilat ke-9 sampai 12, sedangkan penciptaan makhluk dibumi dilakukan secara keempat masa yang diperjelas pada lanjutan Fusilat ke-10. Berlangsungnya penciptaan tersebut dipaparkan lebih terperinci serta langit yang dibangun oleh Allah atas kekuasaan-Nya sehingga terus diperluas. Penjelasan tersebut diterangkan pada surah Adz-Dzariyat ke-47 (Sani, 2. Ditinjau berdasar sumber Al Quran dinyatakan tujuan penciptaan alam semesta yakni sebagai bentuk pembuktian tanda-tanda adanya tuhan dengan kebesarannya yakni Allah SWT. Allah telah merancang sedemikian sempurnanya alam semesta beserta isinya maka sudah segoyianya sebagai abdi-Nya para manusia menyembah bersujud mensyukuri segala yang telah Allah berikan untuk mencukupi kehipan manusia. Alam semesta diciptakan juga sebagai tempat manusia terus belajar serta mengamati sehingga nantinya bisa memberikan dampak positif bagi lingkungannya terlebih lagi memahami hakikat penciptaan alam semesta (Suharto, 2. Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang Hakikat penciptaan alam semesta berdasar keterkaitannya dengan pendidikan Islam yakni memicu penguatan tugas kewajiban yang diemban manusia sebagai khalifah berdasar seruan dalam sumber ajarannya di pendidikan Islam. Maka pendidikan Islam dituntut untuk melahirkan generasi penerus secara berkesinambungan, yang berjiwa kemandirian, berwawasan, berkarakter dan sehat fisik juga mentalnya dilain halnya menunaikan segenap kewajiban aktivitasnya sebagai abdi Allah. Pendidikan Islam juga mengupayakan penguatan bukan sekedar sektor wawasan, sikap serta keterampilan semata, namun lebih dari itu menekankan Islam secara menyeluruh dengan mengambil beragam pelajaran dari generasi awal (Nasrun, 2. Alam semesta Allah ciptakan demi kepentingan makhluk-Nya yakni manusia, adanya keharmonisan antara makhluk hidup serta alam semesta memicu kesejahteraan manusia. Maka dalam memenuhi kebutuhannya saat beraktivitas di bumi Allah telah tundukkan alam untuk supaya manusia bisa menempatinya, mempelajarinya sehingga akhirnya memiliki kepedulian dan mampu memanfaatkannya untuk kemaslahatan tiap generasinya (Sani, 2. Adapun konsep pendidikan Islam berbasis hakikat penciptaan alam semesta disusun tidak sekedar dilatarbelakangi keinginan menunjukkan sikap postif maupun negatif dalam kehidupan individu atau kelompok manusia. Lebih dari itu konsep pendidikan Islam diciptakan untuk menuntun manusia secara sadar dalam memaknai kepercayaan, kesadaran dalam melestarikan hubungan sesama manusia selain itu menjaga hubungan dengan makhluk lainnya di alam semesta yakni hubungan harmonis dengan lingkungan sekitarnya (Ramayulis, 2. Pendidikan Islam memiliki andil vital dalam kepedulian terhadap lingkungan bagi tiap-tiap Jika kita meninjau hakikat penciptaan alam semesta maka diketahui nilai-nilai ajaran Islam tercermin melalui pengarahan serta pandangan tentang adanya keterkaitan hubungan antara manusia dengan alam semesta, terlebih lagi manusia sepatutnya menyadari akan tugas yang diembannya dalam menjaga serta memiliki kepedulian pada lingkungan (Yuliana, 2. Sebagain dari pendekatan yang mesti diupayakan dalam tujuannya menciptakan kepedulian terhadap lingkungan yakni pendidikan Islam. Kepedulian lingkungan erat kaitannya dengan Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1975 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . sikap individu atau kelompok warga yang cendrung prihatin atau merasa tergugah hatinya untuk menjalankan pelestarian bagi sumber daya alam disekitarnya. Jelas jika menilik keterangan tersebut bisa dinyatakan bahwa lingkungan dengan manusia memiliki hubungan yang erat serta saling mempengaruhi. Karena manusia mengemban fungsi yakni eksploitatif, identik dengan pengerusakan lingkungannya atau konservatif cendrung memiliki kepedulian terhadap Upaya membentuk generasi peduli lingkungannya minimalnya melalui dua faktor berikut. faktor keyakinan atau teologi meliputi menekankan pembahasam tentang hakikat penciptaan alam semesta sehingga terpicu rasa bersyukur terhadap anugrah yang Allah berikan berupa alam semesta yang sudah semestinya dilestarikan, selanjutnya melalui syari`ah yang berfokus pada ibadah berdasarkan konsep lingkungan yang dirujuk sebagai panduan dalam menjalani hidup berdasar norma hukum Islam berupa wajib, haram, mubah, makruh dan sunnah (Abdillah, 2. Dari perolehan pengamatan di lokasi penelitian, peneliti menemukan beberapa fakta, adanya peran guru dalam membentuk generasi peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang. Guru pendidikan Islam memiliki inisiatif tersendiri mereka memadukan materi atau konten pembelajaran dengan nilai-nilai pendidikan agama berbasis hakikat penciptaan alam semesta yang tujuannya agar terbentuknya generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Selanjutnya guru senantiasa menstimulus pola pikir anak supaya mengerti tentang anugrah yang telah Allah ciptakan yakni alam semesta, namun demikian terdapat problem berupa pengerusakan lingkungan, maka perlu internalisasi pendidikan Islam yang menekankan pada lingkungan diantara surat tersebut : Aubencana dan berbagai kerusakan pada alam yang terjadi di muka bumi diakibatkan karena ulah manusia itu sendiri (QS. 30: . Ay. Dengan adanya pengulangan yang berkesinambungan peserta didik secara bertahap akan menjadi pondasi dalam membentuk kepedulian terhadap lingkungan yang diterapkan dalam tindakan yang berhubunagn melestarikan lingkungannya. Ditinjau di perolehan wawancara bersama guru pendidikan Islam ibu Mimi serta kedua rekan sesama guru mereka menyampaikan terdapat beberapa upaya yang dijalankan dalam membentuk generasi peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang yakni: Audalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas lingkungan yang bisa dilihat melalui program yang dijalankan, dengan mengajak peserta didik berpartisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan. Seperti yang bisa kita lihat bersama adanya aktivitas penghijauan lingkungan sekolah serta peserta didik diajak untuk merawat tanaman, selain itu adanya aktivitas pembiasaan membuang sampah pada tempat serta jenis sampahnya dan peserta didik diajarkan supaya bisa pintar dalam penggunaan air secara efisien sesuai kebutuhanAy (Ibu Mimi, 2. Perolehan wawancara bersama guru pendidikan Islam juga diperoleh informasi yakni AuKami sebagai guru terus berinovasi dalam pembelajaran ataupun penyampaian materi salah satunya dengan memanfaatkan video edukatif, aplikasi edukatif, serta platform yang menyajikan materi lingkungan yang berbasis nilai-nilai Islam terkait penciptaan alam semesta dengan cara yang menarik dan dipahami secara sederhana oleh peserta didik. Sehingga peserta didik terbina secara karakternya, mereka mampu memaknai hakikat alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT untuk manusia manfaatkan, namun secara sadar juga mahami adanya tanggung jawab sebagai khalifah di bumi dengan tuigasnya menjaga lingkungan di bumi iniAy (Lestari, 2. Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1976 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Perolehan pengamatan serta pernyataan tanya jawab narasumber tersebut dipertegas kembali oleh perolehan dokumentasi di lokasi penelitian yakni program membentuk generasi peduli lingkungan yang disusun secara sistematis dan menjadi salah satu kebijakan yang termaktub di visi serta misi di SD Negeri 136 Palembang sehingga bisa diimplementasikan melalui pemberian pengalaman langsung kepada peserta didik ketika beraktivitas melestarikan lingkungan sekolahnya. Projek seperti pengelolaan kebun lembaga tersebut, program daur ulang sampah sesuai dengan jenisnya, serta kegiatan penghijauan sekolah secara sadar menghadirkan peluang bagi peserta didik dalam menerapkan karakter Islami berupa sikap tanggung jawab . , kepemimpinan . , dan kesempurnaan . dalam aktivitas kesehariannya (Observasi di SD Negeri 136 Palemban. Jika dilihat berdasarkan keterangan tersebut maka jelas bahwa upaya mengintegrasikan pendekatan nilai-nilai Islam berbasis hakikat penciptaan alam semesta dalam pendidikan Islam bukan sekedar mendedikasikan diri membentuk faktor spiritual serta moral semata, lebih dari itu tentu harus membentuk sikap serta perangai peserta didik yang peduli terhadap lingkungannya. Perolehan penelitian yang telah dijalankan diketahui bahwa pendekatan tersbeut bisa menguatkan kepedulian secara sadar serta tindakan ramah lingkungan yang diinisiasi peserta didik, yang pada akhirnya generasi tersebut bisa berkontribusi dalam melestarikan lingkungan secara universal. Dalam lingkup pendidikan Islam berbasis hakikat penciptaan alam semesta dalam membentuk generasi peduli lingkungan tentunya memerlukan adanya upaya pendekatan yang komprehensif serta berkesinambungan. Peserta didik bukan sekedar diajarkan tentang urgennya menjaga lingkungan melalui teori yang telah dipaparkan sebelumnya, namun juga melalui praktik langsung serta kegiatan terprogram yang mengedepankan kepedulian lingkungan. Selain itu dalam upaya membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepeduli lingkungan perlu memadukan konten bersama ayat Al Quran serta Hadist yang tentunya mendasari segenap perintah untuk melestarikan lingkungan agar peserta didik senantiasa mensyukuri anugrah penciptaan alam semesta yang telah Allah tundukkan kepada manusia sehingga manusia sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai khalifah di muka bumi (Suratman, 2. Ditinjau di beberapa penjelasan sebelumnya yakni implementasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam pendidikan Islam melalui tujuan, pendekaran, metode, kurikulum, serta evaluasi melalui pendekatan edukasi yang sistematis, menyeluruh serta terintegrasi tentunya akan berperan secara signifikan bagi tiap-tiap generasi supaya mereka memiliki kepedulian terhadap lingkungannya dan menjadi generasi yang mendorong perubahan serta berkontribusi untuk kemaslahatan dalam melestarikan alam semesta. KESIMPULAN Konsep pendidikan Islam melingkup beragam aspek secara universal serta aktual juga dinamis, melalui konsep pengembangan diri berupa akal serta jasmani, aktualisasi personal, dan pengembangan sosialnya. Pendidikan Islam juga bertjuan mewujudkan pendidikan yang melahirkan generasi rahmat yang cerdas, berkarakter terlebih lagi memiliki kesadaran sebagai khalifah di bumi yakni memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta A - 1977 Nugraha et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 5 . Ditinjau berdasar hasil temuan di lokasi penelitian SD Negeri 136 Palembang bahwa konsep pendidikan Islam berbasis hakikat penciptaan alam semesta telah terealisasikan dengan baik, dimana banyak program yang telah dicanangkan namun bukan sekedar dicanangkan tetapi juga dijalankan sesuai dengan harpannya yakni membentuk generasi yang memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungannya. Konten, kurikulum, metode serta tujuan pembelajaran dipadukan berdasarkan ayat Al Quran serta hadits Nabi Muhammad tentang penciptaan alam semesta serta tugas manusia sebagai pengemban tugas sebagai khalifah sehingga generasi manusia terbentuk yang memiliki rasa syukur dan tergugah untuk senantiasa melestarikan lingkungannya bahkan secara universal. DAFTAR PUSTAKA Abdillah. Fiqih Lingkungan Panduan Spiritual Hidup Berwawasan Lingkungan. Unit Penerbit dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahan YKPN. Ahmad Habin Sagala. Galih Orlando. Fauzi Ahmad Syawaluddin. Jailani Syahputra Siregar. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kepedulian Terhadap Pelestarian Lingkungan pada Generasi Muda. Jurnal Sains Riset (JSR), 14. , hlm. Al-Abrasyi. At-Taribiyah Al-Islamiyah, terjemah oleh: Abdullah Zaky Kaaf. CV Pustaka