Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 2 Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Hal. 268 Ae 278 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ================================================================== IMPLEMENTASI SISTEM EVALUASI DAN PENILAIAN TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PENDIDIKAN INKLUSI Lina Kurnia. Nida Al-Haq Pendidikan Khusus. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Jakarta Abstrak Pendidikan inklusi adalah tentang semua peserta didik yang berkebutuhan khusus mendapatkan perlakuan dan pelayanan pendidikan yang sama dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. Penilaian merupakan komponen evaluasi yang sangat penting yang harus dilakukan oleh guru untuk mengetahui keefektifan suatu proses pembelajaran. Anak berkebutuhan khusus memiliki keberagaman dalam berbagai aspek seperti komunikasi interaksi, emosional emosional, fisik dan motorik anak. Seperti yang dilakukan oleh SDN 14 Jatinegara Kaum yag melakukan berbagai cara untuk mengetahui perkembangan secara siknifikan pada keefektifan dari anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar supaya proses pembelajaran diketahui oleh orang tua secara baik. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya . Bagaimana Implementasi Penilaian pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta, . Bagaimana Evaluasi sistem Penilaian yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta. Penelitian menggunakan analisis deskriptif Data diperoleh dari data primer dan sekunder, melalui wawancara, observasi, studi Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu upaya guru dalam implementasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Kata Kunci: Penilaian Hasil Belajar. Anak Berkebutuhan Khusus. Pendidikan Inklusi Abstract Inclusive education is about all students with special needs getting the same treatment and educational services tailored to individual needs. Assessment is a very important evaluation component that must be carried out by teachers to determine the effectiveness of a learning process. Children with special needs have diversity in various aspects such as communication, interaction, emotional, physical, and motoric children. As has been done by SDN 14 Jatinegara Kaum, who carried out various ways to determine the significant developments in the effectiveness of children with special needs in elementary schools so that the learning process was well known by parents. Based on this background, the formulation of the problem . How is the Implementation of Assessment for children with special needs at the inclusion school of SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta, . How is the evaluation of the assessment system adapted to government policies for children with special needs at the inclusion school of SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta. The study used a qualitative descriptive analysis. Data were obtained from primary and secondary data, through interviews, observations, and documentation studies. The results of this study resulted in several findings, namely the teacher's efforts in implementation from planning, implementation to Keywords: Assessment of Learning Outcomes. Children with Special Needs. Inclusive Education Lina Kurnia. Nida Al-Haq. Implementasi Sistem Evaluasi dan PenilaianA . PENDAHULUAN Paradigma pendidikan inklusif sarat dimana muatan kemanusiaan dan penegakan hak- hak azazi manusia. Inti . dalam paradigma pendidikan inklusif yaitu sistem pemberi layanan pendidikan inklusif yaitu sistem pemberian layanan pendidikan dalam keberagaman, dan falsafahnya yaitu menghargai perbedaan semua anak. Pendidikan inklusif adalah sebuah paradigma pendidikan yang humanis. Pendidikan inklusif adalah sebuah falsafah pendidikan yang dapat mengakomodasi semua anak sesuai dengan Pada tataran operasional layanan pendidikannya menggeser pola segregasi menuju pola inklusi, hal ini mengandung kensukuensi logis terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah umum dan sekolah kejuruan, antara lain sekolah harus lebih terbuka, ramah terhadap anak, dan tidak diskriminatif, (Kustawan. Tujuan dari pendidikan inklusi yang pertama memberikan kesempatan yang seluas- luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan/ atau berbakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, keanekaragaman dsan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik. Hal ini sependapat dengan kebijjakan pemerintah menurut Permendiknas Nomor 70 tahun 2009 tentang pendidikan iklusi bagi peserta didik yang memilikii kelainan dan memiliki kecerdasan dan/ bakat istimewa dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan terdiri dari anak yang memiliki kelainan dan anak- anak yang memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa termasuk anak berkebutuhan kushus permanen. Dalam pendidikan inklusif tentunya juga mempunyai penilaian tersendiri bagi anak anak berkebutuhan khusus yang berada disekolah tersebut, lalu bagaimanakah implementasi dalam penilaian serta sevaluasi yang ada disekolah tersebut? dalam apenelitian ini akan membahas, mendeskripsikan serta menganalisis implementasi penilaian pada anak berkebutuhan khusus yang dimana peneliti mengambil sampel di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta. Yang diharapkan pada penelitian ini dapat Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 memberikan manfaat bagi seluruh pembaca terutama untuk guru yang berada di sekolah METODE PENELITIAN Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tujuan mengembangkan dan menemukan inti fenomena. Fenomena utama adalah untuk mengidentifikasi topik penelitian, dan dengan jelas menyebutkan lokasi penelitian. (Herdiansyah, 2013, hlm. Pada penelitian ini juga penulis mengambil metode yaitu metode deskriptif bertujuan untuk mencari teori. Ciri utama metode penelitian ini adalah peneliti langsung terlibat ke lapangan, bertindak sebagai pengamat, membuat kategori pelaku, mengamati menitikberatkan pada observasi alamiah. Pengumpulan data untuk memperoleh informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara/ interview. Observasi (Pengamata. , serta studi pustaka. Dalam penelitian yang dilakukan kami melakukan serangkaian wawancara, observasi, serta studi pustaka untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta yang merupakan sekolah penyelenggara inklusi, yang dimana dalam satu kelas terdapat beberapa anak berkebutuhan khusus. Popolasi dalam penelitian ini adalah semua anak berkebutuhan khsusu dan peerta didik di kelas I sampai kelas VI yang berjumlah 30 anak. Dan kami mengambil sample yaitu anak berkebutuhan khsusu di kelas I yang mengalami jenis gangguan konsentrasi. Lina Kurnia. Nida Al-Haq. Implementasi Sistem Evaluasi dan PenilaianA . HASIL DAN PEMBAHASAN Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan, baik fisik, mental intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangan dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia (Winarsih, 2013:. Menurut Ginintasari . anak-anak berkebutuhan khusus meliputi kelompok, antara lain: . Tuna netra. Tuna rungu. Tuna wicara. Tuna grahita sedang dan ringan. Tuna daksa ringan dan sedang. Tuna laras. HIV. AIDS, dan narkoba. Berkebutuhan khususme, syndrom asperger. Tuna ganda. Kesulitan belajar, lambat belajar(ADHD, disgrafia, dislexia, diskalkulia, dispraxi. Gifted (IQ > . dan talented . akat istimew. serta indigo. Yang dapat diatikan bahwa anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mempunyai kebutuhan khusus serta harus diberikannya penanganan khusus baik itu dari guru ataupun orang tua bahkan masyarakat sekitarnya. Sekolah penyelenggara inklusi juga memerluka sistem penilaian dan evaluasi yang khusus bagi anak anak berkebutuhan khusus. Penilaian merupakan salah satu komponen penting dalam tahap yang harus ditempuh guru untuk mengetahui keefektifan hasil pembelajaran. Hasil dari penilaian dapat dijadikan feed- back bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program kegiatan pembelajaran. Informasi tentang prestasi dan kinerja peserta didik merupakan hasil yang diperoleh melalui kegiatan penilaian, baik penilaian tes maupun penilaian non Hasil penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan dalam menentukan kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik. Menurut Kustawan . prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penilaian pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus, antara lain: Sahih, penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang . Objektif, penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas untuk menghindari subjektivitas dalam penilaian hasil belajar. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 . Adil, penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena perbedaan latar belakang, agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, dan gender tetapi memperhatikan jenis kebutuhan khusus peserta didik. Terpadu, penilaian merupakan suatu komponen yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Terbuka/transparan, dasar pengambilan keputusan dalam penilaian dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Menyeluruh dan berkesinambungan, penilaian harus sesuai dengan aspek penanganan hambatan dan hasil belajar yang sifatnya akademik maupun non perkembangan kemampuan peserta didik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individual Anak Berkebutuhan Khusus. Sistematis, penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap mengikuti langkah-langkah sesuai dengan kondisi Anak Berkebutuhan Khusus. Beracuan kriteria, penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian yang mencerminkan penguasaan kompetensi yang ditetapkan sesuai dengan kondisi Anak Berkebutuhan Khusus. Penilaian merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses dan hasil belajar. Anak Berkebutuhan Khusus yang bersekolah dengan setting sekolah Inklusi memiliki hambatan belajar yang bervariasi. Guru harus menyadari bahwa kemajuan belajar peserta didik merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam proses Hasil diskusi dan wawancara kepada pihak guru di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta mendapatkan hasil yaitu. Implementasi Penilaian pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SD Jatinegarakaum 14. Implementasi penilaian anak inklusi yang perlu di pertimbangkan antara lain. Adanya persiapan menggunakan dokumentasi penilaian yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunjukkan hasil Guru harus bekerjasama dengan Guru pembimbing, guru kelas dan Lina Kurnia. Nida Al-Haq. Implementasi Sistem Evaluasi dan PenilaianA . orang tua untuk memantau kinerja proses kegiatan siswa- siswi penyandang Anak Berkebutuhan Khusus. Perencanaan guru dalam . Perencanaan RPP. Silabus. Pelaksanaan guru mulai dari mempersiapkan media, metode, materi dengan sebaik-baiknya. evaluasinya berupa . Tes tertulis . Observasi . Tes Kinerja . Penugasan . Tes Lisan . Penilaian Diri . Penilaian Antar Teman. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Penugasan yang diberikan dari guru oleh murid biasanya dilakukan secara individu atapun perkelompok yang dimana tugas tugas yang diberikan bisa di kerjakan di sekolah ataupun di rumah. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa serta memiliki bukti validitas empirik. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk ujian sekolah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah, antardaerah, dan antartahun. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan: . Substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai. Konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan. Bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan taraf perkembangan Bentuk penilaian/ intrumen penilaian siswa dapat dilihat di bawah ini: Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Tabel I: Teknik Penilaian Dan Bentuk Instrumen Bagi Pdbk Teknik Penilaian Tes tertulis Tes kinerja Bentuk Instrumen Jenis PDBK Tes objektif: pilihan ganda, benar- Semua PDBK kecuali tunagrahita salah, menjodohkan. Tes uraian: sedang dan berat, serta tunadaksa isian singkat dan uraian. Tes keterampilan menulis Semua PDBK Tes simulasi Tes petik kerja: tes petik kerja prosedur dan/atau tes petik kerja Observasi Pedoman observasi Semua PDBK Penugasan Tugas rumah Projek Semua PDBK Tes lisan Daftar pertanyaan Semua PDBK kecuali tunagrahita sedang dan berat, tunadaksa berat, serta berkebutuhan khusus yang belum dapat berbicara. Penilaian Diri Kuesioner/lembar penilaian diri Semua PDBK kecuali tunagrahita sedang dan berat, tunadaksa berat, serta berkebutuhan khusus yang belum dapat berbicara. Penilaian antar teman Lembar penilaian antarteman Semua PDBK kecuali tunagrahita berat, tunadaksa berat, dan berkebutuhan khusus. Keterangan: Tes tertulis Tes tertulis adalah teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis, baik berupa tes objektif dan uraian. Observasi Observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara mencatat hasil pengamatan terhadap objek tertentu. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya sesuai dengan jenis perilaku yang akan diamati dan situasi yang akan diobservasi, misalnya dalam kelas. Lina Kurnia. Nida Al-Haq. Implementasi Sistem Evaluasi dan PenilaianA . waktu istirahat atau ketika bermain. Metode pencatatan, berapa lama dan berapa kali observasi dilakukan disesuaikan dengan tujuan observasi. Tes Kinerja Tes mendemonstrasikan kemahirannya dalam melakukan kegiatan sehari-hari misalnya berupa kemahiran mengidentifikasi alat-alat yang diperlukan untuk melakukan kinerja tertentu, bersimulasi, ataupun melakukan pekerjaan yang sesungguhnya. Sebagai contoh bagi peserta didik tunanetra mendemonstrasikan kemahiran membaca, menghafal Al Quran, berdeklamasi, dan menggunakan komputer. peserta didik tunarungu mendemonstrasikan kemahiran menari, mengetik dan menggunakan komputer. bagi peserta didik tunagrahita mendemonstrasikan kemahiran menyanyi, menjalankan mesin jahit dan mesin tenun. Tes kinerja dapat berupa produk tanpa melihat prosedur atau menilai produk beserta prosedurnya. Penilaian produk tanpa melihat prosedur dilakukan dengan pertimbangan bahwa prosedur harus sudah dikuasai atau tidak ada prosedur baku yang dapat dinilai, misalnya kemahiran membuat karangan, puisi, dan melukis abstrak. Sasaran dapat pula berupa kombinasi prosedur dan produk misalnya, kemahiran melakukan pekerjaan mengetik. Penugasan Penugasan adalah suatu teknik penilaian yang menuntut peserta didik menyelesaikan tugas di luar kegiatan pembelajaran di kelas/laboratorium. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok dan dapat berupa tugas rumah atau projek. Tugas rumah adalah tugas yang harus diselesaikan peserta didik di luar kegiatan kelas. Projek adalah suatu tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu A Tes lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung tatap muka antara peserta didik dengan seorang guru atau beberapa guru. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan dan spontan. Penilaian Diri Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam berbagai hal. Penilaian antar teman Penilaian antarteman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya dalam hal tertentu. Pengelompokan materi dokumentasi pada anak ABK dapat dijadikan lima macam mata pelajaran untuk menjawab semua jenis mata pelajaran. Tabel II: Pengelompokan mata pelajaran: ASPEK MAPEL Menulis Bahasa Indonesia PKn IPS IPA Menggambar/ Mewarnai SBdP Berhitung Matematika Muatan Lokal Bahasa Inggris Agama Agama Mata pelajaran diatas disesuaikan dengan Anak Berkebutuhan Khusus dengan implementasi penilaian seperti jabaran diatas, dalam hal ini didukung dengan guru, . guru harus menciptakan suasana yang aktif, kreatif dan menyenangkan . Guru harus memberikan rasa aman terhadap anak reguler dan anak berkebutuhan khusus. Asesmen merupakan kegiatan profesional yang dilakukan secara khusus untuk menentukan diagnosa dari gangguan atau kelainan yang dialami seseorang. Menurut Lenner . asesmen didefinisikan sebagai proses pengumpulan informasi tentang seseorang anak yang akan digunakan untuk membuat pertimbangan dan keputusan yang berhubungan dengan keadaan anak yang bersangkutan. Dalam konteks pendidikan. Hargrove dan Poteet . menempatkan asesmen sebagai salah satu dari tiga aktivitas penting di bidang pendidikan bahkan mengawali dari aktifitas yang lain, ialah . diagnostik, an . Dengan demikian Lina Kurnia. Nida Al-Haq. Implementasi Sistem Evaluasi dan PenilaianA . maka asesmen dilakukan untuk menegakkan diagnosis, dan berdasarkan diagnosis tersebut dilakukan langkah berikutnya ialah preskrepsi, yakni perencanaan program SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem evaluasi dan sistem penilaian di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta mengikuti serta disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, juga pada sistem penilaian serta sistemn evaluasinya melihat dari kebutuhan serta kemampuan dari masing-masing individu yang dimana di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta ini memiliki beragam anak berkebutuhan Khusus. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan menilai pencapaian standar lulusan SKL pada mata pelajaran kekhususan dan vokasional dengan mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik hal ini tidak lepas dengan peraturan Menteri Nomor 70 tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif Bagi Peserta Didik Yang Memiliki Kelainan Dan Memiliki Potensi Kecerdasan Dan Atau Bakat Istimewa dan acuan pembelajaran yang bermakna untuk melahirkan pembelajaran yang efektif untuk anak berkebutuhan khusus. Pada sistem penilaian da evaluasi anak berkebutuhan Khusus di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta ini di bagi atas 3 yaitu: . Perencanaan RPP. Silabus. Pelaksanaan guru mulai dari mempersiapkan media, metode, materi dengan sebaikbaiknya. evaluasinya berupa . Tes tertulis . Observasi . Tes Kinerja . Penugasan . Tes Lisan . Penilaian Diri . Penilaian Antar Teman. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih ini ditujukan bagi pihak yang telah membatu terselesaikannya artikel penelitian ini, baik pihak sekolah di SDN 12 Jatinegara Kaum Jakarta, pihak universitas. Bapak Dr. Asep Supena. Psi. selaku dosen pengampu pada mata kuliah Orientasi Dasar Pendidikan khusus, serta teman teman yang sudah memberikan dukungan bagi penulis. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 DAFTAR PUSTAKA