JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 2025, 605-615 http://jurnal. id/index. php/jp2m EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA BANGUNAN PURA DI DESA RAMA AGUNG KABUPATEN BENGKULU UTARA Riska Setianingrum 1*. Rahmat Jumri 2. Masri 3 1,2,3 Prodi Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Kampung Bali, 38119. Bengkulu. Indonesia. e-mail: 1*setianingrumriska415@gmail. com, 2rahmat@umb. id, 3masritan@gmail. *Penulis Korespondensi Diserahkan: 23-01-2025. Direvisi: 04-02-2025. Diterima: 25-02-2025 Abstrak: Etnomatematika menggabungkan matematika dengan budaya dan tradisi Kebudayaan adalah segala nilai, pemikiran, symbol, yang mempengaruhi tingkah laku, sikap, dan kebiasaan seseorang, sedangkan matematika adalah ilmu pengetahun yang masyarakat gunakan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari Ae hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi etnomatematika yang terdapat pada arsitektur bangunan Pura Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan Hasil dari penelitian menunjukan bahwa bentuk dan arsitektur bangunan Pura Kabupaten Bengkulu Utara memiliki etnomatematika yang berkaitan dengan konsep matematika diantaranya bangun ruang dan bangun datar. Konsep Ae konsep matematika yang terdapat pada Bangunan Pura tersebut dapat dimanfaatkan untuk diperkenalkan dan memahami konsep geometri melalu budaya lokal. Kata Kunci: etnomatematika. bangunan pura. konsep geometri Abstract: The ethnomathematics combines mathematics with the culture and traditions of The Culture is all values, thoughts, and symbols that influence the behavior, attitudes, and habits of a person and society, while mathematics is the knowledge that society uses to solve problems in everyday life. This study aimed to explore ethnomathematics in the architecture of Rama Agung Village Temple building. North Bengkulu Regency. This study is a qualitative descriptive by using an ethnographic approach method. The data collection technique of this study uses observation, interviews and documentation. The results of the study show that the form and architecture of the Rama Agung Village Temple Regency Temple buildings in North Bengkulu Regency have ethnomathematics realted to mathematical concepts including space and flat shapes. The concepts contained in the temple buildings can be used to introduce the concept of geometry though local culture. Keywords: ethnomathematics. temple buildings. geometry concepts Kutipan: Setianingrum. Riska. Jumri. Rahmat. , & Masri. Eksplorasi Etnomatematika Pada Bangunan Pura di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. Vol. 11 No. 1, . https://doi. org/10. Pendahuluan Pendidikan adalah bagian dari proses pelestarian budaya dan budaya yang penting untuk diterapkan pada proses pendidikan di sekolah (Agustina et al. , 2. Pendidikan dimaksudkan untuk memungkinkan peserta didik secara aktif mengembangkan kapasitas mereka sehingga mereka dapat memperoleh akhlak mulia, kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri, agama, serta keterampilan yang This is an open access article under the CCAeBY license. https://doi. org/10. 29100/jp2m. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri diperlukan bagi diri sendiri dan masyarakat (Cahyani Hidayah et al. , 2. Salah satu pembelajaran yang dianggap mampu meningkatkan pembelajaran berbasis budaya adalah matematika (Rahman et al. Matematika sangat dekat dengan dunia nyata dan merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah (Sigit et al. , 2. Matematika merupakan salah satu bidang pengetahuan yang dapat meningkatkan penalaran dan pemahaman masyarakat, penalaran dan membantu dalam memecahkan masalah rutin , dan mendorong kreativitas di bidang teknologi dan perolehan pengetahuan (Badriyah et al. , 2. Karena bahasan yang diberikan menggunakan variabel, matematika juga disebut sebagai subjek abstrak. Sehingga peserta didik harus menghadapi kesulitan untuk memahaminya. Banyak siswa mengatakan bahwa memahami dan mempelajari matematika itu sulit (Rika Audina. Menurut (Jember, 2. hafalan rumus dan kesalahan dalam mengkontruksi angka adalah salah satu penyebabnya. Konsep diri peserta didik dan kecemasan mereka terhadap matematika merupakan faktor yang mempengaruhi hasil belajar mereka (Hasim et al. , 2. Hal ini mendorong guru untuk menjadi lebih baik dalam mengelola pembelajaran. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menghubungkan matematika dengan budaya disebut etnomatematika (Wahyu et al. , 2. Etnomatematika adalah bidang yang menyelidiki hubungan antara budaya dan berfungsi sebagai lensa untuk melihat dan memahami matematika sebagai produk atau hasil dari budaya. Selain itu, etnomatematika memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika. Etnomatematika merupakan salah satu jenis pembelajaran berbasis budaya yang terdapat meningkatkan pemahaman matematika siswa (Dhiki & Bantas, 2. Etnomatematika juga merupakan program yang bertujuan untuk mengajarkan peserta didik mengartikulasikan, memahami, mengolah dan menggunakan konsep praktik dan ide matematika untuk memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan seharihari (Oktavia & Suparni, 2. (DAoAmbrosio, 1. dinyatakan bahwa tujuan etnomatematika adalah untuk menunjukkan bahwa terdapat berbagai cara dalam mengerjakan matematika dengan meningkatkan pengetahuan akademis tentang menyatakan subjek tersebut yang dikembangkan oleh berbagai sektor masyarakat dan dengan meningkatkan berbagai cara praktik di mana keterampilan matematika siswa meliputi berhitung, membangun , bermain, mengukur , merancang bangunan atau alat dan lain - lain. Tujuan dari etnomatematika adalah untuk menunjukkan bahwa ada beberapa cara untuk berlatih matematika sambil meningkatkan salah dari adat istiadat setempat di Kabupaten Bengkulu Utara, yaitu tempat ibadah umat Hindu yang dikenal sebagai Pura. Dengan tekanan pentingnya budaya dan keagamaan, sebagian besar orang di kabupaten Bengkulu Utara membangun pura yang mengandung unsur agama. Menurut (Ummah, 2. Pura adalah tempat tempat suci untuk bagi umat Hindu yang digunakan sebagai tempat beribadah untuk menyelaraskan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa dan Sang Hyang Windhi Wasa. Selain itu. Pura adalah tempat berkumpul - berkumpul dan melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan keharmonisan masyarakat. Kehadiran pura di Desa Rama Agung yang memiliki banyak penganut agama Hindu, mungkin ini dapat mempengaruhi penganut agama Hindu di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Semua kegiatan dapat dipusatkan di pura, termasuk persembayangan, pemujaan hari-hari besar, dan penyebaran agama Hindu oleh penduduk setempat. Hal ini menunjukkan bahwa penyelidikan etnomatematika dapat digunakan untuk mengidentifikasi lebih lanjut bangunan Pura. Makanan khas, dekorasi, ornamen, serta struktur budaya di wilayah tertentu di Indonesia yang telah menjadi subjek beberapa kajian etnomatematika. Studi tentang Kuil Surga dan rumah tradisional Bali di Beijing. Tiongkok, menunjukan kekuatan etnomatematika yang dapat digunakan dalam berbagai konteks arsitektural dan keagamaan (Zhang et al. , 2. Adanya konsep geometri dan penggunaan ilmu Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri ukur dalam struktur Pura dilakukan oleh penelitian yang mempelajari konsep etnomatematika geometri (Eka Murtiawan et al. , 2. Menurut Hasibuan & Hasanah dalam Wulandari et al . bahwa penelitian etnomatematika bertujuan untuk mengidentifikasi unsur - unsur matematika pada desain interior Istana Maimun , transformasi geometri dapat dijadikan sebagai alternatif metode pengajaran Desa Rama Agung adalah nama suatu wilayah yang terletak di Kabupaten Bengkulu Utara Kota Arga Makmur. Didirikan pada tahun 1963 selama Program Transmigrasi dari Bali. Bapak Ketut Toya (Al. Kepala Kampung Desa Pertama, ditunjuk sebagai kepala desa rakyat Rama Agung pada saat itu sebagai besar petani, beragama Hindu, dan berasal dari suku Bali (Wijaya, 2. Sebagian besar masyarakat Desa Rama Agung ini tidak menyadari bahwa disekeliling bagungan tempat ibadah mereka terkandung konsep matematika. Bagian Pura memiliki bentuk dan konsep matematika yang dapat digunakan sebagai tolok ukur pendidikan matematika pada materi geometri. Geometri adalah cabang matematika yang berasal dari situasi sehari Ae hari suatu kelompok masyarakat (Andriliani et al. , 2. Geometri melihat hubungan antara garis, titik, dan bidang. Dengan tiga elemen ini, bangunan Ae bangunan Pura di Kabupaten Bengkulu Utara dapat diidentifikasi dan ditemukan dalam berbagai jenis bangun datar dan bangun ruang. Contoh bangun datar antara lain persegi panjang, segitiga, persegi, lingkaran, jajar genjang dan belah ketupat termasuk dalam kategori ini , begitu pula bentuk geometris seperti kubus , balok, limas dan prisma (Medyasari et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut tentang etnomatematika yang terkandung pada bangunan Pura dan bagaimana ide Ae ide tentang matematika dapat ditemukan di dunia nyata melalui budaya lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi etnomatematika yang terdapat pada bangunan Pura. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode kualitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami fenomena sosial melalui analisis deskriptif interpretative, dan kontekstual. Pendekatan etnografi merupakan metode penelitian yang menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang kehidupan sosial dan budaya suatu kelompok masyarakan melalui interaksi dan pengamatan langsung (Jumri et al. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rama Agung Kabupaten Bengkulu Utara. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini dari informasi bapak Gede Rumania selaku bapak adat Desa Rama Agung. Instrument bantuan berupa lembar observasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi, observasi dan wawancara (Miznurida et al. , 2. Tujuan dari observasi dan dokumentasi adalah untuk mengidentifikasi berbagai bentuk geometris bangunan Pura di Desa Rama Agung. Hasil dan Pembahasan Bagi umat Hindu. Pura merupakan tempat tempat suci yang digunakan sebagai tempat ibadah dan melakukan Sad Dharma. Berdasarkan observasi dan dokumentasi, konstruksi Pura mempunyai beberapa tipe struktur datar dan ruang, antara lain kubus , limas, terpancung, dan panjang, serta konsep matematika seperti dilatasi, translasi, refleksi , kesebangunan, dan kekongruenan Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi diperoleh sebagai berikut: Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri Gambar 1. Pura Dharma Yatra Peneliti : Selamat siang pak, perkenalkan saya Riska Setianingrum dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Disini saya ingin meneliti bangunan Pura Dharma Yatra di Desa Rama Agung pak, apakah bapak bersedia untuk memberikan informasi mengenai pura ini pak? Responden : Ya, saya bersedia untuk memberikan informasi terkait Pura Dharma Yatra. Peneliti : Terimakasih sudah bersedia untuk berbagi informasi mengenai bangunan Pura Dharma Yatra. Bisa bapak ceritakan sedikit tentang Pura Dharma Yatra ini pak. Responden : Pura Dharma Yatra ini suda ada sejak tahun 1963 dibuat secara sederhana dan pada tahun 1982 dilakukan perbaikan Ae perbaikan secara bertahap hingga menjadi Pura yang digunakan saat ini. Pura Dharma Yatra ini merupakan tempat sembayang umat hindu kepada sang pencipta. Pura di Desa Rama Agung ini memiliki 3 tahapan yaitu tahapan Nista Mandala. Madya Mandala, dan Mandala Utama. Peneliti : Apakah boleh dalam pembangunan Pura Dharma Yatra ini dibuat tidak di hari Ae hari tertentu pak? Responde : Tidak boleh, karena dalam pembangunan Pura ini harus melihat harinya, acara sakralnya, ketika sudah selesai pembangunan pura ini terdapat pemasplas artinya Ketika kami ingin menggunakan pura itu ada namanya pemasplas dimana proses itu dibuatakan untuk sebuah ritual . Dalam pembahasan ini disajikan bentuk Ae bentuk struktur ruang dan datar yang terdapat pada bangunan Pura serta dapat dijelaskan bentuk Ae bentuknya. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri . Atap Piyasan Gambar 2. Atap Piyasan Peneliti : Selanjutnya pak bagimana penjelasan tenntang Atap Piyasan di Pura Dharma Yatra ini pak ? Responden : Atap Piyasan ini merupakan salah satu bagian penting dalam Pura Dharma Yatra, karena tempat tersebut bisa digunakan sebagai tempat peristirahat sementara pada saat terdapat upacara. Peneliti : Bagaimana proses pembuatan Atap Piyasan ini pak? Responden : Pembuatan Atap Piyasan ini biasanya terdapat hitungan, aturan, jaraknya dan Atap Piyasan ini dibuat tidak sembarang orang tentunya dengan orang Ae orang Peneliti : Apakah dalam pembuatan Atap Piyasan ini terdapat rumus pembuatannya? Responden : Kalau dulu sebelum ada ahli Ae ahli reskontruksi, di agama hindu sudah ada hitung Ae hitungan rumusnya yan disebut dengan akte kosale Ae kosale artinya perhitungan dan juga bisa menggunakan ukuran jengkal tangan untuk membuat Atap Piyasan ni. Peneliti : Dalam bentuk kubus Atap piyasan ini, apakah memiliki arti dalam agama Responden : Ya, karena bentuk kubus dalam Atap Piyasan ini memiliki makna filosofi dan simbolis yang mendalam, terutama dalam konteks arsitektur dan spiritualitas dalam agama Hindu. Berdasarkan wawancara dan gambar 1, dapat diketahui bahwa Atap Piyasan dikenal sebagai bangun ruang dengan satu titik puncak, empat bidang sisi tegang segitiga, dan satu bidang alas persegi. Konsep Limas Konsep ini terdapat pada bagian Atap Piyasan ini di bangun umat Hindu di Desa Rama Agung dengan pemodelan bentuk bangun datar yang mempunyai satu bidang alas berbentuk persegi, empat bidang sisi vertikal yang berbentuk segitiga dan mempunyai satu titik vertikal yang berbentuk Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri segitiga dan mempunyai satu titik sudut. Sebuah bangun ruang yang alasnya berbentuk segi banyak, sisi tegaknya berbentuk segi yang berpotongan pada satu titik disebut limas. Berdasarkan hal tersebut peneliti menganalisis konsep limas untuk Atap Piyasan sebagai Gambar 5. Pemodelan Konsep Limas Segi Empat Pada Atap Piyasan Ada konsep limas pada Atap Piyasan, seperti yang ditampilkan oleh analisis yang dilakukan pada gambar 5. Limas segi empat merupakan suatu bangun datar yang dibatasi oleh empat daerah segitiga yang mempunyai satu titik sudut yang sama (Hendrik Nuryanto, 2. Pada gambar 5 limas segi empat KLMNO memiliki sisi berbentuk empat segitiga (KNO. KLO. MNO dan LMO), memiliki lima titik sudut, salah satunya adalah titik puncak (OO), memiliki delapan rusuk (KL. LM. MN. NK. KO. NO. MO, dan LO), mempunyai diagonal sisi ( KM dan LN) dan sisi alasnya berbentuk segi empat. Oleh sebab itu. Atap Piyasan merupakan pemodelan bentuk bangun ruang limas segi empat. Atap Bale Agung Gambar 3. Atap Bale Agung Peneliti : Selanjutnya, apalagi pak bagian Ae bagian yang ada di Pura ? Responden : Ada Atap Bale Agung. Peneliti : Atap Bale Agung ini seperti apa ya pak? Responden : Atap Bale Agung ini biasanya berbentuk seperti atap limasan dengan susunan yang lebih simple dibandingkan dengan bangunan pura lainnya. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri Peneliti : Kenapa bisa bapak katakan Atap Bale Agung ini harus berbentuk prisma terpancug pak? Responden : karena bentuk tersebut memiliki makna filosofi, fungsi prktis, dan estetika yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat Rama Agung. Peneliti : Selanjutnya pak, apakah dalam bentuk prisma terpancung dalam Atap Bale Agung ini memiliki arti dalam agama Hindu pak? Responden : Ya, bentuk prisma terpancung dalam Atap Bale Agung ini memiliki arti mendalam dalam agama Hindu seperti, melambangkan kosmologi Hindu, hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan, dan sebagai keseimbangan spiritual. Peneliti : Bale Agung ini digunakan untuk apa pak? Responden : Bale Agung adalah tempat utama untuk kegiatan adat dan tempat umat Hindu bermusyawarah, sehingga Bale Agung ini bisa dikatakan tempat fungsional. Peneliti : Apakah bentuk dari Atap Bale Agung ini melambangkan sesuatu yang sakral dalam tradisi umat Hindu di Desa Rama Agung pak? Responden : Ya, bentuk Atap Bale Agung memang bisa dikatakan sakral, meskipun bentuknya yang terlihat simple dibandingkan dengan bangunan pura yang lain. Makna sakral yang terkandung di Atap Bale Agung ini seperti, perlindungan dengan sang pencipta. Berdasarkan wawancara dan gambar 2, dapat diketahui bahwa Atap Bale sisi Agung membangun ruang dengan tiga bidang datar trapesium dan dua segitiga tidak sejajar. Konsep Prisma Terpancung Konsep ini juga terdapat pada bagian Atap Bale Agung di bangun oleh umat Hindu di Desa Rama Agung dengan pemodelan bentuk bangun ruang yang memiliki dua alas yang tidak sejajar dan memiliki bidang tegak yang berbentuk jajargenjang dan trapesium. Sebuah bangun ruang yang bagian atasnya telah dipotong oleh bidang yang tidak sejajar dengan alasnya disebut prisma terpancung. Berdasarkan hal tersebut peneliti menganalisis konsep prisma terpancung untuk Atap Bale Agung sebagai berikut: Gambar 6. Pemodelan Konsep Prisma Terpancung Pada Atap Bale Agung Ada konsep prisma terpancung pada Atap Bale Agung, seperti yang ditampilkan oleh analisis yang dilakukan pada gambar 6. Prisma merupakan bangun ruang dengan tutup dan alas dalam bentuk sejajar dan kogruen segi -n. Sebaliknya prisma terpancung adalah prisma yang terbuat dari bidang yang tidak terhubung dengan bidang alas . prisma yang terbuat dari bidang yang tidak terhubung dengan bidang alas Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri (Az-zahwa & Cirebon, 2. Pada gambar 2, prisma terpancung KLMNOP mempunyai 5 sisi, 9 rusuk, 6 simpul dan sisi vertikal berbentuk trapesium, alas dan tutup tidak sejajar. Padmasana Gambar 4. Padmasana Peneliti : Selanjutnya, apalagi bagian Ae bagian pura ini pak? Responden : Ada Padmasana. Padmasana ini sering dianggap seperti susunan Ae susunan yang berbentuk kubus dan ada bagian di Padmasan ini berbentuk persegi Peneliti : Bagaimana bapak tahu bahwa Padmasana ini berbentuk kubus dan ada bagian persegi panjang pak? Responden : karena bagian Ae bagian susunan Padmasana ini ukuran bawah, atas sampingnya memiliki panjang yang sama sehingga dikatakan bentuk kubus kan dan memiliki ukuran bawah dan atasnya sama panjang dan ukuran sampingnyakan tingginya sama itu bisa dikatakan persegi panjang. Peneliti :Betul pak, selanjutnya bentuk kubus dan persegi panjang dalam Padmasana ini apakah memiliki arti penting dalam agama Hindu pak? Responden : Ya, karena bentuk kubus dan persegi panjang dalam Padmasana ini memiliki arti penting dalam agama hindu, khususnya dalam arsitektur sakral. Peneliti : Selanjutnya apakah terdapat simbol khusu dalam desain atau bentuk dari Padmasana ini pak? Responden : Ada, simbol Ae simbol yang terdapat di Padmasana ini disebtnya dengan Suastika dimana putarannya harus kekanan tidak boleh kekiri. Dan desain Padmasana ini mencerminkan konsep Tri Loka. Berdasarkan wawancara dan gambar 3, dapat diketahui bahwa Padmasana sisi adalah membangun ruang dengan enam bidang yang kongruen berbentuk persegi. Konsep Kubus Konsep ini terdapat pada bagian Padmasana di bangun oleh umat Hindu di Desa Rama Agung dengan pemodelan jenis bangunan dengan bentuk bujur sangkar dengan enam bidang yang Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri Sebuah bangun ruang yang mempunyai rusuk Ae rusuk sama panjang dan sisi Ae sisi datar yang sisinya berbentuk persegi panjang disebut kubus. Berdasarkan hal tersebut peneliti menganalisis konsep kubus untuk Padmasana sebagai Diagonal Diagonal Sisi Sis Rusuk Titik Gambar 7. Permodelan Konsep Kubus Pada Padmasana Ada konsep kubus pada Padmasana, seperti yang ditampilkan oleh analisis yang dilakukan pada Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang sisinya berbentuk persegi panjang (Pangestu et al. , 2. Pada gambar 7 kubus memiliki delapan titik sudut (OK. OL. OM. ON. OO. OP. OQ. OR), kubus ini mempunyai dua belas rusuk, enam sisi atau bidang, empat ruang diagonal dan bidang diagonal. Padmasana adalah pemodelan bentuk bangun ruang kubus. Konsep Persegi Panjang Konsep ini ditemukan pada bagian Padmasana yang dibagun oleh orang Hindu di Desa Rama Agung. Ini adalah model bangun datar dengan dua pasang sisi sejajar, empat sudut, dan dua diagonal yang panjangnya sama. Sebuah bangun datar yang mempunyai dua pasang sisi sejajar yang panjangnya berbeda disebut persegi panjang. Berdasarkan hal tersebut peneliti menganalisis konsep persegi panjang pada bagian dari Padmasana sebagai berikut: Ail Ai Gambar 8. Pemodelan Konsep Persegi Panjang Pada Bagian Padmasana Ada konsep persegi panjang pada Padmasana, seperti yang ditampilkan oleh analisis yang dilakukan pada gambar 8. Persegi panjang merupakan berbentuk segi empat datar, segi empat panjang mempunyai sudut siku Ae siku dan dua pasang sisi sejajar yang sama panjang (Ratuanik & Filindity, 2. Sudut persegi panjang RSTU adalah OURS. ORST. OSTU dan OTUR dengan OURS = ORST = OSTU = OTUR = 90Ae. Sisi sejajrnya ABCD juga sama panjang, yaitu RS = TU dan ST = RU. Copyright A 2017. JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. ISSN 2460-7800 . | 2580-3263 . JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematik. , 11. , 2025 Riska Setianingrum. Rahmat Jumri . Masri Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas, menunjukkan bahwa bangunan pura memiliki konsep Konsep matematika yang terdapat pada bangunan Pura adalah . Konsep limas pada Atap Piyasan , . Kosep prisma terpancung pada Atap Bale Agung, . Konsep kubus dan persegi panjang pada bagian Padmasana. Pembelajaran matematika berbasis budaya dapat menggunakan perspektif tentang konsep matematika yang ada di bangunan Pura sebagai objeknya. Pendekatan ini dapat membantu siswa mempertahankan budaya lokal mereka saat mereka mempelajari konsep geometri. Pembelajaran etnomatematika di Pura menjelaskan konsep matematika sehingga orang dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Daftar Pustaka