Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 01. Januari 2025 pp. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Open Access: https://wiyatamandala. e-journal. id/JBA Analisis Determinan Fraud Dalam Distribusi Bantuan Sosial: Perspektif Fraud Triangle Fangela Myas Sari1* Aria Elshifa2 Aria Mulyapradana3 1 STIE Wiyatamandala 2,3 ITSNU Pekalongan INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan: 14-11-24 Revisi: 22-11-24 Penerimaan: 30-11-24 Kata Kunci: Salah Saji keuangan. Fraud triangel. Bantuan Sosial Keywords: Financial misrepresentation. Fraud triangle. Social DOI: 52859/jba. ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh salah saji keuangan dan fraud triangle terhadap fraud bantuan sosial. Responden penelitian sebanyak 30 pegawai Dinas Sosial Kabupaten Batang. Purposive sampling digunakan di penelitian ini. Teknik analisa menggunakan uji validitas konvergen, uji reliabilitas, uji discriminant, evaluasi structural model, dan pengujian hipotesis dengan path coefficient. Hasil analisis pengujian hipotesis bahwa variabel salah saji keuangan dan kesempatan tidak berpengaruh signifikat terhadap fraud bantuan sosial di Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan. Variabel tekanan dan rasionalisasi berpengaruh signifikan terhadap fraud bantuan sosisal di Dinas Sosial Kabupaten Batang. ABSTRACT The purpose of the study was to determine the effect of financial misstatement and the fraud triangle on social assistance fraud. The respondents of the study were 30 employees of the Batang Regency Social Service. Purposive sampling was used in this study. The analysis technique used convergent validity test, reliability test, discriminant test, structural model evaluation, and hypothesis testing with path coefficients. The results of the hypothesis testing analysis showed that the financial misstatement and opportunity variables did not have a significant effect on social assistance fraud at the Pekalongan Regency Social Service. The pressure and rationalization variables had a significant effect on social assistance fraud at the Batang Regency Social Service. PENDAHULUAN Pada tahun 2020 ini dunia di landa oleh sebuah virus yang bernama COVID -19 yang di duga usut punya usut virus tersebut berasal dari negara tirai bamboo yaitu negara China yang berpusat di kota Wuhan di China virus tersebut mengalami perluasan dan banyak masyarakat wuhan meninggal dunia karena virus Covid Ae 19 ini pada awal tahun 2020. Dan semakin bertambahnya hari virus tersebut meluas tidak hanya di negara tirai bambu saja bahkan meluas sampai dengan Benua Eropa. Australia. Amerika. Negara timur tengah seperti Arab. Turkie, awal mula virus menyebar hanya di beberapa negara tetangga yang dekat dari china seperti korea. Taiwan, hongkong, dan lama kelamaan mulai menyebar di benua Asia yaitu Asia Tenggara seperti negara Malaysia. Singapore. Vietnam. Thailand dan Indonesia. Urgensi dalam penelitian ini yaitu setiap tahun masih banyaknya bansos dari pemerintah dan bisa di minimalisir untuk menghindari kecurangan mulai dari mencegah dan mendeteksi bila adanya fraud. Berdasarkan kebijakan pemerintah seperti itu perekonomian di Indonesia semakin hari semakin menurun tingkat prosentasenya dikarenakan daya beli masyarakat rendah karena mematuhi keputusan atau aturan dari pemerintah yaitu di rumah saja. Hampir semua warga negara Indonesia di berbagai kalangan dari kalangan konglomerat sampai dengan kalangan menengah kebawah yang merasakan dampak dari Covid 19 ini untuk kalangan menengah ke bawahlah yang sangat butuh perhatian karena kalangan ini banyak yang kehilangan pekerjaannya serta mata pencahariannya untuk menghidupi keluarganya masing Ae masing sehingga mau tidak mau semua warga negara harus dilindungi oleh pemerintah dan dijamin kesejahteraannya oleh pemerintah. Bentuk perlindungan dari pemerintah untuk masyarakat yaitu dengan adanya Bantuan Sosial (BANTUAN SOSIAL) yang tersalur ke berbagai kalangan. Dalam memberikan bantuan BANTUAN SOSIAL ini agar tersalur ke semua wilayah maka pemerintah bekerja sama dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di semua wilayah sehingga dengan semua warga negara mendapatkan bantuan setiap bulan sekali sebesar Rp. 000 per Kartu Keluarga (KK) yang penyalurannya berasal dari pemerintah Indonesia sampai dengan * Penulis Korespondensi: Fangela Myas Sari | fangelamyassari@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) lalu pihak terakhir yang menyalurkan BANTUAN SOSIAL tersebut yaitu pihak dari Desa ataupun Kelurahan untuk dibagikan ke semua warganya. Dengan adanya banyak pihak yang terlibat maka tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada celah dimana adanya tindak korupsi berupa penggelapan uang atau dana BANTUAN SOSIAL untuk kepentingan pribadi atau golongan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), didalam organiasi sektor publik . Di dalam organisasi baik swasta maupun sektor publik pasti ada sebuah aset yang harus di jaga dan dipelihara oleh anggota organisasi namun hal itu seakan Ae akan hanya sebuah kata Ae kata yang jarang di implementasikan oleh para anggota organisasi baik sektor privat maupun sektor publik, pada dasarnya hal ini merupakan hal yang kecil untuk di implementasikan namun jika tidak di implementasikan dengan baik maka akan berdampak besar bagi perusahaan atau organisasi tersebut yaitu adanya penipuan (Frau. dalam bentuk penyalahgunaan anggaran dan korupsi karena banyak anggaran perusahaan yang tidak dikelola dengan baik dan efisien. Fraud masih banyak terjadi di organisasi publik maupun swasta dan kenyataannya masih banyak tindakan KKN (Korupsi. Kolusi dan Nepotism. yang terjadi di segala sektor bisnis termasuk di Indonesia dan itu dikategorikan tindakan kecurangan. (Sari, 2. Definisi akuntansi sektor publik AuAkuntansi sektor publik merupakan alat informasi baik bagi pemerintah sebagai manajemen maupun alat informasi bagi publikAy. (Mardiasmo, 2. Fraud di negara Indonesia ini masih sering terjadi di organisasi sektor publik. Seseorang dapat mengartikan Fraud dalam bentuk kecurangan yang disengaja . ermasuk berbohong dan berbuat curan. adalah kebalikan dari kebenaran, keadilan, kejujuran, dan equity. Fraud juga dapat diartikan sebagai cedera. Seseorang dapat mengakibatkan orang lain cedera karena kekuatan atau melalui Fraud. (ACFE, 2. penipuan adalah tindakan disengaja yang menghasilkan salah saji material dalam laporan keuangan yang merupakan subjek (SAS No 99, 2. Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2. mendefinisikan penipuan sebagai "penyajian yang keliru atas kebenaran atau penyembunyian fakta material untuk mendorong orang lain untuk bertindak demi kerugiannya". ACFE mengkategorikan penipuan menjadi tiga kelompok: . Penipuan Laporan Keuangan, . Penyelewengan aset, . Korupsi. Menurut Mardiasmo . dalam (Sari et al. , 2. teori memiliki tiga karakteristik dasar, yaitu : . kemampuan untuk menerangkan atan menjelaskar fenomena yang ada . he ability to explai. , . kemampuan untuk memprediksi . he ability to predic. , . kemampuan mengendalikan fenomena . he ability to control given phenomen. Penerapan audit forensik yang berlangsung di Indonesia dilaksanakan guna mengetahui adanya fraud, menyelidiki apakah terjadi fraud, ingin mengetahui ada/tidaknya kerugian finan-sial dan memberikan kesaksian sebagai pakar. Audit forensik efektif dalam mendeteksi fraud dikarenakan dalam prosesnya audit forensik menggunakan teknik pro-aktif dan reaktif (Gbegi et al. , 2. dalam (Almira dan Putri, 2. Praktik korupsi biasanya dilakukan oleh pejabat maupun tingkatan eksekutif atas yang memiliki kekuasaan dan dapat memanfaat jabatannya. Dalam tahun 2020 ini dengan adanya pandemi Covid Ae 19 ini banyak Bantuan Sosial (BANTUAN SOSIAL) dari pemerintah untuk semua warganya dan melibatkan banyak pihak dalam penyalurannya berasal dari pemerintah Indonesia sampai dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) lalu pihak terakhir yang menyalurkan BANTUAN SOSIAL tersebut yaitu pihak dari Desa ataupun Kelurahan untuk dibagikan ke semua warganya. Dengan adanya banyak pihak yang terlibat maka tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada celah dimana adanya tindak korupsi berupa penggelapan uang atau dana BANTUAN SOSIAL untuk kepentingan pribadi atau golongan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), didalam organiasi sektor publik. Menurut ACFE, . mendefinisikan penipuan pekerjaan sebagai penggunaan pekerjaan seseorang untuk pengayaan pribadi melalui penyalahgunaan yang disengaja atau penerapan sumber daya atau aset organisasi yang mempekerjakan itu. Untuk kelompok kaum yang bisa melakukan tindakan Fraud berupa penyalah gunaan anggaran biasanya adalah pihak yang memiliki kekuasaan baik pejabat maupun eksekutif yang memiliki peluang maupun kesempatan dan dapat didorong karena beberapa faktor biasanya Korupsi, salah saji keuangan dan Triangle Fraud. Faktor yang pertama yaitu adanya salah saji keuangan atau laporan keuangan Kategori skema laporan keuangan dipecah menjadi dua subkategori: finansial dan nonfinansial dalam SAS No 99. Pertimbangan Fraud dalam Audit Laporan Keuangan, juga. Sebagian besar skandal laporan keuangan melibatkan beberapa jenis skema manipulasi pendapatan, itulah sebabnya mengapa SAS No 99 menekankan bahwa auditor keuangan harus ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 mengasumsikan penipuan semacam ini mungkin terjadi di buku klien dan sengaja mencari jenis Fraud di seluruh proses audit. (SAS No 99, 2. Menurut Ozcelik . Penipuan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan telah menyebabkan hilangnya kepercayaan investor di pasar. Penipuan seperti penyalahgunaan aset dan penipuan terhadap perusahaan oleh karyawan perusahaan berdampak buruk pada pertumbuhan dan kelangsungan perusahaan. Fenomena yang terjadi di pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menemukan kesalahan pencatatan dalam laporan keuangan pada tahun 2020, berdasarkan hasil permasalahan yang perlu mendapat perhatian yang pertama pengelolaan kas zakat dan infaq tidak terbit (Khairan et al. , 2. Faktor selanjutnya yaitu peluang atau kesempatan menurut Dinapoli . dalam (Kazimean,et all, 2. mendefinisikan peluang sebagai peluang untuk memecahkan masalah yang tidak dapat dibagi oleh rahasia oleh melanggar kepercayaan. Albrecht . dalam (Marliani, n. ) menjelaskan bahwa opportunity merupakan suatu situasi dimana seseorang merasa memiliki kombinasi situasi dan kondisi yang memungkinkan dalam melakukan kecurangan dan tidak terdeteksi. Ada hal lain yaitu faktor adanya tekanan adalah sebuah situasi di mana calon penipu dihadapkan dengan keuangan, tekanan kerja atau (Omar & Mohamad Din, 2. Albrecht et al. dalam (Mansor. Abdullahi, 2. menunjukkan bahwa, karena tekanan untuk melakukan penipuan mungkin tidak nyata penting untuk menggunakan kata yang dirasakan. Jika para pelaku percaya bahwa mereka ditekan, keyakinan ini dapat mengarah pada penipuan. Tekanan yang dirasakan dapat muncul dalam berbagai cara, terutama dalam kebutuhan finansial yang tidak dapat dibagi. Faktor yang terakhir yaitu rasionalisasi. Rasionalisasi penipuan didefinisikan sebagai cara untuk melegitimasi cara atau konsep yang tidak sesuai dengan keyakinan seorang individu (Slezak, 2. dalam (Kazimean, 2. Rasionalisasi adalah penalaran moral, yang dirumuskan oleh para pelaku penipuan untuk membenarkan bahwa perilaku tidak etis mereka adalah sesuatu yang lain daripada kegiatan kriminal. (Dba & Egbe, 2. Kasus kasus Fraud fraud di Indonesia masihlah sangat banyak dilakukan dan di praktekkan terutama di sektor publik. Menurut Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat, sepanjang 2015-2018 terdapat 252 kasus korupsi anggaran desa. Angka ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015, kasus korupsi yang tercatat sebanyak 22 kasus. Temuan ini meningkat pada tahun berikutnya dengan 48 kasus. Adapun pada tahun 2017 dan 2018, jumlahnya bertambah hingga hampir dua kali lipatnya, yakni sebanyak 98 dan 96 kasus. Modus-modus yang ditemukan di antaranya penyalahgunaan anggaran, laporan fiktif, pengelapan, penggelembungan anggaran, dan suap. Menurut data ICW di Indonesia korupsi semakin tahun semakin meningkat. Kasus korupsi yang merugikan pihak pemerintah menurut . ada korupsi BANTUAN SOSIAL di Kabupaten Batang yang dilakukan oleh oleh salah satu kepala desa di Kabupaten Batang. (Kades di Batang ini terlibat korupsi bantuan untuk orang miskin, 2. Dari kasus ini kita dapat menyimpulkan bahwa korupsi dana BANTUAN SOSIAL masih banyak di praktekkan dan kemungkinan masih banyak yang belum terungkap. Adapun penelitian yang berkaitan dengan fraud. Norziaton. Mohamad Ridhuan. Nur Adura . meneliti Fraud di sektor publik dan sektor swasta di Malaysia. Menemukan bahwa di Malaysia Tantangan untuk melindungi aset pemerintah tidak adanya pembibingan karena telah menciptakan ruang peluang terjadinya Fraud kecurangan. Ruankaew, . yang meneliti tentang Fraud Triangle theory yang dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang, tekanan, rasionalisasi dan kemampuan dapat di terapkan oleh unit bisnis untuk mencegah atau meminimalisir adanya penipuan Fraud. Hajek, . yang meneliti tentang Sistem Berbasis Aturan Fuzzy yang Dapat Diartikan untuk Mendeteksi Penipuan dalam Laporan Keuangan dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa relative deteksi penipuan akurat tinggi dapat dicapai hanya dengan menggunakan beberapa aturan fuzzy untuk mendeteksi penipuan dalam laporan keuangan. Penelitian yang berkaitan dengan Fraud oleh W. Kiragu, & Kamau, . yang meneliti tentang pengaruh salah saji keuangan dan korupsi terhadap risiko penipuan di antara perusahaan negara di kabupaten Mombasa di Kenya hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa salah saji keuangan dan korupsi berpengaruh positif signifikan terhadap risiko penipuan. Soheil Kazimean, et al . meneliti tentang Faktor Risiko Penipuan pada Fraud: Bukti dari Industri Perbankan Iran hasilnya dari penelitiannya bahwa variabel Peluang, tekanan, rasionalisasi dan kemampuan dari hasil penelitian ini berpengaruh positif signifikan terhadap fraud. Variabel penerapan SAP terhadap pencegahan Fraud pengaruh signifikan. Hasil Analisis Determinan Fraud Dalam Distribusi Bantuan Sosial: Perspektif Fraud Triangle Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 ini dapat diinterpretasikan bahwa semakin tingginya tingkat penerapan SAP dan baiknya penerapan SAP maka angka pencegahan fraud akan bisa dicegah dengan semakin tinggi hal ini dikarenakan suatu penerapan SAP yang mengikuti aturan maka akan mempengaruhi pencegahan fraud. (Sari et al. , 2. Penelitian ini mengacu pada penelitian terdahulu yang berkaitan dengan Fraud yaitu dari W. Kiragu, & Kamau, . , dari penelitian yang telah dilakukan yang meneliti tentang pengaruh salah saji keuangan terhadap risiko penipuan di antara perusahaan negara di kabupaten Mombasa di Kenya hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa salah saji keuangan dan korupsi berpengaruh positif signifikan terhadap risiko penipuan. Ada penambahan satu variabel yang mungkin memiliki pengaruh terhadap fraud di sektor publik yaitu Fraud Triangle Theory sebagai variabel independen. Pemilihan OPD Kabupaten Batang sebagai objek penelitian karena dianggap cukup mewakili kriteria yang dipilih. Hal ini terkait dengan kasus Fraud BANTUAN SOSIAL di Kabupaten Batang yang dilakukan oleh kepala desa di Kabupaten Batang. Bukti bahwa masih banyaknya kasus Fraud pada BANTUAN SOSIAL di Kabupaten Batang yang belum terungkap. Berdasarkan latar belakang dan kasus diatas serta penjelasan di atas, maka penelitian dilakukan di Kabupaten Batang sehingga penelitian ini diberi judul: Pengaruh Salah saji keuangan dan Fraud Triangle terhadap Fraud (BANSOS) Bantuan Sosial (Studi Empiris Pada Kabupaten Batan. TELAAH LITERATUR Penelitian yang berkaitan dengan penyalahgunaan aset. Norziaton et al. , . meneliti fraud di sektor publik dan sektor swasta di Malaysia. Menemukan bahwa di Malaysia tantangan untuk melindungi aset pemerintah tidak adanya pembibingan karena telah menciptakan ruang peluang terjadinya fraud Ruankaew, . yang meneliti tentang fraud diamond theory yang dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang, tekanan, rasionalisasi dan kemampuan dapat di terapkan oleh unit bisnis untuk mencegah atau meminimalisir adanya penipuan fraud. Hajek, . yang meneliti tentang Sistem Berbasis Aturan Fuzzy yang Dapat Diartikan untuk Mendeteksi Penipuan dalam Laporan Keuangan dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa relative deteksi penipuan akurat tinggi dapat dicapai hanya dengan menggunakan beberapa aturan fuzzy untuk mendeteksi penipuan dalam laporan keuangan. Penelitian yang berkaitan dengan Fraud oleh Kiragu dan Kamau, . yang meneliti tentang pengaruh salah saji keuangan dan korupsi terhadap risiko penipuan di antara perusahaan negara di Kabupaten Mombasa di Kenya hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa salah saji keuangan dan korupsi berpengaruh positif signifikan terhadap risiko penipuan. Kazemian et al. , . meneliti tentang Faktor Risiko Penipuan pada Penyalahgunaan Aset: Bukti dari Industri Perbankan Iran hasilnya dari penelitiannya bahwa variabel Peluang, tekanan, rasionalisasi dan kemampuan dari hasil penelitian ini berpengaruh positif signifikan terhadap penyalahgunaan aset. Menurut (Putri dan Sugiharto, 2. Tindakan kecurangan laporan keuangan yang sering dilakukan yaitu kesalahan pencatatan laporan keuangan yang disengaja, penghilangan data secara sengaja, memanipulasi nominal dalam laporan keuangan maupun informasi di dalam catatan keuangan ataupun dokumen pendukung lainnya. Catatan atau buku harian yang digunakan mencatat transaksi yang terjadi sehari-hari menggunakan buku jurnal penerimaan kas, buku jurnal pengeluaran kas, buku jurnal piutang dan buku jurnal umum (Ramadhan dan Fitriana, 2. Penelitian tentang fraud oleh Sari dan Priatiningsih . dengan penelitiannya yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap audit delay untuk mencegah fraud. Berdasarkan hasil analisis pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa Kompetensi. Profesionalisme, dan SPI berpengaruh signifikan positif terhadap pencegahan fraud penyusunan laporan keuangan pada koperasi di Kabupaten Batang. Maka dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa tingginya kompetensi, profesionalisme dan SPI yang baik maka akan meningkatkan pencegahan fraud penyusunan laporan keuangan. Kebaruan pada penelitian ini mengkaji dan menggabungkan konsep keuangan dengan perilaku manusia, konsep keuangan yaitu berupa salah saji keuangan dan konsep perilaku manusia berupa menganalisa triangle fraud yaitu dalam perilaku - perilaku manusia terhadap kecurangan bansos yang sering terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini sangat minim literatur, dan masih jarang yang meniliti tentang kecurangan bansos maka layak untuk di teliti. METODE Penelitian ini menggunakan studi korelasi yang menggambarkan hubungan antar variabel (Roger Bougie and Sekaran Uma, 2. Variabel dependen yakni fraud. Indikator fraud yakni penggunaan fasilitas ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 kantor dan asset serta pengajuan biaya fiktif untuk keperluan pribadi. Variabel Independen. salah saji keuangan indikatornya manipulasi, pemalsuan, atau pengubahan catatan akuntansi, kesalahan penyajian, atau penghilangan yang disengaja dari, laporan keuangan. Varibel kesempatan, indikatornya lingkungan pengendalian, aktivitas atau prosedur pengendalian, kurangnya akses informasi, dan kurangnya kapabilitas pimpinan (Apati. Variabel tekanan indikatornya tekanan keuangan, tekanan pekerjaan kebiasaan buruk, dan tuntutan pemenuhan gaya hidup. Variabel rasionalisasi, indikatornya hutang budi, melakukan tindakan Fraud demi kebaikan, tidak ada pihak yang tersakiti. Sampel penelitian in yakni pegawai OPD di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Batang sebanyak 30 orang yang bekerja di Dinas Sosial. Purposive sampling digunakan di penelitian ini karena hanya pihak yang menyalurkan dan mengelola bantuan sosial saja yang di jadikan sampel dalam penelitian. Teknik analisa menggunakan uji validitas konvergen, uji reliabilitas, uji discriminant, evaluasi structural model, dan pengujian hipotesis dengan path coefficient. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. Adapun model penelitian setelah direvisi dapat diketahui sebagai berikut : Gambar 1 Nilai Konvergen Awal Sumber: data primer yang diolah . Gambar 2 Nilai Konvergen Akhir Sumber: data primer yang diolah . Analisis Determinan Fraud Dalam Distribusi Bantuan Sosial: Perspektif Fraud Triangle Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Tabel 2 Hasil Uji Validitas Konvergen Uraian Variabel Salah Saji Keuangan : - Item 1 Pearson Correlation P Value Keterangan 0,000 Valid - Item 2 0,000 Valid - Item 3 0,000 Valid - Item 1 0,000 Valid - Item 2 0,000 Valid - Item 3 0,000 Valid - Item 2 0,000 Valid - Item 3 0,000 Valid - Item 1 0,000 Valid - Item 2 0,000 Valid - Item 1 - Item 2 0,000 0,000 Valid Valid - Item 3 0,000 Valid - Item 4 0,000 Valid - Item 1 0,000 Valid - Item 2 0,000 Valid - Item 3 0,000 Valid - Item 4 0,000 Valid - Item 5 0,000 Valid Kesempatan : Tekanan : Rasionalisasi : Fraud Bantuan Sosial (Y) Sumber: data primer yang diolah . Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui bahwa setiap indikator pernyataan valid. Untuk melihat valid tidaknya indikator pernyataan dilihat melalui Nilai combine loading yaitu loading antara 0,40-0,70 harus tetap dipertimbangkan untuk tetap dipertahankan. Hair dkk. dalam (Ratmono dan Solihin, 2. Mencapai nilai antara 0,4 dan 0,6 pernyataan tersebut dapat diterima dan valid (Yamin dan Kurniawan. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 2. namun jika nilai kurang dari < 0,4 maka harus dihilangkan atau diremove dalam model penelitian. Hasil di atas menunjukkan setiap item pertanyaan memiliki nilai lebih dari > 0,4 maka di nyatakan valid Uji Reliabilitas (Composite reliabilit. Composite reliability menguji nilai reliabilitas antara blok indicator dari konstruk yang membentuknya. Adapun hasil output composite reliability dapat diketahui pada tabel: Variabel Tabel 3 Hasil Composite Reliability Composite Reliability cronbachAos alpha Salah Saji Keuangan Kesempatan Tekanan Rasionalisasi Fraud Bansos Sumber: data primer yang diolah . Menunjukkan bahwa diperoleh nilai composite reliability untuk variabel Salah saji sebesar keuangan 0,796, variabel kesempatan sebesar 0,779, variabel tekanan sebesar 0,928 dan rasionalisasi sebesar 0,877, untuk variabel Fraud Bantuan Sosial sebesar 0,969, untuk. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai composite reliability > 0,05 dan > 0,70. Kriterianya harus di atas 0,50 (Fornell dan Lacker, 1. dalam (Ratmono dan Solihin, 2. Dengan demikian model dalam penelitian ini telah memenuhi composite reliability. Uji Discriminant Pengujian discriminant validity dilakukan dengan melihat nilai average variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk. Tabel 3 Hasil Average Variance Extracted (AVE) Variabel Average variance extracted (AVE) Salah Saji Keuangan Kesempatan Tekanan Rasionalisasi Fraud Bansos Sumber: data primer yang diolah . Menunjukkan bahwa diperoleh nilai average variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk > 0,5. Dengan demikian dapat disimpulkan model dalam penelitian ini telah memiliki discriminant validity yang baik. Analisis Determinan Fraud Dalam Distribusi Bantuan Sosial: Perspektif Fraud Triangle Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Evaluasi Structural Model Koefisien determinasi menggunakan R-squared yang menunjukkan berapa persentase variansi konstruk endogen/kriterion dapat dijelaskan oleh konstruk yang dihipotesiskan mempengaruhinya . ksogen/predikto. Semakin tinggi R-squared menunjukkan model yang baik. R-squared hanya ada untuk konstruk endogen. Tabel 4 Koefisien Determinasi Variabel R Square Adj R Square Salah Saji Keuangan Kesempatan Tekanan Rasionalisasi Fraud Bansos Sumber: data primer yang diolah . R-squared konstruk fraud sebesar 0,658 menunjukkan bahwa variansi variabel independent yaitu salah saji keuangan, kesempatan, tekanan, rasionalisasi dapat dijelaskan sebesar 65,8% oleh variansi variabel dependen yaitu Fraud bansos Pengujian Hipotesis Dengan Path Coefficient Gambar 3 Pengujian Hipotesis Dengan Path Coefficient Gambar 3 Pengujian Hipotesis Dengan Path Coefficient ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Tabel 5 Hasil Path Coefficient Variabel / Konstruk Value Path Coefficient Hasil Salah Saji -> Fraud Bansos - 0. Ditolak Kesempatan -> Fraud Bansos - 0. Ditolak Tekanan-> Fraud Bansos Diterima Rasionalisasi -> Fraud Bansos < 0. Diterima Dari path coefficient di atas dapat dilihat nilai pengaruh positif atau negatif, dan untuk p - value yang digunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan hipotesis diterima atau hipotesis ditolak. Hipotesis dapat diterima jika p value < 0,05. Pengujian Hipotesis 1 Berdasarkan Tabel Tabel Path Coefficient terlihat bahwa Salah saji keuangan tidak berpengaruh terhadap Fraud Bantuan Sosial, ini dapat dilihat dari variabel Salah saji keuangan pada p- value sebesar 0,222 atau lebih besar dari > 0,05 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Salah saji keuangan terhadap Fraud Bantuan Sosial adalah tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian hipotesis pertama ditolak. H1 : Salah saji keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Fraud Bantuan Sosial. Pengujian Hipotesis 2 Berdasarkan Tabel Tabel Path Coefficient terlihat bahwa Kesempatan tidak berpengaruh terhadap Fraud Bantuan Sosial, ini dapat dilihat dari variabel Kesempatan pada p- value sebesar 0,128 atau lebih besar dari > 0,05 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Kesempatan terhadap Fraud Bantuan Sosial adalah tidak berpengaruh signifikan. Dengan demikian hipotesis pertama ditolak. H2 : Kesempatan tidak berpengaruh signifikan terhadap Fraud Bantuan Sosial. Pengujian Hipotesis 3 Berdasarkan Tabel Tabel Path Coefficient terlihat bahwa Tekanan berpengaruh terhadap Fraud Bantuan Sosial berpengaruh signifikan dengan arah positif, ini dapat dilihat dari variabel Tekanan pada p- value sebesar 0,001 atau lebih kecil dari < 0,05 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Tekanan terhadap Fraud Bantuan Sosial adalah positif signifikan. Dengan demikian hipotesis ketiga diterima. H3 : Tekanan berpengaruh signifikan terhadap Fraud Bantuan Sosial. Pengujian Hipotesis 4 Berdasarkan Tabel Tabel Path Coefficient terlihat bahwa Rasionalisasi berpengaruh terhadap Fraud Bantuan Sosial berpengaruh signifikan dengan arah positif, ini dapat dilihat dari variabel Tekanan pada pvalue sebesar < 0,001 atau lebih kecil dari < 0,05 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Rasionalisasi terhadap Fraud Bantuan Sosial adalah positif signifikan. Dengan demikian hipotesis ke empat H2 : Rasionalisasi berpengaruh signifikan terhadap Fraud Bantuan Sosial. Pembahasan Pembahasan mengemukakan interpretasi hasil, pengembangan argumen dengan mengaitkan hasil, teori, dan pendapat, termasuk perbandingan dengan hasil penelitian sebelumnya. Penting juga untuk meningkatkan kemungkinan hasil penelitiannya memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Bagian ini tidak menulis ulang data hasil penelitian. Seperti yang telah dipaparkan pada Analisis Determinan Fraud Dalam Distribusi Bantuan Sosial: Perspektif Fraud Triangle Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 kerangka konsep pemikiran pada Bab II, penelitian ini memiliki 4 . hipotesis yang akan dibahas hasilnya satu per satu berdasarkan data penelitian yang telah diolah menggunakan Warp PLS Versi 8. Pengaruh Salah Saji Keuangan terhadap Fraud Bantuan Sosial Dari pengujian hasil penelitian, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel Salah saji keuangan terhadap Fraud Bantuan Sosial pada Dinas Sosial di Kabupaten Batang . Hal ini sesuai dengan hasil dari p value yang bernilai sebesar 0,222 lebih dari > 0,05. Nilai path coefficient sebesar - 0,139 sehingga dapat dikatakan variabel salah saji keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Fraud Bantuan Sosial. Hal ini dapat di interprestasikan bahwa untuk variabel salah saji keuangan tidak berpengaruh terhadap fraud bantuan social di karenakan bahwasannya temuan dilapangan bahwasannya untuk bantuan sosial dalam bentuk bansos maupun PKH untuk masyarakat kurang mampu dan lansia . asyarakat lanjut Usi. tidak di cairkan dalam bentuk tunai semua melalui rekening masing Ae masing person dan di transfer dari pihak pusat dimana dalam hal ini dapat di jelaskan bahwa Dinas Sosial dalam pencairan bansos dan PKH tidak mencairkan dalam bentuk Cash atau uang tunai melainkan melalui rekening serta tidak juga dalam bentuk sembako. Jadi dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa dinas sosial tidak melakukan tindakan fraud berupa salah saji keuangan yaitu dengan Adanya salah saji disebabkan karena manipulasi dan meninggikan harga pada pos belanja rutin serta dalam penyusunan dan penggunaan anggaran tidak di temukannya Modus tindak pidana biasanya dilakukan dengan cara memperbesar jumlah anggaran untuk hal salah saji keuangan dikarenakan semua anggaran bantuan sosial berasal dari dinas sosial pusat dan dinas sosial daerah tidak di berikan wewenang untuk membuat anggaran untuk bantuan Sistem akuntabilitas pada Dinas Sosial di Kabupaten Batang sudah memadai jadi tidak memberi peluang untuk melakukan korupsi berupa salah saji keuangan. Untuk memperkuat statement berupa adanya penemuan dalam penelitian berupa kebijakan yang ada pada dinas sosial yang menyatakan bahwa untuk penyaluran dana bansos tidak berupa cash atau tunai sehingga tidak adanya penyajian dana bansos secara tunai. Penelitian ini tidak sesuai dengan peneltiannya oleh Cenap Ilter, . Richardson et al. , 2. dalam (Chiu, et al, 2. , (Chiu & Vasarhelyi, 2. W et al. , . , dan Trussel, . yang telah mengungkapkan bahwa salah saji keuangan berpengaruh terhadap fraud dikarenakan hasil pada penelitian ini tidak ada pengaruh antara variabel salah saji keuangan terhadap fraud bantuan sosial karena pihak penyedia bantuan sosial yaitu dinas sosial yang mengelola dan menyalurkan bantuan sosial adalah dinas sosial pusat dan penerimaan bantuan sosial di terimakan dalam bentuk transfer ke rekening penerima bantuan sosial sehingga tidak ada kegiatan yang dapat menyebabkan salah saji keuangan. Pengaruh Kesempatan terhadap Fraud Bantuan Sosial Dari pengujian hasil penelitian, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel Kesempatan terhadap Fraud Bantuan Sosial pada Dinas Sosial di Kabupaten Batang . Hal ini sesuai dengan hasil dari p value yang bernilai sebesar 0,128 lebih dari > 0,05. Nilai path coefficient sebesar - 0,193 sehingga dapat dikatakan variabel Kesempatan tidak berpengaruh signifikan positif terhadap variabel Fraud Bantuan Sosial. Hasil ini dapat diinterpretasikan bahwa semakin sedikitnya kesempatan yang di berikan maka Fraud akan semakin menurun dan sebaliknya jika kesempatan yang di berikan semakin tinggi maka Fraud bantuan sosial semakin tinggi. Penilaian Variabel Kesempatan. banyak dari responden menjawab setuju dengan pernyataan perusahaan membatasi akses informasi keuangan maupun non keuangan di tempat kerja saya dan dalam penggunaan uang maupun fasilitas kantor serta dalam penggunaan uang dan anggaran BANSOS. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pembatasan akses informasi keuangan ataupun non keuangan serta penggunaan uang ataupun fasilitas kantor dengan hal tersebut maka para pejabat pemerintah tidak dapat memiliki kesempatan untuk fraud bantuan sosial karena adanya pembatasan akses. Dan hal ini juga di dukung dengan studi lapangan yang menemukan bahwa bantuan sosial di berikan dalam bentuk non tunai langsung di transfer ke rekening penerima bantuan sosial sehingga meminimalisir kesempatan para pengelola dan para distribusi bantuan sosial yaitu dinas sosial, sehingga dengan adanya minimalisir kesempatan maka akan mengurangi tindakan fraud bantuan sosial. Untuk ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 memperkuat statement berupa adanya penemuan dalam penelitian berupa kebijakan yang ada pada dinas sosial yang menyatakan bahwa untuk penyaluran dana bansos tidak berupa cash atau tunai sehingga tidak adanya kesempatan dalam pengunaan dana bansos secara tunai Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ruankaew, . , (K. Norziaton et al. Cenap Ilter, . dan Kazimean, et al . pada penelitiannya mengungkapkan bahwa unsur kesempatan memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap Fraud. Untuk menekan angka fraud harus dilakukan pembatasan akses untuk pejabat pemerintah dalam hal keuangan maupun non keuangan dan peminjaman fasilitas kantor harus di berikan pembatasan akses yang banyaknya kesempatan yang diberikan oleh pejabat pemerintah tanpa memperketat pengendalian internal akan berdampak pada meningkatnya fraud. Pada transaksi keuangan maupun non keuangan didokumentasikan atau di catat tidak tepat waktu serta konfirmasi untuk semua pembayaran atau pengeluaran tidak cukup ketat sehingga memberikannya kesempatan bagi staff untuk melakukan tindakan Langkah awal untuk melakukan tindakan penipuan berupa yaitu yang pertama pemberian atau adanya kesempatan, seseorang yang diberikan kesempatan yang besar dengan pemberian kepercayaan, tidak diawasi dengan benar dan tidak adanya pembatasan dan maka seseorang itu mudah sekali untuk melakukan tindakan fraud. Kesempatan ini mudah sekali untuk di minimalisir karena berasal dari pengawasan dan kepercayaan, untuk menghindari adanya kesempatan kecurangan maka harus adanya pengawasan yang ketat serta pemberian kepercayaan yang cukup tidak berlebihan seperti semua hal yang berkaitan dengan keuangan maupun non keuangan diserahkan pada satu orang, jika masih banyaknya penyerahan tanggungjawab dengan kepercayaan tanpa adanya pengawasan yang ketat maka praktek fraud masih sering terjadi dipengaruhi oleh faktor banyaknya kesempatan. Pengaruh Tekanan terhadap Fraud Bantuan Sosial Dari pengujian hasil penelitian, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel tekanan terhadap Fraud Bantuan Sosial pada Dinas Sosial di Kabupaten Batang . Hal ini sesuai dengan hasil dari p value yang bernilai sebesar 0,001 kurang dari < 0,05. Nilai path coefficient sebesar 0,483 sehingga dapat dikatakan variabel Tekanan berpengaruh signifikan positif terhadap variabel Fraud Bantuan Sosial. Hasil ini dapat diinterpretasikan bahwa semakin banyaknya beban tekanan maka Fraud akan semakin meningkat dan sebaliknya jika beban tekanan semakin rendah atau semakin sedikit maka Fraud di Kabupaten Batang akan Banyaknya fraud yang dilihat dari variabel tekanan yang dapat memberikan hasil positif signifikan, penyebabnya yaitu karena pegawai di Dinas Sosial memiliki pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan atau pemasukan, tidak dapat memenuhi perkiraan keuangan untuk satu bulan dan banyak dari pejabat pemerintah menghadapi kebutuhan keuangan yang tidak terduga. Maka dapat disimpulkan bahwa para pegawai di dinas sosial mengalami tekanan keuangan yang besar untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan pengeluaran yang lebih besar dari pendapatan atau gaji setiap bulan sehingga masih banyaknya fraud karena tekanan finansial. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Penelitian yang dilakukan oleh (Kazimean, et al 2. Albrecht et al. Ruankaew, . , dan Cenap Ilter, . yang meneliti tentang Fraud Triangle theory yang dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan berpengaruh terhadap Fraud. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa beban keuangan atau pengeluaran per bulan lebih banyak dibutuhkan sedangkan gaji yang diterima hanya cukup untuk keperluan pokok saja sehingga dapat memberikan dampak berupa tindakan fraud karena tekanan keuangan dan tekanan karena gaya hidup yang mewah yang terpengaruh dari para rekan kerja. Seseorang dengan tekanan keuangan yang tinggi mudah sekali tertarik pada tindakan penipuan fraud, karena bagaimanapun semua kehidupan dan kebutuhan semuanya membutuhkan uang jadi setiap kali seseorang memiliki tekanan keuangan yang tinggi maka mudah sekali bagi orang tersebut untuk terpacu pada tindakan fraud untuk memenuhi kebutuhan sehari Ae hari yang tidak bisa di atasi oleh orang lain hanya diri sendiri yang bisa mengatasinya sehingga banyak kasus penipuan di berbagai tempat disebabkan atau dipengaruhi oleh tekanan keuangan. Pengaruh Rasionalisasi terhadap Fraud Bantuan Sosial Dari pengujian hasil penelitian, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel rasionalisasi terhadap Fraud Bantuan Sosial pada Dinas Sosial di Kabupaten Batang . Hal ini sesuai dengan hasil dari p Analisis Determinan Fraud Dalam Distribusi Bantuan Sosial: Perspektif Fraud Triangle Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 value yang bernilai sebesar <0,001 kurang dari < 0,05. Nilai path coefficient sebesar 0,544 sehingga dapat dikatakan variabel Rasionalisasi berpengaruh signifikan positif terhadap variabel Fraud Bantuan Sosial. Hasil ini dapat diinterpretasikan bahwa semakin banyaknya Rasionalisasi maka Fraud akan semakin meningkat dan sebaliknya jika rasionalisasi semakin rendah atau semakin sedikit maka Fraud di Kabupaten Batang akan rendah. Penilaian Variabel Rasionalisasi. banyak dari responden menjawab setuju dengan pernyataan Saya senang membantu teman - teman saya yang sedang mengalami kesulitan dengan cara meminjam uang kas atau pun fasilitas kantor di tempat kerja saya dan ini untuk tujuan yang baik. Saya tidak memiliki bantuan dari Jika saya tidak mengambil uang, saya akan kehilangan segalanya. Saya akan segera mengembalikan uang setelah saya mengatasi kesulitan keuangan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berpengaruhnya rasionalisasi terhadap fraud karena tingginya tingkat rasionalisasi yang diungkapkan pada pernyataan yang banyak menjawab setuju pada beberapa pernyataan. Sebagian dari pegawai pernah mengalamai perilaku dalam tindakan fraud untuk di rasionalisasikan menjadi hal yang biasa atau suatu kebiasaan. Tingkat rasionalisasi yang tinggi akan mempengaruhi tingginya fraud. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Slezak, . dalam Kazimean, et al . (Cromwell & Thurman, 2. dalam (Kazimean, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Albrecht et al. , . dan (Cressey, 1. dalam (Mansor. And Abdullahi, 2. Cenap Ilter, . Ruankaew, . yang meneliti tentang Fraud Triangle theory yang dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalisasi berpengaruh terhadap Fraud. Rasionalisasi yang tinggi menunjukkan bahwa pembenaran hal yang tidak etis seperti fraud juga akan tinggi karena setiap perbuatan kecurangan berasal diri sendiri dan lingkungan ketika lingkungan seperti di pemerintahan para pegawai biasa untuk melakukan tindakan yang dirasionalisasikan maka secara tidak langsung timbul tindakan penolakan perilaku yang tidak etis seperti fraud. Serta sebagian besar pegawai mengalami perilaku dalam tindakan fraud untuk di rasionalisasikan menjadi hal yang biasa atau suatu kebiasaan. Dalam hal ini menunjukkan bahwa tingkat rasionalisasi di dinas sosial di kabupaten Batang tinggi. sehingga rasionalisasi yang tinggi akan mempengaruhi tindakan fraud juga tinggi. KESIMPULAN Kesimpulan menjawab tujuan penelitian atau kajian berdasarkan pengertian yang lebih komprehensif dari hasil dan pembahasan penelitian. berdasarkan hasil analisis pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa variabel salah saji keuangan dan kesempatan tidak berpengaruh signifikan positif terhadap Fraud Bantuan Sosial di dinas sosial di Kabupaten Batang. Hal ini dapat di interprestasikan bahwa untuk variabel salah saji keuangan tidak berpengaruh terhadap fraud bantuan sosial di karenakan bahwasannya temuan dilapangan bahwasannya untuk bantuan sosial dalam bentuk bansos maupun PKH untuk masyarakat kurang mampu dan lansia . asyarakat lanjut Usi. tidak di cairkan dalam bentuk tunai semua melalui rekening masing Ae masing person dan di transfer dari pihak pusat dimana dalam hal ini dapat di jelaskan bahwa Dinas Sosial dalam pencairan bansos dan PKH tidak mencairkan dalam bentuk Cash atau uang tunai melainkan melalui rekening serta tidak juga dalam bentuk sembako. Untuk variabel kesempatan yaitu tidak berpengaruh karena adanya pembatasan akses informasi keuangan ataupun non keuangan serta penggunaan uang ataupun fasilitas kantor dengan hal tersebut maka para pejabat pemerintah tidak dapat memiliki kesempatan untuk fraud bantuan sosial karena adanya pembatasan akses. Dan hal ini juga di dukung dengan studi lapangan yang menemukan bahwa bantuan sosial di berikan dalam bentuk non tunai langsung di transfer ke rekening penerima bantuan sosial sehingga meminimalisir kesempatan para pengelola dan para distribusi bantuan sosial yaitu dinas sosial, sehingga dengan adanya minimalisir kesempatan maka akan mengurangi tindakan fraud bantuan sosial. Sedangkan untuk variabel tekanan dan rasionalisasi berpengaruh signifikan terhadap Fraud Bantuan Sosial pada dinas sosial di Kabupaten Batang dapat di simpulkan bahwa Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa beban keuangan atau pengeluaran per bulan lebih banyak dibutuhkan sedangkan gaji yang diterima hanya cukup untuk keperluan pokok saja sehingga dapat memberikan dampak berupa tindakan fraud karena tekanan keuangan dan tekanan karena gaya hidup yang mewah yang terpengaruh dari para rekan kerja. ISSN: 2338-113 E-ISSN : 2656-951 Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 01 Januari 2025 Seseorang dengan tekanan keuangan yang tinggi mudah sekali tertarik pada tindakan penipuan fraud, karena bagaimanapun semua kehidupan dan kebutuhan semuanya membutuhkan uang jadi setiap kali seseorang memiliki tekanan keuangan yang tinggi maka mudah sekali bagi orang tersebut untuk terpacu pada tindakan fraud untuk memenuhi kebutuhan sehari Ae hari yang tidak bisa di atasi oleh orang lain hanya diri sendiri yang bisa mengatasinya sehingga banyak kasus penipuan di berbagai tempat disebabkan atau dipengaruhi oleh tekanan keuangan. Untuk variabel rasionalisasi berpangaruh karena Rasionalisasi yang tinggi menunjukkan bahwa pembenaran hal yang tidak etis seperti fraud juga akan tinggi karena setiap perbuatan kecurangan berasal diri sendiri dan lingkungan ketika lingkungan seperti di pemerintahan para pegawai biasa untuk melakukan tindakan yang dirasionalisasikan maka secara tidak langsung timbul tindakan penolakan perilaku yang tidak etis seperti fraud. Serta sebagian besar pegawai mengalami perilaku dalam tindakan fraud untuk di rasionalisasikan menjadi hal yang biasa atau suatu kebiasaan. Dalam hal ini menunjukkan bahwa tingkat rasionalisasi di dinas sosial di kabupaten Batang tinggi. rasionalisasi yang tinggi akan mempengaruhi tindakan fraud juga tinggi. Keterbatasan Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Penelitian ini dilakukannya hanya pada satu wilayah di Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Batang sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi ke semua objek secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode survey tanpa dilengkapi dengan wawancara atau pertanyaan lisan, sehingga kemungkinan mempengaruhi validitas hasil. Jawaban responden belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan akan berbeda jika data diperoleh dengan wawancara. Saran dan Rekomendasi Penelitian ini telah dirancang dengan baik, namun hasil penelitian ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan, oleh karena itu beberapa saran diperlukan untuk memperbaiki penelitian selanjutnya : Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan metode lain seperti metode interview untuk mendapatkan kejujuran jawaban responden. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas area penelitian, tidak hanya pada di satu kota atau kabupaten, sehingga lebih dapat digeneralisasikan. Pada penelitian selanjutnya diharapkan peneliti dapat menambah beberapa variabel independen lain seperti kemampuan yang diduga juga dapat mempengaruhi tindakan Fraud. DAFTAR PUSTAKA