Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Dikirim: 18 Juli 2022. Diterima: 22 Juli 2022 ISSN: 2527-2772 PENGARUH PENANAMAN MODAL DAN KETERBUKAAN EKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Puji Aisyah Zahroti1*. Whinarko Juliprijanto2 Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar Jl. Kapt. Suparman No. 39 Kec. Magelang Utara. Kota Magelang. Jawa Tengah - 56116 *Korespondensi Penulis: puji. zahroti@students. Abstract: There are various factors both from within and outside the country that can affect the economic growth of a country. This study aims to analyze the effect of investment and economic openness on economic growth. The GDP variable represents economic growth, the investment variables used are FDI and GFCF. The variables of economic openness used are exports and imports. The data used is secondary data from the website of World Bank from 1991 to 2020. The data is processed using ECM followed by classical assumption test to find out the model used is Best Linear Unbias Estimation (BLUE). The results showed that in the long term and short term FDI had no significant effect on economic growth. While other variables are GFCF, exports and imports in the short and long term have a significant effect on economic growth . Keywords: FDI. GFCF. Ekspor. Impor. Economic Growth __________________________________________________________________ PENDAHULUAN Indonesia ialah satu dari banyaknya negara berkembang di dunia. Hal tersebut didukung dengan keadaan ekonomi yang belum kuat atau masih berkembang sehingga kesejahteraan masyarakat belum tercapai sepenuhnya (Hasibuan, 2. Dalam menjalankan roda perekonomian, berbagai upaya dilakukan negara berkembang untuk mendorong pertumbuhan Pertumbuhan ekonomi ialah sebuah proses keadaan perekonomian suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu menjadi lebih baik (Todaro, 2. Karena itu, peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama di beberapa negara yang masih berstatus berkembang termasuk Indonesia. Dalam data World Bank, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 1991 hingga tahun 2020 yang berfluktuasi dengan rata-rata sebesar 4. Sepanjang sejarah, tingkat pertumbuhan ekonomi pernah dua kali terjun bebas hingga bernilai negatif yaitu di tahun 1998 Tahun 1998 nilai pertumbuhan ekonomi sebesar -13,12% merupakan dampak dari krisis ekonomi global. Pemerintah dengan berbagai upaya berusaha memperbaiki keadaan sehingga pada tahun berikutnya terjadi pertumbuhan ekonomi yang positif hingga mencapai nilai 0,79%. Selanjutnya di tahun 2020 nilai pertumbuhan ekonomi sebesar -2,07% merupakan dampak dari pandemi covid-19 yang melahirkan berbagai kebijakan yang membatasi kegiatan ekonomi masyarakat untuk menekan angka penyebarannya. BPS . menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dihitung berdasarkan pergerakan nilai Gross Domestic Product (GDP) yang merupakan jumlah nilai tambah output yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu. Mankiw . berpendapat bahwa konsep GDP dibuat dengan tujuan untuk meringkas aktivitas ekonomi dengan suatu nilai uang tertentu dalam jangka waktu tertentu. Terdapat berbagai faktor dari dalam negeri dan luar negeri yang mempengaruhi nilai GDP di Indonesia seperti penanaman modal dan keterbukaan ekonomi. Penanaman modal atau investasi ialah kegiatan menempatkan sejumlah dana ke suatu aset dalam jangka waktu tertentu (Farid & Siswanto 1. Harapannya dana tersebut dapat dipelihara sehingga nilainya bertambah dan memberikan return positif atau dalam kata lain membawa peningkatan kekayaan (Sutha, 2. Indonesia penanaman modal dapat berasal dari luar negeri yaitu Foreign Direct Investment (FDI) dan berasal dari dalam negeri yaitu Gross Fixed Domestic Product (GFCF). Noor . mendefinisikan FDI sebagai kegiatan penanaman modal dalam faktor produksi tertentu untuk membuat atau membangun usaha di luar negeri. Hasil analisis Windayana & Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Darsana . menerangkan pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu positif dan Masuknya FDI ke Indonesia dapat menambah ketersediaan modal untuk mendorong peningkatan output kemudian membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Sedangkan GFCF merupakan bentuk investasi dalam pengeluaran pemerintah. Dalam analisis Zasriati . menjelaskan pengaruh GFCF terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu positif dan Kenaikan nilai GFCF akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Faktor lain yang mempengaruhi nilai GDP yaitu keterbukaan ekonomi suatu negara. Mankiw . menjelaskan bahwa keterbukaan ekonomi dalam suatu negara ditunjukkan melalui penyelenggaraan ekspor dan impor. Analisis Bambungan et al. menunjukkan bahwa dalam jangka pendek pengaruh ekspor Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi secara statistik signifikan, namun pada jangka panjang sebaliknya. Sedangkan pengaruh impor Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi di jangka pendek dan jangka panjang secara statistik tidak signifikan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh penanaman modal dan keterbukaan ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam periode waktu 1991-2020. Variabel GDP dipakai mewakili pertumbuhan ekonomi, variabel FDI dan GFCF dipakai mewakili penanaman modal dan variabel keterbukaan ekonomi yang digunakan yaitu ekspor dan impor. Analisis dilakukan menggunakan analisis Error Correction Model (ECM). TINJAUAN PUSTAKA Pengaruh Penanaman Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Thomas Robert mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh faktor ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, modal dan organisasi kemudian faktor non ekonomi berupa keamanan kekayaan, kepastian hukum, etos kerja dan kedisiplinan. Diantara faktor tersebut modal dianggap memiliki pengaruh yang kuat. Sesuai dengan teori Malthus sehingga dibutuhkan akumulasi modal akan membantu produksi dapat berjalan dan mengalami peningkatan. Dalam teori neoklasik Robert Solow menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dicapai jika terjadi peningkatan output yang dipengaruhi oleh kombinasi antara modal dan tenaga kerja yang berarti tinggi atau rendahnya output yang dihasilkan berbanding lurus dengan kombinasi antara modal dan tenaga kerja. Kasmir & Jakfar . berpendapat bahwa penanaman modal dapat berupa proyek fisik maupun non fisik dalam berbagai bidang usaha yang memiliki periode relatif panjang. Hal tersebut selaras dengan pendapat Haming & Basalamah . yang mengatakan bahwa penanaman modal berupa pengeluaran yang dilakukan saat ini untuk membeli aset fisik. Aset fisik ini dapat berupa perlengkapan guna menunjang kemampuan produksi (Sukirno, 2. Dalam teori klasik, penanaman modal dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berproduksi. Teori Harrod-Domar mengungkapkan bahwa terdapat hubungan positif antara penanaman modal dengan pendapatan negara. Artinya, kemudahan penanaman modal mendorong masyarakat melakukan investasi dan akhirnya berimbas pada peningkatan pendapatan negara. Dalam teori ini juga dijelaskan kegiatan penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi ekonomi. Dengan demikian penanaman modal memiliki peranan penting dalam suatu perekonomian di masa sekarang maupun masa mendatang karena dapat mendorong kapasitas produksi sehingga output mengalami kenaikan dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan di masyarakat dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pengaruh FDI terhadap Pertumbuhan Ekonomi Salvatore . menyebutkan bahwa FDI dialokasikan ke dalam aset-aset nyata seperti pabrik, barang modal, tanah dan berbagai peralatan inventaris. FDI dilakukan dengan cara mendirikan atau mengembangkan sebuah perusahaan di negara lain (Krugman, 1. Jhingan . menyebutkan bahwa FDI berperan dalam mempercepat investasi dan mobilisasi dana untuk keperluan pembangunan infrastruktur pemerintah. Selain itu. FDI juga dipandang sebagai bentuk dukungan jangka panjang dari suatu negara dalam bidang manajemen, perusahaan, transfer Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 teknologi bahkan konsultasi pakar yang kemudian dimanfaatkan oleh negara tujuan untuk mendongkrak ataupun meningkatkan perekonomiannya melalui pembentukan modal. Analisis Andinata et al. menjelaskan di negara-negara anggota ASEAN pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi ialah positif dan signifikan, sejalan dengan Prawira . dengan studi kasus negara Indonesia. Sebaliknya analisis Oktaviana . menyebutkan pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi tidak signifikan. Pengaruh GFCF terhadap Pertumbuhan Ekonomi Selain dari luar negeri, investasi juga dapat berasal dari dalam negeri. Salah satu jenis investasi yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu Gross Fixed Capital Formation (GFCF). Rajni . berpendapat bahwa GFCF merupakan salah satu variabel pembentuk GDP sisi pengeluaran yang kemudian digunakan sebagai indikator investasi dalam BPS mendefinisikan Gross Fixed Capital Formation (GFCF) atau pembentukan modal tetap bruto sebagai pengeluaran yang bersumber dari unit produksi guna menambah aset tetap kemudian dikurangi pengurangan aset tetap bekas. Hasil studi empiris yang dilakukan Badan Pusat Statistika menjelaskan bahwa GFCF merupakan faktor penting untuk mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Analisis (Amri & Aimon, 2017. Buwono, 2. menunjukkan pengaruh GFCF terhadap pertumbuhan ekonomi positif dan signifikan yang berarti peningkatan investasi dalam negeri mendorong pertumbuhan ekonomi. Pengaruh Keterbukaan Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Selain penanaman modal, keterbukaan ekonomi juga menjadi salah satu faktor pendorong Ekonomi terbuka ialah perekonomian yang intensif berinteraksi dengan dunia luar salah satunya melalui perdagangan internasional yang memungkinkan adanya ekspor dan impor. Adanya kegiatan perdagangan berupa ekspor dan impor dapat membuka akses pasar yang lebih Pengaruh Ekspor dengan Pertumbuhan Ekonomi Teori klasik yang dikemukakan oleh Schumpeter menunjukkan peran pengusaha dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi sangat penting. Pengusaha disini ialah golongan yang tidak berhenti berinovasi dalam hal memperkenalkan barang-barang baru, meningkatkan efisiensi produksi, memperluas pasar suatu barang, mengembangkan bahan mentah dan mengadakan perubahan dalam kelompok untuk meningkatkan efisiensi dalam berkegiatan ekonomi (Sukirno. Kegiatan ekspor dalam teori Schumpeter merupakan salah satu usaha dalam memperluas pasar suatu barang. Ekspor diartikan sebagai sebuah kegiatan dalam perdagangan menjual barang dan jasa ke negara lain dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Triyoso, 2. Adanya kegiatan ekspor mengharap pembayaran valuta asing (M. S, 2. Sesuai teori perdagangan internasional yang menjelaskan bahwa kenaikan ekspor akan meningkatkan arus modal yang masuk ke dalam negeri sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam negeri. Analisis World Bank menjelaskan ekspor merupakan penggerak perekonomian suatu negara. Ketika suatu negara dapat memaksimalkan ekspor dengan keunggulan komparatifnya maka akan mendorong negara tersebut menjadi negara maju. Dengan demikian ekspor merupakan salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan. Analisis Hodijah & Angelina . menunjukkan pengaruh ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi ialah positif dan signifikan, yang berarti adanya peningkatan ekspor mengakibatkan peningkatan produksi dalam negeri dan berakhir pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Pengaruh Impor terhadap Pertumbuhan Ekonomi Impor yang ialah kegiatan memasukkan barang dan jasa dalam suatu negara (Susilo, 2. Impor dilakukan dengan ketentuan yang berlaku dan dibayar dengan valuta asing (Purnamawati. Analisis Hodijah & Angelina . menunjukkan pengaruh impor terhadap pertumbuhan ekonomi tidak signifikan terhadap yang berarti adanya peningkatan barang impor ke dalam negeri akan menurunkan produktivitas dalam negeri sehingga akan memperlambat pertumbuhan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk dapat memahami permasalahan dengan pengujian teori yang ada (Cresswell, 1. Data dalam penelitian ialah data sekunder atau data siap pakai dari laman World Bank yaitu Gross Domestic Product (GDP). Foreign Direct Investment (FDI). Gross Fixed Capital Formation (GFCF). Ekspor dan Impor negara Indonesia. Sedangkan tipe data yang akan dilakukan dalam analisis regresi ialah data time series dalam rentang 30 tahun yaitu tahun 1991 hingga tahun 2020. Pemilihan data didasarkan pada kebutuhan serta tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penanaman modal dan keterbukaan ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengolahan data dilakukan menggunakan ECM (Error Correction Mode. dengan tujuan penggunaan model ini adalah menghindari adanya masalah regresi lancung (Widarjono, 2. Persamaan jangka panjang: GDPt = 0 1 FDIt 2 GFCFt 3 Eksport 4 Import At . Persamaan jangka pendek DGDPt = 0 1 D(FDIt ) 2 D(GFCFt ) 3 D(Ekspor. 4 D(Import ) ECT At . Dimana: GDP = Gross Domestic Bruto/Produk Domestik Bruto FDI = Foreign Direct Invesment/Penanaman Modal Asing Langsung GFCF = Gross Fixed Capital Formation/Pembentukan Modal Tetaap Buto Ekspor = Ekspor Impor = Impor Uji Stasioner Uji Stasioner dengan ADF (Augmented Dicky Fulle. untuk menguji apakah data yang digunakan bersifat stasioner. Selain itu, agar dapat mengetahui data dalam penelitian stasioner pada derajat berapa (Wooldridge, 2. Uji Kointegrasi Uji Kointegrasi dengan ADF (Augmented Dicky Fulle. untuk menghindari adanya regresi lancung akibat tingginya koefisien determinasi namun tidak ada hubungan variabel bebas dan terikat (Widarjono, 2. Error Correction Model (ECM) Error Correction Model atau model kesalahan koreksi digunakan untuk mengestimasi dua variabel yang terkointegrasi dengan mengoreksi error dalam jangka pendek yang masing-masing belum seimbang. Untuk menilai apakah ECM yang digunakan dalam penelitian valid dapat dilihat melalui signifikansi nilai Error Correction Term (Widarjono, 2. Uji Asumsi Klasik Widarjono . menjelaskan uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui model dalam penelitian memiliki sifat bias atau Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji F Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat secara simultan. Uji t Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Stasioner Tabel 1. Hasil Uji Augmented Dicky Fuller Level Variabel t-Statistic Prob. GDP FDI GFCF Ekspor Impor 1st Difference t-Statistic Prob. Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 1 diketahui pada derajat level nilai probabilitas masing-masing variabel dalam penelitian tidak signifikan pada alfa 5% dan 10% yang berarti masing-masing variabel yaitu GDP. FDI. GFCF, ekspor dan impor tidak stasioner. Sedangkan pada tingkat 1st difference nilai probabilitas variabel GDP. FDI, ekspor dan impor signifikan pada alfa 5% dan variabel GFCF signifikan pada alfa 10% yang berarti masing-masing variabel dalam penelitian stasioner pada 1st Uji Kointegrasi Tabel 2. Hasil Uji Kointegrasi t-Statistic Prob. Augmented Dickey Fuller test Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 2, diketahui nilai probabilitas residual yang dihasilkan signifikan pada alfa 5% yang berarti terjadi kointegrasi. Dengan demikian terdapat keseimbangan antara variabelvariabel yang digunakan dalam jangka panjang. Error Correction Model (ECM) Error Correction Model Jangka Panjang Tabel 3. Hasil ECM Jangka Panjang Variable Coefficient FDI GFCF Ekspor Impor 21E 10 R-squared F-statistic Prob(F-statisti. t-Statistic 16E 09 Prob. Sumber : data diolah Hasil estimasi ECM pada tabel 3 dapat dirumuskan sebagai berikut: GDS = . 21E . 461282(FDI) 2. 694192(GFCF) 1. 955762(Ekspo. Oe 419440(Impo. Berdasakan Tabel 3, diketahui nilai R2 (R-squar. 997520 yang berarti total variasi GDP dapat dijelaskan oleh variabel FDI. GFCF. Ekspor dan Impor sebesar 99% dan 1% dijelaskan variabel lain di luar model. Koefisien FDI sebesar 0. 461282 berarti ketika terjadi perubahan nilai FDI sebesar 1% maka akan terjadi perubahan nilai GDP sebesar 0. Koefisien GFCF ssebesar 694192 yang berarti ketika terjadi perubahan GFCF sebesar 1% maka akan terjadi perubahan nilai GDP sebesar 2. Koefisien ekspor sebesar 1. 955762 yang berarti ketika terjadi perubahan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 nilai ekspor sebesar 1% maka terjadi perubahan nilai GDP sebesar 1. Koefisien impor 1. 419440 yang berarti setiap perubahan nilai Impor sebesar 1% makan akan terjadi perubahan nilai GDP sebesar -1. Error Correction Model Jangka Pendek Tabel 4. Hasil ECM Jangka Pendek Variable Coefficient D_FDI D_GFCF D_Ekspor D_Impor Resid01_ECT(-. 59E 09 R-squared F-statistic Prob(F-statisti. t-Statistic Prob. Sumber : data diolah Hasil estimasi ECM pada tabel 4 dapat dirumuskan sebagai berikut: yayayaycI = . Oe 0. 498056 ya. ayayaya ) 1. Oe 788069ya. Oe 0. Berdasarkan Tabel 4, diketahui nilai koefisien ECT bertanda negatif dengan probabilitas 0795480 yang berarti signifikan pada alfa 10% sehingga model ECM dalam penelitian dipastikan valid dan dapat menjelaskan hubungan jangka pendek antar variabel penelitian. Nilai R2 (R-square. 950485 yang berarti total variasi GDP dapat dijelaskan oleh variabel FDI. GFCF. Ekspor dan Impor sebesar 95% dan 5% dijelaskan oleh variabel lain dari luar model Dari hasil estimasi dapat diketahui dalam jangka panjang koefisien FDI sebesar 0. 585261, berarti ketika terjadi perubahan nilai FDI sebesar 1% maka akan terjadi perubahan nilai GDP sebesar -0. Koefisien GFCF sebesar 2. 498056 yang berarti ketika terjadi perubahan GFCF sebesar 1% maka akan terjadi perubahan nilai GDP sebesar 2. Koefisien eskpor sebesar 405497 yang berarti ketika terjadi perubahan nilai ekspor sebesar 1% maka terjadi perubahan nilai GDP sebesar 1. Koefisien impor sebesar -0. 788069 yang berarti setiap perubahan nilai Impor sebesar 1% makan akan terjadi perubahan nilai GDP sebesar -0. Uji Asumsi Klasik Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Sumber : data diolah Berdasarkan gambar 1, diketahui nilai probabilitas yang dihasilkan lebih besar dari alfa 5% yang berarti data dalam penelitian berdistribusi normal dan tidak ada data outler sehingga terbebas dari masalahan autokorelasi. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Uji Multikolinearitas Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Variabel D_FDI D_GFCF D_Ekspor D_Impor Resid01_ECT(-. Coefficient Variance 06E 19 Uncentered VIF Centered VIF Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 5. diketahui nilai centered VIF (Variance Inflation Faktor. masing-masing variabel dalam penelitian kurang dari 10 yang berarti dalam model penelitian tidak ada korelasi antar variabel sehingga model terbebas dari permasalahan multikolinearitas. Uji Autokorelasi Tabel 6. Uji Autokorelasi F-statistic Obs*R-squared Prob. Prob. Chisquare . Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 6, diketahui nilai probabilitas Chi-square lebih besar dari alfa 5% yang berarti model dalam penelitian terbebas dari masalah autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Tabel 7. Uji Heteroskedatisitas F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 7, diketahui nilai probabilitas Chi-square lebih besar dari alfa 5% yang berarti model dalam penelitian terbebas dari masalah heteroskedastisitas. Uji Signifikansi Jangka Pendek Uji F Tabel 8. Uji F Variabel F-statistic Prob(F-statisti. Coefficient Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 8. diketahui nilai probabilitas F-statistic signifikan pada alfa 5% yang berarti secara simultan di jangka pendek pengaruh FDI. GFCF, ekspor dan impor signifikan terhadap GDP. Uji t Tabel 9. Uji t Variable D_FDI D_GFCF D_Ekspor D_Impor Coefficient t-Statistic Prob. Sumber : data diolah Berdasarkan Tabel 9, diketahui nilai probabilitas GFCF, ekspor dan impor signifikan pada alfa 5% sehingga dalam jangka pendek variabel tersebut pengaruhnya signifikan terhadap GDP. Sedangkan nilai probabilitas FDI tidak sigifikan pada alfa 5% sehingga dalam jangka pendek FDI pengaruhnya signifikan terhadap GDP. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil analisis menjelaskan di jangka pendek pengaruh FDI negatif dan tidak signifikan terhadap GDP. Sedangkan di jangka panjang pengaruh FDI positif namun tidak signifikan terhadap GDP. Hasil sama diperoleh (Bayu Windayana & Darsana, 2020. Oktaviana, 2016. Supratiyoningsih & Nyoman, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa FDI secara maksimal belum bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara maksimal karena nilai FDI di Indonesia masih berkisar negatif yang artinya investasi asing yang keluar jumlahnya lebih besar daripada yang masuk ke dalam Indonesia. Septiantoro et al. menyebutkan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi masuknya investasi asing langsung atau FDI masuk ke negara ASEAN termasuk Indonesia yaitu, stabilitas politik, komponen penyusun proksi political stability and absence violence terrorism, dan keterbukaan ekonominya. Pengaruh Gross Fixed Capital Formation (GFCF) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil analisis menunjukkan di jangka pendek dan jangka panjang pengaruh GFCF positif dan signifikan terhadap GDP. Hasil sama diperoleh Fauziyah & Juliprijanto . bahkan dalam penelitian Hikmah & Sugiharti . pengaruh GFCF pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelum pandemi covid-19 dan setelah pandemi covid-19. Hal tersebut membuktikan bahwa investasi dalam negeri memiliki peranan penting untuk mendorong perbaikan ekonomi bahkan saat terjadi krisis ekonomi dunia akibat kebijakan pembatasan kegiatan ekonomi akibat pandemi covid-19. Dengan demikian, kenaikan investasi dalam negeri ini akan menambah stok modal dalam produksi sehingga output dapat meningkat sesuai dengan teori Malthus yang menjelaskan bahwa akumulasi modal atau investasi dibutuhkan untuk membantu memperlancar proses produksi dan upaya peningkatan produksi. Selain itu, dalam teori neoklasik juga dijelaskan bahwa investasi ialah salah satu faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Pengaruh Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil analisis menunjukkan di jangka pendek dan jangka panjang pengaruh ekspor positif dan signifikan terhadap GDP. Hasil tersebut sesuai dengan teori klasik yang dikemukakan Schumpeter menyatakan bahwa pengusaha memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara berinovasi dalam menjual produknya salah satu inovasi tersebut yaitu memperluas pasar hingga luar negeri. Dengan demikian pertambahan nilai ekspor dapat mendorong pertumbuhan Hasil sama diperoleh Astuti et al. selaras dengan teori perdagangan internasional yang menerangkan bahwa kenaikan ekspor akan menaikkan aliran arus modal ke dalam negeri sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam negeri. Pengaruh Impor terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil analisis menunjukkan di jangka pendek dan jangka panjang pengaruh impor negatif dan signifikan terhadap GDP selaras dengan teori perdagangan internasional bahwa kenaikan barang impor yang masuk ke dalam negeri akan memperketat persaingan sehingga dapat menurunkan produktivitas dalam negeri hingga memperlambat perekonomian. Hasil sama dalam penelitian Putri & Siladjaja . sesuai persamaan perhitungan GDP menggunakan pendekatan pengeluaran, dimana besarnya GDP dibentuk dari nilai ekspor neto dimana ekspor neto merupakan hasil pengurangan nilai ekspor dari nilai impor, sehingga tingginya nilai ekspor akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil estimasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Error Correction Model (ECM) dalam penelitian valid dan layak digunakan. Uji asumsi klasik juga memperlihatkan bahwa model tersebut merupakan model terbaik dan terbebas dari bias atau bersifat BLUE (Best Linear Unbias Estimatio. Hasil analisis dan pembahasan menerangkan secara simultan FDI. GFCF, ekspor dan impor berpengaruh terhadap nilai GDP. Di jangka pendek pengaruh FDI negatif dan signifikan terhadap GDP sedangkan di jangka panjang pengaruh FDI positif namun tidak signifikan terhadap Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 GDP. Variabel lain GFCF di jangka pendek maupun jangka panjang pengaruhnya positif dan signifikan terhadap GDP. Variabel ekspor juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap GDP di jangka pendek dan jangka panjang sedangkan variabel impor sebaliknya, di jangka pendek dan panjang pengaruhnya negatif dan signifikan terhadap GDP. Penulis menyadari bahwa penelitian ini belum cukup sempurna dan memiliki keterbatasan dalam variasi data, harapannya dalam penelitian selanjutnya dapat dilanjutkan dengan variasi data yang lebih spesifik. DAFTAR PUSTAKA