e-ISSN: 2827_9883 e-journal. id/index. php/talim fai@unmuhkupang. Volume 5. Juli 2025 SENI DAN BUDAYA ISLAMI DALAM MUHAMMADIYAH SEBAGAI STRATEGI DAN MEDIA DAKWAH Ilfiana Iffah Jihada. Nurul Humaidi. Muhammad Tamrin3 Universitas Muhammadiyah Kupang Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Kupang iffahjihada02@gmail. *khasa_tamrin@yahoo. Abstract In the Basic Concept of Muhammadiyah Personality, it is emphasized that the Identity / essence of Muhammadiyah is an Islamic movement, da'wah amar ma'ruf nahi munkar and tajdid, which is based on the Qur'an and Sunnah implemented in various aspects, namely education, health, social, economic, arts and culture, and other aspects. This study focuses on the Muhammadiyah da'wah movement through the Arts and Culture aspect. This is because many entertainment programs are none other than art which is the result of human creativity, such as music, drama, dance, and others. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques, namely library studies. The results of this study are that Muhammadiyah gave birth to Cultural da'wah as a strategy in instilling Islamic values in all dimensions of life by improving the potential and tendencies of humans as cultural beings in general. Muhammadiyah also utilizes arts and culture as a medium for da'wah (Islamic outreac. through performing arts such as wayang . , vocal and musical arts such as drum bands or Islamic songs, and literary arts such as literary works in books, magazines, and other forms, which always centered on da'wah, social struggle, and moral Keywords: Arts and Culture. Muhammadiyah. Da'wah Strategy and Media Abstrak Dalam Konsep Dasar Kepribadian Muhammadiyah ditegaskan bahwa Identitas / hakikat Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah amar maAoruf nahi munkar dan tajdid, yang bersumber pada Al QurAoan dan Sunnah dilaksanakan dalam berbagai aspek, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, seni dan budaya, dan aspek lainnya. Penelitian ini memfokuskan pada Gerakan dakwah Muhammadiyah melalui aspek Seni dan Budaya. Hal ini dikarenakan banyaknya program-program hiburan yang tidak lain adalah berupa seni yang merupakan hasil karya kreativitas manusia, seperti musik, drama, tari, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka. Hasil penelitan ini adalah Muhammadiyah melahirkan dakwah Kultural sebagai strategi dalam menanamkan nilainilai Islam pada seluruh dimensi kehidupan dengan memperbaiki potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas. Muhammadiyah juga menggunakan Seni dan Budaya sebagai media Dakwah melalui seni pertunjukkan seperti Wayang, seni suara dan musik seperti drumband atau lagu-lagu yang berciri Islami, dan seni sastra seperti karya-karya sastra berupa buku dan majalah atau dalam bentuk lain selalu bertemakan dakwah, perjuangan sosial, dan pengembangan moral. Kata Kunci: Seni Budaya. Muhammadiyah. Strategi dan Media Dakwah TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume, 5 No. Juli . PENDAHULUAN Kelahiran Muhammadiyah merupakan perwujudan cita-cita dan gagasan KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah digagas oleh KH. Ahmad Dahlan dan secara resmi sebagai organisasi disepakati pada tanggal 18 November 1912 di Kampung Kauman Yogyakarta. Dalam Konsep Dasar Kepribadian Muhammadiyah ditegaskan bahwa Identitas / hakikat Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah amar maAoruf nahi munkar dan tajdid, yang bersumber pada Al QurAoan dan Sunnah dilaksanakan dalam berbagai aspek, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, seni dan budaya, dan aspek lainnya. Ahmad Dahlan menggunakan seni dalam dakwahnya dengan menggunakan alat musik yang dibuat dan biasa dipakai oleh orang belanda yang mayoritas beragama non muslim, sehingga beliau mendapat penolakan dan hujatan dan disebut sebagai Kiyai Kafir. Kehidupan manusia sehari-hari pada masa ini diintervensi dan dipadati oleh programprogram hiburan yang tidak lain adalah berupa seni yang merupakan hasil karya kreativitas manusia, seperti musik, drama, tari, dan lain-lain. Hal ini dapat mempengaruhi penikmat seni melalui karya-karyanya. Dan Islam melalui Al-QurAoan sangat menghargai seni. Allah SWT mengajak umatnya untuk memandang seluruh alam jagad raya ini yang telah diciptakan dengan serasi dan indah. (Wildan, 2. Seni adalah sebuah keahlian dalam membuat karya yang bermutu yang bisa menimbulkan rasa indah bagi orang yang melihat, mendengar dan merasakannya. Sedangkan Kebudayaan atau Culture adalah sebuah pemikiran yang menghasilkan sebuah karya yang tidak berakar dari nurani namun melalui proses belajar yang hanya bisa dicetuskan oleh manusia. Oleh karena itu, seni dan budaya adalah karya yang memiliki nilai keindahan yang di cetuskan oleh manusia. Seni dan Budaya dalam Muhammadiyah merupakan strategi dan media dakwah yang disebut dengan Dakwah Kultural. Konsep Dakwah Kultural didorong oleh keinginan Muhammadiyah untuk mengembangkan sayap dakwahnya menyentuh ke seluruh lapisan umat Islam yang beragam kondisi sosio-kulturalnya. Muhammadiyah memahami tentang multikulturasime dan plurarisme keindonesiaan dalam menghadapi gerusan zaman. Dahulu Muhammadiyah lebih dikenal sebagai gerakan purifikasi, maka sekarang Muhammadiah harus mulai memainkan peran dakwahnya melalui proses kultural. Dakwah kultural memiliki makna dakwah Islam yang cair dengan berbagai kondisi dan aktivitas masyarakat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seni budaya Islam dalam Muhammadiyah sebagai strategi dan media dakwah. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang saya gunakan yaitu metode kualitatif dan menggunakan jenis pendekatan penelitian studi kepustakaan (Library Researc. , yaitu berisi teori-teori yang relavan dengan masalah-masalah penelitian. Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku buku, literaturliteratur, catatancatatan dan laporan laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan (Sugiyono, 2. Dalam penelitian studi pustaka setidaknya ada empat ciri utama yang penulis perlu perhatikan diantaranya : Pertama, bahwa penulis atau peneliti berhadapan langsung dengan TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume, 5 No. Juli . atau data angka, bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan. Kedua, data pustaka bersifat Ausiap pakaiAy artinya peniliti tidak terjung langsung kelapangan karena peneliti berhadapan langsung dengan sumber data yang ada di perpustakaan. Ketiga, bahwa data pustaka umumnya adalah sumber sekunder, dalam arti bahwa peneliti memperoleh bahan atau data dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari data pertama di lapangan. Keempat, bahwa kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh runga dan waktu (Ibrahim, 2. Berdasarkan dengan hal tersebut diatas, maka pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen . aik yang berbentuk cetak maupun elektroni. serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang terkait seni dan budaya dalam Muhammadiyah. Pengumpulan data ini berupa pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang terdiri dari sumber data sekunder dan sumber primer. Sumber primer yaitu dokumen yang berisi pengetahuan ilmiah atau fakta yang diketahui ataupun tentang ide, yani berupa buku, artikel, dan lain sebagainya. Sedangkan sumber sekunder yanitu dokumen yang berisi informasi tentang bahan pustaka, yakni seperti bahan referensi . cuan/rujuka. Adapun Proses analisis data yang dilakukan penelitian ini menggunakan tiga langkah yaitu Reduksi data. Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Seni dan Budaya Islami Menurut kamus besar bahasa Indonesia seni ialah keahlian membuat karya yang Seni ialah karya yang diciptakan dengan keahlian luar biasa, dan seni juga diartikan sebagai kesanggupan akal untuk menciptakan suatu yang bernilai tinggi. Sehingga seni artinya gabungan dari pemikiran, keahlian yang melibatkan keterampilan fisik dan hasil akhir yang termanifestasi dalam bentuk atau gerakan. (Felix, 2. Secara umum seni sering digunakan dalam menggambarkan keindahan, ungkapan perasaan, imajinasi, intuisi, estetis dan lain-lain, seperti seni rupa, seni musik dan seni sastra. (Rizali N. , 2. Konsep kesenian mengikut perspektif Islam ialah membimbing manusia ke arah konsep tauhid dan pengabdian diri kepada Allah. (Wildan, 2. Teori Ernst Diez menyatakan bahwa seni Islam atau seni yang Islamis adalah seni yang mengungkapkan sikap pengabdian kepada Allah. Kemudian untuk melengkapi pernyataan ini. Abdul Jabbar Beg menyatakan bahwa suatu seni menjadi Islamis, jika hasil seni itu mengungkapkan pandangan hidup kaum Muslimin, yaitu konsep tauhid. (Khomaeny, 2018. Hal ini dimaksudkan bahwa seni Islam ialah seni yang bertitik tolak dari akidah Islam dan berpegang kepada doktrin tauhid yaitu pengesaan Allah dan seterusnya direalisasikan dalam karya-karya seni. Ia tidak bertolak dari akidah, syarah dan akhlak. Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan Islam tentang Islam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan. Adapun Kebudayaan adalah sebuah pemikiran yang menghasilkan sebuah karya yang tidak berakar dari nurani namun melalui proses belajar yang hanya bisa dicetuskan oleh Seni adalah sebahagian daripada kebudayaan. Din al-Islam meliputi agama kebudayaan, maka dengan sendirinya kesenian merupakan sebahagian din al-Islam. Ia juga diturunkan untuk menjawab fitrah, naluri atau keperluan asasi manusia yang mengarah TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume, 5 No. Juli . kepada keselamatan dan kesenangan. Seperti dalam Firman Allah dalam Q. S Al-AAoraf ayat 31 dan 32. AOaIaO a aI aaO aOIaaEaI aI a E aaE aI a acO aEEaO aO aaO aO aE a aOo aIacN aE Oaa E aI aO aIA ca A aE aN aOEA ACi CaE N aaO aEEacaO aI aIIaO AaO E aOO a EI aO a aEAa OacO aIA a AcEEa EacaO a aA a A aO A a A Ia aIA aACaE aII aca aI aOIaA a AEA AEC aO aI ai E aE aaE Ia aA aEA A aECaOI OacEa aIO aIA a AE OA yang artinya Au Wahai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu ketika waktu sembahyang. Makanlah dan minumlah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak mengasih orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah Ausiapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang dikeluarkanNya untuk hambahambaNya dan rezeki yang baik. Kebudayaan dalam Islam menurut Muhammadiyah adalah sebuah keniscayaan, karena manusia merupakan makhluk yang mendunia . halifatulah filard. , yang memiliki kemampuan yang diberikan oleh Allah dalam meningkatkan dirinya selaku makhluk berakal budi sehingga manusia selalu mengembangkan kebudayaan. (Khomaeny, 2018. Seni dan budaya adalah sebuah sistem koheren. Seni budaya adalah seni yang telah membudaya dalam suatu komunitas tertentu dan berkembangnya seni merupakan pertanda dari kekayaan dan kelengkapan budaya komunitas bersangkutan. (Rifai, 2. Allah Swt menciptakan manusia dengan memberikan akal yang dapat menciptakan sesuatu yang bisa disebut dengan seni atau budaya. Manusia juga diberikan rasa atau perasaan untuk menghayati dan merasakan sesuatu. Akal manusia memiliki daya berpikir dan perasaan, dengan akal manusia membentuk pengetahuan dengan konsep. Manusia juga diciptakan dengan anggota tubuh yang lengkap, dimana akal dan anggota tubuh bisa menghasilkan bentuk-bentuk yang menyenangkan yang bersifat estetika yaitu seni. Sehingga melalui seni dan budaya diharapkan mampu dijadikan sarana untuk mengajak berbuat baik . aAru. , dan mencegah perbuatan tercela . serta membangun kehidupan yang berkeadaban dan bermoral. Di samping itu diharapkan dapat mengembangkan dan menumbuhkan perasaan halus, keindahan dan kebenaran menuju keseimbangan AumaterialspiritualA. Seni dan Budaya dalam Muhammadiyah sebagai Strategi dan Media Dakwah Rasa seni merupakan salah satu fitrah manusia yang dianugerahkan Allah yang harus dipelihara dan disalurkan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Allah Dan dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhamadiyah (PHIWM) yang merupakan hasil keputusan muktamar ke-44 tahun 2000 di Jakarta, serta Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 138/KEP/I. 0/B/2014 tentang Tanfidz Keputusan Musyawarah Nasional (Muna. Tarjih XXVII. Muhammadiyah berpandangan bahw Islam adalah agama fitrah, yaitu agama yang berisi ajaran yang tidak berten- tangan dengan fitrah manusia, bahkan justru menyalurkan dan mengatur tuntutan fitrah tersebut, termasuk di dalamnya fitrah (Hidayat, 2004. Maka dari itu. Jika beragama merupakan fitrah manusia, maka berbudaya dan berkesenian pun adalah naluri manusia. Dalam pedoman tersebut juga menyatakan bahwa Setiap warga Muhammadiyah baik dalam menciptakan maupun menikmati seni dan budaya selain dapat menumbuhkan perasaan halus dan keindahan juga menjadikan seni dan budaya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai media atau sarana da'wah untuk membangun kehidupan yang berkeadaban. Selanjutnya Hukum Islam TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume, 5 No. Juli . tentang kesenian adalah mubah/boleh, sejauh tidak ada larangan agama dalam cara maupun tujuannya. Bahkan kalau tujuannya untuk dakwah, karena dakwah hukumnya wajib, maka kesenian hukumnya dapat menjadi sunnah atau wajib, paling tidak menjadi wajib kifayah. Hal ini merujuk pada kaidah ushul fiqh tentang muamalah duniawiyah yang menyatakan Au alaslu fiil Asyyaa al-ibahah,hatta yadullu dalil ala tahrimAy yang berarti asal hukum sesuatu adalah boleh, sampai datang dalil yang , namun hukum seni dan budaya bisa menjadi wajib ain dan wajib kifayah apabila dalam kerangka dakwah, dan menjadi hal yang dapat menyempurnakan kewajiban. Dalam Muhammadiyah Seni dan Budaya merupakan salah satu Gerakan dakwah Muhammadiyah. Pada awal 2002. Muhammadiyah Menggelar Halaqah Nasional di Surakarta dengan Tema Au Dialektika Agama dan Pluralitas Budaya Lokal: Apresiasi terhadap Seni Lokal NusantaraAy. Halaqah Nasional ini sebagai titik balik sikap Muhammadiyah tentang kebudayaan dan kesenian. Dalam Muhammadiyah, budaya itu besifat dinamis dan terus bergerak dalam ruang dan waktu. Selanjutnya hasil dari Halaqah maupun beberapa forum yang serupa, maka melahirkan konsep AuDakwah KulturalAy yang disahkan dalam Tanwir Muhammadiyah tahun 2002 di Bali. Dakwah kultural merupakan upaya menanamkan nilai-nilai Islam dalam seluruh dimensi kehidupan dengan memperbaiki potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas, dalam rangka menghasilkan kultur baru yang bernilai Islami sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (Sari Zamah & Dkk, 2. Sebagai strategi Dakwah. Muhammadiyah menyebarkan ajaran agama dengan berusaha memahami konteks budaya setempat sehingga membangun koneksi yang lebih kuat antara Muhammadiyah dan masyarakat local. Dakwah dalam budaya local harus memperhatikan, pertama, pengenalan terhadap berbagai aspek ajaran agama. Kedua, pengenalan mengenai seluk beluk kebudayaan local beserta tata kehidupan masyarakat termasuk adat istiadat. Bahasa, kesusasteraan, seni, dan pandangan hidup. Ketiga, pengenalan tentang kenyataan masa kini, perubahan dan fenomena yang timbul di masyarakat. Keempat, penguasaan sejarah dan penggunaan imajinasi. (Sari Zamah & Dkk, 2. Hal ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki sikap terbuka terhadap budaya lokal, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Seni dan Budaya dijadikan sebagai media dakwah yaitu sebagai alat yang dipakai sebagai perantara untuk melaksanakan kegiatan dakwah, agar tujuan dakwah tercapai. Adapun beberapa contoh Seni dan Budaya sebagai media dakwah adalah sebagai berikut: seni audio visual art yaitu pementasan wayang. Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah seperti sumatera dan Semenanjung Malaya. Wayang sebagai seni budaya klasik tradisional. Wayang bagi masyarakat Jawa tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan alat komunikasi yang mampu menghubungkan kehendak dalang lewat alur cerita, sehingga dapat menginformasikan pendidikan dan penerangan. Termasuk di dalamnya juga dapat digunakan sebagai media pengembangan Agama Islam . akwah Islamiya. Metode dakwah melalui pertunjukkan Wayang diterapkan oleh Sunan Kalijaga dan masih dilestarikan oleh beberapa orang yang bergelut di dunia perwayangan. Salah satunya adalah wayang Golek atau disebut wayang Santri yang dipertunjukkan oleh Ki Enthus Susmono. Strategi dakwah wayang santri Ki Enthus Susmono meliputi unsur TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume, 5 No. Juli . dakwah di antaranya media dakwah yang digunakan adalah wayang golek namun dinamakan wayang santri, metode dakwah dengan cerita pewayangan dan sisipan humor serta di tinjau dari estetika pertunjukan seperti catur, sabet dan karawitan, materi dakwah meliputi masalah keimanan, syariAoah dan akhlak, yang kedua. Efek dakwah wayang santri Ki Enthus Susmono dilihat dari tiga aspek : kognitif, afektif dan behavioral. (Fuad Anisul & Nurhidayat Apit, 2. Seni musik juga bisa digunakan sebagai media dalam penyampaian dakwah. Hal tersebut dilakukan agar pesan yang disampaikan tidak kering atau monoton. Adapun genre musik sendiri mempunyai banyak model salah satunya adalah religi. Musik religi merupakan musik yang terikat ajaranajaran agama, setiap lirik lagunya merupakan sebuah ajakan kebaikan dan mempunyai nuansa damai dan tenang bagi (Nugroho Wahyu & Najiyah Nana, 2. Musik dan seni suara yang diterima dalam Islam dapat dibagi menurut keperluan dan tatanan estetiknya sebagai berikut: . jenis seni suara yang sepenuhnya tunduk pada estetika Al-QurAanseperti tilawah, qirah dan lain-lain. Berkaitan dengan seruan salat dan ibadah seperti atau yang dimaksud sebagai bagian dari ibadah seperti tahmid, takbir, zikir, wirid dan lain-lain. Puncak dari jenis handasah al-sawt seperti ini ialah samaA, . konser keruhanian sufi yang dilengkapi dengan orkestra, pembacaan puisi dan gerak tari tertentu. Seni improvisasi bunyi dari alat musik tertentu atau instrumentalia dan suara. Misalnya seni Rebana Biang dan banyak jenis seperti itu ditemukan dalam kehidupan masyarakat Muslim. Lagu-lagu dengan tema keagamaan, perjuangan menegakkan agama. lagu-lagu dengan tema falsafah atau tema keislaman secara (Khomaeny, 2018. Dalam seni musik. Muhammadiyah membentuk pasukan Genderang. Torempet, dan Seruling (GPTS) untuk menunnjukkan semangat kemajuan Muhammadiyah. Dan sampai sekarang pasukan ini dikenal dengan istilah Drumband. Drumband merupakan seni musik dengan berbagai alat musiknya yang selalu ada dan banyak pada satuan Lembaga Pendidikan secara umum, teurtama di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah. Selain itu. Lagu Mars Muhammadiyah yang berjudul Sang Surya. Lagu ini Menggambarkan esensi lambang Muhammadiyah, yaitu kalimat syahadat, simbol matahari, dan warna hijau. Lagu ini juga memiliki makna dakwah di dalamnya yaitu Menginspirasi umat Muslim untuk bangkit dari kemalasan dan fokus pada urusan akhirat serta Mengajak untuk selalu mendengar dan taat pada perintah Allah Menjalankan Islam dengan tulus dan ikhlas. Seni sastra . adalah segala sesuatu yang tertulis dan tercetak. Seni sastra dalam Islam sangat dipengaruhi oleh al-QurAan yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun. Seni sastra al-QurAan memiliki susunan kata dan kalimat serta gaya bahasa . ilai estetik. yang luar biasa indahnya, di samping kandungannya yang demikian kuat, dan membuat pendengarnya terpesona. Karya sastra dalam Muhammadiyah dihasilkan oleh intelektual Muhammadiyah berupa buku, majalah suara Muhammadiyah atau dalam bentuk lain selalu bertemakan dakwah, perjuangan sosial, dan pengembangan moral. Dakwah melalui Seni dan Budaya atau Dakwah Kultural tidak mengubah wajah Muhammadiyah sebagai Gerakan dakwah amar maAoruf nahi munkar, tetapi hanya mengubah TAAoLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Volume, 5 No. Juli . strategi dakwah menjadi lebih dinamis, kreatif, dan inovatif. dakwah kultural sebenarnya akan mengokohkan prinsip-prinsip dakwah dan amar makruf nahi munkar Muhammadiyah yang bertumpu pada tiga prinsip : tabsyir, islah, dan tajdid. (Hidayat, 2004. Menurut Fadjar Sutardi, seorag Seniman. Ketua Majelis Tarjih PCM Sumberlawang. Sragen Jawa Tengah dalam Suara Muhammadiyyah Edisi 24 bulan Desember 2023, beliau mengatakan bahwa Konsep sebelum Islam berkemajuan itu sifatnya sporadis dan keras . ebih suka fiki. sehingga target pengajian di Muhammadiyah dicukupkan hanya persoalaan Fikih. Dan menurut beliau seni dan budaya bisa menjadi penawar agar dakwah tidak sporadis sekaligus penyeimbang dakwah Muhammadiyah. Gerakan Islam Berkemajuan. Muhammadiyah secara struktural memiliki Lembaga Seni dan Budaya (LSB). Muhammadiyah membentuk LSB ditingkat pusat dan wilayah dengan menerapkan strategi pemahaman apresiasi seni. Pertama, membangun interaksi dengan komunitas seni dan mefmfasilitasi terbentuknya ikatan seniman. Kedua, menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah untuk memperkenalkan seni sastra, teater, dan film. Lembaga Seni dan Budaya menjadi wadah untuk mengelola aktivitas seni dan budaya yang relevan dengan misi dakwah Muhammadiyah. Selain itu, munculnya ilmu Kesenian dalam perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) memberikan warna baru dalam pengembangan ilmu di kalangan PTM dan dapat meningkatkan dakwah Kultural Muhammadiyah melalu seni dan Budaya. SIMPULAN Seni adalah sebahagian daripada kebudayaan. Din al-Islam meliputi agama kebudayaan, maka dengan sendirinya kesenian merupakan sebahagian din al-Islam. Ia juga diturunkan untuk menjawab fitrah, naluri atau keperluan asasi manusia yang mengarah kepada keselamatan dan kesenangan. kesenian dalam Hukum Islam adalah mubah/boleh, sejauh tidak ada larangan agama dalam cara maupun tujuannya. Dalam Muhammadiyah Seni dan Budaya merupakan salah satu Gerakan dakwah Muhammadiyah. Muhammadiyah melahirkan dakwah Kultural sebagai strategi dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada seluruh dimensi kehidupan dengan memperbaiki potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas. Muhammadiyah juga menggunakan Seni dan Budaya sebagai media Dakwah melalui seni pertunjukkan seperti Wayang, seni suara dan musik seperti drumband atau lagu-lagu yang berciri Islami, dan seni sastra seperti karya-karya sastra berupa buku dan majalah atau dalam bentuk lain selalu bertemakan dakwah, perjuangan sosial, dan pengembangan moral. DAFTAR PUSTAKA