JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Strategi Pemanfaatan e-BMD dalam Mewujudkan Administrasi yang Akuntabel di SMKPP Negeri Mataram Lina Budiarti1*. Maulidian Nadita Iswari1. Mohamad Mustari1 1 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. *Corresponding Author: Lina Budiarti. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. smkpp@gmail. DOI: 10. 29303/jpap. A 2026 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemanfaatan aplikasi Electronic Barang Milik Daerah . -BMD) dalam mewujudkan administrasi yang akuntabel di SMKPP Negeri Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan e-BMD, pengelolaan aset sekolah menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian data inventaris, keterlambatan penyusunan laporan, dan tingginya risiko kesalahan pencatatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekolah menerapkan strategi berupa penguatan kapasitas sumber daya manusia, inventarisasi ulang aset, penerapan barcode, serta integrasi sistem pelaporan digital. Implementasi e-BMD terbukti meningkatkan efektivitas pengelolaan aset, memperbaiki ketertiban administrasi, mempercepat penyusunan laporan, dan meminimalkan kesalahan pencatatan. Selain itu, digitalisasi melalui e-BMD mendukung terwujudnya tata kelola aset sekolah yang lebih transparan, tertib, dan Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan Barang Milik Daerah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas administrasi dan akuntabilitas pengelolaan aset di lingkungan sekolah. Kata Kunci: e-BMD. Administrasi Aset. Akuntabilitas. Digitalisasi. Barang Milik Daerah. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang Transformasi digital tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Pemanfaatan memungkinkan proses administrasi berjalan lebih cepat, sistematis, efektif, dan efisien. Dalam konteks pemerintahan daerah, digitalisasi administrasi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Perubahan menuju sistem administrasi berbasis digital semakin penting seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang Pemerintah dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta dapat Salah satu aspek yang mendapatkan perhatian penting dalam administrasi pemerintahan adalah pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Pengelolaan aset daerah yang baik akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik karena aset merupakan sarana utama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan Menurut Putri dan Hidayat . pemanfaatan teknologi informasi dalam administrasi pemerintahan mempercepat proses pengelolaan data secara Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem digital tidak hanya memberikan kemudahan dalam administrasi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas tata kelola organisasi. Barang Milik Daerah merupakan seluruh barang yang diperoleh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun sumber lain yang sah. Dalam lingkungan pendidikan, aset daerah mencakup gedung sekolah, peralatan belajar, meja, kursi, komputer, laboratorium, hingga fasilitas penunjang lainnya. ___________ Sitasi: Budiarti. Iswari. , & Mustari. Strategi Pemanfaatan e-BMD dalam Mewujudkan Administrasi yang Akuntabel di SMKPP Negeri Mataram. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 289Ae292. https://doi. org/10. 29303/jpap. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Seluruh aset tersebut harus dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pendidikan. Pengelolaan aset daerah bukan hanya berkaitan dengan pencatatan barang, tetapi juga menyangkut pelaporan aset. Oleh karena itu, administrasi aset membutuhkan sistem yang mampu memastikan seluruh data barang tercatat secara akurat dan mudah Namun, pada kenyataannya masih banyak lembaga pendidikan yang melakukan pengelolaan aset secara manual. Sistem administrasi yang masih konvensional sering menimbulkan berbagai persoalan, seperti data inventaris yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan, keterlambatan laporan, serta rendahnya efektivitas pengawasan aset. Selain itu, pencatatan manual juga meningkatkan risiko kehilangan data dan kesalahan input administrasi. Penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Nugroho . menjelaskan bahwa pengelolaan inventaris sekolah secara manual cenderung menimbulkan ketidakteraturan administrasi karena proses pencatatan membutuhkan waktu yang lama dan rentan terhadap kesalahan manusia . uman erro. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem administrasi manual sudah tidak lagi efektif digunakan pada era digital. Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan aset daerah, pemerintah mulai menerapkan sistem digital berbasis aplikasi yang dikenal dengan Electronic Barang Milik Daerah . -BMD). Aplikasi e-BMD merupakan sistem informasi yang digunakan untuk mendukung proses pelaporan aset daerah secara digital dan terintegrasi. Penggunaan e-BMD memberikan kemudahan bagi instansi pemerintah dalam mengelola aset secara lebih tertib dan transparan. Sistem ini memungkinkan seluruh data aset tersimpan secara terpusat sehingga mempermudah proses pengawasan dan pelaporan administrasi. Selain itu, pemanfaatan sistem digital juga dapat mengurangi risiko kehilangan data serta mempercepat proses inventarisasi barang. Rahmawati dan Lestari . menyatakan bahwa implementasi aplikasi e-BMD mampu meningkatkan transparansi pengelolaan aset daerah karena seluruh data barang dapat dipantau secara real-time oleh pihak terkait. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa digitalisasi administrasi aset membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan SMKPP Negeri Mataram sebagai salah satu lembaga pendidikan negeri juga menghadapi tantangan Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 289-292 dalam pengelolaan aset sekolah. Sebelum penerapan optimal aplikasi e-BMD, administrasi aset di sekolah masih dilakukan secara manual menggunakan buku inventaris dan dokumen administrasi konvensional. Kondisi tersebut menyebabkan proses pencatatan dan pelaporan aset berjalan kurang efektif. Beberapa kendala yang muncul antara lain keterlambatan pembaruan data inventaris, sulitnya melakukan pelacakan aset, serta ketidaksesuaian antara data administrasi dengan kondisi fisik barang di lapangan. Selain itu, proses penyusunan laporan inventaris membutuhkan waktu cukup lama karena data harus direkap secara manual. Hidayat et al. menjelaskan bahwa penerapan sistem administrasi aset berbasis digital pada lembaga pendidikan dapat meningkatkan efisiensi kerja serta mempermudah pengawasan inventaris barang. Digitalisasi administrasi juga membantu sekolah dalam menciptakan sistem tata kelola yang lebih modern dan Berdasarkan permasalahan tersebut, penerapan e-BMD menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan aset di SMKPP Negeri Mataram. Sistem digital ini tidak hanya membantu mempercepat proses administrasi, tetapi juga mendukung terciptanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Barang Milik Daerah. Penelitian ini penting dilakukan karena dapat memberikan gambaran mengenai strategi pemanfaatan e-BMD dalam mewujudkan administrasi yang akuntabel di lingkungan sekolah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan aset berbasis digital. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan memahami secara mendalam fenomena pemanfaatan aplikasi eBMD dalam pengelolaan administrasi aset sekolah. Sugiyono . menjelaskan bahwa penelitian kualitatif digunakan untuk memahami kondisi sosial secara mendalam berdasarkan data yang diperoleh secara Penelitian ini berfokus pada penggambaran situasi nyata terkait implementasi e-BMD di SMKPP Negeri Mataram. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi pengelolaan aset dan implementasi aplikasi e-BMD di Dokumentasi Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan administrasi aset sekolah. Sementara itu, studi pustaka dilakukan dengan mengkaji jurnal, artikel ilmiah, dan regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan Barang Milik Daerah. Wijaya dan Saputra . menyatakan bahwa penggunaan observasi dan dokumentasi sangat efektif dalam penelitian administrasi karena mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pengelolaan organisasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Miles. Huberman, dan Saldaya . menjelaskan bahwa analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data dianggap memadai. Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 289-292 Hasil Penerapan Barcode pada Aset Setiap aset sekolah diberikan barcode untuk mempermudah proses identifikasi barang. Barcode inventarisasi dan pengawasan aset. karena setiap barang memiliki identitas khusus yang dapat dipindai secara digital. Integrasi Sistem Pelaporan Seluruh proses pengadaan, pemindahan, dan penghapusan aset langsung diinput ke dalam aplikasi e-BMD supaya, data inventaris dapat diperbarui secara berkala dan laporan aset dapat disusun lebih cepat. Rahmawati dan Lestari . menjelaskan bahwa integrasi sistem pelaporan administrasi serta mempermudah proses audit aset Sebelum penerapan aplikasi Electronic Barang Milik Daerah . -BMD), pengelolaan aset di SMKPP Negeri Mataram masih dilakukan secara manual melalui pencatatan pada buku inventaris dan dokumen Sistem tersebut menyebabkan proses administrasi aset berjalan kurang efektif karena seluruh data harus dicatat dan diperbarui secara konvensional. ketidaksesuaian antara data inventaris dengan kondisi fisik barang di lapangan. Perubahan lokasi barang sering kali tidak langsung dicatat sehingga menyebabkan data inventaris menjadi tidak akurat. Selain itu, proses pencatatan manual juga meningkatkan risiko human error. Strategi Pemanfaatan e-BMD di SMKPP Negeri Mataram: Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Sekolah memberikan pelatihan kepada pengurus barang dan tenaga administrasi terkait penggunaan aplikasi e-BMD. yang bertujuan meningkatkan pencatatan, pembaruan data, dan penyusunan laporan inventaris secara digital. Menurut Hidayat et . , keberhasilan implementasi sistem administrasi digital sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi yang digunakan. Inventarisasi dan Validasi Data Aset Sekolah melakukan pendataan ulang seluruh aset untuk memastikan kesesuaian antara data fisik barang dengan data pada sistem e-BMD. Proses inventarisasi dilakukan secara bertahap agar seluruh barang dapat tercatat dengan baik. Langkah tersebut membantu sekolah dalam memperbaiki data inventaris yang sebelumnya tidak sinkron akibat pencatatan manual. Pembahasan Implementasi aplikasi e-BMD di SMKPP Negeri Mataram menunjukkan adanya perubahan positif dalam sistem pengelolaan aset sekolah. Digitalisasi administrasi membantu sekolah dalam menciptakan tata kelola aset yang lebih tertib, efektif, dan transparan. Sebelum penerapan e-BMD, proses administrasi aset masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan berbagai kendala seperti keterlambatan laporan, ketidaksesuaian data inventaris, dan rendahnya efektivitas pengawasan barang. Setelah penggunaan sistem digital, pengelolaan aset menjadi lebih sistematis karena seluruh data tersimpan dalam satu sistem Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian Putri dan Hidayat . yang menyatakan bahwa transformasi digital dalam administrasi publik mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan data serta mempercepat proses pelayanan administrasi. Penguatan kapasitas sumber daya manusia implementasi e-BMD. Pengurus barang yang memahami penggunaan aplikasi dapat melakukan pengelolaan inventaris secara lebih tertib dan akurat. Pelatihan yang dilakukan sekolah membantu meningkatkan kemampuan teknis pengguna sehingga proses administrasi berjalan lebih optimal. Selain itu, penerapan barcode pada aset sekolah memberikan dampak positif terhadap efektivitas inventarisasi Dengan barcode, proses pengecekan aset dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pencatatan manual. Hal ini sejalan dengan penelitian Nugroho dan Pratiwi . yang menjelaskan bahwa penggunaan barcode dalam administrasi aset mampu meningkatkan efisiensi Hasil dan Pembahasan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan pengawasan inventaris dan mengurangi kesalahan pencatatan data. Implementasi e-BMD juga mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Barang Milik Daerah. Seluruh data inventaris dapat dipantau secara real-time sehingga mempermudah proses audit dan evaluasi administrasi aset. Transparansi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola sekolah yang profesional. Rahmawati dan Lestari . menyebutkan bahwa penggunaan sistem administrasi aset berbasis digital mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan mempermudah pengawasan aset pemerintah Meskipun memberikan banyak manfaat, implementasi e-BMD masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan jaringan internet, perlunya pembaruan data secara rutin, dan adaptasi pengguna terhadap teknologi baru. Oleh karena itu, diperlukan komitmen sekolah dalam melakukan pendampingan dan pengawasan penggunaan sistem secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, penerapan e-BMD di SMKPP Negeri Mataram menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi aset mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan Barang Milik Daerah serta mendukung terciptanya administrasi sekolah yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Kesimpulan Pemanfaatan aplikasi Electronik Barang Milik Daerah . -BMD) di SMKPP Negeri Mataram memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas administrasi aset sekolah. Sebelum penerapan sistem digital tersebut, pengelolaan aset masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian data inventaris, keterlambatan penyusunan laporan, serta tingginya risiko kesalahan pencatatan. Kondisi tersebut menyebabkan proses administrasi aset menjadi kurang efektif dan kurang mendukung terciptanya tata kelola sekolah yang transparan. Penerapan e-BMD menjadi solusi dalam memperbaiki sistem administrasi aset sekolah. Melalui strategi penguatan sumber daya manusia, inventarisasi ulang aset, penerapan barcode, serta integrasi sistem pelaporan digital, pengelolaan Barang Milik Daerah di SMKPP Negeri Mataram menjadi lebih tertib, sistematis, dan akurat. Sistem digital juga membantu mempercepat proses pelaporan dan mempermudah pengawasan aset secara real-time. Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 289-292 Selain meningkatkan efektivitas administrasi, implementasi e-BMD juga mendukung terciptanya prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan aset daerah. Seluruh data inventaris dapat dipantau secara lebih mudah sehingga mempermudah proses audit maupun evaluasi administrasi. Dengan demikian, pemanfaatan e-BMD tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi kerja administrasi sekolah, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih profesional dan modern. Ucapan Terimakasih Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya artikel ini. Penulis menyampaikan terima kasih kepada SMKPP Negeri Mataram atas kesempatan dan dukungan selama penelitian, serta kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pihak yang telah memberikan informasi dan bantuan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing atas arahan dan masukan yang diberikan, serta kepada keluarga dan temanteman atas doa, dukungan, dan semangat selama proses penyusunan penelitian ini. Daftar Pustaka