Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Sosialisasi Anti Perundungan pada Siswa Kelas 4C SD Negeri 75 Kota Bengkulu melalui Film Pendek Anti Perundungan (Gerobak Perdamaia. Syahrika Ardiyani LubisA. Lesti HeriyantiA. LedyawatiA Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Indonesia syahrikaards@gmail. comA, lestiheriyanti@umb. idA, ledyawati@umb. Submitted: 08th April 2024 | Edited: 24th June 2024 | Issued: 01st July 2024 Cited on: Lubis. Heriyanti. , & Ledyawat. Sosialisasi Anti Perundungan pada Siswa Kelas 4C SD Negeri 75 Kota Bengkulu melalui Film Pendek Anti Perundungan (Gerobak Perdamaia. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 4. , 304-309. ABSTRAK Bullying atau perundungan merupakan sebuah kata yang mempunyai makna sebagai suatu tindakan yang kurang menyenangkan secara verbal maupun non-verbal. Di dalam dunia pendidikan, perundungan menjadi dinamika karena menjadi tantangan bagi para pendidik untuk membentuk karakter siswa. Masalah perundungan ini sering terjadi di ruang lingkup sekolah dengan siswa sebagai pelaku utama. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang sosialisasi yang dilakukan pada siswa kelas 4C di SD Negeri 75 Kota Bengkulu agar mencegah perilaku tindakan perundungan yang terjadi lingkungan sekolah. Akibat dari perundungan ini juga sangat merugikan korban, siswa yang menjadi korban perundungan akan lebih cenderung tertutup, merasa tidak percaya diri, dan tidak bersemangat untuk sekolah. Metode pelaksanaan sosialisasi meliputi : persiapan, pelaksanaan dan presentasi. Sosialisasi ini didukung oleh guru wali kelas karena di anggap sebagai salah satu pendidikan karakter bagi siswa dan menambah pengetahuan siswa terkait dengan materi. Diharapkan pula siswa yang menjadi korban perundungan menjadi lebih berani untuk bersuara mengadukan tindak perundungan kepada guru wali kelasnya. Kata Kunci: Sosialisasi. Perundungan. Sekolah ABSTRACT Bullying or negotiation is a word that has a meaning as an unpleasant action verbally or non-verbally. In the world of education, negotiation is a dynamic thing because it is a challenge for educators to shape the character of students. This negotiation problem often occurs in the school environment with students as the main actors. Therefore, this research is aimed at examining the socialization carried out on class 4C students at SD Negeri 75 Bengkulu to prevent the behavior of negotiation actions that occur in the school As a result of this negotiation which is also a very detrimental victim, learners who are victims of negotiation are more likely to close themselves, feel insecure, and are not eager to go to school. The method of implementing socialization includes: preparation, implementation and presentation. This socialization is supported by the class teacher because it is considered as one of the character education for students and adds insight to students related to the material. It is expected that students who are victims of negotiations will be more courageous to voice their complaints to their class teachers. Keywords: Socialization. Bullying. School Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PENDAHULUAN Bullying atau perundungan merupakan sebuah kata yang mempunyai makna sebagai suatu tindakan yang kurang menyenangkan secara verbal maupun non-verbal. Tindakan tidak menyenangkan secara verbal disampaikan melalui kata-kata ataupun secara tidak langsung, seperti misalnya mengejek, mengintimidasi, merendahkan, dan mengolok orang lain melalui kata-kata. Sedangkan tindakan tidak menyenangkan nonverbal merupakan tindakan yang dilakukan secara langsung seperti misalnya memukul dan menggertak (Makassar et al. , 2. Bullying merupakan tindakan penyalahgunaan pada kekuatan berlebih seperti materi, fisik, dan mental. Tindakan ini seperti melakukan kekerasan fisik yang mengakibatkan lawan menjadi lemah mental, merasa terancam, dan tidak mampu melawan. Istilah Bullying di ambil dari kata AuBullAy (Bahasa Inggri. yang berarti banteng yang suka menanduk. Pihak Pelaku Bully biasanya disebut Bully (Tim Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA), 2. Perundungan menjadi sebuah dinamika dalam dunia pendidikan, dikarenakan hal tersebut merupakan tantangan bagi para pendidik untuk membentuk karakter siswa. Sekolah merupakan tempat siswa untuk membentuk karakter dan menemukan jati dirinya, sehingga pendidik tidak hanya menanamkan ilmu namun juga bertugas untuk mengarahkan siswa memiliki karakter yang baik . Nurdiana. Muslimin. Abd. Aziz. Sida, 2. Masalah perundungan menjadi masalah yang sering ditemui di lingkungan sekolah, dan didalam hal ini siswa menjadi pelaku utamanya. Banyak kasus perundungan yang sampai di tahap kekerasan fisik yang membuat siswa menjadi merasa bebas untuk melakukan intimidasi, pelecehan, dan penindasan sehingga hal ini menjadi perbincangan umum (Fajar Al Arif Fitriana & Fauzi, 2. Perundungan banyak terjadi di lingkungan pendidikan, terutama di lingkungan Sekolah Dasar yang sudah menginjak kelas tinggi. Hal ini terjadi dikarenakan pada umur mereka yang masih beranjak untuk remaja, mereka sedang membentuk karakter dan sedang dalam proses menemukan jati diri mereka, sehingga mereka sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan. Dalam masa-masa beranjak remaja ini diperlukan adanya pengawasan oleh orang tua di lingkungan rumah dan guru di lingkungan sekolah. Pada umumnya tindakan perundungan ini dialami oleh anak yang lemah, pendiam, pemalu, ataupun anak berkebutuhan khusus (Raisya & Aliyyah, 2. Munculnya perilaku bullying bisa terjadi karena beberapa faktor lingkungan antara lain yaitu faktor keluarga. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. sekolah, teman sebaya, dan melalui media (Hermini et al. , 2. Tindakan perundungan sangat rentan terjadi di sekolah karena adanya sekelompok senioritas yang memiliki kuasa dan kekuatan, seperti misalnya siswa SD yang sudah kelas tinggi melakukan tindakan perundungan terhadap adik kelasnya. Hal ini membuat ketakutan dan bahkan dapat menimbulkan trauma terhadap korban perundungan, sehingga berimbas kepada prestasi ataupun bolos sekolah (Tauhid et al. , 2. Sosialisasi merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengedukasi siswa tentang menghindari perilaku perundungan. Tujuan dari sosialisasi anti perundungan ini adalah untuk mengedukasi siswa terkait hal-hal yang memicu perundungan, jenis-jenis perundungan, dan hukun yang berlaku bagi perlaku perundungan. Diharapkan siswa yang menjadi korban perundungan menjadi lebih berani bersuara untuk membela dirinya dan berani untuk melaporkan perundungan kepada pihak yang berwajib. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan memberikan contoh perundungan terhadap Dengan menayangkan sebuah film pendek yang disediakan oleh channel Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI, berjudul AuFilm Pendek Anti Perundungan Ae Gerobak PerdamaianAy. Film ini bercerita tentang seorang anak yang mengalami perundungan, dan ada makna yang terkandung dalam film pendek ini yang dapat dipetik oleh siswa yaitu perundungan tidak harus dibalas dengan kekerasan dan lebih mencintai perdamaian agar tercipta sebuah lingkungan yang lebih kondusif dan tentram. METODE Metode yang saya gunakan pada saat bersosialisasi pada siswa SD agar lebih kondusif adalah dengan melalui film pendek. Dengan menyajikan sebuah film sebelum memulai materi, siswa akan lebih tertarik untuk menonton film terlebih dahulu, dan di dalam film akan langsung terlihat contoh-contoh dari perundungan sehingga siswa akan lebih paham terkait materi yang akan disampaikan setelahnya. Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi terhadap siswa, ada beberapa alat yang perlu disiapkan guna memaksimalkan kegiatan. Sosialisasi di adakan di kelas 4C. SD Negeri 75 Kota Bengkulu. Jumlah siswa dari kelas 4C ialah sebanyak Beberapa persiapan sebelum melakukan kegiatan sosialisasi yakni : Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Meminta izin terhadap kepala sekolah dan wali kelas 4C untuk melakukan kegiatan sosialisasi di kelas 4C, serta menentukan waktu untuk melangsungkan kegiatan Mempersiapkan materi untuk siswa. Yaitu menayangkan film pendek yang disediakan oleh kemdikbud RI melaluo channel Youtube : Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI. Berjudul AuFilm Pendek Anti Perundungan Ae Gerobak PerdamaianAy. Metode kegiatan sosialisasi adalah menayangkan film dengan menggunakan proyektor sehingga mempermudah siswa untuk menonton film dan menggunakan speaker tambahan agar suara dari film terdengar lebih jelas oleh siswa. Mempersiapkan pertanyaan yang terkait dengan film tersebut dan memberikan kesempatan untuk siswa maju mempresentasikan makna yang dapat ia tangkap dari film pendek yang di tayangkan. Sehingga hal ini diduga dapat menjadi refleksi terhadap diri sendiri dan memikirkan tindakan-tindakan yang selama ini ia perbuat terhadap teman sekelas ataupun teman sebayanya. PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan sosialisasi tentang Anti Perundungan kepada siswa SD Negeri 75 Kota Bengkulu, yang diikuti oleh siswa kelas 4C dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Kegiatan ini disajikan dalam bentuk materi, diskusi, dan kuis tanya Materi yang diberikan seperti menayangkan sebuah film pendek edukasi yang berdurasi 10 menit 40 detik, bejudul AuFilm Pendek Anti Perundungan Ae Gerobak PerdamaianAy yang di upload oleh pihak Kemdikbud RI di aplikasi Youtube. Kegiatan ini sepenuhnya melibatkan siswa dikarenakan setelah selesai menonton, siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan makna yang didapatkannya dari film pendek Dan kegiatan ini juga sebagai refleksi bagi siswa bertujuan untuk menyadarkan perilaku yang tidak baik dan menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya Siswa juga terlihat aktif saat menyampaikan makna yang didapatkannya dari film tersebut, dan siswa lebih mengetahui tentang jenis-jenis perundungan. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Gambar 1. Kegiatan PKM Mahasiswa Kampus Mengajar mensosialisasikan kegiatan ini kepada guru wali kelas dan disambut dengan antusias yang besar dari ibu guru wali kelas. Mahasiswa Kampus Mengajar memberikan tiket kepada para siswa sebagai simulasi menonton di bioskop dengan tujuan menambah semangat siswa. Mahasiswa Kampus Mengajar melakukan pendampingan terhadap para siswa dalam kegiatan menonton bioskop dan menuntun siswa untuk menyampaikan pengalamannya yang berkaitan dengan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah. Setelah film selesai, mahasiswa Kampus Mengajar membuka sesi diskusi kelas agar semua siswa kelas 4C aktif dalam kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan diskusi ini seperti memberikan kesempatan pada siswa kelas 4C untuk berbicara menyampaikan opininya terkait dengan perundungan, dan bercerita tentang pengalaman perundungan yang dialaminya. Setelah kegiatan berdiskusi terlihat hasil yakni siswa kelas 4C antara perempuan dengan laki-laki sudah mulai mau berbaur dengan baik dan tidak terdengar kami bahasa-bahasa yang mengandung ejekan ataupun intimidasi antar sesama. Adanya semangat untuk belajar membaca yang timbul dari beberapa murid yang belum lancar membaca di kelas 4C. KESIMPULAN Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini adalah merupakan salah satu upaya pendidikan karakter siswa. Dan sosialisasi ini bertujuan membantu guru wali kelas 4C di SDN 75 Kota Bengkulu untuk mengatasi kasus perundungan yang terjadi di kelas maupun di lingkungan sekolah. Metode sosialisasi efektif yang dirancang oleh mahasiswa Kampus Mengajar ini adalah dengan menayangkan film pendek yang bercerita tentang perundungan dan memiliki makna didalam film tersebut. Dan kegiatan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2024 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. diskusi sebagai cara efektif agar siswa aktif dan paham dengan materi sosialisasi. Dan peran mahasiswa Kampus Mengajar dan guru wali kelas dalam pendampingan sosialisasi ini memberikan hasil yang langsung terlihat setelah kegiatan sosialisasi yakni siswa kelas 4C yang sungkan melemparkan bahasa-bahasa yang mengandung ejekan ataupun intimidasi terhadap sesama temannya, dan juga antara laki-laki dan perempuan yang saling berbaur. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah SDN 75 Kota Bengkulu, terutama kepada ibu kepala sekolah yang memberikan dukungan dan ibu guru wali kelas yang memberikan izin serta dukungan kegiatan sosialisasi Anti Perundungan Pada Siswa Kelas 4C SD Negeri 75 Kota Bengkulu Melalui Film Pendek Anti Perundungan Ae Gerobak Perdamaian. DAFTAR PUSTAKA