https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 DOI: https://doi. org/10. 38035/jgpp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik CairTerhadap Pertumbuhan Benih Teh (Camellia Sinensis L O. Kuntz. Klon Gambung 7 Endeh Masnenah1*. Amir2. Elly Roosma Ria3. Indriana Ulfah4. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia, endehmasnenah@unwim. Universitas Winaya Mukti . Bandung. Indonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Corresponding Author: endehmasnenah@unwim. Abstract: This experiment aims to determine the effect of various concentrations of Nasa liquid organic fertilizer on the growth of tea seeds (Camellia sinensis. Kuntz. peat clones 7. obtain a concentration of Nasa liquid organic fertilizer that has the best influence on thegrowth of tea seeds (Camellia sinensis. Kuntz. peat clones 7. This experiment was carried out in the Citiis Service Garden service unit. Center for Plantation Seed Development and Production (BPPBP) of the West Java Provincial Plantation Office. Sukamekar Village. Sukanagara District. Cianjur Regency. at an altitude of 980 meters above sea level. December 2021 until February 2022. The experiment used a Simple Randomized Group Design (RAK) pattern. The NASA POC concentration used consisted of6 treatments with 4 repeats, namely p0 = Control 0 ml L-1. P1 = 1. 5 ml L-1 . P2 = 3 ml L-1. P3 = 4. 5 ml L-1. P4 = 6 ml L1 . P5 = 7. 5 ml L-1. The provision of various concentrationsof NASA POC had the same effect as the control of all observation parameters, namely highgain, increase in the number of leaves, increase in stem diameter, leaf area, fresh weight and dry weight at the age of 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP and 8 MSP. Keywords: Seed. Vegetative. Cuttings. Gambung Tea 7. POC Nasa Abstrak: Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi pupuk organik cair Nasa terhadap pertumbuhan benih teh (Camellia sinensis. Kuntz. klon untuk memperoleh konsentrasi pupuk organik cair Nasa yang memberi pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan benih teh (Camellia sinensis. Kuntz. klon gambung 7. Percobaan ini dilaksanakan di satuan pelayanan Kebun Dinas Citiis. Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan (BPPBP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Desa Sukamekar. Kecamatan Sukanagara. Kabupaten Cianjur. pada ketinggian 980 meter di atas permukaan laut. Pada bulan desember 2021 sampai dengan bulan pebruari 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola sederhana. Konsentrasi POC NASA yang digunakan tediri atas 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan yaitu p0 = Kontrol 0 ml L-1,P1 = 103 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 1,5 ml L-1 . P2 = 3 ml L-1. P3 = 4,5 ml L-1. P4 = 6 ml L-1 . P5 = 7,5 ml L-1. Pemberianberbagai konsentrasi POC Nasa memberikan pengaruh yang sama dengan kontrol terhadap semua parameter pengamatan yaitu pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, luas daun, bobot segar dan bobot kering pada umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP dan 8 MSP. Kata Kunci: Benih. Vegetatif. Setek. Teh Gambung 7. POC Nasa PENDAHULUAN Tanaman Teh (Camellia sinensis L O. Kuntz. merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Jawa Barat yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten di Jawa Barat. Luasperkebunan yang ada di Jawa Barat pertahun 2021 adalah 86. 976 Hektar atau setara dengan 77,6 persen dari total luasarea perkebunan teh di Indonesia. Angkatersebut merupakan akumulasi dari luaslahan perkebunan teh yang dikelola olehperkebunan besar dan perkebunan rakyat. Memiliki luas lahan perkebunan yang cukup besar, hal tersebut jugaberdampak pada produksi teh dalamsekala nasional. Pertahun 2020 produksi teh di Indonesia sebanyak 128. Indoneia pun menjadi salah satu Negara produsen teh terbesar di dunia berdasarkan data Food and Agriculture ( FAO) 2019,dan berada di urutan ke- 7 dengan produksi teh nasional pada tahun 2019 sebanyak 137. 803 ton. (Badan Pusat Statistik, 2. Tanaman teh juga termasuk bahan penyegar, hasil tanaman berupa pucuk daun diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan minuman. Mengkonsumsi teh selain menyegarkan tubuh, ternyata juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Senyawa Polifenol bermanfaat sebagai anti kanker dan fluoride bermanfaat bagi kesehatan gigi (Pambudi, 2. Perbanyakan benih setek teh merupakan pilihan tepat untuk menyediakan jumlah benih banyak dan dalam waktu relatif singkat. Seperti yang dikemukakan oleh Banarjee . perbanyakan secara vegetatif dinilai dapatmenghasilkan tanaman yang seragamdalam waktu yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah bila dibandingkandengan perbanyakan secara Pemupukan melalui penyemprotan pada daun sering dilakukan di pembibitan guna mempercepat pertumbuhan vegetatif (Hasibuan, 2. Penelitian Rachmiati dan Pranoto . , bahwa faktor penentu pertumbuhan tanaman teh adalah pada pertumbuhan vegetatif, karena pada tanaman teh yang dipanen secara teratur adalah pucuknya. Menurut Rachmiati dkk. , . pemupukan yang diaplikasikan melaluidaun diharapkan unsur hara yang diberikan dapat diserap langsung oleh stomata, sehingga efektif dalam upaya menyehatkan tanaman dengan tujuan untuk penyehatan gejala defisiensi dapat ditambahkan 20% dosis pupuk sesuai gejala yang nampak. Pupuk organik cair adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami fermentasi berupa cairan dan kandungan bahan kimia di dalamnya maksimum 5%. Pada dasarnya pupuk organik cair lebih baik dibandingkan dengan organik padat, hal ini disebabkan penggunaan pupuk organik cair memiliki beberapa kelebihan yaitu pengaplikasiannya lebih mudah, unsur hara yang terdapat didalam pupuk organik cair mudah diserap tanaman, mengandung mikroorganisme yang banyak, mengatasi defisiensi hara mampu menyediakan hara secara cepat, proses pembuatannya memerlukan waktu yang lebih cepat, serta penerapannya mudahyaitu tinggal disemprotkan ke tanaman(Siboro et al. , 2. METODE Percobaan dilaksanakan di satuan pelayanan Kebun Dinas Citiis. BalaiPengembangan dan Produksi Benih Perkebunan (BPPBP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Desa 104 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 Sukamekar. Kecamatan Sukanagara. Kabupaten Cianjur. pada ketinggian 980 meter di atas permukaan laut, jenis tanah Regosol dan Latosol serta termasuk tipe iklim Cmenurut Schmidt dan Ferguson . Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Nopember 2021 sampai dengan Januari 2022. Bahan yang digunakan adalah benihsetek teh klon GMB 7 dengan umur benih7 bulan, pupuk organik cair (POC) Nasa yang memiliki Kandungan N 4. 15 %. P2O5 4. 45 %. K2 5. C Organic 9. 69 %,Fe 505. 5 ppm. Mn. 1 %. Cu 1179. 8 %. Zn 1986. B 806. Co 4 ppm. Mo 2. 3 ppm. La 0 ppm. Ce 0 ppm, pH 5. Kandungan lain: Bebas Logam Berat ( Pb 7 ppm. Cd 0. 1 ppm. Hg <0. 01 ppm,As 0. 03 pp. Bebas Mikroba ( E. coli <3. 0 MPN/ml, salmonella sp. Negativ. Humat. Vulvat. Zat perangsang Tumbuh (Giberelin. Sitokinin,Auksi. Bambu dan Paranet. Alat yang digunakan adalahCangkul. Handsprayer kecil ukuran 1 Liter air, timbangan analitik, penggaris, alat ukur meteran, sigmat, gelas ukur, kertas hvs, bolpoint. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan konsentrasi POC Nasa dan masing- masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Masing-masing perlakuan terdiridari empat tanaman termasuk tiga benih sempel sehingga jumlah benih teh keseluruhan adalah 96 tanaman. Rancangan Perlakuan pada percobaan ini adalah konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa yang terdiri dari: p0 =Kontrol 0 ml L-1 (Tanpa POC Nas. , p1 = Pupuk Organik Cair Nasa 1. ml L-1, p2 =Pupuk Organik Cair Nasa 3 ml L-1, p3 = Pupuk Organik Cair Nasa 4. 5 ml L-1, p4 = Pupuk Organik Cair Nasa 6 ml L-1, p5 = Pupuk Organik Cair Nasa 7. 5 ml L-1. Pengamatan yang dilakukan padapercobaan ini terdiri dari 2 macam pengamatan yaitu pengamatan utama dan pengamatan penunjang. Pengamatan penunjang dilakukan terhadap persentasetumbuh benih, hama dan penyakit, gulma,data curah hujan, suhu. Waktu keluarnya tunas baru, serta kelembaban selama penelitian. Pengamatan Utama yaitu pengamatan yang datanya diuji secara statistic meliputi: Pertambahan Tinggi Tanaman. Pertambahan Jumlah Daun. Pertambahan Diameter Batang. Luas Daun. Bobot Segar Tanaman. Bobotkering Tanaman. Analisis hasil pengamatan diuji menggunakan metode statistik berdasarkan model linier Rancangan Acak Kelompok (RAK). Jika Fh perlakuan > F 0,05 maka dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DuncantAos Multiple Ranges Tes. pada taraf nyata 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Pertambahan Tinggi Tanaman . Data pengamatan dan hasil analisis ragam pertambahan Tinggi Tanaman The Gambung pada umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP. Hasil analisis ragamtinggi tanaman pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata. Hasil uji DMRT tersaji pada Tabel 1. Tabel 1. Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman Benih Teh Gambung 7 (Camellia sinensis L. Kuntz. Pada Umur 2 MSP, 4 MSP 6 MSP dan 8 MSP. Perlakuan P0 = Kontrol 0 ml L-1 P1 = POC Nasa 1. 5 ml L-1 P2 = POC Nasa 3 ml L-1 P3 = POC Nasa 4. 5 ml L-1 P4 = POC Nasa 6 ml L-1 P5 = POC Nasa 7. 5 ml L-1 Rata-rata Pertambahan Tinggi Tanaman . 2 MSP 4 MSP 6 MSP 8 MSP 1,95 Keterangan: Angka rata-rata yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang Samamenunjukan berbeda 105 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata5%. Berdasarkan Tabel 1. Menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi POC nasa terhadap pertambahan tinggi tanaman memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata dari semua perlakuan tanaman. Pada umur 2 MSP dan umur 4 MSPPemberian konsentrasi POC Nasa perlakuan P2 . ml/L) memperlihatkan tinggi tanaman tertinggi. Pada umur 6 MSP perlakuan P3 . ,5 ml/L) memperlihatkan tinggi tanaman tertinggi. Sedangkan pada umur 8 MSP perlakuan P1 . 5 ml/L memperlihatkan tinggi tanaman tertinggi. Pertambahan Jumlah Daun (Hela. Data pengamatan dan hasil analisis ragam pertambahan jumlah daun Teh Klon Gambung 7 pada umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP. Hasil analisis ragam jumlah daun pada pemberian konsentrasi POC Nasa 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata. Hasiluji DMRT tersaji pada Tabel 2. Tabel 2. Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Pertambahan Jumlah Daun (Hela. Benih Teh Klon Gambung 7 (Camellia sinensis L. Kuntz. Pada Umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP. Perlakuan P0 = Kontrol 0 ml L-1 P1 = POC Nasa 1. 5 ml L-1 P2 = POC Nasa 3 ml L-1 P3 = POC Nasa 4. 5 ml L-1 P4 = POC Nasa 6 ml L-1 P5 = POC Nasa 7. 5 ml L-1 Rata-rata Pertambahan Jumlah Daun (Hela. 2 MSP 4 MSP 6 MSP 8 MSP Keterangan: Angka rata-rata yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang samamenunjukan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata5%. Berdasarkan Tabel 2. Menunjukkanbahwa pengaruh pemberian konsentrasiPOC Nasa terhadap jumlah daun memperlihatkan adanya pengaruh yangberbeda tidak nyata dari semua 45 Pada umur 2 MSP. Pemberian konsentrasi POC Nasa perlakuan P1 . ,5 ml/L) memperlihatkan jumlah daun Pada umur 4 MSP Pemberian konsentrasi POC Nasa perlakuan P1 . ,5 ml/L). P3. ,5 ml/L) dan P4 . ml/L) memperlihatkan jumlah daun terbanyak. Pada umur 6 MSP perlakuan P5 . ,5 ml/L) menunjukan jumlah daun terbanyak. Sedangkan pada umur 8 MSP perlakuan p4 . ml/L) menunjukkan jumlah daun terbanyak dari pada perlakuan P0. P1. P3 dan P5 memiliki nilai rata-rata tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2 . ml/L). Pertambahan Diameter Batang . Data pengamatan dan hasil analisis ragam Pertambahan Diameter Batang Teh Klon Gambung 7 pada umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP. Hasil analisis ragam Diameter Batang pada pemberian konsentrasi POC Nasa menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda Hasil uji DMRT tersaji pada Tabel3. Tabel 3. Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Pertambahan Diameter Batang Benih Teh Klon Gambung 7 (Camellia sinensis L. Kuntz. Pada Umur 2 MSP, 4 MSP,6 MSP, dan 8 MSP. Perlakuan Rata-rata Pertambahan Diameter Batang . 2 MSP 4 MSP 6 MSP 8 MSP 106 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP P0 = Kontrol 0 ml L-1 P1 = POC Nasa 1. 5 ml L-1 P2 = POC Nasa 3 ml L-1 P3 = POC Nasa 4. 5 ml L-1 P4 = POC Nasa 6 ml L-1 P5 = POC Nasa 7. 5 ml L-1 Vol. No. November 2024 Keterangan: Angka rata-rata yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang samamenunjukan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata5%. Berdasarkan Tabel 3. Pengaruh pemberian konsentrasi POC Nasa terhadap diameter batang benih teh memperlihatkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata dari semua Pada umur 2 MSP Pemberian konsentrasi POC Nasa perlakuan P2 . ml/L) memperlihatkan diameter batang terbesar. Pada umur 4 MSP Pemberian konsentrasi POC Nasa perlakuan P1 . ,5 ml/L), memperlihatkan diameter batang terbesar. Pada umur 6 MSP perlakuan P4 . ml/L) memperlihatkan diameter batang terbesarsedangkan pada umur 8 MSP perlakuan p3 . ,5 ml/L) memperlihatkan diameter batang terbesar. Luas Daun . Data pengamatan dan hasil analisis ragam Luas Daun Teh Gambung padaumur 8 MSP. Hasil analisis ragam Luas Daun pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 8 MSP menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata. Hasiluji DMRT tersaji pada Tabel 4. Tabel 4. Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Luas Daun Benih Teh Klon Gambung7 (Camellia sinensis L. Kuntz. Pada Umur 8 MSP. Perlakuan P0 = Kontrol 0 ml L-1 P1 = POC Nasa 1. 5 ml L-1 P2 = POC Nasa 3 ml L-1 P3 = POC Nasa 4. 5 ml L-1 P4 = POC Nasa 6 ml L-1 P5 = POC Nasa 7. 5 ml L-1 Rata-rata Luas Daun . 8 MSP Keterangan: Angka rata-rata yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang samamenunjukan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata5%. Berdasarkan Tabel 4. Menunjukkan bahwa Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap luas daun benih teh menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata pada semua Pemberian konsentrasi POC Nasa pada perlakuan P1 . 5ml/L) memperlihatkan luas daun benih dari pada perlakuan P0. P3. P4 dan P5 memiliki nilai rata-rata tinggi dibandingkan denganperlakuan P2 . ml/L). Bobot Segar . Data pengamatan dan hasil analisis ragam Bobot Segar Tanaman Benih Teh Klon Gambung 7 pada umur 8 MSP. Hasilanalisis ragam bobot segar pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 8MSP menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata. Hasil uji DMRT tersaji pada Tabel 5. Tabel 5. Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Bobot segar Tanaman Benih Teh KlonGambung 7 (Camellia sinensis L. Kuntz. pada Umur 8 MSP Rata-rata Bobot Segar . 107 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 8 MSP Perlakuan P0 = Kontrol 0 ml L-1 P1 = POC Nasa 1. 5 ml L-1 P2 = POC Nasa 3 ml L-1 P3 = POC Nasa 4. 5 ml L-1 P4 = POC Nasa 6 ml L-1 P5 = POC Nasa 7. 5 ml L-1 Keterangan: Angka rata-rata yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang samamenunjukan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata5%. Berdasarkan Tabel 5. Menunjukkan bahwa Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap bobot segar tanaman benih teh tidak memperlihatkan hasil yang berpengaruh berbeda tidak nyata di semua perlakuan. Pemberian konsentrasi POCNasa pada perlakuan P2 . ml/L) memperlihatkan bobot segar tanaman Benih Teh terberat dibandingkan dengan perlakuan Memperlihatkan bobotsegar benih teh terberat dari pada perlakuan P1. P3. P4 dan P5 memilikinilai rata-rata tinggi dibandingkan denganperlakuan P0. Bobot Kering . Data pengamatan dan hasil analisis ragam Bobot Kering Tanaman Benih Teh Gambung pada umur 8 MSP. Hasil analisis ragam Bobot Kering Tanaman pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 8 MSP menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata. Hasil uji DMRT tersaji pada Tabel 6. Tabel 6. Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Bobot Kering Tanaman . Benih TehGambung 7 (Camellia sinensis L. Kuntz. Pada Umur 8 MSP Perlakuan P0 = Kontrol 0 ml L-1 P1 = POC Nasa 1. 5 ml L-1 P2 = POC Nasa 3 ml L-1 P3 = POC Nasa 4. 5 ml L-1 P4 = POC Nasa 6 ml L-1 P5 = POC Nasa 7. 5 ml L-1 Rata-rata Bobot Kering . 8 MSP Keterangan : Angka rata-rata yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukan berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata5%. Berdasarkan Tabel 6. Menunjukkan bahwa Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap Bobot kering tanaman teh memperlihatkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata pada semua perlakuan. Pemberian konsentrasi POC Nasa pada perlakuan P1 . 5 ml/L) memperlihatkan bobot kering tanaman benih teh terberat dari pada perlakuan P1. P3. P4 dan P5 memiliki nilai rata-rata tinggi dibanding dengan perlakuan P2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis ragam Pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman pada umur 2 MPS, 4 MPS, 6 MPS, 8 MPS menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda tidak nyata dari semua parameter tanaman. Berdasarkan Tabel 1. Pemberian konsentrasi POC Nasa terhadap tinggi tanaman benih teh klon gambung 7 pada perlakuan di umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP, dan 8 MSP. Menunjukkan berbeda tidak nyata dari semua perlakuan hanya memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman saja pada setiap umurnya. 108 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 Pada umur 8 MSP perlakuan P1 . 5 ml L-. menunjukkan tinggi tanaman teh tertinggi. Hal ini disebabkan pemberian pupuk POC NASA dengan konsentrasi 1. 5 ml L-1 (P. sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga dapat meningkatkan serapan unsur hara oleh tanaman dan kemudian dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman dan menghasilkan produksi yang lebih baik. Seperti dinyatakan oleh Yulianti . bahwa kegunaan POC NASA adalah mempercepat proses pertumbuhan tanaman, memacu dan meningkatkan pembungaan, pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah, membantu pertumbuhan tunas, membantu pertumbuhan akar, memacu pembesaran umbi serta meningkatkan keawetan hasil Sedang pada perlakuan P0. P3. P4 dan P5 memperlihatkan nilai rata-rata tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2 . ml/L) yang cenderung rendah pertumbuhan tinggi tanaman teh yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena konsentrasi POC NASA yang diberikan masih tidak sesuai dengan tuntutan atau kebutuhan tanaman . erlalu rendah atau terlalu peka. , sehingga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap benih teh. Hasil analisis ragam parameter pertambahan jumlah daun pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP dan 8 MSP menunjukkan hasil yang berpengaruh berbeda tidak nyata. Hasil uji DMRT tersaji pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2. Menunjukkan bahwa pada umur 8 MSP perlakuan p4 . ml/L) menunjukkan jumlah daun terbanyak dari perlakuan P0. P1. P3 dan P5 dibandingkan dengan perlakuan P2 . ml/L) yang memiliki nilai rata-rata jumlah daun terendah. Hal ini di karenakan kebutuhan tanaman dapat terpenuhi, sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman dan menghasilkan jumlah daun yang lebih Kemungkinan lain yang menyebabkan hasil jumlah daun berbeda tidak nyata pada tanaman teh ini adalah penyakit Cacar Daun Teh (Blister Bligh. yang menyerang tanaman teh itu sendiri. Tanaman yang terserang Cacar Daun Teh mengalami gangguan pertumbuhan, seperti daun berwarna hijau tua, setelah agak lama berubah menjadi putih (Bintik- bintik diliputi benang-benang mycelium kapan. dibawah daun. Kemungkinan lain disebabkan faktor genetis dari tanaman teh itu sendiri jumlah daun tanaman teh memiliki jumlah daun yang tidak signifikan di setiap tanamannya. Menurut Wudianto . , unsur hara yang mendorong pertumbuhan daun yaitu nitrogen, banyak tersedia dalam jaringan daun guna mendukung sintesis karbohitrat menjadi protein dan protoplasma yang berlangsung lebih cepat, sehingga menambah ukuran sel yang pada gilirannya akan menghasilkan pertumbuhan daun yang banyak. Menurut Sitienei, dkk . N memegang peranan penting dalam pembentukan klorofil. Sehingga menyebabkan hasil jumlah daun berbeda tidak nyata pada tanaman teh ini adalah penyakit Cacar Daun Teh yang menyerang tanaman teh itu sendiri dan faktor genetis, selain itu penyakit cacar daun The penyebab juga pengaruh berbeda tidak nyatanya pada pertambahan tinggi tanaman dan diameter batang. Hasil analisis ragam pertambahan diameter batang pada pemberian konsentrasi POC Nasa menunjukkan hasil yang berpengaruh berbeda tidak nyata pada setiap umur perlakauan. Pada umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP dan 8 MSP. Berdasarkan Tabel 3. Menunjukan bahwa pengaruh pemberian konsentrasi POC Nasa terhadap diameter batang benih teh memperlihatkan adanya tidak berbeda nyata dari semua perlakuan. Hal ini kemungkinan diperlukan waktu pengamatan yang lebih lama untuk melihat perbedaan pengaruh perlakuan. Walaupun tersebut berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun terdapat konsentrasi yang memberikan hasil diameter batang tertinggi untuk semua parameter yaitu konsentrasi 4. 5 ml/L. pada umur 8 MSP. Hasil analisis ragam luas daun padapemberian konsentrasi POC Nasa padaumur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP dan 8 MSP menunjukkan hasil yang tidakberpengaruh nyata. Berdasarkan Tabel 4. Menunjukkan bahwa Pengaruh Konsentrasi POC Nasa terhadap luas daunbenih teh menunjukkan hasil yang berpengaruh berbeda tidak nyata. Pemberian konsentrasi POC Nasa 109 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 pada perlakuan P1 . 5ml/L) memperlihatkan luas daun benih teh terluas. Sedangkan pada perlakuan P0. P3. P4 dan P5memiliki nilai rata-rata tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2 . ml/L). Hal ini disebabkan factor lingkungan yang menyangkut unsur hara untuk tanaman, suhu, kelembaban, keasaman tanah, dan rata- rata suhu serta kelembaban pada waktu penelitian ini adalah kelembaban 77%, suhu, 190C cuaca 260C. Sedangkan tanaman tehmemerlukan cahaya matahari yang cerah. Suhu udara harian tanaman teh adalah 13- 25oC. Kelembaban kurang dari 70. Hasil analisis ragam Bobot Segar pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP dan 8 MSP menunjukkan hasil yang berpengaruh berbeda tidak nyata pada semua perlakuan. Berdasarkan Tabel 5. Pemberian konsentrasi POC Nasa pada perlakuan P2 . ml/L) memperlihatkan bobot segar tanaman Benih Teh terberat dari pada perlakuan P1. P3. P4 dan P5 memiliki nilai ratarata tinggi dibandingkan dengan perlakuan P0. Walaupun perlakuan pemberian POC Nasa tersebut berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap hasil bobot segar benih teh, namun terdapat konsentrasi yang memberikan hasil rata rata tertinggi yaitu konsentrasi P2 . ml/L) umur 8 MSP. Hal ini Menurut Rahman . sebagian besar berat segar tanaman dipengaruhi oleh kandungan air dalam tubuh tanaman. Semakin besar tinggi tanaman, jumlah daun dan perakaran maka berat segar tanaman akan meningkat. Selanjutnya dikatakan oleh Gardner et. bobot segar umumnya berfluktuasi, tergantung pada kelembaban. Bobot segar pula menunjukan tidak berbeda nyata dipengaruhi oleh hasil pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun yang berbeda tidak nyata. Hal ini dikarenakan peningkatan bobot segar tanaman teh berhubungan erat dengan pertambahan jumlah daun yang cenderung lebih banyak. Klorofil berperan dalam proses fotosintesis sehingga fotosintesis akan berjalan dengan lancar dan fotosintat yang dihasilkan juga meningkat. Peningkatan laju fotosintesis akan mengakibatkan peningkatan bobot tanaman yang akan meningkatkan bobot produksi. (Falasifa, et al. , 2. Hasil analisis ragam Bobot Kering pada pemberian konsentrasi POC Nasa umur 2 MSP, 4 MSP, 6 MSP dan 8 MSP menunjukkan hasil yang berpengaruh berbeda tidak nyata pada semua perlakuan. Berdasarkan Tabel 6. Pemberian konsentrasi POC Nasa pada umur 8 MSP Perlakuan P1 . ,5 ml/L) memperlihatkan bobot kering tanaman benih teh terberat dari pada perlakuan P1. P3. P4 dan P5 memiliki nilai rata-rata tinggi dibanding dengan perlakuan P2. Hal ini dikarenakan Pada umumnya bobot kering digunakan sebagai petunjuk yang memberikan ciri pertumbuhan. Berat kering tanaman berhubungan positif cukup erat dengan dipengaruhi juga oleh jumlah daun karena merupakan tempat akumulasi hasil fotosintat Adanya peningkatan proses fotosintesis akan meningkatkan hasil fotosintesis berupa senyawa-senyawa organik yang akan ditranslokasikan ke seluruh organ tanaman dan berpengaruh terhadap berat kering tanaman (Nurdin, 2. Hasil berat kering merupakan keseimbangan antara fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis akan meningkatkan berat kering karena mengambil COCC sedangkan respirasi mengakibatkan penurunan berat kering karena pengeluaran COCC. Apabila respirasi lebiih besar dibanding fotosintesis tumbuhan maka akan berkurang berat keringnya dan begitu pula sebaliknya. KESIMPULAN Pemberian berbagai konsentrasi POC Nasa memberikan pengaruh yang sama dengan kontrol terhadap semua parameter pengamatan yaitu pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, luas daun, bobot segar dan bobot kering pada umur 2 msp, 4 msp, 6 msp dan 8 msp. Untuk memperoleh yang lebih baik mengenai pengaruh pemberian konsentrasi POC Nasa pada benih teh disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan Zpt Harmonik dengan konsentrasi lebih tinggi agar diketahui konsentrasi Unsur Hara yang 110 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. November 2024 dibutuhkan oleh benih teh setiap parameter pengamatan. Hal ini mengingat hasil yang diperoleh pada penelitian ini pengaruhnya tidak berbeda dengan kontrol terhadap semua parameter yang diamati. Disarankan penelitian lanjutan dengan menggunakan benih atau setek dan penggunaan media tanam yang seragam dalam stadia pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Di tambahkan lagi masa waktu pengamatan agar dapat mengetahui pertumbuhan yang baik pada benih teh serta dalam pembibitan benih teh dilapangan. DAFTAR PUSTAKA