Jurnal JTIM 1iCNo. 2iC113-122iC2025 JURNAL TEKNIK INDUSTRI MANAJEMEN DAN MANUFAKTUR JURNAL TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 https://ejournal. id/index. php/jtim Analisis Pengendalian Kualitas Produk Sarung Tangan Menggunakan Metode Seven Tools Yuliana1. Enda Apriani1 Teknik Industri Universitas Proklamasi 45 *Email : yulliannaa02@gmail. ABSTRAK Analisis pengendalian kualitas produk sarung tangan di PT. Jogja Glove Indonesia menggunakan metode Seven Tools bertujuan untuk memahami dan meningkatkan kualitas produk, mengingat tingginya tingkat cacat yang mencapai 29,8% pada bulan Oktober 2024. Metode yang diterapkan meliputi observasi langsung, wawancara, dan analisis data dari proses produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat paling dominan adalah kerusakan jebol, menyumbang 81% dari total cacat. Dengan penerapan alat seperti check sheet, histogram, diagram pareto, dan fishbone diagram, diidentifikasi beberapa faktor penyebab cacat, termasuk kualitas bahan, ketelitian operator, dan mesin yang tidak terawat. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pelatihan untuk operator serta peningkatan sistem pengendalian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk perbaikan proses produksi di PT. Jogja Glove Indonesia dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Kata kunci: pengendalian kualitas, seven tools, sarung tangan, cacat produk ABSTRACT The analysis of product quality control of gloves at PT. Jogja Glove Indonesia using the Seven Tools method aims to understand and improve product quality, considering the high defect rate of 29. 8% in October 2024. The applied methods include direct observation, interviews, and data analysis from the production process. The analysis results show that the most dominant defect is tear damage, accounting for 81% of the total defects. By utilizing tools such as check sheets, histograms. Pareto diagrams, and fishbone diagrams, several defect causes were identified, including material quality, operator accuracy, and poorly maintained machines. Improvement recommendations include enhancing operator training and strengthening the quality control This study is expected to contribute to improving the production process at PT. Jogja Glove Indonesia and increasing customer satisfaction. Keywords: quality control, seven tools, gloves, defect A2025 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 2iC113-122iC2025 Diterima Redaksi: 18 April 2024 Selesai Revisi: 23 April 2024 Diterbitkan Online: 30 April 2025 PENDAHULUAN Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga kelangsungan perusahaan, karena permintaan konsumen terhadap mutu produk semakin meningkat. Pengendalian kualitas bertujuan untuk menghasilkan produk yang seragam dengan mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan. Pengendalian ini berperan dalam menjaga kepuasan pelanggan dan memengaruhi keputusan PT. Jogja Glove Indonesia (PT. JGI) adalah perusahaan manufaktur di bidang garment yang berlokasi di Kalasan. Sleman, dengan produk utama berupa berbagai jenis sarung tangan yang dipasarkan secara internasional. PT. JGI menerapkan sistem produksi make-to-order (MTO) dengan produksi harian sekitar 3. 600 unit. Pada Oktober 2024, tingkat kecacatan produk mencapai 3. 669 unit, yang berdampak pada efisiensi produksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi dan perbaikan agar persentase produk cacat dapat dikurangi atau bahkan mencapai nol persen. 1 Kualitas Nasution dalam Nazia. Fuad, et al. , . mengungkapkan bahwa kualitas merupakan kondisi yang bersifat dinamis, mencakup aspek produk, manusia, tenaga kerja, proses, tugas, dan lingkungan, yang dirancang untuk memenuhi atau bahkan melampaui harapan pelanggan. Kualitas menekankan pada karakteristik utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kualitas adalah konsep relatif yang bergantung pada konteks tertentu. Dari sudut pandang konsumen, kualitas secara subjektif didefinisikan sebagai sesuatu yang sesuai dengan preferensi atau tujuan penggunaannya . itness for us. 2 Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas adalah suatu proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan produksi perusahaan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Jika terdapat penyimpangan dalam proses, maka dapat segera diperbaiki dan dikoreksi agar hasil yang diinginkan tercapai (Laksono et al. , 2. 3 Seven Tools Hedlisa et al. , 2021 Seven Tools atau tujuh alat pengendalian kualitas adalah alat statistik yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dan mengatasi masalah dalam proses manufaktur. Dengan menggunakan QC Seven Tools, perusahaan dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi, mempersempit ruang lingkup masalah tersebut, dan menemukan faktor penyebabnya. Berikut 7 alat yang digunakan pada pengendalian kualitas: 1 Lembar Pemeriksaan (Check Shee. Lembar pemeriksaan merupakan formulir yang digunakan untuk mencatat informasi. Lembar ini membantu analis dalam menemukan fakta atau pola yang dapat berguna untuk analisis lebih lanjut. Tujuan penggunaan lembar pemeriksaan adalah untuk mempermudah proses pengumpulan data dan analisis, serta untuk mengidentifikasi area masalah berdasarkan frekuensi jenis masalah yang muncul. 2 Histogram Histogram . iagram batan. suatu alat untuk membantu menentukan nilai dari pengukuran dan dimana setiap nilai frekuensi terjadi. 3 Diagram Pareto (Pareto Char. Dalam penggunaan diagram pareto dapat memberitahu masalah yang banyak terjadi sehingga dapat mengetahui hal yang penting untuk diselesaikan terlebih dahulu. Fungsi diagram pareto adalah untuk mengidentifikasi atau menyeleksi masalah utama untuk peningkatan kualitas dari yang paling besar hingga ke paling kecil. 4 Diagram Alir (Flow Char. Diagram alur merupakan suatu proses atau sistem dengan digunakannya garis dan kotak yang saling terhubung satu sama lain. Alat yang digunakan dalam diagram ini adalah alat yang sederhana, tetapi diagram ini sangat bagus digunakan untuk membuat sebuah arti proses atau menjelaskan proses. A2025 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 5 Diagram Pencar (Scatter Diagra. Diagram pencar adalah suatu alat interpretasi data yang digunakan untuk menguji. kuatnya hubungan antara dua variable dan menentukan jenis. Diagram pencar menunjukan hubungan antara dua pengukuran. 6 Peta Kendali (Control Char. Peta kendali merupakan presentasi grafis dari proses data dari waktu ke waktu yang menunjukan batas dari kendali atas dan bawah untuk melakukan proses yang ingin dikendalikan. 7 Diagram Sebab Akibat (Fishbone Diagra. Diagram sebab-akibat menunjukkan bagaimana hubungan antara masalah yang dihadapi dengan kemungkinan penyebabnya, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dan menjadi penyebab utama cacat produk secara umu. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode deskriptif analitis untuk menganalisis pengendalian kualitas produk sarung tangan di PT. Jogja Glove Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses produksi, wawancara dengan karyawan di departemen quality control, serta studi dokumentasi terkait laporan kualitas. Analisis data menggunakan metode Seven Tools, yaitu check sheet untuk pencatatan cacat, histogram untuk distribusi frekuensi, serta diagram Pareto untuk mengidentifikasi cacat yang paling Selain itu, digunakan juga diagram alir, diagram pencar, control chart, dan fishbone diagram untuk menganalisis faktor penyebab cacat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai tingkat kecacatan, dengan hasil yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Validasi dilakukan dengan membandingkan informasi dari berbagai sumber guna memastikan keakuratan data. Berdasarkan hasil analisis, disusun rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan pengendalian kualitas dan menurunkan tingkat cacat Berikut jenis Ae jenis kecacatan pada quality control sarung tangan yang ditujukan pada tabel 1. Jenis Kecacatan Berlubang Rusak Kerutan Tabel 1. Jenis Kecacatan Foto Keterangan Kecacatan berlubang pada sarung tangan bisa terjadi akibat jarum jahit yang terlalu tajam atau tumpul yang merusak kain, serta kesalahan dalam penggunaan gunting yang menyebabkan lubang atau sobekan pada material. Kecacatan jenis rusak pada sarung tangan meliputi material yang sobek atau jahitan yang terlepas. Kecacatan jenis kerutan pada sarung tangan biasanya terjadi karena kain yang berkerut akibat proses jahitan. A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 Terlipat Kecacatan jenis terlipat pada sarung mengalami lipatan saat proses jahit Melintir Kecacatan jenis melintir pada sarung tangan terjadi ketika benang jahitan melintir, menyebabkan hasil jahitan tidak rapi. Jebol Cacat jebol pada sarung tangan robekan pada material, yang dapat terjadi akibat tekanan berlebih atau kesalahan dalam proses produksi, seperti saat pemotongan sisa Adapun data quality control pada bulan oktober 2024 dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2. Data Quality Report Produk Sarung Tangan Periode 2024 bulan Oktober Produksi Tanggal Berlubang Rusak Kerutan Terlipat Melintir Jebol . HASIL DAN PEMBAHASAN A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 A) Lembar Pemeriksaan (Check Shee. Check sheet pemeriksaan item cacat dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tanggal Rata-rata Produksi Berlubang Tabel 3. Check sheet pada bulan oktober 2024 Rusak Kerutan Terlipat Melintir Jebol Total Kecacatan Persentase (%) A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 B) Histogram Histogram adalah sebuah alat berbentuk diagram batang yang digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Berdasarkan dari data jumlah cacat produk sarung tangan, histogram dapat dilihat pada bagian berikut: Jumlah Cacat Histogram Kecacatan Produksi Kerutan Terlipat Melintir Berlubang Rusak Jebol Jenis Cacat Gambar 1. Histogram produk cacat sarung tangan bulan oktober 2024 Dari histogram di atas, terlihat bahwa jenis cacat yang paling dominan adalah cacat jebol dengan 983 sarung tangan. Sementara itu, cacat terlipat tercatat sebanyak 199, kerutan sebanyak 138, melintir sebanyak 133, rusak sebanyak 114, dan berlubang sebanyak 102 sarung tangan. C) Diagram Pareto (Pareto Char. Diagram pareto digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang paling dominan selama proses produksi yang tidak memenuhi standar perusahaan. Gambaran pareto dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Diagram Pareto Terlipat Kerutan Melintir Rusak Berlubang Jebol Frekuensi Persentase Kumulatif Gambar 2. Data pengecekan kualitas sarung tangan bulan Oktober 2024 Berdasarkan Gambar diagram Pareto di atas mengidentifikasi masalah yang paling sering terjadi dalam proses produksi sarung tangan. Diagram tersebut membantu menentukan prioritas penyelesaian masalah dengan menggunakan indikator jumlah cacat produk tertinggi. Jenis cacat yang paling signifikan terhadap kualitas produk adalah jebol sebesar 81%, diikuti oleh terlipat 5%, kerutan 4%, melintir 4%, rusak 3%, dan berlubang 3%. D) Diagram alir (Flow Char. Aktivitas produksi ini digambarkan dalam bentuk diagram alir proses atau diagram alir produksi. Diagram alir proses produksi di PT JGI disajikan sebagai berikut: A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 Gambar 3. Diagram alir produksi A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 JUMLAH CACAT E) Diagram Pencar (Scatter Diagra. Scatter Diagram adalah gambaran grafis yang terdiri dari sekumpulan titik-titik dari nilai sepasang variabel (Variabel X dan Variabel Y). Berikut ini adalah tabel diagram tebar yang dijabarkan dibawah ini : TANGGAL Gambar 4. Scatter diagram Proporsi Berdasarkan scatter diagram, terlihat fluktuasi jumlah cacat produk dari tanggal ke tanggal. Jumlah cacat tertinggi terjadi pada tanggal 9 dengan total 434 cacat, kemungkinan disebabkan oleh kendala dalam proses produksi atau kontrol kualitas, seperti kerusakan mesin atau kurangnya koordinasi antar departemen. Sebaliknya, jumlah cacat terendah tercatat pada tanggal 15 dengan total 100 cacat, menunjukkan perbaikan kualitas produksi. Tren penurunan jumlah cacat terlihat dari tanggal 10 hingga 15, diikuti dengan kenaikan kembali hingga tanggal 17. Setelahnya, terjadi fluktuasi jumlah cacat hingga mencapai stabilitas relatif pada tanggal 22 ke atas, dengan rata-rata cacat berkisar antara 161 hingga 230. Pola ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas kontrol, namun perbaikan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengurangi jumlah cacat secara konsisten. F) Peta Kendali (Control Char. Berikut adalah gambar peta kendali 0,800 0,700 0,600 0,500 0,400 0,300 0,200 0,100 0,000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Proporsi UCL LCL Gambar 5. Control chart Berdasarkan grafik control chart, ditemukan bahwa pada observasi pertama proporsi cacat 689, yang berada di luar batas kontrol atas (UCL). Ini menunjukkan adanya masalah serius dalam produksi, seperti kerusakan mesin atau kesalahan operator. Sebaliknya, pada observasi kelima, proporsi cacat hanya 0. 141, di bawah batas kontrol bawah (LCL), yang mungkin disebabkan oleh peningkatan sementara dalam proses inspeksi atau kualitas bahan baku. Untuk memperbaiki kualitas, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap penyebab tingginya cacat pada observasi pertama dan rendahnya cacat pada observasi kelima. G) Diagram Sebab Akibat (Fishbone Diagra. Masalah-masalah yang menyebabkan cacat pada sarung tangan digambarkan dalam diagram sebab-akibat di bawah ini sebagai berikut. A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 Gambar 6. Diagram sebab akibat Berdasarkan diagram sebab-akibat di atas, dapat diidentifikasi bahwa penyebab utama dari masalah proses cacat produk sarung tangan yang sering terjadi, sehingga sarung tangan tidak sesuai dengan takaran standar, disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut: Manusia Cacat pada proses penjahitan sarung tangan kerap terjadi akibat kurangnya ketelitian operator saat menjahit, karena berfokus pada penyelesaian pekerjaan dengan cepat. Faktor lain yang memengaruhi adalah kurangnya komunikasi antar divisi turut menyebabkan produk sarung tangan sering kali memiliki bentuk dan ukuran yang tidak sesuai dengan standar. Mesin Kurangnya perawatan menjadi penyebab utama gangguan dalam produksi. Mesin yang tidak dirawat dengan baik cenderung cepat rusak, terutama jika digunakan secara berlebihan atau tidak sesuai prosedur. Hal ini diperparah oleh kurangnya pelatihan operator dan lingkungan kerja yang tidak mendukung, seperti suhu panas atau debu. Akibatnya, kualitas produk menurun dan proses produksi terganggu. Untuk mengatasinya, diperlukan perawatan rutin dan pemantauan kondisi mesin secara berkala. Metode Jarak antar proses yang tidak tertata menyebabkan pemborosan waktu dan penurunan Jarak yang tidak optimal memperlambat alur kerja dan meningkatkan risiko Solusinya adalah mengatur tata letak proses secara efisien dan memperbaiki alur kerja untuk mempercepat produksi. Lingkungan Suhu ruangan yang panas dapat membuat operator merasa tidak nyaman dan cepat lelah, yang akhirnya memengaruhi kinerja dan kualitas produk. Selain itu. Suhu tinggi, berkisar antara 28AC - 38AC, dapat memengaruhi material atau proses produksi. Solusi yang dapat dilakukan adalah menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman untuk mendukung kelancaran produksi. Suhu ideal untuk lingkungan kerja industri sebaiknya berada di kisaran 18AC - 28AC. KESIMPULAN Penelitian di PT. Jogja Glove Indonesia terkait produksi sarung tangan menunjukkan bahwa dalam satu bulan, jumlah produksi mencapai 12. 310 unit sarung tangan kanan dan kiri, dengan 3. unit di antaranya mengalami cacat, menghasilkan tingkat kecacatan sebesar 29,8%. Cacat yang paling banyak adalah jenis jebol, sebanyak 2. 983 unit atau 81% dari total kecacatan. Penelitian ini menggunakan metode Seven Tools sebagai alat pengendalian kualitas, yang meliputi check sheet, histogram, pareto diagram, flow chart, scatter diagram, control chart, fishbone diagram. Beberapa usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi cacat pada sarung tangan selama proses jahit di PT. Jogja Glove Indonesia antara lain meningkatkan ketelitian operator, terutama pada bagian quality control ataupun penjahit, memberikan arahan dan motivasi kepada semua karyawan oleh pemimpin perusahaan sebelum memulai pekerjaan, serta mengadakan briefing dan evaluasi secara rutin. A2022 Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri UP45 Jurnal JTIM 1iCNo. 1iC1-6iC2022 DAFTAR PUSTAKA