AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MADRASAH IBTIDAIYAH SE-KOTA LHOKSEUMAWE Nurmayuli Guru di PKBM Kuttab Al-Firdaus ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi Kepala Sekolah dan kompetensi pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Sekota Lhokseumawe. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah se-kota Lhokseumawe yang berjumlah 9 Madrasah. Dengan jumlah populasi sebanyak 245 guru dan sampel sebanyak 71 guru. Pengambilan sampel dengan teknik proportionete stratified random sampling. Teknik analisis data pengujian hipotesis mengunakan analisis regresi sederhana dan analisis korelasi, sedangkan sebagai uji prasyarat regresi sederhana menggunakan uji asumsi klasik . ji normalitas, uji reabilitas, uji heteroskedastisitas, dan uji linearita. Hasil penilitian ini adalah supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh terhadap kompetensi pedagogik guru dengan persamaan regresi (Kompetensi = 90,329 0,159 supervis. artinya setiap penambahan 1 % nilai variabel supervisi maka nilai variabel kompetensi pedagogik bertambah sebesar 0,159, dengan nilai korelasi dalam kategori cukup yaitu sebesar 0,411, kemudian besarnya pengaruh faktor supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 0,169 atau 16,9%. Kata kunci: Supervisi Kepala Sekolah. Kompetensi Pedagogik Guru The purpose of this study is to determine the supervisory relationship between Principals and pedagogical competencies of Lhokseumawe City Madrasah Ibtidaiyah Teachers. This research is a quantitative study carried out in 9 Islamic Madrasas throughout the city of Lhokseumawe. The number of population are 245 teachers and the sample are 71 teachers. Sampling using the proportionete stratified random sampling technique, the data analysis technique tests the hypothesis using simple regression analysis and correlation analysis, while as a simple regression prerequisite test using the NURMAYULI Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 2019, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. classical assumption test . ormality test, reliability test, heteroscedasticity test, and linearity tes. The results of this research are the supervision of the principal has an influence on the pedagogical competence of the teacher with the regression equation (Competence = 90,329 0,159 supervisio. means that each addition of 1% the variable value of supervision then the value of pedagogical competency variable increases by 0,159, with the correlational value in sufficient category that is 0,411 , then the magnitude of the influence of the principal's supervision factor on teacher pedagogical competencies is 169 or 16. Keywords: Principal Supervision. Teacher Pedagogic Competence PENDAHULUAN Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 74 tahun 2008 tentang guru pasal 2 guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Kemudian, pasal 3 ayat 2 menjelaskan kompetensi guru sebagaimana dimaksud pada ayat . meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi keperibadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dalam peraturan menteri tersebut, seorang guru harus Kompetensi Salah penjelasan pasal 28 ayat 3 butir . adalah: kemampuan mengelola pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik ialah guru yang mampu memahami seluk beluk pendidikan dan pengajaran yang meliputi Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. seluruh komponen yang berkaitan dengan masalah pembelajaran di antaranya ialah penguasaan materi ajar, pengelolaan, program belajar mengajar dan mampu mengolah kelas. Sudarwan Danim . 1: . menyebutkan kompetensi pedagogik guru meliputi memahami peserta didik secara mendalam, pembelajaran, merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran dan mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. Tugas kepala sekolah sebagai pemimpin ialah sebagai motivator, administrator, dan supervisior, serta dalam tugasnya ia bertanggung jawab penuh terhadap situasi sekolah baik guru, peserta didik dan lingkungan sekolah. Seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim yang berbunyi sebagai berikut: Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : Au Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalianAy. (HR. Bukhari dan Musli. (Imam Nawawi, 2010:303-. Hadist tersebut menguraikan bahwa setiap kita adalah pemimpin, dari pemimpin negara, pemimpin daerah sampai yang paling terkecil pemimpin keluarga. Semua pemimpin tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya diakhirat. Kepala sekolah juga salah satu pemimpin yang mengemban tugas dan tanggung jawab NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. baik pertanggungjawaban kepada departemen pendidikan ataupun pertanggung jawaban dihadapan Allah swt atas hal yang ia pimpin. Kepala sekolah menjadi motor penggerak utama pelaksanaan program sekolah. Keberhasilan Kepala sekolah menjadi supervisor melihat dari beberapa hal bagaimana supervisi dilaksanakan seperti di pertama, mekanisme pelaksanaan supervisi kepala sekolah yang berupa perencanaan program supervisi, pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan tindak lanjut supervisi yang dilakukan kepala kedua, penerapan jenis supervisi yang dilakukan kepala sekolah hanya memiliki satu jenis atau lebih dari satu jenis supervisi yang digunakan pada sekolah tersebut. Madrasah Ibtidaiyah merupakan pendidikan dasar Islam sebagai salah satu intansi pengabdian bagi para kepala sekolah, dalam hal ini peneliti menemukan bahwa supervisi yang dilakukan pada Madrasah Ibtidaiyah belum dilakukan sebagaimana mestinya dan cenderung bersifat administratif, yaitu kepala sekolah melakukan supervisi tanpa ada perencanaan dan Madrasah Ibtidaiyah merupakan pendidikan dasar Islam sebagai salah satu intansi pengabdian bagi para kepala sekolah. Madrasah Ibtidaiyah memiliki peserta didik yang berusia antara 7- 12 tahun. Psikologi anak berkisar usia 6 Ae 12 tahun merupakan masa anak. Muhibbin Syah . 0: . masa ini disebut masa anak sekolah, yaitu masa untuk matang belajar, anak tersebut sudah merasa besar dan tidak mau lagi dikatakan sebagai kanakkanak kecil. Pada masa ini anak-anak sudah mulai matang belajar Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. memiliki keinginan-keinginan seperti mencapai sesuatu sebagai perkembangan dan memperoleh kecakapan baru yang diperoleh dalam sekolah ataupun saat bermain. Gunarsah & Singgih . 8: . menyatakan proses perkembangan yang terjadi dalam diri seseorang anak ditambah dengan dialami dan diterima selama masa kanakkanak secara sedikit demi sedikit memungkinkan ia tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa. Berdasarkan pernyataan paragraf di atas, peneliti melihat begitu pentingnya guru memiliki kompetensi pedagogik, terutama untuk guru Madrasah Ibtidaiyah memiliki tahapan perkembangan yang sangat riskan dalam pembentukan perkembangannya. Pada usia sekolah tersebut, seorang guru tidak memiliki kompetensi yang memadai tentu akan menghasilkan paradigma perkembangan yang kurang baik. Begitu juga dengan peran kepala sekolah pada Madrasah Ibtidaiyah harus benar-benar membina dan mengawasi kompetensi guru-gurunya agar tercapai tujuan pendidikan sekolah yang memiliki kualitas yang baik. Berdasarkan observasi di lapangan khususnya pada 9 Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kota Lhokseumawe peneliti menemukan hal yang berkaitan tentang kompetensi pedagogik guru yaitu pertama, masih banyak guru yang mengajar di Mandrasah Ibtidaiyah bukan berasal dari lulusan PGMI atau PGSD, melainkan dari Fakultas Perguruan Tinggi Umum. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil observasi peneliti, paling banyak 8 orang guru yang berijazah PGSD/PGMI. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh saat penerimaan CPNS yang dilakukan Kementrian Agama bahwa syarat NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. untuk menjadi guru kelas untuk Madrasah Ibtidaiyah tidak harus berijazahkan PGMI atau PGSD, melainkan boleh berijazahkan fakultas pendidikan umum lainnya. Tentunya hal ini akan mempengaruhi cara pembelajaran yang mereka terapkan. Kedua, adanya kesulitan dalam pembelajaran memberi pemahaman materi kepada peserta didik, hal tersebut tampak dari bagaimana cara guru mengajar yang hampir 70 % menggunakan LKS dan kurang sekali menggunakan media Ketiga, peneliti masih menemukan guru yang membuat perencanaan pembelajaran dengan menciplak dari sumber hasil download internet atau dari punya tahun lalu yang ia miliki. Hal tersebut peneliti dapatkan di semua madrasah yang peneliti observasi dan yang mengherankan peneliti ada madrasah yang tidak membuat print outt rencana pembelajarannya dibuat hanya sekedar menjaga adanya pemeriksaan dari pihak pengawas madrasah. Padahal, setiap tahun akan terjadi perkembangan dan perubahan pada diri dan situasi peserta didik. Kelima, guru tidak paham makna supervisi, masih menganggap supervisi sebagai pengawasan atau penilaian bukan pembinaan yang tujuannya memperbaiki proses pembelajaran. Mengenai observasi supervisi kepala sekolah peneliti menemukan bahwa supervisi yang dilakukan pada Madrasah Ibtidaiyah belum dilakukan sebagaimana mestinya dan cenderung bersifat administratif. Pertama, kepala sekolah melakukan supervisi tanpa ada perencanaan dan evaluasi, hal tersebut disebabkan kesibukan kepala sekolah diluar jabatan sebagai kepala sekolah juga menjabat di lembaga lain, seperti menjadi guru dilembaga pendidikan lain selain ia sebagai kepala sekolah disekolah tersebut. Hal tersebut Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. peneliti pahami disebabkan karena kepala sekolah merupakan pejabat non PNS, tentu sangat wajar mempunyai jabatan lain selain menjadi kepala sekolah, kemudian sebabnya tergantung kecakapan yang dimiliki oleh kepala sekolah itu sendiri hal tersebut peneliti lihat dari MIS yang ada di kota Lhokseumawe, kepala sekolah dipilih langsung oleh ketua yayasan tanpa ada seleksi atau diberi pelatihan untuk menjadi kepala sekolah. Kedua, kepala sekolah lebih memproritas guru PNS untuk di supervisi dari pada guru non PNS dengan pertimbangan tuntutan penilaian jabatan bagi guru PNS, pada kenyataannya menurut binti Munah . 7: . salah satu tujuan supervisi ialah membantu para guru yang baru mengajar atau non PNS dalam pembelajaran, agar merasa senang dengan tugas barunya. Supervisi kepala sekolah sangat penting untuk menjaga kualitas pedagogik guru, sehingga perlu mengetahui seberapa besar hubungan antara supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik. Penelitian sebelumnya yang membahas tentang hubungan supervisi kepala sekolah dengan kompetensi pedagogik guru ialah Rosiman . menemukan bahwa adanya hubungan supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama dengan kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Laeya, dengan korelasi sebesar 0,871. Hal ini dapat dikatakan bahwa intensitas pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah yang efektif dan didukung dengan penerapan kompetensi pedagogik guru dalam menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran maka akan meningkatkan kinerja guru NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Supervisi kepala sekolah Kata supervisi berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata yaitu super artinya Aulebih atau di atasAy dan vision yang artinya AumelihatAy. Jika digabungkan supervisi artinya Aumelihat dari atasAy. Maka supervisi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang yang berada di atas seperti pengawas sekolah atau kepala sekolah. Sesuai yang dinyatakan oleh Suharsini Arikunto . 4: . menyebutkan, supervisi pendidikan adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah, agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi mengajar dengan baik. Selaras dengan pengertian yang diberikan oleh Suryosubroto . 0: . supervisi ialah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik. Selanjutnya peryataan Jamil . menyatakan, supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah Ngalim Purwanto. , menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya, dalam melakukan pekerjaan secara Menurut Agusliani dan Rudi . 8: . menyatakan supervisi mengarahkan personal pendidikan agar tujuan pendidikan yang telah ditetapkan akan tercapai secara efektif dan efisien dan sekaligus menghindari dari segala penyimpangan. Binti Munah . 7: . memberi pengertian serangkaian kegiatan membantu personil sekolah Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. mempertahankan dan meningkatkan peyelenggaraan sekolah dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Dan terakhir Soetjipto dan Raflis Kasasi . 1: . menyebutkan Supervisi adalah semua usaha yang dilakukan supervisor untuk memberikan bantuan kepada guru dalam memeperbaiki pengajaran. Dengan demikian, pengertian supervisi menurut para ahli adalah aktivitas pembinaa bagi guru agar situasi belajar baik dan efektif atau segala bantuan dari supervisor atau pemimpin kepala sekolah untuk memperbaiki manajemen pengelolaan sekolah dan meningkatkan kinerja staff/guru dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewajibannya sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai dengan Caranya, dengan memberi bantuan, dorongan, pembinaan, bimbingan, dan memberikan kesempatan bagi pengelola sekolah dan para guru untuk memperbaiki dan mengembangkan kinerja dan Misalnya, memberi bimbingan kepada kepala sekolah dan guru melakukan inovasi dalam persoalan administrasi sekolah, tata kelola sekolah yang baik, program pendidikan dan pengajaran, pemilihan alat-alat atau media pembelajaran dan metodemetode pembelajaran yang lebih baik, cara-cara penilaian yang sistematis terhadap seluruh fase-fase proses pembelajaran. Pada awalnya, supervisi dikenal dengan inpeksi, tetapi perubahan dari inpeksi menjadi supervisi, merubah pula konsep yang diterapkan inpeksi bersifat pengawasan yang otoriter sedangkan supervisi berupa pengawasan dan pembinaan yang bersifat kerjasama NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. yang demokratis. Dalam AlqurAoan Allah berfirman dalam surat alHasyir ayat 18 menjelaskan tentang supervisi sebagai berikut. Ca CAEaA A Ca aEACa A ACOAEEaA EAsAAcOAAu ACAC EeCEEAAe ECsEyEAoAAIEa Ca aEACa aEAoAACaE CoeaAuCa aCoCOAACCACE ENEOEcEO aEaOEEAA aOEaA ACaCsEa Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu Ay(Q. al-Hasyir:. Dalam tafsir Ibnu Katsir (Al-Hafiz, 2005: . menjelaskan ayat tersebut bahwa, evaluasilah diri kalian sendiri sebelum amal perbuatan kalian dihitung, periksalah amal perbuatan yang kalian simpan untuk diri kalian demi hari dimana kalian akan dikembalikan dan diperlihatkan kepada Tuhan kalian!. Dari penjelasan tafsir Ibnu Katsir bahwa setiap kita diharuskan mengevaluasi diri setiap tindak tanduk yang kita lakukan sebelum datang hari perhitungan diakhirat, begitu juga setiap perbuatan seorang guru dalam proses belajar pembelajaran guru di kelas. Dari Abu MasAoud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu Aoanhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam bersabda. Aa a aEa aNA e AaI eI a acE aEaO a seO AaEaNa Ie aE A Artinya:AuBarangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. Ay (HR. Muslim no. ( Syaikh AoAbdullah Al Fauzan, 2010 :. Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan dunia ataupun kebaikan akhirat. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan akhirat saja, kita ditugaskan menyerukan pada hal kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan ilmu yang kita miliki tentunya. Menyampaikan kebenaran baik cara kita beribadah, bekerja dan pergaulan dilingkungan sosial agar sesuai dengan tuntunan yang Allah berikan pada kita melalui Al-quran dan Hadist. Begitu juga dengan pembinaan yang dilakukan kepala sekolah sebagai supervisor, mengarahkan dan membina guru-guru dalam pembelajaran agar pembelajaran berjalan sesuai dengan ketentuan dan perkembagan ilmu pengetahuan. Dalam usaha mentransfer dan menyampaikan ilmu, guru harus mempunyai berbagai cara dan metode serta pendekatan kepada peserta didik agar peserta didik dapat menyerap ilmu dengan baik. Disinilah kepala sekolah selalu berusaha memberi menyampaikan kepada guru yang menjadi bawahannya agar melakukan pembelajaran dengan baik dan benar sebagai bentuk kebaikan yang ingin dibentuk. Di mana supervisi ialah tugas yang sudaah melekat pada diri kepala sekolah sebagai tugas dan tanggung jawabnya sebagai supervisor. Tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah sebagai supervisor bertugas mengatur seluruh aspek kurikulum yang berlaku di sekolah agar dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan target yang telah ditentukan. (Hendiyat Suetopo dan Wasty Suemanto, 1999: . Adapun aspek-aspek kurikulum tersebut. NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Membantu guru-guru melaksanakan dan menilai serta mengevaluasi kegiatan program satuan pelajaran. Membantu guru dalam menyusun dan merencananakan kegiatan belajar mengajar. Membantu guru dalam menilai proses dan hasil belajar mengajar. Membantu guru dalam menilai atau pengevaluasian hasil belajar siswa. Membantu guru dalam menterjemahkan atau mentrasfer dan mengaplikasikan kurikulum ke dalam pengajaran. Kepala sekolah sebagai supervisor mengatur seluruh aspek kurikulum sebagai sasaran ialah pembinaan yang akan dilakukan terhadap guru, mulai dari membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang didalamnya mengandung materi apa yang akan diajarkan kemudian menyusunan bagaimana langkah serta metode yang akan digunakan dalam setiap satuan program pembelajaran, membantu guru menyususn jadwal kegiata pembelajaran, membantu guru dalam menilai dan mengevaluasi pembelajaran yang sudah dilaksanakan, membantu guru dalam penilaian dan pengevaluasian terhadap hasil belajar anak peserta didik sesuaia dengan ketentuan yang diterapkan kurikulum yang sedang digunakan penilan ini bertujuan apakah pembelajaran yang direncanakan berhasil atau tidak sesuai tujuan pembelajaran, membantu guru menerjemahkan atau memaknai kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah dalam penggunaannya dan pengaplikasian guru dalam pembelajaran yang akan diterapkan. Kepala sekolah sebagai supervisor mengatur seluruh aspek kurikulum sebagai sasaran ialah pembinaan yang akan dilakukan Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. terhadap guru, mulai dari membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang didalamnya mengandung materi apa yang akan diajarkan kemudian menyusunan bagaimana langkah serta metode yang akan digunakan dalam setiap satuan program pembelajaran, membantu guru menyususn jadwal kegiata pembelajaran, membantu guru dalam menilai dan mengevaluasi pembelajaran yang sudah dilaksanakan, membantu guru dalam penilaian dan pengevaluasian terhadap hasil belajar anak peserta didik sesuaia dengan ketentuan yang diterapkan kurikulum yang sedang digunakan penilan ini bertujuan apakah pembelajaran yang direncanakan berhasil atau tidak sesuai tujuan pembelajaran, membantu guru menerjemahkan atau memaknai kurikulum yang diberlakukan oleh pemerintah dalam penggunaannya dan pengaplikasian guru dalam pembelajaran yang akan diterapkan. Kompetensi pedagogik guru Kata AuPedagogikAy berasal dari Bahasa Yunani yaitu AopaidagogosAo yang terdiri atas kata AupaidosAy . dan AuagogosAy . Maksudnya adalah memimpin anak dalam belajar. Rahmat Hidayat . secara kiasan pedagogik ialah seorang ahli yang membimbing anak kearah tujuan hidup tertentu. Sedangkan menurut Purwanto . 8: . Paedagoog . endidik atau ahli didi. ialah seseorang yang tugasnya membimbing anak dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiriAy. Sedangkan menurut penjelasan dalam Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 ayat . butir a . alam Mulyasa, 2009: dikemukakan:AyKompetensi NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan, pelaksanaan, pengevaluasian mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinyaAy. Sudarwan Danim . 1: . menyatakan bahwa, kompetensi pedagogik guru meliputi memahami peserta didik secara mendalam, merancang pembelajaran hingga memahami landasan pendidikan, melaksanakan pembelajaran, merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran dan yang terakhir mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik Kemudian Mulyasa . 9: . mengemukakan, kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran yang mencakup konsep kesiapan mengajar yang ditunjukkan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengajar. Selanjutnya menurut Antonius . 5: . menyatakan Pedagogik secara etimologi berarti menbimbing peserta didik dan secara luas merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Dari penjelasan para pakar dapat disimpulkan pedagogik ialah ilmu mendidik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola mengembangkan metode dan strategi belajar agar potensi yang ada pada peserta didik dapat berkembang secara baik. Atau dengan kata lain kopetensis pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi pedagogik memiliki aspekaspek yaitu. pengelolaan pembelajaran, pengembangan strategi Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. berkelanjutan,dan pemanfaatan dan refleksi terhadap hasil kerja. Ruang lingkup kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan perancangan dan pelaksanaan pengembangan dan menggali potensi yang ada pada peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya merupakan hal yang harus dikuasai oleh seorang guru. Tuntutan kompetensi pedagogik inilah yang akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya. Menurut Antonius . 5: . , standar inti dalam kompetesi pedagogik meliputi sebagai berikut. mengenal karakteristik peserta didik, . menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran pembelajaran yang mendidik, . pengembangan potensi peserta didik, . komunikasi dengan peserta didik, dan . penilaian dan evaluasi. Berdasarkan paparan di atas, inti dari kompetensi pedagogik yang pertama sekali mengenal karakter peserta didik sehingga guru yang akan mengajar dapat menentukan sikap dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik, setelah memahami karakter peserta didik guru harus memiliki ilmu tentang teori belajar dan prinsip-prisip belajar agar dapat menagatasi atau menentukan sikap yang tepat dalam pembelajaran sesuai dengan karakter peserta didik, guru dapat mengembangkan kurikulum yang ada sesuai karakter dan teori belajar yang akan diterapkan dalam pembelajaran sehingga menumbuhkan semagat belajar dan menumbuhkan potensi NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. dilaksanakan harus mendidik peserta didik menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter, menggembangkan potensi peserta didik dengan memberi stimulus yang baik dan tepat, dan yang terakhir pengevaluasian penilaian tingkat keberhasilan belajar peserta didik, apakah penerapan pembelajaran yang dilakasanakan sudah maksimal atau belum dan memberi perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya pada letak kekurang yang terjadi pada saat pelaksaan pembelajaran yang sudah berlalu. Hubungan Supervisi Kepala Dengan Kompetensi Pedagogik Guru Daryanto dan Tuti . 5: . tujuan supervisi ialah membentuk kompetensi minimal yang harus dikuasai guru. Artinya supervisi diadakan untuk membentuk kompetensi yang minimal harus ada pada diri guru yaitu kemampuan mengajar yang mengandung kemampuan mengelola kelas, penerapan metode yang tepat dan penguasaan materi, semua itu terangkum dalam kompetensi Banyak hal yang mempengaruhi kompetensi pedagogik. Sahertian . menjelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik ialah sebagai berikut yaitu . Pengetahuan, keterampilan . , dan sikap yang dimiliki seorang . Kepemimpinan yang dilaksanakan kepala sekolah termasuk didalamnya tugas yang diembannya baik secara Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. administratif ataupun tugas yang melekat kepala sekolah dan . Lingkungan kerja yang mendorong motivasi kerja guru untuk meningkatkan kinerja guru. Dari penjelasan Sahertian faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik ialah selain apa yang ada dalam diri guru juga kepemimpinan kepala sekola sangat mempengaruhi kemampuan pedagogik guru, dalam hal ini kepala sekolah bertindak sebagai Sehingga supervisi yang dilakukan kepala sekolah memiliki hubungan yang mempengaruhi kemampuan kopetensi pedagogik guru. Kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa kepala sekolah memberi pembinaan kepada guru sesuai dengan kebutuhan dan kekurangan baik pada diri guru ataupun kepentingan sekolah, kepala sekolah hendaknya pandai-pandai meneliti, mencari dan menentukan syarat-syarat mana yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan pendidikan sekolah dapat tercapai dengan maksimal. Hubungan supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik juga ditunjukkan oleh penelitian Moh. Hasan . yang penelitiannya menguraikan hasil penelitian untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dengan supervisi kepala sekolah yang menggunakan beberapa strategi dan teknik pendekatan supervisi kepala sekolah. NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. METODE pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif, yaitu berupa skor dari jawaban respondenterhadap angket yang disebarkan dan pengolahan datanya menggunakan analisis statistik Penelitian dilaksanakan di kota lhokseumawe. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru madrasah ibtidaiyah se-kota Lhokseumawe sebanyak 71 orang. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Sederhana Antara Supervisi Kepala Sekolah Dengan Kompetensi Pedagogik Guru Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana antara supervisi kepala sekolah dengan Berdasarkan program SPSS statistic. 20, maka didapat data sebagai berikut. Tabel. Analisis Regresi Sederhana Antara Supervisi Kepala Sekolah Dengankompetensi Pedagogik Guru Jumlah Model Rataan Fhitung Regression Residual Total 822,192 4055,780 4877,972 822,192 58,779 13,988 Dari hasil uji Anova pada tabel di atas diperoleh nilai F = 13,988 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka model Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe Sig. ,000b AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. regresi bisa dipakai untuk memprediksikan kompetensi pedagogik guru atau dengan kata lain ada pengaruh variabel supervisi kepala sekolah terhadap variabel kompetensi pedagogik guru. Tabel. Analisis Nilai Regresi Supervisi Kepala Sekolah Dengan Kompetensi Pedagogik Guru Nilai Jumlah 90,329 0,159 3,740 0,000 Signifikansi Kemudian pada tabel coefficients tampak nilai konstanta . sebasar 90,329 dan nilai variabel kompetensi pedagogik . /koefisien regres. sebesar 0,159. Sehingga rumus persamaan regresi tersebut. Y=a bX Atau Kompetensi = 90,329 0,159 supervisi Pada persamaan tersebut terlihat koefisien variabel supervisi adalah 0,159 menyatakan setiap penambahan 1 % nilai variabel supervisi maka nilai variabel kompetensi pedagogik 0,159. Dapat penambahan 1 % nilai variabel supervisi maka nilai variabel kompetensi pedagogik bertambah sebesar 0,159. Semakin bertambah atau semakin baiknya supervisi yang dilakukan NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. kepala sekolah sebesar 1% maka akan menambah kompetensi pedagogik guru sebesar 0,159. Hal tersebut sebagaimana ungkapan Sahertian . 0: . bahwa, kompetensi pedagogik dipengaruhi beberapa faktor yang salah satunya ialah kepemimpinan kepala sekolah. Dimana didalam kepemimpinan kepala sekolah, seorang kepala sekolah memiliki tugas melekat yaitu menjadi supervisor bagi gurunya dengan memberi pembinaan kepada guru sesuai dengan kebutuhan dan kekurangan dalam pembelajaran pada diri guru, sehingga kompetensi pedagogik guru berkembang. Untuk pengambilan keputusan dapat terlihat nilai signifikansi 0,00 lebih kecil dari 0,05 ( 0,00 < 0,05 ) dan dengan ketentuan jika thitung > ttabel berarti HO ditolak dan apabila thitung O ttabel berarti Ho diterima. Dari tabel menunjukkan variabel kompetensi pedagogik memiliki nilai thitung sebesar 3,740. Maka thitung > ttabel yaitu 3,740 > 1,997 berarti HO ditolak atau yca O0, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel supervisi kepala sekolah (X) berpengaruh pada variabel kompetensi pedagogik guru (Y). Maka dalam hal ini Ho ditolak, yang artinya ada pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru di Madrasah Ibtidaiyah kota Analisis korelasi antara supervisi dan kompetensi pedagogik guru Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. Pengujian rumus korelasi Pearson Product Moment. Dari pengolahan data SPSS statistic. 20 maka didapat nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai person correlation . sebesar 0,411. Dengan demikian nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,00 < 0,. dapat artinkan variabel supervisi kepala sekolah mempunyai hubungan . terhadap variabel kompetensi pedagogik guru, dengan nilai korelasi 0,411. Menurut Rahayu dan Maman . interpretasi dari nilai korelasi tersebut termasuk dalam katagori nilai cukup ( 0,400 C ycycuyc O0,. Untuk nilai df = n =71 pada taraf 5% didapat t tabel 0,227, maka 0,411 > 0,227 artinya Ho ditolak, yang artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara supervisi kepala sekolah dengan Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe. Dari hasil analisis data dapat dibuktikan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki hubungan dengan kompetensi pedagogik dengan koefisien korelasi . sebasar 0,411 atau koefisien determinan . sebesar 16,89 %. Dengan nilai signifikansi 0,000. 0,01. Hal ini menunjukkan bahwa Auada hubungan positif yang sangat signifikan antara supervisi kepala sekolah dengan kompetensi guruAy. Hubungan menggambarkan besarnya atau kekuatan hubungan supervisi kepala sekolah dengan kompetensi pedagogik guru sebayak 16,89 % maka semakin tinggi supervisi kepala sekolah maka semakin tinggi pula kompetensi pedagogik guru dan sebaliknya semakin rendah supervisi NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. kepala sekolah maka semakin rendah kompetensi pedagogik guru. Dalam penelitian ini hubungan antara supervisi kepala sekolah dengan kompetensi pedagogik guru dapat dilihat pada gambar ry = 0,411 Kontribusi Supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 0,169 atau 16,9%. Sedangkan sisanya . % 16,9 % = 83,1 %), maka untuk 83,1% kompetensi pedagogik guru dipengaruhi faktor lain dari luar penelitian. Sebagaimana yang di uangkapkan oleh ibu Farida melalui wawancara langsung pada pada 25 Desember 2018 di MIN 5 Lhokseumawe menyatakan bahwa. Aukompetensi pedagogik guru tidak hanya di pengaruhi oleh supervisi kepala sekolah namun juga di pengaruhi oleh lamanya pengalaman mengajar guru tetapi tidak mutlak tergantung setiap individu si Guru apakah memiliki sikap ingin selalu menjadi lebih baik, kecerdasan setiap individu guru, fasilitas yang medukung berkembangnya guru baik sarana dan prasarana ataupun berupa pembekalan berupa pelatihan-pelatihan yang guru ikutiAy Maka dapat disimpulkan bahwa supervisi kepala sekolah hanya mempengaruhi kompetensi pedagogik guru sebesar 16,9% dan sisanya 83,1 % faktor lain yang mempengaruhi kompetensi pedagogik Maka supervisi kepala sekolah bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi dalam kompetensi pedagogik guru di Madrasah Ibtidaiyah kota Lhokseumawe, akan tetapi faktor lain turut mempengaruhi kompetensi pedagogik seperti lamanya mengajar. Hubungan Antara Supervisi Kepala Sekolah & Kompetensi Pedagogik Guru Madrasah Ibtidaiyah Lhokseumawe AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. pengalaman mengikuti pelatihan, motivasi dan semagat yang dimiliki guru, dan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang diliki PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analsis yang telah dilakukan terhadap para guru Madrasah Ibtidaiyah se-kota Lhokseumawe, maka dapat disimpulkan bahwa, supervisi kepala sekolah memiliki hubungan terhadap kompetensi pedagogik guru dengan persamaan regresi Kompetensi = 90,329 0,159 Supervisi. Artinya setiap penambahan 1 % nilai variabel supervisi maka nilai variabel kompetensi pedagogik bertambah sebesar 0,159. Nilai korelasi supervisi kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru dalam kategori cukup sebesar 0,411. Besarnya pengaruh faktor supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 0,169 atau 16,9%. Saran Berdasarkan pembahasan, kesimpulan, dan implikasi di atas maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut : pertama, bagi guru yaitu untuk lebih meningkatkan kompetensi pedagogik guna memajukan pendidikan lebih baik dengan selalu mengembangkan potensi yang ada dengan berbagai pelatihan yang diikuti dan diskusi antar guru. bagi kepala sekolah yaitu untuk meningkatkan kualitas guru diharapkan perhatian kepala sekolah dalam kompetensi pedagogik guru dengan meningkatkan supervisi yang lebih baik lagi NURMAYULI AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 4 No. dengan menggunakan perencanaan dan pelaksanaan supervisi yang lebih matang. DAFTAR PUSTAKA