Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 https://doi. org/10. 55081/jphr. e-ISSN : 2747- 013X JOURNAL PHYSICAL HEALTH RECREATION Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 Evaluation of Development of Achievement of Judo Athletes in Bantul Regency Yogyakarta Special Region Province Evaluasi Pembinaan Prestasi Atlet Judo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Budi Laksono 1. Ardhika Falaahudin2 Universitas Mercu Buana Yogyakarta Email: Romadoni016@gmail. Abstract This study aims to determine whether the judo district of Bantul has implemented the training program well or not and to find out the shortcomings of athletes during their time as judo athletes in Bantul so that they can be improved and can achieve many achievements. This study uses a quantitative descriptive design with a survey method. The population in this study were judo athletes in Bantul district with 23 male and female athletes. In this study using data analysis techniques using questionnaires filled in by respondents, namely 23 judo athletes in Bantul district and pie charts as a measuring tool for research results that can be described or explained in detail to obtain conclusions from the study. This questionnaire has been validated using SPSS software for windows and also Microsoft excel so that the questions and statements that are distributed to be filled in are truly valid. The results of this study are that there are some athletes who still have deficiencies or incompatibility with the training program provided by Judo Bantul and there are deficiencies in Judo Bantul related to the training program given to athletes. Keywords: judo, training program, athlete Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah judo kabupaten bantul telah melaksanakan program latihan dengan baik atau belum serta untuk mengetahui kekurangan atlet selama menjadi atlet judo bantul supaya dapat diperbaiki dan dapat meraih banyak Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan metode Populasi dalam penelitian ini adalah atlet judo kabupaten bantul dengan jenis kelamin laki laki dan perempuan berjumlah 23 atlet. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data mengunakan kuisioner yang diisikan oleh responden yaitu 23 atlet judo kabupaten bantul serta diagram lingkaran sebagai alat ukur hasil penelitian yang dapat dijabarkan atau dijelaskan secara rinci untuk memperoleh kesimpulan dari penelitian. Kuisioner ini sudah divalidasi menggunakan software SPSS for windows dan juga Microsoft excel sehingga pertanyaan maupun pernyataan yang dibagikan untuk diisi benar benar Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. sudah valid. Hasil penelitian ini adalah terdapat beberapa atlet yang masih memiliki kekurangan atau ketidakcocokan dengan program latihan yang diberikan judo bantul dan terdapat kekurangan dari judo bantul terkait program latihan yang diberikan kepada atlet. Kata kunci: judo,program latihan, atlet daya manusia, . kemampuan keuangan, . kerjasama internal, . sarana dan prasarana, dan . metode yang Kelima manajemen di atas merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu-persatu, karena satu sama lain saling mendukung dan saling menentukan (Harsuki, 2012, 64-. Setelah membahas mengenai olahraga dan prestasi, sekarang yang akan dibahas ialah mengenai evaluasi. Evaluasi menurut Kumano . merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen. Sementara itu menurut Calongesi . evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil Sejalan dengan pengertian tersebut. Zainul dan Nasution . menyatakan bahwa evaluasi dapat menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. Secara garis besar dapat pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Selain dari itu, evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Dengan demikian. Evaluasi merupakan suatu PENDAHULUAN Olahraga merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia, bahkan menjadi suatu kebutuhan. Hidup yang sehat merupakan hidup yang harus seimbang antara pola hidup dengan kegiatan yang Salah satu kegiatan yang tidak bisa lepas dengan kita adalah olahraga. Jika pola hidup kita, pola makan kita sudah baik sudah teratur namun kegiatan olahraga atau kegiatan fisik tidak dilakukan, maka akan mengakibatkan kekurangan atau ketidakseimbangan. Olahraga bukan semata hanya untuk menjaga kesehatan tubuh namun juga untuk diperlombakan untuk meraih suatu prestasi tergantung dari pilar atau kategori olahraga tersebut. Ada beberapa pilar atau kategori dalam olahraga,salah satunya yaitu olahraga prestasi. Prestasi merpakan hasil didapatkan ketika kita Untuk mencapai suatu prestasi Keberhasilan pembinaan prestasi sangat ditentukan oleh berbagai macam unsur yang mempengaruhi. Salah satu unsur yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembinaan prestasi adalah penerapan manajemen yang baik. Sehubungan dengan manajemen dalam pembinaan prestasi olahraga, ada lima sumberdaya manajemen yang harus dikelola dengan baik, yaitu: . sumber Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. proses yang sistematis untuk menentukan dari sebuah program. Sebuah program atau membuat bukan hanya kegiatan tunggal yang dapat sejauhmana tujuan-tujuan pengajaran diselesaikan dalam waktu singkat, tetapi telah dicapai oleh siswa (Purwanto, 2. berkesinambungan karena melaksanakan Cronbach (Harris, 1. menyatakan suatu kebijakan. Oleh karena itu, sebuah bahwa evaluasi merupakan pemeriksaan yang sistematis terhadap segala peristiwa program dapat berlangsung dalam kurun waktu relatif lama. Pelaksanaan program selalu terjadi dalam sebuah organisasi Sementara Arikunto Salah mengungkapkan bahwa evaluasi adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengukur keberhasilan program adalah klub yang di kelola pengurus Tayibnapis . dalam hal cabang (Pengca. dan pengurus daerah ini lebih meninjau pengertian evaluasi (Pengd. , dalam proses pembinan olahraga menuju prestasi optimal, klub program dalam konteks tujuan yaitu . erkumpulan olahrag. berada pada sejauhmana tujuan pendidikan dapat posisi strategis, hal tersebut dikarenakan klub olahraga berada pada posisi terdepan yang secara operasional melakukan Berdasarkan pembinaan langsung kepada atlet dalam pengertian evaluasi sumatif dan evaluasi bentuk proses latihan, sehingga dapat Evaluasi formatif dinyatakan sebagai upaya untuk memperoleh merupakan ujung tombak pembinaan feedback perbaikan program, sementara olahraga prestasi. itu evaluasi sumatif merupakan upaya menilai manfaat program dan mengambil Usaha latihan yang maksimal dan keputusan (Lehman, 1. terstuktur dapat memberikan hasil yang maksimal dalam prestasi olahraga. UU No. Menurut Suchman . 1, dalam Anderson Tahun Sistem 1975, dalam Arikunto 2010, p. Keolahragaan Nasional ialah olahraga memandang evaluasi sebagai sebuah prestasi dilaksanakan melalui proses proses menentukan hasil yang telah pembinaan dan pengembangan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan tercapainya tujuan. Proses evaluasi harus dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. UU RI Nomor 3 dilaksanakan secara komprehensif agar Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan hasilnya benar-benar dapat dijadikan Nasional Bab VII pasal 21 ayat 2 dan 3, dasar dalam menentukan kualitas dari Pembinaan dan pengembangan olahraga suatu program. Hal ini berarti evaluasi prestasi dilaksanakan dan diarahkan dijadikan secara menyeluruh untuk untuk mencapai prestasi olahraga pada menilai unsur-unsur yang mendukung Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. tingkat daerah, nasional, dan internasional dalam mengembangkan prestasi di bidang yang dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga tingkat pusat maupun Husdarata . ada beberapa pada tingkat daerah. Untuk pelaksanaan kendala yang sering dijumpai dalam pengembangan prestasi pengorganisasian perkembangan olahraga prestasi di adalah salah satu cara untuk dapat indonesia yaitu, masalah manajemen melakukan pembinan yang sistematis dan keolahragaan nasional, organisasi induk belum melaksanakan program pembinaan jangka panjang secara konsisten dan Melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 95 tahun 2017 tentang berkesinambungan, penyerapan dan peningkatan prestasi olahraga nasional, pendekatan ilmiah dan teknologi dalam Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional adalah kegiatan untuk menciptakan atlet kesenjangan yang cukup lebar antara berprestasi dalam rangka mencapai target pemain-pemain top dengan pemainmedali di kejuaraan maupun pekan pemain kader dalam kemampuan dan olahraga tingkat internasional. Selain itu, prestasinya, sistem pemanduan bakat pemerintah pusat melalui UUD RI nomor 3 selama ini dilakukan secara alamiah teras tahun 2015 tentang sistem keloahragaan 2 kurang memperhatikan hasil yang menekankan pemerintah kabupaten/kota memadai, dan kendala yang terakhir melaksanakan perencanaan, pembinaan, adalah kelemahan proses pembinaan pengembangan, penerapan standardisasi, tingkat dasar atau pemula. Bukan hanya itu Selain faktor atlet dan pelatih maka ada keolahragaan yang berbasis keunggulan faktor penting yang sangat berpengaruh Proses pada perkembangan olahraga prestasi pengembangan dilakukan salah satunya saat ini yaitu faktor dari dukungan dengan menyelengarakan kompetisi organisasi dan 3 manajemennya. Hal ini secara berjenjang dan berkelanjutan, di sejalan dengan penjelasan dari Rahmat tambah dengan adanya lembaga-lembaga . bahwa untuk mendapatkan Indonesia sebuah prestasi ada dua faktor yang memberikan upaya untuk meningkatkan mempengaruhi, dua faktor tersebut prestasi olahraga. Komite Olahraga adalah faktor internal dan faktor Nasional Indonesia (KONI) salah satu Faktor internal berasal dari lembaga yang bertanggung jawab dalam diri seorang atlet, dan faktor membantu mengelolah penyelengaraan eksternal meliputi lingkungan organisasi keolahragaan indonesia, memiliki peran Upaya penting yang memiliki kejelasan visi, misi menjalankan organisasi keolahragaan dan perencanaan program yang strategis tentunya sebuah organisasi tersebut harus jangka panjang maupun jangka pendek. memiliki ilmu manajemen yang baik dan Namun demikian, ada banyak hal yang mampu terarah. masih belum secara optimal dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia baik Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. ditingkat kabupaten dan kota diharapakan didukung juga sarana dan prasarana yang mampu menjalankan dan menerapkan baik, serta disiplin ilmu yang erat tujuanya sistem ilmu manajeman olahraga yang dengan olahraga, juga harus ditujang oleh Rusli . bahwa setiap fungsi program latihan yang direncanakan manajemen harus dilaksanakan dengan dengan baik, terarah, dan bermutu. Judo seksama, mengikuti aturan dan dijalankan Kano . 9,hlm. dengan sistematis agar program yang menjelaskan bahwa : Au. itAos aim is making dijalankan oleh sebuah organisasi dapat the body strong useful and healthy while terwujud sebagaimana yang diharapkan. building character though mental and Dengan moral diciplineAy. Yang dimaksud dalam menjalankan setiap tiap program tersebut, pernyataan diatas adalah ditujukan untuk harus ada yang membuat perencanaan, membina watak manusia, karena di adanya pengorganisasian mengenai siapa dalamnya ditanamkan prinsip-prinsip yang 4 melaksanakan apa dan diperlukan keberanian, ketertiban dan kedisiplinan. pula adanya yang menjalankan fungsi Selanjutnya olaharaga judo menurut Kadir Fungsi . 3, hlm. menjelaskan bahwa :Ay Judo manajeman yang di jalankan oleh KONI adalah salah satu cabang olahraga bela diri tersebut, harus memiliki tujuan organisasi dari jepang dan telah populer di dunia sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah dewasa ini. Tangga (AD/ART), yaitu dengan sebuah Keberhasilan seorang pejudo dalam mencapai prestasi tinggi tidak dapat tercapai tanpa latihan melalui program evaluasi melalui pengawasan controlling latihan yang sistematis, disiplin dan yang ada motivasi atlet itu sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Harsono . 0,hlm. Olahraga judo merupakan olahraga kompetitif yang memberikan kesempatan bahwa:Aytujuan serta sasaran dari latihan bagi atlet yang menunjukan prestasi dan atau trainning adalah membantu atlet pembinaan atlet, baik melalui latihan di klub-klub, maupun di perkumpulan lainya. prestasinya semaksimal mungkin. Ay . Ada Oleh karena itu perlu ada upaya dan usaha dua sebutan bagi orang yang sedang pengembangan melalui berbagai kegiatan berlatih judo yaitu Tori dan uke. Tori pembinaan dalam meningkatkan prestasi adalah orang yang melakukan bantingan. Tercapainya prestasi tinggi diperoleh sedangkan Uke adalah orang yang di melalui pembinaan yang tepat dan benar. Dalam teknik judo juga terdapat serta usaha keras yang timbul dalam diri teknik dasar seperti membanting, seorang pejudo. Selain itu perlu ditunjang oleh berbagai faktor, antara lain mencekik, dan mengunci persendian Selain itu perlu dikuasai teknikteknik,taktik,kondisi fisik yang prima, teknik jatuhan (Ukem. dan teknik mental yang baik, kualitas pelatih, dan menghasilkan kesimbangan (Kuzush. Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. Ada beberapa teknik bantingan dalam dengan ippon adalah nilai sempurna judo yang perlu dipelajari seorang pejudo, akibat suatu bantingan lawan ippon yang namun dalam menghadapi pertandingan sempurna baru akan terjadi apabila biasanya pejudo meiliki teknik andalan seorang pejudo membanting lawanya satu atau dua teknik bantingan saja. jatuh sebagian besar punggungnya Seperti Inokuma menyentuh matras dengan kekuatan dan Sato. 0,hlm. yakni:Ay though you kecepatan penuh. Untuk dapat melakukan should be familiar with all kid of nage bantingan dengan nilai ippon tentu waza,you will find it to your advantage to diperlukan dukungan kekuatan dan discover the one or two that particuraly seem to suit yoi and work on them until momentum secara tepat. Pembinaan you have mastered them completelyAy,dan prestasi khusunya pada atlet cabang mengumpulkan satu atau dua teknik yang olahraga judo di kabupaten Bantul ini paling cocok baginya dan malakukan sangatlah penting guna mengangkat dan benar-benar meraih prestasi di kompetisi nasional Oleh karena itu seorang maupun internasional. Semakin baik pejudo harus menguasai teknik andalan management dan pembinaan yang ada, dengan sebaik mungkin. ketika dibarengi dengan tekad dan kerja keras dari atlet, maka bukan hal mustahil Latihan mempermahir teknik-teknik gerak yang untuk menjadikan atlet dan seluruh management di kabupaten Bantul meraih diperlukan untuk mampu melakukan banyak kesuksesan. cabang olahraga yang dilakukan atlet, salah satu upaya agar pejudo mempunyai Berdasarkan uraian di atas, peneliti kualitas teknik andalan yang tinggi adalah menganggap penting untuk diangkat dengan melakukan Uchikomi atau disebut dalam bentuk penelitian. Evaluasi juga drill, dalam hal ni adalah teknik sangatlah penting untuk dilakukan guna bantingan bertujuan agar dapat dilakukan untuk mereview, mempelajari kekurangan dengan sempurna dan peluang untuk dan kesalahan kegiatan yang telah lalu. Ippon . ilai serta untuk memperbaiki apa yang telah tertinggi/sempurn. Pejudo juga dituntut terjadi sebelumnya untuk mencapai hasil untuk menguasai empat unsur teknik yang maksimal di waktu yang akan datang. sendiri,yaitu Oleh karena itu penulis tertarik untuk menghilangkan keseimbangan (Kuzush. , memindahkan badan . , saat melaksanakn teknik . dan saat kabupaten bantul, bagaimana kegiatan melempar lawan dengan teknik tertentu evaluasi yang dilakukan, serta bagaimana . Jika keempat unsur tersebut dapat cara agar kinerja dari manajemen dilakukan dengan benar oleh seorang olahraga khususnya judo di kabupaten pejudo maka secara otomatis seorang Bantul. Peneliti mengambil penelitian pejudo dapat melakukan bantingan pada atlet judo kabupaten Bantul Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. adanyaAoAo tentang suatu variabel, gejala Butir Jawaban ataupun keadaan (Suharsimi Arikunto. Nomo Tidak Persen Kadang Persen 2010:. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei dengan 83,33 16,66 menggunakan angket / kuisioner. Dalam penelitian ini berusaha untuk mengetahui 91,66 8,33% atau mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki untuk meriah banyak prestasi 83,33 16,66 untuk atlet judo kabupaten bantul. Jumla HASIL DAN PEMBAHASAN Persen 86,10% 13,88% Total Dari 23 responden, sebanyak 4,4% atlet dikarenalkan peneliti meyakini masih menyatakan kurang setuju, 65,2% jarang ada penelitian pada cabang menyatakan setuju dan 30,4% sangat tersebut khususnya di Kabupaten bantul, setuju saat berlatih dan bertanding judo. lokasi yang dekat dengan kampus juga Dari 23 responden 8,7% menyatakan menjadi salah satu alasan maupun kurang setuju, 69,6% setuju serta 21,7% motivasi guna melakukan penelitian. Dan menyatakan sangat setuju bahwasanya peneliti menyakini akan ada keuntungan mengikuti atau tidaknya dalam kegiatan yang didapat yaitu informasi tentang program latihan judo. Terkait pernyataan bagaimana pembinaan yang ada yang akan mengenai program latihan, apakah sudah diteliti dengan data-data yang otentik sesuai dengan kebutuhan atlet, 13% yang akan didapat. Peneliti berkeinginan menyatakan tidak setuju, 8,7% kurang untuk membuat penelitian tentang setuju, 56,5% setuju dan 21,7% pembinaan atlet judo, dan mengambil menyatakan sangat setuju. Sebanyak 4,3% judul AuEvaluasi pembinaan prestasi atlet menyatakan kurang setuju, 69,6 setuju judo kabupaten bantul provinsi daerah serta 26,1% sangat setuju terekait dengan istimewa Yogyakarta. pernyataan yang menyatakan atlet mengevaluasi diri sendiri supaya tahu METODE PENELITIAN kekurangan dalam menjalani program Penelitian ini merupakan penelitian Berkaitan dengan tekad yang dimiliki atlet, dalam kuisioner tertera menggunakan satu variabel tanpa pernyataan apakah atlet bertekad untuk pembuatan perbandingan atau tanpa menjadi lebih baik atau tidak, untuk menghubungkan ke variabel lainnya. jawaban yang telah diisi 23 reponden. Penelitian deskriptif tidak bertujuan atau sebanyak 56,5% menyatakan setuju dan tidak dimaksudkan untuk menguji 43,5% menyatakan sangat setuju. hipotesis tertentu, tetapi penelitian Sebanyak 69,6% menyatakan setuju dan deskriptif hanya menggambarkan AoAoapa selebihnya menyatakan sangat setuju Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. yaitu sebesar 30,4% untuk pernyataan bahwa peran pelatih sangat kecil mengenai kerja keras atlet dalam latihan. dibandingkan usaha sendiri dalam Dari 23 responden, sebanyak 4,3% atlet mencapai suatu prestasi. Sebanyak 8,7% menyatakan kurang setuju, 78,3% atlet tidak setuju, 8,7% atlet kurang setuju, 17,4% 65,2% setuju dan 17,4% atlet menyatakan menyatakan sangat setuju untuk selalu sangat setuju saat diberikan pernyataan siap dengan program latihan yang berkomunikasi dengan baik dengan diberikan judo bantul. Pada diagram pelatih atau tidak. Sebanyak 4,4% nomor 8 mengenai pernyataan bahawa menyatakan kurang setuju, 47,8% setuju atlet siap bekerjasama sebagai tim, 65,2% dan 47,8% sangat setuju mengenai 34,8% kerjasama dengan sesama atlet judo menyatakan sangat setuju. Terkait kabupaten bantul. Sebanyak 8,7% kemampuan mengatasi stress agar bisa menyatakan tidak setuju, 13% kurang fokus dengan program latihan yang setuju, 60,9% setuju dan 17,4% sangat diberikan, dari 23 responden, 4,4% setuju mengenai komunikasi yang baik menyatakan tidak setuju, 17,4 kurang dengan pengurus judo kabupaten bantul. setuju, 56,5% setuju dan 21,7% Sebanyak 8,7% menyatakan kurang menyatakan sangat setuju. Dari 23 setuju, 69,6 setuju dan 21,7% manyatakan responden/atlet, 4,3% atlet menyatakan sangat setuju mengenai apakah ada tidak setuju, 69,6% setuju dan 26,1% program latihan yang diberikan mengenai teknik dasar judo. Sebanyak 8,7% memotivasi diri mereka sendiri agar menyatakan tidak setuju, 8,7% kurang semangat berlatih dan bertanding judo. setuju, 65,2% setuju dan 17,4% sebanyak 8,7% atlet atau responden menyatakan sangat setuju mengenai menyatakan kurang setuju, 69,6% setuju seleksi menjadi atlet judo kabupaten dan 21,7% menyatakan sangat setuju Sebanyak 13% menyatakan tidak terkait dukungan atau motivasi dari setuju, 17,4% menyatakan kurang setuju. Tanggapan dari responden 52,2% manyatakan setuju dan 17,4% menyatakan sangat setuju terkait cocok dengan taktik yang diterapkan pelatih atau tidaknya program latihan fisik yang yaitu sebanyak 4,4% tidak setuju, 4,3% Sebanyak 13% menyatakan kurang setuju, 73,9% setuju dan 17,4% tidak setuju, 4,4% kurang setuju, 65,2% menyatakan sangat setuju. Terkait setuju dan 17,4 manyatakan sangat setuju mengenai cocok atau tidaknya program diberikan pelatih terdapat 13% yang tidak latihan mental yang diberkan pelatih setuju, 8,7%kurang setuju, 60,9% setuju dengan atlet yang bersangkutan. Sebanyak dan 17,4% menyatakan sangat setuju. 8,7% menyatakan tidak setuju, 17,4% Sebanyak 52,2% atlet menyatakan kurang kurang setuju, 56,5% setuju dan 17,4% setuju, 26,1% atlet setuju dan 21,7% atlet menyatakan sangat setuju terkait cocok sangat setuju ketika mendapat pernyataan dan tidaknya program latihan teknik yang Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. diberikan pelatih kepada atlet. Sebanyak Sebanyak 13% menyatakan 8,7% menyatakan tidak setuju, 26,1% tidak setuju, 17,4% kurang setuju, 52,2% kurang setuju, 26,1% setuju dan 39,1% setuju dan 17,4% sangat setuju menyatakan sangat setuju mengenai mengenai adanya program latihan kejenuhan saat menjalankan program Sebanyak 13% menyatakan tidak menyatakan tidak setuju, 13% kurang setuju, 4,4% kurang setuju, 60,9% setuju setuju, 56,5% setuju dan 17,4% sangat dan 21,7% menyatakan sangat setuju setuju terkait kesenangan menjalani mengenai dapat meningkatkan prestasi program latihan yang diberikan. Sebanyak melalui program latihan. Sebanyak 26,1% 13% atlet menyatakan tidak setuju, 21,7 meyatakan tidak setuju, 17,4% kurang kurang setuju, 21,7 setuju dan 43,5% setuju, 39,1% setuju dan 17,4% sangat setuju terkait membuat program menyatakan sangat setuju mengenai latihan sendiri dikarenakan kurang cocok pemberian fasilitas latihan pribadi dari dengan program latihan dari pelatih. judo bantul. Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, 65,2% setuju, 21,7% PEMBAHASAN menyatakan sangat setuju terkait hasil Pada pembahasan ini, yang akan dibahas prestasi dapat diraih berkat program adalah mengenai hasil penelitian tentang latihan dari judo bantul. Sebanyak 13% evaluasi pembinaan prestasi atlet judo menyatakantidak setuju, 21,7% kurang kabupaten bantul provinsi daerah setuju, 47,8% setuju, dan 17,4% istimewa Yogyakarta. Dalam suatu klub menyatakan sangat setuju terkait atau sebuah tim tentunya evaluasi tidak kesesuaian program latihan dengan menjadi hal yang asing, sebab evaluasi Sebanyak dapat juga dikatakan sebagai bagian menyatakan tidak setuju, 8,7% kurang pokok atau rutinitas yang dilakukan guna setuju, 60,9% setuju dan 17,4% menganalisa, menutupi dan memperbaiki menyatakan sangat setuju terkait kekurangan atau kesalahan yang telah terjadi untuk meraih hasil yang lebih baik. Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, kali ini yang akan penulis evaluasi aialah 8,7% kurang setuju, 56,5% setuju dan 21,7 terkait atlet judo kabupaten bantul yaitu menyatakan sangat setuju terkait mengevaluasi apa saja kekurangan pengaturan program latihan. Sebanyak ataupun keluhan atlet selama menjadi 17,4% atlet menyatakan tidak setuju, 8,7% atlet judo kabupaten bantul serta kurang setuju. 52,2% setuju dan 21,7% mengevaluasi program latihan yang menyatakan sangat setuju terkait adanya diberikan pelatih kepada atlet judo waktu istirahat diantara set. Sebanyak kabupaten bantul. Hal tersebut perlu di 13% atlet menyatakan tidak setuju, 17,4% evaluasi karena kedua hal tersebut kurang setuju, 52,2% setuju dan berpengaruh terhadap prestasi yang bisa 17,4%atlet menyatakan sangat setuju didapatkan oleh judo kabupaten bantul. terkait intensitas program latihan yang Sebelum membahas lebih dalam dari hasil Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. penelitian, penulis sudah menerangkan judo bantul terutama pada kegiatan atau menuliskan hasil dari olah data atau program latihan. Ada beberapa atlet yang hasil dari penelitian yang telah di lakaukan menyatakan kurang setuju, yang berarti kepada 23 atlet judo kabupaten bantul yang mengisi angket ataupun kuisioner Hasil penelitian yang sudah program dari judo bantul atau program yang diberikan oleh pelatih. Dapat diagram sebagai alat ukur yang dapat diartikan juga, atlet sudah mengikuti, mengukur hasil pengisian kuisioner yang tetapi dengan perasaan ataupun tindakan pembahasan disisni. Untuk evaluasi yang pertama yaitu Terkait pernyataan mengenai program mengenai atlet yang berkaitan juga latihan, apakah sudah sesuai dengan dengan program yang diberikan judo kebutuhan atlet, 13% menyatakan tidak bantul kepada atlet tersebut. Yang setuju, 8,7% kurang setuju, 56,5% setuju pertama dari perasaan atlet ketika dan 21,7% menyatakan sangat setuju, melakukan hal yang berkaitan dengan judo terutama berlatih dan bertanding ketidaksesuaian antara program latihan judo. Dari survey yang telah dilakukan, yang diberikan dengan kebutuhan atlet. terdapat 23 responden yang terdiri dari Dalam prosentase hasil pengisian semua atlet judo kabupaten bantul, masih kuisioner lebih banyak atlet yang merasa ada yang kurang menyukai judo yaitu sudah sesuai dibandingkan tidak sesuai 4,4%, 65,2% menyatakan setuju atau senang berlatih kebutuihan atlet. Program latihan harus dan bertanding judo dan 30,4% sangat dilaksanakan secara efisien dalam arti setuju atau benar benar seius dan dapat bermanfaat dan mendapatkan hasil merasakan kesenangan saat berlatih dan yang baik, oleh karena itu, kesesuaian bertanding judo. Dari hasil tersebut, dapat antara program latihan dengan kebutuhan dicatat bahwa masih ada atlet yang tidak atlet harus benar benar diperhatikan. senang atau tidak menyukai cabang Selanjutnya dapat dilihat pada diagram 4. olahraga itu sendiri, hal tersebut dapat Sebanyak 4,3% menyatakan kurang menjadi tugas bagi judo kabupaten bantul, setuju, 69,6 setuju serta 26,1% sangat agar atletnya benar benar bisa mencintai setuju terekait dengan pernyataan yang olahraga yang ditekuninya, karena dapat menyatakan atlet mengevaluasi diri berpengaruh terhadap prestasi yang dapat sendiri supaya tahu kekurangan dalam menjalani program latihan. Disisni dapat Dari 23 responden 8,7% menyatakan diuraikan bahwa masih ada atlet yang kurang setuju, 69,6% setuju serta 21,7% belum bahkan tidak mengevaluasi dirinya menyatakan sangat setuju sendiri terhadap program latihan yang keikutsertaannya melaksanakan program dilakukannya, walaupun hanya 4,3% yang Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. tidak melakukan evaluasi diri sendiri, data tersebut, masih ada atlet yang kurang tetapi ini harus diperhatikan bagaiamana siap dalam menjalankan program latihan atlet bisa mengevaluasi diri secara pribadi yang diberikan oleh pelatih kepada atlet, maupun secara keompok atau tim supaya tentunya ini menjadi catatan bagi judo menhgetahui apa saja yang perlu bantul, bagaimana supaya semua atlet diperbaiki dan ditingkatkan. dapat memiliki kesiapan total saat Pada diagram 5 yang berkaitan dengan diberikan program latihan tekad yang dimiliki atlet, dalam kuisioner Pada diagram nomor 8 mengenai tertera pernyataan apakah atlet bertekad pernyataan bahwa atlet siap bekerjasama untuk menjadi lebih baik atau tidak, untuk sebagai sebuah tim, 65,2% menyatakan jawaban yang telah diisi 23 reponden, setuju dan 34,8% menyatakan sangat sebanyak 56,5% menyatakan setuju dan Merupakan hasil yang baik, karena 43,5% menyatakan sangat setuju, dari segi kerjasama jelas sangat dibutuhkan dalam tekad atlet, sudah baik karena dari jawaban yang diberikan atlet, hanya ada komunikasi dan kesepemahaman antara jawaban setuju dan sangat setuju, yang yang satui dengan yang lainnya, berarti semua atlet, terutama responden khususnya atlet dengan pelatih, atlet punya ambisi atau tekad yang besar untuk dengan pengurus, dan yang lainnya. menjadi lebih baik lagi. Hal ini juga dapat Terkait kemampuan mengatasi stress agar menutupi kekurangan yang dimiliki atlet, bisa fokus dengan program latihan yang ketika atlet mempunyai tekad atau ambisi diberikan, dari 23 responden, 4,4% yang besar, disitulah ada usaha atlet untuk menyatakan tidak setuju, 17,4 kurang memeperbaiki kekurangan yang ada setuju, 56,5% setuju dan 21,7% untuk dapat meraih banyak prestasi. menyatakan sangat setuju. Ada atlet yang Pada diagram 6 tertera Sebanyak 69,6% belum mampu bahkan tidak mampu untuk menyatakan setuju dan selebihnya mengatasi stress yang dialami agar atlet menyatakan sangat setuju yaitu sebesar dapat fokus untuk menjalankan program 30,4% untuk pernyataan mengenai kerja latihan yang diberikan pelatih untuk atlet. keras atlet dalam latihan. Hasil data ini Perlu diberikan motivasi atau solusi dapat dikatakan baik karena kerja keras supaya atlet mampu mengatasi stress agar dapat fokus dalam segala hal terkait judo, menerapkan program latihan yang terutama terkait menjalankan program diberikan pelatih dan supaya atlet dapat memperoleh prestasi ketika berkompetisi Dari 23 responden/atlet, 4,3% atlet / atau bertanding. menyatakan tidak setuju, 69,6% setuju Pada diagram 7 terkait dengan kesiapan dan 26,1% manyatakan sangat setuju utuk atlet menjalankan program latihan, memotivasi diri mereka sendiri agar sebanyak 4,3% atlet menyatakan kurang semangat berlatih dan bertanding judo. setuju, 78,3% menyatakan setuju dan Dari data yang didapatkan, masih ada atlet 17,4% menyatakan sangat setuju, dari yang tidak memotivasi dirinya sendiri. Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. tentunya menjadi catatan dari judo bantul masih ada yang menganggap latihan fisik maupun pelatih, supaya atlet mereka yang diadakan atau diberikan kurang dapat memotivasi dirinya sendiri selain lengkap bahkan tidak lengkap, ini juga motivasi dari luar. menjadi catatan bagi seorang pelatih, kira sebanyak 8,7% atlet atau responden kira apa yang kurang, karena dalam menyatakan kurang setuju, 69,6% setuju angket,beberapa dan 21,7% menyatakan sangat setuju menyatakan tidak setuju dan kurang terkait dukungan atau motivasi dari Dari hasil ini, dapat diambil data Sebanyak 52,2% atlet menyatakan kurang bahwa ada atlet yang masih kiurang setuju, 26,1% atlet setuju dan 21,7% atlet dukungan dari keluarga, hal itu dapat sangat setuju ketika mendapat pernyataan dilihat dari jawaban atlet yang maenjawab bahwa peran pelatih sangat kecil kurang setuju ketika ada pernyataan dibandingkan usaha sendiri dalam selalu didukung oleh keluarganya. mencapai suatu prestasi. Dari hasil ini. Tanggapan dari responden mengenai membutuhkan pelatih untuk mencapai kemampuan beradaptasi dengan taktik Hal ini dapat dilihat dari yang diterapkan pelatih yaitu sebanyak prosentase jawaban yang diberikan 4,4% tidak setuju, 4,3% kurang setuju, 52,2% 73,9% setuju dan 17,4% menyatakan menyatakan kurang setuju, angka tersebut sangat setuju. Dari data ini, dapat dilihat bahwasanya ada beberapa atlet yang prosentase jawaban lainnya. Setelah menyatakan tidak setuju maupun kurang diakui oleh atlet, selanjutnya pelatih harus setuju itu berarti ada beberapa atlet yang bIsa membuktikan dengan menerapkan tidak bisa dan belum bisa untuk program latihan yang baik, memeberikan pelatihan yang baik dan bagaimana atlet strategi atau taktik yang diberikan oleh kerjasama dengan pelatih. mengalahkan lawan atau memenangkan Terkait dengan komunikasi, komunikasi suatu kejuaraan dan pertandingan. Berarti sangatlah penting untuk suatu kelompok sebagai pelatih, harus menentukan cara atau tim. Tanpa adanya komunikasi yang bagaimana supaya bisa menerapkan baik, suatu kegiatan atau rencana tidak strategi yang tepat yang dapat diterima mungkin bisa berjalan dengan baik juga. oleh atlet dengan baik. Pada diagram 15, 16 dan 17 terkait jalinan Terkait kelengkapan pelatihan fisik yang komunikasi yang baik antara atlet dengan diberikan pelatih terdapat 13% yang tidak pelatih, atlet dengan atlet lainnya dan atlet setuju, 8,7% kurang setuju, 60,9% setuju dengan pengurus judo kabupaten bantul 17,4% dapat dilihat pada hasil berikut. Sebanyak diantara latihan fisik yang saya 8,7% atlet tidak setuju, 8,7% atlet kurang cantumkan dalam kuisioner, responden setuju, 65,2% setuju dan 17,4% atlet Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. menyatakan sangat setuju saat diberikan 8,7% kurang setuju, 65,2% setuju dan pernyataan berkomunikasi dengan baik 17,4% dengan pelatih atau tidak. Sebanyak 4,4% mengenai seleksi menjadi atlet judo menyatakan kurang setuju, 47,8% setuju kabupaten bantul. Seleksi merupakan dan 47,8% sangat setuju mengenai suatu cara yang dilakukan untuk mencari kerjasama dengan sesama atlet. Sebanyak atlet yang sesuai dengan kriteria yang 8,7% menyatakan tidak setuju, 13% diinginkan, semakin baik seleksi yang kurang setuju, 60,9% setuju dan 17,4% dilakukan, semakin baik juga hasil yang sangat setuju mengenai komunikasi yang akan didapatkan. Dari hasil pengisisn baik dengan pengurus judo kabupaten kuisioner, banyak yang merasakan bahwa Dari angka prosentase jawaban, seleksi yang diadakan judo bantul ketat rata rata atlet sudah menyatakan meskipun ada sedikit yang menyatakan berkomunikasi dengan baik, baik dengan tidak setuju maupun kurang setuju. pelatih, sesama atlet maupun dengan Untuk diagram 20, 21 dan 22 yang pengurus judo kabupaten bantul. Hasil membahas mengenai program latihan, yang baik meskipun ada beberapa atlet baik program latihan fisik, latihan mental yang belum atau bahkan tidak bisa dan latihan teknik, dari ketiga aspek atau berkomunikasi dengan baik dikarenakan ketiga program latihan ini semuanya factor tertentu. Factor ini juga dapat saling berkaitan satu sama lain. Ketika diperhatikan oleh pelatih maupun atlet memiliki fisik yang kuat, mental yang pengurus supaya bisa diperbaiki dan baik serta diiringi dengan kemampuan memiliki komunikasi yang baik. teknik yang baik, maka semuanya dapat Pada diagram 18. Sebanyak 8,7% berjalan dengan sempurna. Dari hasil menyatakan kurang setuju, 69,6 setuju penelitian yang sudah dilakukan adalah dan 21,7% manyatakan sangat setuju Sebanyak mengenai apakah ada program latihan 17,4% yang diberikan mengenai teknik dasar menyatakan kurang setuju, 52,2% Terkait hasil ini, banyak yang setuju 17,4% atau banyak yang mengakui bahwa pada menyatakan sangat setuju terkait cocok judo bantul diadakan program latihan atau tidaknya program latihan fisik. teknik dasar judo walaupun masih ada Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, beberapa yang belum mengakui atau 4,4% kurang setuju, 65,2% setuju dan 17,4 menyatakan hal yang sama, ini termasuk manyatakan sangat setuju mengenai baik karena teknik dasar juga harus selalu cocok atau tidaknya program latihan dilatih supaya lebih baik lagi dan ketika Sebanyak 8,7% menyatakan tidak teknik dasar sepenuhnya dikuasai, setuju, 17,4% kurang setuju, 56,5% setuju otomoatis untuk melaukukan trik trik lain dan 17,4% menyatakan sangat setuju atau jurus lain dapat dilakukan dengan terkait cocok dan tidaknya program baik juga latihan teknik. Dari ketiga hasil penelitian Sebanyak 8,7% menyatakan tidak setuju, tersebut, semua pilihan jawaban jawaban Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. terisi, baik tidak setuju, kurang setuju, fasilitas pribadi dari judo kabupaten setuju dan sangat setuju. Yang berarti sebanyak 26,1% meyatakan tidak belum semua atlet cocok dengan program setuju, 17,4% kurang setuju, 39,1% setuju latihan yang diberikan pelatih judo bantul, dan 17,4% menyatakan sangat setuju maka perlu diadakan evaluasi terkait mengenai pemberian fasilitas latihan program latihan, bagaimana supaya pribadi dari judo bantul program latihan dapat berjalan dengan Diagram 26 hampir sama seperti diagram baik dan sesuai target serta cocok dengan 24 yang membahas mengenai prestasi, atlet karena yang melakukan ialah atlet atau pengaruh program latihan terhadap prestasi atau tujuan yang ingin diraih oleh Sebanyak 8,7% menyatakan tidak setuju. Sebanyak 13% menyatakan tidak 26,1% kurang setuju, 26,1% setuju dan setuju, 65,2% setuju, 21,7% menyatakan 39,1% sangat setuju terkait hasil prestasi dapat mengenai kejenuhan saat menjalankan diraih berkat program latihan dari judo program latihan. Ini berarti angka kejenuhan masih tinggi, atau masih Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, banyak yang merasa jenuh ketika 21,7% kurang setuju, 47,8% setuju, dan menjalankan program latihan. Yang 17,4% menyatakan sangat setuju terkait berarti juga pelatih harus mencari solusi kesesuaian program latihan dengan bagaimana meningkatkan kesenangan kebutuhan, atlet yang mengisi kuisioner atletnya atau membuat variasi dalam ada yang menjawab tidak setuju dan program latihan supaya atlet tidak jenuh kurang setuju, yang artinya atlet masih dalam amenjalankannya. Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, program latihan dengan kebutuhan atlet. 4,4% kurang setuju, 60,9% setuju dan Sebanyak 13% atlet menyatakan tidak 21,7% setuju, 8,7% kurang setuju, 60,9% setuju mengenai dapat meningkatkan prestasi dan 17,4% menyatakan sangat setuju melalui program latihan. Program latihan terkait frekuensi latihan yang diberikan. dapat dikatakan juga sebagai rencana yang Frekuensi latihan diberikan kepada atlet tersruktur, jadi baik dan tidaknya program sesuai kemampuannya, jika terlalu yang dibuat dan dilaksanakan, dapat berlebih akan menyebabkan atlet mempengaruhi prestasi, dengan diiringi kelelahan dan tidak ada hasil yang factor yang lainnya, seperti atlet, fasilitas diperoleh atlet dari program latihan yang dan lain sebagainya. dilaksanakan oleh karena itu frekuensi Fasilitas pribadi merupakan fasilitas yang harus disesuaikan sebaik mungkin sesuai diberkan kepada atlet untuk menunjang kondisi atau kemampuan yang dimiliki latihan yang lebih baik yang berguna Dari hasil penelitian ini, beberapa untuk meningkatkan prestasi atlet. Ada atlet merasa frekuensi yang diberikan yang menyatakan sudah diberikan ada ada belum atau tidak sesuai dengan kondisi juga yang mengaku tidak diberikan atau kemampuan atlet yang dapat Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. berakibat atlet merasakan kelelahan. 17,4% kurang setuju, 52,2% setuju dan Program latihan sebaiknya diatur sebaik 17,4% sangat setuju mengenai adanya mungkin dengan menyesuaikan kondisi atau keadaan yang ada supaya dapat menghasilkan hasil yang diinginkan sesuai Yang berarti atlet Program latihan disini merupakan banyak yang sudah menerima program program latihan secara umum, ketika latihan kebugaran dari judo bantul, semuanya sudah direncanakan dan sedangkan beberapa masih banyak yang disiapkan sebaik mungkin, maka hasil merasa belum menerima atau belum yang akan didapat sudah dapat menjalankannya dengan senang hati. Dari hasil penelitian. Kebugaran atlet harus selalu dijaga, oleh Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, sebab itu, program latihan yang baik 8,7% kurang setuju, 56,5% setuju dan 21,7 menyatakan sangat setuju. Terdapat kebugaran tubuhnya supaya siap dengan beberapa atlet yang merasakan bahwa pertandingan yang suatu saat di adakan. program latihan belum diatur dengan baik sebanyak 13% atlet menyatakan tidak atau kurang baik, itu dibuktikan dari hasil setuju, 13% kurang setuju, 56,5% setuju jawaban responden yang mejawab tidak dan 17,4% sangat setuju terkait setuju dan kurang setuju. kesenangan menjalani program latihan Menurut Weight Watchers (WW), yang diberikan. Perasaan atlet ketika intensitas latihan adalah jumlah kekuatan menjalankan program latihan seharusnya fisik, yang dinyatakan sebagai persentase Jika ada atlet yang merasakan maksimum yang digunakan tubuh dalam ketidaksebangan dalam menjalankan melakukan suatu aktivitas. Sama halnya program latihan yang diberikan pelatih, dengan frekuensi latihan, intensitas juga maka akan mempengaruhi semangat dan harus disesuaikan untuk meperoleh hasil akhirnya mempengaruhi hasil yang maksimal atau hasil terbaik dari program didapatkan dari program latihan yang latihan yang dijalankan dan tentunya tidak dijalankannya itu. membuat atlet mendapat beban berlebih Sebanyak 13% atlet menyatakan tidak atau kelebihan beban latihan yang dapat setuju, 21,7 kurang setuju, 21,7 setuju dan mengakibatkan kelelahan pada atlet. Hasil 43,5% sangat setuju terkait membuat dari pengisian kuisioner yang diperoleh program latihan sendiri dikarenakan yaitu Sebanyak 13% atlet menyatakan kurang cocok dengan program latihan dari tidak setuju, 17,4% kurang setuju, 52,2% Terdapat setuju dan 17,4% atlet menyatakan sangat kekurangan pada pernyataan pada setuju, beberapa atlet masih merasakan Yang pertama, saat ada atlet kurang atau tidak mendapatkan intensitas yang membuat program latihan secara yang tepat sesuai dengan porsi atlet kemampuan mereka ,tetapi disisi lain jika Sebanyak 13% menyatakan tidak setuju, diperhatikan alasan atlet membuat Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. program latihan sendiri, ini menjadi tugas diberikan pelatih,terdapat atlet yang dari pelatih judo bantul, mengapa ada atlet jarang bahkan tidak berkomunikasi secara yang kurang bahkan tidak cocok dengan baik dengan pelatih, atlet yang lainnya, latihan yang diberikan pelatih untuk juga dengan pengurus . serta ada beberapa selanjutnya diperbaiki, baik dari program atlet yang tidak senang atau kurang latihannya maupun dari atletnya. senang dengan program latihan yang diberikan oleh pelatih. KESIMPULAN Yang kedua yaitu hasil evaluasi terhadap Penelitian yang berjudul AoAoEvaluasi program latihan yang ada di judo pembinaan prestasi atlet judo kabupaten bantul daerah istimewa YogyakartaAy menganggap program latihan yang karena penelitian ini berkaitan dengan diberikan belum sesuai dengan kebutuhan evaluasi dan yang di evaluasi adalah dari atlet, beberapa atlet menyatakan bahwa atlet serta program latihannya, oleh latihan fisik yang diberikan belum / tidak karena itu kesimpulan mengacu kepada lengkap, peran pelatih sangat kecil dua garis besar Yang pertama yaitu masih dibandingkan usaha atlet, beberapa atlet banyak atlet yang mengalami atau merasa tidak mendapatkan program merasakan keluhan atau kekurangan saat latihan teknik dasar, beberapa atlet menjadi atlet judo kabupaten bantul merasa seleksi yang diadakan judo bantul yangmana akan mempengaruhi kinerja tidak ketat atau belum ketat, program serta prestasi atlet, diantaranya ialah latihan fisik, mental dan teknik belum belum semua atlet merasakan senang / seluruhnya cocok dengan atlet, ada bahagia terhadap cabang olahraga yang beberapa program latihan yang membuat dilakoninya, beberapa atlet belum atlet merasa jenuh saat melakukannya, mengikuti program pembinaan dengan belum semua atlet percaya dengan baik atau belum bisa melakukannya program latihan yang diberikan, fasilitas dengan baik, beberapa atlet tidak pribadi belum sepenuhnya diberikan melakukan intropeksi atau evaluasi diri kepada atlet karena masiha ada atlet yang terkait kekurangan dalam menjalankan beberapa atlet menganggap program menyatakan belum siap ketika diberikan latihan belum bahkan tidak dilakukan program latihan, terdapat atlet yang sesuai kebutuhan, frekuensi yang belum bisa bahkan tidak bisa mengontrol diberikan belum sepenuhnya sesuai, stresnya yang membuat kurangnya fokus program latihan belum diatur dengan baik saat menjalankan program latihan, oleh judo bantul Menurut pengakuan terdapat atlet yang tidak memotivasi beberapa atlet, waktu istirahat antar set dirinya sendiri, terdapat atlet yang kurang yang diberikan dirasa beberapa atlet mendapat dukungan dari keluarga, masih kurang, intensitas latihan juga beberapa atlet tidak mampu beradaptasi dirasa beberapa atlet belum sesuai dengan atau menyesuaikan dengan taktik yang kemampuan dan kondisi atlet, beberapa Journal Physical Health Recreation Volume 3 Nomor 1 . Desember 2022 e-ISSN : 2747- 013X https://doi. org/10. 55081/jphr. Akuntansi, 01. , 1Ae13. atlet merasa tidak mendapatkan program Ju. Wei. Savira. Suharsono. Aragyo, latihan kebugaran atau kurang senang . Linsi. Editor. Reeger. Sievers, . Michalopoulou. Mimis. Editor. diberikan, banyak atlet yang membuat Ersbyll. Groenendijk. Waldrauch. Waldrauch. Bader. Lebhart. program latihan secara mandiri karena Neustydter. A Saillard. Journal tidak cocok atau tidak suka dengan of Chemical Information and Modeling, program latihan yang diberikan pelatih 43. , judo bantul. Point yang sempurna atau https://online210. edu/wpcontent/uploads/PSYdisetujui atlet secara baik ialah pada 210_Unit_Materials/PSYbagian tekad atlet untuk menjadi lebih 210_Unit01_Materials/Frost_Blog_2020. baik ,kerja keras atlet untuk mencapai fhttps://w. com/special kesuksesan serta kesiapan atlet untuk -report/2020/02/06/china-is-makingsubstantial-investment-in-ports-andbekerjasama sebagai sebuah tim. Dari pipelines-worldwidehttp://w. empat alternatif jawaban yang tersedia, 23 Kuwabara. Harada. Hishiki. , & Kario, responden mengisi pada pilihan setuju . Validation of a wrist-type home dan sangat setuju. Itu artinya atlet siap nocturnal blood pressure monitor in the sitting and supine position according to the dalam bertekad menjadi lebih baik, dalam ANSI/AAMI/ISO81060-2:2013 guidelines: kerja keras untuk kesuksesan, serta dalam Omron HEM-9600T. Journal of Clinical hal bekerjasama sebagai sebuah tim. Hypertension. https://doi. org/10. 1111/jch. Latihan. Melalui. Kayang. Medicine. Pada. Keterampilan. Ura. Cabang, , & Judo. Yazid farhan, 2017 PENGARUH LATIHAN FLEKSIBILITAS MELALUI LATIHAN KAYANG DENGAN MEDICINE BALL PADA PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIK URA NAGE CABANG OLAHRAGA JUDO universitas Pendidikan Indonesia | repository. 1Ae7. Sibarani. Universitas Sumatera Utara Skripsi. Analisis Kesadahan Total Dan Alkalinitas Pada Air Bersih Sumur Bor Dengan Metode Titrimetri Di PT Sucofindo Daerah Provinsi Sumatera Utara, 44Ae48. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan Bandung:Alfabeta. https://doi. org/10. 1017/CBO9781107415 Sukrorini. Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata Satu. DAFTAR PUSTAKA