E-ISSN: 2746-6175 VOLUME 06 NOMOR 02. DESEMBER 2025 PENERAPAN POLA ASUH DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL YANG BERDAMPAK PADA PERILAKU AGRESIF ANAK Oleh : Putu Abda Ursula1. Gede Danu Setiawan2. RofiAoud Darojatin Nisaa3. I Gusti Ngurah Puger4. Kadek Yati Fitria Dewi5. I Nyoman Mudarya6. Dyah Siswanti7. Gitta Citra Wedhayanti8. Luh Putu Ary Tjahyanti9 Abstrak Saat ini Indonesia sedang berada pada masa-masa perkembangan era digital yang sangat pesat. Jumlah penduduk di Indonesia sebesar 276,4 juta. Perangkat mobile yang terhubung 353,8 juta, pengguna internet 212,9 juta, selanjutnya pengguna media sosial aktif 167 juta . ,4% dari total populas. pada awal tahun 2024 yang dikutip dari dataindonesia. Seperti yang diketahui perkembangan media sosial dapat membawa pengaruh positif dan juga pengaruh negatif, berdasarkan hal tersebut diharapkan penggunaan media sosial bagi siswa-siswa tidak luput dari perhatian orang tua dan sekolah. Perhatian ini merupakan salah satu bentuk bagian pola asuh yang mampu diimplementasikan oleh orang tua, jika pola asuh kurang tepat maka siswa akan sangat mudah terpengaruh. Pada pengabdian ini, pengabdi mencoba untuk mengangkat judul mengenai dampak pola asuh terhadap penggunaan media sosial terhadap sikap agresif siswa. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, tahap pertama dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua dan murid terkait dengan AuPola Asuh dan Dampaknya pada Perilaku AgresifAy. Pada tahap kedua dilakukan dengan memberikan sosialisasi tentang AuPengaruh Media Sosial Terhadap Emosi dan AgresifAy. Tahap ketiga yaitu membentuk kelompok antara orang tua dan anak untuk melakukan diskusi bersama dengan didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihasilkan berbagai luaran yang mampu dicapai. Salah satunya yaitu adanya peningkatan pemahaman dari peserta yang dapat dilihat dari proses maupun hasil pelaksanaan kegiatan. Peningkatan pemahaman dapat diketahui melalui antusias peserta dalam mengikuti kegiatan baik dari pemberian materi, diskusi, dan pendampingan Kata Kunci : Pola Asuh. Media Sosial. Perilaku Agresif Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Panji Sakti Singaraja. Dosen di Fakultas Pertanian dan Teknik Universitas Panji Sakti Singaraja. PENDAHULUAN Saat ini Indonesia sedang berada pada masa-masa perkembangan era digital yang sangat pesat. Jumlah penduduk di Indonesia sebesar 276,4 juta. Perangkat mobile yang terhubung 353,8 juta, pengguna internet 212,9 juta, selanjutnya pengguna media sosial aktif 167 juta . ,4% dari total populas. pada awal tahun 2024 yang dikutip dari Seperti yang diketahui perkembangan media sosial dapat membawa pengaruh positif dan juga pengaruh negatif, berdasarkan hal tersebut diharapkan penggunaan media sosial bagi siswa-siswa tidak luput dari perhatian orang tua dan Perhatian ini merupakan salah satu bentuk bagian pola asuh yang mampu diimplementasikan oleh orang tua, jika pola asuh kurang tepat maka siswa akan sangat mudah terpengaruh. Pada pengabdian ini, pengabdi mencoba untuk mengangkat judul mengenai dampak pola asuh terhadap penggunaan media sosial terhadap sikap agresif Hal yang melatarbelakangi tercetusnya judul ini yaitu kekhawatiran pengabdi terhadap kurang tepatnya implementasi pola asuh yang diberikan orang tua kepada anaknya, karena secara tidak langsung pengabdi mendapatkan beberapa informasi mengenai dampak dari kurang tepatnya pola asuh yang diimplementasikan oleh orang tua kepada anaknya. Salah satu contohnya yang sedang viral saat ini yaitu video di media sosial tentang kekerasan yang dilakukan oleh salah satu anak pejabat terhadap rekannya Pada saat melakukan kekerasan, anak ini secara sengaja merekam kejadian tersebut dan mengupload di media sosialnya. Hal ini sangat disayangkan karena anak yang menjadi korbannya, baik pelaku maupun korban dari kekerasan itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut kita mampu melihat pola asuh yang disinyalir dilakukan oleh orang tuanya adalah pola asuh yang kurang tepat, yang perlu kita ketahui adalah tidak semua anak dapat merespon secara baik pola asuh yang diberikan, ada beberapa anak yang akan bertanggung jawab jika diberikan pola asuh tertentu dan ada juga yang sebaliknya si anak merasa semua yang diinginkan dapat ia dapatkan dan cenderung menjadi sombong dan memiliki sikap agresif yang tinggi karena semua yang diinginkannya dapat terpenuhi, jika tidak terpenuhi maka sikap agresif tersebut akan muncul. Hal ini yang perlu kita waspadai bersama agar anak-anak kita dapat mendapatkan pola asuh yang tepat sesuai dengan karakter yang mereka miliki, pengabdi berharap dengan dilakukannya pengabdian ini orang tua dapat memilah dan memperbaiki pola asuh yang kiranya kurang tepat kepada anak sejak dini, karena hal ini akan berdampak ke psikologis mereka dalam jangka yang panjang. Pengabdi berinisiatif melakukan pengabdian ini di sekolah SMP LAB Undiksha, karena sebelumnya pengabdi sudah pernah melakukan penelitian terkait pola asuh dan sikap agresif siswa disini, pengabdian ini akan JURNAL JNANA KARYA menjadi lanjutan yang akan diberikan kepada khususnya orang tua agar mampu menerapkan pola asuh yang tepat serta mampu mengendalikan dampak media sosial pada anak sejak dini. Besar harapan pengabdi dengan dilakukannya pengabdian ini maka orang tua menjadi lebih peka terhadap penggunaan media sosial pada anaknya agar tidak menyebabkan anak lebih agresif dalam bersosial media. Hal yang perlu diingat, pola asuh akan mempengaruhi kepribadian dan karakter siswa di masa mendatang. Siswa yang memiliki interaksi pola asuh yang sesuai dengan kebutuhannya akan membentuk karakter anak yang berbudi pekerti baik serta unggul dalam segala bidang. Siswa tersebut juga memiliki ketaatan terhadap norma yang berlaku pada masyarakat. Hal ini juga dibahas dalam UU No 23 Tahun 2002 pasal 26 yang membahas mengenai perlindungan anak menyatakan bahwa. AuOrang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi siswa. Menumbuh kembangkan siswa sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya adalah kewajiban orang tua sepenuhnyaAy. Merupakan kewajiban orangtua untuk menjaga anaknya dari perubahan era di masa saat ini dengan bekal pola asuh yang tepat dan sesuai usianya. Pada dasarnya pola asuh terdiri dari dua kata, yaitu pola dan asuh, pola yang dimaksud adalah model, corak, cara kerja, sistem, dan susunan yang tetap. Sedangkan asuh berarti membimbing, menjaga, melatih, dan menyelenggarakan suatu lembaga atau satu Berikut ini akan dipaparkan pendapat para ahli, menurut Hurlock . 9 : . pola asuh adalah proses pemberian bantuan dari orang tua yang mengarah kepada perkembangan anaknya ke masa dewasa. Selanjutnya menurut Gunarsa . 0 : . pola asuh merupakan bentuk jalinan antara orang tua dan anaknya secara psikologis maupun fisik, orang tua juga mengajarkan norma-norma yang berlaku pada masyarakat agar anak bisa hidup dengan selaras. Pendapat lainnya dari Wahyuning . 3 :. menyampaikan bahwa pola asuh anak adalah seluruh cara perlakuan orang tua yang ditetapkan pada anak. Berdasarkan pemaparan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh merupakan pola interaksi antara anak dan orang tua secara berkelanjutan dari baru lahir hingga dewasa yang berkaitan dengan kondisi fisik, kondisi psikologi, maupun normanorma yang berlaku di masyarakat. Agresif merupakan salah satu dampak dari pola asuh permisif. Agresif merupakan satu perilaku yang bisa membuat kerugian terhadap diri sendiri maupun sekitarnya karena bersifat negatif. Agresif menurut pandangan para ahli, salah satunya Buss dan Perry VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 . menyatakan bahwa salah satu model perilaku yang berniat untuk menyakiti orang disekitarnya secara psikologi maupun fisik. Selanjutnya menurut Sarwono . agresif adalah salah satu perilaku yang membuat kerugian atau menimbulkan korban orang Pendapat lainnya juga diungkapkan oleh Baron . yang menyatakan bahwa agresif adalah perilaku yang bertujuan untuk menyakiti/melukai mahkluk hidup lain. Jadi kesimpulan yang bisa diambil dari beberapa pendapat ahli tersebut adalah agresif merupakan suatu perilaku yang dilakukan secara sadar dengan tujuan untuk melukai, menyakiti, maupun merugikan mahkluk hidup di sekitarnya. Karena perilaku ini tidak hanya bisa dilampiaskan kepada manusia, tetapi juga bisa ke hewan dan tanaman. Berikut ini akan disampaikan beberapa ciri-ciri perilaku agresif, yaitu : Menyimpang dari norma sosial Menyerang mahkluk hidup lain Menyakiti dan merusak mahkluk hidup lain Suka memulai perselisihan Menunjukkan sikap permusuhan Melontarkan kata-kata yang mengarah ke kebencian Selanjutnya jenis-jenis perilaku agresif dapat dikelompokkan menjadi berikut : Agresif Verbal Aktif Langsung Perilaku yang dilakukan menggunakan kata atau kalimat yang bertujuan untuk menyakiti, memprovokasi, mencaci maki,dll. Agresif Verbal Pasif Langsung Perilaku yang dilakukan secara langsung tetapi dengan tindakan bungkam, tidak mau bicara, dan tidak mau merespon. Agresif Verbal Aktif Tidak Langsung Perilaku yang dilakukan tanpa pertemuan secara langsung, tetapi menyerang dengan cara menyebar berita yang tidak benar, mengadu domba, dan Agresif Verbal Pasif Tidak Langsung Perilaku ini dilakukan tanpa bertemu langsung, tetapi menyakiti dengan cara tidak memberi dukungan, tidak mau memberi bantuan, dan tidak mau memilih/menggunakan hak suara jika ada pemilihan. Agresif Fisik Langsung JURNAL JNANA KARYA Perilaku ini dilakukan secara langsung dengan cara mendorong, memukul, menendang, menampar,dll. Agresif Fisik Pasif Langsung Perilaku ini dilakukan secara langsung tetapi tidak ada kontak fisik dengan cara melakukan aksi demonstrasi, aksi mogok makan, protes, dll. Agresif Fisik Aktif Tidak Langsung Perilaku ini dilakukan tidak secara langsung tetapi dengan cara membakar barang orang lain, merusak lingkungan sekitar, dll. Agresif Fisik Pasif Tidak Langsung Perilaku ini dilakukan tidak secara langsung melainkan dengan cara tidak perduli, bersikap acuh, tidak menggubris pembicaraan,dll. Pada zaman sekarang, tidak dapat ditampik lagi bahwa kehidupan manusia saat ini sangat berhubungan dengan media sosial. Media sosial memegang peranan penting di hampir segala lini masyarakat. Mulai dari mengirim pesan kepada teman, berbagi informasi, hingga mencari suatu informasi yang sedang hangat di masyarakat. Jadi, tak heran lagi apabila ada yang menyebutkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan penting hampir setiap orang. Kehadiran media sosial di tengah masyarakat era kini telah memberikan manfaat yang sangat besar, terlebih lagi di era pandemi seperti sekarang. Media sosial cukup membantu dalam menghapus jarak antar manusia, sehingga sangat efektif untuk mempersingkat waktu dalam berkomunikasi. Namun, sesuatu yang memiliki dampak positif yang tinggi, tidak menutup kemungkinan memberikan dampak negatif yang tinggi Media sosial dapat dipahami sebagai suatu platform digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di media sosial, misalnya yaitu melakukan komunikasi atau interaksi hingga memberikan informasi atau konten berupa tulisan, foto dan video. Berbagai informasi dalam konten yang dibagikan tersebut dapat terbuka untuk semua pengguna selama 24 jam penuh. Sebagai salah satu platform digital yang paling banyak digunakan saat ini, media sosial berhasil menghubungkan hampir setiap orang yang memiliki akses internet. Namun. VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 fungsi media sosial ternyata tidak hanya sebatas itu saja, ada banyak sekali fungsi lain yang bisa di dapatkan dari media sosial, diantaranya yaitu: Fungsi pertama dari media sosial tentunya adalah komunikasi. Sebelum berkembang hingga seperti ini, media sosial pada awalnya hanya berfokus pada membangun ekosistem komunikasi yang baik baik bagi pengguna. Namun, seiring dengan berkembangnya internet dan teknologi, media sosial lebih dari hanya komunikasi, media sosial telah menjadi dunia kedua bagi manusia di seluruh belahan dunia untuk berkumpul dan berinteraksi. Media sosial telah berhasil membangun komunikasi yang tanpa batasan waktu dan geografi. Fungsi kedua dari media sosial yaitu branding. Setelah berhasil membangun tempat berkumpul untuk seluruh manusia dari berbagai belahan dunia, media sosial selalu berkembang dan menyediakan berbagai kebutuhan dari manusia, salah satunya yaitu branding. Branding sendiri adalah cara seseorang dalam membangun sebuah citra di mata banyak orang. Untuk melakukan branding, pengguna biasanya memiliki cara yang unik dan khas untuk mendesain akun media sosial sehingga menarik untuk dilihat pengguna yang lain. Hal inilah yang menjadikan akun media sosial mirip seperti dunia nyata, karena setiap orang memiliki ciri khasnya masingmasing. Fungsi ketiga dari media sosial adalah sebagai wadah untuk melakukan usaha atau Setelah berhasil menyediakan komunikasi dan branding, sosial media perlahan berkembang sehingga membuat setiap penggunanya dapat membangun sebuah usaha dalam jaringan atau online. Sebagai tempat yang terbuka selama 24 jam, media sosial terbukti sangat memudahkan penggunanya untuk membangun suatu bisnis secara maya. Hal ini diprediksi memiliki banyak potensi untuk menjangkau lebih banyak orang dibandingkan usaha yang hanya mengandalkan dunia nyata. Fungsi keempat dari media sosial adalah untuk melakukan marketing atau Sebagai platform yang hampir selalu digunakan oleh manusia, sekarang ini media sosial berhasil menciptakan layanan yang memudahkan pebisnis untuk mengenalkan dan menjangkau lebih banyak konsumen. Cara ini terbukti efektif untuk meningkatkan keuntungan dan memudahkan pengguna untuk mendapatkan JURNAL JNANA KARYA Kebutuhan yang tinggi, menjadikan banyak media sosial baru yang bermunculan dan bersaing menarik minat dan perhatian dari para pengguna. Perkembangan media sosial juga sangat cepat, banyak platform media sosial yang dulu sangat diminati, sekarang perlahan telah menghilang, atau diakuisisi oleh pihak yang lebih besar. Berikut ini adalah berbagai layanan dan jenis media sosial yang sangat populer di tengah masyarakat, diantaranya yaitu: Layanan blog pada dasarnya dapat dipahami sebagai jurnal pribadi yang ada Salah satu jenis media sosial ini memiliki fungsi untuk membagikan catatan atau pandangan penggunanya tentang berbagai isu tertentu. Pengguna media sosial jenis ini biasanya disebut sebagai narablog atau blogger. Contoh media sosial layanan blog yaitu seperti: WordPress. Blogger. Layanan jejaring sosial atau biasa disebut juga dengan social networks merupakan salah satu jenis media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat di berbagai belahan dunia saat ini. Salah satu jenis media sosial ini memiliki fungsi sebagai tempat berkumpulnya banyak orang untuk saling bersosialisasi. Dalam layanan ini, pengguna biasanya saling mengirim pesan, informasi, foto, hingga video. Contoh media sosial layanan jejaring sosial adalah Facebook dan Linkedin. Jenis media sosial berikutnya adalah layanan blog mikro atau biasa disebut juga dengan microblogging. Meskipun memiliki layanan dan kegunaan yang hampir sama dengan blog, tetapi jenis media sosial ini menyajikan halaman yang lebih Hal ini membuat layanan mikro blog memiliki kecepatan yang lebih baik dibandingkan layanan blog. Salah satu contoh layanan blog mikro adalah Twitter. Jenis media sosial selanjutnya yang perlu Kamu tahu adalah layanan berbagi media atau biasa disebut juga dengan media sharing. Apabila Kamu sering menghabiskan waktu santai atau waktu belajar melalui platform sosial media YouTube atau Soundcloud. Maka. Kamu sebenarnya telah terbiasa menggunakan layanan berbagi media ini. Salah satu jenis media sosial ini pada dasarnya memang memiliki fokus utama untuk membuat penggunanya saling berbagi konten media seperti foto, audio, atau video. Salah satu contoh lain dari layanan berbagi media, yaitu Instagram. Flickr, dan lain sebagainya. Jenis media sosial berikut adalah layanan kolaborasi. Layanan kolaborasi ini sendiri digunakan untuk membuat pengguna saling mengajak pengguna yang lain untuk VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 menciptakan suatu kontribusi. Tidak hanya mengajak, dalam layanan kolaborasi ini, pengguna biasanya diperbolehkan untuk membuat konten sekaligus melakukan koreksi terhadap isi konten dari AoanggotaAo dari situs tersebut. Salah satu contoh layanan kontribusi yang paling populer saat ini adalah Wikipedia. Wikipedia sendiri merupakan sebuah proyek ensiklopedia multibahasa dalam jaringan yang dioperasikan secara bebas dan terbuka. Layanan kontribusi ini dijalankan oleh Wikimedia Foundation, yang merupakan salah satu organisasi nirlaba yang terletak di Florida. Amerika Serikat. Jenis media sosial yang terakhir ini memang dikenal memiliki bentuk yang klasik. Jenis layanan forum ini dapat dikatakan sebagai salah satu jenis media sosial yang telah lama muncul dan dikenal luas sejak lama. Layanan forum sendiri dapat digunakan pengguna sebagai tempat untuk membincangkan berbagai hal atau topik secara spesifik bersama pengguna lain dalam suatu ruang diskusi. Contoh media sosial layanan forum yaitu Kaskus. Quora, dan lain sebagainya. METODE Setelah melakukan observasi dan wawancara kepada orang tua di SMP LAB Undiksha, maka dipandang perlu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Bimbingan dan Konseling melakukan pendampingan kepada orang tua terkait penerapan pola asuh yang tepat serta penggunaan media sosial yang bijak agar dapat menghindari perilaku agresif pada anak. Melihat sangat urgensinya permasalahan dari mitra ini maka diambil beberapa metode pelaksanaan yaitu berupa pemberian informasi dan pelatihan. Sehingga dalam pengabdian kepada masyarakat ini dialokasi waktu kegiatan ini dalam satu hari dengan dua kegiatan yang direncanakan yaitu . Pemberian informasi tentang pola asuh, media sosial, serta dampak pada perilaku agresif . Pelatihan penerapan pola asuh dan cara menggunakan media sosial yang kemudian dilanjut dengan simulasi berkelompok. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada Masyarakat ini mengambil tempat di SMP LAB UNDIKSHA. Jalan Jatayu. No. 10 Singaraja. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, tahap JURNAL JNANA KARYA pertama dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua dan murid terkait dengan AuPola Asuh dan Dampaknya pada Perilaku AgresifAy. Pada tahap kedua dilakukan dengan memberikan sosialisasi tentang AuPengaruh Media Sosial Terhadap Emosi dan AgresifAy. Tahap ketiga yaitu membentuk kelompok antara orang tua dan anak untuk melakukan diskusi bersama dengan didampingi oleh dosen dan mahasiswa. Hal pertama yang dilakukan adalah mengisi form yang sudah diberikan, setelah itu dilakukan pembahasan terkait hasil pengisian form. Selanjutnya orang tua dan anak mengisi form komitmen bersama dan juga mengisi evaluasi kegiatan. Setelah semua selesai dilanjutkan dengan menutup acara dan memberikan softcopy sertifikat. Berikut ini akan disampaikan terkait hasil pengisian formulir evaluasi kegiatan yaitu : Tabel 1 Rekapan Formulir Evaluasi Kegiatan Materi dan Peran Narasumber Fasilitator Kesan dan Dampak Orang Tua Murid Form Evaluasi Materi dan Narsum Fasilitator Orang Tua Kesan dan Dampak Anak VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Gambar 1. Rekapan Formulir Evaluasi Kegiatan SIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa di SMP LAB Undiksha menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dan penggunaan media sosial memiliki peran signifikan dalam membentuk perilaku agresif anak. Pola asuh yang tidak tepat, terutama jika bersifat permisif, dapat meningkatkan risiko perilaku agresif pada anak, terlebih di era digital saat ini di mana media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan diskusi kelompok, program ini berhasil meningkatkan pemahaman orang tua dan siswa tentang pentingnya penerapan pola asuh yang tepat dan penggunaan media sosial yang bijak. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari peserta terhadap materi, narasumber, dan dampak kegiatan, yang tercermin dalam peningkatan antusiasme dan komitmen untuk menerapkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memberikan wawasan dan membentuk kesadaran akan pentingnya pengawasan serta pembinaan perilaku anak dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan DAFTAR PUSTAKA