Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 PELATIHAN PEMBUATAN POP UP BOOK DI SEKOLAH DASAR NEGERI PANJER Elizabeth Prima1. Putu Indah Lestari2 Program Studi Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ekonomika. Bisnis dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura dan Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia Email: elizabethprima@undhirabali. ABSTRAK Membaca buku berarti membuka jendela dunia untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan terutama bagi siswa sekolah dasar. Namun sangat disayangkan jika minat baca di sekolah dasar rendah. Hal ini dimungkin terjadi karena terbatasnya buku-buku cerita serta kegiatan membaca yang belum menjadi pembiasaan di sekolah. Terbatasnya pengetahuan guru akan pentingnya pengembangan literasi awal di kelas permulaan dapat berdampak pada motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Untuk itu tim pengusul memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan merencanakan program pelatihan bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri 4 Panjer dalam pembuatan Pop Up Book. Hasil kegiatan ini adalah sebagian besar guru belum pernah mendapatkan pelatihan pembuatan Pop Up Book. Para guru memberikan respon yang positif terhadap kegiatan yang dilakukan karena materi yang dibawakan menarik dan sesuai dengan tema pembelajaran yang sedang berlangsung. Selain itu kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran berupa pop-up book meningkat. Harapannya melalui adanya pop up book guru dapat memberikan konsep real dalam bentuk gambar 3D kepada siswa sekolah dasar. Kata kunci: pelatihan, pop-up book, sekolah dasar Pendahuluan Membaca buku berarti membuka jendela dunia untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan terutama bagi siswa sekolah dasar. Namun sangat disayangkan jika minat baca di sekolah dasar rendah. Hal ini dimungkin terjadi karena terbatasnya buku-buku cerita serta kegiatan membaca yang belum menjadi pembiasaan di sekolah. Selain itu, terbatasnya pengetahuan guru akan pentingnya pengembangan literasi awal di kelas permulaan juga dapat berdampak pada motivasi siswa dalam membaca terutama pada proses pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulanjani menunjukkan bahwa guru-guru yang ada disekolah masih pasif dalam melaksanakan gerakan literasi membaca (Wulanjani & Candradewi, 2. Guru-guru di pada tingkat sekolah dasar belum secara aktif memberi perhatian pada upaya peningkatan literasi membaca para Melalui penerapan gerakan literasi membaca yang dilaksanakan 15 menit sebelum pembelajaran dimulai menunjukkan bahwa melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan sebagai upaya penerapan gerakan literasi membaca, para siswa menjadi lebih antusias dan termotivasi meningkatkan minat dalam membaca. Hamalik dalam (Arsyad, 2. menyatakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar siswa. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Salah satu alternatif media yang dapat dipergunakan sebagai upaya penerapan gerakan literasi membaca adalah Pop Up Book. Rubin . alam Febrianto, 2. menyatakan bahwa Pop Up Book sebagai ilustrasi dimana pada saat halamannya dibuka, ditarik, atau diangkat, akan timbul dengan kesan tiga dimensi. Melalui media Pop Up Book (Baiduri et al. , 2. menyatakan Pop Up Book dapat membangkitkan motivasi anak dalam belajar, karena dalam penggunaannya dapat disertai dengan cerita atau dongeng yang menarik yang dekat dengan lingkungan mereka sehingga akan efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu (Wulandari et al. , 2. juga menyatakan bahwa media Pop Up Book juga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dengan baik dan menarik. Melalui media pop up book, guru dapat memberikan materi pada anak dengan cara yang Hadirnya media baru yaitu Pop Up Book dapat memberikan suatu hal yang menarik bagi pembelajar (Lase, 2. Penggunaan pop-up selain menjadi buku, pop-up dapat dibuat dari kertas lembaran dan disesuaikan dengan kebutuhan rencana pembelajaran semester atau luaran pembelajaran (Putri dkk. , 2. Pada Pop Up Book, kombinasi warna dan bentuk yang muncul dari pop-up mampu membuat seseorang yang melihatnya tertarik dan ingin tahu (Nisa & Wuryandani, 2. Hal inilah yang menjadikan PopUp lebih mudah diingat, karena selain memiliki efek mengejutkan mengejutkan dari efek mengejutkan dari efek pergerakan yang dihasilkan pada saat teknik Pop-Up beroperasi (Devi, 2. Selain itu, dengan adanya media Pop-Up Book, para guru dan siswa dapat menerapkan literasi dasar yaitu literasi baca dan tulis, dimana literasi baca dan tulis merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN). Gerakan Literasi Nasional merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mulai digiatkan sejak Tahun 2016 dimana gerakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (Astuti et al. Oleh karena itu, besar harapan dengan adanya media Pop Up Book dapat meningkatkan minat baca dan antusias dari siswa sekolah dasar dalam melaksanakan kegiatan literasi baca dan tulis. Solusi dan Target Luaran Terbatasnya pengetahuan guru akan pentingnya pengembangan literasi awal di kelas permulaan dapat berdampak pada motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan dari pelaksana bagi mitra yaitu: Pelatihan pembuatan Pop Up Book yang disesuaikan dengan tema yang berlangsung di tiap Hal ini ditawarkan karena guru-guru belum pernah mendapatkan pelatihan pembuatan Pop Up Book dan diharapkan dengan pelatihan ini guru menjadi kreatif serta dapat berdampak pada motivasi siswa dalam membaca. Target luaran dari pelatihan pembuatan Pop Up Book ini ialah minimal 70% guru memiliki pengetahuan dan mampu membuat Pop Up Book. Metode Metode penyampaian dalam kegiatan PKM ini dilakukan melalui presentasi dan praktik langsung. Adapun pelaksanaan aktivitas program pengabdian masyarakat dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: . Sosialisasi pelaksanaan program pada mitra, yakni SDN 4 Panjer. Kegiatan pelatihan bagi guru-guru dalam pembuatan Pop Up Book. Monitoring dan evaluasi hasil pelatihan pembuatan Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 video pembelajaran bagi anak usia dini. Evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mencakup seluruh proses kerja dari awal sampai. Hasil dan Pembahasan Kegiatan PKM Prodi ini ditujukan kepada guru-guru SDN 4 Panjer yang berada di di Jalan Tukad Pancoran Gang II Nomor 4 Panjer. Kecamatan Denpasar Selatan. Provinsi Bali. Berikut ini gambaran lokasi program pengabdian masyarakat. Gambar 1. Sekolah Dasar Negeri 4 Panjer Kegiatan pelatihan di SDN 4 Panjer melibatkan perserta yaitu guru-guru dari kelas 1, 2 dan 3 Sekolah Dasar. Kegiatan dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan yaitu pada bulan Oktober 2021. Pelaksanaan berlangsung dari pukul 10. 00 Wita s. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam pelatihan pembuatan Pop Up Book diperuntukkan bagi guru kelas 1, 2, dan 3 dengan bahan Pop Up Book yang dilatihkan disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan belangsung pada tingkatan masing-masing. Pelatihan Pembuatan Pop Up Book Pelatihan pembuatan Pop Up Book dilakukan dengan materi yang berbeda pada tiap kelasnya. Pada setiap kelas tim pelaksana telah mempersiapkan bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pelatihan pembuatan Pop Up Book. Tema pada tiap kelas akan berbeda, disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan dipelajarkan di kelasnya. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Gambar 2. Materi Pop Up Book. Kelas 1 Materi Pancasila. Kelas 2 Materi Keragaman Agama di Indonesia dan Kelas 3 Materi Metamorfosis Kupu-kupu Gambar 3. Pelaksanaan PKM Bersama Guru SDN 4 Panjer Respon positif peserta pelatihan terukur melalui pretest dan posttest yang diberikan pada saat pelatihan pembuatan Pop Up Book. Hasil pretest dan posttest peserta pelatihan dapat dilihat pada Gambar dibawah ini. Gambar 4. Respon Peserta Pelatihan Pembuatan Pop Up Book. Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Berdasarkan hasil pembuatan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap pengetahuan guru dalam pembuatan Pop Up Book setelah diberikan pelatihan di SDN 4 Panjer. Guru mendapatkan pengetahuan cara pembuatan Pop Up Book. Selain itu peserta pelatihan memiliki respon positif terhadap pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat. Disamping hasil pretest dan posttest, peserta juga diamati dari hal keterlibatan dan partisipasi dalam kegiatan pelatihan pembuatan Pop Up Book. Ini sangat membantu Tim Pelaksana sehingga semua berjalan dengan lancar. Luaran yang Dicapai Luaran yang dicapai dalam pelatihan pembuatan Pop Up Book ini salah satunya adalah tutorial pembuatan Pop Up Book pada kanal YouTube untuk kelas 1, 2 dan 3 Sekolah Dasar dengan tema pembelajaran yang berbeda pada setiap kelasnya. Gambar 5. Tutorial Pop Up Book Prosiding SINAPTEK Volume 4 tahun 2021 | E-ISSN 2810-0867 Simpulan Pelaksanaan program PKM Pelatihan Pembuatan Pop Up Book di SDN 4 Panjer dengan mitra yaitu guru-guru kelas 1, 2, dan 3 telah berjalan sesuai rencana dengan tujuan awal yaitu mitra mendapatkan pengetahuan pembuatan Pop Up Book. Harapannya kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran berupa Pop-Up Book dapat memberikan konsep real dalam bentuk gambar 3D kepada siswa serta meningkatkan minat baca dan antusias dari siswa sekolah dasar dalam melaksanakan kegiatan literasi baca dan tulis. Daftar Rujukan Astuti. Mawarsari. Prihaswati. Pelatihan Pembuatan Media Pop-up Book Bagi Guru Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Literasi Baca Tulis. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyaraka. , 5 . , 358-364. Arsyad. Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persada. Baiduri. Taufik. Elfiani. Pengembangan Media Pembelajaran Pop-up Book Berbasis Audio pada Materi Bangun Datar Segiempat di SMP. Aksioma Jurnal, 8 . , 248Ae261. Devi. & Maisaroh. Pengembangan Media Pembelajaran Buku Pop-Up Wayang Tokoh Pandhawa pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa Kelas V SD. Jurnal PGSD Indonesia, 3 . : 1-16. Febrianto. Fatchul M. AuPenerapan Media dalam Bentuk Pop-Up Book pada Pembelajaran Unsur-Unsur Rupa untuk Siswa Kelas 2 SDNU Kanjeng Sepuh Sidayu GresikAy. Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya,2 . Lase. Pendidikan di Era Revolusi Industri 4. Sundermann: Jurnal Ilmiah Teologi Pendidikan Sains Humaniora dan Kebudayaan, 12 . , 28-43. Nisa. , & Wuryandani. Perancangan Buku Cerita Pop-Up Berbasis Karakter Untuk Menanamkan Karakter Peduli Sosial Anak Usia Dini. Proceedings of The ICECRS, 1 . , 205-218. Putri. Pratjojo. , & Wijayanti. Pengembangan Media Buku Pop Up Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Tema Menyayangi Tumbuhan Dan Hewan Di Sekitar. Jurnal Pedagogi Dan Pembelajaran, 2 . , 169-175. Wulanjani & Candradewi. Meningkatkan Minat Membaca melalui Gerakan Literasi Membaca bagi Siswa Sekolah Dasar. Proceeding of Biology Education, 3 . , 26-31. Wulandari. Hapsari. Pop-Up Legenda Sindoro Sumbing Berbasis Kearifan Lokal sebagai Media Literasi Siswa. Transformatika, 2 . , 130Ae139.