Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research Vol. 2 No. eISSN: 2797-1813 Literature Review Analysis of the Side Effects of Chemotherapy in Cervical Cancer Patients in Southeast Asia Stephen Yustianto Pribadi. Fitriana Yuliastuti . Widarika Santi Hapsari Department of Pharmacy. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia fitrianayuliastuti@ummgl. https://doi. org/10. 53017/ujmr. Received: 15/02/2022 Revised: 25/03/2022 Accepted: 28/03/2022 Abstract Cervical cancer is a cancer that occurs in the cervical part of the uterus that is the area in the female reproductive organs which is the entrance to the uterus located between the uterus and the burrow of intercourse. Cervical cancer treatment is known to be in several ways, one of which is by chemotherapy. Chemotherapy is a treatment using drugs both oral and intravenous that aim to inhibit or kill cancer cells, but treatment with chemotherapy has many side effects for people with cervical cancer. This study aims to analyze the side effects of chemotherapy in cervical cancer patients in Southeast Asia using the literature review method. The references used are literature obtained from Google Scholar and Pub Med from 2014 to 2020. After reviewing 15 journals it was stated that the side effects of chemotherapy on cervical cancer patients in Southeast Asia were nausea and vomiting . 28%), anemia . 28%), neurotoxins . 28%), alopecia . 42%), allergic reactions . 57%), thrombocytopenia . 57%), leukopenia . 71%) and stomatitis . 85%). Keywords: Side effects. Chemotherapy. Cervical cancer. Country name Literature Review Analisa Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Serviks di Asia Tenggara Abstrak Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang letaknya diantara rahim dan liang senggama. Pengobatan kanker serviks dikenal ada beberapa cara, salah satunya yaitu dengan kemoterapi. Kemoterapi adalah pengobatan dengan menggunakan obat baik secara oral maupun intravena yang bertujuan untuk menghambat atau membunuh sel kanker, namum pengobatan dengan kemoterapi memiliki banyak efek samping bagi penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara dengan menggunakan metode literatur review. Referensi yang digunakan merupakan literature yang didapat dari Google Scholar dan Pub Med dari tahun 2014 hingga tahun 2020. Setelah mereview 15 jurnal dinyatakan bahwa efek samping kemoterapi terhadap pasien kanker serviks di Asia Tenggara adalah mual dan muntah . ,28%), anemia . ,28%), neurotoksik . ,28%), alopesia . ,42 %), reaksi alergi . ,57%), trombositopenia . ,57%), leukopenia . ,71%) dan stomatitis . ,85%). Kata kunci: Efek samping. Kemoterapi. Kanker serviks. Nama negara Pendahuluan Kanker serviks adalah tumor ganas yang terus berkembang di daerah serviks atau leher rahim yang terletak di bagian terendah dari ramin dan menempel pada vagina yang Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al mengakibatkan jaringan disekitarnya tidak dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya . Data dari WHO menyatakan lebih dari limaratus ribu kasus baru dan mengakibatkan kematian sebanyak 260. 000 orang dikarenakan kanker serviks dimana sebanyak 90% terjadi di negara berkembang . Sedangkan angka prevalensi kanker serviks di Indonesia menurut Data Globocan 2018 mencapai 32. 469 kasus baru dimana 18. 279 penderita kanker serviks meninggal dunia per tahun. Jumlah tersebut sama dengan 50 wanita dengan kanker serviks meninggal dunia . , . Pengobatan kanker serviks dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan kemoterapi. Kemoterapi adalah suatu tindakan dengan menggunakan obatobatan sitostatik baik secara oral maupun intravena dengan tujuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan sel-sel kanker . , . Namun pengobatan dengan kemoteapi dapat juga merusak atau mamatikan sel-sel sehat terutama apda sel yang membelah dengan cepat, selain itu pengobatan dengan kemoterapi juga memiliki efek samping secara fisik yang dirasakan oleh pasien . , . Berdasarkan literatur terdahulu dalam review ini akan dibahas efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara. Diharapkan dari penjelasan dalam review ini, dapat memberikan differensiasi bentuk literature farmasi khususnya pada analisa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks sehingga diharapkan akan bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan dan bagi pasien yang sedang menjalani Metode Studi literature review ini dilakukan melalui pencarian referensi di Google Scholar dan Pub Med, semua database yang terkemuka dari Januari 2014 hingga Desember 2020. Pencarian materi dalam studi pustaka ini dilakukan dengan istilah penelusuran Boolean (AuANDAy,AyORA. dan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan AuEfek sampingAy AND AukemoterapiAy AND Aukanker serviksAy AND AuIndonesiaAy AND AuMalaysiaAy AND AuSingapuraAy AND AuBrunaiAy AND AuThailandAy AND AuFilipinaAy AND AuKambojaAy AND AuLaosAy AND AuMyanmarAy AND AuVietnamAy. Selanjutnya judul dan abstrak yang dicocokan dengan kriteria inklusi dianalisis secara independen. Setelah ditinjau, didapat informasi dari hasil penelitian kemudian dikelompokkan termasuk tahun penerbitan, nama peneliti dan lokasi penelitian, jenis studi, tujuan penelitian dan waktu penelitian. Hasil Hasil pencarian sejumlah 2. 487 artikel dengan rincian 2. 018 artikel dieksklusi karena tidak sesuai dengan tujuan penelitian serta terdapat duplikasi, 269 artikel dieksklusi karena hanya terdiri dari abstrak saja, 185 artikel full text dieksklusi karena tidak sesuai dengan kriteria inklusi dan terdapat kemiripan penelitian, pada akhirnya didapat total N=15 artikel full text . riteria inklus. dilakukan review. Gambar 1 menunjukkan Diagram PRISMA dari penelitian yang dilakukan. Berdasarkan review jurnal, efek samping kemoterapi yang sering dialami oleh pasien kanker serviks adalah adalah mual dan muntah, diikuti anemia, neurotoksik, alopesia, reaksi alergi, trombositopenia, leukopenia dan stomatitis. Desain dan karaktristik studi diringkas dalam Tabel 1. Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al Gambar 1. Diagram PRISMA dari penelitian yang Mual dan muntah merupakan efek samping kemoterapi yang paling umum dialami oleh pasien kanker serviks dan hal ini merupakan perwujudan dini dari toksisitas obat kemoterapi . Pada penelitian Hilli et al . yang dilakukan di ruangan mutis RSUD Prof. Dr. Johanes kupang dengan uji statistik Spearman Corelation menunjukkan hubungan yang signifikan antara frekuensi kemoterapi dengan efek samping mual muntah yang dialami oleh pasien kanker serviks. Mual dan muntah ini disebabkan stimulasi pada reseptor pada gastrointestinal dan reseptor di Chemoreceptors Trigger Zone (CTZ) yang mengirim pesan ke nukleus traktus solitaries pada otak sehingga merangsang salivasi, kontraksi diafragma otot pernapasan dan otot perut . Pemberian paklitaksel dan karboplatin, gemcitabin serta doxorubicin sebagai obat kemoterapi juga dapat menimbulkan efek samping mual dan muntah . , . , hal ini didukung penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa efek samping dari paklitaksel-karboplatin dapat mengakibatkan mual dan muntah . Selain mual dan muntah, efek samping kemoterapi yang sering dialami oleh pasien kanker serviks yang sedang menjalani kemoteapi adalah anemia. Anemia adalah kondisi dimana konsentrasi Hb dalam darah kurang dari normal, hal ini dapat terjadi karena berkurangnya jumlah stem cells akibat dari toksisitas obat kemoterapi yang mendesak sumsum tulang belakang. Timbulnya efek samping ini karena obat-obatan kemoterapi tidak hanya membunuh sel-sel kanker saja tetapi juga dapat menyerang sel-sel sehat terutama sel yang membelah dengan cepat . Penelitian Melani et al . menyatakan bahwa efek samping kemoterapi dengan regimen berbasis platinum adalah anemia, hal ini didukung penelitian sebelumnya yang menyatakan penggunaan kombinasi kemoterapi dengan bleomycin, vincristine, mitomycin dan cisplatin atau platinum juga dapat menimbulkan anemia . , dan penelitian lainnya yang menyebutkan pengunaan mitomisin dan agen platinum yaitu karboplatin menyebabkan penambahan efek racun pada darah yang berakibat menurunnya kadar hemoglobin penyebab anemia . Hal yang sama pada penelitian Suwendar . , dikatakan bahwa efek samping kemoterapi yang dialami pasien Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al kanker serviks adalah gangguan hematologik dimana mayoritas pasien mengalami anemia, baik anemia berat (Hb < 7 gr %) maupun anemia sedang (Hb 7-8 gr %). Efek samping kemoterapi dari hasil penelitian Melani et al . , bahwa kemoterapi dapat menyebabkan reaksi alergi. Pada penelitian Wardani . bahwa kemoterapi dapat menyebabkan respon fisik diantaranya adalah reaksi alergi yang menyebabkan toksisitas kulit . erubahan warna ven. Adanya reaksi alergi tersebut dapat disebabkan karena penggunaan obat termasuk obat kemoterapi untuk mengobati kanker yang bisa memicu Reaksi alergi diakibatkan oleh penggunaan kombinasi kemoterapi dengan bleomycin, vincristine, mitomycin dan cisplatin atau platinum (BOMP) . Pernyataan ini didukung oleh . yang menyatakan penggunaan bleomisin, asparaginase, taksol, taksotere, teniposid, sitarabin, gemsitabin dapat menimbulkan reaksi alergi antara lain mengigil, demam, shok anafilatik dan udem. Penelitian Anantawat & Rittiluechai . di Thailand melibatkan 40 pasien dengan kanker serviks yang menjalani pengobatan kemoterapi dengan cisplatin dan ifosfamide sebanyak 15 pasien, cisplatin dan irinotecan sebanyak 13 pasien, platinum dan paclitaxel sebanyak 5 pasien, cisplatin dan cyclophosphamide sebanyak 3 pasien, cisplatin dan topocetan sebanyak 2 pasien dan 2 pasien lagi menggunakan regimen lainnya. Rata-rata pengobatan kemoterapi pada pasien adalah 4 kali siklus dan efek samping terbanyak yaitu hematologic toxicity salah satunya adalah trombositopenia. Hal serupa juga dinyatakan oleh Budiana et al . bahwa penggunaan kombinasi kemoterapi dengan bleomycin, vincristine, mitomycin dan cisplatin atau platinum (BOMP) menimbulkan efek samping trombositopenia dimana jumlah trombosit darah yang rendah. Trombositopenia atau penurunan trombosit adalah kejadian dimana jumlah trombosit dalam sistim sirkulasi dibawah normal . 000/AAl dara. Penelitian Anantawat & Rittiluechai . di Thailand menyebutkan bahwa pengobatan kemoterapi dengan cisplatin dan irinotecan atau pengobatan kemoterapi dengan regimen platinum dan paclitaxel efek samping yang ditimbulkan adalah neutropenia. Penggunaan beberapa obat kemoterapi pada penderita kanker serviks dapat menimbulkan efek neurotoksik yang disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang lebih jauh dari otak dan sumsum tulang belakang sehingga mengalami penurunan kemampuan untuk merasakan tekanan, kelemahan otot, kesulitan menggerakkan jari . , . , . Neurotoksik dapat terjadi dikarenakan intensitas kemoterapi, dosis dan lama pemberian kemoterapi serta pemberian kemoterapi bersamaan dengan agen kemoterapi neurotoksik lainnya . Selain neutropenia penggunaan kombinasi kemoterapi dengan bleomycin, vincristine, mitomycin dan cisplatin atau platinum (BOMP) dapat menimbulkan effek samping leukopenia pada pasien , yaitu penurunan jumlah leukosit pada darah tepi, di mana jumlah leukosit dalam darah kurang dari 4000/l . Kejadian ini didukung dengan pernyataan WHO yang menyebutkan pemberian agen platinum karboplatin memiliki toksisitas yang tinggi pada hematologi sehingga menyebabkan efek samping berupa leukopenia dan neutropenia . Pengobatan dengan paklitaksel-karboplatin dapat menyebabkan stomatitis yang mengakibatkan luka pada mulut, sariawan dan radang pada kelenjar ludah. Stomatitis dimulai sebagai eritema pada lapisan mukosa nonkeratin disertai dengan peningkatan sensitivitas yang merupakan hasil dari penipisan dari lapisan pelindung yang diikuti pengurangan replikasi dari epitel dalam mulut . Penelitian . menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara terjadinya kerontontokan rambut atau alopesia dengan frekuensi kemoterapi yang dijalani oleh pasien kanker serviks. Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menyatakan Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al Tabel 1. Desain dan Karakteristik Studi Negara Nama Penelit Tujuan Partisi Malays . Indonesi Indonesi Indone Thailand Thailand Indonesia Thailan . Indonesi Indonesi Untuk Untuk Untuk Untuk s hidup Untuk n informasi efek samping pada pasien stadium IVB Untuk s terkait Pemanta uan efek IIB-iB pi dengan Bleomisin OncovinA Mitomisi Karboplat Untuk QoL Untuk hui pola m IIB 5 iB 7 dengan ratarata usia 51,4 IIB-IVA 9 pasien IIB-iB Untuk n fisik lopesi 8 wanita IIB-IVA 8 pasien usia 42, 55, 58, 60 Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Indonesi Indonesi Indonesi Untuk an jumlah i penyakit Untuk Untuk Untuk hui efek an pada Untuk eomisin dan 74 pasien rata-rata 47,6A8,6 rata-rata 46,3A9,6 Indonesia Indonesia Stephen Yustianto Pribadi et al Negara Nama Penelit Metode Penelit Waktu Penelit Malays . Indonesi Indonesi Indone Crosection Kualitat Kualitatf i dengan April Ae Mei Sumbe Pembia Tidak Tidak Tidak Thailan . Indonesi Indonesi Deskript FebruariAgistis Januarijuni 23Agust Septemb Tidak Tidak Tidak Thailand Thailand Indonesia Case Studi Februa ri-Juni Juli Penelitia n sesuai uji klinis Helsinki Studi ini National Research Universi Project, di bawah Kantor Komisi Pendidik Tinggi Fakultas Thailand Kedokter Universi Chiang Mai Pendanaa Universit Udayana. Penelit ian ini DIKTI Hibah Bersai Tidak ada Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Indonesi Indonesi Indonesi Cross Cross Juni 2015Maret JanuariFebruar 7-16 Mei Tahun Juni 2015Maret 2016 Tidak ada Tidak Tidak Tidak Tidak ada Indonesia Indonesia Stephen Yustianto Pribadi et al Negara Nama Penelit Hasil Penelit Malays . Indonesi Indonesi Indone Efek h dan i oleh Respon Efek k mual, i perifer, an berat s kulit, , nyeri, anrasa di Terdap s hidup an berat an nafsu s kulit, an rasa Thailand Thailand Indonesia Hasil adalah yang paling umum Hasil s akut, nia dan Hasil n fungsi Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Thailan . Indonesi Indonesi Hasil an fisik n, nyeri, ya nafsu n juga n secara Dari n fisik lopesi n besar n fisik Hasil dan efek Indonesia Hasil berat, dan Indonesi Indonesi Indonesi Hasil an yang aan obat nia dan Hasil Hasil an yang efek dari n tidur, han dan Indonesia Hasil Penggunaa Stephen Yustianto Pribadi et al Tabel 2. Criticals Apprasial dengan STROBE STROBE Statement Title and Introduc Background/ Objectives Methods Study Setting Participants Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Explain the scientific background and eationale for the investigation being State specific objectives, including any prespecified Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Present key elements of study design early in the paper Describe the setting, locations, and relevant dates, including periods of exposure, follow-up, and data collection . Give the eligibility criteria, and the Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Recommendation . Indicate the studyAos design with a commonly used term in the title or the . Provide in the abstract an informative and balanced summary of what was done and what was Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al STROBE Statement Variables Data Bias Study size Quantitative Statistical Recommendation sources and methods of selection of Clearly define all outcomes, exposures, predictors, potential confounders, and effect modifiers. Give diagnostic criteria, if For each variable of interest, give sources of data and details of methods of . Describe comparability of assessment methods if there is more than one Describe any efforts to address potential sources of bias Explain how the study size was arrived at Explain how quantitative variables were handled in the applicable, describe which groupings were chosen and why . Describe all statistical methods, including those used to control for Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Paper Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Oo Oo Oo Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Oo Tidak Oo Oo Tidak Tidak Oo Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Tidak Tidak Oo Stephen Yustianto Pribadi et al STROBE Statement Recommendation . Describe any methods used to examine subgroups and interactions . Explain how missing data were . If applicable, describe analytical methods taking account of sampling . Describe any sensitivity analyses Results Participants Descriptive . Report numbers of individuals at each stage of studyAieg numbers potentially eligible, examined for eligibility, confirmed eligible, included in the study, completing follow-up, and . Give reasons for non-participation at each stage . Consider use of a flow diagram . Give characteristics of study participants . g demographic, clinical, socia. and information on exposures and Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Oo Paper Tidak Paper Oo Paper Oo Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Oo Paper Oo Paper Tidak Paper Tidak Paper Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Oo Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al STROBE Statement Outcome Main results Other Recommendation . Indicate number of participants with missing data for each variable of Report numbers of outcome events or summary measures . Give unadjusted estimates and, if confounder-adjusted estimates and their precision . g, 95% confidence interva. Make clear which confounders were adjusted for and why they were . Report category boundaries when continuous variables were categorized . If relevant, consider estimates of relative risk into absolute risk for a meaningful time Report other analyses doneAieg analyses of subgroups and interactions, and sensitivity analyses Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Oo Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Paper Tidak Tidak Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Oo Oo Tidak Tidak Oo Oo Oo Oo Tidak Tidak Oo Oo Oo Tidak Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Oo Tidak Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Discussion Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al STROBE Statement Key results Limitations Interpreta Generalis Other informa tion Funding Recommendation Summarise key results with reference to study objectives Discuss limitations of the study, taking into account sources of potential bias or Discuss both direction and magnitude of any potential bias Give a cautious overall interpretation of results considering objectives, limitations, multiplicity of analyses, results from similar studies, and other relevant Discuss the . xternal validit. of the study results Give the source of funding and the role of the funders for the present study and, if applicable, for the original study on which the present article is based Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Paper Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Tidak Tidak Oo Tidak Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Oo Tidak Oo Oo Tidak Tidak Tidak Tidak Ada Tidak Tidak Tidak Ada Tidak Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research. Vol. 2 No. Stephen Yustianto Pribadi et al efek samping kemoterapi berupa alopesia atau kerontokan rambut disebabkan karena paparan obat kemoterapi yang diberikan dengan frekuensi dan dosis yang berulang untuk mengurangi atau membunuh sel kanker, namun hal ini juga dapat membunuh atau menyebabkan kerusakan pada sel sehat yang membelah dengan cepat . Alopecia mulai terjadi antara 1 minggu sampai 2 bulan setelah pemberian kemoterapi pertama dan berlangsung selama 1 bulan hingga ramput benar-benar habis . Penelitian di Malaysia terhadap pasien kanker serviks yang mendapat regimen kemoterapi paclitaxel dan carboplatin, gemcitabin dan doxorubicin menunjukkan terjadinya alopesia pada pasien tersebut . Data dalam review menunjukkan bahwa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks adalah mual dan muntah, anemia, neurotoksik, alopesia, reaksi alergi dan trombositopenia, leukopenia dan stomatitis. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mengetahui efek samping kemoterapi yang mungkin dapat terjadi dengan pengobatan kemoterapi. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Analisis dari 15 jurnal tentang efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara terdapat 12 jurnal berupa mual dan muntah . ,28%), 5 jurnal anemia . ,28%), 5 jurnal neurotoksik . ,28%), 4 jurnal alopesia . ,42 %), 3 jurnal reaksi alergi . ,57%), 3 jurnal trombositopenia . ,57%), 2 jurnal leukopenia . ,71%), 1 jurnal stomatitis . ,85%). Berdasarkan hasil analisis terhadap 15 jurnal tersebut dapat diketahui bahwa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks terbanyak adalah mual dan muntah, diikuti anemia, neurotoksik, alopesia, reaksi alergi, trombositopenia, leukopenia dan Saran Bagi peneliti yang lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian selanjutnya tentang efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks ditinjau dari semua golongan obat kemoterapi yang digunakan dan akan lebih baik jika ada yang melakukan penelitian dengan memaparkan data secara kuantitatif mengenai efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks. Referensi