Pengaruh Pencahayaan Terhadap Suasana dan Kenyaman Visual pada Lounge Hotel Pemda Bengkulu Oce Odelia. Augustina Ika Widyani*2. Fabianus Hiapianto Kusumadinata 3 Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara. Jakarta Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Kesenian Jakarta. Jakarta 615190126@stu. id, augustinaw@fsrd. id, fabianus@ikj. *Pen. Korespondensi Abstrak Ai Hotel Pemda Bengkulu merupakan hotel resor bintang 4 . yang sebelumnya beroprasional sebagai sebuah mess pemerintah. Hotel ini memiliki lokasi yang strategis yaitu berada diantara wisata kota Bengkulu dan terdapat Pantai Jakat di area Hotel. Sayangnya banyak fasilitas yang kurang menunjang pada hotel mengingat bangunan yang sudah lama yakni dibangun pada tahun 2006 dan sebelumnya tidak fungsikan sebagai hotel. Salah satunya pada area lounge yang kurang pencahayaan sehingga memberikan visual yang kurang menarik dan nyaman bagi para tamu Padahal pencahyan merupakan aspek yang amat penting selain dari segi estetika juga sebagai penujang aktivitas di dalam ruang. Dalam penelitian ini menggunakan metode perancangan yang dikemukakan oleh rosemary killmer yang berisi tahapan commit state, collect, analyze, ideate, choose implement dan evaluate. Perancangan ini juga menggunakan teknik pencahayaan layering dengan ketentuan standarisasi pencahyaan dalam hotel menggunakan <3300K atau warm white. Diharapkan dengan adanya perancangan pencahayaan ini dapat menjadi solusi guna menunjang aktivitas hotel kedepannya khuusnya area lounge. Kata kunci: Desain Interior. Hotel. Lounge. Pencahayaan PENDAHULUAN Perkembangan pariwisata khususnya Bengkulu salahsatunya bisnis Hotel (Permana, 2. perkembangan pesat. Banyaknya tempat lokasi alam yang masih asri menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun Menurut Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu pada tahun 2017 mencatat bahwa jumlah wisatawan mencapai 120. 936 orang, jumlah ini telah meningkat sebesar 25% melihat jumlah wisatawan di kota Bengkulu pada lima tahun terakhir (Statistik Provinsi Bengkulu. Hal pariwisata menjadi sektor utama bagi kota Bengkulu MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Gambar 1: Kondisi Existing Hotel Pemda Bengkulu . umber: betv. Hotel Pemda Bengkulu merupakan salah satu hotel resort yang berlokasi di Bengkulu. Hotel ini memiliki lokasi yang strategis, sayangnya Hotel yang berdiri cukup lama ini yaitu sekitar tahun 2006 membuat konsidi interior yang kurang menunjang dan menarik penggunjung. Salah satunya area longue Hotel Pemda Bengkulu yang menjadi nyaman sesuai standarisasi yang ada. bagian sekaligus wajah dan daya tarik bagi Salah satu unsur yang penting II. METODE Agar diperoleh data yang valid Pencahayaan sendiri merupakan aspek dalam penelitian Dimana membangun suasana hotel yang nyaman. Sugiyono Dengan adanya pencahayaan yang ideal, mampu membangun suasana ruang yang dilandaskan pada filsafat yang dimana membuat pengunjung nyaman. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , dengan analisa data ini akan digunakan induktif/kualitatif, mempertimbangkan kebutuhan aktivitas dalam ruang. Pencahayaan juga menurut penelitian lebih menekankan makna dari DK. Ching menyatakan bahwa pencahayaan generalisasi . 9, h. dalam ruang dibagi menjadi pencahayaan alami dan buatan (Anoraga B. , 2. Sayangnya pencahayaan dalam hotel masih belum bisa menampilkan visual yang nuaman dan cenderung flat. Padahal pencahayaan dengan warna cahaya yang tepat memberikan pengaruh ke aktivitas yang ada, seperti penggunaan warna cahaya cold akan lebih menciptakan suasana ruang yang fokus dan aktif sementara cahaya warm white yang lebih menciptakan kesan hangat dan kasual Gambar 2: Tahapan Design Thinking oleh Rosmary Kilmer . umber: Kilmer, 2. sepeti pada lounge Untuk pencahayaan primer maupun sekunder Adapun digunakan yaitu design thinking. Design thinking merupakan sebuah proses berpikir MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . yang digunakan sebagai prosedur dalam Analyze, pada tahap ini peulis akan menentukan kesuksesan sebuah solusi menganalisa seluruh data-data yang desain yang dilakukan atas dasar rasional telah dikumpulkan pada tahapan serta melalui proses yang telah disepakati. sebelumnya berkaitan pencahayaan Salah satu metode design thinking yang pada Hotel Pemda Bengkulu. digunakan merupakan milik Rosemary Kilmer. Dengan tahapan berupa: ide-ide Commit, yaitu pada tahap ini penulis permasalahan pencahayaan pada Hotel lounge Hotel Pemda Bengkulu ini. Ide Pemda Bengkulu ini. yang dibuat berupa sketsa-sketsa State, pada tahap ini penulis telah menemukan adanya permasalahan Choose, setelah membuat banyak dalam area lounge Hotel Pemda pilihan ide sebagai bentuk solusi Bengkulu. Salah satu permasalahan Pada tahapan ini penulis akan yang ada yaitu pencahayaan pada memilih yang paling sesuai dan area lounge yang kurang nyaman dan sesuai dengan standar yang berlaku. pencahayaan Hotel Pemda Bengkulu. Sehingga menjadi latar belakang dari Ideate, pada tahapan ini penulis akan Implement, pada tahapan ini penulis perancangan ini untuk menemukan terpilih kedalam bentuk 2D . ua kenyamanan secara visual kepada dimens. dan 3D . iga dimens. pengunjung Hotel Pemda Bengkulu. Dengan bentuk hasil berupa 3d Collect, pada tahap ini penulis mengumpulkan fakta dan informasi gambar kerja desain. mengenai Hotel Pemda Bengkulu. Evaluate, atau evaluasi menjadi Selain itu dilakukan pengumpulan tahap penijauan kembali terhadap data sebagai acuan perancangan hasil desain yang dibuat dan apakah berkaitan dengan pencahayaan yang sudah sesuai dan menjadi bentuk sesuai untuk hotel khusunya area solusi yang tepat pada perancangan lobby dan lounge. Odelia. Widyani. Koesoemadinata Hotel Pemda Bengkulu terhadap pencahayaan di dalam Dalam perancangan ini digunakan 2 ruangan tersebut. sumber pencahayaan yaitu: HASIL DAN PEMBAHASAN Pencahayaan Alami (Natural Lightin. Data Proyek Pencahayaan merupakan sumber cahaya yang alami yang baik bagi ruangan. Pada area lounge Hotel Pemda Bengkulu ini, dikelilingi oleh jendela besar sehingga cahaya matahari dapat masuk ke dalam ruangan saat siang hari (Gambar . Gambar 3: Kondisi Existing Hotel Pemda Bengkulu . umber: Dokumentasi Penulis, 2. Nama : Hotel Pemda Bengkulu Lokasi : Desa Kebun Keling. Kec. Tlk. Segara. Kota Bengkulu. Jenis : Hotel Resort Bintang : 4 . Moodboard Desain Gambar 5: Kondisi Existing Lounge Hotel Mess Pemda Bengkulu . umber: Dokumentasi Penulis, 2. Pencahayaan Buatan (Artificial Lightin. Pencahayaan buatan merupakan pencahayaan yang berasal dari hasil Lampu sendiri memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai sumber cahaya Gambar 4: Moodboard Lounge Hotel Pemda Bengkulu . umber: pinterest. Konsep Pencahayaan Sumber Pencahayaan untuk memenuhi kegiatan seharihari dan sebagai pembentuk suasana keindahan dalam desain ruang Pencahayaan umum terbagi atas 4 . jenis MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . yaitu lighting/ambient berupa spotlight panel untuk lighting, accent lighting, task lighting memberikan pencahayaan pada dan decorative lighting. Adapun ornamen lukisan. dalam konsep perancangan lounge Hotel Pemda Bengkulu menggunakan jenis pencahayaan diantaranya: General Lighting/Ambient Lighting Merupakan Gambar 7: Spotlight Panel Kingtas 4000K . umber: lighting. menghasilkan sinar yang mampu menerangi keseluruhan ruang. Decorative Lighting Dalan perancangan lounge Hotel Lampu digunakan pada lounge yaitu Lampu penggunaan downlight panel menambah estetika dan juga (Gambar . efek bayangan dari sumber cahaya yang terhalang anyaman suasana yang ada. Gambar 6: Downlight Panel Philips 4000K . umber: lighting. Accent Lighting Jenis Lampu ini digunakan menampilkan dekorasi ataupun unsur esetetika yang ada dalam ruangan seperti pada bendabenda Pada perancangan ini Odelia. Widyani. Koesoemadinata Gambar 8: Pendant lamp. Rotan . Sementara penerangan dibagi atas 4 . jenis yaitu: Direct Lighting Selain itu terdapat spotlight yang bertujuan . Indirect Lighting . Downlight pencahayaan pada backdrop di belakang . Uplight resepsionis . Dimana pada backdrop ini terdapat texture berupa ukiran Standar SNI Pencahayaan pada Hotel Berikut standar pencahayaan yang bayangan-bayangan dramatis. digunakan dalam perancangan ini: Tabel 1: Tingkat Pencahayaan Minimum pada Hotel No. Ruang Lobby Koridor Tingkat Pencahayaan . Sumber: SNI 03-6575-2001 Tabel 2: Tingkat Pencahayaan Minimum pada Hotel No. Ruang Lobby Koridor Temperatur Warna 3300-5300 K Warm White 3300-4000k Warm White Gambar 10: Penggunaan Spotlight pada Area Backdrop Resepsionis . umber: Odelia, 2. Sumber: SNI 03-6575-2001 Pada lounge terdapat general lighting Hasil Perspektif berupa downlight . Selian itu Pada area resepsionis yang berada di depan permainan down dan up ceiling diberikan setelah memasuki area lobby terdapat sentuhan led strip mengikuti bentuk alur. lampu pendant besar . yang Cahaya yang dihasilkan dari led strip ini menjadi penerangan sekaligus dekorasi yang menarik pengunjung dan memberikan sebagai pencahayaannya. suasana yang megah. Gambar 11: Downlight dan Led Strip pada Lounge . umber: Odelia, 2. Gambar 9: Penerapan Lampu Gantung Pada Area Resepsionis . umber: Odelia, 2. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Selain itu juga, terdapat lampu gantung Berdasarkan berupa rotan dan penggunaan lampu dinding sebagai dekorasi dan penambah pencahayaan akan menghasilkan suasana suasana dalam lounge. Dimana seluruh yang berbeda pula. Dengan penempatan pemilihan tingkat warna lampu berkisar serta sudut arah pencahayaan mampu memengaruhi secara psikologis pengguna 3300-4000K Selain ketentuan standar yang berlaku sehingga cahaya yang dihasilkan nyaman bagi mempekaya texture ruang dan memberikan pengunjung yang ada. fokus pada elemen-elemen dekoratif yang Setiap teknik pencahayaan dan warna terhadap suasana ruang. Untuk itu kebutuhan fungsi ruang sehingga konsep Gambar 12: Penggunaan Lampu Gantung Rotan dan Lampu Dinding . umber: Odelia, 2. memenuhi kebutuhan dari ruang itu sendiri dan memberikan kenyamanan kepada pengunjung serta menambah keuntungan IV. SIMPULAN Dalam Perancangan bagi pihak pengelola Hotel. pencahayaan lounge pada Hotel Pemda Bengkulu DAFTAR PUSTAKA