KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal PEMODELAN AGILE SCRUM DENGAN ALAT BANTU TRELLO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (E-PUSKESMAS) Tohirin Program Pasca Sarjana. STMIK LIKMI. Jl. Ir. Juanda 96. Bandung. Indonesia email: tohirin07@gmail. Abstrak Agile scrum adalah metodologi pengembangan sistem informasi yang sangat populer saat ini. Trello adalah aplikasi sebagai tempat bekerja kolaboratif. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi Agile Scrum dan Trello sebenarnya dipelihara dan dipraktikkan oleh pengembang sistem informasi e-Puskesmas, sebagai sistem informasi OLTP. Kombinasi ini cukup dapat diandalkan, bahkan saat tulisan ini ditulis hingga Sprint ke58. Kata Kunci: Agile, scrum, trello, epuskesmas Abstract Agile scrum is a methodology of developing information systems that are very popular today. Trello is an application as a place to work collaboratively. This research shows that the application of the combination of Agile Scrum and Trello is actually maintained and practiced by e-PuskesmasAos information system developers, an OLTP information system. The combination is quite reliable, even as of this writing was written up to the 58th Sprint. Keywords: Agile, scrum, trello, epuskesmas PENDAHULUAN Sebagai sebuah aplikasi OLTP berbasis web model sewa tetap yang telah terpasang dengan penerapan sistem lebih di 1200 titik layanan pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) di seluruh Indonesia, e-Puskesmas dituntut untuk senantiasa melakukan adaptasi dan inovasi guna memelihara kepercayaan dari pengguna dan menghadapi tantangan perkembangan Adaptasi sistem informasi hampir setiap tahun dilakukan karena menyesuaikan regulasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pun inovasi di banyak lini, misalnya sejak tiga tahun terakhir telah mengadopsi metodologi agile dengan kerangka kerja scrum dan alat bantu trello pada proses pengembangannya. Agile, scrum dan trello dinilai sangat tepat dipraktikkan pada e-Puskesmas. Agile merupakan metodologi manajemen proyek yang membagi fitur menjadi beberapa tugas yang lebih kecil. Agile fokus pada rilis berkelanjutan. Scrum merupakan kerangka kerja agile yang bekerja berdasarkan prinsip bahwa persyaratan pelanggan sering kali berubah dan semua persyaratan tersebut tidak diketahui pada awal proyek. Sedangkan trello adalah aplikasi sebagai ruang kolaborasi tim guna menyelesaikan sebuah proyek bersama. Praktik agile scrum bisa dinamis, berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi dan situasi sebuah Praktik ketidakteraturan scrum disebut dengan istilah AuScrumButAy . Oleh karena Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana gambaran rinci implementasi metodologi agile dengan kerangka kerja scrum menggunakan alat bantu trello dipraktikkan pada pengembangan sistem informasi e-Puskesmas. METODOLOGI PENELITIAN Gambar 1 adalah pemodelan berupa rangkaian langkah kerangka kerja scrum yang dijadikan sebagai metode penelitian ini. Gambar 1 Metodologi penelitian . Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal C Stakeholders Input Masukan berupa gagasan atau pendapat dari stakeholder sangat penting untuk kesempurnaan sebuah produk. Stakeholder sebuah proyek sistem informasi pada kerangka kerja scrum bisa yang terlibat langsung maupun tidak. Stakeholder langsung seperti pelanggan, product owner, developers dan scrum master. Sedangkan yang tidak langsung adalah divisi lain yang masih satu ikatan, seperti tim infrastruktur, data analyst, support dan businnes development. C User Stories User stories merupakan artefak primer pada scrum. User stories adalah definisi tingkat tinggi dari suatu persyaratan, yang mengandung informasi yang cukup sehingga para developers dapat memperkirakan mengimplementasikannya pada bahasa program. Hasil dari user stories berupa daftar nama pengguna sistem, fitur dan tujuan fitur yang dibutuhkan pengguna sistem. User stories dipakai sebagai input pembuatan product backlog. C Product Backlog Product backlog dibuat dan dideskripsikan oleh product owner. Product backlog berisi daftar prioritas task yang harus dikerjakan dalam satu sprint atau lebih. Prioritas task ditentukan berdasarkan tingkat keurgenan atau kebutuhan yang mendesak dari fitur atau modul yang akan digunakan. Prioritas task juga dapat ditentukan berdasarkan banyaknya modul atau fitur lain yang saling terkait satu sama lain. product owner menentukan tingkat prioritas task setelah berdiskusi dengan stakeholder. C Sprint Planning Meeting Sprint planning meeting difasilitasi oleh scrum Master. sprint planning adalah rapat untuk membahas task yang dipilih oleh tim scrum dari product backlog untuk kemudian akan dikerjakan, butuh berapa lama dan sampai mana product yang akan dikembangkan selama Tim scrum harus berkomitmen untuk menyelesaikan task yang telah dipilih dari product backlog sampai akhir sprint. Setiap task yang dipilih dari product backlog dirancang dan kemudian dipecah menjadi serangkaian tugas individu. Daftar task dicatat dalam dokumen yang disebut sprint backlog. C Sprint Backlog Sprint backlog merupakan dokumen yang berisi daftar dan uraian serangkaian task yang secara komitmen telah dipilih oleh anggota scrum untuk dikerjakan selama sprint. C Sprint Sprint adalah siklus kerja eksekusi satu atau lebih serangkaian tugas yang telah diuraikan pada sprint backlog. Durasi sprint bersifat konsisten, biasanya 1-4 minggu, selesai ataupun C Daily Scrums Meeting Setelah scrum dimulai, setiap individu tim harus melakukan praktik daily scrums meeting, yaitu rapat harian singkat selama 15 menit guna memaparkan informasi yang diperlukan untuk memeriksa perkembangan task. C Sprint Review and Retrospective Sprint review dilakukan setelah durasi sprint berakhir. Tim scrum dan semua yang tertarik Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal dan berkepentingan hadir untuk mendiskusikan fitur yang selesai dikerjakan selama sprint dan apa yang akan dikerjakan berikutnya. Setelah itu, tim scrum melakukan sprint retrospective, yaitu sebuah kesempatan bagi anggota tim untuk meninjau pekerjaan yang dilakukan dan yang tidak dilakukan untuk selanjutnya membuat perencanaan peningkatan kinerja di sprint berikutnya. C User Release Merupakan hasil akhir dimana produk sudah selesai dibuat dan dalam kondisi siap digunakan oleh user. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Stakeholders Input Masukan dari stakeholder sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan kualitas produk. Praktik stakeholders input pada pengembangan sistem informasi e-Puskesmas lebih banyak datang dari divisi lain seperti Support dan Sistem Administrator. Product owner akan mempertimbangkan apakah masukan tersebut akan ditampung dalam product backlog atau Berikut adalah di antara stakeholders input yang pernah terjadi dalam masa pengembangan sistem informasi e-Puskesmas. Berikut contoh stakeholders input yang pernah Masukan Sistem Administrator. AuBro, berdasarkan hasil monitoring query grafik untuk 1 bulan memakan waktu hampir 5 menit. Sepertinya harus dioptimasi. Ay 2 User Stories User stories dibuat dengan bahasa umum dari pengguna sistem dengan tujuan agar mudah dipahami oleh orang teknis maupun orang bisnis untuk kemudian digunakan sebagai masukan bagi product owner dalam membuat product backlog. Praktik user stories dalam pengembangan sistem informasi e-Puskesmas dilaporkan oleh pengguna sistem melalui group media sosial seperti whatsapp dan telegram kepada divisi support untuk kemudian diteruskan kepada product owner. Kadang-kadang dari pengguna sistem kepada tim bisnis kemudian diteruskan kepada product owner, atau pengguna sistem langsung melapor kepada product User stories terdiri dari lokasi pengguna sistem dan fitur apa yang perlu ditambahkan atau diperbaiki. User stories pengguna di Puskesmas X: - User ingin agar kartu pasien memiliki desain yang berbeda dari default User stories pengguna di Puskesmas Z: - User ingin agar gambar pemeriksaan denyut uterus ada arsirnya - User harap agar jam partograf mengikuti jam kedatangan pasien 3 Pembuatan Product Backlog Product backlog merupakan dokumen yang berisi daftar prioritas fitur yang akan direncanakan untuk dikerjakan pada sprint. Pada penelitian ini sebagaimana bisa dilihat pada Tabel 1, product backlog berisi kolom modul, fitur dan estimasi poin. Kolom modul merupakan menu sebagai tempat di mana sebuah fitur akan ditempatkan. Kolom fitur berisi jenis fitur apa yang akan dikerjakan. Penamaan kolom fitur didasarkan pada nama pengguna sistem yang melaporkan bug untuk kategori label bug fixing atau meminta fitur untuk kategori label new features . ntuk label improvement tidak disertakan nama pengguna siste. , menu dan submenu tempat fitur akan Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal dikerjakan, dan judul singkat fitur. Kolom estimasi poin adalah perkiraan tingkat kesusahan fitur dikerjakan. Nilainya akan divalidasi pada sprint planning. Tabel 1 Backlog Products Sprint 58. Goals : Improvement BPJS, laporan, grafik dan tindak lanjut kegiatan Evaluasi No Fitur 1 Pendaftaran - Improve pendaftaran BPJS 2 [Puskesmas X] Pendaftaran - Pasien dan KK Ae Custome desain kartu 3 Laporan - Pemeriksaan Laboratorium - Salah memunculkan header pemeriksaan 4 Pelayanan Ae Add notifikasi ujuk internal 5 Grafik - Optimasi query grafik A A A A 19 [Puskesmas Z] Perubahan view grafik partograf 20 [Puskesmas Z] Pelayanan - Perubahan form MTBS Poin Gambar 2 Product backlog pada trello Gambar 2 merupakan tampilan product backlog setelah diterapkan pada trello. 4 Sprint Planning Meeting Pada saat penulisan penelitian ini, telah berjalan sprint ke-57 menuju ke-58 . ang sedang Tahap sprint planning meeting ini divalidasi berapa poin yang akan didapatkan oleh setiap satu card yang diambil oleh pengembang, dan ditentukan atau secara sukarela siapa mengambil card yang mana saja dalam satu sprint. Total pengembang sebanyak 5 orang. Biasanya 1 pengembang sanggup mengambil 1 sampai 4 card dalam satu sprint, tergantung tingkat kompleksitas task yang dikerjakan. Poin digunakan untuk menjadi salah satu indikator Key Performance Indicators (KPI. pengembang yang nanti akan diulas secukupnya pada sprint retrospective. Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal Gambar 3 Representasi 1 task pada trello Tabel 2 Product Backlog No Noted 1 Modul Pendaftaran Title Description [ALL] Pendaftaran - 1. Jika kartu tidak aktif, muncul notif "Kartu XYZ tidak aktif, apakah pasien tetap akan dilayani?" - Jika Ya, maka langsung Point pendaftaran bpjs set asuransi umum. - Jika Tidak, maka direct ke halaman Due Member Dev-1 Default kunjungan sehat diubah ke isi anamnesa Label Improvement Konfigurasi agar print kartu bisa custome. Tips: Pendaftaran [Puskesmas X] 2 Modul Pendaftaran - Pasien - Untuk solusi cepat bisa gunakan script html yang disimpan Point dan KK Ae Custome di database . isal c_siste. untuk print kartu ini. Due desain kartu - Script html ini dibuat default dari desain cetak yang ada Member Dev-2 Dst Label Improvement Header pemeriksaan laboraturium tidak sesuai Pendaftaran Laporan 3 Modul Pemeriksaan Point Laboratorium Due Salah memunculkan Member Dev-3 header pemeriksaan Label Improvement Pendaftaran [ALL] Pelayanan - 1. Jika kode mapping pili sama dengan ketika rujuk internal, 4 Modul Add notifikasi rujuk muncul notif konfirmasi "Maaf, ruangan yang dituju memiliki Point mapping ruangan pCare yang sama, yaitu 'Umum', pasien Due tidak dapat dilayani di ruangan yang sama di hari yang Member Dev-4 Label Improvement Muncul pesan "terjadi kesalahan sistem" saat ambil data Pendaftaran [ALL] Grafik 5 Modul Optimasi grafik 1 bulan Point Metode 1, optimasi query dengan data builder Due Metode 2, buat tombol sinkron dan insert ke tabel untuk Member Dev-5 simpan data . Label Improvement A A 19 Modul Pendaftaran Point Due A [Puskesmas Z] Perubahan view grafik partograf Partograf, garis mengikuti jam datang dan pembukaanya Denyut uterus ada gambar arsir Setup kotak per 30 menit [Puskesmas Y] Pelayanan perubahan form MTBS Pertanyaan "Lakukan Penilaian Pemberian Makanan?" dipecah dengan membuat cekbox: - Jika anak < 2 tahun, gizi kurus, - Anemia, - Dirujuk segera ke rumah sakit Kolom klasifikasi, "Apakah anak diare?" di buat cekbox agar bisa memilih beberapa klasifikasi Member Dev-6 Label Improvement 20 Modul Point Pendaftaran Due Member Dev-7 Label Improvement Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal 5 Sprint Backlog Ulasan rinci dari sprint planning tertuang dalam sprint backlog, sebagaimana digambarkan oleh Tabel 2. Dengan menggunakan trello pembuatan sprint backlog dirasa lebih cepat dan Card pada list product backlog . ihat gambar . yang telah dipilih pada sprint planning ditarik ke list sprint backlog. Gambar 3 berikut ini adalah representasi 1 card atau task dari daftar sprint backlog. 6 Sprint Execution dan Daily Scrum Proses eksekusi pengembangan fitur-fitur yang telah disepakati pada sprint planning dan tercatat dalam sprint backlog disebut dengan istilah sprint. Card yang sedang dieksekusi pengembang akan diletakan di list AuDOINGAy pada trello . ihat Gambar . Pengembang yang telah selesai menyelesaikan card, akan menarik card dari list AuDOINGAy ke list AuDONEAy . ihat Gambar . Task atau card dinyatakan selesai apabila telah memenuhi prosedur Development DoD (Definition of Don. DoD pada pengembangan sistem informasi e-Puskesmas mencakup standarisasi kode, refactoring kode, quality gate sonarqube passed, clear console & network error, eager loading & foreign key, migration test, unit test, functional & API test, clear error log, code coverage controller . ines >= 80%), acceptance criteria, push to master, pipelineon Gitlab has been passed, create update log, info update group. Card yang telah selesai maupun yang sedang dikerjakan akan dilaporkan di daily scrum. Trello akan ditampilkan, dan semua tim menyimak dan saling memberi masukan. 7 Rilis Fitur Fitur dinyatakan rilis setelah DoD pada tahap sprint telah terpenuhi. Selanjutnya fitur yang telah rilis akan diinformasikan kepada pengguna sistem melalui log update aplikasi dan grup media sosial yang telah dibentuk sebelumnya oleh tim support. Selain log update, disertakan juga tutorial dengan gambar langkah demi langkah menggunakan fitur yang telah rilis. Fitur yang sudah rilis sudah bisa dipakai oleh pengguna sistem. Gambar fitur yang telah rilis dari sprint ke-58. Gambar 4 adalah salah satu fitur yang telah rilis. Gambar 4 Fitur rilis Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal 8 Sprint Review Scrum master memfasilitasi satu acara meeting dengan istilah sprint review setelah satu sprint selesai. Hadir pada acara ini product owner dan tim pengembang. Pengguna sistem tidak ikut disertakan mengingat lokasi jauh di tempat yang berbeda. Akan tetapi pengguna sistem tetap bisa memberikan masukan melalui grup media sosial yang telah dibuat kepada tim support untuk selanjutnya diteruskan kepada product owner. Tanggapan dan masukan dari semua pihak akan ditampung, dan jika memerlukan perubahan pada fitur yang telah rilis akan masuk pada sprint berikutnya. 9 Sprint Retrospective Mengingat pengguna sistem tidak ikut serta dalam sprint review, praktik sprint retrospective pada pengembangan sistem informasi e-Puskesmas dilakukan berbarengan dengan sprint review. Dibahas di dalamnya mengenai apa yang telah dikerjakan, kendala yang ditemui dan bagaimana cara menyelesaikannya. Pada sprint yang ke-58, yaitu tanggal 4-18 Desember 2019 dengan goal utama AuImprovement BPJS, laporan, grafik dan tindak lanjut kegiatan evaluasiAy, semua tim terlibat dalam menyelesaikan sprint, akan tetapi tujuan utama belum tercapai 100%. Dari total 20 task/card yang ditargetkan, 9 berstatus "DONE", 3 "DOING" dan 7 "TO DO" atau masih di "sprint backlog". Hal ini karena dipengaruhi dari beberapa faktor, terutama dari tim pengembang itu sendiri. Gambar 5 menampikan papan trello di akhir sprint ke-58 sedangkan Tabel 4 menunjukan kendala yang dilaporkan oleh tim scrum pada sprint retrospective di sprint ke-58. Dari 5 developer yang terlibat, 4 diantaranya sedang mengalami kesehatan yang kurang Dengan adanya sprint retrospective diharapkan akan sangat membantu bagaimana strategi di sprint berikutnya. Misalnya tim harus cukup istirahat dan pola makan sehat. retrospective adalah tahap terakhir dari penelitian ini. Gambar 5 Kondisi trello pada akhir sprint ke-58 Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal Tim Dev-1 Tabel 3 Kondisi Tim Scrum pada Sprint Retrospective Kendala dan deskripsi singkat Sedang kurang sehat. 1 task yang belum dapat dikerjakan Dev-3 Masalah kesehatan . akit mata, pusing dan fl. Masalah kesehatan . aag dan nyeri bekas alerg. task belum ada yang selesai Dev-4 Tidak ada masalah. ada task yang statusnya masih "DOING" Dev-5 Masalah kesehatan . elat makan, maa. , kurang tidur. task ada yang belum selesai Dev-2 Product Ada insiden, goals yang berulang Owner Dalam praktik pengembangan sistem informasi e-Puskesmas burn down chart baik release burn down chart mapupun iteration burn down chart tidak disertakan. Sebagai gantinya product owner membuat chart yang merepresentasikan perbandingkan antara total estimated point dan total point yang berhasil dikumpulkan dari total card yang telah diselesaikan. Sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 6. Chart tersebut tentu saja tidak bisa menggantikan burn down chart secar keseluruhan, akan tetapi setidaknya sebagiannya dapat terwakilkan, misalnya dalam hal transparansi pengembangan sistem informasi kepada pihak-pihak yang terkait . Terlihat dari gambar chart tersebut bahwa poin yang berhasil dikumpulkan oleh semua pengembang sebanyak 23 dari 58 total poin yang diestimasikan dengan tatal card terselesaikan Gambar 6 Pengganti burn down chart sprint 41-58 Pemodelan Agile Scrum dengan Alat Bantu Trello dalam Pengembangan Sistem Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat . -Puskesma. KURAWAL Jurnal Teknologi. Informasi dan Industri Volume 3 Nomor 1 - Maret 2020 e-issn : 2615-6474 p-issn : 2620-3804 URL : https://jurnal. id/index. php/kurawal KESIMPULAN Dari uraian secara keseluruhan menunjukkan bahwa metodologi agile scrum dengan alat bantu trello dalam pengembangan sistem informasi e-Puskesmas dapat dipraktikkan secara komitmen hingga sprint ke-58 dan akan terus berlanjut. Meskipun dalam praktiknya, tidak 100% artefak scrum dapat diadopsi. Ini menjadi bukti bahwa kerangka kerja agile scrum dan alat bantu trello cukup bisa diandalkan setidaknya sampai dengan penelitian ini ditulis masih REFERENSI