Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Volume 10. Oktober 2022, hlm. P-ISSN: 2338-2783 | E-ISSN: 2549-3876 DOI: https://doi. org/10. 35836/jakis. PEMAHAMAN NILAI-NILAI DASAR AKUNTANSI SYARIAoAH DAN KOMUNIKASI PEDAGANG DALAM TRANSAKSI JUAL-BELI Rimi Gusliana Mais1. Munir2. Saiful Muchlis3, dan Romsiyatul Afifah4 Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia Jalan Kayu Jati Raya No. 11A Rawamangun. Jakarta. Indonesia Sekolah Tinggi Ilmu SyariAoah Al-Manar. Jakarta Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar Email: rimi_gusliana@stei. ABSTRACT The purpose of this study is to build an understanding of the core values of Islamic accounting and merchant communication in buying and selling transactions. Describe the process of buying and selling transactions carried out by traders in the Rawabadak This type of research is a case study with a qualitative approach. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that traders have a good understanding of the core values of Islamic accounting in the form of the value of monotheism, the value of justice ('ad. , and the value of prophethood (Nubuwwa. , the value of the government (Khilafa. , the value of the results (Ma'a. , and they have successfully applied it in their trading process. When communicating with buyers, follow Islamic communication principles and practice good communication. There are complaints of frustration with the nature of buyers who are overbid, but this has never been shown in their service to buyers, they claim to be satisfied with the services provided by traders who explain the selling Keywords: Basic Values. Shari'ah Accounting. Trader Communication. Transaction ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun pemahaman tentang nilai-nilai inti akuntansi Islam dan komunikasi pedagang dalam transaksi jual beli. Mendeskripsikan proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh para pedagang di pasar Rawabadak. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai inti akuntansi Islam berupa nilai tauhid, nilai keadilan ('ad. , dan nilai kenabian (Nubuwwa. , nilai pemerintah (Khilafa. , nilai hasil (Ma'a. , dan mereka telah berhasil menerapkannya dalam proses perdagangan mereka. Saat berkomunikasi dengan pembeli, ikuti prinsip komunikasi Islami dan praktikkan komunikasi yang Ada keluhan frustasi dengan sifat pembeli yang overbid, namun hal ini tidak pernah ditunjukkan dalam pelayanannya kepada pembeli, mereka mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan pedagang yang menjelaskan harga jual. Kata kunci: Nilai Dasar. Akuntansi Syariah. Komunikasi Pedagang. Transaksi Diterima: 25/07/2022 Direvisi: 26/08/2022 Disetujui: 28/09/2021 Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. PENDAHULUAN Pegangan utama dari setiap pelaku ekonomi terlebih bagi setiap mus hendaknya memiliki perilaku atau akhlaq serta moral yang sesuai dengan tuntutan serta ajaran agama Islam. Setiap umat muslim diwajibkan mampu membedakan hal baik dan hal yang buruk atas segala bentuk kegiatannya yang mereka lakukan agar setiap kegiatan yang mereka lakukan adalah memang sudah sesuai dengan konsep syari'at Islam. Jika dijalankan sesuai syariAoat Islam dipastikan akan membawa kebaikan dan keadilan kepada semua pihak dan pemangku kepentingan . (Adetunji et al. Syarofi, 2. Lembaga keuangan syariah dalam tataran praktiknya, yaitu berupaya untuk menerapkan nilai-nilai akuntansi syariah yang meliputi nilai humanis, emansipatoris, transcendental, dan teleologikal. Disebutkan pula bahwa, keempat nilai-nilai akuntansi syariah tersebut, dapat bermanfaat untuk lebih memahami praktik-praktik keuangan syariah di Indonesia. Konteks-konteks tersebut mesti harus diterima, bahwasannya akuntansi syariah ini berperan untuk penyesuaian setiap pihak yang berkepentingan dalam dunia bisnis. Unsur pokok dari pembuatan keputusan ekonomi yaitu berasal dari informasi Setiap keputusan ekonomi ini akan sangat memiliki pengaruh pada keterbentukan suatu realitas ataupun kondisi tertentu (Apriyanti, 2. Akuntansi dibentuk bukan saja oleh keadaan lingkungannya, namun lingkunganpun juga mampu dipengaruhi oleh kekuatan akuntansi itu sendiri, misalnya dalam penggunaan informasi yang ditentukan oleh perilaku manusia dalam penggunaan informasi tersebut. Dalam kehidupan ini, manusia tentunya perlu saling berinteraksi antara satu dengan yang lain karna sejatinya manusia merupakan makhluk sosial yang tak selalu bisa hidup mandiri tanpa adanya bantuan serta interaksi dengan pihak lain. Salah satunya adalah bentuk interaksi dalam kegiatan perekonomian (Apriyanti, )Nurhayati dan Wasilah, 2. Bentuk kegiatan yang biasanya paling banyak dalam aktivitas perekonomian yaitu transaksi jual dan beli Oleh masyarakat kegiatan jual beli ini sudah berlangsung sangat lama, yang dulunya menggunakan konsep tradisional namun kini telah sampai pada konsep jual beli modern (Ali, 2. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang cara atau metode untuk penentuan harga, dan ketidakstabilan harga pasar, hal ini sering terjadi. Kondisi seperti ini kadang disalahgunakan sebagai kesempatan yang besar untuk mereka yang dalam pikirannya hanya untuk mementingkan keegoisannya tanpa berbalik melihat kondisi lingkungan sekitar yang akhirnya berujung pada kerugian pihak lain. Hal ini biasanya dilakukan oleh manusia yang tidak mengenal nilai kemanusiaan dalam dirinya (Fachrudin. Masyarakat awam yang tak mengerti tentang bagaimana menentukan harga serta faktor apa saja yang harus di fokuskan dalam penentuan harga masih sangat banyak. Hal tersebut menyebabkan penentuan harga yang ditentukan bergantung dengan ketentuan dari individu masing-masing tanpa menyesuaikan apakah laba dari penentuan harga ini sesuai atau justru tak searah dengan ketentuan Islam (Al-Ghifari, 2. Mais. Munir. Muchlis dan Afifah: Pemahaman Nilai Nilai Dasar Akuntansi Syariah. Dalam Islam transaksi jual beli akan dianggap sah ketika transaksi tersebut prosesnya sudah memenuhi berbagai syarat sah jual beli. Adapun contoh syarat sah jual dan beli yaitu adanya kerelaan antara penjual dan pihak Bentuk kerelaan antara pihak penjual dan pembeli ini merupakan syarat mutlak keabsahan dalam transaksi jual beli. Berdasarkan pada hadits Nabi Riwayat Ibnu Majah dan juga QS. An-nisa . : 29 Allah berfirman: Aujual beli haruslah atas dasar kerelaan . uka sama suk. Ay. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti menyadari bahwa, masalah tentang komunikasi yang baik dalam melakukan transaksi ekonomi, serta pemahaman mengenai nilai akuntansi syari'ah dalam praktisi bisnis, sangatlah penting. Sebagaimana peneliti melihat, bahwasannya banyak sekali pihak penjual yang masih belum menerapkan prinsip komunikasi yang baik dan juga belum menerapkan dasar nilai akuntansi syariah dalam praktisi TELAAH TEORITIS Aktivitas ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia harus memiliki nilai. Tumbuh dan berkembangnya ekonomi Islam memiliki pondasi yang jelas sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan, untuk mencapai kebahagiaan didunia dan diakhirat (Budi, 2. Komunikasi dalam bahasa Arab sering menggunakan istilah ittishal dan juga tawashul. Bila merajuk pada kata washala yang artinya sampai, istilah tawashul memiliki arti sebuah proses yang dilakukan oleh dua pihak dalam rangka bertukar informasi dan bertujuan agar penyampaian pesan dapat dipahami oleh kedua pihak yang melakukan komunikasi. Rukun pertama disebut sebagai lafazh ijab qabul (Shigha. Dalam hal ini, shighat dapat diartikan sebagai Ausesuatu yang berasal dari kedua belah pihak yang mengadakan akad, yang menunjukkan keinginan kedua belah pihak untuk melaksanakan akad dan mewujudkan isinya, biasanya dinyatakan dalam bentuk ijab dan qabulAy. Dalam konteks jual beli, penjual adalah pihak yang memiliki barang, sedangkan pembeli adalah pihak yang membutuhkan barang (Hong, 2. Dengan demikian, meskipun dikeluarkan kemudian, pernyataan penjual merupakan kesepakatan. Sedangkan pernyataan pembeli adalah Kabul, padahal baru pertama kali diucapkan (Hafidz, 2. Rukun kedua terdiri dari dua pihak yang mengadakan kontrak ('aqidan. Kata 'aqid, yang berarti pihak yang mengadakan akad, muncul dalam kalimat tersebut. Maksudnya adalah penjual dan pembeli, karena keduanya memiliki saham kepemilikan barang dengan imbalan suatu harga. Istilah 'aqidani berarti keduanya, merujuk pada dua pihak yang berkontrak (Ihsan dkk, 2. Nizar, 2. Barang akad (Ma'qud 'alai. adalah rukun Didefinisikan sebagai "aset yang akan ditransfer dari satu orang ke orang lain, baik dalam nilai maupun dalam bentuk barang. " Dalam pengertian ini, terbukti bahwa barang-barang yang ingin dimiliki pembeli adalah objek kontrak dalam jual beli, serta harga yang harus dibayar pembeli kepada Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. penjual sebagai imbalan untuk menerima kepemilikan barang (Karim, 2016. Kamma dkk, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah . atural settin. Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses pengumpulan data, daripada hasil (Rahmat, 2. Lokasi penelitian ini dilakukan di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak Jakarta Utara. Dalam hal ini, peneliti melakukan wawancara dengan para pedagang sembako, pedagang ikan, pedagang buah, serta para pembeli yang sedang melakukan transaksi. Dalam sebuah penelitian kualitatif, data penelitian biasanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi pakar. Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian ini data dikumpulkan melalui dua tahapan yaitu melalui observasi, wawancara dan Pengamatan atau observasi adalah dasar dari semua ilmu pengetahuan. Ilmuwan hanya dapat bekerja dengan data, yaitu informasi dunia nyata yang diperoleh melalui pengamatan. Karena peneliti belajar tentang perilaku dan maknanya melalui observasi (Sugiyono, 2017:. Hal ini akan digunakan oleh peneliti untuk melakukan observasi di PD. Pasar Jaya. Pasar Rawabadak, dan Jakarta Utara. Wawancara adalahamerupakan pertemuan duaaorang untuk bertukarainformasi danaide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan maknaadalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2017:. Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan wawancara dengan para pedagang makanan, ikan dan buah serta pembeli PD. Pasar JayamPasar RawabadakmJakartamUtara. TabelaInformanaWawancara Nom Informan Penelitian Profesim AlasanaMemilihaInforman Pedagangm Hj. Amsam Buah Ramaiapembeli sehingga Pedagang sering terjadinya transaksi Hj. Tuti Sembako dan komunikasi antara pedagang dan pembeli Pedagang Hj. Masriyah Ibu Casma Pembeli Sering melakukan transaksi dengan pedagang Mbak Dewi Pembeli Dokumentasi ialah sesuatu yang mengandung materimdan informasi yang berfungsiasebagaimalatabukti. Dokumentasiayang dilampirkan pada penelitian ini ialah berupa foto-foto transaksi jual beli, wawancara, dan fotofotomlokasi dan kondisiayangaterjadi diaPD. PasaraJaya. PasaraRawabadak. JakartaaUtara. Teknikmanalisis data adalah suatu langkahayang palingautama dalam Mais. Munir. Muchlis dan Afifah: Pemahaman Nilai Nilai Dasar Akuntansi Syariah. penelitian, karenaatujuan utamaadari penelitianaadalah mendapatkan dokumentasiasecara sistematis agar data yang diperoleh dapat di informasikan dan di pahami oleh orang lain dan membuatakesimpulan Dalamapengolahan Jualabeli syariahayang dilakukanaoleh pedagangadi PD. PasaraJaya PasaraRawabadak JakartaaUtara. Data yang diperoleh dari kegiatan penelitian, dalam hal ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan pengumpulan data . oding dat. yang telah dikemukakan di atas HASIL DAN DISKUSI Di dalam Islam mengajarkan manusia diajarkan untuk melakukan kegiatan ekonominya dengan cara yang baik dan benar. Manusia harus dapat membedakan segala bentuk yang dilakukan apakah sudah sesuai dengan syariAoat Islam. Bahkan ketika dalam melakukan pembukuan, mencatat keuangan yang dilakukan seorang akuntansipun, harus paham mengenai apa yang menjadi larangan dan apa yang diperintahkan Allah Subhahana WataAoala Manusia yang diketahui adalah mahluk ciptaan Allah Subhahana WataAoala yang memerlukan satu dengan yang lain. Sama halnya jika berinteraksi dalam kegiatan perekonomian. Adapun kegiatan yang selalu dilakukan yaitu aktivitas jual-beli atau biasa disebut dengan berdagang, maka disini akan terjadinya perputaran uang. Berdagang pula yang diketahui profesi dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Dimana dalam salah satu haditsnya. Rasulullah bersabda AuBerdaganglah, sebab di dalamnya terdapat sembilan per sepuluh dari rezekiAy (Ibrahim Al-Habr. Maksud dari Hadits diatas mengisyaratkan bahwa rezeki yang ada di dunia ini hampir Sembilan puluh persennya didapatkan dari hasil berdagang. Pada PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak rata-rata merupakan pedagang yang telah lama berjualan di Pasar tersebut. Para pedagang memulai aktivitasnya dengan merapikan tempat dan barag dagangan yang akan mereka jual. Apabila telah mempersipakan semua hal yang diperlukan untuk berdagang, maka semua pedagang akan melakukan aktivitas berdagang dengan cara masing-masing yaitu dengan cara menawarkan barang dagangannya pada pembeli maupun akan berteriak keras agar menarik perhatian pembeli. Jika pembeli tertarik untuk membeli sesuatu yang dijual oleh pedagang, maka akan terjadi kegiatan tawar-menawar antara pembeli dan pedagang terkait dengan harga barang dagangan. jika sudah merasa cocok antara pembeli dan pedagang maka terjadi kesepakatan. Transaksi dilakukan secara tunai atau bisa dibilang alat pembayaran pada pasar tersebut menggunakan uang tunai. Ketika ada pembeli yang memberikan uang lebih Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. dari harga yang sudah ditentukan, maka pedagang akan mengembalikan uang tersebut dengan uang tunai juga. PD Pasar Jaya Pasar Rawabadak proses transaksi jual-belinya tidak menentu karena tidak ada jam larangan bagi pihak pasar. Sehingga para pedagang memiliki waktu yang fleksibel dalam memasarkan daganganya. Namun, bila ada barang dagangan yang tidak habis dalam satu hari tersebut, pedagang memilih menjualnya kembali di esok hari dengan harga yang lebih murah, ataupun dibawa pulang ketika ada barang yang memang tidak bisa dijual kembali. Transaksi jual-beli yang dilakukan oleh para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak, diharapkan sesuai dengan nilai-nilai dasar seperti yang di terapkan pada akuntansi syariAoah. Kaitannya dengan nilai-nilai tersebut, dapat ditelusuri dari nilai-nilai yang membahas mengenai kajian perekonomian dari berbagai hal, termasuk jual-beli. Nilai-nilai dasar Akuntansi syariAoah dalam konteks penelitian ini, yaitu nilai keesaan Tuhan . , keadilan, kenabian, pemerintahan, dan nilai hasil . aAoa. Nilai Keesaan Tuhan (Tauhi. Nilai ini memberikan pengetahuan bahwa segala sesuatu akan berawal dari Allah Subhahana WataAoala kemudian akan berakhir juga kepada Allah Subhahana WataAoala sama halnya ketika ingin memanfaatkan sarana dan sumber daya yang perlu kita sesuaikan dengan syariat Allah Subhahana WataAoala. Dalam melakukan suatu kegiatan, maka sangat disarankan kita untuk mencari ridho dari Allah Subhahana WataAoala bukan sekedar hanya untuk mencari keuntungan materi saja. Berkaitan dengan aspek-aspek dari nilai Tauhid tersebut, para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak sudah menjual barang dagangan yang halal yang dibutuhkan oleh pembeli. Barang tersebut merupakan kebutuhan pokok yang terdiri dari sembako seperti halnya beras, kacang-kacangan, minyak dan kebutuhan pangan lainnya. Juga terdapat berbagai jenis ikan, serta buah-buahan. Barang yang dijual diperoleh dengan cara yang halal. Hal ini bisa terjadi karena para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak memperoleh barangnya dari Pasar Induk Kramat Jati dan juga langsung dari perusahaan yang mendatangkan salesnya tersendiri ke Bukan hanya barang dagangan yang dijual dengan halal dan baik tetapi mendapatkan barang yang dijual juga harus dari tempat yang halal dan baik, transaksi jual-beli yang dilakukan oleh para pedagang dipasar PD. Jaya Pasar Rawabadak digunakan untuk sesuatu hal yang baik. Yaitu dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan, juga dapat memenuhi keperluan sehari-hari, biaya keluarga, dan keperluan lainnya. Dimana tujuan tersebut merupakan sesuatu hal yang baik yang tidak diharamkan dan dilarang oleh syariAoat Islam. Mais. Munir. Muchlis dan Afifah: Pemahaman Nilai Nilai Dasar Akuntansi Syariah. Nilai Keadilan (Aoad. Adapun maksud dari nilai ini seperti yang diketahui antonim dari keadilaan adalah zalim. Kapasitas untuk keadilan dapat mengurangi kemungkinan tindakan yang mengarah ke konflik. Penipuan merupakan salah satu contoh kezaliman yang banyak dijumpai dalam kegiatan bisnis. Penipuan terjadi ketika salah satu pihak tidak mengetahui informasi yang diketahui pihak lain dan dapat memanifestasikan dirinya dalam empat cara: kuantitas, kualitas, harga, dan waktu pengiriman. Karena tidak semua prinsip bersedia menjadi sukarela, keempat jenis kecurangan tersebut dapat membatalkan kontrak/perjanjian transaksi. Para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawa Badak tidak menggunakan Gharar atau Maysir dalam transaksi jual belinya. Hal ini karena pedagang melakukan transaksi nyata atau nyata, dan barang yang diserahkan kepada pembeli dan uang yang diterima dari penjualan barang dagangan baik nyata atau nyata dan diserahkan pada saat Nilai Kenabian (Nubuwa. Nilai ini berarti bahwasanya para pelakuaekonomi harusameneladani sifat-sifataNabiaMuhammad Shalallahu Alaihi Wasallam Sifat-sifatatersebut yaituasifat jujur . dimana dalamahal jual-beliayaitu kejujuran pedagang dapat diketahuiadari caraapedagang menggunakanatakaran maupunatimbangan, sifat dapat dipercaya . dapat dilihat dimana pedagang dalam melakukan transaksi jual-beli bersifat terbuka terkait kualitas dan harga barang dagangannya, sifat kecerdikan . dapatadilihat dariacara-cara maupun strategi yangadigunakan pedagang dalam memasarkanabarang dagangannya, kemudian terdapat sifat komunikasi . yaitu terlihat dari komunikasi antara pembeli dan penjual serta keramahan pedagang dalam melayani pembeli. Paraapedagang di PD. PasaraJaya Pasar Rawabadak, baikapedagang sembako, pedagangabuah, maupun pedagangaikan, dalam transaksiajual-beli menggunakan timbangan yang bagus dan dapat dipercaya oleh pembeli serta pembeli dapat melihat langsung bagaimana pedagang menakar dagangannya. Namun beberapa pedagang yaitu pedagang ikan memang menyetel timbangannya dengan menggunakan timbangan piring. Namun hal itu tidak dimaksudkan untuk membuat barang dagangannya terlihar lebih banyak dan mengambil untung sepihak, melainkan untuk memudahkan pedagang dalam melakukan penjualan dimana barang yang dijual merupakan ikan yang bersifat basa dan licin. Pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak juga terbuka dalam menjelaskan bagaimana kualitasadan harga barang dagangannya terhadapapembeli. Halmitu disebabkan para pedagangadi PD. PasarmJaya Pasar Rawabadak selalu menjelaskan kepada pembeli bagaimana kualitas barang dagangan tersebut dan menjelaskan dengan baik harga yang telah ditentuka untuk suatu barang. ParaapedagangadimPD. PasarmJaya PasarmRawabadak menggunakan strategi dalam perdagangan yang menarik perhatianapembeli maupun pelangganasehingga komoditas Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. yangadiperdagangkanalebih diminati. Teknik yangadigunakan adalah dengan selalu bersifat ramah dan sabar dalam melayani pembeli. Juga harus pintar merayu dengan tetap menjelaskan kualiatas barang dengan baik, yaitu dengan memberikan sample barang sehingga pembeli dapat merasakan kualitas Juga memberikan pelayanan yang baik sehingga dapat memuaskan ParaapedagangadimPD. PasarmJaya PasarmRawabadak mempunyai komunikasiayang baikamenggunakan konsumenadan pedagangalainnya. Karena parampedagang selalu menerapkan untuk bersikap ramah dan sabar dalam menghadapi pembeli. Nilai Pemerintahan (Khilafa. Nilai ini mengandung makna tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang bertugas menggunakan, mengelola, dan mengembangkan sumber daya alam secara wajar sekaligus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berusaha dan berkarya. Selain tanggung jawab manusia sebagai khalifah, peran pemerintah dalam mengintervensi atau membeli di PD diakui dalam nilai kekhalifahan ini. Pasar Jaya Pasar Rawabadak menambahkan, barang dagangan para pedagang bersih dan berkualitas. Alhasil, kejujuran dalam berkomunikasi dengan para trader bisa dinilai Nilai Hasil (MaAoa. Nilai hasil ini merupakan keuntungan yang diperoleh dari transaksi jual beli. Dunia merupakan wahana bagi manusia untuk bekerja dan beraktivitas, namun akhirat lebih unggul dari dunia. Mayoritas keuntungan duniawi berbentuk benda atau barang. Keuntungan berupa barang atau uang menjadi tujuan utama para pedagang. Namun, para pedagang biasa memperluas hubungan mereka dengan berbagai pedagang dan pembeli Manfaat lainnya dapat digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari atau untuk keperluan lainnya. Ada juga manfaat akhirat yang selalu mereka miliki. Itu sama dengan menyisihkan sebagian dari keuntungan untuk orang yang Para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak telah diuntungkan secara finansial dan dari segi barang. Selain itu, dengan adanya aktivitas jual beli di pasar dapat menyebabkan pedagang memiliki hubungan yang lebih luas dengan pelaku pasar, baik pembeli maupun pedagang lainnya. Pendapatan dan keuntungan yang diperoleh pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak juga disisihkan untuk disumbangkan kepada anak yatim, janda, dan juga untuk masjid, yang kemudian disalurkan kepada keluarga untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini dilakukan karena para pedagang memahami bahwa sedekah adalah bekal untuk akhirat. Kemudian, untuk dapat melakukan transaksi jual beli, diperlukan pemahaman yang baik dan penerapan nilai-nilai dasar akuntansi syariah. Kejujuran sangat penting dalam komunikasi. Kejujuran dalam berdagang masih dapat dicapai oleh pedagang dengan jujur menyatakan bahwa barang yang dijualnya berkualitas baik dan tidak tercampur dengan barang inferior. Mais. Munir. Muchlis dan Afifah: Pemahaman Nilai Nilai Dasar Akuntansi Syariah. Karena kejujuran adalah pilar pertama dari etika bisnis. Konsumen menderita kerugian akibat meningkatnya kasus penipuan, pengurangan skala, atau tidak adanya harga yang transparan. Konsumen juga membutuhkan kejujuran dalam pemberian informasi. Sehingga dalam melakukan aktivitas ekonomi, pedagang perlu memperhatikan prinsip komunikasi dalam Islam, yaitu Qaulan Sadida Percakapan yang benar, jujur, konsisten, dan terkendali diperlukan untuk komunikasi yang baik. Demikian pula pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak terlibat dalam percakapan yang ramah dan jujur dengan Hal ini disebabkan pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak bersikap jujur dengan menjaga barang dagangannya agar terlihat lebih bersih dan lebih bernilai untuk diperdagangkan. Pembeli di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak juga menyatakan bahwa barang-barang pedagang bersih dan berkualitas baik. Jadi ada baiknya untuk jujur saat berkomunikasi dengan Qaulan Balighan Berkomunikasi juga wajib dilakukan pembicaraan yang efektif dan sempurna target. buat hal ini, para pedagang dibutuhkan mempunyai komunikasi yg bisa menyampaikan kepuasan terhadap pembeli. Terkait hal itu, para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak selalu menjelaskan dengan baik kualitas barang dan harga barang, juga selalu menjawab perkataan pembeli menggunakan nada yg ramah. Pembeli yang diwawancarai oleh peneliti jua menyatakan bahwa merasa puas menggunakan pelayanan para pedagang pada PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak yang selalu bersikap ramah serta mempunyai perkataan yg baik sehingga mereka nyaman dalam Qaulan Maisuran Dalam berkomunikasi, pedagang diharapkan untuk memiliki ucapan yang lembut, baik, dan juga pantas. Untuk hal ini, para pedagang diharuskan memiliki sifat yang menyenangkan sehingga dapat dihindari terjadinya perselisihan antara pembeli dan penjual. Hal itu disebabkan oleh penjual di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak mengaku tidak pernah terjadinya perselisihan baik antara pedagang dan pembeli maupun sesama pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak. Karena para pedagang merasa harus selalu bersikap ramah dan sabar ketika pembeli melakukan tawar-menawar dalam Qaulan MaAorufan Dalam berkomunikasi yang baik, para pedagang harus memiliki tanggung jawab dalam segala perkataannya. Terkait hal itu, para penjual di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak selalu memberikan barang yang baik Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol. No. 2 (Oktober 2. terhadap pembeli. Sehingga tidak terjadinya pembatalan atau pengembalian barang rusak yang dikembalikan pembeli kepada penjual. Qaulan Layyinan Komunikasi yang baik selanjutnya adalah perkataan yang lembut atau halus sehingga enak didengar. Terkait hal itu, pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak selalu bersikap lembut dalam melayani pelanggan. Terutama jika adanya pelanggan yang tidak jadi melakukan transaksi pembelian bahkan ketika akad yang dilaksanakan sudah sepakat dari kedua delah pihak. Pembeli juga menyatakan bahwasanya tidak pernah merasa dirugikan oleh para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak. Qaulan Kariman Prinsip komunikasi dalam Islam yang terakhir ini memiliki arti komunikasi yang pada dasarnya mencakup setiap standar korespondensi yang sukses, yang dalam korespondensi harus menunjukkan sikap yang tulus, penuh perhatian, benar, dan berharga baik dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat, dan berbangsa dan negara sehingga memunculkan rahmat dari Allah Subhahana WataAoala. Hal tersebut dilakukan oleh penjual di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak dengan senantiasa bersikap baik dan ramah dalam menghadapi pembeli. Pembeli juga mengungkapkan bahwa para pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak telah melakukan korespondensi yang bagus, bahkan selalu sabar ketika menemukan pembeli yang selalu bertanya walaupun dalam keadaan ramai pembeli. SIMPULAN Di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak, para penjual dan dealer memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai penting pembukuan syari'ah seperti nilai ketuhanan . , nilai pemerataan ('ad. , nilai kenabian . , nilai pemerintahan . , dan nilai hasil . aAoa. Dan selanjutnya telah menjalankannya dalam siklus pertukaran mereka dengan baik. Walaupun masih ada yang menyetel timbangannya, namun itu semua dimaksudkan agar dapat bekerja sama dan membantu dealer dalam memperkirakan produk, juga dapat melayani pembeli dengan cepat. Komunikasi di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak yang dilakukan oleh penjual adalah korespondensi besar sesuai standar korespondensi dalam Islam. Penjual harus banyak bersabar dalam menghadapi berbagai macam karakter dari para konsumen . Dalam hal ini penjual tidak boleh menampakkan sikap . erilaku dan ucapa. yang dapat membuat para konsumen merasa tersinggung. Di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak terjadi transaksi jual beli, yaitu barang dagangan yang ditawarkan oleh para pedagang dilakukan dengan nada suara yang cukup tinggi, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian pembeli, ketika pembeli merasa tertarik akan ada proses yang berhubungan Mais. Munir. Muchlis dan Afifah: Pemahaman Nilai Nilai Dasar Akuntansi Syariah. dengan harga pokok dalam transaksi antara penjual dan pembeli. Jika dirasa cocok dan terjadi kesepakatan, maka akan terjadi proses perdagangan. Instrumen angsuran yang digunakan pedagang di PD. Pasar Jaya Pasar Rawabadak merupakan transaksi tunai. DAFTAR PUSTAKA