AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 C-ISSN 2528-2697 Islamic Education TeachersAo Strategies for Fostering Students' Disciplinary Character at MTsN 5 Pidie Rizal Fahmi 1 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: rizalfahmi7397@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the strategies employed by Islamic Education (PAI) teachers in fostering students' disciplinary character through religious activities at MTsN 5 Pidie. The study adopted a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that the implementation of religious activities as a strategy for developing students' disciplinary character has been carried out consistently, although it has not yet reached its optimal level. The strategies include creating a positive learning environment through habituation, providing exemplary behavior, offering guidance and advice, and conducting continuous supervision throughout religious activities. The programs consist of daily religious practices, including collective prayers. Qur'an recitation and memorization. Duha prayer, congregational Dhuhr prayer, tahlil, and public speaking exercises, as well as annual activities such as the commemoration of Islamic holy days and Islamic boarding school programs . esantren kila. These activities contribute to strengthening students' religious values, discipline, responsibility, honesty, reading habits, social awareness, hard work, communication skills, tolerance, and appreciation of achievement. The main challenges include students' lack of discipline and motivation, as well as inadequate teacher supervision and role modeling. These challenges are addressed through attendance monitoring, the implementation of reward and educational punishment systems, and continuous teacher evaluation and professional development. The findings indicate that fostering students' disciplinary character requires the integration of religious habituation, teacher role modeling, and effective supervision within the school environment. Keywords: Islamic Education teachers, religious activities, disciplinary character, character education. MTsN 5 Pidie. Rizal Fahmi Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Karakter Disiplin Peserta Didik di MTsN 5 Pidie Rizal Fahmi 1 1 Universitas KH Abdul Chalim Email: rizalfahmi7397@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter disiplin peserta didik melalui pelaksanaan kegiatan keagamaan di MTsN 5 Pidie. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan karakter disiplin melalui kegiatan keagamaan telah dilaksanakan secara konsisten meskipun belum optimal. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan perilaku positif, pemberian keteladanan, nasihat, serta pengawasan secara berkelanjutan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Program yang dilaksanakan mencakup kegiatan rutin, seperti doa bersama, membaca dan menghafal Al-Qur'an, salat Duha, salat Zuhur berjamaah, tahlil, dan latihan pidato, serta kegiatan tahunan berupa peringatan hari besar Islam dan pesantren kilat. Pelaksanaan program tersebut berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, gemar membaca, kepedulian sosial, kerja keras, komunikatif, toleransi, dan penghargaan terhadap prestasi. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kedisiplinan dan motivasi sebagian peserta didik serta belum optimalnya pengawasan dan keteladanan guru. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah melalui sistem absensi kegiatan, pemberian penghargaan dan sanksi edukatif, serta pembinaan dan evaluasi berkelanjutan bagi guru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan karakter disiplin memerlukan sinergi antara pembiasaan keagamaan, keteladanan guru, dan penguatan sistem pengawasan di lingkungan madrasah. Kata Kunci: strategi guru PAI, kegiatan keagamaan, karakter disiplin, pembinaan karakter. MTsN 5 Pidie. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan digitalisasi telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A dunia pendidikan. Globalisasi memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa menurunnya kualitas karakter generasi muda. Fenomena seperti rendahnya kedisiplinan, berkurangnya rasa hormat kepada guru, meningkatnya perilaku individualistis, serta berbagai bentuk kenakalan remaja menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh (Lickona, 2013. Muslich, 2. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pendidikan nasional. Pendidikan menanamkan nilai-nilai moral, etika, spiritual, dan sosial kepada peserta didik sehingga mereka mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Muslich . , pendidikan karakter bertujuan membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu hidup berdampingan dalam kehidupan bermasyarakat. Senada dengan itu. Lickona . menjelaskan bahwa karakter yang baik terbentuk melalui integrasi pengetahuan moral . oral knowin. , perasaan moral . oral feelin. , dan tindakan moral . oral Dengan penyampaian materi tentang nilai-nilai moral, tetapi juga pembiasaan perilaku yang dilakukan secara konsisten melalui keteladanan dan budaya Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter telah memperoleh landasan hukum yang kuat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 menegaskan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, penguatan pendidikan karakter juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menempatkan nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas sebagai nilai utama yang harus dikembangkan dalam setiap satuan pendidikan. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter menjadi bagian integral dari proses pendidikan, bukan hanya sebagai pelengkap pembelajaran akademik (Kemendikbud, 2. Madrasah sebagai lembaga pendidikan berciri khas Islam memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep-konsep keislaman, tetapi juga berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Aqidah, syariah, dan akhlak merupakan tiga aspek utama yang saling berkaitan dalam membentuk kepribadian peserta didik sehingga mereka memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial (Majid & Andayani, 2. Oleh sebab itu, keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya diukur dari aspek kognitif, melainkan juga dari perubahan sikap dan perilaku peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki posisi yang sangat strategis dalam proses pembentukan karakter tersebut. Guru tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pendidik, perkembangan karakter peserta didik. Mulyasa . menyatakan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh kemampuan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A guru dalam membangun budaya sekolah yang positif melalui pembiasaan, keteladanan, penguatan, dan pengawasan yang berkelanjutan. Dengan demikian, guru dituntut memiliki strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam setiap aktivitas pendidikan. Salah satu karakter yang sangat penting dikembangkan di lingkungan madrasah adalah karakter disiplin. Disiplin merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, taat terhadap aturan, mampu mengendalikan diri, serta memiliki komitmen terhadap Peserta didik yang memiliki karakter disiplin akan lebih mudah mengembangkan karakter positif lainnya, seperti tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, serta kepedulian sosial. Sebaliknya, rendahnya kedisiplinan akan berdampak pada munculnya berbagai perilaku negatif, seperti pelanggaran tata tertib sekolah, rendahnya motivasi belajar, kurangnya rasa hormat kepada guru, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja (Samani & Hariyanto, 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan keagamaan di sekolah memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh Anwar . menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan kegiatan keagamaan lainnya mampu meningkatkan disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik. Penelitian lain oleh Suryana dan Maulida . juga menyimpulkan bahwa strategi memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan karakter disiplin peserta didik di madrasah. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan merupakan media efektif dalam menginternalisasikan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A nilai-nilai Meskipun demikian, berbagai tantangan masih dijumpai dalam praktik pendidikan di lapangan. Fenomena menurunnya rasa hormat peserta didik terhadap guru, rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, meningkatnya penggunaan media sosial yang kurang bijaksana, . , penyalahgunaan narkoba, dan tawuran pelajar menjadi indikator bahwa pembinaan karakter belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan nasional dengan realitas yang terjadi di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih efektif dan kontekstual agar proses benar-benar perkembangan zaman. MTsN 5 Pidie merupakan salah satu madrasah yang secara konsisten melaksanakan berbagai program keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Program tersebut meliputi doa bersama sebelum pembelajaran, tadarus dan tahfiz Al-Qur'an, salat Duha, salat Zuhur berjamaah, tahlil, latihan pidato keagamaan, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan pesantren kilat. Berbagai kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk pembiasaan religius yang diharapkan mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, dan akhlak mulia. Namun demikian, berdasarkan hasil observasi awal masih ditemukan beberapa kendala, seperti kurangnya disiplin sebagian peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan, rendahnya motivasi belajar, serta belum optimalnya pengawasan dan keteladanan yang diberikan oleh seluruh guru. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini menjadi penting dilakukan untuk mengkaji secara mendalam strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina karakter disiplin peserta didik melalui kegiatan keagamaan di MTsN 5 Pidie. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai bentuk strategi yang nilai-nilai dikembangkan, serta faktor-faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam proses pembinaan karakter. Hasil penelitian ini juga pengembangan kajian pendidikan karakter di madrasah serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembinaan karakter peserta didik di era globalisasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi yang diterapkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter disiplin peserta didik melalui kegiatan keagamaan di MTsN 5 Pidie. Penelitian komprehensif mengenai fenomena yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan serta perspektif para informan (Moleong. Menurut Creswell dan Creswell . , penelitian kualitatif berfokus pada eksplorasi makna suatu fenomena sosial melalui interaksi langsung dengan subjek penelitian dalam konteks alamiah. Lokasi penelitian dilaksanakan di MTsN 5 Pidie. Kabupaten Pidie. Provinsi Aceh. Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan bahwa AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A madrasah tersebut secara konsisten menyelenggarakan berbagai program keagamaan sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik. Fokus penelitian diarahkan pada strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan karakter disiplin melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin maupun insidental di lingkungan madrasah. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap mengetahui dan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di madrasah (Sugiyono. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta beberapa peserta didik yang mengikuti Pemilihan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki informasi yang relevan mengenai strategi pembinaan karakter disiplin di MTsN 5 Pidie. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam . ndepth intervie. , dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan keagamaan serta perilaku disiplin peserta didik selama mengikuti kegiatan tersebut. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur agar peneliti memperoleh informasi yang mendalam mengenai strategi guru, faktor pendukung, kendala, serta upaya yang dilakukan dalam membina karakter disiplin. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa jadwal kegiatan keagamaan, tata tertib madrasah, foto kegiatan, dan dokumen pendukung lainnya (Arikunto, 2. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari kepala madrasah, guru, dan peserta didik. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga data yang diperoleh memiliki tingkat validitas yang tinggi (Sugiyono, 2. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengacu pada model Miles. Huberman, dan Saldaya . yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan Reduksi data dilakukan dengan memilih dan memfokuskan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk uraian deskriptif sehingga memudahkan peneliti mengidentifikasi pola-pola strategi pembinaan karakter disiplin. Tahap akhir berupa penarikan kesimpulan dilakukan secara terus-menerus selama proses penelitian dengan melakukan verifikasi terhadap seluruh data yang telah diperoleh agar menghasilkan temuan yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. PEMBAHASAN Program Kegiatan Keagamaan dalam Membina Karakter Disiplin Peserta Didik di MTsN 5 Pidie Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTsN 5 Pidie telah mengembangkan program kegiatan keagamaan yang terstruktur sebagai bagian dari upaya membina karakter disiplin peserta didik. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, program tersebut meliputi kegiatan rutin seperti doa bersama sebelum pembelajaran, membaca dan menghafal Al-Qur'an . , salat Duha, salat Zuhur berjamaah, khitabah . , serta kegiatan takhtim dan tahlil. Selain itu, madrasah juga menyelenggarakan kegiatan tahunan berupa Peringatan Hari Besar Islam AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A (PHBI), seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Isra' Mi'raj. Tahun Baru Islam . Muhara. , dan pesantren kilat. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara terjadwal dengan melibatkan guru, peserta didik, serta dukungan orang tua dalam proses pembinaan karakter. Program keagamaan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dilakukan melalui pendekatan pembiasaan . dan keteladanan guru. Peserta didik dibiasakan melaksanakan kegiatan keagamaan secara konsisten sehingga nilai-nilai religius dan disiplin tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan pendapat Majid dan Andayani . yang menyatakan bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif apabila dilaksanakan melalui pembiasaan yang berkesinambungan dan didukung oleh budaya sekolah yang positif. samping itu, guru berperan sebagai teladan dalam setiap kegiatan sehingga kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan (Mulyasa. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan madrasah yang religius menjadi faktor pendukung utama keberhasilan Lingkungan yang kondusif mendorong peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai disiplin secara berulang sehingga menjadi bagian dari karakter mereka. Hasil penelitian ini sejalan dengan Barnawi dan Arifin . yang menegaskan bahwa lingkungan pendidikan merupakan faktor eksternal yang sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter. Dengan demikian, program kegiatan keagamaan di MTsN 5 Pidie tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai strategi yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A disiplin, religius, dan tanggung jawab kepada peserta didik secara Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Karakter Disiplin Peserta Didik di MTsN 5 Pidie Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTsN 5 Pidie menerapkan berbagai strategi dalam membina karakter disiplin peserta didik melalui pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin maupun insidental. Kegiatan rutin meliputi doa bersama, membaca dan menghafal Al-Qur'an . , salat Duha, salat Zuhur berjamaah, khitabah . , serta takhtim dan tahlil. Sementara itu, kegiatan insidental dilaksanakan melalui Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Isra' Mi'raj. Tahun Baru Islam . Muhara. , dan pesantren kilat. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai media pembiasaan untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membentuk karakter disiplin peserta didik. Strategi keteladanan, nasihat, dan pengawasan. Pembiasaan dilakukan dengan melibatkan peserta didik secara konsisten dalam setiap kegiatan keagamaan sehingga mereka terbiasa menaati jadwal, mematuhi tata tertib, serta melaksanakan ibadah dengan penuh tanggung jawab. Keteladanan diwujudkan melalui keterlibatan aktif guru dalam seluruh kegiatan sehingga peserta didik memperoleh contoh nyata mengenai perilaku disiplin dan akhlak yang baik. Selain itu, guru secara rutin memberikan nasihat dan motivasi agar peserta didik memahami bahwa kedisiplinan merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam. Pengawasan dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk memastikan seluruh peserta didik mengikuti setiap program sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A Pendekatan ini sejalan dengan pendapat Majid dan Andayani . yang menyatakan bahwa pendidikan karakter akan berhasil apabila didukung Hasil analisis juga menunjukkan bahwa setiap kegiatan keagamaan mengandung nilai karakter yang berbeda tetapi saling melengkapi. Kegiatan membaca Al-Qur'an dan tahfiz menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, membangun kebiasaan belajar, serta meningkatkan rasa tanggung jawab. Salat berjamaah membentuk disiplin waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan kebersamaan. Kegiatan khitabah melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta rasa percaya diri, sedangkan kegiatan PHBI mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui keterlibatan peserta didik sebagai panitia pelaksana. Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan spiritualitas, tetapi juga menjadi sarana pengembangan keterampilan sosial dan karakter peserta didik. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori pendidikan karakter yang dikemukakan Lickona . , yang menegaskan bahwa pembentukan karakter memerlukan integrasi antara pengetahuan moral . oral knowin. , penghayatan moral . oral feelin. , dan tindakan moral . oral actio. Selain itu, penelitian Anwar . juga menunjukkan bahwa pembiasaan pembentukan karakter religius dan disiplin peserta didik. Oleh karena itu, strategi guru Pendidikan Agama Islam di MTsN 5 Pidie dapat dinilai efektif karena mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan pembiasaan perilaku positif, sehingga nilai-nilai disiplin tidak hanya dipahami secara AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A konseptual, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan seharihari. Hambatan dalam Implementasi Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Karakter Disiplin Peserta Didik di MTsN 5 Pidie Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter disiplin peserta didik di MTsN 5 Pidie masih menghadapi beberapa kendala yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan program keagamaan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, hambatan yang ditemukan meliputi rendahnya kedisiplinan sebagian peserta didik, kurangnya motivasi dalam mengikuti kegiatan keagamaan, serta belum optimalnya pengawasan dan keteladanan yang diberikan oleh seluruh guru. Meskipun program keagamaan telah disusun secara sistematis, berbagai hambatan tersebut menyebabkan tujuan pembinaan karakter belum dapat dicapai secara maksimal. Kurangnya kedisiplinan peserta didik terlihat dari masih adanya siswa yang datang terlambat, kurang tertib mengikuti kegiatan keagamaan, serta belum menunjukkan kesadaran penuh untuk melaksanakan setiap program secara konsisten. Berdasarkan hasil wawancara, kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jarak tempat tinggal peserta didik yang relatif jauh dari madrasah sehingga berdampak pada ketepatan waktu kehadiran. Selain itu, rendahnya motivasi internal menyebabkan sebagian peserta didik mengikuti kegiatan hanya karena kewajiban, bukan karena kesadaran pribadi. Temuan ini sejalan dengan pendapat Uno . yang menyatakan bahwa motivasi merupakan faktor utama yang memengaruhi keberhasilan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran maupun kegiatan pembentukan karakter. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A Hambatan lainnya adalah belum optimalnya pengawasan selama Jumlah guru yang melakukan pendampingan belum sebanding dengan jumlah peserta didik sehingga masih terdapat siswa yang kurang fokus, berbicara dengan teman, atau tidak mengikuti kegiatan secara maksimal. Padahal, pengawasan yang berkesinambungan merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan Menurut Mulyasa . , keberhasilan pembentukan karakter sangat dipengaruhi oleh konsistensi guru dalam memberikan keteladanan, pendampingan, dan penguatan terhadap perilaku positif peserta didik. Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut. MTsN 5 Pidie telah melakukan beberapa langkah perbaikan, antara lain menerapkan sistem absensi pada setiap kegiatan keagamaan, memberikan penghargaan . kepada peserta didik yang disiplin, menerapkan sanksi edukatif . bagi pelanggaran tata tertib, serta melaksanakan evaluasi dan pembinaan secara berkala kepada guru agar pelaksanaan pengawasan menjadi lebih optimal. Strategi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karakter disiplin memerlukan sinergi antara peserta didik, guru, kepala madrasah, dan orang tua. Dengan adanya evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan implementasi kegiatan keagamaan di MTsN 5 Pidie semakin bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Temuan ini menguatkan pendapat Lickona . bahwa pendidikan karakter akan berhasil apabila seluruh komponen sekolah bekerja sama dalam menciptakan budaya yang mendukung pembiasaan perilaku positif secara konsisten. AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi . Strategi Guru Pendidikan Agama A PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter disiplin peserta didik di MTsN 5 Pidie, dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter disiplin telah dilaksanakan melalui program kegiatan keagamaan yang terencana, sistematis, dan berkesinambungan. Program tersebut terdiri atas kegiatan rutin, seperti doa bersama, membaca dan menghafal Al-Qur'an . , salat Duha, salat Zuhur berjamaah, khitabah . , serta takhtim dan tahlil, sedangkan kegiatan tahunan meliputi Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. Isra' Mi'raj. Tahun Baru Islam . Muhara. , dan pesantren kilat. Pelaksanaan program tersebut menjadi media pembiasaan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membentuk karakter disiplin peserta didik. Strategi yang diterapkan guru Pendidikan Agama Islam meliputi pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, motivasi, serta pengawasan secara berkelanjutan. Melalui strategi tersebut, peserta didik tidak hanya dibimbing untuk memahami nilai-nilai ajaran Islam secara konseptual, tetapi juga dibiasakan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan keagamaan mampu menumbuhkan berbagai nilai karakter, antara lain religius, disiplin, tanggung jawab, jujur, gemar membaca Al-Qur'an, peduli sosial, kerja keras, komunikatif, toleransi, serta menghargai prestasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis sebagai sarana internalisasi pendidikan karakter di lingkungan madrasah. Meskipun menghadapi beberapa hambatan, di antaranya rendahnya kedisiplinan dan motivasi sebagian peserta didik, serta belum optimalnya pengawasan dan AL ILMU : Jurnal Keagamaan dan Ilmu Sosial Volume 12 Nomor 2 Bulan Juli-Desember dan Tahun 2026 E-ISSN 2723-4452 Rizal Fahmi. Strategi Guru Pendidikan Agama A keteladanan guru selama pelaksanaan kegiatan keagamaan. Faktor-faktor memerlukan upaya perbaikan secara berkelanjutan. Madrasah telah melakukan berbagai langkah, seperti penerapan absensi kegiatan, pemberian reward dan punishment yang bersifat edukatif, serta evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program dan kinerja guru. Oleh karena itu, keberhasilan pembinaan karakter disiplin tidak hanya bergantung pada program keagamaan yang diselenggarakan, tetapi juga memerlukan komitmen seluruh warga madrasah, dukungan orang tua, dan budaya sekolah yang kondusif. Dengan demikian, strategi guru Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan keagamaan dapat menjadi model pembinaan karakter yang relevan dalam membentuk peserta didik yang religius, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. DAFTAR PUSTAKA