Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 25. Nomor 2 : 356-368 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SAYUR KELILING DI KECAMATAN BANYUANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO Analysis of Factors Affecting The Income of Mobile Vegetable Vendors in Banyuanyar District Probolinggo Regency Deni Rizqi Haqiqi 1. Novita Lidyana2. Dewi Anggun Oktaviani3* 1,2,3* Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Panca Marga Probolinggo *Correspondence Author: Dewi Anggun Oktaviani Email: dewianggunoktaviani@upm. ABSTRACT This study aims to investigate the factors influencing the income of mobile vegetable vendors in Banyuanyar District. Probolinggo Regency, using multiple linear regression analysis. The independent variables analyzed include business capital, business duration, number of dependents, working hours, and consumer preferences. The results of the analysis indicate that simultaneously, all these variables have a positive and significant effect on income. Partially, business capital, business duration, and working hours have positive and significant effects, demonstrating their direct contribution to income improvement. Conversely, the number of dependents does not show a significant effect, while consumer preference has a significantly negative effect. Among all variables, business duration has the most dominant influence on income, indicating the importance of accumulated experience and business networks in the informal sector, such as mobile vegetable vending. Keywords: Working Hours. Length of Business. Business Capital. Consumer Preferences. Income. Family Dependents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, dengan menggunakan analisis data regresi linear berganda. Variabel independen yang dianalisis meliputi modal usaha, lama usaha, tanggungan keluarga, jam kerja dan preferensi konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Secara parsial modal usaha, lama usaha, dan jam kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan, menunjukkan kontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan. Sebaliknya jumlah tanggungan keluarga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sementara preferensi konsumen menunjukkan pengaruh yang negatif signifikan. Di antara seluruh variabel lama usaha memiliki pengaruh paling dominan terhadap pendapatan, mengindikasikan pentingnya akumulasi pengalaman dan jaringan usaha dalam sektor informal seperti pedagang sayur keliling. Kata kunci: Jam Kerja. Lama Usaha. Modal Usaha. Preferensi Konsumen. Pendapatan. Tanggungan Keluarga. PENDAHULUAN Sektor formal cenderung menyerap tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dan keterampilan tinggi. Sementara mayoritas tenaga kerja di Indonesia masih memiliki tingkat pendidikan rendah, sehingga lebih banyak yang terlibat di sektor informal (Rifaldi, 2. Sektor ini mencakup usaha mikro kecil yang dijalankan secara mandiri, tanpa syarat administratif seperti usia, pendidikan, atau jenis kelamin (Wulandari & Subiyantoro, 2. Data statistik menunjukkan bahwa dari 2021 hingga 2023, sektor informal terus menjadi penyumbang utama Deni Rizqi Haqiqi, dkk Ae Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang . dalam penyerapan tenaga kerja, baik laki-laki maupun perempuan, dengan persentase mencapai 59,11% pada 2023. Ini menunjukkan bahwa sektor informal berperan sebagai penyangga utama ekonomi, terutama bagi mereka yang tidak terserap oleh sektor formal (Statistik, 2. Umumnya, aktivitas sektor informal berasal dari usaha kecil dengan lingkungan usaha yang sederhana, tidak permanen, dan terbatas. Bentuknya meliputi perdagangan, industri rumah tangga, dan jasa kecil (Pitoyo, 2. Sektor ini melengkapi peran sektor formal sekaligus mengatasi keterbatasan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja yang memadai. Perbedaan utama antara sektor formal dan informal terletak pada persyaratan pendidikan dan keterampilan. Untuk masuk ke sektor formal, dibutuhkan kualifikasi pendidikan tertentu (Gani et al. , 2. sedangkan sektor informal lebih inklusif. Temuan Utami & Masjkuri . , menguatkan bahwa sebagian besar pekerjaan di sektor informal tidak memerlukan latar belakang pendidikan tinggi. Salah satu bentuk nyata dari kegiatan ini adalah aktivitas berdagang, yang menjadi alternatif sumber penghidupan bagi banyak masyarakat. Berdagang salah satu bentuk dari pekerjaan yang berkontribusi dalam kehidupan seharihari masyarakat. Perdagangan kecil di sektor informal sering menjadi pilihan utama sebagai sumber penghidupan salah satu contohnya adalah pedagang sayur keliling yang merupakan bagian dari sektor informal dan tidak memerlukan persyaratan tertentu seperti pendidikan dan seleksi yang rumit bagi yang ingin bekerja (Sembiring et al. , 2. Pedagang sayur keliling atau istilah lain Mlijo merupakan usaha yang dijalankan oleh individu yang menjual berbagai jenis sayuran secara langsung kepada konsumen dengan cara berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya (Sauqi, 2. Pedagang sayur keliling menjadi penyedia kebutuhan harian yang umum di desa dan kota karena mampu menghemat biaya transportasi, waktu dan tenaga dibandingkan belanja di pasar tradisional sehingga dianggap lebih ekonomis. Hal ini tentunya sangat membantu bagi ibu rumah tangga yang membutuhkan sayuran untuk kebutuhan konsumsi sehari-harinya khususnya di Kecamatan Banyuanyar. Kabupaten Probolinggo dimana luas wilayah 47,7 kmA dan jumlah penduduk sebanyak 56. 452 penduduk (Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota, 2024. Statistik, 2. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, kebutuhan sayur sehari-hari di Kecamatan Banyuanyar. Kabupaten Probolinggo tergolong tinggi. Gaya hidup masyarakat yang cenderung malas berbelanja ke pasar membuat keberadaan pedagang sayur keliling semakin penting sebagai penghubung utama yang menyediakan akses mudah dan terjangkau bagi warga Kecamatan Banyuanyar terutama bagi mereka yang jauh dari wilayah pasar tradisional. Pada umumnya kegiatan pedagang sayur keliling sering dijalankan oleh pria namun terdapat juga ibu rumah tangga yang ikut terjun dalam usaha ini, mereka berjualan sayur dengan cara berkeliling dan biasanya menggunakan sepeda motor untuk mmudahkan mobilitas dalam mengjangkau pelanggan dari satu tempat ketempat yang lain. Pedagang sayur memilih berjualan secara berpindah-pindah karena lebih menguntungkan dibandingkan menetap di satu tempat, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Hal ini di ungkapkan dari hasil penelitian Hidayati et al. , bahwa pendapatan perhari pedagang sayur keliling sebesar Rp. dan pendapatan perhari pedagang sayur menetap sebesar Rp. Dalam menjalankan usaha pedagang sayur keliling ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk meningkatkan pendapatan dan menjaga kelangsungan usaha, salah satu aspek fundamental yang harus disiapkan adalah modal (Dumitru et al. , 2023. Yrjola & Kola, 2. Modal menjadi elemen utama yang berperan besar dalam setiap usaha termasuk pedagang sayur keliling karena berfungsi sebagai fondasi untuk memulai dan menjalankan kegiatan bisnis. Seperti yang dijelaskan pada penelitian Nasution . , modal dan jam kerja mempengaruhi pendapatan para pedagang lebih banyak modal dan jam kerja lebih panjang lebih tinggi pula pendapatan yang akan diperoleh. Seberapa lama usaha beroperasi juga merupakan faktor krusial dalam operasional usaha, lama usaha yaitu jumlah waktu para pedagang memulai bisnisnya pengelolaan yang bak diperlukan agar usaha berkembang dan berjalan lancar. Seperti yang dijelaskan dalam penelitian Saragih & Yanita . , faktor-faktor seperti modal usaha, tingkat pendidikan, lama usaha, jam kerja dan jumlah tenaga kerja memiliki pengaruh signifikan untuk pendapatan pedagang sayuran. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 356-368 Salah satu alasan pedagang sayur keliling menjalani pekerjaan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tanggung jawab tersebut mendorong mereka untuk bekerja lebih keras dan tekun, yang berdampak besar pada pendapatan. Seperti yang dijelaskan dalam penelitian semakin besar jumlah tanggungan keluarga semakin banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi, maka semakin banyak jam kerja yang diperlukan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Preferensi konsumen sangat penting untuk kesuksesan usaha pedagang sayur keliling. Konsumen yang puas dengan kualitas, harga, dan pelayanan cenderung merekomendasikan pedagang, sehingga memperluas jaringan pelanggan dan meningkatkan peluang penjualan. Seperti yang dijelaskan dalam penelitian Zein et al. ), faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen adalah kepercayaan dimana kepercayaan terbentuk dari beberapa aspek seperti harga, pelayanan, jujur dan memberikan kebijakan diperbolehkannya cashbon atau hutang. Dalam hal ini pedagang sayur keliling perlu mempertimbangkan faktor penting yang mempengaruhi pendapatan mereka seperti modal usaha, durasi jam kerja, lama berusaha, tanggungan keluarga dan preferensi konsumen agar pengelolahan usaha lebih maksimal dan menjangkau lebih banyak pelanggan demi menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan pendapatan mereka. Berdasarkan uraian di atas mengenai kondisi pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar penulis tertarik untuk meneliti tentang AuAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten ProbolinggoAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengkaji mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur Keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Dari penelitian ini dapat diketahui apa faktor yang berpengaruh bagi pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif guna mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi tehadap pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Banyuanyar. Kabupaten Probolinggo. Penentuan lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja . di Kecamatan Banyuanyar, melalui mempertimbangkan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu lokasi utama bagi para pedagang sayur keliling untuk menjalankan kegiatan berdagangnya. Berdasarkan pengamatan langsung terhadap objek penelitian, yaitu pedagang sayur keliling yang berjualan atau beroperasi di wilayah Kecamatan Banyuanyar, dapat diketahui pola kegiatan, rute, serta faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan mereka. Tipe populasi dalam penelitian ini merupakan non probability karna total populasi dalam penelitian ini tidak diketahui. Yang akan menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Didalam penelitian ini sampel diambil menggunakan Snowball Sampling dan Purposive Sampling. Snowball sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dimulai dengan jumlah bertambah secara bertahap (Rusdiana, 2. Alasan menggunakan snowball yaitu dikarenakan jumlah populasi tidak diketahui dengan snowball akan lebih mudah peneliti untuk mengakses individu dalam pedagang sayur keliling ini melalui rekomendasi dari pedagang sayur keliling yang sudah diwawancarai. Purposive sampling adalah pemilihan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Purposive artinya pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan atau kriteria yang relevan dengan penelitian kriteria tersebut adalah: Sudah beroperasi lebih dari 1 tahun Pedagang sayur keliling yang beroperasi di wilayah Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo tanpa terbatas pada domisili pedagang tersebut di dalam atau di luar kecamatan Usia produktif dalam bekerja 15-64 tahun (Statistik, 2. Purposive sampling dipilih dengan alasan memungkinkan peneliti untuk menentukan responden dengan karakteristik spesifik yang sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono . , jumlah sampel yang dianggap layak diterima dalam penelitian berkisar diantara 30 hingga 500. Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti menentukan total sampel yang digunakan sebanyak 50 Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan pedagang sayur keliling di JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Deni Rizqi Haqiqi, dkk Ae Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang . Kecamatan Banyuanyar. Sebelum melakukan uji regresi, perlu dilakukan uji validitas dan uji asumsi klasik. HASIL DAN PEMBAHASAN Letak Geografis Kecamatan Banyuanyar berada di Kabupaten Probolinggo. Jawa Timur, dengan luas wilayah 47,7 kmA dan jumlah penduduk 56. 452 jiwa. Terdiri dari 14 desa, kecamatan ini bersebelahan dengan Kecamatan Gending di sebelah utara, sebelah timur bersebelahan dengan Kecamatan Maron, sedangkan di sebelah selatan bersebelahan dengan Kecamatan Tiris dan di sebelah barat bersebealahan dengan Kecamatan Tegal Siwalan. Gambaran Umum Responden Responden pada penelitian ini yaitu pedagang sayur keliling yang beroperasi atau menjual dagangan nya di daerah Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Hasil penyebaran kuesioner kepada 50 orang responden menghasilkan data dari setiap responden. Adapun data dari responden antara lain : Usia Usia adalah faktor yang dikategorikan dalam penelitian ini guna melihat serta memberikan informasi yang lebih jelas mengenai karakteristik usia mereka. jumlah responden sebanyak 50 pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Usia mereka berkisar pada usia 23 Ae 30 tahun sabanyak 5 orang, sedangkan yang beusia 31 Ae 40 tahun sebanyak 13 orang untuk usia 41 Ae 50 sebanyak 23 orang dan usia 51 Ae 64 tahun sebanyak 9 orang. Dari 50 orang responden usia yang mendominasi yaitu diusia 41 Ae 50 tahun dan dapat disimpulkan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo berada dalam usia produktif dalam bekerja. Mayoritas pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar berusia 41Ae50 tahun karena keterbatasan pilihan kerja di sektor formal. Pada usia ini persaingan kerja semakin ketat, sementara tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki rendah dan tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan lain berdagang sayur keliling menjadi pilihan karena memberikan fleksibilitas dan sumber penghasilan yang cukup. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ahmad Basit . , yang berjudul Analisis Keuntungan Pedagang Sayur Keliling di Desa Banyuurip Kecamatan Bone-Bone Kaupaten Luwu Utara juga menunjukkan pola serupa, dimana usia pedagang yang mendominasi diusia 41-50 tahun dengan presentase 46,7% dengan alasan minimnya alternatif pekerjaan yang tersedia. Jenis Kelamin Jenis kelamin responden pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo laki-laki sebanyak 36 orang sedangkan jenis kelamin Perempuan sebanyak 14 orang yang berarti jenis kelamin laki Ae laki lebih banyak daripada perempuan. Kondisi ini disebabkan oleh sifat pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi, seperti membawa dagangan dalam jumlah besar dan berpindah tempat dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya. Laki-laki lebih banyak memilih pekerjaan ini karena memiliki fisik yang lebih kuat dan lebih terbiasa dengan pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra disisi lain, penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wang et . , dengan judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur Di Kota Jambi (Studi Kasus Pasar Aur Dur. mengenai pedagang sayur menunjukkan bahwa usaha ini lebih banyak dilakukan oleh perempuan dengan jumlah pedagang 41 orang perempuan dengan presentase 73%. fenomena ini dikarenakan berdagang di tempat tetap seperti pasar atau warung lebih memungkinkan mereka untuk tetap menjalankan usaha. perbedaan ini menunjukkan bahwa faktor fisik dan tuntutan mobilitas menjadi alasan utama mengapa pedagang sayur keliling lebih banyak laki-laki, sedangkan pedagang sayur menetap lebih banyak Perempuan. Tingkat Pendidikan Pendidikan merupakan indikator kualitas sumber daya manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin baik kualitas sumber daya tersebut dan sebaliknya karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan menggambarkan jenjang pendidikan formal yang telah JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 356-368 diselesaikan oleh pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo diketahui Tingkat Pendidikan yang paling dominan yaitu SD Ae MI sebanyak 27 dari seluruh jumlah responden. Responden dengan tingkat pendidikan SMP Ae MTS sebanyak 12 sedangkan responden dengan tingkat pendidikan SMA Ae SMK Ae MA sebanyak 11 responden. Data ini memperlihatkan bahwasanya rata - rata tingkat pendidikan yang dimiliki responden pedagang sayur keliling berada pada kelas menengah kebawah. Faktor yang menyebabkan hal ini antara lain keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sulitnya mendapatkan pekerjaan di sektor formal, serta keterlibatan dalam usaha keluarga. Faktor-faktor tersebut mendorong seseorang untuk terjun ke sektor perdagangan yang lebih mengutamakan keterampilan dan pengetahuan berdagang Lama Usaha Lama usaha mengacu pada durasi keseluruhan yang telah ditempuh oleh pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo dalam menjalankan bisnisnya, sejak pertama kali usaha didirikan hingga saat ini dan dinyatakan dalam satuan waktu tertentu. usaha responden pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo lama usaha 1 Ae 10 tahun sebanyak 33 responden, sedangkan untuk lama usaha 12 Ae 20 tahun sebanyak 15 responden dan lama usaha 22 Ae 30 tahun sebanyak 2 responden. Hal ini berkaitan erat dengan usia responden yang didominasi oleh kelompok usia 41Ae50 tahun pada rentang usia ini, banyak individu yang baru beralih ke usaha mandiri setelah sebelumnya bekerja di sektor lain atau mengalami keterbatasan pilihan kerja di sektor formal. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Cecchini et al. , 2. , dengan judul Kajian Pendapatan Pedagang Sayur Keliling ( Studi Kasus Gusher Dan Pasar Tenghuyug Kota Taraka. juga menunjukkan bahwa lama usaha yang dimiliki pedagang 1-12 tahun sebanyak 29 pedagang dengan presentase 97%. Pedagang sayur keliling umumnya baru memulai usaha dalam beberapa tahun terakhir karena kesulitan mencari pekerjaan tetap. Tanggungan Keluarga Jumlah tanggungan keluarga merupakan banyaknya keluarga yang dibiayai dalam kehidupan sehari Ae hari, jumlah tanggungan keluarga memicu semangat dalam bekerja untuk mencapai target yang mereka inginkan. jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki oleh responden pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo yang mempunyai tanggungan keluarga 1 sebanyak 1 responden, sedangkan yang memiliki tanggungan 2-3 orang sebanyak 33 responden, berikutnya tanggungan keluarga sebanyak 4-5 orang sebanyak 15 responden dan yang memiliki tanggungan sebanyak 6 orang 1 respoden tanggungan ini meliputi anak, istri, orang tua dan keluarga yang mereka biayai. Jam Kerja Jam kerja ialah lamanya waktu yang digunakan selama kegiatan berdagang dari mulai berangkat kerja sampai pulang kerja. responden yang memiliki jam kerja 6 Ae 7 jam perharinya sebanyak 9 orang, sedangkan responden yang memiliki jam kerja 8 jam perharinya sebanyak 17 orang, untuk yang memiliki kam kerja 9 jam perharinya sebanyak 11 orang, sedangkan 10 jam perharinya sebanyak 4 orang dan yang memiliki 11 Ae 12 jam perharinya sebanyak 4 orang yang Dimana didominasi 8 jam bekerja. Durasi 8 jam dianggap optimal bagi pedagang sayur keliling untuk memperoleh pendapatan tanpa kelelahan berlebihan. Mereka memulai sejak subuh untuk belanja stok, lalu berjualan hingga siang atau sore, mengikuti pola konsumsi masyarakat yang dimana ini berkitan dengan mayoritas usia 41-50 tahun masih produktif namun mulai mempertimbangkan stamina dan kesehatan. Penelitian (Wardhani et al. , 2. , dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur Keliling Di Kota Bogor menjelaskan bahwa rata-rata jam kerja yang digunakan pedagang sayur 5-8 jam perhari dengan jumlah sebanyak 33 pedagang sayur yang bekerja 5-8 jam perhari. Ini menunjukkan bahwa pola jam kerja 8 jam cukup umum di kalangan pedagang sayur keliling, karena menyeimbangkan antara pendapatan, stamina dan kebiasaan belanja konsumen. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Deni Rizqi Haqiqi, dkk Ae Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang . Pendapatan Dalam penelitian ini, pendapatan yang digunakan merupakan pendapatan bersih yang diperoleh melalui pengolahan data dari kuesioner yang diisi langsung oleh para pedagang sayur keliling Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. pendapatan bersih selama satu bulan yang diperoleh pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo sebesar Rp. 000 Ae Rp. 000 sebanyak 14 orang , sedangkan pendapatan sebesar Rp. 000 Ae Rp. 000 diperoleh sebanyak 21 orang dan pendapatan sebesar Rp. 000 Ae 000 diperoleh sebanyak 15 orang adapun rata Ae rata pendapatan 50 pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo sebesar Rp. Ketika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Probolinggo sebesar Rp. 407 lebih tinggi pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo dapat disimpulkan bahwasanya pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Menunjukkan bahwa usaha ini cukup menguntungkan karena mobilitas tinggi memungkinkan mereka menjangkau lebih banyak pelanggan, terutama di daerah pemukiman yang jauh dari pasar tradisional. Fleksibilitas waktu kerja sekitar 8 jam per hari membuat mereka dapat berjualan pada jam terbaik sesuai pola konsumsi masyarakat. Selain itu loyalitas pelanggan berkontribusi pada pendapatan yang stabil. Kombinasi faktor ini membuat pendapatan mereka dapat melebihi UMK, menunjukkan bahwa profesi ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa valid indikator sebagai alat ukur variabel, dengan penilaian indikator dinyatakan valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel r hitung > r tabel. Dalam penelitian ini menggunakan 30 responden untuk uji validitas dengan kriteria yang sama dengan responden asli yang menggunakan rumus : df . egrre of freedo. = n Ae 2 r tabel: df = n-2 = 30 Ae 2 = 28 . , . menunjukkan bahwa indikator yang digunakan oleh Modal usaha. Lama usaha. Tanggungan keluarga. Preferensi konsumen dan Pendapatan dinyatakan valid sebagai alat ukur karena memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Uji reabilitas digunakan sebagai alat ukur kusioner dinyatakan reliabel jika responden memberikan jawaban yang stabil dan konsisten saat menerima pertanyaan yang sama pada waktu Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menganalisis nilai CronbachAos Alpha () untuk setiap variabel. Jika nilai CronbachAos Alpha lebih dari 0,60 maka pertanyaan dalam variabel tersebut dianggap dapat diandalkan dan layak digunakan sebagai alat ukur yang valid. Hasil uji reabilitas dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Modal Usaha (X. Lama Usaha (X. Tanggungan Keluarga (X. Jam kerja (X. Preferensi konsumen (X. Pendapatan (Y) Sumber: Data Primer . Cronbach Alpha 0,719 0,757 0, 801 0, 766 0, 747 0, 753 Standar Realibilitas 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 Keterangan Realibel Realibel Realibel Realibel Realibel Realibel Pada tabel 1 hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha masingmasing variabel > 0,60. Dengan demikian maka pertanyaan dari variabel Modal Usaha. Lama Usaha. Tanggungan Keluarga. Jam Kerja. Preferensi Konsumen dan Pendapatan dapat dikatakan reliabel untuk digunakan sebagai alat ukur variabel. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menentukan apakah variabel independen atau dependen memiliki distribusi normal. Untuk menilai apakah residual berdistribusi normal, dapat dilakukan dengan membandingkan nilai uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan tingkat signifikansi . sebesar 0,05 . %). Yang dapat dilihat pada tabel berikut : JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 356-368 Tabel 2. Hasil Uji normalitas nilai One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One Ae Sample Kolmogorov-Smimov Test Unstandardized Residual Normal Parameters a, b Mean Std. Deviation Absolute Positive Most Extreme Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Primer . Berdasarkan hasil tabel 2 diatas nilai signifikan untuk uji normalitas dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov dengan nilai 0,200 yang berarti nilai uji normalitas lebih besar dari 0,05 Kesimpulannya data tersebut berdistribusi normal. Uji Multikolineritas Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Model Modal Usaha (X. Lama Usaha (X. Tanggungan Keluarga (X. Jam kerja (X. Preferensi konsumen (X. Sumber: Data Primer . Collinearity Statistics Tolerance VIF Pada Tabel 3, hasil perhitungan menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 serta nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antar variabel bebas, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk memastikan bahwa dalam model regresi terdapat kesamaan varians residual antar pengamatan. dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas 1 Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Modal Usaha Lama Tanggungan Keluarga . Jam kerja Preferensi konsumen Sumber: Data Primer . Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan tabel 4 terlihat bahwa nilai absolut residual signifikansi pada setiap variabel lebih dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan demikian, variabel-variabel independen dapat dinyatakan bebas dari masalah heteroskedastisitas Analisis Regresi Linear Berganda Teknik analisis regresi berganda digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkap pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Perhitungan dilakukan menggunakan rumus regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Deni Rizqi Haqiqi, dkk Ae Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang . (SPSS) versi 25. Hasil analisis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficients2 Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Modal Usaha Lama Tanggungan Keluarga Jam kerja Preferensi konsumen Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Pendapatan Sumber: Data Primer . Berdasarkan hasil pada tabel 5 diperoleh persamaan sebagai berikut : yeA = yaya, yiyyc ya, yayiya ycya ya, yayey ycya ya, yaynya ycyc ya, yayay ycye Ae ya, yayiy ycye yeI Berdasarkan persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa: Nilai konstanta bernilai sebesar 11,793 hal ini menunjukkan Ketika tidak ada variabel Modal usaha (X. Lama usaha (X. Tanggungan keluarga (X. Jam kerja (X. dan Preferensi konsumen (X. maka Pendapatan (Y) bernilai sebesar 11,793. Nilai koefisien modal usaha (X. sebesar 0,271 yang berarti jika variabel modal usaha terjadi kenaikan maka variabel Pendapatan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,271. Nilai koefisien lama usaha (X. sebesar 0,249 yang berarti jika variabel lama usaha terjadi kenaikan maka variabel Pendapatan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,249. Nilai koefisien tanggungan keluarga (X. sebesar 0,180 yang berarti jika variabel tanggungan keluarga terjadi kenaikan maka variabel Pendapatan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,180. Nilai koefisien jam kerja (X. sebesar 0,129 yang berarti jika variabel jam kerja terjadi kenaikan maka variabel Pendapatan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,129. Nilai koefisien preferensi konsumen (X. sebesar - 0,269 yang berarti jika variabel preferensi konsumen terjadi kenaikan maka variabel Pendapatan (Y) akan mengalami penurunan sebesar 0,269 begitupun sebaliknya. Uji f (Simulta. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent yaitu Modal usaha (X. Lama usaha (X. Tanggungan keluarga (X. Jam kerja (X. dan Preferensi konsumen (X. secara bersama-sama/simultan terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y) hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6. Hasil Uji f (Simulta. Model Regression Residual Total Sum of Square Anova Mean Square Sig. Dependent Variable: Pendapatan Predictors: (Constan. Preferensi konsumen. Lama usaha. Modal usaha. Tanggungan keluarga. Jam kerja Sumber: Data Primer . Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa dari hasil uji F, dimana diperoleh nilai F hitung 511 lebih besar dari F tabel . f= n-k-1= 50-5-1= . 2,43 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 356-368 variabel modal usaha, lama usaha, tanggungan keluarga, jam kerja dan preferensi konsumen secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan Uji t (Parsia. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent yaitu Modal usaha (X. Lama usaha (X. Tanggungan keluarga (X. Jam kerja (X. dan Preferensi konsumen (X. secara individu/parsial terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y) hasil uji t dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 7. Hasil Uji t (Parsia. Model (Constan. Modal Usaha Lama Tanggungan Keluarga Jam kerja Preferensi konsumen Coefficients2 Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta Dependent Variable: Pendapatan Sumber: Data Primer . Dari hasil uji t pada tabel 7 dengan nilai t tabel . f=n-k-1=50-5-1= . 015 maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Pengaruh Modal usaha (X. terhadap Pendapatan (Y) berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dapat disimpulkan hubungan parsial variabel independent Modal usaha (X. terhadap Pendapatan (Y) hasil uji t diperoleh variabel Modal usaha (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,004 nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung sebesar 3,020 lebih besar dari t tabel . Dapat disimpulkan bahwa variabel Modal usaha (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa modal yang lebih besar memungkinkan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo meningkatkan variasi dagangannya menarik lebih banyak pelanggan dan mengoptimalkan pemasaran sehingga pendapatan mereka meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rastana Et Al. , yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur Di Desa Perean Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung 8. 296 dan signifikannya sebesar 0. 000, berarti modal usaha berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan. Pengaruh Lama usaha (X. terhadap Pendapatan (Y) berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dapat disimpulkan hubungan parsial variabel Lama usaha (X. terhadap Pendapatan (Y) hasil uji t diperoleh variabel Lama usaha (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,003 nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung sebesar 3. 157 lebih besar dari t tabel . Dapat disimpulkan bahwa variabel Lama usaha (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama pedagang berusaha semakin besar peluang pendapatannya meningkat. Pengalaman yang diperoleh membantu memahami permintaan, membangun pelanggan dan meningkatkan efisiensi menjadikan lama usaha faktor penting bagi kesejahteraan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Londa et al. , yang berjudul nalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur Di Kota Jambi (Studi Kasus Pasar Aur Dur. hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung 2. 387 dan signifikansinya sebesar 0. 021 berarti lama usaha berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan. Pengaruh Tanggungan keluarga (X. terhadap Pendapatan (Y) berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dapat disimpulkan hubungan parsial variabel Tanggungan keluarga (X. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Deni Rizqi Haqiqi, dkk Ae Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang . terhadap Pendapatan (Y) hasil uji t diperoleh variabel Tanggungan keluarga (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,135 nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05. Nilai t hitung sebesar 524 lebih kecil dari t tabel . Dapat disimpulkan bahwa variabel Tanggungan keluarga (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tanggungan keluarga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Salah satu alasan mungkin karena banyaknya tanggungan keluarga tidak selalu sebanding dengan naik atau turunnya pendapatan. Pedagang sayur keliling dengan banyak tanggungan keluarga masih bisa memperoleh pendapatan yang besar jika memiliki modal yang memadai. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Weldo et al. , yang berjudul Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan pedagang perempuan berjualan sayur-sayuran (Pasar Angso Duo Kota Jamb. hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung -0,496 dan nilai signifikansinya sebesar 0,623 berarti tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata secara pasrisal terhadap pendapatan. Pengaruh Jam kerja (X. terhadap Pendapatan (Y) berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dapat disimpulkan hubungan parsial variabel Jam kerja (X. terhadap Pendapatan (Y) hasil uji t diperoleh variabel Jam kerja (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,044 nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung sebesar 2. 071 lebih besar dari t tabel . Dapat disimpulkan bahwa variabel Jam kerja (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y) . Yang berarti bahwa pedagang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja cenderung menghasilkan pendapatan yang lebih Oleh karena itu jam kerja menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Saragih & Yanita . , yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayuran Di Pasar Induk Angso Duo Baru Kota Jambi hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t 2. 728 dan nilai signfikansinya sebesar 0,01 yang dapat diartikan jam kerja berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan. Pengaruh Preferensi konsumen (X. terhadap Pendapatan (Y) berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda disimpulkan hubungan parsial variabel Preferensi konsumen (X. terhadap Pendapatan (Y) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung sebesar -4. 678 lebih kecil dari tabel . Dapat disimpulkan bahwa variabel Preferensi konsumen (X. secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y). Dimana Preferensi konsumen yang berbedabeda dapat mempengaruhi penjualan dan berdampak pada pendapatan pedagang sayur keliling . Oleh karena itu, pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo perlu memahami tren pasar dan menyesuaikan penawaran mereka untuk meningkatkan pendapatan. Penelitian yang dilakukan oleh Londa et al. , dengan judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Sayuran di Pasar Tradisional di Kota Semarang menunjukkan hasil bahwa persepsi konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sehingga preferensi konsumen meningkatkan pendapatan pedagang pasar. Namun perbedaan karakteristik usaha menyebabkan hasil yang berbeda dalam penelitian ini. Pedagang sayur di pasar memiliki lokasi tetap, sedangkan pedagang sayur keliling bergantung pada mobilitas dan keberadaan konsumen di lokasi tertentu. Sesuai dengan Teori Perilaku Konsumen (Firmansyah, 2. , keputusan pembelian dipengaruhi oleh budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Konsumen lebih memilih tempat belanja yang nyaman, bervariasi dan kompetitif, juga di jelaskan bahwasanya konsumen membentuk persepsi berdasarkan pengalaman dan informasi. Sehingga jika pasar modern atau tradisional dianggap lebih menguntungkan, konsumen akan beralih dari pedagang sayur keliling ke pedagang sayur di Dengan demikian perubahan preferensi konsumen tidak hanya mengubah pola belanja tetapi juga menurunkan pendapatan pedagang sayur keliling, dimana mobilitas, aksesibilitas dan loyalitas pelanggan menjadi faktor utama dalam perbedaan hasil dengan penelitian sebelumnya. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 356-368 Uji Dominan Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui variabel manakah yang berpengaruh dominan variabel independent yaitu Modal usaha (X. Lama usaha (X. Tanggungan keluarga (X. Jam kerja (X. dan Preferensi konsumen (X. terhadap variabel dependent yaitu Pendapatan (Y) hasil uji dominan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 8 Hasil Uji Dominan Coefficients Model Standardized Coefficients Beta (Constan. Modal Usaha Lama Tanggungan Keluarga Jam kerja Preferensi konsumen Dependent Variable: Pendapatan Sumber: Data Primer . Variabel yang berpengaruh paling Dominan berdasarkan hasil uji dominan di atas dapat disimpulkan mengenai variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap variabel Pendapatan (Y). Berdasarkan hasil Standardized Coefficients Beta di peroleh nilai variabel Modal usaha (X. 0,322, variabel Lama usaha (X. 0,367, variabel Tanggungan keluarga (X. 0,172, variabel Jam kerja (X. 0,238 dan variabel Preferensi konsumen (X. Ae 0,485. Dapat disimpulkan dari semua nilai yang didapat setiap variabel nilai variabel yang paling tinggi adalah variabel Lama usaha (X. dengan nilai 0,367 yang berarti variabel yang paling berpengaruh dominan terhadap pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo adalah Variabel Lama usaha (X. Uji Determinasi (R. Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan variabel independent yaitu modal usaha (X. Lama usaha (X. , tanggungan keluarga (X. , jam kerja (X. dan preferensi konsumen (X. dapat mempengaruhi variabel dependent nya yaitu pendapatn (Y). Hasil dai perhitungan uji determinasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9 Hasil Uji Determinasi (R. Model R Square Model Summary Adjusted Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Preferensi konsumen. Lama usaha. Modal usaha. Tanggungan keluarga. Jam kerja Sumber: Data Primer . Berdasarkan tabel 9 di atas diperoleh nilai Adjusted R Square (RA) sebesar 0,540. Hal ini menunjukkan bahwa 54% . ,540 x . variabel dependent yaitu pendapatan dipengaruhi oleh faktor variabel modal usaha (X. Lama usaha (X. , tanggungan keluarga (X. , jam kerja (X. dan preferensi konsumen (X. Sisanya sebesar 46% . % - 54%) dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain yang tidak diteliti pada penelitian ini seperti tingkat pendidikan, keadaan ekonomi masyrakat, cuaca atau musim dan kebijakan pemerintah Bagian ini menyajikan hasil penelitian. Hasil penelitian dapat dilengkapi dengan tabel, grafik . , dan/atau bagan. Bagian pembahasan memaparkan hasil pengolahan data, menginterpretasikan penemuan secara logis, mengaitkan dengan sumber rujukan yang relevan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan RataAerata pendapatan yang diperoleh pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo selama satu bulan sebesar Rp. pendapatan ini lebih tinggi dibandingkan UMK Kabupaten Probolinggo sebesar Rp. 407 dapat dikatakan cukup besar JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Deni Rizqi Haqiqi, dkk Ae Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang . karena sudah melebihi UMK Kabupaten Probolinggo. Faktor - faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu Modal usaha (X. Lama usaha (X. Tanggungan Keluarga (X. Jam kerja (X. dan Variabel Preferensi konsumen (X. secara simultan atau bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan (Y) Pedagang Sayur Keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo, secara parsial atau individu Modal usaha (X. Lama usaha (X. dan Jam kerja (X. berpegaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan (Y). Sementara itu Tanggungan keluarga (X. tidak berpengaruh terhadap Pendapatan (Y) sedangkan Preferensi konsumen (X. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pendapatan (Y) pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Faktor yang paling dominan mempengaruhi pendapatan pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo yaitu Lama usaha (X. Saran Pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo disarankan untuk meningkatkan modal usaha secara bertahap baik melalui tabungan pribadi maupun akses ke sumber pembiayaan yang tersedia, guna memperbesar skala usaha dan meningkatkan Pedagang sayur keliling di Kecamatan Banyuanyar disarankan perlu menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen serta meningkatkan kualitas pelayanan, seperti ketepatan waktu, keramahan dan kebersihan. Selain itu mereka dapat menambah variasi produk, menetapkan harga yang bersaing dan menyediakan layanan tambahan seperti pengantaran pesanan untuk meningkatkan daya tarik bagi pelangganDiharapkan Penyuluh pertanian untuk lebih memperhatikan peningkatan pengetahuan petani mengenai pengolahan tanaman kopi yang efisien agar mampu memperoleh produksi kopi dengan maksimal dan bagi penelitian selanjutnya dapat dikembangkan serta dijadikan pedoman dalam melakukan penelitian yang berjudul peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi kopi. DAFTAR PUSTAKA