JURNAL RISET KESEHATAN NASIONAL P - ISSN : 2580-6173 | E Ae ISSN : 2548-6144 VOL. 9 NO. 1 April 2025 | DOI :https://doi. org/10. Available Online https://ejournal. itekes-bali. id/jrkn Publishing : LPPM ITEKES Bali PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KELOPAK BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RT 012 RW 005 KELURAHAN BANGKA KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN (The Effect Of Rosella Flower Petal Infusion On Blood Pressure Reduction In Hypertension Patients In Rt 012 Rw 005. Bangka. Mampang Prapata. Ardhita Syifa Fadhilah1. Yenni Malkis2 ,Wasijati3 ,Achirman4 1,2. Nursing. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika. Jakarta. Indonesia Corresponding author: yenni. malkis@gmail. Received : November, 2024 Accepted : Desember, 2024 Published : April, 2025 Abstract Hypertension is a non-communicable disease that requires prompt and appropriate treatment, as it can lead to complications. This study aims to determine the effect of rosella flowers on reducing blood The research design uses quantitative methods with a quasi-experimental approach, specifically a one-group pre-test and post-test design. The sample consisted of 22 respondents selected using purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria. Research instruments included a sphygmomanometer and stethoscope to measure blood pressure, a questionnaire for respondent characteristics, 200 ml of hot water, 2 grams of rosella flowers . , a small filter, a measuring cup, and a glass. Data analysis was conducted through univariate and bivariate methods using the paired t-test. The results showed a significant effect of rosella flower petal infusion on reducing blood pressure in hypertensive patients with a p-value of 0. 001 < 0. this research suggests that rosella flower infusion can be used as an alternative treatment to reduce hypertension. Keywords: hypertension, rosella flower, hibiscus sabdarifa Abstrak Hipertensi adalah penyakit yang tidak menular tetapi memerlukan penanganan yang cepat dan tepat karena akan menyebabkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan quasi experiment design dengan jenis penelitian yaitu one group pre-test post-test design. Sampel penelitian ini berjumlah 22 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan sphygmomanometer dan stetoskop untuk pengukuran tekanan darah, kusioner karakteristik responden, air panas 200ml, bunga rosella sebanyak 2gr . , saringan kecil, gelas ukur dan gelas. Analisa data dilakukan univariat dan Analisa bivariat menggunakan uji Paired T-test. Peneliti memberikan seduhan kelopak rosella selama 7 hari dengan takaran 200 ml . /hari. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang bermakna antara seduhan kelopak bunga rosella dengan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 012 RW 005 kelurahan Bangka kecamatan Mampang Prapatan, dengan p-value = 0. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengobatan komplementer untuk menurunkan hipertensi. Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 81 Kata Kunci: hipertensi, bunga rosella, hibiscus sabdariffa LATAR BELAKANG Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dikenal sebagai "silent killer" karena seringkali tanpa gejala yang jelas, membuat penderitanya merasa sehat hingga terjadi komplikasi serius (Lisiswanti & Dananda. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg, dengan prevalensi yang terus Menurut (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. , jumlah penderita hipertensi dewasa usia 30-79 tahun naik dari 650 juta menjadi 1,28 miliar, namun lebih dari separuh penderita tidak menyadari kondisi mereka karena kurangnya deteksi dini, dan sekitar 720 juta orang tidak mendapat Indonesia, meningkat dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1% pada 2018 data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan angka kasus hipertensi tertinggi ada di wilayah Jakarta Selatan dengan prevalensi 29,93% pada 2018. Sering kali, penderita tidak menjalani pengobatan secara rutin, dan hanya 59,91% dari mereka yang meminum obat antihipertensi secara teratur, sementara sisanya tidak disiplin atau bahkan tidak minum obat sama sekali (Istiqomah et al. , 2. Berdasarkan pengamatan di lingkungan RT 012 RW 005, kesadaran masyarakat akan hipertensi sangat rendah. Sejumlah 25 warga yang diperiksa, 10 orang mengalami hipertensi, namun hanya sebagian kecil yang meminum obat secara teratur atau melakukan pemeriksaan rutin. Bahkan, empat dari mereka telah mengalami komplikasi penyakit jantung, dan satu orang mengalami stroke. Kebiasaan ini menunjukkan urgensi peningkatan kesadaran dan penanganan yang lebih efektif, terutama karena hipertensi yang tidak tertangani meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologi dengan obat antihipertensi dan terapi non-farmakologi seperti penggunaan tanaman herbal seperti bunga rosella (Hamria et al. , 2020. Febrina Angraini Simamora. Anwar Parlindungan. Dola Angreni. Cholijah Hasibuan et al. , 2. Sebagian besar penelitian yang ada masih terbatas meneliti efek seduhan kelopak bunga rosella pada penurunan tekanan darah yang berfokus pada mekanisme biokimia yang ebrsifat umum, namun belum banyak yang menilai efektivitas penggunaan bunga rosella pada populasi tertentu secara lebih mendalam seperti pada penderita hipertensi di komunitas tertentu yang dapat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomni dan kebiasaan lokal (Aritonang. Sinatar,R. , & Simanjuntak. Berdasarkan data dan pengamatan ini, penelitian tentang efek seduhan kelopak bunga rosella sebagai terapi non-farmakologi pada penderita hipertensi di lingkungan RT 012 RW 005 sangat mendesak dilakukan. Penelitian ini bertujuan tidak hanya untuk mengevaluasi efektivitas bunga rosella dalam menurunkan tekanan darah, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan penanganan hipertensi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung kesehatan masyarakat setempat serta mendorong penggunaan terapi herbal sebagai alternatif pengobatan hipertensi yang aman dan METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi experiment design dengan jenis penelitian yaitu one group pre-test post-test design without control. Tempat penelitian ini akan dilakukan di RT 012 RW 005 Kelurahan Bangka. Kecamatan Mampang Prapatan secara door to door. Alasan peneliti memilih lokasi ini adalah karena masih banyaknya warga yang tidak melakukan kontrol secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan dan masih banyak yang belum mengenal pengobatan menggunakan seduhan kelopak bunga rosella. Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai dari Juli Ae Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi derajat I dan derajat II di RT 012 RW 005 Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan yang berjumlah 25 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 22 orang yang didapat menggunakan rumus Lemeshow yaitu rumus jumlah subjek untuk penelitian Teknik pengambilan sample pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Dalam penelitian ini peneliti tidak melakukan uji instrumen dan alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah : Instrumen pemberian seduhan kelopak bunga Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 82 . Gelas ukur Jumlah . Air panas 200 ml . Kelopak bunga rosella 2 gram . Saringan kecil . Gelas . Sendok . Madu murni . Leaflet Instrumen pengukuran tekanan darah . Spygmomanometer . Stetoskop . Lembar monitoring Instrumen data demografi . Lembar kuesioner dengan 3 pertanyaan untuk mengukur karakteristik responden yaitu usia, jenis kelamin dan tingkat Prosedur teknis dalam penelitian ini dimulai dengan memilih responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Setelah responden terpilih, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan kepada Responden yang bersedia untuk menjadi sampel penelitian, diberikan informed karakteristik responden. Peneliti melakukan pemeriksaan tekanan darah H1, kemudian peneliti memberikan seduhan kelopak rosella selama 7 ahri dengan takaran 200 ml untuk 1 botol/hari. Pada H7, peneliti melakukan pemeriksaan tekanan darah. Peneliti tidak lupa memberikan edukasi terkait pembuatan seduhan kelopak rosella dan membagikan leaflet. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik responden SMP SMA/SMK D3/D4/S1 Frekuensi Presentase (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Usia 45-54 tahun 55-64 tahun 65-74 tahun Tingkat Pendidikan Tabel 2 : Rata-rata Tekanan Darah Responden Sebelum Diberikan Pemberian Seduhan Kelopak Bunga Rosella Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di RT 012 RW 005 Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan Tahun 2024 . Tekanan Darah Mean Sistolik 150,91 Diastolik 89,55 Standar Min Max Deviasi 5,264 5,755 Tabel 3 : Rata-rata Tekanan Darah Responden Sesudah Diberikan Pemberian Seduhan Kelopak Bunga Rosella Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di RT 012 RW 005 Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan Tahun 2024 . Tekanan Darah Mean Sistolik 132,27 Tabel 1 : Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Usia. Tingkat PendidikanResponden Penderita Hipertensi Di RT 012 RW 005 Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan . Diastolik 83,64 Standar Min Max Deviasi 10,204 4,924 Tabel 4 : Perbedaan Rata-rata Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Diberikan Seduhan Kelopak Bunga Rosella Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di RT 012 RW 005 Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan Tahun 2024 . P value Tekanan Darah Mean Pre Mean Sig. Post . * Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 83 Sistolik . re-pos. 18,636 5,264 2,006 10,204 0,001 Diastolik . re-pos. 89,55 5,755 1,259 4,924 0,001 *Uji kemaknaan p < 0,05 menggunakan uji Paired T-test 2 Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sebelum intervensi pemberian seduhan kelopak bunga rosella pada penderita hipertensi mencapai 150,91 mmHg . dan 89,55 mmHg . Angka ini berada di atas batas normal menurut WHO, di mana tekanan darah dikatakan tinggi jika melebihi 140/90 mmHg, dan dinyatakan sebagai hipertensi jika lebih dari 160/95 mmHg. Faktor risiko yang menyebabkan tekanan darah tinggi di antaranya konsumsi garam berlebihan, pola makan kurang sehat, obesitas, kurang olahraga, serta kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi Setelah dilakukan intervensi dengan seduhan kelopak bunga rosella, ditemukan penurunan tekanan darah yang signifikan, yaitu rata-rata tekanan darah menjadi 132,27 mmHg . dan 83,64 mmHg . Penurunan ini tidak sama persis, tetapi sejalan dengan penelitian Lismayanti et al. yang menunjukkan penurunan tekanan darah setelah pemberian teh bunga rosella, di mana rata-rata tekanan darah sistolik mencapai 132,83 mmHg dan diastolik 81,11 mmHg. Ini menunjukkan bahwa terapi rosella efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dari segi mekanisme, bunga rosella mengandung beberapa senyawa aktif seperti antosianin, flavonoid, asam askorbat, dan polifenol, yang memiliki efek diuretik dan Senyawa-senyawa ini bekerja pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir lebih lancar dan jantung tidak perlu memompa darah dengan keras. Antosianin dan flavonoid, khususnya, membantu mengurangi . mengurangi hambatan aliran darah dan mengurangi beban kerja jantung. Dengan berkurangnya beban kerja jantung, tekanan darah akan berangsur menurun (Ni Pande Kadek Sinta Dewi & I Wayan Martadi Santika. Selain itu, efek diuretik dari rosella meningkatkan pengeluaran cairan tubuh melalui urin, membantu mengurangi retensi cairan, yang seringkali menjadi faktor dalam tekanan darah tinggi (Fadillah. Raisa. , & Rindarwati, asti, 2. Rosella juga bekerja Angiotensin-Converting Enzyme (ACE), yang pada akhirnya menjaga pembuluh darah tetap lebar dan elastis, menurunkan risiko vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah, yang sering terjadi pada hipertensi (Lismayanti. Nazila. Siti. Falah. Muttaqin. , & Sari. Pamela, 2. Analisis menggunakan uji bivariat menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pemberian seduhan kelopak bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah, dengan p-value 0,001 (O 0,. Ini berarti bahwa intervensi dengan bunga rosella memiliki efek nyata dalam menurunkan tekanan darah, mendukung hasil penelitian lain yang juga menunjukkan efek positif rosella dalam menurunkan tekanan darah. KESIMPULAN Karakteristik responden penderita hipertensi berdasarkan jenis kelamin Sebagian besar Perempuan . ,3%), usia Sebagian besar kategori lansia . ,1 %) dan Tingkat Pendidikan Sebagian besar sekolah dasar . ,0%). Rata-rata tekanan darah hipertensi sebelum dilakukan pemberian seduhan kelopak bunga rosella adalah 150,91 mmHg . dan 132,27 mmHg . Rata-rata tekanan darah hipertensi sesudah dilakukan pemberian seduhan kelopak bunga rosella adalah 132,27 mmHg . dan 83,64 mmHg . Ada pengaruh seduhan kelopak bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan hasil uji statistic didapatkan nilai p-value = 0,001 < 0,05 PERNYATAAN PENGHARGAAN Ucapan STIKes Pertamedika atas supportnya dalam penulisan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA