EKONOMI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Agustus 2022 Hal. 117- 125 e-ISSN: 2774-6755 Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata dalam Rangka Peningkatan Ekonomi di Kelurahan Bringin. Surabaya Eva Titi Sundari1. Muchtolifah2. Anisa FitriaUtami3 1,2,3 123Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur *Email: 19011010031. ABSTRACT Tourism is one of the supporters of national economic growth, so it is very important for villages or subdistricts to be able to develop tourism potential in their area. The potential of a good tourist village will be the attraction of a tour in encouraging tourists to visit the tour. The development of tourism potential certainly requires the participation of all elements, both from the community and also from the In research in Bringin Village. Sambikerep District. Surabaya City. Bringin Lake is the only tourism potential that exists, but there is still no initiation from the community or government in developing this tourism potential. Therefore, community service in Bingin Village aims to develop strategic steps in the context of developing the potential of Bringin Lake by utilizing community and government participation. This study uses a qualitative method with a participatory approach. Data was collected by direct observation, interviews and Focus Group Discussion (FGD). In this technical service using descriptive analysis techniques. In the preparation of this service, several strategies are used to develop the potential of existing tourism potential, namely increasing tourism awareness, community participation through Tourism Awareness Groups, implementing urban farming with hydroponic and verticulture methods, making photo spots and making signboards and promotions. Keywords: Strategy. Development. Tourism Village Potential. Community-Based Tourism ABSTRAK Pariwisata merupakan salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga sangat penting bagi desa atau kelurahan untuk bisa mengembangkan potensi wisata yang ada didaerahnya. Potensi desa wisata yang baik akan menjadi daya tarik sebuah wisata dalam mendorong wisatawan untuk mengunjungi wisata tersebut. Dalam pengembangan potensi wisata tentunya membutuhkan partisipasi dari semua elemen, baik dari masyarakat dan juga dari pihak pemerintahan. Dalam penelitian di Kelurahan Bringin. Kecamatan Sambikerep. Kota Surabaya Telaga Bringin merupakan satu-satunya potensi wisata yang ada, namun masih belum adanya inisiasi dari masyarakat ataupun pemerintahan dalam mengembangkan potensi wisata tersebut. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat Kelurahan Bingin bertujuan untuk menyusun langkah strategis dalam rangka pengembangan potensi Telaga Bringin dengan memanfaatkan pastisipasi masyakat dan pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan partisipatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara serta Focuss Grub Disscution (FGD). Dalam teknis pengabdian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Dalam penyusunan pengabdian ini menghasilkan beberapa strategi yang digunakan dalam mengembangkan potensi potensi wisata yang ada, yaitu yaitu peningkatan kesadaran wisata, partisipasi masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata, penerapan urban farming dengan metode hidroponik dan vertikultur, pembuatan spot foto dan pembuatan papan nama serta promosi. Kata Kunci: Strategi. Pengembangan. Potensi Desa Wisata. Wisata Berbasis Masyarakat PENDAHULUAN Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 Desa adalah satuan pemerintahan yang memiliki derajat paling bawah dan memiliki peran penting dalam perekonomian negara. Salah satu program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi didesa adalah diterbitkannya Undang-Undang No. 06 Tahun2014 Tentang Desa dan Undang-Undang No. 60 Tahun 2014 Tentang Dana Desa(UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA, 2. Dengan adanya undang undang tersebut diharapkan desa mampu mengenali segala bentuk potensi yang ada dan mampu untuk mengembangkan desa dalam upanya peningkatan ekonomi. Pengembangan potensi desa bertujuan untuk meningkatkan kesadaan masyarakat agar lebih inovatif dan kreatif akan potensi desa yang dimiliki(Brint Sondang Simbolon et al. , 2. Desa memiliki keunggulan potensi yang bisa dijadikan sebagai desa wisata, pengembangan desa wisata adalah salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Menurut Suranny . bahwa pengembangan desa yang optimal dapat menunjang pendapatan bagi desa dan juga masyarakatnya, sehingga peluang ini bisa berdampak pada peningkatan perekonomian dengan perkembangan potensi desa wisata. Desa wisata adalah salah satu cara pemberdayan masyarakat untuk bisa mengoptimakan potensi yang ada utuk meningkatkan kesejahteraannya. Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat atau communitybased tourism adalah konsep pemberdayaan objek wisata dengan memanfaatkan paristipasi masyakat lokal, dimana masyarakat ikut berperan dalam perencanaan, pengelolaan dan pemberian suara dalam proses pengembangan destinasi wisata desa(Adhistian et al. Kelurahan Bringin adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sambikerep. Kota Surabaya. Provinsi Jawa Timur berjarak sekitar 15 KM dari pusat Kota Surabaya. Di Kelurahan Bringin bisa dikatakan minim akan adanya potensi wisata, salah satu potensi yang ada hanya Telaga Bringin yang bertempat di RT02/RW01. Namun sampai saat ini potensi tersebut masih belum dioptimalkan dengan Kurang sadarya masyarakat dan pemerintahan desa akan pentingnya destinasi wisata ditiap desa membuat potensi tersebut tidak bisa dimanfaatkan secara optimal. Padahal sektor pariwisata sangat penting diera globalisasi saat ini. , karena itu perlu dilakukannya peningkatan kesadaran wisata agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi yang ada dan mampu mengelola potensi tersebut dengan efektif dan efisien, peningkatan kesadaran wisata bisa dilakukan dengan cara mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan dengan membentuk keompok sadar wisata. Dengan dilakukannya cara tersebut akan sangat membantu masyarakat memamahi pentingnya destinasi wisata desa sehingga meraka bisa mengembangkan potensi yang ada. Faktor lain yang mempengaruhi kurangnya sadar masyaakat akan pentingnya wisata desa adalah mayoritas masyarakatnya adalah pelaku UMKM. Menurut Erwin Rijanto, 2015 di Indonesia. UndangUndang yang mengatur tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Dalam undang-undang tersebut UMKM dijelaskan sebagai: AuSebuah perusahaan yang digolongkan sebagai UMKM adalah perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu. Ay Di Kelurahan Bringin terdapat beberapa UMKM yang sudah mengekspor produknya sampa keluar negeri seperti Belanda dan Singapure, namun ada juga pelaku UMKM yang masih merintis usaha dari awal. Karena masyakatnya didominasi pelaku UMKM membuat masyarat tidak terlalu memikirkan untuk membuat destinasi wisata desa, padahal destinasi wisata sangat penting. Sebenarnya umkm bisa menyumbang peningkatan pendapatan masyarakat, namun apabila pengelolaan potensi wisata Telaga Bringin dapat dikelola dan dikembangkan dengan baik diharapkan akan berdampakpada pendapatan masyarakat sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat Kelurahan Bringin bisa terjamin kemamurannya. METODE Lokasi pengabdian dilakukan di Kelurahan Bringin. Kecamatan Sambikerep. Kota Surabaya. Waktu penelitian pada bulan Maret Ae Juni 2022. Pengambian ini merupakan pengabdian partisipatif yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Karena pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif maka dalam pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam . n depth intervie. , oberservasi dan FGD. Observasi dilakukan untuk mengenali aktivitas dari masyarakat lokal dan pemerintahan desa dalam mengelolaan potensi wisata, sarana prasarana serta menganalisis lingkungan tekitar Telaga Bringin. Wawancara dilakukan dengan mengambil sampel Bapak Iwan Ratmono,S. E selaku Lurah Bringin, staff kelurahan, kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Adhi Abyakta dan perangkat desa RT02/RW1 diKelurahan Bringin. Dari data yang telah dikumpulkan dikelola dengan menggunakan analisis deskriptif mengenai potensi di Kelurahan Bringin, dukungan pemerintahan desa dalam mengembangkan potensi yang ada. FGD dilakukan untuk lebih mendalami akan potensi yang ada dan mengetahui berbagai Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 permasalahan yang ada pada Telaga Bringin. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelurahan Bringin yang terletak di Kecamatan Sambikerep. Kota Surabaya. Provinsi Jawa Timur berjarak sekitar 15 KM dari pusat Kota Surabaya. Secara yuridis. Kelurahan Bringin dibagi menjadi 3 RW, yaitu RW 01 Bringin. RW 02 Sawo dan RW 03 Alasmalang. Secara geografis. Kelurahan Bringin berbatasan dengan beberapa kelurahan di Kota Surabaya diantaranya sebagai berikut :Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Klakahrejo, sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Made, sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Sememi, sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Kandangan. Gambar 1. Peta Kelurahan Bingin Di Kelurahan Bingin masih belum adanya destinasi wisata karena kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya wisata desa. Berikut merupakan beberapa strategi yang digunakan untuk mewujudkan destinasi wisata desa: C Peningkatan Kesadaran Wisata Melalui Sosialisasi Dalam meningkatkan kesadaran wisata masyarakat di Keluahan Bingin yang dilakukan sosialisasi kesadaan wisata yang dilakukan dalam dua sesi pada tanggal 31 Maret 2022 dan tanggal 03 April 2022 . Kegiatan sosialisasi ini memiliki tujuan sebagai langkah awal untuk membentuk sebuah destinasi wisata. Di Kelurahan Bringin masih minimnya kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan atau memanfaatkan potensi yang ada yaitu Telaga Bringin. Padahal apabila potensi yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan optimal akan berdampak besar bagi masyakatnya. Gambar 2. Sosialisasi pada 31 Maret 2022 Sosialisasi sesi pertama pada tanggal 31 Maret 2022 dilakukan bertempat di Kantor Lama Kelurahan Bingin dengan sasaran Karang Taruna dan Remaja Masjid Kelurahan Bringin. Dalam acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wisata terutama bagi Karang Taruna dan Remaja Masjid, agar mereka memberikan kontribusi dalam terwujudnya SAPTA PESONA melalui pengembangan destinasi wisata desa. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 Gambar 3. Sosialisasi pada 03 April 2022 Sosialisasi sesi kedua pada tanggal 03 April 2022 dilakukan bertempat di Poskamling RT 02 Kelurahan Bingin dengan sasaran ibu ibu PKK RT 02/RW 01 Kelurahan Bringin. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran wisata dikalangan ibu-ibu PKK dan ikut berkontibusi dalam pengembangan destinasi wisata desa. Langkah- langkah sosialisasi: . membuat undangan sosisalisasi dan undangan tersebut dishare oleh humas kepada sasaran. membentuk roundown dan susuan panitia agar mengetahui tugas masing-masing. membuat materi sosialisasi. survei tempat yang akan digunakan dan meminta izin kepada perangkat desa. mempersipkan tempat acara, seperti kursi, sound dan sebagainya. kegiatan sosialisasi. setelah acara selesai tak lupa untuk membersihkan tempat acara. C Partisipasi Masyarakat Melalui Pembentukan Kelompok Sadar Wisata Pada tanggal 09 April 2022 bertempat di Balai RW Kelurahan Bingin membentuk Kelompok Sadar Wisata. Menurut Putri dkk . dalamIka Nurwahyuni, . Kelompok sadar wisata atau lebih dikenal pokdarwisadalah kelompok swadaya dan swakarsa yang berkembang didalam masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat sebagai actor penting dalam mengembangkan dan mengelola wisata di Bringin, peran masyarakat merupakan penentu keberhasilan atau kesuksesan jangka panjang dalam pengembangan suatu wisata. Dalam kegiatan ini berhasil membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. yang diberi nama Adhi Abyakta yang beranggotakan 20 orang dari perwakilan karang taruna, remaja masjid dan ibu ibu PKK Keluahan Bringin. Gambar 4. Diskusi Pemilihan Anggota Pokdarwis Pemilihan anggota POKDARWIS ini dilakukan secara musyawarah, tujuan dari pemilihan yang dilakukan secara bersama ini sebagai bentuk penerapan sila keempat Aukerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan perwakilanAy yang dimana pemilihan ini dilakukan secara adil dan bersih tanpa adanya campur tangan pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 Gambar 5. Sesi Foto Bersama Setelah acara berjalan dengan lancar dan berhasil membentuk POKDAWIS ADHI ADHIYABATA yang memiliki arti unggul dan berkembang dilakukan sesi foto bersama. Foto bersama ini bertujuan sebagai bentuk dokumentasi atau bukti bahwa pada tanggal 09 April 2022 telah dibentuk kelompok sadar wisata di Kelurahan Bringin Kecamatan Sambikerep. C Pembuatan Tanaman Hidroponik dan Veltikultur Dalam pelaksanaan pembuatan tanaman hidroponik dan veltukultur dilakukan pada tanggal di Telaga Bingin. Salah satu hal yang menjadi pembeda hidroponik dan veltikultur dengan pertanian konvensional adalah dimana unsure hara tanah tanah tidak bisa diketahui, sehingga cocok ditanam ditanah yang tandus, petanian hidroponik dan veltikultur bisa diterapkan pada lahan sempit karena cara menanam memanfaatkan wadah vertikal (M. Pharmawati, dk. Kegiatan ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada disekita kawasan telaga dan memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kegiatan menanam tidak harus menggunakan lahan yang luas tetapi lahan sempit pun bisa dimanfaatkan untuk menanam. Pengertian hidroponik sendiri adalah suatu budidaya menanam dengan mamakai atau memanfaatkan air tanpa memakai tanah dan menekankan penumbuhan kebutuhan nutrisi untuk tanaman. Sedangkan Vertikultur adalah budidaya tanaman atau cara berkebun dengan media tanam bertingkat yang disusun secara vertikal (Pharmawati et al. , 2. Gambar 6. Penyiapan Bibit Tanaman Penyemaian ini bertujuan untuk menyiapkan tanaman baru sebelum dipindah ketempat lainnya, dalam penyemaiaan ini menggunakan bibit sayuran seperti bayam, kangkung, sawi dan tomat. Alat dan bahan untuk hidroponik dan veltikultur : C Alat yang digunakan dalam proses penyemaian : Wadah atau baskom, tali, botol bekas oli, pisau atau cutter,semprotan, botol berwarna dan kain flanel. C Bahan yang digunakan dalam proses penyemaian . Benih tanaman, platik agar agar, rockwool, air, mulsa plastik hitam,Styrofoam,larutan nutrisi pupuk ABmix serta tanah untuk veltikultur Langkah-langkah penyemaian: C Pertama,siapkan rockwool yang akan digunakan. Rockwool memiliki fungsi sebagai penganti tanah, yaitu menyerap air, nutrisi dan juga oksigen. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 Kedua, potong rockwool mnjadi kotak kecil dengan ukuan 2,5cm x 2,5cm menggunakan cutter Ketiga,buat lubang dirockwool untuk meletakkan bibit sayuran. Dalam lubang bisa diletakkan 1-3 bibit atau bisa lebih tergantung bibit sayurnya. Keempat, beri air pada rockwool agar bibit bisa tumbuh dan tutup dengan plastik mulsa agar tetap lembab, semprot rockwool setiap hari agar tidak kering Kelima, setelah 7hari bibit sudah berkecambah dan plastik mulsa bisa dibuka agar bibit bisa menyerap cahaya matahari. Siram 2 kali sehari agar bibit tidak busuk Keenam, pindah bibit tanaman ketempat yang akan digunakan. Gambar 7. Media Hidroponik Pemindahan bibit inibertujuan agar tanaman bisa memiliki ruang yang lebih luas dan juga nutrisi yang Pemindahahan bibit dilakukan saat tanaman telah memiliki 4 daun atau lebih. Langkah- langkah pemindahan bibit untuk hidroponik : C Pertama, siapkan wadah yang berisi air dan campurkan dengan pupuk ABMix, aduk hingga merata. C Kedua, potong kain flannel panjang kurang 5-10cm C Ketiga, lubangi wadah agar- agar untuk memasukkan kain flannel. Kain flannel digunakan untuk menyerap air dan nutrisi nantinya C Keempat, lubangi styrofoam berbentu lingkaran sebagai wadah untuk meletakan wadah agar-agar yang diberi kain flannel agar siap digunakan C Kelima, satukan styrofoam yang sudah jadi tadi dengan wadah yang berisi nutrisi, letakkan diatas C Keenam, terakhir masukkan bibit yang ada sedalam wadah yang sudah siap Gambar 8. Pemanfaatan Veltikultur di Papan Nama Tujuan pemindahan bibit pada veltikultur adalah sebagai tempat untuk tanaman, agarasupan nutrisi tanaman bisa tercukupi. Bibit yang tidak segera dipindah akan rawan rusak,dengan pemanfaatan pemindahan tanaman akan meminimalisir resiko kerusakan pada bibit. Langkah-langkah pemindahan bibit untuk veltikultur: Pertama, siapkan botol bekas oli, potonge sesuai kebutuhan dan beri lubang dibawahnya Kedua, siapkan air dan beri pupuk ABMix Ketiga, gabungkan 3 botol bekas oli secara tersusun vertikal Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 Keempat, beri tanah pada botol bekas oli dan beri lubang ditengahnya Kelima, masukan bibit yang akan digunakan kedalam botol bekas oli dan tutup lagi dengan tanah Keenam, siram tanaman dengan air larutan agar tanaman tidak layu setelah pindah tanam. C Pembuatan Spot Foto dan Papan Nama Pembuatan spot foto dan papan nama dilakukan pada tanggal 06 Juni 2022 Ae 24 Juni 2022 bertempat di Poskampling RT 02 Kelurahan Bringin , seperti yang diketahui zaman sekarang mulai anakanak sampai dewasa bahkan lansia ikut dalam tren selfie. Biasanya banyak warga masyarakat yang berwisata dengan tujuan hunting foto. Maka dari itu, pemanfaatan lahan kosong disekitar Telaga Bingin dapat dibuat lokasi spot foto yang menarik. Papan nama adalah sebuah sistem penandaan yang sesuai dengan kebudayaan warga masyarakatnya, selain sebagai petunjuk, penamaan, penyampaian informasi singkat, bertujuan memudahkan para wisatawan dalam memberikan petunjuk bahwa di Kelurahan Bringin memiliki sebuah lokasi wisata yaitu Telaga Bringin. Alat dan bahan untuk spot foto dan papan nama: C Alat yang digunakan dalam proses pembuatan spot foto dan papan nama : Parang, gergaji, palu, tang, amplas dan kuas cat C Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan spot foto dan papan nama . Bambu, cat, paku, kayu, tanah, bibit tanaman Gambar 9. Spot Foto Gambar 10. Spot Foto Tujuan dibuatnya spot foto ini untuk mempercantik area Telaga Bringin dan meningkatkan daya tarik kepada pengunjung lokal maupun masyarakat luas. Spot foto memiliki peranan yang penting bagi sebuah wisata, karena mayoritas masyarakat sangat suka berfoto untuk mendokumentasi kgiatannya atau bahkan diposting disosial media mereka. Langkah- langkah pembuatan spot foto pertama : C Pertama, siapkan bambu yang akan digunakan dan potong sesuai ukuan C Kedua, siapkan botol dan cat sesuai keinginan C Ketiga, susun bambu yang telah dipotong membentuk love dan rumah, rapatkan menggunakan bendrat agar bentuk tidak berantakan C Keempat, tanam spot foto yang sudah jadi kedalam tanah agar kokoh berdii, serta beri penyanggah dibelakang spot foto. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 C Kelima, siapkan botol yang sudah dicat, diberi lubang. Kemudian ditambahkan tanah dan juga bibit C Keenam, pasang botol tersebut kedalam spot foto menggunakan bendrat agar tidak jatuh C Ketujuh, siram air bibit tanaman yang ada pada spot foto agar tidak mati dan dapat tumbuh subur. Gambar 11. Pembuatan Papan Nama Tujuan dibuatnya papan nama adakah untuk mempermudah masyarakat lokal maupun masyarakat luas dalam menemukan lokasi Telaga Bringin. Dengan adanya papan nama juga bisa sebagai penambah keindahan serta miningkatkan daya tarik masyarakat tehadap objek wisata. Langkah-langkah pembuatan papan nama: C Pertama, siapkan kayu yang akan digunakan dan potong sesuai ukuran 5cm x 40 menjadi tiga bagian C Kedua, amplas potongan kayu agar halus dan tidak melukai tangan C Ketiga, cat kayu agar lebih menarik C Keempat, buat sketsa nama pada papan pertama Audesa wisata,papan kedua AuTelagaAy dan papan ketiga AuBringinAy C Kelima, cat sketsa nama menggunakan car warna putih dan hijau dan tunggu sampai cat kering. C Keenam, siapkan kayu panjang 2,5 meter dua batang untuk sisi kanan dan kiri C Ketujuh, susun tiga papan nama secara berurutan pada pada bambu yang disipkan tadi, kemudian baku papan nama agar tidak jatuh C Kedelapan, tarakhi setelah papan nama siap gali dua lubang dengan kedalaman kurang lebih setengah Masukkan papan nama dan tutup dengan tanah kembali pada lubang agar papan nama berdiri C Promosi Dalam dunia pemasaran diera digital saat ini, promosi adalah suatu kegiatan yang dilakukan agar bisa meningkatkan perkembangan sesuatu, baik itu merk, produk, ataupun perusahaan itu sendiri. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa tujuan utama dilakukannya promosi Telaga Bingin adalah untuk memperkenalkan Telaga Bringin kemasyarakat secara umum serta sarana untuk meningkatkan daya tarik kepada pengunjung untuk bisa berkunjung ke Telaga Bingin. Dalam pomosi Telaga Bingin dilakukan pada tanggal 29 Juni 2022 Ae 30 Juni 2022 dengan memanfaatkan social media instagram agar jangkauan promosi lebih luas sehinga semakin banyak orang yang akan mengetahui Telaga Bingin Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 Agustus 2022 Gambar 12. Media Promosi Telaga Bringin Tujuan dari promosi ini adalah untuk menarik pengunjung baru, membentuk destinasi wisata yang menarik, memberikan informasi destinasi wisata yang ada kepada masyarakat luas dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Telega Bringin, yang berlokasi di Kelurahan Bringin Kecamatan Sambikerep. SIMPULAN Pengembangan potensi desa wisata merupakan hal penting dalam menunjang peningkatan Dalam meningkatkan ekonomi tidak bisa dilakukan salah satu pihak saja, tetapi membutukan kerjasama semua pihak dalam pelaksanaannya baik dari masyarakat ataupun dari pemerintahan desa. Sudah saatnyauntuk mengembangkan potensi desa agar bisa menjadi destinasi wisata favorit, temasuk di Kelurahan Bringin. Kecamatan Sambikerep. Kota Surabaya. Kelurahan Bringin memiliki potensi Telaga Bringin yang bisa dikembangkan lebih baik lagi. Untuk mengembangkan potensi yang ada tentunya perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat . ommunity emprowermen. karena partisipasi mereka pentingdalam pengembangan potensi desa. Merubah pola pikir masyarakat perlu dilakukan agar masyarakat bisa lebih kreatif, inovatif dan ulet dalam memanfaatkan peluang untuk mengembangkan potensi yang ada. Dalam pengabdian yang telah dilakukan ada beberapa strategi yang telah dilakukan untuk mengembangkan potensi desa wisata berbasis masyarakat DAFTAR RUJUKAN Adhistian. Ruspendi. Aprina. Candra. , & Wahyu. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Terhadap Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga. Abdi Laksana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. Brint Sondang Simbolon. Cikita Mitakda. Nathania Hartanto. Elisa. Saputra. Stella Lukita. Iskario Ginting. Pertiwi Sapta. Pebrilyan Turnip. Frisky Kahimpong. Adi Pramono Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl Babarsari No. Depok. , & Sleman. Strategi Pengembangan Potensi Desa Dadapayu Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Atma Inovasia (JAI), 1. Erwin Rijanto. Profil Bisnis Usaha Mikro. Kecil Dan Menengah (Umk. Kerjasama Lppi Dengan Bank Indonesia Tahun 2015. Ika Nurwahyuni. Pengetahuan Dan Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. Dan Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Wisata Waduk Sempor Kabupaten Kebumen. Pharmawati. Ciawi. Wrasiati. , & Wijaya. Pelatihan Budidaya Sayuran Secara Hidro-Vertikultur Di Desa Datah Karangasem Sebagai Kegiatan Mitigasi Bencana. Buletin Udayana Mengabdi, 18. Suranny. Pengembangan Potensi Desa Wisata Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Perdesaan Di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian Dan Pengembangan, 5. , 49Ae62. https://doi. org/10. 32630/sukowati.