Vol 2 No. 4 November 2025 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 54 - 69 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/84hxzt30 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT PENGGUNAAN SIA BERBASIS BANK DIGITAL PADA MAHASISWA AKUNTANSI GENERASI Z DI SURABAYA DENGAN PENGARUH SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Annisa Ayu Ramadhiani a*. Rika Puspita Sari b a Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi, ramadhiannisaa @gmail. Universitas Dr Soetomo. Surabaya. Jawa Timur b Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi, rika. puspita@unitomo. Universitas Dr Soetomo. Surabaya. Jawa Timur Korespondensi ABSTRACT This study aims to analyze the influence of perceived ease of use, perceived usefulness, trust, and security on the intention to use digital banking-based accounting information systems, with social influence as a mediating variable. Data were obtained through purposive sampling of 120 Generation Z accounting students in Surabaya. The findings indicate that ease of use and security significantly affect usage intention, while usefulness and trust do not. Moreover, only ease of use and usefulness affect social influence, but social influence does not mediate the relationships between ease of use, usefulness, trust, and security with usage intention. These results emphasize the dominance of technical factors over social factors in driving digital banking adoption and provide implications for academics and the banking industry in formulating financial technology adoption strategies. Keywords: Technology Acceptance Model. Digital Banking. Accounting Information Systems. Social Influence. Intention to Use. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, manfaat, kepercayaan, dan keamanan terhadap minat penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital dengan pengaruh sosial sebagai variabel mediasi. Data diperoleh melalui purposive sampling terhadap 120 mahasiswa akuntansi generasi Z di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan keamanan berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan, sementara manfaat dan kepercayaan Selain itu, hanya kemudahan penggunaan dan manfaat yang berpengaruh pada pengaruh sosial, namun pengaruh sosial tidak memediasi persepsi kemudahan penggunaan, manfaat, kepercayaan, dan keamanan dengan minat penggunaan. Temuan ini menegaskan dominasi faktor teknis dibandingkan faktor sosial dalam mendorong adopsi bank digital, serta memberikan implikasi bagi akademisi dan industri perbankan dalam merancang strategi adopsi teknologi keuangan. Kata Kunci: Technology Acceptance Model. Bank Digital. Sistem Informasi Akuntansi. Pengaruh Sosial. Minat Penggunaan. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi pada era Revolusi Industri 4. 0 telah mengubah pola kehidupan masyarakat dari sistem konvensional menuju digital, termasuk dalam sektor perbankan (Cuellar et al. Sari et al. , 2. Kehadiran perbankan digital dengan layanan yang efisien, praktis, serta biaya rendah mendorong pergeseran perilaku masyarakat yang kini lebih jarang menggunakan layanan perbankan Naskah Masuk 27 Agustus, 2025. Revisi 28 Agustus, 2025. Diterima 3 September, 2025. Tersedia 8 September, 2025 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 fisik (P & Fitri, 2. Hal ini juga sejalan dengan regulasi OJK No. 12/POJK. 03/2021 yang menyatakan bahwa bank digital beroperasi terutama melalui saluran elektronik dengan jumlah cabang yang terbatas (Kemenkeu, 2. Dalam praktiknya, bank digital sangat bergantung pada sistem informasi akuntansi berbasis teknologi yang berfungsi untuk mencatat, mengelola, dan menganalisis transaksi keuangan secara otomatis dengan akurasi tinggi (Fanshurna et al. , 2025. Klaudia & Muniroh, 2. Untuk menjaga keamanan data nasabah, teknologi seperti enkripsi data dan multi-factor authentication juga diterapkan (Firdaus et al. , 2. Generasi Z, yang tumbuh sebagai digital native, menunjukkan preferensi yang kuat terhadap layanan perbankan digital. Survei BAI . mengungkapkan bahwa 37% generasi ini lebih memilih menggunakan aplikasi seluler dibandingkan hanya 18% yang masih mengandalkan layanan cabang fisik. Meski demikian, tingkat adopsi teknologi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor rasional, tetapi juga sosial, seperti persepsi kemudahan, manfaat, kepercayaan, dan keamanan (Budiastuti & Muid, 2020. Pamungkas & Sudiarno, 2. Fenomena ini tercermin dalam peningkatan transaksi digital di Indonesia. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking mencapai Rp58. 478,24 triliun, tumbuh 13,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, transaksi menggunakan QRIS melonjak 130,01% menjadi Rp229,96 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi layanan perbankan digital (Databoks, 2. Sejumlah penelitian sebelumnya turut menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi. Budiastuti dan Muid . menemukan bahwa perceived ease of use, trust, dan attitude towards using berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce, sedangkan perceived usefulness dan risiko tidak berpengaruh. Sementara itu, penelitian Pamungkas dan Sudiarno . yang menggunakan model UTAUT pada aplikasi BRImo menunjukkan bahwa performance expectancy, effort expectancy, dan social influence berpengaruh positif terhadap behavioral intention, yang kemudian memengaruhi use behavior. Meskipun kedua penelitian tersebut memberikan wawasan penting, masih terdapat keterbatasan dalam kajian mengenai peran pengaruh sosial sebagai variabel mediasi dalam konteks adopsi sistem informasi akuntansi berbasis bank digital, khususnya di kalangan mahasiswa akuntansi Generasi Z. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji bagaimana persepsi kemudahan, manfaat, kepercayaan, dan keamanan memengaruhi minat penggunaan melalui pengaruh sosial sebagai Surabaya dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan kota metropolitan dengan jumlah mahasiswa akuntansi generasi Z yang besar serta tingkat penetrasi teknologi yang tinggi (Hamamah, 2023. Telkom University, 2. Untuk itu, penelitian ini mengintegrasikan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) guna menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi minat penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital, dengan menekankan peran pengaruh sosial sebagai variabel mediasi. TINJAUAN PUSTAKA Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) pertama kali diperkenalkan oleh Davis . sebagai kerangka untuk menjelaskan bagaimana individu menerima dan menggunakan teknologi. Model ini menekankan bahwa penerimaan teknologi dipengaruhi oleh sikap individu yang tercermin dari tingkat penggunaan Dua konstruk utama dalam TAM adalah persepsi kemudahan penggunaan, yaitu keyakinan bahwa sistem dapat mengurangi usaha pengguna, serta persepsi manfaat, yaitu keyakinan bahwa sistem dapat meningkatkan kinerja (Hantono et al. , 2023. Pratama, 2. Revolusi Industri 4. Revolusi Industri 4. 0 merupakan fase perkembangan industri global yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, fisik, dan biologis dalam berbagai aspek kehidupan. Konsep ini diperkenalkan oleh Klaus Schwab pada tahun 2016, dengan menekankan pada teknologi cerdas seperti Internet of Things (IoT). Artificial Intelligence (AI). Big Data. Cloud Computing, dan robotika. Dalam bidang bisnis dan keuangan. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penggunaan Sia Berbasis Bank Digital Pada Mahasiswa Akuntansi Generasi Z di Surabaya Dengan Pengaruh Sosial Sebagai Variabel Mediasi (Annisa Ayu Ramadhian. Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 revolusi ini mendorong perubahan signifikan, termasuk penerapan sistem informasi akuntansi digital, otomatisasi laporan keuangan, serta penggunaan aplikasi keuangan berbasis cloud seperti e-wallet dan mobile banking (Natanael, et al. , 2025:. Bank Digital Bank digital atau neobank adalah layanan perbankan elektronik yang memungkinkan nasabah melakukan seluruh transaksi secara online tanpa harus datang ke kantor cabang. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan pengalaman yang lebih personal dengan biaya layanan rendah serta suku bunga yang kompetitif dibandingkan bank konvensional (Anataya et al. , 2023. Harahap et al. Menurut Feyen et al. , . dalam Husnaningtyas . , transformasi bank digital dalam perbankan mencakup integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan analitik big data ke dalam seluruh aspek operasional bank. Digitalisasi layanan perbankan mencakup berbagai aktivitas, mulai dari tabungan, transfer, deposito, hingga pengelolaan rekening dana, yang semuanya dapat dilakukan secara mandiri oleh nasabah melalui aplikasi. Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem yang berfungsi mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan (Romney & Steinbart, 2018 dalam Septiawati et al. , 2. Dalam era digital. SIA berkembang dengan mengadopsi teknologi seperti komputasi awan, otomatisasi, serta integrasi dompet digital. Hal ini menjadikan SIA tidak hanya berperan sebagai alat pencatatan transaksi, tetapi juga sebagai sistem strategis untuk mendukung keputusan bisnis (Sakti & Dwihanus, 2. Keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh faktor kemudahan penggunaan, manfaat, kepercayaan, dan keamanan yang dirasakan pengguna. Kepercayaan Kepercayaan merupakan faktor penting dalam penerimaan sistem informasi baru. Menurut Schiffman et al. dalam Alghifari & Rahayu . dan Jumaili . dalam Agustina . , kepercayaan mencerminkan keyakinan pengguna terhadap integritas, kejujuran, serta kompetensi penyedia sistem sehingga mereka merasa teknologi yang digunakan dapat mendukung kinerja. Dalam konteks layanan digital, kepercayaan terbentuk melalui reputasi, pengalaman pengguna sebelumnya, kualitas informasi, serta komunikasi dari mulut ke mulut. Tingkat kepercayaan ini akan memengaruhi keputusan konsumen dalam menggunakan layanan berbasis teknologi (I Gusti, et al. , 2. Keamanan Keamanan merupakan salah satu faktor krusial dalam layanan digital, terutama yang melibatkan data pribadi dan transaksi keuangan. Menurut Laudon & Laudon . , keamanan sistem mencakup perlindungan data dan transaksi dari akses tidak sah, penyalahgunaan, dan ancaman teknis melalui kebijakan, prosedur, dan teknologi. Seiring meningkatnya kejahatan siber, aspek keamanan menjadi semakin penting untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan keuangan berbasis digital (Lokapala et al. , 2. Oleh karena itu, perusahaan penyedia layanan perlu memastikan sistem yang aman guna melindungi nasabah. Minat Penggunaan Minat penggunaan . ehavioral intention to us. adalah kecenderungan individu untuk menggunakan suatu sistem dalam waktu dekat. Dalam TAM, minat dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi manfaat. Semakin besar keyakinan bahwa sistem mudah digunakan dan bermanfaat, semakin besar pula niat untuk menggunakannya (Utami, 2. Selain itu, teori TPB (Ajzen, 2005 dalam Simanihuruk, 2. menekankan peran sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku, sedangkan model UTAUT menambahkan faktor pengaruh sosial dan kondisi fasilitas. Dengan demikian, minat penggunaan dipengaruhi oleh kombinasi persepsi pribadi dan faktor eksternal. Generasi Z Generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai digital native karena sejak kecil terbiasa dengan internet, smartphone, dan media sosial. Generasi ini sangat melek teknologi, cepat mengadopsi inovasi baru, multitasking, serta cenderung mengutamakan kecepatan dan kepraktisan (Zahira & Nasution, 2025. Permana et al. , 2. Karakteristik ini menjadikan Generasi Z sebagai kelompok potensial dalam penggunaan teknologi keuangan digital, termasuk sistem informasi akuntansi berbasis bank digital (Rahmayanti & Kencana, 2. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 54 - 69 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Pengaruh Sosial Pengaruh sosial dalam model UTAUT didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa orang lain mengharapkannya menggunakan suatu teknologi (Venkatesh et al. , 2003 dalam Herdadi, 2. Faktor ini berperan penting dalam konteks budaya kolektif seperti Indonesia, di mana keputusan individu tidak hanya didasarkan pada persepsi pribadi, tetapi juga pada dukungan atau tekanan sosial dari keluarga, teman, atau lingkungan kerja. Dalam penelitian mengenai penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital, pengaruh sosial diposisikan sebagai variabel mediasi yang dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara persepsi individu terhadap teknologi dengan minat penggunaan sistem. Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber: Oleh peneliti METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Metode penelitian kuantitatif menurut Zulfikar, et al. menekankan pada pengumpulan dan analisis data dalam bentuk angka secara sistematis. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran yang tepat, observasi cermat, serta analisis terstruktur untuk memahami fenomena. Selain menjadi elemen penting dalam ilmu pengetahuan, metode ini berperan dalam kemajuan masyarakat modern dengan memungkinkan identifikasi hubungan kausalitas dan generalisasi pada populasi lebih luas. Pemahaman yang mendalam terhadap metode ini memperkuat landasan teori ilmiah serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Responden dipilih berdasarkan beberapa kriteria, yaitu: . mahasiswa aktif program studi Akuntansi di perguruan tinggi yang berada di wilayah Surabaya, . termasuk dalam kategori generasi Z . erusia 17Ae25 tahu. , dan . pernah menggunakan atau minimal mengetahui sistem informasi akuntansi berbasis bank digital. Responden dipilih karena mereka mewakili kelompok digital native yang kritis terhadap inovasi dan memiliki pengetahuan akuntansi yang relevan. Diperoleh jumlah responden sebanyak 120 mahasiswa akuntansi generasi Z di Surabaya melalui penyebaran kuesioner secara online . alam jaringa. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, dipilih karena mampu menguji hubungan langsung maupun mediasi antar variabel secara simultan dan juga HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Item PKP1 PKP2 PKP3 Pearson Correlation Sig Keterangan Valid Valid Valid Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penggunaan Sia Berbasis Bank Digital Pada Mahasiswa Akuntansi Generasi Z di Surabaya Dengan Pengaruh Sosial Sebagai Variabel Mediasi (Annisa Ayu Ramadhian. Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 PKP4 PKP5 PKP6 PKP7 PKP8 PM1 PM2 Persepsi Manfaat PM3 PM4 PM5 PM6 KP1 KP2 KP3 KP4 Kepercayaan KP5 KP6 KP7 KP8 KM1 KM2 KM3 KM4 Keamanan KM5 KM6 KM7 KM8 MP1 MP2 MP3 Minat Penggunaan MP4 MP5 MP6 PS1 PS2 PS3 Pengaruh Sosial PS4 PS5 PS6 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Persepsi Kemudahan Penggunaan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas terhadap 120 responden, diperoleh bahwa 42 item pernyataan dari enam variabel penelitian dinyatakan valid. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel . ,1. Uji Reabilitas Uji reliabilitas mengukur sejauh mana kuesioner menghasilkan hasil yang konsisten sebagai indikator variabel atau konstruk tertentu. Suatu instrumen dianggap reliabel jika respons responden konsisten dan stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2. Suatu konstruk atau variabel dianggap reliabel jika Cronbach Alpha-nya lebih besar dari 0,70. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Persepsi Kemudahan Penggunaan Persepsi Manfaat Kepercayaan Jumlah Item CronbachAos Alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 54 - 69 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Keamanan Minat Penggunaan Pengaruh Sosial Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang dilakukan untuk 42 item dengan 120 responden, semua item untuk setiap variabel memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan reliabel dan konsisten dalam mengukur setiap variabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk memastikan apakah residual pada model regresi mengikuti distribusi Pada penelitian ini digunakan metode Kolmogorov-Smirnov Exact Test dengan cara membandingkan distribusi data sampel terhadap distribusi normal. Residual dinyatakan berdistribusi normal apabila diperoleh nilai p-value > 0,05. Persamaan 1 Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Persamaan 1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Exact Sig. -taile. Point Probability Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Persamaan 2 Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Persamaan 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Absolute Positive Negative Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penggunaan Sia Berbasis Bank Digital Pada Mahasiswa Akuntansi Generasi Z di Surabaya Dengan Pengaruh Sosial Sebagai Variabel Mediasi (Annisa Ayu Ramadhian. Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Exact Sig. -taile. Point Probability Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Kedua nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual pada kedua model regresi berdistribusi normal. Dengan demikian, kedua model telah memenuhi asumsi normalitas dan layak digunakan untuk analisis lebih lanjut. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan memastikan tidak ada kolerasi yang tinggi antar variabel independen dalam model regresi. Uji ini dilihat dari nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Tidak terjadi multikolinearitas jika nilai Tolerance > 0,10 dan VIF < 10 (Paramita et al. Persamaan 1 Gambar 2. Hasil Uji Multikolinearitas Persamaan 1 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Persamaan 2 Gambar 3. Hasil Uji Multikolinearitas Persamaan 1 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Berdasarkan hasil uji pada kedua model, nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10 untuk seluruh variabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas pada kedua persamaan. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians residual antar pengamatan. Uji ini menggunakan uji Spearman. Jika nilai p-value 0,05 maka H ditolak, tidak ada masalah. Jika nilai p value 0,05 maka H ditolak, ada masalah. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 54 - 69 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Persamaan 1 Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Persamaan 1 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Persamaan 2 Gambar 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Persamaan 2 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh nilai signifikansi > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heterokedastisitas pada kedua model regresi. Analisis Regresi Linier Berganda Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Nilai RA diperoleh dengan mengkuadratkan koefisien korelasi. Nilai RA yang rendah menunjukkan bahwa variabel independen hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi variabel dependen, sedangkan nilai RA yang mendekati 1 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan hampir seluruh variasi variabel dependen. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penggunaan Sia Berbasis Bank Digital Pada Mahasiswa Akuntansi Generasi Z di Surabaya Dengan Pengaruh Sosial Sebagai Variabel Mediasi (Annisa Ayu Ramadhian. Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Persamaan 1 Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Persamaan 1 Model Summaryb Model Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Tingginya nilai RA ini menunjukkan bahwa model pertama cukup relevan dan kuat secara statistik dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi variabel mediasi. Hanya 15,8% variasi pada Z yang dijelaskan oleh faktor lain di luar persamaan ini . esidual/erro. , yang artinyapersamaan telah menangkap sebagian besar determinan penting dari variabel mediasi. Persamaan 2 Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Persamaan 2 Model Summaryb Model Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Pada model kedua, diperoleh nilai RA sebesar 0,771, yang berarti bahwa 77,1% variasi pada variabel dependen (Y) dapat dijelaskan oleh kelima variabel bebas, yaitu X1. X2. X3. X4, dan variabel mediasi Z. Ini menunjukkan bahwa model kedua juga memiliki kemampuan prediksi yang tinggi, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan persamaan 1. Uji Hipotesis Uji F Uji F adalah peengujian semua variabel independen terhadap dependen variabelnya. Seringkali disebut sebagai uji simultan bertujuan untuk menentukan variabel independen secara bersama-sama memengaruhi secara signifikan terhadap dependen. Uji F membantu peneliti untuk mengevaluasi keberhasilan model regresi dan relevansi beberapa variabel independen. Jika nilai signifikasi dari uji F < 0,05 maka tidak ada satu variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel dependen. Persamaan 1 Tabel 5. Hasil Uji F Persamaan 1 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Hasil uji F pada persamaan 1 menunjukkan nilai F hitung sebesar 128,874 dengan nilai signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa keempat variabel independen (X1AeX. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel mediasi (Z). Hal ini menunjukkan bahwa JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 54 - 69 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 model regresi yang digunakan pada persamaan 1 layak secara statistik untuk menjelaskan variasi pada variabel mediasi. Persamaan 2 Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Persamaan 2 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Pada persamaan 2, diperoleh nilai F hitung sebesar 64,791 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi yang jauh di bawah 0,05 menunjukkan bahwa variabel-variabel X1 hingga X4 serta variabel mediasi Z secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Ini menandakan bahwa model regresi pada persamaan 2 juga layak digunakan dalam menjelaskan variabel dependen secara bersama-sama. Uji t Uji t adalah uji yang dilakukan pada masing-masing variabel independen terhadap variabel dependennya. Uji ini sering disebut uji parsial. Uji t digunakan untuk menguji H untuk masing-masing variabel dan bertujuan untuk menunjukkan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Uji ini membantu peneliti dalam mengambil keputusan berdasarkan data sampel, dengan mempertimbangkan variabilitas data dan ukuran sampel. Uji ini menguji hubungan antara variabel persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, kepercayaan, dan keamanan terhadap minat untuk menggunakan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital. Persamaan 1 Gambar 5. Hasil Uji t Persamaan 1 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga berpengaruh signifikan terhadap pengaruh sosial. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh persepsi manfaat dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, sehingga variabel ini berpengaruh signifikan terhadap pengaruh sosial. Sebaliknya, variabel kepercayaan dengan nilai signifikansi 0,075 yang lebih besar dari 0,05 tidak berpengaruh signifikan, demikian pula dengan variabel keamanan yang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,631 dan dinyatakan tidak berpengaruh Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penggunaan Sia Berbasis Bank Digital Pada Mahasiswa Akuntansi Generasi Z di Surabaya Dengan Pengaruh Sosial Sebagai Variabel Mediasi (Annisa Ayu Ramadhian. Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Persamaan 2 Gambar 6. Hasil Uji t Persamaan 1 Sumber: Data primer yang diolah dengan SPSS . Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,006 sehingga berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Sebaliknya, persepsi manfaat dengan nilai signifikansi 0,202 tidak berpengaruh signifikan, demikian pula kepercayaan yang memiliki nilai signifikansi 0,904. Sementara itu, variabel keamanan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Adapun pengaruh sosial sebagai variabel mediasi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,111 sehingga tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Minat Penggunaan. Uji Sobel Uji mediasi merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel mediasi benar-benar berperan dalam menjembatani hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pada penelitian ini, uji sobel dilakukan dengan menggunakan kalkulator sobel. Berdasarkan hasil uji Sobel, diketahui bahwa nilai Z sobel masing-masing lebih kecil dari 1. 96, serta nilai p-value . aik 1-tailed maupun 2-taile. yang berada di atas tingkat signifikansi 0. Dengan demikian, meskipun persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, kepercayaan, dan keamanan berpengaruh signifikan secara simultan tehadap pengaruh sosial dan minat penggunaan, namun pengaruh sosial tidak memediasi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, kepercayaan, dan keamanan terhadap minat penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital terhadap generasi Z di Surabaya. Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Minat Penggunaan Hasil uji t menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Penggunaan (X . berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan (Y) dengan nilai signifikansi 0,006 < 0,05. Artinya, semakin mudah sistem digunakan, semakin tinggi pula minat mahasiswa akuntansi generasi Z di Surabaya untuk menggunakannya. Dengan demikian. H1 diterima. Temuan ini mendukung penelitian Budiastuti dan Muid . yang juga menemukan pengaruh positif kemudahan penggunaan terhadap minat penggunaan sistem digital. Pengaruh Persepsi Manfaat terhadap Minat Pnggunaan Persepsi Manfaat (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan dengan nilai signifikansi 0,202 > 0,05, sehingga H2 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat yang dirasakan dari sistem belum cukup mendorong minat penggunaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Singgih & Yoseva . serta Budiastuti & Muid . yang menyimpulkan bahwa persepsi manfaat tidak selalu memengaruhi minat penggunaan layanan digital. Pengaruh Kepercayaan terhadap Minat Pnggunaan Kepercayaan (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan dengan nilai signifikansi 0,904 > 0,05, sehingga H3 ditolak. Artinya, faktor kepercayaan belum menjadi pertimbangan utama mahasiswa JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 54 - 69 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 generasi Z dalam menggunakan sistem bank digital. Temuan ini sejalan dengan penelitian Rahmawati. Darmayanti, dan Dientri . yang menunjukkan bahwa kepercayaan tidak memengaruhi minat penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce. Pengaruh Keamanan terhadap Minat Pnggunaan Keamanan (X. berpengaruh signifikan terhadap Minat Penggunaan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H4 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi keamanan, semakin besar minat mahasiswa untuk menggunakan sistem bank digital. Hasil ini mendukung penelitian Nabila dan Siregar . yang menekankan pentingnya keamanan dalam membentuk minat penggunaan layanan digital. Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Pengaruh Sosial Persepsi Kemudahan Penggunaan (X. berpengaruh signifikan terhadap Pengaruh Sosial dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H5 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang mudah dipelajari, dipahami, dan digunakan mendorong mahasiswa untuk berbagi pengalaman positif kepada orang lain. Sejalan dengan Diffusion of Innovation Theory pada penelitian Suryafma . dimana jika complexity atau tingkat kesulitan penggunaan teknologi rendah, maka seseorang cenderung merekomendasikan teknologi tersebut. Pengaruh Persepsi Manfaat terhadap Pengaruh Sosial Persepsi Manfaat (X. juga berpengaruh signifikan terhadap Pengaruh Sosial dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H6 diterima. Artinya, semakin besar manfaat yang dirasakan dari sistem bank digital, semakin kuat pula dorongan mahasiswa untuk memengaruhi orang lain agar turut menggunakannya. Hal ini selaras dengan teori TAM dan UTAUT yang menekankan pentingnya persepsi manfaat dalam memengaruhi perilaku adopsi teknologi. Hasil ini selaras dengan yang dinyatakan oleh Haverila . dalam penelitiannya yang menemukan bahwa persepsi manfaat berpengaruh terhadap pengaruh sosial. Pengaruh Kepercayaan terhadap Pengaruh Sosial Kepercayaan (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Pengaruh Sosial dengan nilai signifikansi 0,075 > 0,05, sehingga H7 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan mahasiswa terhadap sistem bersifat personal dan belum cukup kuat untuk mendorong pengaruh sosial. Temuan ini konsisten dengan perspektif Trust Theory pada penelitian Ananda . yang menjelaskan bahwa kepercayaan lebih berdampak langsung pada keputusan individu dibandingkan memengaruhi perilaku sosial. Pengaruh Keamanan terhadap Pengaruh Sosial Keamanan (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Pengaruh Sosial dengan nilai signifikansi 0,631 > 0,05, sehingga H8 ditolak. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun keamanan penting secara pribadi, faktor ini tidak menjadi alasan yang dominan untuk dibagikan kepada orang lain. Hasil ini sejalan dengan penelitian Efriento & Tresnawaty . yang menyatakan bahwa aspek keamanan lebih sering dianggap sebagai faktor dasar. Artinya, keamanan bukan faktor yang cocok sebagai pendorong sosial dalam penyebaran inovasi. Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Minat Pnggunaan melalui Pengaruh Sosial Pengaruh Sosial tidak memediasi hubungan Persepsi Kemudahan Penggunaan terhadap Minat Penggunaan dengan nilai p 0,121 > 0,05, sehingga H9 ditolak. Artinya, meskipun responden merasa aplikasi mudah digunakan, dorongan atau pengaruh dari lingkungan sosial tidak berperan signifikan dalam memperkuat niat mereka untuk menggunakan aplikasi. Temuan ini konsisten dengan penelitian Effendy et al. , . yang menemukan bahwa pengaruh sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan secara Pengaruh Persepsi Manfaat terhadap Minat Pnggunaan melalui Pengaruh Sosial Pengaruh Sosial juga tidak memediasi hubungan Persepsi Manfaat terhadap Minat Penggunaan dengan nilai p 0,110 > 0,05, sehingga H10 ditolak. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan pengguna berdampak langsung pada minat tanpa melalui mekanisme sosial. Berbeda dengan penelitian Fauziah et al. , . yang menemukan bahwa pengaruh sosial secara langsung berpengaruh terhadap minat penggunaan. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Penggunaan Sia Berbasis Bank Digital Pada Mahasiswa Akuntansi Generasi Z di Surabaya Dengan Pengaruh Sosial Sebagai Variabel Mediasi (Annisa Ayu Ramadhian. Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 temuan ini sejalan dengan penelitian Effendy et al. , . yang menyatakan bahwa pengaruh sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Pengaruh Kepercayaan terhadap Minat Pnggunaan melalui Pengaruh Sosial Pengaruh Sosial tidak memediasi hubungan Kepercayaan terhadap Minat Penggunaan dengan nilai p 0,224 > 0,05, sehingga H11 ditolak. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan mahasiswa terhadap sistem bank digital berpengaruh secara individual, namun tidak memperkuat minat melalui perantara sosial. Hal ini mendukung pandangan Trust Transfer Theory yang menyebutkan bahwa kepercayaan lebih berorientasi pada hubungan langsung antara pengguna dan sistem. Tidak sejalan dengan penelitian Evelyna et al. yang menyatakan pengaruh sosial berpengaruh secara langsung tetapi tidak signifikan terhadap minat penggunaan, penelitian ini sejalan dengan penelitian Effendy et al. , . , yang menemukan bahwa pengaruh sosial tidak berdampak signifikan terhadap minat penggunaan. Pengaruh Keamanan terhadap Minat Pnggunaan melalui Pengaruh Sosial Pengaruh Sosial tidak memediasi hubungan Keamanan terhadap Minat Penggunaan dengan nilai p 0,646 > 0,05, sehingga H12 ditolak. Artinya, meskipun keamanan terbukti memengaruhi minat secara langsung, aspek ini tidak diperkuat oleh dorongan sosial. Hal ini selaras dengan Social Influence Theory yang menyatakan bahwa faktor sosial lebih dominan pada aspek kemudahan dan manfaat dibanding pada Hasil ini mendukung penelitian Effendy et al. , . , yang menemukan bahwa pengaruh sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan. Implikasi Praktis Bagi Industri Perbankan Digital Bank digital perlu merancang aplikasi dengan tampilan sederhana, navigasi intuitif, dan proses transaksi yang cepat agar meningkatkan minat generasi Z yang cenderung mengutamakan kepraktisan. Karena keamanan terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat, bank digital harus meningkatkan sistem enkripsi, autentikasi ganda, serta edukasi keamanan bagi pengguna agar tercipta rasa aman dan Walaupun persepsi manfaat tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini, bank digital dapat mengedukasi pengguna mengenai fitur-fitur yang benar-benar membantu efisiensi keuangan seharihari . isalnya budgeting tools, laporan keuangan otomati. Generasi Z mudah membagikan pengalaman di media sosial. Bank digital bisa memanfaatkan hal ini dengan memberikan reward atau program referral berbasis sharing pengalaman, agar tercipta efek word-of-mouth digital. Bagi Lembaga Pendidikan dan Akademisi Perguruan tinggi dapat menambahkan materi tentang sistem informasi akuntansi digital, digital banking, dan keamanan siber untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi transformasi industri 4. Akademisi perlu mengajarkan mahasiswa cara mengelola risiko dan menjaga keamanan data dalam penggunaan layanan digital banking. Peneliti dapat mengkaji faktor lain di luar TAM dan UTAUT, misalnya literasi digital, faktor emosional . rust, perceived ris. , atau pengalaman pengguna, untuk melengkapi kajian akademis tentang adopsi bank digital. Lembaga pendidikan bisa bekerja sama dengan bank digital dalam bentuk seminar, kuliah tamu, atau magang agar mahasiswa memperoleh pengalaman praktis langsung terkait penerapan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan dan keamanan terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis bank digital pada mahasiswa akuntansi generasi Z di Surabaya, sedangkan persepsi manfaat dan kepercayaan tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Di sisi lain, persepsi kemudahan penggunaan dan manfaat berpengaruh signifikan terhadap pengaruh sosial, sementara kepercayaan dan keamanan tidak berpengaruh. Hasil uji Sobel juga menunjukkan bahwa pengaruh sosial tidak memediasi hubungan antara persepsi individu dengan minat penggunaan. Secara simultan, seluruh variabel independen terbukti berkontribusi signifikan baik terhadap pengaruh sosial maupun minat penggunaan. Hal ini menegaskan bahwa faktor kemudahan penggunaan dan keamanan menjadi pendorong utama minat mahasiswa dalam memanfaatkan bank digital, sedangkan pengaruh sosial tidak berperan sebagai mediator yang efektif. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 54 - 69 Annisa Ayu Ramadhiani dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 54 Ae 69 Untuk penelitian selanjutnya, disarankan adanya perluasan objek penelitian ke jurusan, institusi, atau wilayah lain agar hasil lebih representatif. Selain itu, pendekatan mixed methods seperti wawancara atau FGD dapat digunakan untuk menggali alasan mengapa persepsi manfaat dan kepercayaan tidak berpengaruh signifikan. Penelitian mendatang juga dapat mempertimbangkan variabel mediasi atau moderasi lain, seperti pengalaman penggunaan teknologi, literasi digital, maupun faktor emosional, yang mungkin lebih sesuai dengan karakteristik generasi Z. DAFTAR PUSTAKA