Vol 2 No. 4 Oktober 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 150 Ae 153 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI:https://doi. org/10. 69714/px1n1f02 TATA KELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA SEJAHTERA DAN MANDIRI DI DESA WOKAM Piter Arson Welay a*. Selva Temalagi b a Fakultas Ekonomi Dan Bisnis / Akuntansi. piterwelay@gmail. PSDKU Universitas Pattimura Kepulauan Aru, b Fakultas Ekonomi Dan Bisnis/ Akuntansi. selva_temalagi@yahoo. Universitas Pattimura Ambon * Penulis Korespondensi: Piter Arson Welay ABSTRACT This Community Service (PkM) program aims to enhance the understanding of Wokam Village residents regarding the management of prosperous and independent household finances. The main problems faced by the community include the imbalance between income and expenses, low saving awareness, and weak family financial planning. The implementation methods consisted of field observation, problem identification, education, and interactive discussions. The activity was carried out on December 19, 2024, in Wokam Village, attended by 30 participants, mostly housewives. The results showed an improvement in participantsAo knowledge and awareness of effective household financial management through budgeting, spending control, and saving plans. This program is expected to serve as an initial step toward building financially independent families and improving community welfare in the island region. Keywords: community service, financial management, household, welfare, financial independence Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Wokam mengenai tata kelola keuangan rumah tangga yang sejahtera dan mandiri. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat meliputi ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, kurangnya kesadaran menabung, serta lemahnya perencanaan keuangan keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, identifikasi masalah, penyuluhan, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2024 di Desa Wokam dengan peserta sebanyak 30 orang yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih efektif melalui penyusunan anggaran, pengendalian pengeluaran, dan perencanaan tabungan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan keluarga yang mandiri secara finansial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan. Kata Kunci: pengabdian kepada masyarakat, tata kelola keuangan, rumah tangga, kesejahteraan, kemandirian finansial PENDAHULUAN Keuangan rumah tangga merupakan salah satu aspek penting yang memengaruhi kualitas hidup keluarga. Pengelolaan keuangan yang baik dapat memberikan stabilitas, kesejahteraan, dan keamanan finansial bagi seluruh anggota keluarga. Sebaliknya, tata kelola keuangan yang tidak efektif dapat menyebabkan tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga. Masyarakat Desa Wokam menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan keluarga, seperti ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, kurangnya kesadaran menabung, serta pengaruh gaya hidup konsumtif. Selain itu, minimnya pengetahuan dasar tentang perencanaan keuangan turut memperburuk kondisi ekonomi keluarga. Naskah Masuk 25 Oktober 2025. Revisi 26 Oktober 2025. Diterima 27 Oktober 2025. Terbit 30 Oktober Piter Arson Welay dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 150 Ae 153 Berdasarkan kondisi tersebut. Program Studi Akuntansi PSDKU Universitas Pattimura di Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuTata Kelola Keuangan Rumah Tangga Sejahtera dan Mandiri di Desa Wokam. Ay Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif serta mendorong terbentuknya keluarga yang mandiri dan sejahtera. TINJAUAN PUSTAKA Menurut . , pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap penggunaan sumber daya keuangan keluarga untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan. Pengelolaan keuangan yang efektif harus mencakup aspek penganggaran, tabungan, investasi, dan pengendalian utang. menambahkan bahwa literasi keuangan keluarga berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, serta mencegah perilaku konsumtif yang dapat merugikan stabilitas ekonomi Keluarga yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung mampu menyusun anggaran secara realistis, menabung secara konsisten, dan melakukan perencanaan keuangan jangka panjang. Selain itu, . dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia menekankan pentingnya edukasi finansial bagi masyarakat di daerah terpencil untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Pendidikan dan pendampingan finansial yang dilakukan secara partisipatif terbukti dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. METODOLOGI PENELITIAN Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta masyarakat Desa Wokam. Tahapan kegiatan meliputi: Persiapan Ae Melakukan observasi lapangan dan identifikasi permasalahan keuangan rumah tangga melalui wawancara dengan masyarakat. Pelaksanaan Ae Memberikan pelatihan dan penyuluhan mengenai tata kelola keuangan keluarga, termasuk pembuatan anggaran, pengendalian pengeluaran, dan perencanaan tabungan. Evaluasi dan Pelaporan Ae Melakukan evaluasi terhadap tingkat pemahaman dan perubahan perilaku peserta serta menyusun laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 19 Desember 2024 di Balai Desa Wokam dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema AuTata Kelola Keuangan Rumah Tangga Sejahtera dan Mandiri di Desa WokamAy dilaksanakan pada 19 Desember 2024 di Balai Desa Wokam. Kecamatan Pulau-Pulau Aru. Kabupaten Kepulauan Aru. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan perwakilan perangkat desa. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara tatap muka . dengan suasana yang interaktif dan partisipatif. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Wokam dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim PkM. Piter Arson Welay. SE. MSA. Materi utama disampaikan oleh narasumber yang menjelaskan tentang pentingnya tata kelola keuangan keluarga, mulai dari pengaturan pendapatan dan pengeluaran, penyusunan anggaran rumah tangga, hingga perencanaan tabungan dan dana darurat. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi langsung, agar mudah dipahami oleh peserta yang memiliki latar belakang pendidikan beragam. Dalam sesi simulasi, peserta diajak untuk menyusun contoh anggaran rumah tangga sederhana dengan membedakan antara kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Peserta juga dilatih untuk memahami pentingnya mencatat pengeluaran harian dan menetapkan tujuan keuangan keluarga, seperti pendidikan anak dan persiapan dana darurat. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi reflektif yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Tata Kelola Keuangan Rumah Tangga Sejahtera dan Mandiri di Desa Wokam (Piter Arson Wela. Piter Arson Welay dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 150 Ae 153 Hasil Pencapaian Kegiatan Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan keluarga yang lebih efektif. Berdasarkan hasil evaluasi sederhana yang dilakukan di akhir kegiatan, sebagian besar peserta mengaku sebelumnya tidak pernah mencatat pengeluaran atau menyusun anggaran rumah tangga, namun setelah mengikuti kegiatan ini, mereka berniat menerapkan pencatatan dan perencanaan keuangan secara rutin. Selain itu, peserta juga memahami konsep pemisahan antara kebutuhan dan keinginan, yang selama ini menjadi penyebab utama ketidakseimbangan pengeluaran rumah tangga. Dengan memahami konsep tersebut, peserta mulai mampu mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu sebelum memenuhi keinginan konsumtif. Dampak lain dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya komunikasi keuangan dalam keluarga. Banyak peserta mengaku sebelumnya keputusan finansial hanya ditentukan oleh salah satu pihak dalam rumah tangga, namun setelah pelatihan ini mereka menyadari perlunya diskusi bersama dalam pengambilan keputusan keuangan. Pembahasan Hasil kegiatan ini sejalan dengan teori . yang menyatakan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan pendapatan dan pengeluaran secara Edukasi dan pendampingan finansial yang diberikan kepada masyarakat terbukti dapat menumbuhkan kesadaran baru dalam mengelola keuangan. Selain itu, temuan lapangan ini juga mendukung hasil penelitian . yang menegaskan bahwa pendidikan keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku manajemen keuangan keluarga. Melalui kegiatan penyuluhan dan simulasi, masyarakat Desa Wokam memperoleh pengalaman langsung dalam menyusun anggaran dan mencatat pengeluaran, yang menjadi dasar penting dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat. Pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan partisipatif juga terbukti efektif. Keterlibatan langsung peserta dalam simulasi dan diskusi membuat mereka merasa dihargai dan terdorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Dengan demikian, kegiatan PkM ini tidak hanya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan sosial-ekonomi di tingkat desa. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema AuTata Kelola Keuangan Rumah Tangga Sejahtera dan Mandiri di Desa WokamAy telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi dan kesadaran keuangan masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan, diskusi, dan simulasi anggaran, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang terencana dan bertanggung jawab. Sebagian besar peserta yang sebelumnya tidak memiliki kebiasaan mencatat pengeluaran atau menyusun anggaran, mulai memahami cara mengatur pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan dana darurat dan tabungan keluarga. Kegiatan ini juga memperkuat komunikasi keuangan antaranggota keluarga, yang menjadi dasar penting dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan keuangan dengan pendekatan partisipatif dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, khususnya di wilayah kepulauan seperti Desa Wokam. Saran Replikasi Program: Kegiatan pelatihan tata kelola keuangan rumah tangga perlu dilakukan secara berkelanjutan di desa-desa lain di Kabupaten Kepulauan Aru agar dampaknya lebih luas. Pendampingan Lanjutan: Diperlukan tindak lanjut berupa program pendampingan keuangan keluarga yang melibatkan pemerintah desa dan perguruan tinggi, agar perubahan perilaku keuangan masyarakat dapat terjaga secara berkesinambungan. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Oktober 2025, pp. 150 - 153 Piter Arson Welay dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 150 Ae 153 Integrasi Literasi Keuangan: Pemerintah desa dapat memasukkan edukasi keuangan dalam program pemberdayaan masyarakat, seperti kegiatan PKK, pelatihan wirausaha, dan penyuluhan ekonomi Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan: Kerja sama dengan lembaga perbankan atau OJK dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap produk keuangan formal, seperti tabungan, asuransi mikro, dan kredit usaha kecil. Dengan implementasi berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri, cerdas finansial, dan berdaya saing di masa depan. DAFTAR PUSTAKA