Vol. 6, No. 1, Juni 2025, pp 166-176 https://doi.org/10.36590/jagri.v6i1.1518 http://salnesia.id/index.php/jagri jagri@salnesia.id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) ARTIKEL PENGABDIAN Workshop dan Pendampingan Akselerasi Literasi Digital pada UMKM Kelurahan Kedinding, Surabaya Digital Literacy Acceleration Workshop and Mentoring for MSMEs in Kedinding Urban Village, Surabaya Rini Novianti1*, Eny Sulistyowati1, Laurencya Aurora1 1 Program Studi Manajemen, STIE IBMT, Surabaya, Indonesia Abstract Digital literacy acceleration workshop and mentoring are a form of community service from STIE IBMT lecturers to MSMEs partners. This program was carried out because digital literacy is a very important competency in the digital economy era. This community service program aimed to increase the skills of MSME partners in designing attractive packaging for their products and performing digital financial bookkeeping for their businesses. The implementation method began with a situation and needs analysis, preparation of materials (Canva and digital cash book tutorials), workshop, mentoring, and program evaluation. The program involved 28 MSME partners in Kedinding, Surabaya. It ran smoothly and successfully, as evidenced by the participants’ enthusiasm during interactive discussions and hands-on practice. Evaluation results showed an increase in participants’ digital literacy regarding packaging design and simple bookkeeping, from a pretest score of 53% to 81% in the posttest. Keywords: digital literacy, mentoring, MSMEs, workshop Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) Address: Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Submitted 02 April 2025 Revised 29 Juni 2025 Accepted 30 Juni 2025 Email: info@salnesia.id, jagri@salnesia.id Phone: +62 85255155883 166 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Abstrak Workshop dan pendampingan akselerasi digital adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat Dosen STIE IBMT terhadap mitra UMKM. Program ini dilaksanakan karena literasi digital merupakan kompetensi yang sangat penting di era ekonomi digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian mitra UMKM dalam mendesain kemasan yang menarik untuk produknya, serta digitalisasi pembukuan keuangan sederhana untuk usahanya. Metode pelaksanaannya dimulai dengan analisis situasi dan kebutuhan, persiapan kegiatan (materi Canva dan Buku Kas digital), pelaksanaan workshop dan pendampingan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan dihadiri 28 peserta UMKM Kedinding, Surabaya. Program pengabdian berjalan lancar dan sukses dilihat dari antusias mitra UMKM saat diskusi interaktif dan praktik langsung. Hasil evaluasi pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan literasi digital mitra tentang desain kemasan dan pembukuan sederhana yang dibuktikan dari nilai pre-test 53% menjadi 81% pada hasil post-test. Kata Kunci: literasi digital, pendampingan, UMKM, workshop *Penulis Korespondensi: Rini Novianti, email: rini.nouve@gmail.com This is an open access article under the CC–BY license Highlight: • • Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan literasi digital UMKM, khususnya dalam penggunaan aplikasi Canva untuk desain promosi dan Buku Kas digital untuk pencatatan keuangan sederhana. Hal ini terbukti dari peningkatan rata-rata skor peserta dari pre-test 53% menjadi 81% pada posttest. Mitra UMKM mulai mengimplementasikan hasil pelatihan dalam bisnis mereka, seperti mendesain kemasan, mengunggah konten promosi ke media sosial, dan mulai menggunakan aplikasi pembukuan digital. Ini menunjukkan adanya perubahan perilaku yang positif dan peningkatan kapasitas digital dalam operasional usaha. PENDAHULUAN UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia karena turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan sehingga mengurangi pengangguran dan lebih jauh dampaknya dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia (Putra et al., 2023). Namun pandemi COVID-19 membuat arus digitalisasi semakin pesat di mana perilaku konsumen banyak berubah dari pembelian produk secara offline beralih kepada pembelian secara online (Sari dan Setiyana, 2020). Tentunya ini adalah tantangan bagi UMKM agar tetap eksis. UMKM harus dapat beradaptasi terhadap digitalisasi seperti pemasaran (melalui platform marketplace dan media sosial), alat pembayaran (mbanking, QRIS, dan model pembayaran digital lainnya), pembukuan keuangan (melalui aplikasi Buku Kas digital), serta media promosi yang menarik untuk meningkatkan penjualan produk. Literasi digital merupakan kompetensi untuk mencari dan menggunakan informasi, mengakses, merekayasa, serta membuat berbagai desain dari perangkat komputasi (Regif et al., 2023). 167 Novianti1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Transformasi digital membuka peluang pasar baru dan meningkatkan jangkauan pasar menjadi lebih luas. Berdasarkan hasil survei penetrasi internet Indonesia yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), terhitung sejak tahun 2018 sebanyak 64,8% dari total populasi penduduk Indonesia, tahun 2020 meningkat sebanyak 73,70%, tahun 2022 sebanyak 77,01%, tahun 2023 sebanyak 78,19%, dan tahun 2024 sebanyak 79,5%. Tren tersebut akan terus meningkat seiring perbaikan infrastruktur jaringan telekomunikasi di berbagai pelosok negeri. Pada Juni 2022, KemenkopUKM mendata sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM atau 30,4% dari total jumlah UMKM yang sudah bergabung pada platform e-commerce. Pemanfaatan ekonomi digital saat ini harus terintegrasi dalam proses bisnis UMKM karena menjadi kunci resiliensi UMKM dalam menghadapi transformasi digital (Kominfo, 2020). Transformasi digital ini membuka peluang pasar baru dan jangkauan pasar lebih luas bagi UMKM (Handayani, 2023). Canva merupakan aplikasi desain grafis online yang mudah digunakan dan dapat diakses dengan desktop ataupun mobile kapanpun dan dimanapun dengan dukungan jaringan internet yang memadai (Santoni et al., 2023). Canva memiliki berbagai tools/feature untuk desain animasi, serta template yang langsung dapat diaplikasikan sehingga sesuai bagi pemula untuk mendesain konten promosi secara cepat, mudah, dan kreatif. Aplikasi ini mempunyai output file berupa video atau gambar yang siap unggah pada berbagai media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, Tiktok, dan Google Ads, serta siap cetak untuk X-banner, spanduk, brosur dan sebagainya dengan kualitas yang profesional (Amrina dan Oktora, 2023). Sedangkan Buku Kas merupakan aplikasi yang memudahkan membuat pembukuan keuangan secara online melalui mobile sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Otomatisasi membuat pembukuan keuangan dengan aplikasi ini dapat meminimalisir kesalahan perhitungan. Pencatatan keuangan usaha seperti Buku Kas sangat penting bagi suatu usaha yakni untuk mengetahui posisi keuangan harian, mendeteksi dan mengontrol kemungkinan kecurangan usaha yang terjadi, mengontrol pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi, sehingga lebih jauh informasi keuangan yang akurat dapat memudahkan UMKM mengakses permodalan dari lembaga perbankan (Wijaya et al., 2021). Assalafi Al Fithrah merupakan pondok pesantren besar yang terletak di Kelurahan Kedinding. Acara besar yang sering diadakan pondok pesantren Al Fithrah seperti Haul Akbar, Maulid Nabi, dan berbagai kegiatan perayaan Hari Besar Islam membuat wilayah Kedinding menjadi ramai dikunjungi oleh jamaah pondok pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia sehingga menarik minat masyarakat sekitar untuk berwirausaha menawarkan produk oleh-oleh khas Surabaya, makanan dan camilan, minuman, baju muslim, perlengkapan sholat, dan sebagainya. Namun permasalahan yang terjadi pada UMKM Kedinding yaitu belum memaksimalkan potensi pemanfaatan berbagai aplikasi digital untuk memudahkan dan memajukan bisnis mereka. Masih banyak UMKM yang hanya mengandalkan pendapatan dari penjualan secara konvensional (offline), sehingga saat tertentu bila tidak ada acara besar di pondok pesantren, omzet mereka pun menurun. Masalah lainnya yaitu pembukuan keuangan yang masih dicatat secara konvensional yang tidak praktis, harus membuka laptop dan dihitung secara manual membuat pelaku UMKM malas membuat pembukuan karena masih berpikir bahwa membuat pembukuan keuangan adalah kegiatan yang rumit. Keberhasilan transformasi digital pada UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, platform digital, lembaga keuangan, komunitas bisnis, serta perguruan tinggi (Khristiana et al., 2024). Oleh karena itu tim pengabdian kepada masyarakat STIE IBMT bermaksud mengadakan workshop dan pendampingan akselerasi 168 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 literasi digital (pemanfaatan aplikasi Canva dan Buku Kas) pada UMKM Kelurahan Kedinding. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk mengakselerasi kemampuan mitra UMKM dalam mendesain kemasan dan logo yang menarik, serta pembukuan keuangan sederhana untuk kepentingan usahanya. Kegiatan pengabdian dalam bentuk workshop dan pendampingan ini diharapkan memberikan dampak nyata pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yakni SDG 1 (tanpa kemiskinan) dan SDG 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), khususnya peningkatan ekonomi lokal wilayah Kedinding. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Kedinding, Kenjeran, Surabaya. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Desember 2024 dengan beberapa tahapan yakni tahap analisis situasi dan kebutuhan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tim pelaksana pengabdian terdiri dari dua dosen dan satu mahasiswa. Tahap pertama melakukan analisis situasi dan kebutuhan. Pada tahap ini tim melakukan survey awal dengan mewawancarai perangkat kelurahan dan beberapa UMKM setempat, serta observasi lingkungan sekitar untuk melakukan analisis situasi dan identifikasi masalah berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Mayoritas usaha yang digeluti oleh mitra UMKM Kedinding sangat beragam seperti sektor perdagangan, kuliner, urban farming, dan kerajinan tangan. Mitra UMKM sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang membantu perekonomian keluarga dengan rata-rata usia 30-50 tahun. Setelah itu tim berdiskusi secara internal untuk merancang program sesuai permasalahan yang ada dan meminta ijin untuk mengadakan kegiatan bersama UMKM untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada. Tahap kedua yakni pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan metode pendekatan, workshop, dan pendampingan. Metode pendekatan dilakukan untuk membangun kedekatan antara tim dan warga, juga terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Metode workshop dilakukan pada 18 Desember 2024, diawali dengan pre-test, pemaparan materi dan unjuk kerja dengan Canva dan membuat pencatatan pembukuan sederhana dengan aplikasi “Buku Kas”, serta diskusi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan materi yang belum dipahami atau mendiskusikan permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan bisnisnya terkait teknologi digital. Workshop dihadiri oleh 28 mitra sebagai peserta. Metode pendampingan dilakukan pada 19 Desember 2024, kegiatan ini sebagai kegiatan lanjutan untuk membersamai mitra UMKM yang hadir pada kegiatan workshop. Pada kegiatan pendampingan tim memberikan masukan dan mengajarkan kembali dengan praktik langsung pada bagian materi workshop yang masih terasa sulit bagi peserta (Dasuki et al., 2022). Tahap ketiga adalah evaluasi kemampuan peserta workshop. Pada saat kegiatan workshop tim memantau respon peserta melalui observasi langsung, sesi tanya jawab, serta post-test pada akhir workshop. Terakhir tim pengabdian membuat laporan hasil pengabdian kepada Masyarakat yang akan dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional bereputasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan teknologi yang semakin pesat sejalan dengan persaingan dunia bisnis yang semakin kompetitif. UMKM harus dapat beradaptasi dengan Internet of Things (IoT) untuk memudahkan operasional usahanya seperti promosi dan pembukuan 169 Novianti1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 (Nurfitriya et al., 2022). Tahap awal kegiatan pengabdian, tim melakukan analisis situasi dan kebutuhan dengan mewawancarai perangkat kelurahan dan beberapa UMKM setempat, serta observasi lingkungan. Hasil analisis situasi menunjukkan bahwa mayoritas mitra hanya sekedar mengetahui Canva, namun belum paham secara detail cara menggunakannya, sedangkan digitalisasi pembukuan sederhana merupakan hal yang baru bagi mereka. Berdasarkan alas an tersebut tim merancang program sesuai permasalahan yang ada dan meminta ijin untuk mengadakan kegiatan pengabdian. Tim melakukan persiapan kegiatan dengan mencetak X-banner, menyewa LCD proyektor dan layar, membuat materi workshop, membuat daftar hadir dan keperluan lainnya. Berikut merupakan susunan acara kegiatan pengabdian pada Tabel 1. Tabel 1. Susunan acara pengabdian kepada masyarakat 18 Desember 2024 Waktu Kegiatan 17.00-18.00 WIB Persiapan tim 18.00-18.15 WIB Pembukaan acara 18.15-19.00 WIB Sambutan dari Ketua Acara dan Ketua Mitra UMKM 19.00-20.00 WIB Pemaparan materi workshop 20.00-20.30 WIB Praktik Canva dan Buku Kas digital 20.30-20.50 WIB Sesi diskusi dan tanya jawab 20.50-21.00 WIB Penutup, foto bersama Tahap 1 adalah pelaksanaan workshop literasi digital. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Desember 2024 pukul 18.00-21.00 secara outdoor di rumah salah satu perwakilan mitra UMKM Kedinding dan dihadiri 28 peserta workshop, namun saat acara berlangsung turun hujan maka dilanjutkan di rumah warga terdekat karena hujan. Sebelum penyampaian materi tim membagikan kuesioner pre-test kepada peserta workshop untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka tentang Canva dan aplikasi Buku Kas. Gambar 1. Pemaparan materi Canva dan Buku Kas digital Materi yang dipaparkan tentang pengenalan Canva dan Buku Kas digital. Canva merupakan aplikasi yang memudahkan UMKM untuk membuat desain untuk konten promosi dan mempercantik packaging produk. Materi Canva yang diberikan pada workshop ini adalah mengakses dan membuat akun, membuat logo untuk branding suatu produk, membuat desain banner, serta desain dan edit konten promosi media sosial (Wijayanti et al., 2022). Sedangkan, Buku Kas digital sebagai aplikasi yang memudahkan UMKM untuk membuat pencatatan pembukuan keuangan sederhana dengan android 170 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 mobile. Manfaat pencatatan pembukuan keuangan bagi UMKM adalah dapat melacak likuiditas atau ketersediaan kas, serta mengawasi dana yang dibutuhkan untuk operasional harian sehingga dapat mengidentifikasi pemasukan dan pengeluaran selama satu periode tertentu yang membuat pelaku UMKM dapat membuat keputusan yang tepat terkait likuiditas usaha. Manajemen keuangan usaha yang akuntabel menjadikan usaha mitra semakin baik dalam pengambilan keputusan keuangan, memudahkan mitra mengakses bantuan modal saat mengajukan pinjaman ke bank (Lovita et al., 2022). Materi Buku Kas yang diberikan yakni cara instalasi dan mengakses, penjelasan berbagai fitur, cara membuat pembukuan sederhana, hingga literasi keuangan digital (Arianto et al., 2024) Workshop literasi digital ini diberikan karena mitra UMKM yang terlibat mayoritas menggunakan smartphone berbasis android. Gambar 2. Hasil praktik peserta membuat logo dengan Canva Setelah pemaparan materi, tim melakukan demonstrasi membuat desain kreatif promosi dan membuat pembukuan sederhana secara digital. Kemudian meminta perwakilan dari peserta untuk menunjukkan hasil praktiknya sesuai dengan materi yang telah dipaparkan oleh tim. Pada sesi praktik langsung terlihat beberapa peserta masih bingung dengan berbagai fitur yang ada, namun peserta tanggap dan langsung bertanya kepada tim pemateri. Hasil praktik peserta membuat desain logo dan Buku Kas sederhana ditunjukkan pada Gambar 2 dan Gambar 3. Gambar 3. Hasil praktik pembukuan sederhana dengan aplikasi Buku Kas 171 Novianti1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Peserta sangat antusias memperhatikan materi secara seksama. Pada sesi diskusi dan tanya jawab mendapatkan respon dan inisiatif dari peserta. Beberapa peserta bertanya dan meminta mendemonstrasikan membuat desain X-banner kekinian serta menu lain di Canva untuk desain kreatif promosi produk usahanya yang ditunjukkan pada Gambar 4. Gambar 4. Diskusi dengan peserta Workshop berjalan lancar dan sukses. Peserta sangat antusias memperhatikan materi secara seksama, sesi diskusi dan tanya jawab mendapatkan respon baik dan inisiatif dari peserta. Sebelum acara workshop berakhir tim pelaksana pengabdian meminta peserta untuk mengisi post-test. Sesi terakhir dari workshop adalah foto bersama tim dan peserta yang ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 5. Foto bersama setelah kegiatan workshop literasi digital Tahap ketiga adalah pendampinga. Sebagai tindak lanjut dari workshop tanggal 18 Desember 2024, maka tanggal 19 Desember 2024 tim melakukan kegiatan pendampingan penggunaan Canva dan Buku Kas digital bagi peserta workshop yang masih mengalami kesulitan atau ingin lebih lancar dalam mengoperasionalkan aplikasi tersebut, walaupun sebenarnya aplikasi ini adalah aplikasi yang user-friendly. Pendampingan tidak hanya dilakukan bagi mitra UMKM yang mengikuti workshop tapi juga dilakukan pada tim/keluarga/perwakilan mitra UMKM peserta workshop untuk yang lebih melek teknologi IT supaya membantu mengajarkan operasionalisasi pasca kegiatan ini dilakukan. Kegiatan pendampingan ini dilakukan pada waktu yang lebih fleksibel (disesuaikan ketersediaan waktu mitra, mulai pukul 06.00-16.00 WIB) berupa kunjungan di tempat beberapa mitra UMKM atau pada lapak mitra UMKM saat menjual produknya. 172 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Gambar 6. Pendampingan literasi digital Pada Gambar 6 menunjukkan kegiatan pendampingan yang sedang berlangsung. Mitra menanyakan lebih lanjut perihal instalasi, cara penggunaan secara lebih detail, serta penggunaan aplikasi desain promosi dan pembukuan yang tidak berbayar. Beberapa mitra juga menanyakan pengaplikasian desain tersebut di media sosial untuk promosi produk seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Berdasarkan keterangan mitra diketahui bahwa pemasangan desain promosi di media sosial seperti WhatsApp dapat membantu meningkatkan penjualannya. Mitra tetap bisa mendapatkan orderan dari pelanggannya yang membacaWhatsApp Story di luar jam buka lapak atau saat tidak ada kegiatan besar pondok Al Fithrah. Selain itu mitra dapat meningkatkan pesanan produk dari pangsa pasar yang lebih luas (Riyanto et al., 2022). Tahap keempat adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan meminta peserta mengisi kuesioner pre-test sebelum pemaparan materi saat workshop dan mengisi posttest setelah pemaparan materi workshop. Pada tahap ini tim juga mengetahui terjadinya peningkatan rasa ingin tahu peserta, yang kemudian mendorong mereka untuk menggali informasi lebih lanjut tentang materi, dan diharapkan timbul kebiasaan untuk menggunakan internet (Ismah et al., 2020). Hasi evaluasi ditunjukkan pada Tabel 2, di mana terjadi peningkatan pemahaman dari sebelum menerima materi workshop packaging design dan pembukuan digital, dari nilai rata-rata pre-test 53% menjadi 81% pada hasil post-test. Sebelum pelaksanaan workshop peningkatan literasi digital, mayoritas mitra UMKM masih minim literasi digital tentang Canva dan Buku Kas digital. Sebagian peserta telah mengetahui Canva sebagai aplikasi desain produk dan promosi sebelum kegiatan pengabdian namun belum memahami sepenuhnya cara menggunakannya. Sedangkan Buku Kas digital merupakan suatu hal yang baru bagi peserta workshop. Tabel 2. Hasil pre-test dan post-test Uraian Jumlah peserta Rentang skor pre-test Rentang skor post-test Rata-rata pre-test Rata-rata post-test Rata-rata peningkatan skor Hasil 28 orang 40% - 70% 60% - 100% 53% 81% 28% Sumber: Data primer, 2024 Setelah workshop dan pendampingan, terjadi peningkatan literasi digital UMKM 173 Novianti1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usahanya. Bagi beberapa peserta dengan usia di atas 50 tahun merasa kesulitan terhadap praktik penggunaan aplikasi tersebut sehingga memerlukan pendampingan lebih lanjut. Output dari kegiatan ini adalah desain banner dan logo pada kemasan produk mitra UMKM yang siap cetak atau siap di upload di sosial media, desain konten siap upload di media sosial masing-masing mitra UMKM, serta pencatatan Buku Kas secara digital. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak terhadap perilaku peserta, terlihat dari rasa penasaran pada saat pendampingan untuk mencari tahu lebih mendalam tentang Canva, Buku Kas, dan aplikasi lainnya, mulai menggunakan hasil desain kreatif pada kemasan produk dan komunikasi bisnis melalui WhatsApp story, Instagram, dan Facebook, telah menginstal aplikasi Buku Kas pada perangkat (gawai) masing-masing. Hasil yang optimal dari pengabdian ini, diharapkan peserta konsisten membuat pembukuan sederhana dengan aplikasi Buku Kas dan unggah konten promosi kreatif pada media sosialnya agar literasi digital yang telah diberikan berdampak luas pada peningkatan penjualan dan akses permodalan usaha mitra UMKM. KESIMPULAN Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa peningkatan literasi digital pelaku UMKM wilayah Kedinding utamanya aplikasi Canva untuk mendukung promosi dan packaging usaha, serta pembukuan digital guna membuat laporan keuangan sederhana, mudah, dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui android mobile. Peserta dapat mengimplementasikan materi workshop dan pendampingan untuk mendukung kemajuan bisnisnya. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses yang terbukti dari antusias mitra UMKM di wilayah Kedinding yang hadir terutama saat sesi tanya jawab, diskusi, serta pada saat kegiatan pendampingan. Peluang kolaborasi dengan semua pihak terkait seperti pemerintah, komunitas bisnis yang sudah sukses, lembaga keuangan, serta platform digital sangat diperlukan dalam pelatihan digital lanjutan seperti integrasi desain kreatif pada konten media sosial, copy writing, metode pembayaran secara cashless pada pengabdian selanjutnya supaya mitra mempunyai kemampuan digital secara advance. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan tim pengabdian kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa workshop dan pendampingan literasi digital terutama pada mitra UMKM di Kelurahan Kedinding sebagai mitra pengabdian, LPPM STIE IBMT, serta mahasiswa yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA Amrina, U., Oktora, R.A., 2023. Workshop Design Konten Pemasaran Digital Menggunakan Canva. Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan 6(2), 202-209. https://doi.org/10.36441/kewirausahaan.v6i2.1819 Arianto, B., Rahmiyanti, S., Handayani, B., 2024. Pemberdayaan Komunitas UMKM Berbasis Penguatan Aspek Keuangan dan Pemasaran Digital di Kota Serang. Jurnal Pengabdian Masyarakat 2(1), 15-23. https://journal.uinalauddin.ac.id/index.php/ruangkomunitas/article/view/rkjpm.v2i1.46247 174 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Dasuki, T.M.S., Magribi, R.M., Sulviani, A., Kusumadewi, R.N., Nur, L.Z., 2022. Pemulihan Ekonomi melalui Literasi Digitalisasi Desa Cisoka Kabupaten Majalengka. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3(4), 1048-1053. https://doi.org/10.31949/jb.v3i4.3487 Handayani, A.D., 2023. Digitalisasi UMKM: Peningkatan Kapasitas melalui Program Literasi Digital. Jurnal Signal 11(1), 104-113. https://doi.org/10.33603/signal.v11i1.8213 Ismah, I., Suhendri, S., Kusdaryani, W., 2020. Pengembangan UMKM melalui Literasi Digital pada Era 4.0 untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha. Journal of Community Service 1(4), 174-181. https://doi.org/10.22219/altruis.v1i4.13351 Khristiana, Y., Kardha, D., Indriani, E., Khoiruman, M., Wariati, A., 2024. Strategi Digitalisasi dan Perluasan UMKM Kampung Batik di Desa Pungsari Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat 8(2), 131-137. https://e-journal.stie-aub.ac.id/index.php/wasana_nyata/article/view/1850 (Kominfo) Kementerian Komunikasi dan Informatika., 2020. Transformasi Digital. Kominfo, Jakarta. Lovita, E., Ardheta, P.A., Prabantoro, G., Sunarsih, U., Dahlifah, D., Mustika, M., Nafisah, S., Nasution, N., 2022. Digitalisasi UKM: Solusi Menjalankan Bisnis di Era Normal Baru Covid-19. Jurnal Pengabdian Komunitas Pendidikan 2(1), 4954. https://doi.org/10.36406/progresif.v2i1.552 Nurfitriya, M., Fauziyah, A., Koeswandi, T.A.L., Yusuf, I., Rachmani, N.N., 2022. Peningkatan Literasi Digital Marketing UMKM Kota Tasikmalaya. Acitya Bhakti 2(1), 57-64. https://doi.org/10.32493/acb.v2i1.14618 Putra, I.G.J.E., Erawan, A.P.D., Aditya, I.G.W., Juniarta, I.W., Permana, I.MA.S., Baskara, I.M.W., 2023. Pelatihan Digital Marketing dalam Upaya Meningkatkan Literasi Digital UMKM Desa Keramas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(1), 200-205. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/article/view/3880 Regif, S.Y., Seran, M.S., Naif, I.Y., Pattipeilohy, A., Saputri, L., 2023. Literasi Digital Ekonomi Hijau terhadap Pemberdayaan UMKM Desa di Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan 9(1), 49-69. https://doi.org/10.37058/jipp.v9i1.6922 Riyanto, S., Azis, M.N.L., Putera, A.R., 2022. Pendampingan UMKM dalam Penggunaan Digital Marketing pada Komunitas UMKM di Kabupaten Madiun. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 5(1), 137-142. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v5i1.11534 Santoni, M.M., Chamidah, N., Indarso, A.O., Prasvita, D.S., Indriana, I.H., Seta, H.B., 2023. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Konten Produk berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui Media sosial dengan Aplikasi Canva. Surya Abdimas 7(1), 75-83. https://doi.org/10.37729/abdimas.v7i1.2206 Sari, C.D.M., Setiyana, R., 2020. Sosialisasi Digital Marketing pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Jurnal Pengabdian Masyarakat Darma Bakti Teuku Umar 2(1), 63-73. https://doi.org/10.35308/baktiku.v2i1.2050 Wijayanti, L., Sukwadi, R., Prasetya, W., Azels, W.A., 2022. Pelatihan Membuat Desain Iklan Digital Menggunakan Aplikasi Canva bagi UMKM Binaan Asppuk. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia 5(1), 117-125. https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i2.18245 Wijaya, R.S., Sartika, D., Nini, N., 2021. Sosialisasi Aplikasi Bukukas Solusi Pembukuan Keuangan Digital bagi UMKM Lubuk Minturun. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility 4, 1165175 Novianti1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 1171. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0.1259 176