e-ISSN 2549-9661 Volume: 10. No. Januari-Juni 2023 Halaman: 67-74 Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana jurnalkelola@gmail. Evaluasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Berdasar Model Goal Free Pada Sekolah Dasar Ika Rismawati Universitas Kristen Satya Wacana karisma85@gmail. Bambang Ismanto Universitas Kristen Satya Wacana ismanto@uksw. ABSTRACT Character education is essential for the life of a nation. The condition of the nation's character is alarming, marked by the number of bullying in schools, promiscuity, and increasing drug cases infecting school-age children. This can threaten the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Therefore a special strategy is needed to shape the character of the nation's young generation. Character education is carried out in schools by being integrated into various activities at school. The implementation of the PPK program needs to be evaluated to find out all the things that happened during program implementation. The evaluation research conducted is program evaluation research. The evaluation model used is a goal-free evaluation model. Michael Scrieven developed the goal-free evaluation model. This evaluation model determines the planning, implementation, analysis, and follow-up of the character education strengthening program at Gugus Teuku Umar Salatiga. The planning stage of the character education supporting program at Gugus Teuku Umar has been carried out well. The character education strengthening program has been implemented in every activity in the school. The character education strengthening program implemented at Gugus Teuku Umar has a positive impact on student behavior and student achievement. The planning of the character education program at Gugus Teuku Umar from the planning stage has been carried out well. The character education program has been implemented well but not yet to be optimal. The stages of practical examination . have been carried out so that the implementation of the PPK program can influence the character education program to positively impact students both on behavior and attitudes as well as learning There has been a follow-up to implementing the PPK program in schools. This was done based on the results of the analysis. Programs with positive impacts will undoubtedly continue their implementation. Programs with more negative side effects will be updated or replaced with other programs. Keywords: Evaluation. Program. Character Education. Goal-Free Article Info Received date: 1 Maret 2023 Revised date: 12 April 2023 PENDAHULUAN Dewasa ini kondisi karakter bangsa cukup memprihatinkan, misalnya maraknya Accepted date: 27 Juni 2023 tindakan intoleransi yang mengatasnamakan agama, tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan, kemerosotan susila, pergaulan Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Januari-Juni 2023 bebas, narkoba dan berita hoaks politik, sosial, ekonomi dan budaya. Di Sekolah kita menjumpai adanya kasus perundungan dilakukan sesame peserta didik, guru, orang tua dan lingkungan yang mengakibatkan anak lukaluka fisik stress, bahkan kehilangan nyawa. Tentunya hal itu sangat memperihatikan ditengah adanya program pembangunan SDM dan penguatan karakter yang digaungkan oleh Hal tersebut bisa mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh karena itu perlu adanya strategi khusus untuk membentuk karakter generasi muda Renstra Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014 telah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk jenjang pendidikan di Indonesia mulai tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi dalam sistem pendidikan di Indonesia. Program Penguatan Pendidikan Karakter menjadi harapan baru dalam membentuk manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjadikan penguatan pendidikan karakter menjadi jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Bukan lagi nilai akademik yang menjadi penentu keunggulan siswa tetapi juga karakter yang dimilikinya. Ada lima karakter utama yang harus diimplementasikan dalam pembelajaran yaitu nilai religius, nilai nasionalisme, nilai kemandirian, nilai gotong royong, dan nilai Program PPK sudah diterapkan di semua sekolah dasar sejak 2016. Program ini diintegrasikan dalam pembelajaran tematik. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan Amanat Undang-Undang sekolah wajib melaksanakan pendidikan karakter bagi siswanya. Pendidikan karakter bukan produk baru, bukan mata pelajaran, bukan kurikulum baru tetapi merupakan penguatan atau fokus dari proses pembelajaran. Penguatan pendidikan karakter penting ditanamkan kepada semua mahasiswa di Indonesia. Penguatan pendidikan karakter saat ini sangat tepat dilakukan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di negara kita. Krisis moral menjadi kekhawatiran karena melibatkan anak-anak usia belajar. Perilaku siswa yang menyontek, melakukan bullying, dan tidak disiplin sering kita temui di sekolah. Oleh karena itu untuk mengembangkan karakter yang baik dari siswa perlu adanya pendidikan karakter di sekolah. Melalui pendidikan karakter yang terencana dan terstruktur dengan baik, diharapkan siswasiswa bisa berkembang sebagai manusia yang berkarakter baik. Menurut (Saptono, 2. , karakter berasal dari bahasa Yunani karasso yang berarti cetak biru, format dasar, atau sidik jari. Menurut (Mulyasa, 2. pendidikan karakter pada dasarnya memiliki makna yang lebih tinggi dari pendidikan moral, karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan masalah benar-salah, tetapi juga bagaimana menanamkan kebiasaan tentang halhal yang baik dalam kehidupan sehingga anak dapat memiliki kesadaran untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Mulyasa, 2. pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu baik mutu proses maupun mutu hasil pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan Penelitian yang dilakukan oleh (Jaelani & Asvio, 2. AuEvaluasi Program Pendidikan Karakter Di Sekolah DasarAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian program pendidikan karakter pada tingkat sekolah dasar. Hasil Penelitian ini menyatakan kesiapan sekolah dasar di SDN 22 Pulau Rimau karakter, baik dinilai dari kurikulum yang telah Pemetaan Tantangan Lembaga Pendidikan HKBP Berdasarkan Teori Jobs to be Done | Binsar J. Pakpahan terintegrasi pendidikan karakter namun masih kurang maksimal. Menurut (Arikunto & Jabar, 2. evaluasi program merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan suatu kebijakan secara cermat dengan cara mengetahui efektifitas setiap Tujuannya dilakukan evaluasi untuk mengetahui pencapaian program dengan langkah mengetahui keterlaksanaan program. Evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Evaluasi Goal Free. Penggunaan model evaluasi ini karena model evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi program dengan melihat semua yang terjadi dalam pelaksanaan program baik yang direncanakan maupun yang tidak direncakanan. Pendidikan karakter dilaksanakan di sekolah dengan cara diintegrasikan ke berbagai kegiatan yang ada di sekolah. Hal itu bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah moral yang timbul di lingkungan sekolah. Namun belum ada evaluasi yang dilakukan untuk mengukur pelaksanaan program PPK di sekolah. Pelaksanaan program PPK perlu dievaluasi untuk mengetahui semua hal yang terjadi selama pelaksanaan program PPK baik dampak positif maupun dampak negatifnya serta apa saja pengaruh program PPK bagi siswa dan guru yang ada di sekolah. Evaluasi program PPK bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian aspek perencanaan, pelaksanaan dan prosedur evaluasi program PPK di Gugus Teuku Umar Salatiga. METODE PENELITIAN Pendekatan Metode digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode penelitian Model evaluasi yang dipakai adalah model evaluasi goal free. Model evaluasi goal mempertimbangkan tujuan umum yang akan dicapai program, bukan secara rinci per Dikembangkan Sedangkan menurut Scriven dalam (Rubito & Soeparijanto, 2. menyatakan bahwa dalam Goal Free Evaluation tujuan dijadikan tempat awal yang penting untuk melakukan evaluasi, dengan kata lain tujuan tidak harus diambil tetapi hanya untuk dievaluasi atau diperiksa. Penggunaan model evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, analisis dan tindak lanjut program penguatan pendidikan karakter di Gugus Teuku Umar Salatiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 Ae selesai. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah 3 Kepala Sekolah, 18 orang guru kelas, 6 orang guru mupel Sekolah Dasar pada Gugus Teuku Umar Salatiga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik anlisis data yang digunakan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan menggunakan model Creswell. Menurut (Creswell, 2. analisis data dalam menyiapkan dan mengorganisasikan data . aitu, data teks seperti transkrip, atau data gambar seperti fot. untuk analisis, kemudian mereduksi data tersebut menjadi tema melalui proses pengodean dan peringkasan kode, dan terakhir menyajikan data dalam bentuk bagan, tabel, atau pembahasan. Penelitian ini dimulai dari mengumpukan data yang diperlukan denngan observasi dan telaah dokumen serta proses wawancara kepada kepala sekolah dan guru yang ada di Gugus Teuku Umar. Data yang didapat kemudian diolah dan dianalisis sesuai model PDCA. Langkah selanjutnya mula menyajikan data dalam bentuk tabel dan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Evaluasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Di Gugus Teuku Umar. Dengan Model Goal Free yang dikembangkan Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Januari-Juni 2023 oleh Scrieven. Hasil penelitian diperoleh melalui wawancara kepada kepala sekolah, guru dan beberapa peserta didik di Gugus Teuku Umar. Observasi pada kegiatan pembelajaran dan studi dokumen melalui telaah silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Buku Karakter, dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif yang akan menentukan apakah penerapan program terlaksana dengan baik, mengetahui pengaruh program yang berupa dampak negatif dan positif serta mengidentifikasi faktor pendukung maupun penghambat penerapan penguatan pendidikan karakter di Gugus Teuku Umar Salatiga. Hasil evaluasi secara singkat dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. 1 Hasil Evaluasi Siklus Kriteria Plan Pada tahap ini perencana dan identifikasi masalah telah dilakukan baik melalui sosialisasi kepada guru dan tenaga kependidikan maupun sosialisasi kepada komite sekolah. Pada tahap ini juga telah ditentukan tentukan tujuan programserta cara mengatasi masalah yang dihadapi. Pelaksanaan program PPK di Gugus Teuku Umar telah berjalan dengan baik. Program PPK diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Evaluasi dan perbaikan tentang program yang telah dilaksanakan. Sudah adanya chek dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah dilaksanakannya program PPK namun masih belum maksimal. Belum maksimalnya pengembangan metode sehingga untuk membakukan/ memberikan standar perbaikan program PPK belum maksimal. Check Act Gugus Teuku Umar sudah menerapkan Penguatan pendidikan karakter sejak tahun Program PPK telah disosialisasikan kepada seluruh dewan guru. Dalam tahap perencanaan langkah awal yang dilakukan adalah memberikan sosialisasi kepada guru tentang program ini. Penerapan PPK diintegrasikan dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan lain. Dalam proses pembelajaran perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran sudah menerapkan PPK. Pembahasan Tahap perencanaan program penguatan pendidikan karakter di Gugus Teuku Umar sudah dilaksanakan dengan baik. Tahap ini sangat penting dilakukan karena tahap perencanaan merupakan fondasi awal dari pelaksanaan sebuah program. Seperti yang dituliskan Muzzakir, 2022 AuTeachersAo beliefs towards character education curriculum in primary school: a systematic literature reviewAy bahwa keyakinan guru tentang mengajarkan nilai-nilai karakter sangat penting dalam menumbuhkan karakter siswa. Penting bagi guru untuk memahami tentang program PPK itu Oleh karena itu tahap pertama kepala sekolah mengadakan sosialisasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah mengenai program penguatan pendidikan karakter ini. Sosialisasi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi semua guru agar nantinya program ini dapat dilaksanakan dengan berkesinambungan oleh semua guru dan semua kelas. Dalam kegiatan itu juga disisipkan kegiatan membuat perencanaan Dalam kegiatan ini guru juga mendapatkan buku saku penguatan pendidikan Kepala sekolah juga terbuka untuk bertukan pikiran dan selalu mendukung guru. Hal ini tentunya menambah kepercayaan diri guru dalam menerapkan program ini. Selain sosialisasi yang diadakan tingkat satuan Pendidikan, guru dan tenaga kependidikan juga mendapat Diklat dari Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Hal ini juga menambah pemahaman guru tentang program PPK. Sesuai dengan kriteria evaluasi PDCA yang dikemukakan oleh Pemetaan Tantangan Lembaga Pendidikan HKBP Berdasarkan Teori Jobs to be Done | Binsar J. Pakpahan Walter Shewhart tahap pertama evaluasi adalah plan yang berisi identifikasi masalah awal. Pada tahap ini sekolah sudah mengidentifikasi bahwa sumber Adaya utama yang dimiliki sekolah adalah guru dan tenaga kependidikan yang kompeten serta dukungan dari komite dan orang tua siswa. Oleh karena itu dilakukan tahap kedua sekolah mengadakan pertemuan dengan komite dan paguyuban sekolah. Hal ini dilakukan untuk membagikan informasi mengenai program penguatan pendidikan Tahap ketiga guru mempersiapkan administrasi kelas yang terdiri dari silabus. RPP, prota, prosem, dan media pembelajaran Kemampuan guru dalam menyusun administrasi pembelajaran sudah sangat baik. Sekolah di Gugus Teuku Umar memiliki guru yang memiliki etos kerja dan kompetensi yang sangat baik. Hampir 80% guru muda dan mahit IT hal ini menambah keunggulan dalam penyusunan administrasi kelas. Selain itu juga ada kegiatan rutin KKG Gugus Teuku Umar yang dilaksanakan secara berkala setiap satu bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru. Hal lain juga adanya kelompok guru kelas yang saling bekerja sama dalam pembuatan RPP, modul ajar dan materi pembelajaran. Dalam penelitian ini hasil yang didapat dalam tahap perencanaan sudah sesuai dengan model evaluasi Goal Free yang menggunakan instrumen PDCA. Semua pihak yang berkepentingan dalam perencanaan program PPK di Gugus Teuku Umar sudah terlibat dan memahami hal yang harus dipersiapkan dalam pelaksanaan program PPK. Kepala sekolag, guru, dan komite dilibatkan aktif dalam tahap Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nursyid, 2. AuEvaluasi Program Pembinaan Karakter Berbasis Agama di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah GorontaloAy perencanaan yang ada di Gugus Teuku Umarjuga mengedepankan penanaman karakter siswa yang akan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan di sekolah baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Program penguatan pendidikan karakter telah diimplementasikan dalam setiap kegiatan yang ada di sekolah. Mulai dari kegiatan pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan pengembangan diri peserta didik. Kegiatan pembelajaran di kelas dilakukan disisipi penanaman karakter. RPP yang disusun oleh guru sudah menyebutkan karakter yang hendak dicapai. Dalam setiap RPP guru minimal mencantumkan dua nilai karakter yang ingin dicapai dalam pemeblajaran hari itu. Hal ini memudahkan guru untuk mengintegrasikan dalam pembelajaran. Namun tetap ada beberapa karakter yang tidak bisa diterapkan karena tidak sesuai dengan materi ajar pada hari tersebut. Namun karena penyusunan silabus tidak dilakukan oleh guru yang bersangkutan karena sudah disediakan oleh sekolah. hal itu menyebabkan beberapa guru mengalami kesulitan dalam menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Namun karena penyusunan RPP dilakukan olehh guru sendiri hal itu dapat mengurangi kendala yang dialami. Kerja sama semua pihak baik Kepala Sekolah. Guru dan tenaga kependidikan sangat membantu dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi. Sesama guru saling membantu dan berkolaborasi tentunya itu sangat membantu dalam memaksimalkan implementasi program PPK. Penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh (Widowati & Retnowati, 2. Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter Di SMA Negeri Kota Yogyakarta yang bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai implementasi pendidikan karakter di SMA Negeri Kota Yogyakarta dibandingkan meliputi aspek. pengembangan diri, . pengintegrasian dalam mata pelajaran, dan . budaya sekolah dan selanjutnya dibandingkan dengan kriteria keberhasilan evaluasi. Hasil Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan. Vol. No. Januari-Juni 2023 karakter di SMA Negeri Kota Yogyakarta termasuk dalam kategori baik dengan skor sebesar 2,94. Sama dengan yang terjadi di Gugus Teuku Umar implementasi propgam PPK sudah berjalan dengan baik walau ada beberapa hal yang masih belum optimal. Misalnya ada kesulitan yang dialami beberapa guru dalam mengimplementasikan program PPK dalam pembelajaran. Program penguatan pendidikan karakter yang dilaksanakan di Gugus Teuku Umar memberikan dampak positif pada perilaku peserta didik maupun prestasi peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan fungsi pendidikan nasional yang ttertuang dalam UU sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 yang berbunyi: Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan juga membentuk water dan peradaban bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan juga memiliki tanggung jawab. Dampak positif pada perilaku peserta didik tampak saat guru melakukan observasi. Selain itu perubahan positif juga bisa dilihat dari lingkungan kelas yang semakin rapi tidak ada lagi sampah berserakan di kelas maupun Keberhasilan pendidikan karakter yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran diukur dari perubahan skap peserta didik menjadi lebih baik. Pembiasaan senyum, salam, sapa juga sudah terlaksana dengan baik. Hal itu terlihat saat dilakukan observasi dan Peserta didik memberikan salam, menyapa dan tersenyum ramah pada semua tamu yang datang. Dapak positif lain dalam hal prestasi belajar terlihat saat guru melakukan penilaian Pada dasarnya penilaian berfungsi untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap materi dan bahan ajar yang telah disampaikan oleh guru. Pada kurikulum 2013 penilaian yang diterapkan mencakup ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif. Namun terkadang penilaian sikap kurang mendapat perhatian dari guru. Begitu juga dengan yang terjadi di sekolah yang ada di Gugus Teuku Umar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rubito & Soeparijanto, 2. AuEvaluasi Program Sekolah Unggulan SMAN 2 Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur Suatu Model Evaluasi Dengan Pendekatan Tujuan Independen (Goal Free Evaluatio. Ay hasil penelitian dampak positif dan dampak sampingan lebih besar dari pada dampak negatif, menunjukkan bahwa program telah berhasil namun dampak negatif yang muncul tetap harus diperhatikan dan di perbaiki agar tidak mengganggu kestabilan program yang sudah bagus. Dari 3 SD yang ada Gugus Teuku Umar prestasi belajar peserta didik di SD Negeri Cebongan 01. SD Negeri Cebongan 03 dan SD Negeri Noborejo 01 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Beberapa lomba yang dilaksanakan di tingkat kecamatan maupun tingkat kota wakil dari ketiga SD ini mampu bersaing dengan peserta dari SD lain. Dilakukannya analisis dan evaluasi secara berkala setiap enam bulan sekali tentu memberikan pengaruh yang sangat baik bagi keberlangsungan program PPK ini. Dengan analisis yang teratur dapat mengurangi dampak negative yang semakin besar karena tentu hasil evaluasi digunakan untuk perbaikan program PPK di sekolah dasar. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan sebelumnya kesimpulan yang dapat penulis sampaikan antara lain perencanaan program pendidikan karakter di Gugus Teuku Umar mulai tahap perencanaan sudah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan sosialisasi kepada guru dan tenaga kependidikan, komite dan Pemetaan Tantangan Lembaga Pendidikan HKBP Berdasarkan Teori Jobs to be Done | Binsar J. Pakpahan paguyuban kelas, serta tahap penyusunan administrasi kelas sudah dilaksanakan dengan baik dan optimal. Bahkan guru dan tenaga kependidikan juga mendapat Diklat tentang program PPK dari Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Implementasi program pendidikan karakter sudah dilaksanakan dengan baik namun belum optimal. Implementasi program sudah sesuai dengan perencanaan yang dilakukan di awal tahapan. Sudah dilakukan tahapan pemeriksaan efektif . sehingga pelaksanaan program PPK dapat memberikan pengaruh program pendidikan karakter memberikan dampak positif bagi peserta didik baik pada perilaku dan sikap maupun prestasi Sudah ada tindak lanjut dari pelaksanaan program PPK di sekolah. Hal itu dilakukan berdasarkan hasil analisis. Program dengan dampak positif tentu akan dilanjutkan Untuk program dengan dampak sampingan negative lebih banyak akan dilakukan pembaruan atau diganti dengan program lain. Saran Berdasarkan kesumpulan-kesimpulan di atas maka dirumuskan beberapa masukan bagi pihak yang berkepentingan, antara lain rekomendasi hasil penelitian ini bagi guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun administrasi kelas juga tentunya penggunaan sumber belajar yang bervariatif dapat membantu penerapan pendidikan karakter di kelas. Rekomendasi hasil tindak lanjut penelitian ini bagi kepala sekolah, kepala sekolah agar dapat konsisten mendampingi guru dalam menerapkan pendidikan karakter sehingga program ini akan tetap berlangsung dengan baik di Gugus Teuku Umar. Perlunya membuat IHT untuk meningkatkan kompetensi dan kerja sama sesame guru agar hasil yang didapat bisa lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA