CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 ISSN : 2614-8900 E-ISSN : 2622-6545 Program Pascasarjana Universitas Papua, https://pasca. Penerapan delapan fungsi keluarga dan dampak terhadap kesejahteraan keluarga di Kabupaten Sorong Benyamin Lado1. Hugo Warami. Ihwan Tjolli. Program Studi Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Papua. Jalan Gunung Salju. Amban. Manokwari. Papua Barat, 98314. Indonesia *Email: h. warami@unipa. Disubmit: 19 Maret 2021, direvisi: 10 Januari 2022, diterima: 26 Januari 2022 Doi: https://doi. org/10. 30862/casowary. ABSTRACK: This study aims to analyze the level of application of the eight family functions, the factors that influence and the effect of the level of application of the eight family functions on family welfare. The number of samples is 116 samples and the research methods are descriptive and quantitative. Data processing and analysis using multiple linear regression and simple linear regression. The results showed . the application of the eight family functions was in the medium category. the results of multiple linear regression analysis, show that the variables of formal education, age, frequency of socialization together affect the level of implementation of the eight family . the results of simple linear regression analysis show that the variable level of application of eight family functions has a significant effect on the level of family Keywords: eight family functions. well-being PENDAHULUAN Kesejahteraan bagi semua orang merupakan isu penting dunia sehingga menjadi bagian dari 8 tujuan pembangunan millennium . illennium development goals atau MDG. dan isu tersebut dilanjutkan sampai dengan tahun 2030 melalui pembangunan berkelanjutan 2015-2030 . he 2030 Agenda for Sustainable Development atau SDG. dengan agenda prioristas yang meliputi dimensi sosial, ekonomi Tujuan pembangunan berkelanjutan memiliki 17 tujuan dan 169 target, dan yang berkaitan dengan judul jurnal ini adalah: . Tanpa Kemiskinan (Annur, 2. Tanpa Kelaparan. Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Indonesia sebagi salah satu dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berperan aktif dalam penentuan sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sangat berkomitmen secara umum tujuan dan target SDGs telah diselaraskan dengan target RPJMN 2015Ae2019 yakni tujuan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, ketimpangan, air dan sanitasi, serta akses energi . ari MDGs ke SDGs: . Arah pembangunan bangsa selama 5 tahun makin dipertegas dengan 9 agenda prioritas pembangunan yang dikenal dengan Nawacita, dan khusus yang Pembangunan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Keluarga. Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencan. , meliputi agenda ke 3 yakni membangunan dari agenda ke 5 meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dan agenda ke 8 melakukan revolusi karakter (BAPENNAS, 2. Pembangunan idealnya dimulai dari keluarga oleh karena keluarga masyarakat dan keluarga merupakan lembaga pertama dan utama untuk menanamkan nilai Ae nilai luhur kehidupan agar terbentuknya karakter sejak dini (BKKBN, 2019a, 2019. Apabila pembangunan berbasis keluarga berhasil tentu memberikan dampak kesejahteraan bagi bangsa dan negara (Elmanora, 2. Pasal 47 Ae 48 Undang Ae undang RI Nomor 52 Tahun 2009 Pembangunan Keluarga bertujuan untuk mendukung keluarga dalam melaksanakan fungsi keluarga secara optimal (Republik Indonesia, 2. Setiap keluarga diharapkan mampu menerapkan 8 fungsi keluarga dengan baik sehingga seluruh anggota keluarga bertumbuh dan berkembang menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, bukan saja dari aspek kognitif tetapi juga dari aspek karakater. Kualitas hidup anggota keluarga dapat dimulai dengan menerapkan setiap indikator dari fungsi keluarga yakni fungsi Agama. Fungsi Sosial Budaya. Fungsi Cinta Kasih. Fungsi Perlindungan. Fungsi Reproduksi. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan. Fungsi Ekonomi dan Fungsi Lingkungan (Wijayanti Berdame. Penerapan delapan fungsi untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga yakni dapat menjalani kehidupan yang baik dimana seseorang merasa puas baik terhadap kegiatan yang dilakukan secara rutinitas dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup maupun hubungan dengan sesamanya dan dengan lingkungan Tujuan menganalisis faktor pengaruh penerapan 8 fungsi keluarga serta menganalisis METODE PENELITIAN Penelitian Kabupaten Sorong yakni meliputi kampung Fafi, kampung Maibo, kampung Katinim dan kampung Walal. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kamera, alat tulis menulis, perekam suara, kuesioner untuk melakukan wawancara langsung serta Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan kuantitatif yang akan menggambarkan dan menganalisis keterkaitan antar X dan Y. Y dan Z1 (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga keluarga yang telah mendapatkan sosialisasi program bangga kencana, dengan Teknik sebagai berikut: Penetuan Populasi yang akan menjadi subjek penelitian menggunakan metode Purposive sampling, oleh karena informasi yang akan diambil berasal dari sumber yang sengaja dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkanAy. Kriteria yang ditetapkan adalah AuKeluarga yang masih memiliki pasangan, dan memiliki anak yang tinggal BersamaAy. Setelah melakukan identifikasi, ditemukan 577 populasi yang sesuai dengan kriteria yang dinginkan untuk diteliti. Ukuran sampel ditentukan melalui perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Rumus Slovin: ycu= ycA = 116,33 OO 116 1 ycA. 4,96 Keterangan: n = jumlah sampele. N = jumlah total populasi, e = Batas Toleransi Error, e = Selang kepercayaan 90% ( = 0,. Penentuan jumlah sampel untuk masing-masing kampung dilakukan secara proporsional dengan rumus (Nasir, 1. , oleh karena rumus yang dikemukakan oleh Nasir Rumus proportional Keterangan : ni : Besarnya sampel pada kampung Fafi Ni : Besarnya kampung Fafi N : Besarnya populasi keseluruhan n : Besarnya ukuran sampel Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, umur, dan frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fungsi keluarga, digunakan analisis Regresi Linier Berganda . inier menggunakan program SPSS versi 21. Y = b1X1 b2X2 b3X3 Keterangan : = Tingkat Penerapan = Koefisien regresi = Pendidikan formal = Umur = Frekuensi Sosialisasi Untuk menguji adanya pengaruh pendidikan formal, umur, frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fungsi keluarga digunakan uji Fhitung sebagai berikut (Gujarati,1. yaEaycnycycycuEa = ycI2 /. co Oe . Oe ycI2 )/. cu Oe yc. Keterangan : R2 = koefisien determinasi berganda k = banyaknya variabel bebas n = banyaknya sampel Perumusan hipotesis : H0 : Variabel X1. X2. X3, secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel tidak bebas H1 : Variabel X1. X2. X3 secara simultan berpengaruh terhadap variabel tidak bebas Kriteria pengujian : Jika probabilitas Fhitung < 0,05 dengan derajat kebebasan df= . -k-. , maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan formal, umur, frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fungsi keluarga. Jika probabilitas F hitung > 0,05 dengan derajat kebebasan df= . -k-. , maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan formal, umur, frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fumgsi keluarga. Pengujian secara parsial antara pendidikan formal, umur, frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fungsi keluarga digunakan uji thitung, sebagai berikut: CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 ycEaycnycycycuyci = yuycn ycyuycn Keterangan : i = Koefesien regresi Si = Standar error Perumusan hipotesis : H0 : i = 0, artinya secara parsial mempunyai pengaruh yang H1 : i O 0, artinya secara parsial mempunyai pengaruh yang Kriteria pengujian : Jika probabilitas thitung < /1 . H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan formal, umur, frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fumgsi keluarga. Jika probabilitas thitung > /1 . H0 diterima dan H1 ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan formal, umur, frekuensi sosialisasi terhadap tingkat penerapan delapan fumgsi Untuk mengetahui pengaruh tingkat penerapan delapan fungsi keluarga (Y) terhadap Kesejahteraan Keluarga (Z. , digunakan analisis regresi sederhana, dengan model sebagai ycsycn = yca yu ycU yce (Y) Lingkungan Sehat (Z. , digunakan analisis regresi sederhana, dengan model sebagai berikut: ycs2 = yca yu ycU yce Method of Succesive Interval (MSI) Berhubung data-data merupakan data ordinal, sehingga harus diubah menjadi data interval melalui Method Of Succesive Interval (MSI). Setelah data terkumpul, beberapa data skala ordinal terlebih dahulu dilakukan perubahan data ke dalam skala interval. Metode transformasi data dari skala ordinal ke skala interval menggunakan Method of Successive Interval. Tahapan-tahapan Method of Succesive Interval (MSI) adalah sebagai Menentukan frekuensi setiap respon . Menentukan proporsi setiap respon dengan membagi frekuensi dengan jumlah sampel, dengan rumus: yceycn pi = ycu Dimana: pi = proporsi . fi = frekuensi . n = jumlah responden Menjumlahkan berurutan untuk setiap respon kumulatif, dengan rumus : Pki = pi Ae Menentukan nilai Z untuk masingmasing proporsi kumulatif yang sebaran normal baku. Demikian juga untuk mengetahui pengaruh tingkat penerapan delapan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Menghitung Nilai Skala (NS) untuk masing-masing respon dengan rumus ycAycI = yayceycuycycnycyc ycayc yaycuycyceyc ycoycnycoycnyc Oe yayceycuycycnycyc ycayc ycOycyycyyceyc ycoycnycoycnyc yaycyceyca ycayc ycOycuyccyceyc ycycyycyyceyc ycoycnycoycnyc Ae yaycyceyca ycayc ycOycuyccyceyc ycoycuycyceyc ycoycnycoycnyc Dimana : Density at Lower Limit Density at Upper Limit Area at Under Upper Limit Area at Under Lower Limit Densitas Batas Bawah Densitas Batas Atas Proporsi Kumulatif untuk pilihan jawaban yang dicari Proporsi Kumulatif untuk pilihan jawaban yang sebelumnya Merubah Nilai Skala (NS) terkecil menjadi sama dengan satu . dan mentransformasikan masing-masing skala menurut perubahan skala terkecil transformasi (Y). Setelah dilakukan perubahan data dari skala ordinal ke skala interval, maka selanjutnya data tersebut diolah serta dianalisis sehingga data tersebut menghasilkan suatu kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Demografi responden Responden dipilih berdasarkan Teknik simple random sampling sehingga dari 116 orang, semua sampel berpeluang menjadi responden yang Rincian karakteristik dapat dilihat rinciannya dalam Tabel 1. Tabel 2 menggambarkan tingkat Pendidikan responden yang mencapai level S1 hanya 3 orang atau 2,57% di Kampung Fafi. Katinim. Walal dan Maibo, tingkat Pendidikan tertinggi adalah SMA/Sederajat yakni mencapai 44 orang atau 37,93%. Sedangkan level Pendidikan SMP/Sederajat mencapai 41 orang atau 35,34%. dan tingkat Pendidikan SD mencapai 27 orang atau 23,28%. yang paling sedikit adalah tingkat Pendidikan D3 hanya 1 orang atau 0,86%. Tabel 1 Jenis kelamin Responden Uraian Pria Wanita Umur 18 Ae 22 23 Ae 27 28 Ae 32 33 Ae 37 38 - 42 43 Ae 47 48 Ae 52 53 Ae 57 Jumlah Sampel Persentase (%) 37,93 62,07 7,76 11,21 12,93 20,69 26,72 10,34 5,17 5,17 Tabel 2 Tingkat Pendidikan responden Responden Skor Penerapan 8 Fungsi Keluarga Penerapan keluarga dihimpun dalam Tabel 3. Data menunjukan bahwa penerapan 8 fungsi keluarga dengan kategori tinggi yang paling tinggi dilaksanakan oleh setiap keluarga adalah Fungsi Cinta Kasih yakni mencapai 88%, yang terendah adalah fungsi reproduksi yakni 0%. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Tabel 3 Penerapan 8 Fungsi Keluarga Fungsi Agama Sosbud Cinta Kasih Perlindungan Reproduksi Sosialisai dan Pendidikan Ekonomi Lingkungan Tinggi Jumlah Persentase Kampung Katinim Penerapan 8 fungsi keluarga di Kampung Katinim disajikan dalam Table 4. Data pada tabel tersebut menunjukkan bahwa keluarga di Katinim menerapkan indikator dari masing Ae masing fungsi keluarga dengan Kategori tinggi yaitu meliputi aspek agama dan cinta kasih, sedangkan aspek sosbud, perlindungan, sosialisasi, ekonomi dan lingkungan sebagian besar berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan tingkat penerapan 8 fungsi keluarga di Kampung Katimin adalah sebesar 73 persen berada pada kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Kampung Katimin sudah relatif memahami aspek-aspek 8 fungsi keluarga. Kampung Walal Hasil penerapan 8 fungsi keluarga di kampung Walal dapat dilihat pada Tabel 5. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa keluarga di kampung Walal yang telah menerapkan indikator dari masing Ae masing fungsi keluarga dengan Kategori tinggi yaitu meliputi aspek agama, cinta kasih dan perlindungan. aspek sosbud, reproduksi, sosialisasi, ekonomi dan lingkungan, sebagian besar berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan tingkat penerapan 8 fungsi Tingkat penerapan Sedang Jumlah Persentase Rendah Jumlah Persentase keluarga di Kampung Walal adalah sebesar 64 persen berada pada kategori Sama halnya dengan kampung Katimin, kecenderungn masyarakat Kampung Walal memahami dan menerapkan aspekaspek 8 fungsi keluarga. Kampung Waibo Hasil penelitian pada Kampung Waibo dapat dilihat pada Tabel 6 yang menunjukkan bahwa keluarga di kampung Maibo yang telah menerapkan indikator dari masing Ae masing fungsi keluarga dengan Kategori tinggi yaitu meliputi aspek agama, cinta kasih . Sedangkan aspek sosbud, reproduksi, ekonomi sebagian besar berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan tingkat penerapan 8 fungsi keluarga di Kampung Maibo adalah sebesar 45 persen berada pada kategori sedang. Pada Kampung Maibo penerapan aspek sosialisasi dan pendidikan sebagian besar berada pada kategori rendah yaitu 57 persen. Hasil wawancara terungkap bahwa di kampung ini masih seringkali dijumpai kasus-kasus pertengkaran antara orang tua di depan anak. Hal ini juga menunjukkan dan berkolerasi dengan rendahnya aspek sosialisasi dan pendidikan dalam keluarga. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Tabel 4 Penerapan 8 fungsi keluarga di Kampung Katinim Tingkat penerapan Fungsi Tinggi Sedang Rendah Agama Jumlah Jumlah Jumlah Sosbud Cinta Kasih Perlindungan Reproduksi Sosialisai dan Pendidikan Ekonomi Lingkungan Total Tabel 5 Penerapan 8 fungsi keluarga di Kampung Walal Tingkat penerapan Tinggi Fungsi Sedang Rendah Agama Jumlah Jumlah Jumlah Sosbud Cinta Kasih Perlindungan Reproduksi Sosialisai dan Pendidikan Ekonomi Lingkungan Total Tabel 6 Penerapan 8 fungsi keluarga di Kampung Maibo Tingkat penerapan Tinggi Fungsi Sedang Rendah Agama Jumlah Jumlah Jumlah Sosbud Cinta Kasih Perlindungan Reproduksi Sosialisai dan Pendidikan Ekonomi Lingkungan Total CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Analisis Faktor-Faktor Mempengaruhi Tingkat Penerapan Delapan Fungsi keluarga Berdasarkan pengolahan data primer, maka untuk mengetahui pengaruh Pendidikan formal (X. , umur (X. Frekuensi Ikut sosialisasi (X. , terhadap tingkat Tingkat penerapan Delapan Fungsi Keluarga (Y) maka diperoleh koefisien regresi linier berganda antara variabel bebas dengan variabel terikat disajikan pada Tabel 7. Tabel 7 Koefisien Regresi Linier Berganda Antara Variabel Bebas Dengan Variabel Terikat Variabel Koefisien Regresi Pendidikan Formal (X. Umur (X. Frekwensi Sosialisasi (X. Constant = 1. Koef. Determinasi (R. = 0. Koef. Korelasi (R) = 0. t tabel . = 1. t tabel . = 2. t hitung Keterangan : * = signifikan pada tingkat kepercayaan 95 % ** = Sangat signifikan pada tingkat kepercayaan 99 % Hasil analisis regresi linear berganda untuk tingkat Pendidikan. Umur dan Frekuensi mengikuti sosialisasi diperoleh model persamaan sebagai berikut : Y = 1. 070 X1 - 0. 007 X2 0. 564 X3 Dimana : 1- 3 = Tingkat Penerapan 8 Fungsi Keluarga = Konstanta = Koefisien Regresi = Pendidikam = Umur = Frekwensi ikut sosialisasi = Faktor Galat Hasil perhitungan analisis korelasi diketahui bahwa korelasi antara variabel X1 sampai dengan X3 dengan variabel Y adalah sebesar 0. Hal ini menjelaskan bahwa tingkat tingkat penerapan 8 fungsi keluarga di Kabupaten Sorong dipengaruhi oleh ketiga karakteristik responden sebesar 50 %, dan sisanya sebesar 58. dipengaruhi oleh faktor lainnya di luar Menurut Sarwono . koefisien korelasi sebesar 0. menunjukkan bahwa korelasi variabel X1 Ae X3 secara bersamaan dengan variabel Y termasuk dalam korelasi kuat. Hasil memperlihatkan bahwa hubungan positif antara tingkat pendidikan terhadap tingkat penerapan 8 fungsi keluarga (Y), demikian juga halnya pada variabel ferkuensi ikut sosialisasi berhubungan positif terhadap penerapan delapan fungsi keluarga. Adapun variabel umur berhubungan negatif demgan tingkat penerapan 8 fungsi keluarga. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Pengaruh Secara Simultan Untuk keberartian pengaruh variabel bebas bersama-sama . terhadap tingkat penerapan 8 fungsi keluarga , dapat dilihat pada analisis varians atau uji statistik F. Analisis varians uji F disajikan pada Tabel 8. Berdasarkan hasil analisis varians uji statistik F, diketahui F hitung . lebih besar daripada F tabel . 05 : 3. ) = 2. Semua variabel bebas, yang terdiri dari pendidikan formal (X. , umur (X. , frekuensi sosialisasi (X. bersama-sama terhadap tingkat penerapan 8 fungsi Hal pengertian bahwa apabila variabel bebas tersebut ditambah atau dikurangi dapat meningkatkan atau menurunkan tingkat penerapan 8 fungsi keluarga. variabel umur tidak berpengaruh nyata terhadap penerapan 8 fungsi keluarga. Tingkat pendidikan formal membentuk nilai bagi seseorang terutama dalam menerima hal baru (Suhardjo, 2. Pengaruh Pendidikan Formal terhadap Tingkat Penerapan 8 Fungsi Keluarga Berdasarkan statistik, nilai t hitung . lebih besar daripada t tabel . 112 ) = 1. Hal ini berarti bahwa pendidikan formal berpengaruh nyata terhadap tingkat tingkat penerapan delapan fungsi Dengan tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang akan berdampak pada pola pikir dan wawasan sehingga akan mengarahkan seseorang dalam mengambil keputusan (Cahyaningtyas. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka cenderung semakin tepat dan benar dalam didalamnya yang terkait dengan penerapan delapan fungsi keluarga yang dianggap baik (Suhardjo, 2. Seseorang akan lebih memyadari tentang manfaat delapan fungsi keluarga dalam sehari-hari, cenderung untuk menerapkan. Pengaruh Secara Parsial Secara parsial pengaruh masingmasing variabel ditunjukkan oleh uji t, seperti pada Tabel 9. Berdasarkan Tabel 15 hasil uji t memberikan gambaran bahwa variabel tingkat pendidikan formal berpengaruh nyata terhadap penerapan 8 fungsi keluarga. Variabel berpengaruh sangat nyata terhadap prnrrapan 8 fungsi keluarga. Sedangkan Tabel 8 Analisis Varians Uji F Sumber variasi Jumlah Kuadrat Regresi Residual Total Sumber : Hasil Olahan SPSS 21. Derajat Bebas Kuadrat rata-rata Tabel 9 Hubungan Parsial Variabel Bebas Terhadap Variabel Terikat Variabel t hitung 0,05 t table 0,01 Peluang Keterangan Signifikan Tidak Signifikan Sangat Signifikan CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 Pengaruh Umur terhadap Tingkat Penerapan 8 Fungsi Keluarga Berdasarkan hasil pengujian statistik nilai t hitung . lebih kecil daripada t tabel (. 112 ) = 1. Hal ini berarti bahwa variabel umur tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat penerapan delapan fungsi keluarga. Dengan perkataan lain bahwa seseorang lebih tua atau sebaliknya lebih berusia muda tidak menentukan tinggirendahnya penerapan delapan fungsi Perilaku dalam menerapkan 8 fungsi keluarga, lebih dipengaruhi oleh pemahaman, kesadaran dan kemauan Pengaruh Frekuensi Sosialisasi terhadap Tingkat Penerapan 8 Fungsi Keluarga Berdasarkan hasil pengujian statistik nilai t hitung . lebih besar daripada t tabel . 112 ) = 2. Hal ini berarti bahwa variabel frekuensi sosialisasi berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat penerapan 8 fungsi Hal ini berarti bahwa penyuluhan dan bentuk edukasi dalam program 8 fungsi keluarga yang diikuti oleh seseorang berpengaruh sangat nyata terhadap tingkat penerapan 8 fungsi Semakin sering seseorang mengikuti penyuluhan/sosialisasi, maka semakin paham sehingga semakin terdorong untuk menerapkannya. Ary H. Gunawan menyatakan bahwa semua usaha sadar yang dilakukan untuk membantu perkembangan kepribadian serta kemampuan anak dan orang dewasa diluar sistem persekolahan dilakukan melalui beberapa sistem dan metode penyampaian seperti. penyuluhan dan media komunikasi lainnya adalah Pendidikan non Formal. Pengaruh Tingkat Penerapan 8 Fungsi Kesejahteraan Keluarga Berdasarkan hasil uji statistik, nilai t hitung . lebih besar daripada t tabel . 3, . = 1. Dengan demikian, kesimpulan statistik yang diperoleh adalah tingkat penerapan 8 Fungsi keluarga berpengaruh nyata terhadap tingkat kesejahteraan keluarga. KESIMPULAN Tingkat Penerapan delapan fungsi keluarga pada 4 . kampung secara umum sebagian besar berada pada kategori sedang. Hasil analisis regresi linier berganda, menunjukkan bahwa variabel Pendidikan Formal (X. Umur (X. Frekuensi Sosialisasi (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap Tingkat Penerapan delapan Fungsi keluarga (Y). Hasil pengujian hubungan pendidikan formal (X. berpengaruh nyata, umur (X. tidak berpengaruh nyata terhadap Tingkat penerapan delapan fungsi keluarga, sedangkan variabel Frekuensi sosialisasi (X. berpengaruh sangat nyata terhadap Tingkat penerapan delapan fungsi Hasil analisis regresi linier sederhana, menunjukkan bahwa variabel Tingkat penerapan delapan fungsi keluarga (Y) berpengaruh nyata terhadap Tingkat kesejahteraan keluarga (Z. Hasil analisis regresi linier sederhana, menunjukkan bahwa variabel Tingkat penerapan delapan fungsi keluarga (Y) tidak berpengaruh nyata terhadap Lingkungan sehat (Z. CASSOWARY volume 5 . Januari 2022: 58 - 68 DAFTAR PUSTAKA