El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 DOI: 10. 55799/elmadaniyah. FESTIVAL ANAK MUSLIM: PENGUATAN SPIRIT KEISLAMAN GENERASI ALPHA MELALUI PENANAMAN NILAI FIQIH DI TPA BAITULLAH DESA SIDOMULYO Rahma Putri Widyaningsi1. Muhammad Ridho Khawarizmi2. Ulfa Jamilatul Farida3. Faelasup4. Muchammad Abdul Basir5. Resti Novia Rahayu6. Nur Afni Pratiwi7. Mega Kurnia Wati8. Rosaliana9. Baiq Uswatun Hasanah10. Rafinah11. Abdul Rahman A12. Sarlina13. Alda Maulidya14. Nurul Wardhani Safira Putri15. Muhammad Ilham16 STAI Sangatta. Indonesia Email : 1rputriwidyaningsi@gmail. com, 2muhammadridhokhawarizmi@gmail. com, 3ulfa_faiz@yahoo. acupfaelasup465@gmail. com, 5muchammadabdulbasir@gmail. com, 6rahayurestinovia@gmail. nurafnie11@gmail. com, 8megakurniawati399@gmail. com, 9rosalianarosa12@gmail. hbaiquswatun@gmail. com, 11rafinahfina01@gmail. A12Abdulrahmanamirullah54@gmail. A sarlina467@gmail. com, 14aldamaulidyaa@gmail. com, 15nurulwardhani23@gmail. madilhamzain@gmail. Received 14 Januari 2026 Keywords: Alpha Generation Fiqh Values Muslim ChildrenAos Festival (QurAoanic Learning Cente. TPA Kata Kunci: Generasi Alpha Nilai Fiqih Festival Anak Muslim Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) Article Info Accepted 28 Februari 2026 Published 28 Februari 2026 ABSTRACT This Community Service Program (Pengabdian Kepada Masyarakat/PKM) aims to instill fiqh values from an early age in Generation Alpha children through the Muslim ChildrenAos Festival at TPA Baitullah. Sidomulyo Village. Generation Alpha is a generation that grows up amid rapid digital technological development, thus requiring creative, enjoyable, and developmentally appropriate educational approaches. The main issue addressed is th e limited understanding among TPA children of basic fiqh practices in daily life, such as purification rituals, prayer, etiquette in worship, and Islamic The PKM implementation employs a participatory and educational approach through various festival activities, including the delivery of fiqh materials, interactive quizzes. Islamic educational games, adhan competitions, and memorization contests of prayers and short surahs. These activities involve TPA students, ustadz and ustadzah, university students, and the surrounding community as a form of collaborative effort to strengthen Islamic education. The results indicate an increase in childrenAos understanding and enthusiasm for learning fiqh, as well as a heightened awareness of applying fiqh values in everyday life. The Muslim ChildrenAos Festival has proven to be an effective medium for realizing the Islamic spirit of Generation Alpha through contextual and enjoyable fiqh value education. ABSTRAK Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai fiqih sejak dini kepada anak-anak Generasi Alpha melalui kegiatan Festival Anak Muslim di TPA Baitullah Desa Sidomulyo. Generasi Alpha merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, sehingga membutuhkan pendekatan edukatif yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya pemahaman anak-anak TPA terhadap praktik fiqih dasar dalam kehidupan sehari-hari, seperti tata cara bersuci, shalat, adab beribadah, dan perilaku islami. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui berbagai kegiatan festival, pemberian materi tentang fiqih, kuis interaktif, permainan edukatif islami, lomba adzan, lomba El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 hafalan doa dan surah pendek. Kegiatan ini melibatkan santri TPA, ustadz/ustadzah, mahasiswa, dan masyarakat sekitar sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan pendidikan keislaman. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme anak-anak dalam mempelajari fiqih serta meningkatnya kesadaran mereka untuk menerapkan nilai-nilai fiqih dalam kehidupan sehari-hari. Festival Anak Muslim terbukti menjadi media yang efektif dalam merealisasikan spirit keislaman Generasi Alpha melalui penanaman nilai fiqih yang kontekstual dan menyenangkan. Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Agama memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku sosial masyarakat. Di tengah pesatnya modernisasi, generasi muda menghadapi berbagai pengaruh yang dapat melemahkan pengamalan nilai-nilai ajaran Islam, seperti derasnya arus globalisasi, berkembangnya pola hidup sekuler, serta minimnya media pembinaan keagamaan yang menarik dan sesuai dengan karakter remaja. Pendidikan merupakan upaya manusia dalam mengembangkan serta mengoptimalkan akal yang telah dianugerahkan Allah SWT, sehingga akal tersebut mampu membimbing manusia menuju hal-hal yang bernilai guna dan dapat diwujudkan. Selain itu, pendidikan berfungsi sebagai media untuk memperkuat kecerdasan, membentuk kepribadian, melatih pengendalian diri, serta mengembangkan berbagai kemampuan lain yang dibutuhkan oleh peserta didik, masyarakat, bangsa, dan negara. Manusia memperoleh informasi yang sebelumnya tidak diketahui melalui pendidikan, dan Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam QS Al Mujadalah/58:11 yang berbunyi: eo a a eo A aeO O eA a NA a a AcEEa Eac aOe aI N aIIa eO aIeI aE eIA AcEEa Ea aE eI aO a CeO aE Ie a aeO AaIe a aeO Oa eAa a NA a a e a a a ANOaOac aN EacOe aI N aIIa eO a CeO aE Ea aE eI a aA ac a eO aA Ee aI NEA a AOEac aOI aOaO EeaEeI N s O NA a aa a e ae a AcEEa aa a e aIEa eO aI aa eOA Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Pendidikan keislaman sejak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian anak. Anak-anak yang sejak kecil dikenalkan dengan ajaran Islam, khususnya nilai-nilai fiqih, akan memiliki landasan yang kuat dalam Maliki. Solimin. , & Qomarullah. AoEmpowerment Of The Mosque Youth Association As A Dakwah Cadre: Studi Pada IRMAS Masjid Babussalam Lubuk Linggau City. Ao. Jurnal Khabar: Komunikasi Dan Penyiaran Islam. , 2024. Sarpendi Novi Kurniawati. Tamyiz. AoUpaya Guru Mata Pelajaran Fiqih Dalam Pengembangan Spiritual Siswa Kelas VII D MTs Hidayatul Mubtadiin Jati Agung LAmpung Selatan Tahun PElajaran 2020/2021Ao. Ar Royhan : Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam, 1. Departemen Agama RI. AoAuMushaf Tajwid Dan TerjemahAyAo. Tambun Bekasi:Cahaya QurAoan, 2017, 543. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 menjalankan ibadah dan bersikap sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Fiqih tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah ritual, tetapi juga mencakup tata cara berperilaku dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Generasi Alfa merupakan kelompok anak yang lahir setelah tahun 2010 dan tumbuh dalam lingkungan yang sejak awal telah dipenuhi oleh perkembangan teknologi serta Pemanfaatan teknologi yang melekat dalam aktivitas sehari-hari generasi ini turut membentuk cara berpikir, sikap, serta pola interaksi sosial mereka. Generasi Alpha adalah generasi yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital. Karakteristik Generasi Alpha cenderung aktif, kreatif, visual, dan menyukai pembelajaran yang bersifat interaktif. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan Islam, khususnya dalam penanaman nilai fiqih. Pendekatan pembelajaran konvensional yang monoton sering kali kurang menarik bagi anak-anak Generasi Alpha, sehingga diperlukan inovasi dalam metode penyampaian materi keislaman. Pendidikan keislaman bagi Generasi Alpha memiliki peran strategis dalam mewujudkan spirit keislaman, yakni semangat Islam yang bersifat inklusif, pluralis, serta berorientasi pada nilai-nilai kebaikan universal sebagaimana dikemukakan oleh Nurcholish Madjid. Spirit tersebut dapat diaktualisasikan melalui penerapan nilai-nilai fiqih secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat, khususnya di negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Fiqih dipahami sebagai bentuk pemahaman praktis terhadap syariat Islam yang mencakup aspek ibadah, muamalah, dan akhlak. Penanaman nilai-nilai tersebut menjadi sangat penting dalam membentuk karakter religius yang kokoh, terutama di tengah tantangan modern berupa arus sekularisasi dan meningkatnya ketergantungan anak-anak terhadap perangkat elektronik yang berpotensi melemahkan nilai-nilai keislaman. Fiqih adalah salah satu mata pelajaran dalam Pendidikan Agama Islam yang bertujuan membekali peserta didik agar mampu mengetahui, memahami, dan menginternalisasi ajaranajaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan praktik ibadah sehari-hari. Melalui proses pembelajaran, pelatihan, dan pembiasaan, fiqih diharapkan menjadi dasar dalam membentuk pedoman hidup . ay of lif. bagi peserta didik. Dalam upaya menanamkan nilai-nilai fiqih, diperlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, antara lain melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang menempatkan Generasi Alpha sebagai subjek aktif sekaligus agen perubahan di lingkungan keluarga, sekolah, dan Spirit Islam perlu diwujudkan secara lebih substantif, tidak terbatas pada penguasaan hafalan, tetapi diarahkan pada proses internalisasi nilai-nilai fundamental seperti kasih sayang, adab, dan keadilan. Namun demikian, praktik pendidikan fiqih di madrasah dan pesantren hingga kini masih cenderung didominasi oleh metode hafalan yang bersifat Kondisi tersebut menunjukkan minimnya inovasi pedagogis serta kurangnya fleksibilitas dalam merespons persoalan-persoalan kontemporer, termasuk tantangan etika Aiena Kamila. AoPentingnya Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Moral Dalam Membina Karakter Anak Sekolah DasarAo. Al-Furqan: Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya, 2. , 321Ae38. Atikah Novia Putri. AoEfektivitas Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Akhlak Anak Pada Generasi Gen AlfaAo. Jurnal Pendidikan Dan Riset, 2. , 482Ae94. Alit Yuliawati and others. AoPeran Generasi Guru Dalam Membangun Antusiasme Belajar Siswa Generasi Alpha Di SD ST Bellarminus BekasiAo. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1792Ae1802. Siti Mukaromah. AoPemikiran Nurcholis Majid Dan Pengembangan Pendidikan Islam: Analisis Spirit Keislaman Dan KeindonesiaanAo. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 3. , 123Ae36. Novita Kurniawati. AoUpaya Guru Mata Pelajaran Fiqih Dalam Pengembangan Spiritual Siswa Kelas Vii D Mts Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2020/2021Ao. Ar Royhan: Jurnal Pemikiran Islam, 1. , 50Ae65. Atikah Novia Putri. AoEfektivitas Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Akhlak Anak Pada Generasi Gen AlfaAo. Pedagogik: Jurnal Pendidikan Dan Riset, 2. , 482Ae94. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Tujuan utama pembelajaran fiqih adalah membekali peserta didik dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar hukum Islam yang mengatur tata cara serta ketentuan hubungan manusia dengan Allah SWT melalui fiqih ibadah, serta hubungan manusia dengan sesama dalam lingkup fiqih muamalah. Selain itu, mata pelajaran fiqih diarahkan agar peserta didik mampu menerapkan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam secara tepat, baik dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah maupun dalam aktivitas sosial sehari-hari. TPA Baitullah Desa Sidomulyo merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berperan penting dalam memberikan pendidikan Al-QurAoan dan dasar-dasar keislaman kepada anak-anak. Namun, berdasarkan hasil observasi awal, masih ditemukan bahwa pemahaman anak-anak terhadap praktik fiqih dasar belum optimal. Anak-anak cenderung mengetahui teori secara terbatas, tetapi belum sepenuhnya mampu mempraktikkan nilai fiqih dalam kehidupan sehari-hari secara benar dan konsisten. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim PKM menyelenggarakan kegiatan Festival Anak Muslim sebagai media edukatif yang menyenangkan dan bermakna. Festival ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai fiqih kepada anak-anak Generasi Alpha dengan cara yang kreatif, partisipatif, dan sesuai dengan dunia anak. Melalui kegiatan ini diharapkan spirit keislaman anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara alami serta berkelanjutan. METODE Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. 11 Pada tahap persiapan, tim PKM melakukan observasi, koordinasi dengan pengelola TPA, serta penyusunan konsep kegiatan Festival Anak Muslim. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif yang dikemas dalam bentuk festival, antara lain pemberian materi tentang fiqih, kuis interaktif, permainan edukatif islami, lomba adzan, lomba hafalan doa dan surah pendek. Seluruh kegiatan dirancang untuk melibatkan anak secara aktif sehingga proses pembelajaran berlangsung secara menyenangkan. Tahap evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung, diskusi dengan ustadz/ustadzah, serta refleksi bersama anak-anak. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman anak terhadap materi fiqih serta efektivitas kegiatan festival dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. HASIL Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini telah dilaksanakan di TPA Baitullah Desa Sidomulyo. Kecamatan Kongbeng. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya edukatif untuk menanamkan nilai-nilai fiqih sejak dini kepada anak-anak Generasi Alpha melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan aplikatif. Pelaksanaan program pengabdian ini mengikuti prosedur yang sistematis mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi hasil. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi dampak program terhadap penguatan akhlak dan ilmu. Hasil evaluasi kemudian digunakan untuk Novi Kurniawati. Tamyiz. Arif Zunaidi. AoMetodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Pendekatan Praktis Untuk Memberdayakan KomunitasAo (Yayasan Putra Adi Dharma, 2. Muhammad Ilyas. AoEvaluasi Program Asrama Dalam Pembinaan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan Mandailing NatalAo (UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, 2. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 menyempurnakan program agar lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang Tahap awal pelaksanaan PKM dimulai pada Jumat, 14 November 2025 dengan kegiatan survei lokasi di TPA Baitullah. Survei ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar, jumlah santri, serta kesiapan sarana dan prasarana yang tersedia. Hasil survei menunjukkan bahwa TPA Baitullah memiliki potensi yang baik sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan dan edukasi fiqih bagi anak-anak. Berdasarkan hasil survei tersebut, tim PKM kemudian melakukan persiapan materi pembelajaran pada Minggu, 16 November 2025. Materi disusun secara sistematis dan disesuaikan dengan karakteristik Generasi Alpha yang cenderung menyukai pembelajaran interaktif dan visual. Adapun materi fiqih yang disiapkan meliputi fiqih adab, fiqih ibadah, dan fiqih wanita, yang dikemas dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anakanak. Pada Senin, 17 November 2025, tim PKM melaksanakan kegiatan pembersihan dan penataan ruangan di TPA Baitullah. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif selama proses pembelajaran dan pelaksanaan Festival Anak Muslim. Lingkungan belajar yang bersih dan tertata diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan santri dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan inti pembelajaran dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 November 2025, yaitu penyampaian materi fiqih kepada anak-anak TPA Baitullah. Mahasiswa PKM memberikan penjelasan mengenai pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, tata cara pelaksanaan ibadah, serta pengenalan fiqih wanita secara sederhana dan sesuai dengan usia Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif melalui metode ceramah interaktif, tanya jawab, serta pemberian contoh konkret yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Gambar 1. Penyampaian materi tentang Fiqih Ibadah Selama proses pembelajaran berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam menjawab pertanyaan, mengulang hafalan, serta mempraktikkan materi yang telah disampaikan. Interaksi dua arah antara mahasiswa dan santri turut menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran yang bersifat partisipatif dan interaktif efektif dalam meningkatkan minat belajar serta keterlibatan anak selama proses pembelajaran. Keaktifan santri tidak hanya berpengaruh pada peningkatan pemahaman materi secara kognitif, tetapi juga berkontribusi dalam membangun rasa percaya diri, keberanian untuk menyampaikan pendapat, serta pembiasaan sikap dan perilaku positif yang selaras dengan nilai-nilai fiqih yang diajarkan. Melalui terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, proses internalisasi nilai-nilai keislaman dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan. Idris H M Noor. AoPenelitian Dan Pengabdian Masyarakat Pada Perguruan TinggiAo. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16. , 285Ae97. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Gambar 2. Interaksi Dua Arah Antara Tim Pengabdi Dan Santri Setelah kegiatan pembelajaran, tim PKM melanjutkan kegiatan dengan pelaksanaan Festival Anak Muslim pada Jumat, 21 November 2025. Festival ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kemampuan dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keislaman yang telah dipelajari sebelumnya. Kegiatan festival dikemas dalam bentuk perlombaan yang bersifat edukatif dan kompetitif. Adapun jenis lomba yang diselenggarakan meliputi lomba adzan, lomba hafalan doa sehari-hari, dan lomba hafalan surah-surah pendek. Setiap lomba dirancang untuk melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat pemahaman fiqih dan praktik ibadah anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Festival Anak Muslim ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Acara ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Faelasup. Pd. Ketua RT 02 Desa Sidomulyo Bapak Rojidin, serta para wali santri TPA Baitullah. Kehadiran para tokoh dan orang tua santri memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Partisipasi aktif wali santri juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan kegiatan PKM ini. Orang tua memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Anak Muslim yang dinilai mampu meningkatkan semangat belajar agama serta menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai fiqih dan keislaman. Secara keseluruhan, pelaksanaan PKM di TPA Baitullah Desa Sidomulyo berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman fiqih, membentuk sikap religius, serta menumbuhkan spirit keislaman pada anak-anak Generasi Alpha melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Gambar 3. Pembukaan Acara Lomba Festival Anak Muslim El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Gambar 4. Penilaian peserta lomba hafalan doa sehari-hari oleh juri Gambar 14. Pengumuman. Pemberian Hadian Dan Foto Bersama Dengan Para Peserta Lomba Festiva Anak Muslim TPA Baitullah PEMBAHASAN Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan Festival Anak Muslim di TPA Baitullah Desa Sidomulyo menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang dipadukan dengan kegiatan kompetitif mampu menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai fiqih kepada anak-anak Generasi Alpha. Generasi ini memiliki karakteristik aktif, responsif, dan cenderung menyukai kegiatan yang melibatkan interaksi langsung, sehingga metode pembelajaran yang monoton kurang efektif diterapkan. Pemberian materi fiqih yang meliputi fiqih adab, fiqih ibadah, dan fiqih wanita menjadi fondasi penting dalam membentuk pemahaman dasar keislaman pada anak-anak. Materi adab memberikan pemahaman tentang tata krama dan sikap terpuji dalam kehidupan sehari-hari, sementara fiqih ibadah membantu santri memahami tata cara beribadah yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Adapun pengenalan fiqih wanita disampaikan secara sederhana sebagai bentuk edukasi awal yang sesuai dengan perkembangan usia santri. Metode penyampaian materi yang dilakukan secara interaktif terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif santri. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan. Astidva Nadia Maharani and Zaini Tamin AR. AoAnalisis Peran Kegiatan Keputrian Dalam Meningkatkan Pemahaman Fiqih Wanita Materi Haid Dan Nifas Di Kalangan Siswi MTs Darul Ulum Waru SidoarjoAo. JOIES (Journal of Islamic Education Studie. , 9. , 135Ae58. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 tetapi juga terlibat dalam tanya jawab dan praktik sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran fiqih yang dikemas secara komunikatif dapat meningkatkan pemahaman serta daya serap materi pada anak-anak Generasi Alpha. Festival Anak Muslim yang dilaksanakan sebagai puncak kegiatan PKM berperan sebagai sarana evaluasi tidak langsung terhadap materi yang telah diberikan. Melalui lomba adzan, hafalan doa sehari-hari, dan hafalan surah pendek, anak-anak dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan keislaman yang telah dipelajari. Kegiatan lomba juga berfungsi untuk melatih keberanian, rasa percaya diri, dan sikap sportif dalam diri santri. Antusiasme anak-anak selama pelaksanaan festival menunjukkan bahwa pembelajaran fiqih tidak harus disampaikan secara kaku. Pendekatan berbasis kegiatan dan perlombaan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta memotivasi santri untuk lebih aktif dalam mempelajari ajaran Islam. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Generasi Alpha yang cenderung menyukai pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. Kehadiran Dosen Pembimbing Lapangan, tokoh masyarakat, serta wali santri turut memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan kegiatan. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan nonformal, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Peran orang tua juga menjadi faktor penting dalam memperkuat hasil pembelajaran yang telah diberikan di TPA. Secara umum, kegiatan PKM ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pemahaman fiqih anak-anak, tetapi juga memperkuat peran TPA sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang strategis dalam membina generasi muda. Festival Anak Muslim menjadi salah satu alternatif model pembelajaran fiqih yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik santri. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan dan pembahasan kegiatan PKM yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Festival Anak Muslim merupakan media yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai fiqih kepada anak-anak Generasi Alpha di TPA Baitullah Desa Sidomulyo. Kegiatan ini mampu mengintegrasikan pembelajaran fiqih dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak. Pemberian materi fiqih yang meliputi adab, ibadah, dan fiqih perempuan memberikan pemahaman dasar keislaman yang penting bagi santri. Materi yang disampaikan secara sederhana dan interaktif mampu meningkatkan minat belajar serta partisipasi aktif anak-anak selama proses pembelajaran berlangsung. Pelaksanaan lomba-lomba keagamaan dalam Festival Anak Muslim berperan sebagai sarana penguatan dan evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan hafalan dan praktik ibadah santri, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, dan sikap positif dalam berkompetisi secara sehat. Dukungan dari dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat, serta wali santri menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan kegiatan PKM ini. Sinergi antara mahasiswa. TPA, dan masyarakat menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai keislaman sejak dini memerlukan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM Festival Anak Muslim memberikan dampak positif dalam membentuk karakter religius anak-anak Generasi Alpha serta merealisasikan spirit keislaman melalui penanaman nilai fiqih. Oleh karena itu, kegiatan serupa direkomendasikan untuk terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan anak di lingkungan masyarakat. Nurul Ilmiyah Al Makrufah. AoPeningkatan Kemampuan Pemahaman Agama Islam Pada Peserta Didik TPQ Melalui Festival Anak Islami Di Desa PalangbesiAo. Jurnal Pengabdian Cendekia, 2. , 162Ae73. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 REFERENSI