Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 EARLY CHILDHOOD CARIES : TINJAUAN PUSTAKA EARLY CHILDHOOD CARIES : A LITERATURE REVIEW Vanny Putri Natasha1*. Ulfa Yasmin2. Rosada Sintya Dwi3 1,2,3 Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sriwijaya. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia *(Email Korespondensi : vannyputri19@gmail. ABSTRAK Early Childhood Caries (ECC) merupakan suatu penyakit multifaktorial yang menyebabkan masalah kesehatan rongga mulut pada anak. ECC paling sering terjadi pada anak-anak usia dibawah 6 tahun. Studi pada jurnal ini merupakan tinjauan pustaka dengan analisis kualitatif, bersumber dari jurnal PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "early childhood caries ", "primary teethAy. AuchildrenAy dan Auprevention" sehingga didapatkan hasil bahwa prevalensi ECC di Indonesia meningkat dari tahun ketahun. Morfologi gigi sulung, makanan kariogenik dan bakteri Streptococcus mutans menjadi faktor etiologi terjadinya karies. Penggunaan botol susu yang lama saat tidur dimalam hari juga menjadi faktor risiko terjadinya ECC. ECC dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti kesulitan makan, mengunyah dan berbicara, selanjutnya akan mempengaruhi tumbuh kembang anak sehingga dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan pencegahan dan perawatan ECC pada anak sedini Kata kunci : ECC, gigi sulung, anak-anak, pencegahan ABSTRACT Early Childhood Caries (ECC) is a multifactorial disease that causes oral health problems in children. ECC most often occurs in children under 6 years of age. This study is a literature review with qualitative analysis. It was sourced from PubMed and Google Scholar with keywords : "early childhood caries ", "primary teethAy. AuchildrenAy dan Auprevention" so that the results showed that the prevalence of ECC in Indonesia increased from year to year. The morphology of primary teeth, cariogenic foods and streptococcus mutans bacteria are etiological factors in the occurrence of caries. Prolonged use of milk bottles while sleeping at night is also a risk factor for ECC. ECC can cause various complaints such as difficulty eating, chewing and speaking, which will then affect the child's growth and development, so it can be concluded that it is necessary to prevent and treat ECC in children as early as possible possible. Key words: ECC, primary teeth , children, prevention Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 PENDAHULUAN Karies gigi pada anak masih menjadi penyakit yang paling sering terjadi tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan rongga mulut tapi juga masalah kesehatan pada anak secara umum. Early Childhood Caries (ECC) atau karies dini adalah penyakit rampan gigi yang paling banyak dialami anak-anak. 1 Menurut American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). ECC ditandai dengan satu atau lebih kerusakan gigi, baik lesi dengan kavitas atau tanpa kavitas, kehilangan gigi akibat karies, atau penambalan permukaan gigi sulung pada usia prasekolah antara usia lahir hingga 71 bulan. ECC merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di negara berkembang maupun negara maju . ECC dapat dimulai sejak dini, berkembang pesat pada anak-anak yang berisiko tinggi karies, dan seringkali tidak dilakukan mempengaruhi kualitas hidup anak dalam jangka pendek dan jangka panjang. 3 Gigi geligi anak yang sehat berperan penting dalam kemampuan bicara, mastikasi, dan sebagai penuntun erupsi gigi permanen. Pada anak-anak, gigi geligi yang sehat dan terjaga estetikanya dapat meningkatkan rasa percaya diri serta perkembangan kepribadian yang baik, hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup anak dimasa depan. ECC dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti kesulitan makan karena terasa nyeri bila mengunyah sehingga anak dampaknya anak sering menangis karena rasa nyeri yang mengenai seluruh gigi, serta adanya bau mulut. 6 Anak yang menderita karies dini memerlukan mencegah kondisi yang lebih parah. Perawatan meredakan keluhan atau rasa nyeri, serta menjaga mental dan tumbuh kembang Tujuan dari penelitian tinjauan pustaka atau literature review ini untuk mengetahui berbagai informasi mengenai Early Childhood Caries (ECC) yang berkaitan dengan prevalensi, etiologi , mekanisme terjadinya penyakit, dampak dan manajemen perawatan. TINJAUAN PUSTAKA Studi pada jurnal ini merupakan tinjauan pustaka . iterature revie. dengan analisis Literatur yang digunakan berbahasa Inggris dan diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Literatur ini bersumber dari dua basis data jurnal PubMed dan Google Scholar. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci " early childhood caries ", "primary teethAy. AuchildrenAy dan Auprevention". Pencarian referensi dari artikel yang menemukan makalah relevan tambahan guna memperkaya temuan. Menurut American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) Early Childhood Caries (ECC) didefinisikan sebagai Auadanya satu atau lebih karies . esi yang tidak berlubang atau berluban. , hilang . kibat karie. , atau permukaan gigi yang ditambal pada gigi sulung mana punAy pada anak-anak dibawah usia 6 tahun. Apabila anak usia dibawah 3 tahun terdapat karies pada permukaan halus disebut Severe-ECC (S-ECC). 2 Dari usia 3 sampai 5 tahun, satu atau lebih kavitas, hilang oleh karena karies atau tambalan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 pada permukaan halus gigi anterior rahang atas atau lubang, hilang, tumpatan Ou4 permukaan pada usia 3 tahun, lebih Ou5 permukaan pada usia 4 tahun, atau Ou6 permukaan pada usia 5 tahun. Prevalensi ECC Prevalensi ECC di Asia berkisar antara 22,9 hingga 90%. 9 Negara berkembang seperti Filipina dan Thailand. ECC berdasarkan kelompok penelitian. 10,11 Prevalensi ECC di Indonesia sendiri semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan karakteristik SKI (Survei Kesehatan Indonesi. tahun 2023, prevalensi masalah kesehatan gigi dalam 1 tahun terakhir pada anak usia Ou 3 tahun berupa prevalensi karies anak pada usia 34 tahun mencapai 37,4 %. 11 Data ini Riskesdas 2018, dimana prevalensi karies anak pada usia 3-4 tahun mencapai 36,4%. Penelitian yang dilakukan Setiawan tahun 2010 di Jakarta menunjukkan bahwa prevalensi ECC mencapai 63,1% pada anak usia 6-24 Menurut prevalensi ECC tertinggi pada kelompok usia 3-4 tahun, anak laki-laki tampaknya lebih banyak mengalami ECC daripada anak perempuan pada rentang usia 8 bulan hingga 7 tahun. ECC juga banyak dialami oleh kelompok sosial ekonomi yang 14,15 Hal ini menunjukkan bahwa ECC merupakan masalah kesehatan yang penting di berbagai negara di dunia, terutama di negara berkembang. 8,12,13 Etiologi ECC Karies gigi merupakan penyakit yang terjadi akibat interaksi berbagai faktor etiologi yang mungkin muncul secara bersamaan. Faktor-faktor etiologi yang berperan dalam terjadinya karies seperti Streptococcus mutans, karbohidrat . yang dapat difermentasi, dan morfologi gigi sulung yang menyebabkan gigi sulung lebih rentan terhadap 16,17 Faktor-faktor tersebut berinteraksi dalam periode waktu tertentu dan menyebabkan ketidakseimbangan dalam demineralisasi serta remineralisasi antara permukaan gigi dan lapisan plak. 18,19 Faktor lain seperti sosial ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, frekuensi makanan kariogenik dan waktu makan anak juga faktor-faktor memperngaruhi terjadinya ECC. Demineralisasi adalah suatu proses hilangnya berbagai ion mineral dari enamel gigi yang memiliki kandungan utama berupa kristal hidroksiapatit yang Ca10(PO. 6(OH)2. Demineralisasi pada enamel gigi terjadi bila pH kurang dari 5,5. Jika demineralisasi terjadi terus menerus dalam kurun waktu yang lama dan distimulasi oleh bakteri maka akan terjadi karies 22 Aliran saliva turun dimalam hari saat anak tidur, fungsi saliva juga menurun mengakibatkan ketidakseimbangan antara proses demineralisasi dan remineralisasi. Remineralisasi adalah proses dimana ion mineral kalsium dan fosfat kembali membentuk kristal hidroksiapatit pada enamel gigi dan akan berpengaruh pada kekerasan dan kekuatan gigi. Mikroorganisme kariogenik yang utama adalah Streptococci, khususnya Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Streptococcus mutans dan Streptococcus Streptococcus mengubah karbohidrat yang dapat difermentasi menjadi asam, yang dapat mendemineralisasi email dan dentin. Patogen tersebut dapat berkolonisasi pada permukaan gigi dan menghasilkan asam dengan kecepatan yang lebih cepat dari kapasitas netralisasi biofilm di bawah pH kritis 5,5, selanjutnya menghancurkan email dan dentin. 26 Infeksi Streptococcus mutans pada bayi dapat terjadi karena kontak dengan ibu yang tinggi status Penyakit ECC yang parah pembentukan dini Streptococcus mutans pada bayi. 27 Anak usia 2 tahun yang sudah terinfeksi Streptococcus mutans memiliki aktivitas karies lebih besar di usia 4 Makanan kariogenik merupakan makanan manis yang mengandung sukrosa dan gula yang dapat menyebabkan terjadinya karies gigi. Makanan kariogenik memiliki sifat yang lengket dan mudah hancur didalam mulut. 27 Praktik pola makan juga memainkan peran penting dalam perkembangan ECC terutama jika karbohidrat yang dapat difermentasi dalam jumlah tinggi mengakibatkan anak mempunyai risiko lebih tinggi terkena karies gigi. Morfologi gigi sulung meliputi ukuran permukaan, kedalaman fossa dan fissure serta kondisi-kondisi tertentu yang terjadi pada gigi sulung seperti email yang belum matang saat erupsi gigi, adanya defek email yang ditandai oleh hipoplasia email dan kondisi gigi yang berjejal juga menjadi faktor risiko karies. Jumlah mutan yang meningkat berhubungan dengan terjadinya hipoplasia email. Saliva memiliki peran sebagai buffer dalam menetralisisasi asam serta berfungsi menghilangkan sisa makanan dan bakteri didalam rongga mulut. Pada malam hari saat anak tidur, aliran saliva berkurang menyebabkan menurunnya kemampuan meningkatkan waktu kontak antara plak dan makanan, hal ini menyebabkan meningkatnya kariogenitas dan makanan. Faktor risiko terjadinya ECC yang berkaitan dengan sosial dan perilaku meliputi orangtua atau pengasuh yang memiliki tingkat ekonomi yang rendah serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut berisiko dua kali lebih mudah mengalami ECC. 31 Anak yang sering terpapar makanan atau minuman yang mengandung gula dalam rentang waktu yang lama, anak yang minum susu dengan botol dimalam hari sebelum tidur dan giginya tidak dibersihkan dengan benar, usia anak lebih dari 12 bulan tetapi masih minum susu dengan botol , ibu atau pengasuh yang memiliki karies gigi yang aktif serta anak yang mempunyai kebutuhan perawatan kesehatan khusus sehingga lebih sulit membersikan giginya juga berisiko dua kali lebih mudah mengalami ECC. Faktor risiko secara klinis meliputi anak yang mengalami karies non-kavitas atau kerusakan email, anak yang memiliki gigi berlubang atau gigi hilang karena karies dan anak yang memiliki plak yang terlihat pada giginya. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Tingkat Keparahan ECC Berdasarkan Tampilan Klinis. Tahap awal tampak white spot yang disebut dengan tingkat ringan atau mild ECC Gambar 1. Mild ECC . Tahap lanjut ECC secara klinis tampak kavitas yang berwarna kecoklatan, disebut tingkat sedang atau moderate ECC Gambar 2. Moderate ECC . Tingkat keparahan ECC yang paling tinggi disebut dengan severe ECC, karena sudah terjadi kerusakan mahkota gigi Gambar 3. Severe ECC Mekanisme Terjadinya ECC ECC merupakan proses terjadinya karies yang dipercepat oleh pemaparan yang sering dan dalam waktu yang lama dari susu, formula atau minuman kariogenik lain pada permukaan gigi 19 Kondisi ini diawali dengan kebiasan anak menggunakan botol saat tidur malam hari sehingga terpapar cairan gula yang menyebabkan genangan berjamjam pada gigi bayi dan anak-anak. Cairan gula ini berkontak dengan email gigi dan Streptococcus mutans didalam rongga 5,34 Bakteri biofilm memetabolisme berbagai karbohidrat seperti glukosa, memproduksi sejumlah signifikan asam demineralisasi struktur gigi yang akhirnya berkembang menjadi karies. 35 Rangkaian kesatuan hasil siklus demineralisasi dan remineralisasi merupakan suatu proses 36 Proses demineralisasi yang lebih remineralisasi, akan menyebabkan karies, yang dimulai dari lapisan terluar dari gigi yaitu email dan berlanjut pada lapisan Dampak Terjadinya ECC Anak yang mengalami ECC dan tidak mendapatkan perawatan akan mempengaruhi sistem stomatognatik yaitu sistem yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya fungsi pengunyahan, bicara, dan penelanan. 37 Gigi- gigi anak yang mengalami ECC juga lama kelamaan akan habis karena karies yang kemudian akan mengganggu fungsi mengunyah dan Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Karies yang terjadi akan terlebih dahulu mengenai email dan jika tidak dirawat akan berlanjut mencapai dentin dan pulpa. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit pada gigi yang akan berdampak negatif pada status emosi, pola tidur, pola makan, kemampuan belajar dan aktivitas lainnya pada anak. 38 Jika pola makan terganggu, maka akan mengganggu asupan nutrisi yang diterima anak dan bila hal ini terjadi pada anak usia dibawah 2 tahun. Kondisi ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hidup anak. Kondisi anak yang mengalami ECC yang tidak mendapatkan perawatan akan mengakibatkan mahkota gigi habis yang memungkinkan gigi-gigi tersebut mengalami premature loss atau tanggal sebelum waktunya,39 selanjutnya akan menimbulkan masalah ortodontik pada masa gigi bercampur dan gigi permanen saat anak menuju usia dewasa. gigi dengan benar sejak erupsi gigi sulung. Orangtua dapat membatasi konsumsi makanan atau minuman pada anak yang mengandung gula, membatasi anak untuk minum susu dengan botol atau minuman manis lain dimalam hari. 31 Tabel 1 menunjukkan penggunaan pasta gigi untuk anak-anak sesuai anjuran European Academy of Paediatric Dentistry . Tabel 1. Rekomendasi Penggunaan Pasta Gigi Berfluoride Untuk Anak-Anak42 Usia . Gigi 2-6 tahun . pmF) Frekuensi Rentang Ukuran 1,000 0,125 Smear size . iji 1,000* 0,25 Pea size Lebih dari 6 tahun 1,450 0,5-1,0 Sepanjang bulu sikat Manajemen ECC Langkah dilakukan pada manajemen ECC adalah Pencegahan primer dapat dilakukan oleh orangtua. Strategi pencegahan dimulai dengan edukasi prenatal pada calon orangtua dan setelah bayi dilahirkan, dilanjutkan pada ibu serta Perawatan gigi yang tepat dan pemeliharaan kebersihan rongga mulut selama kehamilan dapat mengurangi atau menunda ECC pada bayi. 41 Orangtua harus memiliki pengetahuana tentang kesehatan gigi dan mulut serta terapi yang dapat dilakukan jika anak mengalami ECC. Orangtua mendampingi anaknya untuk menyikat Gambar 4. Pasta gigi smear size . iji bera. 2 Gambar 5. Pasta gigi pea size2 Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 Pencegahan sekunder meliputi pencegahan pada perkembangan karies mengaplikasikan vanish fluor . kali dalam setahu. atau perawatan fissure sealant pada gigi molar yang rentan mengalami karies. 31 Idealnya pada 1 tahun pertama usia anak dapat dilakukan perawatan pencegahan oleh dokter gigi dengan aplikasi varnish fluor 5% secara teratur, terutama untuk anak dengan risiko karies tinggi. Pencegahan perawatan restorasi pada gigi yang mengalami karies untuk mencegah kerusakan gigi lebih lanjut dan perawatan pulpektomi untuk gigi sulung yang mengalami karies sampai mengenai pulpa 31,43 Perawatan gigi tersebut akan mengembalikan fungsi gigi sulung sebagai alat penguyahan dan estetika sampai gigi permanen erupsi. dan bicara pada anak. Rasa sakit yang ditimbulkan karies gigi berdampak negatif pada status emosi anak, pola tidur, pola Managemen ECC dilakukan melalui pencegahan primer, sekunder dan tersier berupa edukasi oleh orangtua untuk menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak, menjaga kebersihan menggunakan pasta gigi berfluor, dan perawatan oleh dokter gigi seperti aplikasi vanish fluor, fissure sealant dan restorasi pada kavitas gigi. KESIMPULAN Early Childhood Caries (ECC) adalah penyakit rampan gigi yang paling banyak dialami pada anak-anak dibawah usia 6 tahun. Prevalensi ECC di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh berbagai macam faktor . ultifactorial diseas. meliputi host . igi dan saliv. , agent (S. , substrat . arbohidrat kariogeni. dan waktu. Kebiasaan membiarkan anak menggunakan botol saat tidur pada malam hari mengakibatkan terpapar cairan gula selama berjam-jam di sekeling gigi anak-anak. ECC yang tidak mempengaruhi sistem stomatognatik anak, sehingga mengganggu fungsi mengunyah Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol. 6 No. Desember 2024 eISSN 2746-1769 DAFTAR PUSTAKA