Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. September 2025 - Februari 2026 E-ISSN 2776-7752 P-ISSN 2775-197X Upgrading dan Brainstorming Pengetahuan Potensi Ekonomi Wisata Religi AuBujuk Nur KasianAy Nanda Widaninggar 1*. Mia Ika Rahmawati 2. Mory Victor Febrianto 3. Lusi Purwanti 4. Maulidatun Nabawiyah 5 Program Studi Magister Manajemen. Program Pascasarjana. Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jawa Timur. Indonesia. Program Studi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jawa Timur. Indonesia Program Studi Bisnis Digital. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jawa Timur. Indonesia Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jawa Timur. Indonesia Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu Pekerjaan agar menjadi Layak sesuai dengan prioritas Sustainability Development Goals dengan memberikan pengetahuan tentang potensi ekonomi wilayah. Di Desa Kotakan masih terdapat sebagian wilayah yang menjadi pusat aktivitas prostitusi. Paradoks dengan hal tersebut, tidak jauh dari lokasi prostitusi terdapat makam dari tokoh yang dianggap suci dan sering dikunjungi dalam konteks ziarah wisata religi. Namun demikian, pada sebagian masyarakat, ziarah seringkali disalahartikan, yaitu dengan berharap untuk memperoleh rezeki dan mendapatkan keberuntungan karena karisma dan keistimewaan tokoh yang dimakamkan di tempat ziarah, khususnya yang terjadi di Wisata Religi AuBujuk Nur KasianAy. Pengabdian kepada Masyarakat ini juga ditujukan untuk melakukan rekonstruksi konsep ziarah untuk memperkokoh akidah dengan melakukan brainstorming terkait etika ziarah, etika moral masyarakat, dan secara simultan memberikan peluang potensi ekonomi untuk meningkatkan kelayakan pekerjaan. Metode dilakukan dengan pendekatan Asset Based Community Development dengan hasil masyarakat memperoleh peningkatan pengetahuan yang diukur dengan pengujian secara interaktif. Kegiatan dilakukan melalui upgrading dan brainstorming etika ziarah, etika moral, dan membangun kesadaran terhadap potensi ekonomi wilayah. Program ini juga berhasil membentuk Kelompok Sadar Wisata dan meningkatkan level keberdayaan ekonomi melalui kegiatan wisata religi. Kata Kunci: Potensi Ekonomi. Etika Moral. Pekerjaan yang Layak. Wisata Religi Korespondensi: Nanda Widaninggar . anda_widaninggar@unars. Submit: 08-10-2025 Revisi: 20-10-2025 Diterima: 18-11-2025 Terbit: 10-12-2025 Pendahuluan Ziarah menjadi indigenous knowledge yang kuat dan orisinal Indonesia, merupakan budaya yang masih konsisten dijalankan karena memiliki nilai filosofis yang tinggi bagi masyarakat (Maskuri, et al. Mengangkat nilai kultural dan falsafah bangsa merupakan hal yang sangat relevan untuk dilakukan saat ini, demi menahan masifnya budaya luar yang masuk ke Indonesia, utamanya yang memengaruhi ideologis dan cara pandang terhadap aktivitas kehidupan (Widaninggar, 2022. Widaninggar, et al. , 2024. Widaninggar, et al. Tsaniyah . menyatakan bahwa hidup adalah sebuah perjalanan untuk mengetahui Ausangkan paraning dumadiAy yang berarti manusia harus sadar akan kembali kepada Tuhan. Namun demikian, tradisi ini sering disalahartikan oleh peziarah, yaitu dengan berharap memperoleh rezeki dan mendapatkan keberuntungan karena karisma dan keistimewaan tokoh yang dimakamkan (Latifah, 2. Salah satu situs makam yang dianggap keramat oleh masyarakat, terdapat di wilayah Desa Kotakan. Kabupaten Situbondo, berjarak sekitar 6 . km dari pusat pemerintahan. Situs Makam bernama AuBujuk Nur KasianAy ini merupakan situs makam yang sering dikunjungi oleh peziarah. Situs Makam ini berada di wilayah perbukitan yang indah dan masih alami, yaitu di sebelah utara Kantor Desa Kotakan. Lokasinya yang relatif sulit untuk dijangkau tidak menyurutkan para peziarah untuk datang karena dipercaya bahwa yang dimakamkan di lokasi tersebut adalah orang yang sholeh (Situbondo, 2. Paradoks dengan fenomena tersebut, tidak jauh dari lokasi situs makam, terdapat eks lokalisasi/tempat prostitusi terbesar di Kabupaten Situbondo (Situbondo, 2. Eks Lokalisasi ini eksis sebagai wisata karaoke yang masih berpotensi pada kegiatan prostitusi meskipun terdapat aturan pelarangan oleh Pemerintah Daerah melalui Peraturan Daerah No. 27 Tahun 2024. Hal ini mendorong normalisasi perilaku seks bebas (Febrianto & Setiawan, 2. , utamanya di Kabupaten Situbondo. Eks Lokalisasi yang disebut Gunung Sampan ini terbentuk sebagai dampak dari rendahnya tingkat pendidikan dan tingginya tingkat kemiskinan masyarakat. Kehidupan masyarakat Desa di Kabupaten Situbondo belum mampu memenuhi dua kriteria dalam Indeks Desa Membangun (IDM) dari indikator yaitu Ketahanan Sosial dan Ketahanan Ekonomi (Indonesia, 2. Berdasarkan Laporan Kajian (Situbondo, 2. , melalui eksistensi situs makam AuBujuk Nur KasianAy. Desa Kotakan memiliki potensi untuk mengembangkan wisata religi. Lingkungan alam yang berada di kawasan perbukitan merupakan peluang berbagai kegiatan bernilai ekonomis. Dengan adanya inisiasi terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru, diharapkan mampu pula memitigasi risiko berkembangnya bisnis prostitusi. Permasalahan utama masyarakat adalah Aspek Ekonomi Bisnis, yaitu belum dimilikinya pengetahuan tentang analisis potensi wilayah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan Aspek Pemasaran, yaitu belum dimilikinya inovasi yang merupakan hasil pemikiran sendiri untuk melakukan rebranding wilayah Desa Kotakan. Namun demikian, permasalahan yang justru menjadi sumber dari munculnya masalah yang menjadi prioritas utama, yaitu Aspek Sosial Kemasyarakatan, yaitu rendahnya pemahaman tentang moralitas pada sebagian kelompok masyarakat sehingga eksistensi Eks Lokalisasi AuGunung SampanAy dari kegiatan yang mengarah ke prostitusi sulit dihilangkan dan Aspek Agama dan Kebudayaan, yaitu rendahnya literasi masyarakat sehingga masih dipercayainya situs Makam AuBujuk Nur KasianAy sebagai perantara dalam terkabulnya doa dan pulihnya Kawasan wisata religi di Kawah Tengkurep. Palembang dan Komplek Makam Sunan Gunung Jati telah membuka kesempatan bagi penduduk setempat untuk meningkatkan perekonomian dalam bidang sektor pariwisata religi, termasuk penjualan makanan, minuman, dan merchandise baju bermotif batik dan bergambar walisanga (Litriani, 2021. Nguluwiyah, et al. , 2. Peningkatan fasilitas pada lokasi wisata religi tersebut memperkuat potensi ekonomi masyarakat. Hal ini dapat menjadi referensi baik untuk mengembangkan wisata religi AuBujuk Nur KasianAy. Tim Pelaksana Pengabdian mengkoordinasikan kegiatan yang sifatnya meningkatkan kapasitas masyarakat binaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bangkit Bergerak Bersama . Kotakan yang akan menjadi Kelompok Sadar Wisata, sehingga secara bersinergi dapat membangun kesadaran literasi dalam kerangka religiositas serta memetakan peluang usaha yang mungkin terlaksana di wilayah Makam AuBujuk Nur KasianAy. Dari program pengabdian ini diharapkan masyarakat dapat terentaskan dari kemiskinan dan keluar dari hegemoni prostitusi. Fokus Pengabdian kepada Masyarakat pada artikel ini adalah pada Aspek Ekonomi dan Bisnis. Aspek Sosial Kemasyarakatan, dan Aspek Agama dan Kebudayaan. Metode Peran yang signifikan melalui Situs Makam AuBujuk Nur KasianAy sangat diperlukan dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan mendobrak tekanan masyarakat dari hegemoni prostitusi. Pengabdian kepada Masyarakat ini secara keseluruhan dilaksanakan dengan tahapan dan timeline sebagai berikut, pada artikel ini adalah pelaksanaan kegiatan 1 sampai dengan 3: TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Nama Kegiatan Sosialisasi Program Upgrading. Brainstorming, dan PAL tentang moralitas dan Sosialisasi potensi bisnis di Desa Kotakan Sosialisasi. Brainstorming, dan PAL masyarakat Desa Kotakan sehingga situs Makam AuBujuk Nur KasianAy merupakan sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan Pelatihan Pengelolaan Organisasi dan Keuangan BUMDES Penyerahan Teknologi Aplikasi Keuangan dan melaksanakan Pendampingan secara Bulan Pelatihan tentang analisis potensi wilayah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, penyusunan proposal, dan penyusunan profil wilayah Penyerahan Alat dan Fasilitas Pendukung serta melakukan Pendampingan Persiapan Wilayah sebagai Wisata Religi dan kegiatan ekonomis pendukung Trail Run. Festival Balon Udara. Festival Layangan. Glamping secara berkelanjutan Pelatihan dalam menciptakan inovasi yang merupakan hasil pemikiran sendiri untuk melakukan rebranding wilayah Desa Kotakan. Hospitality, dan Pemasaran Digital Penyerahan pengelolaan Website. Instagram, dan TikTok Publikasi Media. Publikasi Artikel, dan Penyelesaian Video Gambar 1. Bukit Situs Makam AuBujuk Nur KasianAy Sumber: Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Pada Gambar 1 dan Gambar 2 terlihat lokasi perbukitan wisata religi. Potensi wisata yang dapat dikembangkan adalah berupa kegiatan yang berelasi dengan religi, dengan upaya mengadakan acara yang berpotensi mendatangkan banyak pengunjung, yaitu AuOne Night Muhasabah Glamping in Bujuk Nur KasianAy AuTadabur Trail RunAy di kawasan situs dengan tujuan akhir di bukit. Selain itu juga kegiatan berpotensi ekonomi semisal Festival Balon Udara maupun Festival Layangan. Gambar 2. Lokasi di Sekitar Situs Makam dengan Kontur Perbukitan dan Lembah Sumber: Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Program Pengabdian yang akan dilaksanakan ini dapat menyentuh permasalahan riil yang terjadi di masyarakat Desa Kotakan melalui peningkatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata agar mampu menjadi agen perubahan dan agen solusi dalam membangun pusat-pusat sosial ekonomi baru secara kreatif dan berkearifan lokal sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan serta kemandirian wilayah Desa Kotakan untuk membantu meningkatkan kemandirian kabupaten serta memitigasi risiko berkembangnya bisnis prostitusi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan Integrasi Kegiatan dari Hulu ke Hilir sebagai berikut: Gambar 3. Integrasi Hulu-Hilir Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sumber: Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Penyadaran terhadap aktivitas masyarakat di sekitar wisata religi merupakan hal pertama yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Sumber Daya Manusia menjadi fokus utama sebab merupakan pelaku utama dalam upaya terwujudnya wisata religi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan Tahapan-tahapan yang dijalankan sesuai dengan Gambar 3 Integrasi Hulu-Hilir kegiatan. Berikut ini adalah tahapan yang dilakukan: AMelaksanakan Sosialisasi Bidang Usaha yang Berpotensi Dilakukan di Desa Kotakan untuk Dapat Meninggalkan Bisnis Prostitusi dan Bidang Manajemen Bisnis Pengganti yang Mengarah kepada Bisnis Prostitusi. Sumber Daya Manusia Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia AMelaksanakan Sosialisasi untuk Merekonstruksi Konsep Ziarah agar sesuai akidah Gambar 4. Solusi Atas Sumber dari Permasalahan Prioritas Utama Setiap kegiatan dihadiri dan diikuti secara antusias oleh 95% peserta dari keseluruhan undangan. Berikut ini adalah Dokumentasi Kegiatan: Gambar 5. Dokumentasi Kegiatan Sumber: Hasil Pengabdian kepada Masyarakat . Pada kegiatan Pengabdian ini skema kegiatan/spesifikasi teknologi dan indikator capaian dari permasalahan prioritas utama adalah sebagai berikut: Solusi yang Diimplementasikan Peningkatan Skema Kegiatan/Spesifikasi Teknologi Melaksanakan Sosialisasi Indikator Capaian Meningkatnya Target Penyelesaian Luaran Peningkatan pengetahuan tentang moralitas dan potensi bisnis di Desa Kotakan Bidang Usaha yang Berpotensi Dilakukan di Desa Kotakan untuk Dapat Meninggalkan Bisnis Prostitusi dan Bisnis Pengganti yang Mengarah kepada Bisnis Prostitusi . engan penyampaian dakwah secara implisi. Melaksanakan Sosialisasi untuk Merekonstruksi Konsep Ziarah agar sesuai akidah . engan penyampaian dakwah secara implisi. moralitas dan potensi bisnis di Desa Kotakan yang dibuktikan dengan hasil pengujian secara Peningkatan literasi Meningkatnya masyarakat Desa Kotakan sehingga situs Makam masyarakat Desa AuBujuk Nur KasianAy Kotakan merupakan sebuah sehingga situs wisata religi, wisata Makam AuBujuk budaya, dan wisata ilmu Nur KasianAy sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu yang dibuktikan dengan hasil pengujian secara Tabel 1. Identifikasi Hasil Penyelesaian Akar Permasalahan Prioritas Utama tentang moralitas dan potensi bisnis di Desa Kotakan Peningkatan literasi masyarakat Desa Kotakan sehingga situs Makam AuBujuk Nur KasianAy merupakan sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan Kegiatan Pengabdian dilaksanakan melalui tahapan-tahapan sesuai dengan fokus permasalahan yang akan Pada seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan senantiasa terwujud kolaborasi yang baik di antara Tim Pelaksana yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa, serta BUMDES b Kotakan. Demi keberlanjutan program, perlu dilibatkan pula Pemerintah Desa sebagai pemangku kebijakan dan tentunya masyarakat Desa Kotakan sebagai aktor utama dalam keberhasilan pembangunan desa dalam bidang sosial ekonomi kemasyarakatan. Berikut ini adalah tahapan kegiatan pada tiap masalah prioritas: Metode yang Digunakan Upgrading. Brainstorming. Participatory Action Learning (PAL) tentang moralitas dan Sosialisasi potensi bisnis di Desa Kotakan Sosialisasi. Brainstorming, dan PAL masyarakat Desa Kotakan sehingga situs Makam AuBujuk Nur KasianAy merupakan sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan Bentuk Kegiatan/Detail Teknologi Mendatangkan pakar dan ahli agama untuk Brainstoorming Bidang Usaha yang Berpotensi Dilakukan di Desa Kotakan untuk Dapat Meninggalkan Bisnis Prostitusi dan Bisnis Pengganti yang Mengarah kepada Bisnis Prostitusi . engan penyampaian dakwah secara implisi. Mendatangkan pakar dan ahli agama untuk merekonstruksi Konsep Ziarah agar sesuai akidah . engan penyampaian dakwah secara implisi. Partisipasi Mitra Berperan aktif dalam kegiatan . enyediakan lokasi, menyimak, dan berdiskus. Perangkat Desa serta Masyarakat Berperan aktif dalam kegiatan . enyediakan lokasi, menyimak, dan berdiskus. Perangkat Desa serta Masyarakat Evaluasi Kegiatan dan Keberlanjutan Meningkatnya tentang moralitas dan potensi bisnis di Desa Kotakan yang dibuktikan dengan pengujian secara Dilakukan Meningkatnya literasi masyarakat Desa Kotakan sehingga situs Makam AuBujuk Nur KasianAy merupakan sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan yang dibuktikan dengan pengujian secara Dilakukan Tabel 2. Kegiatan pada Bidang Sumber Daya Manusia 2 Pembahasan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahap kegiatan. Setelah diawali dengan kegiatan Sosialisasi. Upgrading. Brainstorming. Participatory Action Learning (PAL) tentang moralitas dan sosialisasi potensi bisnis di Desa Kotakan sehingga situs Makam AuBujuk Nur KasianAy merupakan sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan, maka selanjutnya masyarakat akan lebih siap untuk menerima teknologi dan pengetahuan dengan level yang lebih tinggi. Teknologi dan pengetahuan tersebut utamanya adalah untuk pengelolaan organisasi, keuangan, produksi kegiatan wisata religi, termasuk branding dan pemasaran. Hal ini sesuai dengan Laporan Kajian yang menjadi rujukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini (Situbondo, 2. , sehingga eksistensi situs makam AuBujuk Nur KasianAy ditangkap dengan adanya pengembangan potensi wisata religi di Desa Kotakan. Pengelolaan organisasi melalui implementasi teknologi informasi pada pelaporan keuangan dan pengembangan promosi dapat meningkatkan dampak positif bagi usaha yang dijalankan oleh masyarakat secara signifikan (Rahmawati & Subardjo, 2023. Subardjo & Rahmawati, 2022. Widaninggar & Sari, 2. Pada awal kegiatan telah dirumuskan integrasi kegiatan dari hulu ke hilir. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat di situs Wisata Religi AuBujuk Nur KasianAy ini hal tersebut dapat tercapai sesuai target. Hal ini juga disebabkan karena adanya dukungan Pengelola BUMDES. Pemerintah Desa Kotakan, dan warga Pengetahuan tentang etika moral, etika ziarah, dan pemahaman tentang potensi bisnis di Desa Kotakan yang dibuktikan dengan pengujian secara interaktif mengalami peningkatan, selanjutnya harus dilakukan pemantauan secara berkelanjutan. Selain itu, literasi masyarakat bahwa situs tersebut dapat menjadi sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan juga semakin kuat, terbukti dengan terbentuknya Kelompok Sadar Wisata AuBujuk Nur KasianAy. Pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan penting untuk direalisasikan. Hal ini demi menjamin keberlangsungan pengembangan situs wisata religi. Penyelesaian kegiatan agar tercapai sepenuhnya sesuai dengan rancangan juga harus segera dilakukan sehingga ketuntasan penyelesaian masalah pada mitra dapat terealisasi. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan rumusan integrasi kegiatan dari hulu ke hilir yang telah dirancang sebelum kegiatan dilaksanakan. Hasil kegiatan pada situs Wisata Religi AuBujuk Nur KasianAy ini dapat tercapai dengan proper. Hal ini juga disebabkan karena adanya dukungan warga masyarakat. Pengurus BUMDES, dan Pemerintah Desa Kotakan. Pengetahuan tentang etika moral, etika ziarah, dan pemahaman tentang potensi bisnis di Desa Kotakan yang dibuktikan dengan pengujian secara interaktif mengalami peningkatan, selanjutnya harus dilakukan pemantauan secara berkelanjutan. Selain itu, literasi masyarakat bahwa situs tersebut menjadi sebuah wisata religi, wisata budaya, dan wisata ilmu pengetahuan juga semakin kuat. Masyarakat bahkan telah berhasil membentuk organisasi Kelompok Sadar Wisata sebagai salah satu bukti keberhasilan program. Keterbatasan pada program ini adalah pendanaan yang belum mencukupi untuk memenuhi keseluruhan kebutuhan persiapan lokasi wisata religi, misalnya air yang masih harus membeli, tandon dengan jumlah minimal, jaringan listrik yang terbatas dan sederhana, dan toilet yang belum tersedia. Program selanjutnya dapat membantu menyediakan sumber air bersih dengan melakukan pengeboran, menambah jumlah tandon air, serta menjalin kerjasama untuk terwujudnya toilet bersih dan listrik yang Ucapan Terima Kasih Rasa syukur kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa, serta ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainte. yang telah mendanai Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini, dengan Judul AuPengembangan Sosioekonomi Kreatif Wisata Religi AuBujuk Nur KasianAy: Solusi Kompleksitas Masalah Sosial Ekonomi di Desa Kotakan. Kecamatan Situbondo. Kabupaten SitubondoAy melalui Surat Kontrak Nomor 339/C3/DT. 00/PM-BATCH i/2025 tanggal 10 September 2025. Nomor 040/LL7/DT. 00/PM-BATCH i/2025 tanggal 10 September 2025. dan Nomor 007/LP2M. UNARS. P/IX/2025 tanggal 15 September 2025 Tahun Anggaran 2025. Dukungan dari Pemerintah Desa Kotakan. BUMDES Bangkit Bergerak Bersama Desa Kotakan. Kelompok Sadar Wisata, dan masyarakat menjadi keterikatan yang tidak terpisahkan dari keberhasilan Program ini. Daftar Pustaka