Original Article Perubahan perilaku ibu hamil tentang hiv/aids . etode:pre-post konseling Hasnia1*. Yustika Rahmawati Pratami2. Wiwit Vitania3. Endah Purwanti Handayani4. Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik5. Nasrianti6 Program Studi Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jayapura Program Studi Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jayapura Jurnal Kesehatan e-ISSN: 2502-0439 Informasi artikel Diterima : 25 Juni 2024 Revisi : 15 Juli 2024 Diterbitkan : 31 Juli 2024 Korespondensi nama penulis: Hasnia afiliasi: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jayapura email: hasnianhiya@gmail. Sitasi: Hasnia. Pratami. Vitania. Handayani. Astutik. Nasrianti. Perubahan perilaku ibu hamil tentang hiv/aids . etode:pre-post konseling persona. Jurnal Kesehatan. Vol. ABSTRAK Kehamilan dan masa nifas adalah masa-masa dengan risiko terinfeksi HIV/AIDS yang secara terus menerus dan Wanita hamil dan menyusui . asa nifa. yang hidup dengan HIV merupakan target pencegahan HIV dari ibu ke anak. Penularan HIV umumnya terjadi akibat perilaku manusia, sehingga menempatkan individu dalam situasi yang rentan terhadap infeksi. Infeksi HIV adalah kelompok penyakit menular dan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kematian ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku ibu hamil tentang HIV/AIDS dengan metode pre dan post konseling personal di. Sampel penelitian adalah ibu hamil dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Analisa data yang digunakan uji non-parametrik yaitu uji Mc Nemar. Hasil yang diperoleh ada perubahan pengetahuan ibu hamil tentang HIV/AIDS dengan hasil perhitungan X2 dengan tabel distribusi Mc Nemar menggunakan derajat kebebasan 1 dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841 diperoleh X2 hitung 18,05 > 3,841 dengan nilai = 0,000 < 0,05, ada perubahan sikap ibu hamil tentang pencegahan HIV/AIDS diperoleh X2 hitung 25,03 > 3,841 nilai = 0,031< 0,05. Ada perubahan perilaku ibu hamil terhadap pencegahan HIV/AIDS diperoleh X 2 hitung 6,32 > 3,841 nilai = 0,500< 0,05. Dari hasil tersebut maka disimpulkan ada perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil terhadap pencegahan HIV/AIDS di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Disarankan ibu hamil lebih aktif dalam mencari informasi secara mandiri tentang HIV/AIDS dan bagi petugas kesehatan agar tetap meningkatkan wawasan tentang HIV/AIDS sehingga dapat menyalurkan informasi yang tepat dan berkualitas kepada ibu hamil. Kata kunci: Perilaku Ibu hamil. HIV/AIDS. pre-post. konseling personal ABSTRACT Pregnancy and the postpartum period are periods with a continuous and ongoing risk of being infected with HIV/AIDS. Pregnant and breastfeeding women . ostpartum perio. living with HIV are targets for mother-to-child HIV prevention. HIV transmission generally occurs as a result of human behavior, thereby placing individuals in a situation that is vulnerable to infection. HIV infection is a group of infectious diseases and is one of the factors that can influence maternal and child mortality. This research aims to analyze the behavior of pregnant women regarding HIV/AIDS using pre and post personal counseling methods at the Sentani Community Health Center. Jayapura Regency in 2024. The research sample is pregnant women using a purposive sampling technique according to predetermined criteria. Data analysis used a non-parametric test, namely the Mc Nemar test. The results obtained were changes in pregnant women's knowledge about HIV/AIDS with the results of calculating 05, there was a change in the attitude of pregnant women regarding HIV/AIDS prevention obtained by X2 count 25. 03 > 3. value = 0. 031 < 0. There was a change in the behavior of pregnant women towards preventing HIV/AIDS, obtained X2 count 6. 32 > 3. 841 value = 0. 500 < 0. From these results, it can be concluded that there has been a change in the knowledge, attitudes and behavior of pregnant women regarding HIV/AIDS prevention at the Sentani Community Health Center. Jayapura Regency. It is recommended that pregnant women be more active in seeking information independently about HIV/AIDS and for health workers to continue to increase their knowledge about HIV/AIDS so that they can distribute appropriate and quality information to pregnant women. Key words: Behavior of pregnant women. HIV/AIDS. pre-post. personal counseling PENDAHULUAN tinggi Penderita HIV tertinggi pada usia masa-masa dengan risiko terinfeksi produktif yaitu sebanyak 23. 512 (Sri HIV/AIDS yang secara terus menerus Wahyuni. Kusuma Negara, and Ardhi dan berkelanjutan (Septikasari 2. Putra 2. Wanita hamil dan menyusui yang hidup HIV HIV/AIDS et al. Penularan HIV umumnya menerima terapi antiretroviral secara HIV/AIDS menekan viral load. (WHO, 2. penularan kasus HIV/AIDS didominasi Data kementerian kesehatan, jumlah kasus pada ibu rumah tangga. Ibu hamil ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV termasuk ke dalam rentang umur 25-49 tahun 2023 mengalami peningkatan, pekerjaan tertinggi nomor urut 2 yaitu Data Kasus HIV/AIDS di Indonesia 49 tahun, dan jika menurut status menerima pengobatan dan 71% telah HIV/AIDS tertinggi yaitu pada umur 25- Jumlah dengan HIV pada tahun 2023, 86% 590 orang. Ibu hamil dapat 29,8 juta orang yang hidup dengan HIV dengan jumlah ibu hamil positif HIV data World Health Organization (WHO) Triwulan I . jumlah ibu hamil di tubuh (Ismail et al. Berdasarkan Menurut Penyakit lnfeksi Menular Seksual (PIMS) HIV AIDS. timbulnya berbagai penyakit dalam laporan Perkembangan HIV/AIDS dan pengguna narkoba dan menyebabkan menular dan merupakan salah satu hubungan seksual dan menyuntikkan Infeksi HIV adalah kelompok penyakit lanjutan HIV yang ditularkan melalui situasi yang rentan terhadap infeksi. Sindrom AIDS merupakan penyakit sehingga menempatkan individu dalam melemahkan sistem kekebalan tubuh pencegahan HIV dari ibu ke anak (Moyo sehingga risiko terinfeksi tergolong Kehamilan dan masa nifas adalah sebanyak 35% kasus yang ditemukan. Proporsi kasus HIV menurut jenis tangga yang sudah pernah melakukan kelamin Indonesia Faktor-faktor sebanyak 70% yang berjenis kelamin HIV/AIDS laki-laki dilakukannya screening HIV/AIDS dari Sedangkan kasus AIDS menurut jenis mencegah penularan HIV/AIDS pada kelamin, laki-laki sebanyak 75% dan keberhasilan faktor tersebut dibutuhkan Berdasarkan kelompok umur, sebagian kesadaran ibu hamil tentang cara besar kasus HIV/AIDS terdapat pada penularan dan pencegahan HIV/AIDS kelompok umur produktif 15-49 tahun serta peran petugas kesehatan dalam (Kemenkes RI 2022. Lima provinsi memberikan konseling atau pendidikan Orang Untuk Dengan HIV/AIDS (ODHA) tertinggi HIV/AIDS. Perilaku menjadi satu dari adalah DKI Jakarta . , diikuti beberapa faktor yang berpengaruh Jawa Timur . Jawa Barat terhadap kesehatan baik itu individu . Jawa Tengah . , dan Papua . (Kemenkes RI 2022. Data pembentukan perilaku seseorang, hal Dinas Kesehatan Kabupaten Dibutuhkan Jayapura tahun 2023 sebanyak 4. orang dengan HIV/AIDS (Data Dinkes Kab. Jayapura, 2. Data Puskesmas maupun masyarakat adalah proses Sentani dalam pada bulan Januari pembentukan dan perubahan perilaku karena adanya perilaku yang berubah Juni HIV/AIDS orang yang terinfeksi HIV/AIDS, di Puskesmas Sentani penanganan kasus program kesehatan lainnya (Hasnia et HIV/AIDS dilakukan dengan screening Menurut Benyamin Bloom didalam Hasnia . terdapat 3 bulannya (Data Puskesmas Sentani, . Pengetahuan penting Salah satunya dengan memberikan konseling untuk membuka membentuk sikap yang baik. Di mana dan menambah pengetahuan tentang sikap adalah reaksi terhadap objek penyakit HIV/AIDS sehingga terbentuk dalam lingkungan HIV/AIDS, tertentu sebagai dalam pencegahan HIV/AIDS (Ismail et khayalan setelah seseorang memiliki Oleh pembentukan akhlak seseorang (Ismail Risiko et al. Pengetahuan merupakan terjadi pada setiap ibu hamil dan dapat apa yang telah dialami baik secara secara dini komplikasi kehamilannya, sengaja maupun tidak sengaja dan akan tetapi sebelumnya ibu hamil terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu objek tertentu dari pengetahuan tersebut informasi sesuai kebutuhan ibu yang seseorang dapat melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda dan dapat menjadi strategi yang tepat untuk menentukan sikap yang bijaksana (Fatimah et al. , 2. Sikap termasuk mengingat kembali kejadian Pemberian kesakitan pada ibu hamil. Selama masa kecenderungan atau kesehatan yang dapat diberikan melalui berbagai metode salah satunya adalah melalui konseling. maka dengan adanya konseling tersebut pengetahuan dan terhadap suatu objek atau situasi (Suyami. Purnomo. Sutantri Upaya (Budiman & Riyanto, 2. mengurangi kejadian HIV/AIDS pada Bidan sebagai salah satu petugas kesehatan mempunyai peran dan fungsi dalam menjalankan tugasnya, dimana Penyuluhan bukanlah hal yang lazim pencegahan malaria. Penyuluhan atau langsung . atau selalu berinteraksi/komunikasi personal dalam penyampaian informasi kesehatan di Puskesmas Sentani namun Komunikasi interpersonal yang dapat mengidap HIV/AIDS dan belum paham dilakukan oleh seorang bidan adalah tentang penyakit tersebut sehingga merupakan suatu pendekatan personal lebih mendalam . erson to perso. yang digunakan dalam memberikan agar ibu dapat lebih paham dan penjelasan dan pengertian tentang Menurut HIV/AIDS, karena adanya komunikasi dua arah saat dilakukan konseling maka secara signifikan menurunkan angka ibu . akan lebih merasa nyaman dan leluasa bertanya jika terdapat hal (Gontie et al. , 2. Salah satu penyebab timbulnya mempermudah dan lebih efektif dalam berbagai masalah kesehatan adalah peningkatan pengetahuan, sikap dan dibutuhkan suatu usaha dalam proses (Hestuningtiyas. Berdasarkan Permenkes No 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaran Praktik Bidan bahwa bidan berwenang perilaku menuju menjadi perilaku yang konseling, jika konseling yang diberikan sehat dan ada beberapa hal yang berhasil maka akan berdampak pada individu sebagai anggota masyarakat sikap dan Proses masyarakat disekitarnya (Handajani, (Arsunan Arsin, 2. Dalam suatu golongan masyarakat khususnya di Kabupaten Jayapura Kecamatan Sentani juga terdapat masyarakat yang Penelitian ini diawali dengan meminta persetujuan kepada responden yakni pendekatan lebih mendalam . erson to memberikan kuesioner untuk penilaian . re-tes. perlakuan dan setelah itu dilakukan secara personal, bidan lebih mudah penilaian akhir . ost-tes. untuk menilai adanya perubahan pengetahuan, sikap bahasa dan sikap yang dapat diterima HIV/AIDS di Puskesmas Sentani dengan Hasil penyampaian informasi tersebut dan penelitian ini memberikan gambaran HIV/AIDS. Eksperiment sendiri tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah dilakukan konseling personal, adalah penelitian kuantitatif dengan Quasi pengetahuan, sikap dan perilaku itu METODE Jenis penelitian dalam penelitian ini apakah terdapat perubahan sebelum mencari pengaruh pada sesuatu yang diberi perlakuan terhadap yang lain mendapat izin dari Komisi Bioetika dalam kondisi yang dapat dikendalikan Penelitian dengan pendekatan one group pretest- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan (Kusumastuti Agung Penelitian Kedokteran/Kesehatan Semarang Nomor: 192/V/2024/Komisi Bioetik. keadaan sebelum dan sesudah diberi HASIL Analisis Univariat Tabel 1 Karakteristik ibu hamil di Puskesmas Sentani < 20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Total Tinggi (SMA dan PT) Rendah (SD dan SMP) Total Primigravida Multigravida Grandemultigravida Total Karakteristik responden Umur Pendidikan Status Paritas Pada tabel 1 diatas, berdasarkan karakteristik umur dari 33 responden sebagian besar ibu berumur 20-35 tahun sebanyak 31 responden . %). Berdasarkan pendidikan, sebagian besar ibu berpendidikan tinggi (SMA dan Perguruan Tingg. sebanyak 22 responden . ,7%). Berdasarkan status paritas, sebagian besar ibu dengan status paritas multigravida sebanyak 26 responden . ,8%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi berdasarkan Variabel Pre dan Post Konseling Personal di Puskesmas Sentani Variabel Sesudah Sebelum Pengetahuan Baik Kurang Total Sikap Positif Negatif Total Perilaku Baik Kurang Total Pada tabel 2 diatas, dari 33 responden berdasarkan pengetahuan, sebagian besar ibu berpengetahuan baik sebelum diberikan konseling personal sebanyak 20 responden . ,6%) dan sesudah diberikan konseling ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 33 responden . %). Berdasarkan sikap, sebagian besar ibu bersikap positif sebelum diberikan konseling personal sebanyak 27 responden . ,8%) dan sesudah diberikan konseling diperoleh ibu yang bersikap positif sebanyak 33 responden . %). Sedangkan berdasarkan perilaku, sebagian besar ibu berperilaku baik sebelum diberikan konseling personal sebanyak 26 responden . ,8%) dan sesudah diberikan konseling personal diperoleh ibu berperilaku baik sebanyak 32 responden . %). Analisis Bivariat Tabel 3 Perubahan Pengetahuan ibu Hamil tentang HIV/AIDS dengan Metode Pre dan Post Konseling Personal di Puskesmas Sentani Sesudah Sebelum Baik Kurang Baik Kurang *Crosstabs Mc Nemar (Tabel ABCD) Pada tabel 3 di atas berdasarkan pengetahuan, jumlah responden yang tidak berubah dan tetap berpengetahuan baik sesudah diberikan konseling sebanyak 20 responden . ,6%) dan terdapat 13 responden . ,4%) yang berubah dari pengetahuan kurang menjadi baik sesudah diberikan konseling personal. Test Statistics Konseling Personal Chi-Squre 18,05 Exact Sig. -taile. 0,000 Uji Statistik Mc Nemar Dari hasil perhitungan x2 dengan tabel distribusi Chi- Square menggunakan derajat kebebasan 1 dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841. Sedangkan perolehan nilai x2 pada variabel pengetahuan adalah 18,05 artinya x2 Ou 3,841 dengan nilai A value < . ,000 < 0,. Tabel 4 Perubahan Sikap ibu Hamil tentang HIV/AIDS dengan Metode Pre dan Post Konseling Personal di Puskesmas Sentani Sesudah Sebelum Positif Negatif Positif Negatif *Crosstabs Mc Nemar (Tabel ABCD) Pada tabel 4 di atas berdasarkan sikap, jumlah responden yang tidak berubah dan tetap bersikap positif sesudah diberikan konseling sebanyak 27 responden . ,8%) dan terdapat 6 responden . ,2%) yang berubah dari sikap negatif menjadi positif sesudah diberikan konseling personal. Test Statistics Konseling Personal Chi-Squre 25,03 Exact Sig. -taile. 0,031 Uji Statistik Mc Nemar Dari hasil perhitungan x2 dengan tabel distribusi Chi- Square menggunakan derajat kebebasan 1 dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841. Sedangkan perolehan nilai x2 pada variabel sikap adalah 25,03 artinya x2 Ou 3,841 dengan nilai A value < . ,031 < 0,. Tabel 5 Perubahan perilaku ibu Hamil tentang HIV/AIDS dengan Metode Pre dan Post Konseling Personal di Puskesmas Sentani Sesudah Sebelum Baik Kurang Baik Kurang *Crosstabs Mc Nemar (Tabel ABCD) Pada tabel 5 di atas berdasarkan perilaku, jumlah responden yang tidak berubah dan tetap berperilaku baik sesudah diberikan konseling sebanyak 26 responden . 8%), terdapat 6 responden . ,2%) yang berubah dari perilaku baik menjadi baik sesudah diberikan konseling personal dan terdapat 1 responden . %) yang tidak berperilaku kurang tetap berperilaku kurang setelah diberikan konseling Test Statistics Konseling Personal Chi-Squre 21,33 Exact Sig. -taile. 0,031 Uji Statistik Mc Nemar Dari hasil perhitungan x2 dengan tabel distribusi Chi- Square menggunakan derajat kebebasan 1 dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841. Sedangkan perolehan nilai x2 pada variabel sikap adalah 21,33 artinya x2 Ou 3,841 dengan nilai A value < . ,031 < 0,. pengetahuan pun terjadi karena ada faktor PEMBAHASAN Perubahan Pengetahuan Ibu Hamil HIV/AIDS juga dapat disebabkan oleh hubungan interpersonal yang buruk antara pasien dan perhitungan x2 dengan tabel distribusi Chi- petugas kesehatan sehingga pasien tidak Square menggunakan derajat kebebasan 1 dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841. Sedangkan perolehan nilai x2 pada variabel kepatuhan seseorang melakukan tindakan. Konseling kehidupan masa sekarang maupun yang akan datang (Nur et al. Perubahan Sikap Ibu Hamil tentang HIV/AIDS . re-post Berdasarkan tabel 4. Menunjukkan hasil perhitungan x2 dengan tabel distribusi Chi- sejauh mana pengetahuan Ibu kemudian Square menggunakan derajat kebebasan 1 mengembangkan pengetahuan tersebut keputusan atas masalahnya sendiri baik tersebut membuat konselor dapat menggali bersama-sama. dimana klien mengambil menciptakan suasana yang nyaman. Hal seorang konselor kepada klien secara menumbuhkan kerjasama dan komunikasi merasa nyaman dan leluasa bertanya jika konseling maka ibu . akan lebih adanya komunikasi dua arah saat dilakukan pemecahan masalah klien agar dapat memberikan penjelasan dan pengertian berpengaruh dan berperan penting dalam PMTCT, peran Bidan dalam konseling hamil sebelum dan sesudah diberikan ada perubahan pengetahuan pada ibu 0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa 3,841 dengan nilai A value < . ,000 < Konseling (Obagha et al. Sejalan juga dengan pengetahuan adalah 18,05 artinya x2 Ou Konseling Rendahnya tingkat pengetahuan Berdasarkan tabel 3. menunjukkan hasil pada saat konseling (Azzahra and Muniroh . re-post konseling persona. dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841. Peningkatan Sedangkan perolehan nilai x2 pada variabel sikap adalah 25,03 artinya x2 Ou 3,841 Perubahan Perilaku dengan nilai A value < . ,031 < 0,. HIV/AIDS sehingga dapat disimpulkan bahwa ada konseling persona. perubahan sikap ibu hamil sebelum dan Berdasarkan tabel 5. Menunjukkan hasil perhitungan x2 dengan tabel distribusi Chi- HIV/AIDS. Konseling Square menggunakan derajat kebebasan 1 berpengaruh besar terhadap peningkatan dengan taraf = 0,05 yaitu 3,841. sikap klien karena pada konseling personal Sedangkan perolehan nilai x2 pada variabel ini, konselor berusaha meningkatkan sikap sikap adalah 21,33 artinya x2 Ou 3,841 ibu hamil dalam pencegahan malaria dengan nilai A value < . ,031 < 0,. dengan cara melakukan interaksi dalam sehingga dapat disimpulkan bahwa ada waktu tertentu, bertatap muka secara perubahan perilaku ibu hamil sebelum dan tentang HIV/AIDS. Pemberian informasi Konseling juga meningkatkan melalui konseling sikap karena konselor dan klien berpikir Ibu . re-post Hamil Peran bersama-sama. Hal ini mengandung unsur kognitif dan afektif yang menimbulkan perubahan pada sikap dalam diri seseorang sehingga pemahaman terhadap kondisi fsik (Azzahra and Muniroh 2. Agar sikap maupun psikis lebih baik, dengan sering menjadi suatu perbuatan . nyata berinteraksi akan sangat mempengaruhi maka diperlukan dukungan atau kondisi rasa percaya dan menerima kehadiran petugas bagi dirinya, serta edukasi dan dukungan dari pihak keluarga, teman dekat konseling yang diberikan petugas sangat maupun masyarakat sekitarnya (Arsunan besar artinya terhadap ibu hamil yang Arsin, 2. Sikap merupakan reaksi yang masih tertutup dari seseorang terhadap tenaga kesehatan terutama bidan yang rangsangan yang diberikan. Sikap itu merupakan ujung tombak dalam pelayanan dinamis, faktor yang mempengaruhi proses ANC khususnya pada ibu hamil yang pembentukan sikap seperti kepribadian, mempunyai faktor resiko tertular HIV- intelegensi dan minat. Sikap belum menjadi AIDS, maka pelayanan konseling dan tes tindakan atau aktivitas, akan tetapi menjadi HIV harus digalakkan sehingga diharapkan predisposisi tindakan suatu perilaku. dapat merubah perilaku ibu hamil tentang ANC. Tugas konseling dan tes HIV tersebut (Ertiana 2. Pada hasil penelitian terdapat ibu tergantung pada kesediaan orang yang yang berperilaku kurang sebelum dilakukan bersangkutan untuk melaksanakan dan konseling dan saat sesudah konseling tetap menjaga perilakunya untuk selalu sehat. berperilaku kurang sebanyak 1 ibu . %). Salah satunya adalah perilaku ideal yang hal ini karena proses terbentuknya perilaku menjadi jenis dari perilaku masing-masing dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu itu sendiri yaitu pengetahuan dan sikap seseorang, ibu dengan pengetahuan KESIMPULAN DAN SARAN baik akan melakukan perilaku baik pula dan Terdapat ibu yang berpengetahuan kurang maka sikap dan perilaku ibu hamil tentang Konseling HIV/AIDS pemecahan masalah klien agar dapat Puskesmas Sentani Kabupaten kepada ibu hamil agar lebih aktif untuk Jayapura. Diharapkan seorang konselor kepada klien secara tentang HIV/AIDS serta diharapkan bersama-sama, dimana klien mengambil kepada petugas kesehatan agar tetap keputusan atas masalahnya sendiri baik kehidupan masa sekarang maupun yang Tujuan HIV/AIDS sehingga dapat menyalurkan informasi yang tepat dan berkualitas memberikan bantuan bagi pengembangan kepada ibu hamil. permasalahan kesehatan (Nur et al. Pembentukan DAFTAR PUSTAKA