JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi KONSEP DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DASAR (STUDI KASUS DI SDN KARPOTE 2 BLEGA BANGKALAN) Syaiful Rohman Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan. Indonesia Syaifulok02@gmail. Mustofa Tohari Universitas Bangka Belitung Mustofa-tohari@ubb. Ishaq Syahid Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan. Indonesia ishaqsayhid1987@gmail. Abstract The goal of the independent learning curriculum is to provide students with a wide range of relevant competencies and skills to be developed in the future. This is coupled with a radical . eep and deeply roote. understanding and practice of monotheistic values, freedom to choose their chosen field of study, and learning practices that reflect future needs and projections. This article uses a qualitative case study approach, where researchers conduct in-depth explorations of programs, events, processes, and activities involving one or more individuals. A case study is bound by time and activity, and researchers collect detailed data using various data collection procedures over a continuous period. Teachers' perspectives on the independent learning curriculum concept significantly impact their readiness to implement it in elementary schools or madrasas. Age, reluctance to develop personal capacity or learn IT, and reluctance to apply various methods using innovative learning media are key obstacles. On the other hand, limited infrastructure, such as mobile devices or laptops, also poses a barrier to the implementation of digital-based learning, making it difficult to innovate with current learning models. Keywords: Elementary education institutions. Concept and Implementation of the independent curriculum Abstrak Tujuan dari kurikulum merdeka belajar memang didesain agar peserta didik memiliki banyak alternatif kompetensi dan keterampilan yang relevan. dikembangkan dimasa depan. Dibarengi dengan basis pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tauhid secara radikal . endalam dan mengakar kua. , kebebasan memilih bidang yang ditekuni dan praktik pembelajaran yang menjadi kebutuhan dan proyeksinya dimasa mendatang. Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, proses, aktifitas, terhadap saru atau lebih orang. Suatu kasus terikat oleh waktu dan aktifitas dan peniliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan dalam waktu yang berkesinambungan. Sudut pandang guru terkait konsep kurikulum merdeka belajar sangat berdampak pada kesiapan guru untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar di sekolah dasar atau madrasah-madrasah. Faktor usia. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi keengganan untuk mengembangkan kapasitas diri atau belajar IT, dan keengganan untuk menerapkan berbagai metode menggunakan media pembelajaran yang inovatif menjadi kendala Dilain sisi, keterbatasan sarana prasarana berupa perangkat mobile atau laptop juga menjadi kendala tersendiri bagi terselenggaranya pembelajaran berbasis digital yang sulit sekali menginovasi pembelajaran model terkini. Kata Kunci: Lembaga pendidikan dasar. Konsep dan Implementasi kurikulum merdeka PENDAHULUAN Banyak lembaga pendidikan dasar unggulan yang dulu hanya bisa diikuti oleh Peserta Didik pintar dan Peserta Didik dari golongan keluarga menengah keatas. Sementara itu. Peserta Didik yang kemampuan terbatas, terutama dari keluarga miskin, sangat sulit diterima dimadrasah favorit dan unggulan. Hal ini bertentangan dengan prinsip pemerataan pendidikan dan persamaan hak atas pendidikan di masyarakat. Sungguh aneh jika rumahnya dekat dengan madrasah, ia tidak diterima di madrasah tersebut karena ia tidak pintar atau berasal dari keluarga miskin. Kemudian sejak kurikulum 2004-2006 atau KBKKTSP, tuntutan kompetensi peserta didik harus ada pada semua ranah, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pelaksanaan ujian juga harus mengevaluasi ketiga domain tersebut. Namun kenyataannya di UN (Ujian Nasiona. hanya aspek kognitif saja yang dinilai dan menjadi penentu hidup bagi peserta didik. Kemudian pada kurikulum 2013 (K-. dinilai lebih komprehensif dalam hal Penilaian K-13 lebih bersifat holistik dalam mengukur kompetensi peserta didik, yang meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, jika pemerintah menyelenggarakan UN, maka idealnya keempat kompetensi tersebut perlu Namun kenyataannya di lapangan. UN hanya menguji kompetensi kognitif saja, sedangkan kompetensi lainnya terabaikan. Sehingga berangkat dari permasalahan yang mengekang madrasah, mengikat kebebasan guru dan membelenggu Peserta Didik, serta memikul beban berat bagi orang tua, konsep kurikulum merdeka belajar merupakan terobosan kebijakan untuk perbaikan dunia pendidikan khususnya lembaga pendidikan 1 Yaqin. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. In Madinah: Jurnal Studi Islam (Vol. Issue . http://ejournal. id/index. php/madinah/articl e/view/17 JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Islam. Namun karena ini merupakan hal yang baru, maka perlu menjadi perhatian semua pihak dalam pelaksanaannya kurikulum merdeka belajar. Kebijakan kurikulum merdeka belajar digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan menjadi solusi atas berbagai masalah yang terjadi, terutama hal penetapan orientasi tujuan pendidikan. Kebijakan tentang merdeka belajar muncul di era revolusi industry 4. 0 dan society 5. 0 saat ini. 3 Era revolusi industry 4. 0 dan society 5. 0 yang memiliki tantangan sekaligus peluang bagi semua lembaga pendidikan di Indonesia. Pada konteks era revolusi industry 4. 0, syarat utama untuk maju dan berkembang sebuah lembaga pendidikan harus memiliki daya inovasi dan berkolaborasi. Inovasi dan kolaborasi diperlukan dalam era revolusi industry 4. 0 dan society 5. jika tidak mampu berinovasi dan berkolaborasi maka kemungkinan akan tertinggal. Sebaliknya, sebuah lembaga pendidikan akan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat memajukan, mengembangkan, dan mewujudkan cita-cita bangsa dalam kebijakna pendidikan yaitu membelajarkan manusia yang merdeka. 5 Artinya, lembaga pendidikan harus mampu menyeimbangkan sistem pendidikan dengan perkembangan Sistem pendidikan diharapkan dapat mewujudkan peserta didik untuk dapat memiliki kemampuan berfikir kritis, memecahkan masalah, kreatif, inovatif, ketrampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, keterampilan mencari, keterampilan mengelola, keterampilan menyampaikan informasi serta keterampilan menggunakan informasi dan teknologi sangat dibutuhkan zaman. Tujuan dari kurikulum merdeka belajar memang didesain agar peserta didik memiliki banyak alternatif kompetensi dan keterampilan yang relevan. dimasa depan. Dibarengi dengan basis pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tauhid secara radikal . endalam dan mengakar kua. , kebebasan memilih bidang yang ditekuni dan praktik pembelajaran yang menjadi kebutuhan dan proyeksinya dimasa mendatang. 2 Syaiful R. Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013. Tesis Pascasarjana UINSA 3 Mendikbud. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. 4 Belajar. , & Jawa. Penerapan Kurikulum merdeka. Bandung: D. 149Ae168. 5 Arif. Character Education Innovation in Forming Millennial Generation Personality. 2022 Didaktika Religia, 10. , 67Ae88. http://jurnalpascasarjana. a c. 6 Irawan. Paradigma Keilmuan Manajemen Pendidikan Islam. MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1. , 297Ae315. https://doi. org/10. 14421/manageria. Arif. Character Education Innovation in Forming Millennial Generation Personality. 2022 Didaktika Religia, 10. , 67Ae88. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Selanjutnya upaya menanamkan nilai-nilai pendidikan dari segi spritual juga telah ditanamkan melalui metode penguatan karakter berupa nilai keimanan, nilai ibadah, nilai akhlakul karimah dengan memadukan kebiasaan agama Islam dalam kurikulum merdeka Dari identifikasi masalah diatas, penelitian ini akan berusaha menjawab permasalahan tentang implementasi kurikulum merdeka belajar di SDN Karpote 2. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :1. Bagaimana perencanaan kurikulum di SDN Karpote 2? 2. Bagaimana implementasi kurikulum di SDN Karpote 2? 3. Apa saja pendukung dan penghambatan implementasi kurikulum di SDN Karpote 2? METODE PENELITIAN Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, proses, aktifitas, terhadap saru atau lebih orang. Suatu kasus terikat oleh waktu dan aktifitas dan peniliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan dalam waktu yang berkesinambungan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan Alur yang digunakan dalam menafsirkan data penelitian ini dikumpulkan, disajikan, direduksi, dan diverifikasi. Analisis Data Analisis data merupakan rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran, dan verifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis, dan ilmiah. Analisis data penelitian ini bersifat interaktif . dan dikembangkan sepanjang program. Analisis data dilaksanakan mulai dari penetapan masalah, pengumpulan data, hingga setelah data terkumpul. Dengan menetapkan masalah penelitian, peneliti sudah melakukan analisis terhadap permasalahan tersebut dalam berbagai perspektif teori dan metode yang digunakan. Dengan menganalisis data sambil 8 Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian & Pengembangan. Alfabeta:Bandung, 2016. Hal. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi mengumpulkan data, peneliti dapat mengetahui kekurangan data yang harus dikumpulkan dan dapat mengetahui metode mana yang harus dipakai pada tahap berikutnya. Pada umumnya, tahap analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Selama Pengumpulan Data Kegiatan ini kami lakukan dengan cara observasi secara langsung di lapangan, . Menetapkan fokus penelitian. Penyusunan temuan-temuan sementara berdasarkan data yang telah . Pembuatan rencana pengumpulan data berikutnya berdasarkan temuantemuan pengumpulan data sebelumnya. Pengembangan pertanyaan dalam rangka pengumpulan data. Reduksi Data Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemutusan perhatian pada penyederhanaan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan Reduksi data berlangsung terus-menerus selama penelitian berlangsung. Setiap selesai pengumpulan data yang didapat dari lapangan, data ditulis dengan rapi, terinci, serta sistematis sehingga data-data yang terkumpul semakin bertambah. Oleh karena itu, laporan harus dianalisis sejak dimulai penelitian. Laporan-laporan itu perlu direduksi, yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian kemudian dicari temannya. Data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah peneliti untuk mencarinya jika sewaktu-waktu diperlukan. 10 Dengan demikian penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dengan menggunakan pola deduktif, induktif dan komperatif. 9Imam Suprayogo dan Tobroni. Metodologi, 192-193. 10Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar. Metodologi. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Hasil dan Pembahasan Peneliti menemukan hasil dengan melalui pengumpulan data-data penting dari SDN 2 Karpote Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan berikut adalah hasil dari penelitian ini. Perencanaan Kurikulum Merdeka Belajar di SDN Karpote 2 Dalam aspek perencanaan, peneliti menelusuri fakta-fakta yang terjadi di lapangan bahwa konsep kurikulum merdeka belajar di SDN Karpote 2 direncanakan melalui dua kegiatan utama. Kegiatan pertama adalah melalui sosialisasi kurikulum merdeka belajar. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan oleh kepala sekolah SDN Karpote 2 di lingkungan SDN 2 Karpote Kecamatan Blega untuk mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka belajar dalam aspek perencanaan. Kegiatan sosialisasi digagas oleh Kepala Sekolah SDN Karpote 2 dan dihadiri seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dilingkungan SDN Karpote 2. Pilar pertama dari kurikulum merdeka belajar adalah pengganti Ujian Nasional. Sistem evaluasi Ujian Nasional dari waktu ke waktu selalu berubah. Kriteria kelulusan lebih fleksibel ditambah dengan peningkatan persentase Untuk itu keterlibatan guru yang lebih luas dalam penilaian akhir Peserta Didik harus didorong oleh masing-masing sekolah. Penilaian tidak harus dilakukan dalam bentuk tes tertulis, karena dapat dilakukan melalui portofolio, penugasan, proyek, dan sebagainya. Melalui penilaian yang lebih komprehensif seperti ini, tentunya kelulusan peserta didik menjadi bermakna. Pilar kedua dari kurikulum merdeka belajar merupakan pengganti Ujian Nasional dengan Penilaian Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Salah satu alasan utama penggantian ini adalah karena Ujian Nasional terlalu berorientasi kognitif, padahal karakter Peserta Didik juga penting untuk dijaga dan dievaluasi Oleh sebab itu dilaksanakannya Penilaian Kompetensi Minimum Nasional dan Survei Karakter, guru menjadi lebih mandiri dalam melaksanakan pembelajaran sekaligus menilai Peserta Didiknya. Penilaian dilakukan bukan berdasarkan kemampuan penguasaan materi sesuai kurikulum saja, tetapi dirancang untuk memetakan dan meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Penilaian Kompetensi Minimum berfokus pada penguasaan kompetensi literasi dan numerasi yang akan diukur. Pilar ketiga dari kurikulum merdeka belajar adalah kebijakan penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selama ini guru disibukkan dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sangat Saat ini hanya butuh satu lembar RPP yang harus disiapkan dengan tetap memenuhi kriteria minimal yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun hanya satu lembar RPP tersebut tetap dapat dilaksanakan secara optimal. Optimalisasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terletak pada seberapa tepat metode pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran tertentu, dan bagaimana lebih dipahami oleh setiap Peserta Didik. Pilar keempat Kebebasan Belajar adalah optimalisasi sistem zonasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Harapannya adalah mewujudkan Tricenter Pendidikan dengan bersekolah di lingkungan tempat tinggal Sah dan secara formal, sistem zonasi tidak mengakomodir perbedaan situasi wilayah yang tentunya memiliki keunikannya masing-masing. Kegiatan kedua dalam aspek perencanaan kurikulum merdeka belajar di SDN Karpote 2 sedang mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka belajar. Untuk mendukung perencanaan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar, pihak sekolah melalui kepala sekolah bekerja sama dengan semua pihak dalam mempersiapkan infrastruktur pendidikan. Infrastruktur yang dimaksud berupa EMIS (Education Management Information Syste. dan sistem e-learning seperti PINTAR (Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajara. serta aplikasi Mandiri Belajar. EMIS disiapkan secara terpusat agar data dapat tersinkronisasi secara nasional. EMIS sendiri merupakan bentuk Open Government Data, dibuat dan disajikan untuk mendukung kebijakan agar tepat sasaran, sehingga nantinya dengan mudah EMIS menyajikan data terbuka yang lengkap, valid, terintegrasi, dan transparan. Infrastruktur pendukung kedua untuk pelaksanaan kurikulum merdeka belajar adalah sistem e-learning, sejak bulan April 2022 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga meluncurkan aplikasi bernama Pintar dan Mandiri Belajar. Kedua JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi aplikasi tersebut merupakan sebuah sistem vital berbasis website dalam meningkatkan kapasitas kemampuan Guru dan Peserta Didik, serta juga mendukung kebijakan belajar gratis. Melalui ini, setiap operator Lembaga Pendidikan Dasar diberikan akses untuk menyinkronkan semua data sekolah masing-masing ke penyimpanan cloud online dalam skala nasional. Meski diawal peluncurannya sering terjadi error, kini semuanya bisa berjalan menjadi lebih baik. Pemanfaatan aplikasi Pintar dan Mandiri Belajar akan meningkatkan kemampuan Guru dan hasil belajar Peserta Didik secara tidak langsung. Tujuan penggunaan elearning dalam sistem Pendidikan Dasar ini adalah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat luas, serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN Karpote 2 Kurikulum merdeka belajar di SDN Karpote 2 diimplementasikan dalam tiga proses. Proses pertama, kurikulum merdeka belajar dilaksanakan sesuai dengan kemampuan sekolah dalam hal ini SDN Karpote 2. Langkah kedua adalah mengikuti program Pusdiklat yang telah digagas oleh Balitbang Diklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dan langkah ketiga adalah mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta Sangat simpel, konsep kurikulum merdeka belajar dilaksanakan dengan tetap mengacu pada empat pilar utama, yaitu aspek yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN), dan modul ajar/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaannya sangat variatif, tergantung kemampuan masing-masing Kurikulum merdeka belajar di Provinsi Jawa Timur juga dilaksanakan melalui Program aplikasi Pintar. Program aplikasi Pintar merupakan upaya mewujudkan visi Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui penciptaan peserta didik berkarakter. Program aplikasi Pintar berfokus pada pengembangan kapasitas Guru secara holistik yang meliputi kompetensi . iterasi dan numeras. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi dimulai dengan sumber daya manusia yang unggul . epala sekolah tenaga pendidik dan tenaga kependidika. Empat target utama dari Program aplikasi Pintar dapat digambarkan sebagai berikut. Pertama, pada aspek kompetensi Guru, diharapkan dalam tiga tahun ke depan dapat melebihi target atau di atas level yang diharapkan. Kedua, pada aspek lingkungan belajar diharapkan lebih aman, nyaman, inklusif, dan Ketiga, pada aspek pembelajaran dapat lebih diimplementasikan dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dan pada aspek keempat, diharapkan mampu merumuskan rencana program dan anggaran berdasarkan refleksi diri, refleksi guru, dan peningkatan pembelajaran, sehingga berdampak pada sekolah lain. Selanjutnya intervensi Program aplikasi Pintar meliputi lima hal, yakni pendampingan konsultasi, penguatan sumber daya manusia, pembelajaran dengan paradigma baru dan inovasi baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi Program aplikasi Pintar juga memiliki beberapa manfaat bagi sekolah. Pertama, meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Kedua, percepatan digitalisasi Ketiga, mempercepat pencapaian profil peserta didik berkarakter. Keempat, meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru. Kelima, memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menjadi katalisator perubahan bagi sekolah lain. Keenam, mendapatkan pendampingan intensif untuk transformasi sekolah. Dan ketujuh mendapatkan tambahan anggaran untuk pengadaan bahan ajar pembelajaran paradigma baru. Penggunaan Teknologi Informasi juga menjadi salah satu faktor utama dalam mengikuti Program aplikasi Pintar. Pemanfaatan platform aplikasi Pintar untuk pembelajaran dan pengelolaan sekolah, bertujuan untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar yang akan diterapkan pada satuan Lembaga Pendidikan Dasar. Ada dua fungsi platform aplikasi Pintar bagi guru di satuan Lembaga Pendidikan Islam. Yang pertama adalah platform teknologi pembelajaran, yang bertujuan untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan paradigma baru. Kedua, platform teknologi pengembangan profil dan kompetensi guru, yang bertujuan untuk membantu kegiatan pengelolaan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi profil guru dan mendukung kegiatan pengembangan kompetensi guru yang dilakukan melalui media digital. Berikutnya adalah platform teknologi sumber daya sekolah, yang bertujuan untuk membantu kepala satuan Lembaga Pendidikan Dasar, bendahara, dan pengawas dalam mengelola sumber daya satuan lembaganya secara lebih tepat, mudah, dan efisien. Dan terakhir, platform teknologi untuk profil pendidikan dan rapor pendidikan adalah ditujukan untuk membantu kepala satuan Pendidikan Dasar dan pengawas mengembangkan program peningkatan kualitas yang lebih tepat sasaran dan berbasis data. Kemudian untuk fakta di lapangan menunjukkan masih ada beberapa pihak yang kesulitan mengakses platform aplikasi Pintar dan Mandiri Belajar. Oleh karena itu, banyak sekolah yang menggunakan aplikasi lain sebagai alternatif. Dan juga masih banyak sekolah yang menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Ruangguru. Moodle. Zoom, bahkan WhatsApp. Memang setiap sekolah menghadapi kendala yang berbeda-beda, oleh karena itu sekolah diperbolehkan menggunakan aplikasi lain yang dapat mengakomodir kebutuhan Peserta Didik. Hambatan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN Karpote 2 Sudut pandang guru terkait konsep kurikulum merdeka belajar sangat mempengaruhi proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Contoh di beberapa kota yang berada di daerah Provinsi Jawa Timur, termasuk di SDN Karpote 2 guru yang mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis implementasi kurikulum merdeka belajar rata-rata memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menerapkan untuk belajar di bawah konsep kurikulum merdeka belajar. Sedangkan untuk yang belum pernah mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis implementasi pelaksanaannya mengenai kurikulum merdeka belajar dalam proses pembelajaran. Sudut pandang guru berimplikasi pada kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengakomodir maksud dan tujuan dari kurikulum merdeka Peneliti menemukan fakta bahwa sebagian guru dapat dikatakan belum siap melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada pemenuhan tujuan kurikulum merdeka belajar. Hal ini terjadi terutama karena faktor usia yang berhubungan JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi dengan keengganan untuk belajar IT. Ada yang tidak mau repot dengan variasi metode pembelajaran karena alasan selama ini mengajar sudah begitu rumit. Dari beberapa fakta di atas, peneliti berkesimpulan sementara bahwa implementasi dari kurikulum merdeka belajar di SDN Karpote 2 mengalami dua kendala utama. Pertama, belum meratanya pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan konsep kurikulum merdeka belajar. Kedua, keterbatasan pelaksanaan pembelajaran berbasis digital karena latar belakang ekonomi wali peserta didik yang bervariasi dan kesiapan madrasah yang belum merata dalam melakukan pembelajaran berbasis digital. Pembahasan Konsep kurikulum merdeka belajar sama dengan pendidikan humanistic yang menekankan pada kebebasan, pilihan, kepekaan dan tanggung jawab peserta didik. Pendidikan humanistic menerapkan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian peserta didik, dan berfokus pada potensinya untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka miliki. Bahkan menurut para ahli pendidikan, dalam penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian peserta didik11. Menurut Ki Hajar Dewantara kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya peserta didik berpikir yaitu jangan selalu dipelopori atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain akan tetapi biasakan peserta didik mencari sendiri segala pengetahuannya dengan menggunakan pikiran sendiri12. Hal itu karena seorang peserta didik pada dasarnya mampu berpikir untuk menemukan suatu pengetahuan melalui dirinya. Merdeka belajar merupakan proses pendidikan untuk menciptakan suasanasuasana pembelajaran yang membahagiakan dan menggembirakan. Merdeka belajar menuntut para guru, peserta didik, serta orang tua membangun suasana yang bahagia di lingkungan mereka13. Merdeka Belajar mengembalikan literasi pendidikan kepada 11 Nuryamin. HAKIKAT EVALUASI: Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Lentera Pendidikan: 2011: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 14. , 202Ae218. 12 Hardiman. Humanisme dan Sesudahnya: 2012. Meninjau Ulang Gagasan Besar tentang Manusia. 13 Ainiyah. Remaja Millenial dan Media Sosial: Media Sosial Sebagai Media Informasi Pendidikan Bagi Remaja Millenial. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2. , 221Ae236. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi khittahnya sebagai momentum yang strategis untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Terwujudnya proses pembelajaran bagi peserta didik secara aktif perlu mengembangkan potensi dirinya, agar literat dalam spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik dalam mengembalikan pendidikan pada khittah-nya14. Hal ini mampu memerdekakan guru dalam mengajar. memberi ruang kreativitas Peserta Didik dalam belajar sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Literasi pendidikan selalu mempersilakan rasa ingin tahu, terjadi komunikasi dialogis, ada ruang kreativitas. mampu berkolaborasi untuk meraih kepercayaan diri15. Guru yang memerdekakan proses pembelajaran dimana guru yang bisa membuat Peserta Didik merdeka berifikir. Peserta Didik merdeka berkreativitas. Peserta Didik merdeka berimajinasi. Peserta Didik merdeka berekspresi16. Menciptakan strategi pembelajaran yang memerdekakan membuat aktivitas belajar mengajar lebih menekankan pada keterampilan berfikir kritis, analisis, membandingkan, generalisasi, memprediksi, dan menyusun hipotesis17. Menggali Peserta Didik agar berfikir divergen. Peserta Didik dapat memecahkan masalah pada proses pembelajaran. Inilah yang perlu dibangun oleh semua pihak untuk mengembalikan pendidikan pada khittahnya. Merdeka belajar artinya kebebasan belajar, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar sebebas mungkin untuk belajar dengan tenang, santai, dan bahagia tanpa stres dari tekanan dengan memperhatikan bakat alami mereka, tanpa memaksa peserta didik untuk belajar atau menguasai suatu bidang ilmu di luar hobi dan kemampuannya, sehingga masingmasing memiliki portfolio yang sesuai dengan Hal ini bukan berarti peserta didik menindaklanjuti ilmu dan pengetahuan yang didapatkan seenaknya. Merdeka Belajar ini justru mengharuskan peserta didik 14 Menon. Reimagining curricula for the Fourth Industrial Revolution. 2019 The Independent Journal of Teaching and Learning, 14. , 6Ae19. 15 Shahroom. , & Hussin. Industrial Revolution 4. 0 and Education. 2018 International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 8. , 314Ae319. 16 Hasudungan. , & Kurniawan. Meningkatkan Kesadaran Generasi Emas Indonesia Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4. 0 Melalui Inovasi Digital Platform: 2018 w. org, 51Ae58. 17 Priatna. Disrupsi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dunia Pendidikan di Era Revolusi Industri 4. 2019 In UIN Sunan Gunung Djati. 18 Ayu. Peluang Social Innovation dalam Revolusi Industri 4. 0: Bagaimana Perkembangannya di Indonesia. In Forbil Institute (Issue November 2. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi untuk dapat berpikir kritis tentang masa depan yang dapat diraihnya jika mengamalkan ilmuilmu tersebut. Apabila rangkaian tersebut dapat terlaksana, maka tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh pendidik akan tercapai secara maksimal. Adanya bekal kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajari dan dimiliki, peserta didik diharapkan dapat mencari dan menemukan sendiri solusi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi setiap permasalahan yang akan dihadapinya di masa Pendidikan selalu mengupayakan terciptanya peserta didik yang selalu melakukan pembaharuan setiap waktu. Tidak hanya mampu berpendidikan tinggi akan tetapi mampu menjadi agen perubahan dalam lingkup kecil maupun besar. Perubahan dan inovasi yang dihasilkan tersebut mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan suatu bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas 20. Itulah sebabnya konsep belajar diharapkan mampu melakukan inovasiinovasi dalam setiap proses pembelajarannya yakni pembelajaran yang berpusat pada Peserta Didik agar mendukung tercapainya lulusan yang berkualitas yang siap menghadapi situasi zaman yang terus berubah. Perluasan dari konsep kurikulum sebagai proses dengan penambahan perlunya komitmen bersama menyepakati . ntar pelaku pendidika. dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan . ebagai bagian dari proses pembelajara. untuk mencapai target tertentu yang telah ditetapkan21. Dalam kurikulum merdeka belajar terdapat nilai-nilai ajaran Islam yang pada intinya dapat dibedakan menjadi tiga aspek, yaitu nilai-nilai aqidah, ibadah, dan akhlak22. Nilai-nilai aqidah mengajarkan peserta didik untuk beriman kepada Allah Subhanahu wataAoala, menumbuhkan sikap berserah diri dan berusaha untuk selalu menjalankan perintahnya serta merasakan bahwa Allah senantiasa mengawasi dan memperhitungkan segala perbuatan mereka. Nilai-nilai ibadah mengajarkan pada peserta didik agar dalam Yaqin. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. 2016 In Madinah: Jurnal Studi Islam (Vol. Issue . http://ejournal. id/index. php/madinah/articl e/view/178 20 Saefullah. Manajemen Pendidikan Islam. Bandung Pustaka Setia 2012. Arifi. INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK GENERASI MILLENNIAL Dinamika Pendidikan di Indonesia Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai pada era perkembangan. 2022 67Ae88. 22 Saefullah. Manajemen Pendidikan IslamA2012 JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi setiap perbuatannya senantiasa dilandasi hati yang ikhlas untuk mencapai ridha Allah SWT. Pengamalan nilai-nilai ibadah akan mencetak generasi yang memiliki sikapsikap mulia dihadapan manusia seperti adil, jujur, dan suka menolong sesama. Aspek nilai pendidikan Islam yang ketiga adalah nilai-nilai akhlak. Nilai-nilai akhlak mengajarkan kepada peserta didik untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma atau adab yang benar dan baik, sehingga akan membawanya kepada kehidupan yang tentram, harmonis, damai, dan seimbang23. Dengan demikian, jelas bahwa nilai-nilai pendidikan Islam merupakan nilai-nilai yang akan mampu membawa manusia pada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Merdeka belajar secara konseptual dan faktual merupakan bagian integral dari perjalanan sejarah pendidikan dan peradaban Islam. Implementasi merdeka belajar di masa kejayaan peradaban Islam tercermin pada banyaknya ulama dan ilmuwan yang multitelenta dan multidisiplin ilmu24. Tentu, mereka mampu seperti itu bukan karena konsep kurikulum merdeka belajar, tetapi yang lebih penting lagi adalah sikap mental pembelajar yang kuat, tekun, ulet, kreatif, dan produktif, sehingga mereka banyak mewariskan legasi keilmuan yang cemerlang dan menjadi rujukan hingga abad ini. Kurikulum merdeka belajar bukan konsep utopis, tetapi merupakan gagasan dan tawaran strategis disaat dunia mengalami perubahan yang sangat cepat, dan menuntut penguasaan multikeilmuan dan keterampilan 25. Merdeka belajar berdasarkan perspektif Islam berasal dari keyakinan teologis . yang memerdekakan diri pembelajar. Keyakinan teologis ini berimplikasi kepada sikap kritis bahwa sumber kebenaran ilmu, baik melalui proses pembelajaran maupun pengalaman empirik, berasal dari Allah SWT 26. Berdasarkan penegasan Arifi tersebut, merdeka belajar itu sejatinya merupakan fitrah, kecenderungan alami dan 23 Muwahid. , & Soim. Manajemen Pendidikan Islam. Strategi Dasar Menuju Peningkatan Mutu Pendidikan Islam. Jurnal Intelektualita, 1, 101. 24 Huda. Integrasi Ilmu Antara Wacana dan Praktif: Studi Komparatif UIA Malaysia & UIN Malang. 2020 In Spasi Book (Vol. Issue . http://repository. id/127/ 1/INTEGRASI ILMU - Buku. 25 Arif. Character Education Innovation in Forming Millennial Generation Personality. 2022 Didaktika Religia, 10. , 67Ae http://jurnalpascasarjana. a c. id/index. php/didaktika 26 Arifi. INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK GENERASI MILLENNIAL Dinamika Pendidikan di Indonesia Sejarah pendidikan di Indonesia dimulai pada era perkembangan. 2022 67Ae88. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi kecintaan terhadap kebijaksanaan . yang ditanamkan oleh Allah pada diri Merdeka belajar bukan sekadar bebas tanpa batas dalam belajar, mempelajari, dan mencari ilmu pengetahuan. Akan tetapi, merdeka belajar dalam Islam merupakan spirit untuk memenuhi rasa ingin tahu . dan rasa ingin maAorifatullah . engenal Alla. , di samping rasa ingin menguasai dan mendalami ilmu pengetahuan dan keterampilan secara tidak AudibatasiAy oleh sekat-sekat kejurusanan dan keprodian. Spirit merdeka belajar itu sejatinya belajar menguasai kompetensi dan keterampilan secara lebih luas dan multidisiplin ilmu. Kebijakan dari kurikulum merdeka belajar itu harus bervisi profetik, berbasis tauhid sejati, bukan semata-mata mencari ilmu untuk ilmu, tetapi belajar secara merdeka dalam rangka menghambakan dan mendedikasikan diri kepada Sang Khalik atau Tuhan Semesta Alam. Karena itu, apapun yang dikuasai manusia seperti ilmu, harta, aset, jabatan, status sosial, dan sebagainya hanyalah bersifat nisbi, sementara, dan tidak abadi. Semuanya pada dasarnya berasal dan milik Allah secara mutlak27. Dengan kata lain, merdeka belajar itu dimaknai dalam kerangka ibadah kepada Allah di satu segi, dan di segi lain dimaksudkan untuk memakmurkan (Aoimara. kehidupan dan memajukan peradaban kemanusiaan. Implementasi kurikulum merdeka belajar yang diterapkan dalam lembaga pendidikan Islam penting dikembangkan karena memang dalam Islam tidak membatasi dan mengekang umatnya dalam mempelajari segala hal. Allah bahkan menantang manusia dan jin untuk menembus . penjuru langit dan bumi jika mampu Allah kemudian menegaskan bahwa kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan . (QS ar-Rahman/55:. Menurut Ibn Katsir, yang dimaksud sulthan dalam ayat ini adalah kekuasaan . isa berupa kemampuan Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian sulthan dalam ayat tersebut adalah ilmu Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu manusia dapat menembus ruang angkasa, melintas batas, dan menguasai alam raya ini. Fakta sejarah membuktikan bahwa para ulama di masa lampau telah mengamalkan konsep merdeka belajar, sehingga mereka cenderung banyak menguasai bidang keilmuan, tidak monodisiplin 28. 27 Belajar. , & Jawa. Penerapan merdeka. 2022 149Ae168. 28 Njoto. Ilmu dan Amalnya. 2018: Insan Press. 18Ae27. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi Contohnya al-Farabi. Ibn Sina. Ibn Rusyd, al-Ghazali, al-Khawarizmi. Ibn al-Haitsam. Ibn Miskawaih, dan sebagainya. Ibn Sina misalnya, tidak hanya pakar dibidang kedokteran, tetapi juga menguasai ahli fikih, filsafat, matematika, logika, bahasa, musik, dan sebagainya. Bahkan di usia yang masih 8 tahun, beliau sudah hafal Al-QurAoan. Konsep kurikulum merdeka belajar merupakan tawaran baru dalam dunia Dengan membebaskan proses belajar, prestasi belajar juga akan lebih baik. Menurut Reginald Monyai, kurikulum yang berpusat pada peserta didik memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam memproduksi pengetahuan dan pembelajaran. Hal tersebut hanya dapat terjadi jika kepercayaan diri pembelajar didorong oleh perasaan kontrol dan kemampuan untuk mengelola kemajuannya dalam memperoleh kualifikasi. Guru abad ke-21 harus menciptakan lingkungan yang tidak hanya mendukung empat Pilar Pembelajaran . earning to know, learning to do, learning to be, learning to life togethe. , tetapi juga membuat peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait29. Konsep kurikulum merdeka belajar diimplementasikan dengan pemberian kebebasan kepada peserta didik untuk belajar. Peserta didik mengetahui dan menikmati hak-hak belajarnya di dalam kelas dan di luar kelas, dengan fasilitasi yang mendukung dan menyukseskan sistem dan pola belajar mereka. Implementasi kurikulum merdeka belajar, menghendaki kesamaan sikap, pandangan, dan orientasi. Kurikulum merdeka belajar diinspirasi oleh tantangan hidup di masa depan yang menuntut penguasaan lebih dari disiplin keilmuan dan keterampilan. Kurikulum merdeka belajar juga sejalan dengan konsep pembelajaran transformatif, konsep pendidikan memerdekakan. Experimental Learning, dan Contextual Teaching and Learning30. Penerapan kurikulum merdeka belajar membutuhkan sumber daya manusia menjadi lebih dapat dioptimalkan dan mereka memiliki pengalaman baru, sekaligus situasi dan kondisi pembelajaran yang memungkinkan mereka terlibat aktif dalam memproduksi dan mengonstruksi ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dengan 29 Hasudungan. , & Kurniawan. Meningkatkan Kesadaran Generasi Emas Indonesia Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4. 0 Melalui Inovasi Digital Platform. 2018 w. 1(Septembe. , 51Ae58. 30 Ainiyah. Remaja Millenial dan Media Sosial: Media Sosial Sebagai Media Informasi Pendidikan Bagi Remaja Millenial. 2018 Jurnal Pendidikan Islam Indonesia. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi implementasi kurikulum merdeka belajar, madrasah didorong untuk lebih produktif dalam menjalin kerjasama dan kemitraan dengan institusi Lembaga Pendidikan. Kemajuan bahwa apabila konsep kurikulum merdeka belajar diterapkan secara holistik, niscaya peserta didik mempunyai peluang besar untuk mendapat pengalaman keilmuan, keterampilan, dan kemanusiaan yang lebih kaya dan komprehensif. Implementasi kurikulum merdeka belajar itu bersifat opsional . , bukan obligasional, maka kickoff tidaknya rencana pembelajaran secara merdeka ini sangat tergantung pada pimpinan Lembaga Pendidikan Islam dengan kebijakan yang ditetapkannya. Pertimbangan rasional dan prospek kedepan tentu mengantarkan kepada pilihan bijak dan strategis bahwa merdeka belajar itu menjadi sistem pembelajaran alternatif yang diproyeksikan sehingga dapat membuahkan hasil dan sasaran tujuan sistem pendidikan yang efektif berkemajuan31. Dalam hal ini. Islam menghendaki umatnya untuk selalu melakukan perubahan internal yang positif . ikap mental, pemikiran, dan mora. menuju khaira ummah . mat terbai. melalui proses pendidikan dan pembelajaran efektif, konstruktif, dan produktif. Pembelajaran dengan paradigma baru adalah pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil peserta didik Pembelajaran dengan paradigma baru dilakukan dengan empat cara. Pertama, adalah penggunaan kurikulum merdeka belajar yang disesuaikan dengan tujuan pengembangan dan penguatan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil peserta didik berkarakter. Kedua, adalah penerapan pembelajaran mengikuti tahapan prestasi belajar peserta didik. Ketiga, penggunaan berbagai perangkat pengajaran termasuk buku teks dan modul ajar/RPP sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik. Dan yang keempat adalah pembelajaran melalui proyek untuk memperkuat pencapaian profil peserta didik berkarakter 32. Pada penelitian ini, berbagai konsep pelaksanaan hingga hambatan dari konsep kurikulum merdeka belajar di SDN Karpote 2 yang telah dijelaskan pada poin-poin diatas, peneliti menemukan beberapa solusi yang telah dicoba dan diterapkan. Solusi 31 Saefullah. Manajemen Pendidikan IslamA2012 Muwahid. , & Soim. Manajemen Pendidikan Islam. Strategi Dasar Menuju Peningkatan Mutu Pendidikan Islam. Jurnal Intelektualita. JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi pertama adalah dengan mengadakan beberapa kegiatan workshop dan rapat terbatas bertajuk implementasi kurikulum merdeka belajar. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman guru tentang konsep dan praktik pembelajaran dari kurikulum merdeka belajar. Kesimpulan Kurikulum merupakan sarana yang sangat penting dalam pendidikan. Rencana pendidikan disiapkan sesuai dengan kebutuhan lembaga. Tujuan kurikulum merdeka belajar adalah untuk memudahkan peserta didik dalam belajar, mendorong peserta didik agar selalu berinovasi, berkarakter, dan pendidikan menjadi sebuah kebutuhan, serta peserta didik memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk kebutuhan masa Seyogiannya kurikulum merdeka belajar untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi dengan sistem pendidikan OBE (Outcome Based Educatio. agar lulusan dari peserta didik fokus pada learning outcome yang relevan. Kegiatan sosialisasi, workshop, dan bimbingan teknis dari implementasi kurikulum merdeka belajar tersebut harus terus dicanangkan, dan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu memberi pengarahan agar penerapan kurikulum merdeka ini segera terealisasi di seluruh sekolah di Indonesia mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Sedangkan untuk mendukung perencanaan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar. Balitbang Diklat Kementrian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan semua pihak dalam mempersiapkan infrastruktur pendidikan. Infrastruktur yang dimaksud berupa EMIS (Education Management Information Syste. dan sistem e-learning. EMIS disiapkan secara terpusat agar data dapat tersinkronisasi secara Sama halnya dengan sistem e-learning, namun madrasah diberikan kewenangan penuh jika ingin menggunakan aplikasi lain. Sudut pandang guru terkait konsep kurikulum merdeka belajar sangat berdampak pada kesiapan guru untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar di madrasah-madrasah. Faktor mengembangkan kapasitas diri atau belajar IT, dan keengganan untuk menerapkan berbagai metode menggunakan media pembelajaran yang inovatif menjadi kendala Dilain sisi, keterbatasan sarana prasarana berupa perangkat mobile atau laptop JEMI JURNAL EDUKASI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Vol. No. Maret 2026 ISSN: 3048-197X https://ejournal. id/index. php/jemi juga menjadi kendala tersendiri bagi terselenggaranya pembelajaran berbasis digital yang sulit sekali menginovasi pembelajaran model terkini. DAFTAR PUSTAKA