BASMAT Al IKHSAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. 1 Juni . , pp:53-59 . DOI: https://doi. org/10. 35888/basmat. https://ejournal. id/index. php/basmat/index Implementasi Program Pendampingan dan Penyuluhan: Upaya Majlis TaAolim Baitul Ridlo dalam Meningkatkan Pengetahuan Agama di Ronowijayan Ponorogo. Konik Naimah1. Iin Supriyanti2 Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar Ponorogo qoniknaimah14@gmail. ABSTRACT This study examines the implementation of an assistance and counseling program as an effort of Majlis TaAolim Baitul Ridlo to improve religious knowledge among the community of Ronowijayan Ponorogo. The main problem addressed in this research is the limited understanding of fundamental religious teachings among local residents, which affects their daily practices and involvement in religious activities. The purpose of this study is to describe the implementation process of the program, identify its effectiveness, and understand its impact on participantsAo religious knowledge. The research applied a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation to obtain comprehensive information about program activities and community responses. The results show that structured teaching, mentoring, and regular counseling sessions have successfully increased participantsAo knowledge of worship, morality, and daily religious behavior. The program created a supportive learning environment, encouraged active participation, and strengthened the relationship between the Majlis TaAolim and the community. The findings indicate that the initiative contributes positively to the improvement of religious understanding and promotes continuous religious learning within the community. In conclusion, the assistance and counseling program plays an important role in improving religious knowledge, supports the development of religious awareness, and can be used as a reference for similar community-based religious education programs in other areas. Keywords: Mentoring. Religious Knowledge. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pelaksanaan program pendampingan dan penyuluhan sebagai upaya Majlis TaAolim Baitul Ridlo Ronowijayan Siman Ponorogo untuk meningkatkan pengetahuan agama masyarakat Ronowijayan Siman Ponorogo. Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah masih terbatasnya pemahaman terhadap ajaran-ajaran agama mendasar di kalangan warga, yang berpengaruh pada praktik keseharian dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan program, mengidentifikasi efektivitasnya, serta memahami dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan agama peserta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi menyeluruh tentang kegiatan program dan respons masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terstruktur, pendampingan, serta kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan secara rutin berhasil meningkatkan pengetahuan peserta terkait ibadah, akhlak, dan perilaku keagamaan sehari-hari. Program ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendorong partisipasi aktif, dan memperkuat hubungan antara Majlis TaAolim dengan masyarakat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman keagamaan dan mendorong proses pembelajaran agama yang berkelanjutan dalam masyarakat. Kesimpulannya, program pendampingan dan penyuluhan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan agama, mendukung perkembangan kesadaran beragama, dan dapat dijadikan rujukan bagi program pendidikan keagamaan berbasis masyarakat di wilayah lain. Kata Kunci: Pendampingan. Pengetahuan Agama PENDAHULUAN Menyadari bahwa mengatasi permasalahan sosial di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan moral keagamaan, bukanlah tanggung jawab individu semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Majlis taAolim Baitul Ridlo di Kelurahan Ronowijayan. Sebagai salah satu lembaga nonformal. Majlis taAolim Baitul Ridlo memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat sekitarnya. Dalam menghadapi permasalahan moral keagamaan yang melibatkan majlis taAolim Baitul Ridlo Kelurahan Ronowijayan Siman Ponorogo membutuhkan peran aktif masyarakat setempat dalam upaya pembangunan nilai religius. Majlis taAolim masjid Baitul Ridlo, yang saat ini sangat aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan pengetahuan agama di Kelurahan Ronowijayan Siman ponorogo, bersama dengan Sebagai berkumpulnya masyarakat muslim yang menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan. Majlis taAolim merupakan salah satu alternatif pembinaan masyarakat yang efektif. Melalui majlis ini, masyarakat memperoleh lingkungan yang Islami, mengembangkan kreativitas, dan menyampaikan pesan moral kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan maupun sosial yang dilaksanakan di lingkungannya. Keberadaan majlis taAolim ini tidak terjadi secara instan, tetapi terbentuk melalui upaya penyelenggaraan berbagai kegiatan berbasis Pada akhirnya, majlis ini hadir dengan harapan dapat menjadi wadah pengetahuan keagamaan bagi masyarakat setempat. Majlis taAolim ini aktif mengadakan berbagai program dan kegiatan untuk mendukung pembentukan nilai-nilai moral agama di masyarakat. Dengan dukungan dari STAINU Madiun dan selaras dengan kebijakan kampus untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat, program ini dilaksanakan melalui Majlis TaAolim Baitul Ridlo. Kegiatan pendampingan dan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama di Kelurahan Ronowijayan. Siman. Ponorogo. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk lebih semangat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan pembentukan karakter dan spiritualitas yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Agama mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang harus senantiasa diterapkan, sehingga pendidikan agama bisa dilaksanakan dimanapun termasuk di masjid. Kehidupan sehari-hari menyediakan banyak peluang untuk mengajarkan dan mengamalkan nilai-nilai agama. Momen sederhana seperti membantu orang lain, menjaga kejujuran, atau berdoa sebelum memulai aktivitas adalah bentuk pendidikan agama yang berkelanjutan. Bahkan interaksi keluarga, percakapan, dan kegiatan sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilainilai keimanan dan moralitas. Pendidikan agama tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan yang berjalan sepanjang waktu. Hal ini menciptakan individu yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, yang mampu membawa manfaat bagi dirinya dan orang lain. Pendidikan agama juga memiliki sifat fleksibel dan inklusif. Dalam era digital seperti sekarang, belajar agama bisa dilakukan melalui media online, seperti mendengarkan kajian, membaca artikel keagamaan, atau mengikuti diskusi virtual. Dengan teknologi, setiap individu memiliki akses untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman agamanya kapanpun sesuai waktu yang tersedia. Majlis Baitul ridlo ini masih menerapkan model majlisan pada umumnya, yaitu dengan mendatangkan pemateri / ustadz pada waktu yang telah ditentukan untuk mengkaji keagamaan dan belajar bersama dengan jamaAoah majlis tersebut. Proses transfer nilai-nilai agama ini menjadi optimal karena adanya komunikasi langsung antara pemateri / ustadz-dzah dan jamaah majlis. METODE Strategi Yang Digunakan. Pendekatan Partisipatif dan Inklusif Strategi pertama yang diterapkan dalam penyuluhan dan pendampingan keagamaan di mana masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan. Mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, bertanya, dan berdiskusi tentang persoalan kehidupan mereka. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap pengamalan ajaran agama di lingkup sosial. Dialog yang terbuka dan interaktif menjadikan proses pendampingan lebih efektif, karena peserta merasa dihargai serta semakin memahami ajaran agama yang Penggunaan Metode Praktis dan Relevan Pendampingan metode yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan berbasis cerita, contoh konkret, dan studi kasus digunakan untuk memudahkan penerimaan nilai Selain itu, pelatihan dan workshop praktis terkait penerapan ajaran agama dalam bermasyarakat, bekerja, dan berinteraksi juga diberikan. Metode memahami bahwa ajaran agama bersifat praktis, dapat diterapkan dalam setiap aktivitas kehidupan, dan memberikan arahan moral dalam pergaulan sosial. Pemanfaatan Teknologi Dalam era digital, pemanfaatan teknologi menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan penyuluhan keagamaan. Majlis TaAolim Baitul Ridlo memanfaatkan platform digital seperti media sosial whatsapp, untuk kegiatan-kegiatan penting serta share materi kajian. jamaAoah majlis mengakses materi kapan saja dan di mana saja, menjadikannya lebih fleksibel dan mudah. Dengan strategi-strategi tersebut, penyuluhan dan pendampingan keagamaan yang dilakukan oleh Majlis TaAolim Baitul Ridlo dapat memberikan lebih besar pembangunan karakter religius dan pembinaan masyarakat di Kelurahan Ronowijayan Siman Ponorogo. Langkah-langkah Pendampingan Mempersiapkan dilaksanakan Memastikan bahwa jamaAoah majlis/masjid yang ada di lingkungan sekitar mendapat undangan dan hadir di dalam acara tersebut. Mempersiapkan alat-alat sound dan lain-lain agar suara terdengar. Mereka mendengarkan materi yang disampaikan dan bersama-sama menyusun program kerja untuk acara tertentu semisal bakti sosial, santunan, kegiatan keagaaman yang ada di masjid dan lain-lain. Mengikuti semua kegiatan yang sudah direncanakan dengan dibantu oleh warga sekitar masjid, sehingga acara menjadi Pemilihan Subyek Dampingan Partisipan dalam kegiatan ini adalah warga masyarakat Kelurahan Ronowijayan Siman ponorogo yang berjumlah lebih dari 100 orang yang sebagian besar terdiri dari Ibuibu . Motor Penggerak kegiatan ini adalah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di kelurahan ronowijayan Siman Pendamping dalam kegiatan ini adalah akademisi/Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun dengan Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar Ponorogo. Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAINU Madiun. HASIL DAN PEMBAHASAN Dampak Perubahan Penyuluhan dan pendampingan keagamaan yang dilakukan oleh Majlis TaAolim Baitul Ridlo di Kelurahan Ronowijayan telah membawa dampak perubahan yang signifikan dalam Dampak pertama yang terlihat adalah pengamalan nilai-nilai agama di kalangan masyarakat. Melalui berbagai sesi penyuluhan yang terstruktur, peserta diberikan wawasan yang lebih mendalam tentang ajaran agama dan bagaimana menerapkannya dalam sehari-hari. Hal membantu masyarakat memahami keharmonisan, dan toleransi dalam hubungan antar sesama, sehingga nilainilai agama menjadi landasan utama dalam berinteraksi dengan orang lain. Kedua, penyuluhan ini juga mendorong terbangunnya semangat kolektivitas di antara masyarakat. Melalui diskusi dan kegiatan bersama, warga belajar untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan. Komunitas yang keagamaan cenderung lebih aktif dalam menjalankan ibadah, meningkatkan budaya saling tolong-menolong, dan mendukung pertumbuhan spiritual yang sehat. Hal ini berdampak positif pada hubungan antarwarga dan lingkungan Kelurahan Ronowijayan. Selain pemahaman agama dan partisipasi penyuluhan ini juga membawa perubahan dalam pola pikir individu. Masyarakat yang awalnya mungkin kurang memahami pentingnya nilainilai agama kini mulai melihat bahwa ajaran agama dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Peserta yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan merasakan adanya dampak positif dalam cara mereka berinteraksi dengan sesama, mengaplikasikan ajaran agama dalam aktivitas sosial, dan menjalankan tanggung jawab sebagai individu yang 1 Hal ini menciptakan budaya yang lebih menghargai moralitas dan nilai-nilai kebaikan, yang pada kesejahteraan sosial di Kelurahan Ronowijayan. Dengan dampak perubahan yang terjadi melalui penyuluhan dan pendampingan keagamaan oleh Majlis TaAolim Baitul Ridlo, masyarakat Kelurahan Ronowijayan tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ajaran agama, tetapi juga merasakan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pondasi spiritual, tetapi juga membentuk individu yang lebih berkarakter dan peduli terhadap sesama, sehingga membawa manfaat jangka panjang bagi komunitas Selain hasil-hasil yang telah disebutkan, terdapat dimensi dampak yang lebih mendasar yang tampak dari interaksi sosial keagamaan yang terbangun melalui program ini. Penyuluhan dan pendampingan bukan hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan secara kognitif, tetapi juga membentuk transformasi sikap dan perilaku masyarakat secara konsisten. Perubahan ini ditandai dengan munculnya pola kehidupan beragama yang semakin terintegrasi dengan rutinitas sosial, di mana nilai-nilai religius tidak hanya diamalkan dalam konteks ibadah formal, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sosial yang lebih humanis, seperti kepedulian Studi Pendidikan Islam 3, no. : 123Ae Zuhri. AuInternalisasi Nilai-Nilai Agama dalam Masyarakat,Ay Jurnal Al-Muna: Jurnal terhadap tetangga, penguatan gotong royong, serta peningkatan sensitivitas terhadap persoalan moral di sekitar Dengan demikian, nilai agama menjadi agen pengikat yang menyatukan masyarakat, mengurangi potensi konflik, dan memperkuat solidaritas sosial. Lebih jauh, perubahan tersebut bahwa penyuluhan keagamaan memiliki fungsi sebagai instrumen rekayasa sosial yang efektif. Masyarakat tidak hanya memahami ajaran agama dalam tataran normatif, tetapi juga mengalami internalisasi nilai melalui proses pembiasaan, pendampingan, dan teladan yang diberikan oleh penceramah dan pengurus majlis. Pola ini membentuk habitus baru, yaitu cara berpikir dan bertindak berdasarkan rujukan agama yang membawa manfaat praktis dalam penyelesaian persoalan sehari-hari. Keberadaan forum diskusi, tanya jawab, dan ruang berbagi pengalaman juga membangun rasa percaya diri spiritual, sehingga warga memiliki keberanian moral untuk mengingatkan dan memberikan nasihat secara santun kepada sesama tanpa menimbulkan Transformasi yang terjadi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada struktur sosial yang lebih Kegiatan kolektif yang semakin rutin memperkuat jaringan sosial antarwarga dan meningkatkan rasa memiliki terhadap komunitas. Hal ini menciptakan modal sosial baru yang pengembangan kegiatan lain di bidang kemasyarakatan, pendidikan, maupun sosial keagamaan. Dalam jangka panjang, pola interaksi ini membentuk karakter masyarakat yang resilien, mampu menghadapi perubahan sosial dengan tetap berpegang pada nilai-nilai religius, sekaligus adaptif terhadap Dengan pendampingan yang dilakukan Majlis TaAolim Baitul Ridlo tidak hanya bersifat kuratif dalam memberikan pemahaman pengaruh negatif modernitas dan degradasi moral. Secara keseluruhan, program ini dapat dipandang sebagai model komprehensif, di mana peningkatan spiritual berjalan seiring dengan penguatan kualitas hidup sosial. Efek pengetahuan, pembiasaan nilai, dan menghasilkan masyarakat yang lebih harmonis, religius, dan berorientasi pada kebaikan bersama. Dari perspektif pembangunan sosial, keberhasilan ini menunjukkan bahwa masjid dan majlis taAolim memiliki potensi strategis sebagai pusat pengembangan karakter dan pembentukan modal sosial, yang jangka panjang serta ketahanan moral 4 M. Hidayati. AuModal Sosial dan Kegiatan Rina Wijayanti. Religiusitas dan Kohesi Sosial dalam Masyarakat Modern, (Yogyakarta: Prenadamedia Group, 2. : 87. Heri Gunawan. Rekayasa Sosial Berbasis Keagamaan: Teori dan Praktik di Masyarakat, (Jakarta: Kencana, 2. : 102Ae105. Keagamaan sebagai Basis Pembangunan Komunitas,Ay Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 5, no. : 33Ae49. Gambar 1. Pelaksanaan pendampingan di Majlis TaAolim Baitul Ridlo Diskusi Keilmuan Kegiatan pendampingankeagamaan yang dilakukan oleh Majlis TaAolim Baitul Ridlo di Kelurahan Ronowijayan membuka ruang untuk berbagai diskusi keilmuan yang berharga. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pentingnya pengintegrasian ajaran agama dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam diskusi ini, peserta didorong untuk merenungkan bagaimana nilai-nilai agama dapat memandu tindakan moral, etika, dan interaksi sosial dalam masyarakat yang semakin Berbagai pengalaman yang dibagikan oleh peserta memberi wawasan baru tentang cara menerapkan prinsip-prinsip agama secara praktis di berbagai aspek kehidupan, mulai dari berkeluarga, bekerja, hingga berinteraksi dengan orang lain. Diskusi keilmuan lainnya berfokus pada 5 Azyumardi Azra. Agama. Kebudayaan, dan peran penting lembaga-lembaga keagamaan, seperti Majlis TaAolim, dalam membangun karakter dan moral masyarakat. Para peserta dibimbing untuk memahami bahwa pendidikan agama tidak hanya berbicara tentang ritual ibadah, tetapi juga mencakup pengajaran tentang akhlak, etika sosial, dan bagaimana menjaga hubungan baik dengan sesama. Ini membuka perspektif baru mengenai pentingnya non-formal menguatkan karakter individu dan masyarakat secara keseluruhan. Secara keseluruhan, diskusi keilmuan yang diperoleh dari kegiatan pendampingan dan penyuluhan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana agama dan ilmu sosial saling berhubungan dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang ajaran agama, tetapi juga bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial, sehingga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan karakter individu dan masyarakat di Kelurahan Ronowijayan. Diskusi keilmuan yang berkembang melalui kegiatan penyuluhan di Majlis TaAolim Baitul Ridlo menunjukkan bahwa forum keagamaan ini tidak hanya memainkan peran sebagai sarana pengajaran normatif, tetapi juga sebagai ruang deliberatif yang menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam di tingkat akar Melalui interaksi dialogis yang terbuka, nilai-nilai agama tidak lagi dipahami secara dogmatis, melainkan melalui proses refleksi kritis yang memungkinkan peserta menilai relevansi ajaran agama terhadap dinamika sosial kontemporer. Dalam konteks ini. Ibid. Masyarakat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. : 35. penyuluhan agama bertindak sebagai jembatan antara teks keagamaan dan realitas sosial, sehingga agama tidak menjadi sistem keyakinan yang terisolasi, tetapi sumber rujukan etis yang hidup dalam keseharian. Lebih jauh, praktik diskusi yang partisipatif memperkuat kemampuan literasi keagamaan warga, baik dalam memahami substansi ajaran maupun dalam mengembangkan kepekaan moral untuk menyikapi persoalan sosial yang Peserta tidak sekadar diberikan informasi, tetapi dilatih membangun argumentasi, mendengar sudut pandang orang lain, dan menemukan solusi etis atas persoalan yang dihadapi komunitas. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan pembentukan kapasitas sosial, di mana individu tumbuh menjadi subjek aktif yang mampu berkontribusi pada kebaikan Analisis ini menunjukkan bahwa fungsi majlis taAolim telah bergeser dari sekadar forum ibadah menjadi agen transformasi sosial. Keberlanjutan dialog keilmuan menciptakan habitus baru: masyarakat menjadi lebih reflektif, toleran terhadap perbedaan, dan mampu menerjemahkan ajaran keagamaan dalam tindakan sosial yang konstruktif. Proses ini memungkinkan lahirnya etika sosial berbasis agama yang menyeimbangkan antara kesalehan ritual dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, penyuluhan dan pendampingan di Majlis TaAolim Baitul Ridlo bukan hanya meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mengonstruksi modal intelektual dan sosial yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berdaya, adaptif, dan berperadaban. Tabel 1. Hasil angket sebelum pendampingan Tabel 2. Hasil angket setelah pendampingan Syamsul MaAoarif. Islam dan Tradisi Intelektual (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. :55. Pernyataan Memahami pentingnya nilai-nilai Aktif mengikuti kegiatan Kegiatan sosial itu penting Percaya diri berdiskusi agama Memiliki hubungan baik dengan Bersedia ikut menyusun program Mengetahui nilai agama diterapkan Mengetahui program masjid Jarang ikut kegiatan kolektif Membutuhkan penyuluhan keagamaan Pernyataan Pemahaman Lebih aktif ke masjid Lebih Lebih percaya diri Hubungan Terlibat Nilai agama dalam hidup Kegiatan Berani 8 Sugeng Riyadi. Etika Sosial dalam Perspektif Islam (Jakarta: Kencana, 2. :121 nasihat Kegiatan perlu rutin DAFTAR PUSTAKA