Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi Katekin dan Tanin dari Gambir Wedy Nasrul1. Rudi Kurniawan Arief2. Afdhil Arel3 Pascasajana. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat email : wedy72narul@gmail. Abstract Standard Operating Procedures (SOP) for production are documents that contain step-by-step instructions to guide workers on how to carry out repetitive production processes for a job to achieve production goals. Production SOP function to guide workers in the production process and maintain the quality of the products produced. The Sharia Producer Cooperative "Gambir Anam Koto Mandiri" which produces catechins and tannins does not yet have a production SOP. So it is important to prepare SOP for catechin production and gambier farming to help workers in the production process and maintain the quality of the products produced. The activity method is in the form of training and The results of training activities show that cooperative administrators can prepare SOP for the production of catechins and tannins. The results of the assistance show that cooperative members can produce gambier catechin and tannin in accordance with the SOP. Activities produce catechin and tannin products which are produced to meet specified quality standards. Keywords: Training. Mentoring. SOP Abstrak Prosedur Operasi Standar (SOP) produksi adalah dokumen yang berisi petunjuk langkah demi langkah untuk memandu pekerja tentang cara melakukan proses produksi yang berulang-ulang pada suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan produksi. SOP Produksi berfungsi untuk memandu pekerja dalam proses produksi dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Koperasi Produsen Syariah AuGambir Anam Koto MandiriAy yang memproduksi katekin dan tanin belum memiliki SOP produksi. Sehingga penting untuk menyiapkan SOP produksi katekin dan budidaya gambir untuk membantu pekerja dalam proses produksi dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Metode kegiatannya berupa pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pengurus koperasi dapat menyusun SOP produksi katekin dan tanin. Hasil pendampingan menunjukkan anggota koperasi dapat memproduksi katekin dan tanin gambir sesuai SOP. Kegiatan menghasilkan produk katekin dan tanin yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang ditentukan. Kata Kunci: Pelatihan. Pendampingan. SOP PENDAHULUAN Untuk menghasilkan produk yang membutuhkan proses produksi yang berstandar dan sistematis. Proses produksi yang dilakukan juga harus efektif dan efisien untuk mengatur waktu dan biaya produksi yang sesuai dan mengutungkan Proses https://doi. org/10. 37859/jpumri. berstandar, sistematis, efektif dan efisien harus memiliki standar operasional prosedur . Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi merupakan dokumen yang berisi petunjuk langkah demi langkah untuk memandu pekerja tentang cara melakukan proses produksi yang berulang untuk suatu pekerjaan guna mencapai tujuan produksi. SOP dapat membantu aktivitas produksi p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 sistematis, konsisten, efektif dan efisien. SOP produksi yang dijalankan dengan baik akan menjaga kualitas produk dan biaya produksi sehingga dapat menguntungkan perusahaan . SOP juga membantu pekerja dan kerusakan alat-alat produksi saat bekerja. SOP juga memudahkan karyawan atau menghindari kesalahan proses produksi jika terjadi pertukaran pekerja . Pentingnya SOP dalam proses produksi membuat Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri (GAKOM) ingin melakukan penyusunan SOP. GAKOM adalah koperasi yang memproduksi katekin dan tanin dari tanaman gambir. Katekin dan tanin adalah zat utama yang dimiliki oleh tanaman Katekin adalah bahan setengah jadi untuk obat-obatan, pengawet dan kosmetik . Sedangkan tanin bahan setengah jadi untuk pewarna tekstil, penyamak kulit dan perekat kayu . Karena dari tanaman gambir tanin juga dimanfaatkan sebagai . Petingnya penyusunan SOP karena produksi katekin dan tanin dari gambir baru dilakukan oleh GAKOM dan belum memiliki SOP. Produksi katekin dan tanin perlu dibuatkan SOP oleh GAKOM untuk memudahkan proses produksi, menjaga kulalitas dan mutu katekin dan tanin yang dihasilkan. Penyusunan SOP juga dibutuhkan GAKOM untuk menjaga mutu sebagai syarat beberapa izin pada instansi SOP produksi dibutuhkan GAKOM untuk izin produk, izin BPOM, sertifikat halal dan lain-lain. METODE PENGABDIAN Metode kegiatan pengabdian Standar Operasional Prosesudur (SOP) produksi dilakukan dalam bentuk pelatihan dan Lokasi kegiatan pada kantor dan ruang produksi Koperasi GAKOM. Koperasi Produsen Syariah GAKOM beralamat di Nagari Pangkalan. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Kobupaten Lima Puluh Kota. Propinsi Sumatera Barat. Kegiatan dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan September Peserta kegiatan pelatihan dan pendampingan adalah pengurus koperasi dan anggota koperasi serta tokoh masyarakat sebanyak 35 orang. Narasumber dan tenaga ahli kegiatan pengabdian masyarakat pelatihan dan pendampingan penyusunan SOP produksi adalah 3 orang dosen dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Dosen yang terlibat berasal dari Prodi Magister Ilmu Pertanian. Prodi Teknik Mesin dan Prodi Farmasi. Kegiatan juga dibantu oleh 4 orang mahasiswa dari Prodi Teknik Mesin dan Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Kegiatan juga didampingan tenaga laboran dari Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat penyusunan SOP produksi katekin dan tanin ini dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan dilakukan untuk teknis penyusunan SOP Kegiatan pendampingan untuk mendampingi proses produksi yang sesuai SOP dan pendampingan standar mutu Bahan yang digunakan dalam proses produksi adalah gambir kering atau gambir pasta hasil kempaan petani, etil asetat untuk produksi katekin dan air untuk produksi tanin. Pelatan yang digunakan dalam proses produksi adalah mixer, pengaduk, destilator dan wadah pengering. Peralatan penyusunan SOP komputer dan printer. Untuk lebih jelasnya proses penyusunan SOP produksi katekin dan tanin gambir adalah sebagai berikut. Kegiatan Pelatihan Penyusunan SOP Kegiatan pelatihan penyusunan SOP produksi dilakukan dalam bentuk ceramah dan pemberian tugas. Peserta pelatihan terdiri dari pengurus koperasi https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 dan anggota koperasi sebayak 35 Pada tahap awal kegiatan dilakukan ceramah terkait pengenalan terkait SOP, pentingnya SOP pada proses produksi, dampak SOP terhadap proses produksi. Setelah peserta mengetahui pengertian dan manfaat SOP peserta dikenalkan contoh-contoh SOP yang pernah disusun terkait proses produksi dilanjutkan dalam bentuk pelatihan penyusunan SOP. Pada bagian pelatihan ini peserta ditugaskan untuk menyusun SOP produksi katekin dan tanin. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok 1 ditugaskan untuk membuat SOP produksi katekin. Kelompok 2 ditugaskan untuk membuat SOP produksi tanin. SOP yang telah disusun dicetak untuk dipelajari pekerja dan ditempel pada ruang produksi. SOP produksi katekin dan tanin selanjutnya di cobakan kepada masing-masing kelompok Kegiatan dilakukan sampai peserta mengeri dan memahami alur SOP produksi katekin dan tanin secara teori dan proakteknya. Berikut SOP alur produksi yang telah disusun oleh masing-masing https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Timbang gambir halus sesuai yang Tambahkan air dengan perbandingan 5:1 dengan berat gambir . kg gambir = 5 liter ai. Aduk hingga larut menggunakan mixer selama lebih kurang 10 menit Saring larutan gambir hingga didapatkan larutan bening berwarna coklat Panaskan larutan tannin di atas kompor hingga kental Keluarkan dari wadah pemanasan kemudian keringakan . isa dengan cahaya matahari ataupun dengan oven dengan suhu dibawah 350o C) Haluskan tannin yang sudah Gambar 1 SOP Alur Produksi Tanin p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Haluskan gambir dengan alat chopper atau penghalus Ayak tepung gambir dengan ayakan T-90 Timbang gambir halus sesuai yang Tambakan etil asetat, perbandingan 1kg gambir 5 liter etil Aduk hingga larut menggunakan mixer lebih kurang selama 10 menit Saring larutan gambir hingga didapatkan larutan berwarna coklat Larutan katekin dengan destilator dengan suhu diatas 70o C, hingga hampir kering Keluarkan dari destilator, keringkan . isa dengan cahaya matahari ataupun dengan oven dengan suhu dibawah 250o C) Cuci katekin sampai bau etil asetat hilang, dikeringkan lagi dan dihaluskan menyerupai tepung Gambar 2 SOP Alur Produksi Katekin Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Proses produksi katekin dan tanin cukup sederhana, namun terdapat hal-hal teknis yang perlu diperhatikan untuk menjaga mutu produk yang Seterusnya, alur SOP proses produksi katekin dan tanin di atas tidak jauh berbeda. Perbedaan penambahan etil asetat pada produksi Produksi tanin cukup menggunakan air putih biasa. Kegiatan Pendampingan Produksi Sesuai SOP Kegiatan dilakukan untuk melakukan proses produksi katekin dan tanin sesuai dengan SOP yang disusun. Sesuai dengan jumlah produk yang diproduksi pendampingan dilakukan sebanyak 2 Pada tahap awal dilakukan pendapingan proses produksi tanin sesuai SOP yang telah disusun. Proses produksi tanin dilakukan terlebih dahulu karena tanin yang diproduksi akan menyisakan ampas berupa Jika proses katekin yang diproduksi terlebih dahulu maka tanin yang dihasilkan akan hilang atau Perlakukan ini adalah salah satu pentingnya SOP agar pekerja pahan sehingga proses produksi menjadi efektif dan tidak merugikan Peserta pendampingan proses produksi ini anggota koperasi yang Anggota koperasi yang ditunjuk merupakan perwakilan dari beberapa kelompok tani tergabung dalam koperasi. Kelompokkelompok disediakan koperasi jika ingin memproduksi katekin dan tanin dari gambir mereka. Adanya SOP ini akan memudahkan pekerja dari kelompok- https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 kelompok tani yang memproduksi katekin dan tanin. Standar mutu produk katekin dan tanin yang dihasilkan nantinya juga akan sama, karena menggunakan peralatan yang sama dan prosses yang sama sesuai dengan SOP. Kegiatan Pendampingan Persyaratan Izin Kegiatan pendampingan penetapan standar mutu produk katekin dan tanin yang Standar mutu katekin dan tanin yang tinggi minimal 80%. Untuk katekin dengan standur mutu tersebut harganya mencapai Rp. 000/Kg. Sedangkan tanin dengan standar mutu yang tinggi harganya mencapai Rp. 000/Kg . Katekin dan tanin yang diproduksi koperasi belum memiliki standar mutu dari lembaga Standar mutu produk katekin dan tanin tersebut perlu di uji pada lembaga yang telah mendapat sertifikasi sehingga produk katekin dan tanin yang dihasilkan mendapat kepercayaan masyarakat. Lembaga yang dapat mengeluarkan izin produk PT. Sucofindo Balitbang Industri Sumbar . Pendampingan standar mutu produk katekin dan tanin dimulai dengan uji produk katekin dan tanin yang diproduksi koperasi pada labor farmasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Setelah dihasilkan katekin dan tanin dengan mutu tinggi . inimal 80%), katekin dan tanin tersebut di uji dapa PT. Sucofindo untuk mendapatkan sertifikat mutu produk. Sertifikat mutu produk menjadi jaminan koperasi bahwa produk katekin dan tanin yang dihasilkan bermutu tinggi . p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Gambar 3. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan HASIL DAN PEMABAHASAN Kegiatan pelatihan menambah pengetahuan pengurus dan anggota koperasi tentang pentingnya SOP dalam proses produksi katekin dan tanin. Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi katekin dan tanin membantu koperasi dalam proses produksi secara efektif dan Pekerja yang ditugaskan dalam pendampingan proses produksi memahami dan dapat melakukan produksi sesuai SOP yang telah disusun. Pekerja atau kelompok tani dapat secara bergantian melakukan produksi katekin dan tanin dengan hasil atau produk yang tetap terjaga karena mempedomani SOP produksi yang sudah Proses produksi yang mempedomani SOP menghilangkan kesalahan produksi, meminamilisir kecalakaan dan kerusakan alat-alat yang digunakan. Terakhir, pendampingan proses uji standar mutu produk koperasi memiliki standar mutu produk katekin dan tanin dari lembaga Hasil penyusunan SOP juga memperlihatkan bahwa proses produksi yang berstandar, sistematis, efektif dan efisien harus memiliki SOP produksi . SOP produksi yang dijalankan dengan baik akan menjaga kualitas produk dan biaya produksi SOP pekerja dan kerusakan alat-alat produksi saat bekerja . SOP juga memudahkan karyawan atau menghindari kesalahan proses produksi jika terjadi pertukaran pekerja . KESIMPULAN Kegiatan pelatihan menambah pengetahuan pengurus dan anggota koperasi tentang pentingnya SOP dalam proses produksikatekin dan tanin. SOP https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 produksi katekin dan tanin membantu koperasi dalam proses produksi secara efektif dan efisien. Melalui proses produksi yang mempedomani SOP, produk katekin dan tanin yang dihasilkan memiliki standar mutu yang tinggi dan terjaga baik. Pendampingan proses uji standar mutu produk koperasi memiliki standar mutu produk katekin dan tanin dari lembaga UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kepada Dirjen Dikti Ristek Kemdikbudtek Republik Indonesia yang telah mendanai kegiatan pada Hibah PKM tahun 2024. Ucapan terimaksih juga disampaikan kepada Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri sebagai mitra PKM. DAFTAR PUSTAKA