Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 90-95 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Implementasi Konsep Indoor Farming di Lingkungan Pertanian Perkotaan Kelurahan Mojolangu - Kota Malang Hesti Triana Soelistyari1. Wahyu Fikrinda2. Abd. Rohman3. Dian Kartika Santoso1. Rizki Alfian1* 1 Fakultas Pertanian. Program Studi Arsitektur Lanskap. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Malang. Indonesia 2 Fakultas Pertanian. Program Studi Agroteknologi. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Malang. Indonesia 3 Fakultas Ilmu Sosial Politik. Program Studi Administrasi Publik. Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Malang. Indonesia Email: 1hesti. triana@unitri. id, 2fikrindawahyu@gmail. com, 3rohmanch93@yahoo. com, 4dian. kartika@unitri. 5,*rizki. alfian@unitri. (* : coressponding autho. AbstrakOeUsaha pertanian perkotaan yang dilaksanakan oleh 4 Kelompok Tani di Kelurahan Mojolangu Kota Malang adalah sebuah kegiatan usaha pertanian dengan fokus pada budidaya tanaman padi dan hortikultura sayur. Di tengah keterbatasan lahan, pupuk dan bibit serta sistem irigasi, para petani masih melakukan teknik budidaya secara tradisional dengan tantangan lingkungan perkotaan yang sudah mulai tidak produktif dikarenakan pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas Berdasarkan latar belakang permasalahan mitra maka kegiatan PKM ini secara spesifik bertujuan untuk Memberikan tambahan wawasan kepada kelompok tani mengenai pentingnya perkembangan teknologi dalam dunia Pertanian khususnya tentang Implementasi Indoor farming. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM di Kebun Sayur Cantewa para penggiat Pertanian perkotaan menginginkan adanya pendampingan secara terjadwal yang tidak hanya bersifat insidental dari pihak perguruan tinggi dikarenakan konsep indoor farming merupakan suatu hal yang baru bagi mitra. Kehadiran Konsep Indoor Farming dapat menjadi solusi dari permasalahan mitra selama ini yang sering terkendala oleh hama penyakit dan cuaca yang tak menentu. Adapun berbagai potensi yang terdapat pada konsep indoor farming antara lain adalah: Mampu berproduksi sepanjang tahun tanpa dibatasi musim. Menghasilkan produksi dan frekuensi panen yang lebih tinggi. Aplikasi dapat dilakukan diseluruh tempat dengan memerlukan luasan yang relative kecil. Kandungan nutrisi dalam suatu produk dapat mencapai maksimal. Produk lebih sehat dan terbebas dari penggunaan pestisida. Kata Kunci: Farming. Mojolangu. Perkotaan. Pertanian AbstractOeThe urban farming business carried out by 4 Farmer Groups in the Mojolangu Village. Malang City is an agricultural business activity with a focus on rice cultivation and vegetable horticulture. In the limited land, fertilizers and seeds as well as irrigation systems, farmers are still practicing traditional cultivation techniques with the challenges of an urban environment that has to be unproductive due to environmental pollution produced by urban activities. Based on the background of partner problems, this PKM activity specifically aims to provide additional insight to farmer groups regarding the importance of technological developments in the world of agriculture, especially for indoor farming implementation. Based on the results of the implementation of PKM activities at the Cantewa Vegetable Garden, urban agriculture activists want scheduled assistance not just only incidental from the university because the indoor farming concept is something new for partners. The presence of the Indoor Farming Concept can be a solution to the partner's problems so far, which are often constrained by pests, diseases and erratic weather. The various potentials contained in the indoor farming concept include: Being able to produce throughout the year without being limited by the season. Producing higher production and harvest frequency. Applications can be carried out in all places by requiring a relatively small area. Nutrient content in a product can reach the maximum. Healthier products and free from the use of pesticides. Keywords: Agriculture. Farming. Indoor. Mojolangu. Urban PENDAHULUAN Peningkatan jumlah penduduk Kota Malang menuntut perluasan area pemukiman. Kondisi ini yang menciptakan kondisi dimana lahan yang seharusnya diperuntukkan untuk kebutuhan lain akhirnya digunakan untuk Jika kita melihat data, sudah menjadi hal yang biasa apabila produksi padi setiap tahunnya mengalami Dampak jangka panjang apabila permasalahan tersebut tidak diatasi adalah tidak adanya ketersediaan dan kecukupan pangan baik bagi pemerintah dan rumahtangga, ketersediaan lahan pertanian yang semakin sempit, banyaknya pengangguran, penurunan kesejahteraan masyarakat dan masalah sosial lainnya (Junainah et , 2. Maka dari itu selain pengembangan kemampuan wilayah, pemerintah Kota Malang juga harus memperhatikan ketersediaan lahan pangan untuk menuju Kota Malang dengan ketahanan pangan yang baik. Kondisi ini mendorong pemerintah maupun masyarakat di kawasan perkotaan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri pada lahan terbatas dengan bercocok tanam (Wijaya et al. , 2. Urban farming sering dipraktekkan di daerah pinggiran kota oleh masyarakat yang berpendapatan rendah. Pada negara berkembang kegiatan urban farming memiliki tujuan utama memenuhi kebutuhan pangan sehingga pengeluaran biaya untuk pangan berkurang, dan juga dengan menjual produk yang berlebih dapat meningkatkan Kegiatan urban farming juga dapat mengkombinasikan antara budidaya tanaman dan hewan yang bisa dikonsumsi seperti ikan, kambing, dan ayam (Septya et al. , 2. Selain itu, urban farming seringkali digunakan sebagai pemanfaatan lahan tidur di perkotaan sebagai lahan pertanian perkotaan. Upaya pemanfaatan lahan tidur perkotaan, berkonsekuensi terhadap pengelolaan lahan agar produktif. Pengelolaan lahan tersebut Copyright A 2023 Hesti Triana Soelistyari. Page 90 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 90-95 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. berkonsekuensi logis pada upaya optimalisasi lahan dan peningkatan tingkat kesuburan lahan (Wijaya et al. Upaya pendekatan yang dilakukan untuk itu adalah pengelolaan pertanian organik. Pertanian organik mengkombinasikan pengetahuan ilmiah mengenai ekologi dan teknologi modern berdasarkan proses biologis yang terjadi secara alami. Pertanian organik memanfaatkan proses alami di dalam lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian. Beberapa usulan teknologi yang akan dikembangkan di Kelompok Tani Kelurahan Mojolangu diantaranya indoor Farming dengan sistem Plant Factory. Plant factory adalah sistem produksi tanaman yang terisolasi dari lingkungan luar sehingga hasil produksinya menjadi lebih sehat, segar dan berkualitas tinggi (Shimizu et al. , 2. Pertanian dalam ruang dapat menghasilkan produksi yang tinggi dan berkualitas baik karena lingkungan tumbuh dalam plant factory dibuat optimal dan tidak terpengaruh oleh iklim diluar plant factory (Kozai et al. , 2. Hal ini memberikan peluang untuk melakukan pertanian di lokasi yang sebelumnya tidak dimungkinkan untuk memproduksi tanaman (Yamori et al. , 2. Kelemahan pertanian dalam ruang adalah membutuhkan energi listrik yang besar sehingga dibutuhkan biaya yang mahal. Komponen utama yang menyebabkan biaya operasional besar adalah penggunaan pencahayaan buatan yang bisa mencapai sekitar 30% dari total biaya (Yokoyama, 2. Sehingga alternatif yang dilakukan adalah menciptakan energi solar cell atau menggunakan kincir angin untuk tenaga listriknya. Namun teknologi plant factory yang sesuai dengan kondisi Indonesia adalah plant factory dengan jenis pencahayaan matahari atau setengah artificial (Qonit et al. , 2. Kelebihan dari sistem plant factory setengah artificial adalah biaya dan energi yang lebih rendah dibandingkan sistem lain namun kelemahannya kondisi matahari tidak dapat dipastikan karena tergantung dari cuaca. Kelebihan lainnya bahwa hasil produksi sayuran dengan plant factory lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan dengan model penanaman secara konvensional (Hamzah et al. , 2. Usaha pertanian perkotaan yang dilaksanakan oleh 4 Kelompok Tani di Kelurahan Mojolangu Kota Malang adalah sebuah kegiatan usaha pertanian dengan fokus pada budidaya tanaman padi dan hortikultura sayur. tengah keterbatasan lahan, pupuk dan bibit serta sistem irigasi, para petani masih melakukan teknik budidaya secara tradisional dengan tantangan lingkungan perkotaan yang sudah mulai tidak produktif dikarenakan pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas perkotaan (Tabel . Tabel 1. Permasalahan Mitra Mitra Kelompok Tani Kelurahan Mojolangu Kota Malang Permasalahan Mitra Keterbatasan lahan di tengah alih fungsi lahan pertanian di perkotaan Kesulitan irigasi tingkat produktifitas lahan menurun Belum menguasai teknologi tepat guna dalam dunia pertanian (Indoor Farmin. Belum adanya pendampingan dari pihak akademisi guna menyelesaikan persoalan pertanian di lingkungan Kelurahan Mojolangu Berdasarkan latar belakang permasalahan mitra maka kegiatan PKM ini secara spesifik bertujuan untuk Memberikan tambahan wawasan kepada Kelompok Tani mengenai pentingnya Perkembangan Teknologi dalam dunia Pertanian khususnya tentang Implementasi Indoor farming. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengbadian Masyarakat ini akan dilaksanakan di Kebun Cantewa Kelurahan Mojolangu dengan sasaran seluruh Kelompok Tani yang terdapat di Kebun Cantewa Kelurahan Mojolangu. Kelurahan Mojolangu memiliki 4 Kelompok Tani yang masing-masing kelompok tani beranggotakan A 7-10 petani. Kelompok Tani di Kelurahan Mojolangu mengelola 2000 Ha lahan pertanian yang tersebar di Kelurahan Mojolangu. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik Mandiri ini menggunakan Metode Survey. FGD. Penyuluhan dan Pendampingan Implementasi Indoor Farming. Tujuan dari penggunaan metode ini yakni untuk mendapatkan pemahaman peserta yang lebih besar dibanding pelatihan sejenis dan mampu berkontribusi meningkatkan keterampilan peserta sesuai tujuannya. Copyright A 2023 Hesti Triana Soelistyari. Page 91 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 90-95 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Adapun untuk tahapan pelaksanaan kegiatan, dibagi menjadi beberapa tahapan, yakni . Tahapan Koordinasi Awal yang melibatkan mitra dan beberapa stakeholder, . Tahapan Pelaksanaan Kegiatan, . Tahapan Evaluasi. Dengan rincian sebagai berikut: Koordinasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan oleh tim PKM adalah melakukan kegiatan diskusi antara tim pengabdi dan Mitra untuk menentukan capaian dan materi yang disosialisasikan dengan mitra. Kegiatan direncanakan dalam tiga bentuk utama kegitan meliputi: penanaman secara indoor menggunakan prinsip penanaman plant factory, perencanaan dan penataan Indoor Farming. Kegiatan penanaman plant factory dimaksudkan untuk optimalisasi pertumbuhan dan hasil tanaman dengan cara memanipulasi atau optimalisasi proses fotosintesis yang biasanya menggunakan cahaya matahari digantikan dengan menggunakan penyinaran LED berwarna biru dan merah. Tahap Pelaksanaan kegiatan (Pemberian Materi dan Pelatiha. Tahapan pelaksanaan kegiatan yaitu dimulai dengan pemberian materi kepada peserta terkait dengan prinsip pertanian dalam ruang untuk budidaya tanaman hortikulutura. Pemberian materi tentang sitem drip untuk irigasi pertanian dalam ruang. Memberikan usulan desain dalam penataan konsep Indoor Farming di Kelurahan Mojolangu. Tahap Evaluasi Tahap Evaluasi Pelatihan Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab. Tahap evaluasi adalah proses mengevaluasi kegiatan penyuluhan dan pelatihan, apakah transfer ilmu itu berjalan dengann lancar dan para peserta sasaran mendapatkan manfaat dengan kegiatan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kelompok Tani Kebun Cantewa yang berada di Kelurahan Mojolangu Kota Malang. Kelompok Tani Kebun Cantewa beranggotakan 7 Personil Yang diketuai oleh Bapak Nasir. Gambar 1. Lokasi Kegiatan PKM Kebun Cantewa Kelurahan Mojolangu Kebun Sayur Cantewa berdiri di atas lahan tidur pemukiman seluas A200 m 2 yang dikelola oleh RW sebagai lahan pertanian sejak tahun 2020. Pada awalnya Kebun Sayur Cantewa adalah sebuah program RW setempat Bernama AuKampung TangguhAy, namun setelah program tersebut selesai warga di Mojolangu tetap berkomitmen untuk mengelola Kebun Sayur Cantewa sebagai sumber penghasilan tambahan warga sekitar. Dalam Proses pengelolaannya kelompok tani telah mendapat banyak manfaat dan kendala dari keberadaan Kebun Cantewa. Hasil audiensi menunjukkan bahwa selama ini beberapa masalah yang sering dihadapi oleh petani adalah tentang kondisi iklim di Kota Malang yang tidak menentu, mahalnya biaya pupuk, dan terserangnya tanaman oleh hama Hal ini yang menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas hasil produks Kebun Sayur Cantewa. 1 Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan PKM ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan guna mencapai tujuan PKM secara optimal dan luaran yang diharapkan. Target dan luaran yang direncanakan pada program ini secara spesifik diharapkan dapat menjadi solusi taktis dan operasional terkait permasalahan mitra. Secara ringkas, permasalahan mitra, target dan luaran program ini disajikan pada tabel 2 berikut ini. Copyright A 2023 Hesti Triana Soelistyari. Page 92 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 90-95 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Tabel 2. Permasalahan dan Target Program Permasalahan Mitra Target Program Luaran Program Keterbatasan lahan di tengah alih fungsi lahan pertanian di Bertambahnya model-model pertanian pada lahan sempit Kesulitan irigasi Pengembangan budi daya tanaman dalam polybag, hidroponik, & hortikultura sayur dan Pengenalan model irigasi drip dengan sistem otomatis Tingkat produktifitas lahan Mengurangi bahan-bahan kimia dalam pertanian konsep pertanian organik Belum menguasai teknologi tepat guna dalam bidang pertanian (Indoor Farmin. Mengenalkan pertanian dalam ruang (Indoor Farmin. Belum pendampingan dari pihak pertanian di lingkungan Kelurahan Mojolangu Pengembangan jejaring mitra antara kelompok tani dan Perguruan tinggi guna pencapaian IKU Perguruan Tinggi Bertambahnya efisiensi penggunaan sumberdaya air dalam kegiatan pertanian Meningkatkan manfaat dan dampak dari praktek pertanian Desain Plant Factory yang visible dapat diimplementasikan di Kelurahan Mojolangu. Terjalinnya Kerjasama Mitra Perguruan Tinggi dalam Pembelajaran Kolaboratif dan Studi Independen. Terdapat tiga tahapan kegiatan dalam Program PKM UNITRI AuImplementasi Konsep Indoor Farming di Lingkungan Pertanian PerkotaanAy guna mencapai tujuan dan target program. Koordinasi awal Kegiatan koordinasi dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan mitra dan persamaan persepsi terkait program PKM yang akan dilaksanakan di area pertanian Kelurahan Mojolangu. Hasil dari kegiatan koordinasi ini menyimpulkan beberapa poin penting dalam pelaksanaan kegiatan PKM antara lain: Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Bulan Juni 2023 dan akan diselenggarakan di Kantor Kelurahan Mojolangu untuk forum FGD nya, sedangkan implementasi konsep indoor farming akan dilaksanakan pada salah satu area pertanian yaitu Kebun Sayur Cantewa Mojolangu. Materi sosialisasi yang akan disajikan dalam kegiatan PKM antara lain tentang Konservasi Tanah dan Air. Budidaya Tanaman Hortikultura dengan konsep Indoor Farming, dan rekomendasi penataan lanskap pertanian perkotaan berbasis Plant Factory. Kegiatan PKM ini akan melibatkan Petugas Penyuluh Pertanian beserta kelompok Urban Farming Kelurahan Mojolangu. Gambar 2. Kegiatan koordinasi dengan pihak Kelurahan Mojolangu Copyright A 2023 Hesti Triana Soelistyari. Page 93 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 90-95 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Pelaksanaan Kegiatan PKM Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan metode FGD yang melibatkan Mitra Pengelola Kebun Sayur Cantewa, dan Petugas Penyuluh Pertanian yang selama ini telah mendampingi penggiat pertanian perkotaan di lingkungan Kelurahan Mojolangu. Aapun materi FGD yang disampaikan yaitu sebagai berikut: Tabel 3. Materi Sosialisasi Kegiatan PKM Materi Narasumber Konservasi Tanah dan Air di lingkungan Perkotaan Budidaya Tanaman Hortkultura dalam ruang Rekomendasi Desain penataan Kebun Cantewa berbasis Plant Factory Ir. Hesti Triana Soelistyari. MS Wahyu Fikrinda. SP. Dian Kartika Santoso. SP. Dalam proses penataan lanskap Kebun Sayur Cantewa Tim PKM telah melakukan tahapan seperti yang dikemukakan oleh Rustam dan Utomo . yaitu: inventarisasi potensi dan masalah. Analisa situasi, dan membuat konsep desain yang sesuai dengan kebutuhan mitra sehingga selanjutnya dapat dengan mudah Adapun hasil rekomendasi desain penataan lanskap kebun Cantewa seperti pada gambar 3. Gambar 3. Rekomendasi Penataan Lanskap Kebun Cantewa 2 Tingkat Pemahaman Tentang Kegiatan Yang Berlangsung Langkah berikutnya dilakukan pengukuran terhadap tingkat pemahaman peserta pada saat sosialisasi. Hasil dari pengisian lembar observasi yang dilakukan oleh tim PKM dapat dilihat pada gambar 4. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada saat sosialisasi dan pelatihan terlihat bahwa sebagian besar peserta merasa wawasannya bertambah dengan adanya materi sosialisasi tentang implementasi Indoor Farming Pertanian Perkotaan dan materi yang disajikan juga dirasa penting oleh peserta. Tanggapan peserta juga menginginkan penambahan sarana dan prasarana pendukung untuk dapat mengimplemetasikan konsep indoor farming di Kelurahan Mojolangu. Tanggapan Peserta Sosialisasi (%) Menambah Wawasan Sangat Setuju Pentingnya Materi Setuju Penambahan Sarpras Tidak Setuju Gambar 4. Tanggapan Peserta dan tingkat Pemahaman KESIMPULAN Kegiatan PKM Implementasi Konsep Indoor Farming di Pertanian Perkotaan Kelurahan Mojolangu berhasil menambah wawasan kepada Kelompok Tani mengenai pentingnya Perkembangan Teknologi dalam dunia Pertanian khususnya tentang Implementasi Indoor farming. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM di Copyright A 2023 Hesti Triana Soelistyari. Page 94 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 4. No 2. November 2023. Page 90-95 ISSN 2723-1674 (Media Onlin. DOI 10. 47065/jrespro. Kebun Sayur Cantewa para penggiat Pertanian perkotaan menginginkan adanya pendampingan secara terjadwal yang tidak hanya bersifat insidental dari pihak perguruan tinggi dikarenakan konsep indoor farming merupakan suatu hal yang baru bagi mitra. Kehadiran Konsep Indoor Farming dapat menjadi solusi dari permasalahan mitra selama ini yang sering terkendala oleh hama penyakit dan cuaca yang tak menentu. Adapun berbagai potensi yang terdapat pada konsep indoor farming antara lain adalah: Mampu berproduksi sepanjang tahun tanpa dibatasi musim. Menghasilkan produksi dan frekuensi panen yang lebih tinggi. Aplikasi dapat dilakukan diseluruh tempat dengan memerlukan luasan yang relative kecil. Kandungan nutrisi dalam suatu produk dapat mencapai maksimal. Produk lebih sehat dan terbebas dari penggunaan pestisida. DAFTAR PUSTAKA