Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal Volume 6. , 2024, 136 -143 ________________________________________________________________ Aktivitas Antijamur Ekstrak Biji Kopi Hijau Robusta (Coffea canephor. Terhadap Candida albicans. Ing Mayfa Br Situmorang*. Putri Salsadila. Sharfina Maulidayanti. Asbar Tanjung Teknologi Laboratorium Medis Program Diploma Tiga STIKes Prima Indonesia Jl. Raya Babelan No. 9,6 KM. Jl. Raya Babelan. RW. Kebalen. Babelan. Bekasi Regency. West Java 17610 *Corresponding author: ingmayfasitumorang@gmail. Received: 31 May 2024. Accepted: 23 October 2024 Abstract: Candidiasis is an infectious disease caused by Candida fungi. Treatment of fungal infections can be done using herbal plant extracts to reduce the side effects of synthetic antifungal drugs. One plant extract used is robusta green coffee The metabolite compounds in robusta green coffee beans have the potential to act as natural antifungals. An activity test of Robusta green coffee bean extract was conducted at concentrations of 40%, 50%, 60%, 70%, and 80% against the fungus Candida albicans in-vitro. The extraction method used was maceration with ethanol solvent, and the antifungal activity was tested using the disc diffusion method. Phytochemical screening results show that Robusta green coffee bean extract contains alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and terpenoids, which have the potential for antifungal activity. concentrations of 40%, 50%, 60%, 70%, and 80%, it inhibited the growth of t Candida albicans. The most effective inhibitory zone in inhibiting the growth of Candida albicans is at a concentration of 80%, with an average inhibitory zone diameter of 24. 95 A 8,84 mm. Keywords: antifungal. Candida albicans. Candidiasis and robusta Abstrak: Kandidiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur dari genus Candida. Pengobatan infeksi jamur dapat dilakukan dengan memanfaatkan ekstrak tanaman herbal dengan tujuan untuk mengurangi efek samping dari penggunaan obat antijamur sintetik. Salah satu ekstrak tanaman yang dimanfaatkan adalah biji kopi hijau robusta. Kandungan senyawa metabolit yang terdapat pada biji kopi hijau robusta memiliki potensi sebagai antijamur alami. Uji aktivitas ekstrak biji kopi hijau robusta dilakukan pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80% terhadap jamur Candida albicans secara in vitro. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol dan uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan ekstrak biji kopi hijau robusta mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas Pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80% mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Zona hambat yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans adalah konsentrasi 80% dimana memiliki rata-rata diameter zona hambat sebesar 24,95 A 8,84 mm Kata Kunci : antijamur. Candida albicans. Kandidiasis dan robusta DOI: 10. 15408/pbsj. PENDAHULUAN Penyakit infeksi adalah suatu masalah kesehatan peningkatan angka kematian sebanyak 71 hingga 79% (Sari et al. , 2. terbesar yang merupakan penyebab kematian tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Penyakit infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur salah satunya yaitu di negara-negara yang beriklim tropis. Menurut data Kemenkes RI tahun 2019 angka prevalensi kandidiasis di Indonesia pada manusia sehat tanpa adanya gejala sebesar 20-75% dan kandididasis pada penyakit sistemik terjadi Kandidiasis merupakan penyakit infeksi primer atau sekunder yang disebabkan oleh jamur dari genus Candida yang umum terjadi di seluruh dunia yang dapat menyerang kulit, mulut, vagina, dan kuku pada pria maupun wanita dari segala usia (Arisanti et al. 137 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Situmorang et al. Kandidiasis dapat ditularkan melalui kontak langsung berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur dengan pada penderita kandidiasis atau tidak langsung melalui benda yang mengandung jamur, misalnya aldoreduktase, monoamina oksidase, proteinkinase, handuk, pakaian, lantai kamar mandi, tempat tidur DNA polymerase dan lipooksigenase (Rubinadzari et dan lain-lain (Arisanti et al. , 2. , 2. Tanin sebagai agen antijamur dengan menghambat biosintesis ergosterol, yaitu sterol utama Infeksi kandidiasis biasanya jarang membaik dengan penyusun membran sel jamur (Makatamba & sendirinya, bahkan infeksi jamur bisa muncul Rundengan, 2. Saponin sebagai antijamur karena kembali jika tidak ditangani dengan baik. Terapi bersifat surfaktan yang berbentuk polar sehingga akan untuk infeksi jamur Candida. albicans umumnya memecah lapisan lemak pada membran sel yang pada menggunakan obat antijamur seperti amfositerin B, nistatin, klotrimazol, ketoconazol, griseofulvin, dan membran sel (Apu, 2. Terpenoid yang berperan Namun, penggunaan antijamur sintetik mempunyai kelemahan seperti efek samping yang pertumbuhan jamur melintasi membran sitoplasma berat, menimbulkan resistensi, penetrasi yang buruk dan mengganggu pertumbuhan serta perkembangan pada jaringan tertentu, dan spektrum antijamur yang spora jamur (Rubinadzari et al. , 2. Pengobatan infeksi jamur dapat dilakukan Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan bahwa biji kopi hijau robusta masih jarang dilakukan pengujian mengandung senyawa fenol, flavonoid, saponin, aktivitas terhadap jamur secara ilmiah khususnya alkaloid, tanin, dan terpenoid untuk mengurangi efek pada jamur Candida albicans. samping dari penggunaan obat antijamur sintetik seperti, daun sirih hijau (Setiari et al. , 2. Jahe MATERIAL DAN METODE merah (Erlita et al. , 2. Kayu manis (Rachman et , 2. Buah mengkudu (Hardani et al. , 2. Alat dan Bahan dan Lengkuas (Cahyaningrum et al. , 2. Hasil dari uji skrinning ekstrak biji kopi robusta diketahui Alat memiliki kandungan senyawa metabolit skunder Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan timbangan analitik. Rotary evaporator, penyaring terpenoid sebagai antijamur. Selain itu, juga memiliki buchner, gelas ukur 25 mL, beacker glass 100 mL, potensi sebagai antivirus, antioksidan, antiinflamasi tabung reaksi, erlenmeyer 500 mL dan 1 L, dan antibakteri yang lebih tinggi jika dibandingkan mikropipet, pengaduk kaca, kertas saring/whatman, dengan kopi jenis arabika (Amelia et al. , 2. alumunium foil. Autoclave GEA LS-35LJ 2020. BSC (Bio Safety Cabine. Class II, inkubator, lampu Mekanisme kerja senyawa metabolit sekunder yang bunsen, cawan petri, tabung reaksi, paper disk, gelas dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida ukur, mikropipet, pinset, jangka sorong, jarum ose, albicans seperti, alkaloid yang mengandung senyawa magnetic strirer, kertas label, kertas cakram, kapas, antijamur dengan cara menyisipkan antara dinding sel plastik tahan panas, dan vortex. dan DNA jamur serta mengganggu pertumbuhan jamur (Rubinadzari et al. , 2. Flavonoid yang merupakan golongan terbesar dari fenol yang 138 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Situmorang et al. Bahan aluminium foil dan dimasukkan ke dalam rotary Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah biji evaporator ditunggu sampai menghasilkan ekstrak kopi hijau robusta (Coffea canephor. yang diperoleh kental biji kopi hijau robusta. Ekstrak kental dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dimasukkan ke dalam botol gelap sebelum dilakukan (BALITTRO), etanol . 96%, ammonia (NH. , untuk pengujian. Setelah didapatkan ekstrak kental, lalu dibuat variasi konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, (CHCl. CMC (Carboxymethyl cellulos. , serbuk magnesium (M. , jamur Candida dan 80% (Made et al. , 2. albicans ATCC 10231, asam sulfat. BaCl2 1% . arium Cartridge 4 Uji Skrining Fitokimia fluconazole 25 g, kloramfenikol, media SDA (Saboraud Dekstrose Aga. Merck Millipore. NaCl Alkaloid 0,9%. HCl 2N. NaOH. FeCl3 1%, asam asetat Satu mL ekstrak ditambahkan 5 mL amonia 25% dan (CH3COOH), dan pereaksi mayer. 20 mL kloroform ke dalam gelas kimia, kemudian dimasukkan sebanyak 1 mL larutan ke dalam tabung 2 Determinasi Tanaman reaksi dan ditambahkan dua tetes reagen mayer. Hasil Determinasi tanaman adalah tahap awal yang perlu positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan dilakukan sebelum menuju tahap selanjutnya pada berwarna putih (Rubinadzari et al. , 2. proses penelitian. Determinasi tanaman merupakan proses dalam menentukan nama atau spesies tanaman Flavonoid secara spesifik (Hardani et al. , 2. Determinasi Satu mL ekstrak ditambahkan 0,2 g serbuk Mg tanaman dilakukan di Direktorat Pengelolaan Koleksi . dan 10 tetes HCl 2N, lalu dikocok kuat- Ilmiah BRIN Cibinong. Jika mengandung flavonoid akan menghasilkan larutan 3 Pembuatan Ekstrak Etanol Biji Kopi Hijau Robusta berwarna jingga, merah muda, atau merah, sedangkan jika ekstrak negatif tidak terjadi perubahan warna Serbuk biji kopi hijau robusta sebanyak 125 g (Rubinadzari et al. , 2. direndam dalam 500 mL dengan larutan etanol 96%, lalu ditutup dengan aluminium foil dan dibiarkan Tanin selama 24 jam sambil sesekali diaduk. Setelah 24 Satu mL ekstrak ditambahkan larutan FeCl3 1%. Lalu jam, sampel biji kopi yang direndam selanjutnya diamati, hasil positif akan terbentuk warna biru tua, disaring menggunakan kertas saring menghasilkan biru hitam dan hitam kehijauan (Amelia et al. , 2. filtrat 1 dan ampas 1. Ampas yang ada kemudian dimaserasi dengan larutan etanol 96% sampai Saponin terendam, kemudian ditutup dengan aluminium foil Satu mL ekstrak ditambahkan satu tetes larutan HCl dan dibiarkan selama 24 jam sambil sesekali diaduk. Setelah itu, tabung reaksi dikocok dengan kuat Proses maserasi dilakukan selama 3 hari. Setelah 3 selama 10 detik. Sampel positif mengandung saponin hari, sampel yang direndam tersebut disaring jika terbentuk busa yang stabil setelah penambahan satu tetes larutan HCl 2N (Rubinadzari et al. , 2. menghasilkan filtrat serbuk simplisia kopi robusta green bean. Selanjutnya simplisia ditutup dengan 139 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Terpenoid Situmorang et al. dituangkan ke cawan petri steril 10-20 ml (Millipore. Satu mL ekstrak ditambahkan 1 mL kloroform dan 1 mL asam asetat kedalam gelas kimia. Kemudian, larutan dimasukan kedalam tabung reaksi dan 7 Peremajaan Jamur Candida albicans ditambahkan asam sulfat pekat. Hasil positif jika berubah warna menjadi hijau kebiruan, orange. Peremajaan jamur Candida albicans dilakukan jingga kecokelatan (Amelia et al. , 2. dengan cara diambil satu ose koloni jamur Candida 5 Sterilisasi Alat dan Bahan ATCC Laboratorium Mikrobiologi STIKes Prima Indonesia secara aseptik, kemudian di ose pada medium SDA Alat-alat yang akan digunakan dicuci bersih lalu Medium Alat-alat yang tahan panas seperti cawan diinkubasi pada suhu 35 C (A2 C) selama 24 jam petri, erlenmeyer, gelas ukur, beaker glass, tabung (CLSI, 2. reaksi harus disterilisasi menggunakan autoclave pada suhu 121oC, tekanan 15 atm selama 15 menit, 8 Pembuatan Suspensi Jamur Candida albicans yang sebelumnya sudah dibungkus kertas koran dan plastik kaca. Sementara alat yang tidak tahan panas Suspensi jamur uji dilakukan dengan cara diambil 5 disemprot menggunakan alkohol 70%. Alat yang koloni berbeda menggunakan ujung ose dari hasil terbuat dari logam seperti jarum ose dan pinset peremajaan jamur yang berumur 24 jam. Lalu, koloni dilayangkan di atas api bunsen (Tivani & Amananti, disuspensikan ke dalam 5 mL larutan NaCl 0,85%. Kemudian, selama 15 detik dan kekeruhannya diatur baik secara 6 Pembuatan Media SDA (Sabouraud Dextrose Aga. visual dengan standar Mc. FarlandAos 0,5 . onsentrasi A 108 CFU/Se. untuk menstandarisasi kepadatan inokulum pada uji kerentanan (CLSI, 2. Ditimbang 7,8 gram serbuk media SDA Merck Millipore dengan menggunakan neraca analitik. Dipindahkan serbuk media yang sudah ditimbang ke 9 Pembuatan Kontrol Positif dan Kontrol Negatif dalam erlenmeyer, lalu dilarutkan dengan aquades steril sebanyak 120 mL. Media dipanaskan dan diaduk hingga tercampur sempurna, kemudian media disterilisasi menggunakan autoklaf dengan suhu 121oC atau 2 atm selama 15 menit. Setelah suhu rendah dan tekanan turun dikeluarkan medium dari autoklaf dan dibiarkan dingin hingga mencapai suhu Kontrol positif yang digunakan yaitu Cartridge discs fluconazole 25 g (CLSI, 2. Kontrol negatif yang digunakan yaitu CMC 1% karena berfungsi sebagai pengemulsi dan tidak memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans (CLSI. Lalu ditambahkan kloramfenikol yang berperan sebagai antibiotik untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan menghindari terjadinya kontaminasi 10 Pengujian Daya Hambat Biji Kopi Hijau Robusta Terhadap Jamur Candida albicans digoyangkan/dihomogen hingga larut. Setelah itu Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram . iameter 5 140 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Situmorang et al. Media SDA dituangkan ke dalam masingmasing cawan petri sebanyak 20 mL dan didiamkan hingga memadat. Suspensi jamur Candida albicans dioleskan secara merata pada permukaan media SDA AAL Gambar 1. Cara Pengukuran Zona Hambat (Erlita et al. menggunakan batang sebar hingga kering. Kertas cakram steril direndam dengan ekstrak biji kopi hijau Diameter zona hambat . = robusta pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70% dan Keterangan: d = diameter zona hambat Dv = diameter vertikal Dh = diameter horizontal 80% selama 15 menit sampai menyerap. Kemudian kertas cakram dikeringkan sesaat di bagian pinggir petridish yang steril lalu di letakkan di bagian tengah media SDA yang sudah berisi isolat Candida Perlakuan tersebut dilakukan pada masing- Kemudian, nilai diameter zona hambat diamati secara deskriptif berdasarkan pada kategori respon hambat sebagai berikut : masing pengenceran. Kontrol positif menggunakan Cartridge discs fluconazole 25 g. Kontrol negatif Tabel 1. Interpretasi Hasil Zona Hambat (CLSI, 2. menggunakan CMC 1%. Kertas cakram diletakkan Kategori Interpretatif Zona Hambat . menggunakan pinset steril pada media kultur jamur Susceptible Susceptible-Dose Dependent Resistant Ou 19 O 14 dan didistribusikan secara merata sehingga jaraknya tidak lebih dari 24 mm dari pusat ke pusat. Sebelumnya kertas cakram ditekan secara perlahan HASIL DAN PEMBAHASAN permukaan agar. Media kultur dibalik agar uap pada Pada penelitian ini digunakan tanaman kopi hijau permukaan tutup petridish tidak jatuh mengenai robusta (Coffea canephor. bagian daun, tangkai, dan permukaan media kultur. Inkubasi menggunakan biji yang dideterminasi dalam keadaan utuh dan inkubator pada suhu 37oC selama 1x24 jam (CLSI. Identifikasi taksonomi tanaman dilakukan di Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN Cibinong. Tanaman biji kopi hijau robusta termasuk 11 Pengamatan dalam Famili Rubiaceae. Selanjutnya dilakukan uji skrining fitokimia dan diperoleh hasil seperti pada Pengamatan dilakukan setelah masa inkubasi yang dilakukan selama 20 hingga 24 jam pada suhu 37 oC. Pelat agar tersebut diletakkan beberapa inci di atas latar belakang hitam yang tidak memantulkan cahaya yaitu dengan melihat dan mengukur diameter zona hambat hingga satu millimeter . terdekat pada titik dimana terdapat penurunan pertumbuhan yang nyata menggunakan jangka sorong. Amati pada 48 jam jika pertumbuhan yang diamati tidak mencukupi setelah inkubasi 24 jam (CLSI, 2. Tabel 2. Hasil Uji Skrining Fitokimia Ekstrak Biji Kopi Hijau Robusta Golongan Senyawa Hasil Uji Keterangan Endapan Putih Alkaloid Flavonoid Merah Tanin Hitam Kehijauan Saponin Busa Terpenoid Jingga Kecokelatan Keterangan : ( ): Menunjukkan reaksi positif, 141 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Peremajaan Candida Situmorang et al. (Wati et al. , 2. menyatakan bahwa jamur Candida menunjukkan koloni jamur yang tumbuh dengan ciri- albicans berbentuk oval dengan ukuran diameter A 5 ciri berwarna putih kekuningan, koloni berbentuk m bulat menonjol di atas permukaan media, mempunyai membentuk budding. Candida albicans merupakan permukaan halus dan licin. Pertumbuhan koloni spesies jamur dimorfik yang bisa berubah bentuk sangat khas barbau asam seperti tape atau ragi sesuai sesuai dengan kondisi lingkungannya (Wati et al. dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wati et al. Peremajaan jamur dilakukan dengan cara diambil satu ose koloni jamur Candida albicans. Hasil penelitian uji daya hambat ekstrak biji kopi kemudian di ose pada medium SDA miring. Medium hijau robusta dalam menghambat pertumbuhan jamur yang sudah diinokulasi lalu diinkubasi pada suhu Candida albicans pada media Saboraud Dextrose 35 C (A. Agar (SDA) menggunakan metode difusi cakram dibuktikan dengan adanya zona hambat disekitar Penelitian pengulangan untuk memastikan konsistensi hasil serta memperoleh hasil yang valid dan akurat dengan konsentrasi sampel yang sama dalam satu cawan Setiap kelompok konsentrasi dibandingkan Gambar 2. Hasil Mikroskopik Jamur Candida albicans (Dokumentasi Pribad. dengan kontrol positif menggunakan flukonazol dan kontrol negatif menggunakan CMC 1%. Berikut hasil zona hambat ekstrak biji kopi hijau robusta Hasil mikroskopik menunjukkan adanya karakteristik dari jamur Candidaalbicans yaitu terlihat sel-sel terhadap Candida albicans yang ditunjukkan pada berwarna ungu karena Candida albicans merupakan blastospora yang berbentuk oval, dan terdapat Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi benang-benang hifa atau pseudohifa yang sebenarnya adalah rangkaian blastospora yang bercabang. Hasil menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hal ini ditandai dengan adanya zona bening disekitar Tabel 3. Hasil Pengukuran Diameter Zona Hambat Ekstrak Biji Kopi Hijau Robusta Terhadap Jamur Candida albicans Konsentrasi Ekstrak (%) Diameter Zona Hambat . Rata-rata . Standar Deviasi Kategori 8,84 8,75 9,25 7,75 8,58 15,50 18,33 18,25 Kontrol ( ) Flukonazol Kontrol (-) CMC 1% 22,25 23,25 19,41 Resistant (Lema. Susceptible-Dose Dependent (Sedan. Susceptible-Dose Dependent (Sedan. Susceptible (Kua. 21,25 22,25 Susceptible (Kua. 26,25 26,08 Susceptible (Kua. Resistant (Lema. 142 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. Situmorang et al. Gambar 3. Hasil Uji Daya Hambat Ekstrak Biji Kopi Hijau Robusta Terhadap Jamur Candida albicans (A) Konsentrasi ekstrak 40% (B) Konsentrasi ekstrak 50% (C) Konsentrasi ekstrak 60% (D) Konsentrasi ekstrak 70% (E) Konsentrasi ekstrak 80% (Dokumentasi Pribad. cakram pada medium pertumbuhan jamur Candida . data tersebut. Standar deviasi yang diperoleh Dari hasil analisis statistik rata-rata zona dari rata-rata zona hambat sebesar 8,84 mm (Gambar hambat didapatkan pada konsentrasi 40% yaitu sebesar 8,58 mm termasuk dalam kategori Resistant . , konsentrasi 50% yaitu sebesar 16 mm termasuk dalam kategori Susceptible-Dose Dependent KESIMPULAN Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan . , konsentrasi 60% yaitu sebesar 18,33 mm termasuk dalam kategori Susceptible-Dose Dependent sekunder pada ekstrak biji kopi hijau robusta . , konsentrasi 70% yaitu sebesar 19,41 mm seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid yang berpotensi memiliki Susceptible . , konsentrasi 80% yaitu sebesar 22,25 mm termasuk dalam kategori Susceptible . Kontrol positif aktivitas antijamur. Pada konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, dan yang mengandung flukonazol didapatkan nilai rata- 80% mampu menghambat pertumbuhan rata zona hambat sebesar 26,08 mm termasuk dalam jamur Candida albicans. Zona hambat yang kategori Susceptible . dan kontrol negatif yang terbentuk mulai dari konsentrasi 40% hingga mengandung CMC 1% nilai rata-rata zona hambat sebesar 0 mm termasuk dalam kategori Resistant konsentrasi 80%. Hal ini menunjukkan . Standar deviasi merupakan nilai yang bahwa konsentrasi yang paling efektif dalam mengukur penyebaran data terhadap nilai rata-rata menghambat pertumbuhan jamur Candida 143 Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal, 2024. Vol. albicans adalah konsentrasi 80% dimana memiliki rata-rata diameter zona hambat sebesar 24,95 mm. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak biji kopi hijau robusta, makan semakin tinggi pula diameter zona hambat yang Candida albicans. DAFTAR PUSTAKA